• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKTI RESI POS PELAPORAN KE OJK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUKTI RESI POS PELAPORAN KE OJK"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Nomor : 049 /PT/BPRST/01/Dir/IV/2021 Kota Agung, 14 April 2021 Lampiran : 1 (satu) berkas

Kepada Yth.

DPP PERBARINDO dan Media BPR/S

Komp. Patra II No. 46 JL. Jend. A.Yani Bypass, Rt.15/Rw.3, Cemp. Putih Timur, Kec. Cemp. Putih, dki jakarta, daerah khusus ibukota jakarta 10510

Perihal : Penyampaian Laporan Tata Kelola Desember 2020

Assalamu’alaikum Wr.Wb,

Berdasarkan Hasil Keputusan DPP Perbarindo terhadap seluruh BPR/S selindo agar mengikuti Program SIP yang di prakarsai oleh DPP Perbarindo.

PT. BPR Syariah Tanggamus dengan ini disampaikan dokumen tatakelola PT.BPRS Tanggamus di tanggal 31 Desember 2020 sebagaimana dokumen terlampir.

Demikian dokumen Laporan Tata kelola per 31 desember 2020 yang dapat di sampaikan atas pembinaannya kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb, DIREKSI PT.BPR SYARIAH TANGGAMUS

FALACHI FADHOLI,SE

Direktur Utama

PT. BPR SYARIAH TANGGAMUS

Komplek Ruko Pasar Kotaagung Jln. Merdeka No. 4-5 Kotaagung

(4)

LAPORAN PENILAIAN SENDIRI

(self Assessment) PENERAPAN TATA KELOLA

PT. BPR SYARIAH TANGGAMUS

Per 31 desember 2020

PT.BPRS TANGGAMUS

KANTOR PUSAT

JL. Merdeka No.4-5 Komp. Pasar Baru

Kotaagung Tanggamus Lampung

KANTOR CABANG

JL. Veteran Pringsewu Barat

Pringsewu Lampung

(5)

DAFTAR ISI

PENGANTAR____________________________________________________________________ i

TRANSPARANSI PENERAPAN TATAKELOLA__________________________________________________ 1

1. Pendahuluan _______________________________________________________ _____________________ 4

2. 1. Rapat Umum Pemegang Saham ___________________________________________________________ ______ 1 1.1. RUPS Luar Biasa tanggal 04 Januari 2017 __________________________________________________ ______ 1 1. 1.2. RUPS Tahunan tanggal 22 Februari 2017 (Berita Acara Nomor 560) ___________________________________ 1 1. 1.3. RUPS Tahunan tanggal 11 Juli 2017 (Berita Acara Nomor 14) ________________________________________ 1 1. 1.4. RUPS Luar Biasa tanggal 8 Agustus 2017_________________________________________________________ 1 1. 2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi ____________________________________________________ 2 1. 2.1. Jumlah dan Komposisi Anggota Direksi __________________________________________________________ 2 1. 2.2. Tindak Lanjut Rekomendasi Dewan Komisaris ____________________________________________________ 2 1. 3. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris ____________________________________________ 2 1. 3.1. Jumlah dan Komposisi Anggota Dewan Komisaris _________________________________________________ 2

1. 3.2. Rekomendasi Dewan Komisaris _______________________________________________________________ 2

1. 4. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite-Komite ________________________________________________ 3

2. Kepemilikan Saham Direksi ___________________________________________________________ 4 3. Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Direksi dengan Anggota Direksi Lain, Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Saham BPR ___________________________________________________ 4 4. Kepemilikan Saham Dewan Komisaris ___________________________________________________ 4 5. Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dengan Anggota

Dewan Komisaris lain, Direksi dan/atau Pemegang Saham BPR _______________________________________ 4 6. Paket/Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain Bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang Ditetapkan Berdasarkan RUPS ___________________________________________________________________________4 7. Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah : _______________________________________________________ 4

8. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris _____________________________________________________ 5 9. Jumlah Penyimpangan Intern (Internal Fraud) ___________________________________________ 5 10. Permasalahan Hukum ____________________________________________________________ 6

11. Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan _______________________________________ 6 12. Pemberian Dana Untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik _________________________________ 6 HASIL PENILAIAN SENDIRI PENERAPAN TATA KELOLA KELOLA _______________________________ 7

1. Kertas Kerja Penilaian Penerapan Tata Kelola _______________________________________________ 7 2. Kesimpulan Umum Hasil Penilaian Penerapan Tata Kelola ____________________________________ 27

(6)

DAFTAR ISI

hal PENGANTAR

TRANSPARANSI PENERAPAN TATAKELOLA

BAB I PENDAHULUAN……….. 4

BAB II TRANSPARANSI PENERAPAN TATAKELOLA 1 RUPS……….. 6

2 PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI……….. 7

3 JUMLAH DAN KOMPOSISI ANGGOTA DIREKSI………. 7

4 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI……….. 7

5 PELASANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI………. 10

6 JUMLAH DAN KOMPOSISI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS……….. 12

7 REKOMENDASI DEWAN KOMISARIS……… 12

8 KEPEMILIKAN SAHAM DIREKSI……… 14

9 HUB. KEU/HUB.KEL. ANGGOTA DIREKSI DAN KOMISARIS DAN PEMEGANG SAHAM……… 14

10 PAKET REMUNERASI DAN FASILITAS LAIN DIREKSI DAN KOMISARIS……… 14

11 RASIO GAJI TERTINGGI DAN TERENDAH……….. 14

12 FREKUENSI RAPAT KOMISARIS ………. 15

13 PERMASALAHAN HUKUM………. 16

14 TRANSAKSI YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN………. 17

15 PEMBERIAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL DAN KEGIATAN POLITIK………. 17

BAB III HASIL PENILAIAN SENDIRI PENERAPAN TATAKELOLA 1 KERTAS KERJA PENERAPAN TATAKELOLA……… 18

(7)

PENGANTAR

Yth.

KEPALA OTORITAS JASA KEUANGAN BANDAR LAMPUNG

BUPATI KABUPATEN TANGGAMUS PEMEGANG SAHAM PT. BPR SYARIAH TANGGAMUS

Dengan hormat,

Seiring dengan meluasnya pelayanan dan peningkatan volume usaha PT. BPR Syariah Tanggamus, maka semakin meningkatkan risiko BPRST, sehingga mendorong kebutuhan terhadap penerapan tata kelola oleh Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Tanggamus.

Dalam rangka meningkatkan kinerja BPRS Tanggamus, melindungi para pemangku kepentingan (stakeholders) yakni seluruh pihak yang memiliki kepentingan secara langsung atau tidak langsung terhadap kegiatan usaha BPRS Tanggamus, dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta nilai-nilai etika yang berlaku umum pada Perbankan, maka berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 24/POJK.03/2020 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat Syariah dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/SEOJK.03/2019 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, BPRST secara berkelanjutan telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate

Governance (GCG).

Bahwa dalam rangka pemenuhan kewajiban penyampaian Laporan Penerapan Tata Kelola, dengan ini kami sampaikan laporan dimaksud untuk periode II tanggal 4 Januari 2021 sebagaimana terlampir.

Kota Agung, 2 Janurai 2020 Hormat kami, PT. BPR SYARIAH TANGGAMUS Dr. Budiyono, SH,MH Komisaris Utama Falachi Fadholi,SE Direktur Utama Falachi Fadholi,S.E. Direktur Utama

(8)

PENGUNGKAPAN PENERAPAN TATAKELOLA

SEMESTER II

PT.BPRS TANGGAMUS 2 JANUARI 2021

UNTUK TAHUN LAPORAN 2020

BAB 1 PENDAHULUAN

Kegiatan dan perkembangan industri perbankan yang semakin kompleks telah mengakibatkan peningkatan eksposure risiko bank hingga saat ini dan masa masa yang akan datang di perlukan peningkatan kinerja bank dan praktek penyelenggaraan bisnis perbankan yang sehat dan beretika melalui komitmen dan mekanisme yang mampu menjaga kepentingan semua pihak, baik yang memberi kepercayaan maupun pihak yang menerima kepercayaan dan menjalankannya. Adanya komitmen bersama dari struktur bank dan diformulasikan oleh menejemen yang mencakupi visi, misi, tujuan dan sasaran jangka panjang, strategi serta ukuran penilaian kinerjanya diharapkan dapat tercipta pengelolaan bank yang konsisten, mengarah kepada pencapaian tujuan melalui proses penerapan tatakelola perusahaan yang baik (good corporate governance) sesuai ketentuan yang berkalu.

Sehubungan dengan telah dikeluarkannya POJK Nomor 24/POJK.03/2020 tentang penerapan tatakelola Bagi BPRS serta SEOJK Nomor10/SEOJK.03/2019 prihal penerapan manajemen resiko bagi BPRS maka pelaksanaan GCG pada BPRS harus senantiasa berlandaskan pada 5 prinsip dasar. Pertama, Transparansi yaitu keterbukaan dalam mengemukakan dalam pengambilan keputusan. Kedua , Akuntabilitas kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organisasi

BPRS sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif. Ketiga,

pertanggungjawaban yaitu kesesuaian pengelolaan BPRS dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pengelolaan BPRS yang sehat. Keempat, Independensi yaitu pengelolaan BPRS secara professional tanpa adanya pengaruh/tekanan dari pihak manapun. Kelima, Kewajaran yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan dan perundang undangan yang berlaku. Dalam rangka menerapkan kelima perinsip dasar tersebut di atas, BPRS telah berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

Sebagai bentuk perwujudan pelaksanaan peraturan diatas, maka kami membuat Laporan Pelaksanaan GCG yang berupa laporan self Assesment (penilaian sendiri) atas pelaksanaan tatakelola, dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada para stakeholder dan sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip prinsip GCG.

Laporan Self Assesment Good Corporate Governance ini terbagi atas 11 (sebelas) factor penilaian penerapan tata kelola, sbb:

1. Pelaksanaan Tugas dan tanggungjawab Direksi

2. Pelaksanaan Tugas dan tanggungjawab Dewan Komisaris 3. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas atau fungsi komite 4. Penanganan benturan kepentingan

5. Penerapan fungsi kepatuhan 6. Penerapan fungsi audit internal 7. Penerapan fungsi audit ekternal

8. Penerapan manajemen resiko, termasuk system pengendalian internal 9. Batas Maksimum pemberian kredit

10. Rencana Bisnis BPRS

(9)

Permasing masing faktor dari 11 faktor penilaian diatas di fokuskan lagi berdasarkan 3 indikator penilaian.

1. Struktur (Governance Struture)

Kecukupan struktur dan infrastruktur tatakelola BPRS, agar penerapan tatakelola mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan stakeholders BPRS. Termasuk dalam struktur tatakelola BPRS adalah direksi, dewan komisaris, komite danm satuan kerja/unit kerja/pegawai terkait pada BPRS. Adapun yang termasuk infrastruktur tatakelola BPRS antara lain adalah kebijakan dan prosedur, system informasi manajemen,serta tugas pokok dan fungsi masing masing struktur organisasi.

2. Proses (Governance Proses)

Efektifitas proses penerapan tata kelola BPRS sesuai dengan kecukupan struktur.

3. Hasil (Governance Outcome)

Hasil penerapan GCG senantiasa di ciptakan dan di kembangkan oleh manajemen secara memadai yang mengarah pada pengendalian dan peningkatan nilai perusahaaan, Dalam rangka mempertahankan eksistensi bank, antara lain pengaturan hubungan antara pemegang saham, Dewan komisaris,Dewan Direksi dan pegawai yang tercermin dari karakteristik pelakunya dalam memproses informasi untuk mengukur kinerjanya, termasuk terjadinya check and balance dan keseimbangan dalam berbagai dimensi yang sejalan dengan kebijakan kepegawaian yang rasional. Guna mengetahui kondisi pencapaian tatakelola peerusahaan yang baik maka dewan komisaris dan direksi sebagai organ utama didalam perusahaan, telah secara terbuka menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya sebagaimana ketentuan dari OJK.

(10)

BAB II

TRANSPARANSI PENERAPAN TATA KELOLA

Kegiatan dan perkembangan industri perbankan yang semakin kompleks telah mengakibatkan peningkatan eksposure risiko bank hingga saat ini dan masa masa yang akan dating. Di perlukan peningkatan kinerja bank dan praktek penyelenggaraan bisnis perbankan yang sehat dan beretika melalui komitmen dan mekanisme yang mampu menjaga kepentingan semua pihak, baik yang memberi kepercayaan maupun pihak yang menerima kepercayaan dan menjalankannya. Adanya komitmen bersama dari struktur bank dan diformulasikan oleh menejemen.

I. RAPAT UMUM PEMENGANG SAHAM

1.1. Rapat Umum Pemegang Saham

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ tertinggi dalam struktur organisasi PT. BPRS Tanggamus. Selama tahun 2020 telah diselenggarakan RUPS sebagai berikut :

Hari dan Tanggal : Senin, 06 April 2020

Pukul : 09.00 WIB sampai dengan selesai

Tempat : Ruang Rapat Wakil Bupati Kabupaten Tanggamus

Pembahasan:

1. Laporan Neraca dan Labarugi Tahun 2019 dan pembagian laba serta PAD 2. Laporan rencana Bisnis PT.BPRS Tanggamus 2020

3. Pengajuan pengesahan penambahan modal disetor sebesar Rp.800.000.000,-dari pemda Kab. Tanggamus untuk PT.BPRS Tanggamus berdasarkan APBD Kab.Tanggamus tahun 2020.

4. Pengesahan modal sumbangan tahun 2004 sebesar Rp.99.880.000 sebagai modal disetor PEMDA Kabupaten Tanggamus.

5. Penambahan klausul dalam anggaran dasar dan anggaran rumahtangga PT.BPRS Tanggamus mengenai maksud dan tujuan berdirinya PT.BPRS Tanggamus.

6. Pengajuan pengesahan Dr.Alamsyah,Sag,MAg sebagai mketua DPS PT.BPRS Tanggamus.

7. Penggunaan dana kesejahteraan PT.BPRS Tanggamus sesuai perda No.6 tahun 2009 dan permendagri No.94 tahun 2017 tentang BPR milik PEMDA. 8. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan Kantor

Akuntan Publik guna mengaudit Laporan Keuangan Akhir Tahun 2020 PT.BPRS Tanggamus.

(11)

9. Memeberikan kuasa kepada Falachi Fadholi selaku Direktur Utama PT.BPRS Tanggamus untuk menghadap Notaris guna menyatakan dan atau menetapkan hasil keputusan RUPS PT.BPRS Tanggamus kedalam Akta Notaris

II. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN DIREKSI

A. Jumlah, Komposisi, Kreteria Dan Independensi Anggota Dewan Direksi

1. Jumlah dewan direksi

Anggota Dewan Direksi berjumlah : 2 Orang

2. Komposisi Dewan Direksi

Anggota Dewan Direksi terdiri dari:

-. Direktur Utama : Falachi Fadholi,SE

-. Direktur : Sarjono,S.Sos

3. Kreteria Dewan Direksi

a) Seluruh anggota direksi telah memenuhi persyaratan umum, persyaratan khusus dan persyaratan kesehatan fisik serta ketentuan ketentuan lainnya yang berlaku sebagai akta pendirian bank

b) Jumlah anggota direksi terdiri satu orang direktur utama dan satu orang direktur, masing masing yang membawahi bidang opersional dan pembiayaan dengan masa jabatan selama 5 tahun.

c) Direksi bank tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan di nayatakan pailit.

(12)

d) Seluruh direksi bank memiliki kompetensi dan integritas sesuai penilaian OJK serta telah lulus Fit dan ProperTest dan pengangkatan nya telah mendapat persetujuan RUPS dan OJK, sebagai berikut:

No

NAMA JABATAN PERSETUJUAN OJK/RUPS

1 Falachi Fadholi,SE Direktur

Utama

Persetujuan OJK No:S-211/KO.074/2020. Tanggala 15 Maret 2020 Hal: Pengangkatan kembali Direksi BPRS Tanggamus

Berdasarkan akta RUPS

No.16 Tanggal 12

Desember 2020 Notaris Sumarsih,Sh,M.Kn

2 Sarjono, S.Sos Direktur Persetujuan OJK

No:S-211/KO.074/2020. Tanggal 15 Maret 2020

Hal: Pengangkatan

kembali Direksi BPRS Tanggamus

Berdasarkan akta RUPS

No.16 Tanggal 12

Desember 2020 Notaris Sumarsih,Sh,M.Kn

4. Independensi Dewan Direksi

a) Direksi BPRST berasal dari pihak independen terhadap sesame anggota direksi, antar anggota direksi dan anggota komisaris tidak terdapat hubungan keluarga sampai derajat kedua, baik menurut garis lurus maupun kesamping.

b) Anggota direksi tidak ada yang merangkap jabatan, baik sebagai komisaris anggota direksi atau pejabat eksekutif pada lembaga perbankan atau perusahaan dan atau lembaga keuangan lain. c) Anggota direksi BPRS Tanggamus tidak menjadi pengurus partai

(13)

B. Tugas dan tanggungjawab anggota dewan direksi

1. Mengacu pada POJK Nomor 10/POJK.04/2020 maka direksi memiliki pedoman dan tata tertib, tugas, wewenang, sbb:

No

JABATAN TUGAS POKOK

1 Direktur Utama Membantu Dewan Komisaris memimpin

Koordinasi dalam operasional,

pemasaran, demi meningkatkan kinerja (produktifitas) serta sesuai dengan visi misi BPR Syariah Tanggamus

2 Direktur Mencegah direksi membuat keputusan

yang menyimpang dari peraturan OJK dan peraturan perundang-undangan lainnya. Serta membuat laporan pokok pokok kepatuhan kepada OJK, Direkstur Utama dan tembusan kepada Komisaris.

2. Direksi bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan PT.BPR Syariah Tanggamus.

3. Direksi telah menyediakan waktu yang cukup untuk mengelola PT.BPR Syariah Tanggamus sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam akte pendirian/ Anggaran Dasar BPR Syariah Tanggamus / Perda Kabupaten Tanggamus tentang PT.BPR Syariah Tangggamus dan Peraturan perundang undangan yang berlaku.

4. Direksi telah berkomitmen menerapkan dan mengembangkan prinsip prinsip GCG dalam setiap kegiatan usaha PT.BPR Syariah Tanggamus pada seluruh jenjang organisasi sesuai ketentuan OJK.

5. Direksi melaksanakan transparansi kondisi keuangan dan non keuangan kepada stakeholders. Kondisi non keuangan dimaksud antara lain kepengurusan, kepemilikan, perkembangan usaha BPRST, strategi dan manajemen serta laporan manajemen lainnya.

6. Direksi telah memastikan ketersediaan dan kecukupan laporan internal.

7. Direksi telah memantau serta mengambil langkah langkah yang diperlukan agar tingkat kesehatan BPRST tetap terjaga dengan baik. 8. Direksi telah menetapkan jenis produk penghimpunan dana

masyarakat susuai dengan ketentuan/ peraturan perundang undangan yang berlaku.

9. Direksi bertanggung jawab atas penggunaan data pribadi Nasabah serta penyelesaian pengaduan yang diajukan Nasabah dan atau Perwakilan Nasabah.

(14)

10. Dalam pemberian kredit dan restrukturisasi direksi telah meberikan dasar peraturan berdasarkan peraturan dan perundang undangan yang berlaku dan analisa kelayakan kredit. Mengadministrasikan, mendokumentasikan, berkas kredit dengan menerbitkan pedoman

SOP Pembiayaan yaitu SK Direksi Nomor

002/PT/BPRST/KEP/Dir/I/2020 tentang pembiayaan PT BPR Syariah Tanggamus .

11. Direksi memonitoring Asset PT.BPR Syariaah Tanggamus, mengatur besarnya likuiditas Bank, sehingga operasional Bank tidak terganggu serta memperhitungkan risiko hukum, risiko likuiditas dan risiko pasar.

C. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab direksi tahun 2020

1. Direksi selalu mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada penegang saham melalui rapat Umum pemegang saham dan dalam rapat dewan Komisaris.

2. Direksi secara berkala mengungkapakan kebijakan strategi bank kepada pegawai di bidang kepegawaian baik secara langsung kepada karyawan maupun secara tidak lalngsung melalui masingmasing kepala bagian dan PE.

3. Rapat antar anggota direksi di lakukan secara berkala sesuai kebutuhan sedangkan yang menyangkut rutinitas Operasional bank dilakukan koordinasi setiap hari kerja, baik koordinasi dengan anggota direksi maupun PE, dan sepanjang tahun 2020 rapat koordinasi direksi diselenggarakan pada:

RAPAK KOORDINASI DIREKSI, KOMISARIS DAN DPS TAHUN 2020 No

TANGGAL MATERI RAPAT

1 13 Juli 2020 A. Laporan Perkembangan Keuangan dan

Perkembangan kantor cabang Pringsewu di semester I tahaun 2020.

B. Laporan penyetoran PAD tahun 2019 ke PSP dan tambahan setor modal oleh Pemda Tanggamus.

C. Pembatalan pembelian gedung yang telah dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik Sudiono dan rekan dan solusi selanjutnya.

2 14 Agustus 2020 A. Pembahasa Undangan Peneriamaan Anugrah

TOP BUMD yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2020.

B. Tindak lanjut penawaran hasil penilaian harga oleh appraisal yaitu tanah lokasi untuk kantor pusat.

C. Kerjasama tehnologi informasi mengenai digital

banking , ATM cardles dan mobile banking sesuai hasil paparan oleh DPP asbisindo yang

(15)

3 4 September 2020 A. Pembahasan Revisi dan penyesuaian target Rencana Bisnis 2020

B. Pengajukan modal setor tahun anggran 2021 C. Pengajuan Anggota DPS yang sampai saat ini

belum terpenuhi.

4 27 Oktober 2020 Pembahasan matrix temuan hasil pemeriksaaan

umum oleh ojk posisi juni tahun 2020

5 06November 2020 A. Laporan perkembangan Keuangan kantor

cabang pringsewu dari januari s/d oktober 2020 oleh kacab.

B. Pembahasan status karyawan masa percobaan dan kepala kantor cabang.

C. Rekruitment pegfawai khusu IT 2 orang

D. Pembahsan target dan strategi RBB tahun 2021

E. Pembahasan penyelesaian temuan

pemeriksaan OJK tahun 2020

F. Tanda tangan surat pernyataan dari LPS

G. Pelimpahan penunjukan KAP untuk Audit Tahun 2020 kepada dewan komisaris.

6 14Desember2020 Pembahasan Fix Rencana dan strategi RBB tahun

2021 kepada OJK.

4. Dalam rangka terselenggaranya tatakelola bank yang lebih baik dan untuk mengembangkan serta meningkatkan kompetensi Direksi serta pegawai Bank maka sepanjang sester II tahun 2020 Direksi dan pegawai mengikuti seminar web binar, workshop dan program pelatihan menggunakan tehnologi jarak jauh lainnya sperti aplikasi Zoom app dsb, yaitu:

DAFTAR PELATIHAN WEB BINAR MASA COVID No

Tanggal Lembaga dan Lokasi

pelaksanaannya Peserta Jenis / nama pelatihan 1 24 Juni

2020

Asbisindo Pusat Sharing On line Pembiayaan

Kepemilikin Emas 2 24 Juni

2020

Masyarakat ekonomi Syariah Menjangkau UMKM melindungi pendemi

3 6 Juli 2020 Sosialisasi LPS

4 5 Juli 2020 Ikatan Notaris Indonesia Akad perjanjian Perbankan syariah terkini dan penyelesaian sengketan 5 4 Juli 2020 Median consulting Musyarakah mutana qishoh – skema

pembiayaan syariah power ful di masa new normal

6 3 Juli 2020 Perbarindo Sosialisasi BPR dan Perusahaan

Pembiayaan 7 4 Juli 2020 Ikatan Ahli Ekonomi Islam

Indonesia

Kupas Tuntas Refinancing Syariah untuk pembiayaan multiguna dan UMKM

8 4 Juli 2020 Bprs Manahah Ummah Sala and Lease Back

5. Dalam rangka melaksanakan prinsip prinsip GCG direksi telah membentuk: SPI (satuan Pengawas Internal) atau Audit Internal.

(16)

1.2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris 1.2.1. Jumlah dan Komposisi Anggota komisaris

Seluruh anggota komisarsi memiliki integritasTelah diadakan Rapat Umum Pemegang Saham dengan putusan pengangkatan anggota Komisaris. Sehingga susunan pengurus Bank dan telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan adalah sebagai berikut:

Keanggotaan Komisaris berjumlah 2 (dua) orang dengan komposisi sebagai berikut :

1. Komisaris Utama : Dr. Budiyono ,SH,MH 2. Anggota Komisaris : Drs. Zainal Fanani.

1.2.2.Independensi Dewan Komisaris

1. Antar komisaris tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan sesame anggota dewan komisaris dan atau direksi.

2. Angota komisarsi tidak memanfaatkan bank untuk kepentingan pribadi, keluarga atau pihak lain yang mengurangi keuntungan bank.

3. Seluruh anggota komisaris memiliki integritas kompetensi dan reputasi keuangan.

4. Anggota komisarsis tidak mengambil keuntungan pribadi dari bank selain fasilitas yang diberikan oleh bank.

1.2.3. Tugas dan tanggung jawab Komisaris

1. Dewan komisaris memiliki pedoman dan tata tertib menjalankan pekerjaan dewan komisaris yang senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan dan ketentuan yang berlaku dan pedoman yang terbaru.

2. Dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan komisaris mengarahkan memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategi bank.

1.2.3.Tindak Lanjut Rekomendasi Dewan Komisaris

Direksi telah berupaya penuh melaksanakan rekomendasi Dewan Komisaris, antara lain melalui upaya pemenuhan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan OJK, penerapan ketentuan OJK dengan baik, perbaikan pengelolaan sistem penagihan, penguatan permodalan untuk pemenuhan kecukupan modal minimum melalui penambahan setoran modal , dan menjaga tingkat likuiditas yang sehat.

(17)

1.2.4. Rekomendasi Dewan Komisaris

Selama Tahun 2020, Komisaris telah memberikan rekomendasi kepada direksi yang disampaikan pada saat pelaksanaan rapat komisasaris dan direksi , antara lain:

a. Memastikan efektifitas penerapan ketentuan OJK, terutama yang terbaru di tahun 2019 dan tahun 2020. Antara lain:

a). Pelaporan keuangan tepat waktu

b). Manajemen tatakelola dan Manajemen resiko

b. Memperbaiki pengelolaan sistem penagihan (collection), termasuk monitoringnya. Antara lain:

a). Perbaiki laporan monitoring penyelesaian pembiayaan bermasalah, WO, Ayda

b).Peningkatan manajemen angsuran melalui pihak bank lain

c). Penggunaan tehnology informasi (sms,wa,dsb) sebagai media penagihan.

d).Monitoring kinerja petugas collector penagihan di lapangan secara lebih ketat, terarah,mencapai target sasaran.

C. Melakukan langkah penguatan sistem analisa dan penambahan personel SPI agar temuan pemeriksaan oleh OJK tidak terjadi lagi secara berulang.

D. Memelihara kecukupan pemenuhan modal minimum dengan menjaga ratio CAR dengan buffer+1% dari minimum yang di persyaratkan dalam peraturan 9%. Untuk itu agar pertumbuhan penyaluran pembiayaan agar lebih selektif dan dibatasi, termasuk percepatan realisasi rencana penambahan modal setor.

21 Memelihara tingkat likuiditas pada level yang aman dengan menjaga ratio LDR tetap sesuai target RBB maksimal 132% supaya penilaian tingkat kesehatan bank untuk ratio ini di nilai sehat.

22 Menjaga Cost Of Fund khususnya produk deposito agar di bawah sukubunga penjaminan LPS.

23 Mereview kembali terhadap target pencapaian penghimpunan dana pihak ke tiga dan kebijakan pengawasan dan penciptaan sistem bonus bagi marketing funding.

(18)

25 Mereview kembali rencana penambahan produk emas dsb, agar dapat membuat penilaian profil resiko secara moderat.

J. Mengingat dengan kinerja kantor cabang belum mencapai BEP maka direksi melakukan monitoring dan pembinaan secara lebih komprehensif, serta aktif melakukan kunjungan secara berkala ke kantor cabang.

3. Kepemilikan Saham Direksi

Kepemilikan pada Nominal % Saham

a. BPR yang bersangkutan; dan/atau Nihil 0%

b. perusahaan lainnya; Nihil 0%

4. Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Direksi dengan Anggota

Direksi Lain, Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Saham BPR Syariah Tanggamus Tanggamus Semua anggota Direksi tidak ada yang memiliki hubungan keuangan dan/atau hubungan

keluarga dengan anggota Direksi lain, Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Saham BPR Syariah Tanggamus.

5. Kepemilikan Saham Dewan Komisaris

Kepemilikan pada Nominal % Saham

a. BPR yang bersangkutan; Nihil 0%

b. Kepemilikan pada BPR lain; dan Nihil 0%

c. Perusahaan lainnya; Nihil 0%

6. Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dengan

Anggota Dewan Komisaris lain, Direksi dan/atau Pemegang Saham BPR

Semua anggota Dewan Komisaris tidak ada yang memiliki hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Anggota Dewan Komisaris, Direksi dan/atau Pemegang Saham BPR.

7. Paket/Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain Bagi Direksi dan Dewan Komisaris

yang Ditetapkan Berdasarkan RUPS :

Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain Jumlah diterima

dalam Juni 2020

a. Jumlah keseluruhan gaji 82.457.550

b. Tunjangan 177.903.229

c. Tantiem -

d. Kompensasi berbasis saham -

e. Remunerasi bagi pengurus BPR yang ditetapkan berdasarkan RUPS dengan memperhatikan tugas, wewenang, tanggung

- jawab, dan risiko dari masing-masing anggota Direksi dan

Dewan Komisaris

f. fasilitas lain yang diterima tidak dalam bentuk uang, berupa transportasi (Mobil Dinas) dan asuransi kesehatan.

(19)

8. Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah :

Variabel Ratio

a). Ratio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah; 15.312

b). Ratio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah; 1.07

Variable Ratio

a). Ratio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah; 1.33

b). Ratio gaji Direksi yang tertinggi dan komisaris tertinggi; 33

c). Ratio Direksi tertinggi dan Pegawai Tertinggi 1.22

9. FREKUENSI RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI SERTA DPS

TOPIK KETERANGAN

1). Jumlah rapat yang di selenggarakan semester 1 6X

2). Jumlah rapat yang dihadiri secara Fisik atau melalui tehnologi telekonfriend

6X

3). Kehadiran anggota setiap rapat Lengkap 5 Orang

4) Topik atau materi Rapat

Rapat 1, tanggal 31 januari 2020 A. Laporan Realisasi RBB 2019

B. Persiapan presentasi RBB tahun 2020 kepad OJK C. Persiapan Rapat Umum Pemegang saham

D. Laporan Evaluasi semester II tahun 2019 oleh DK, DPS yang akan disampaikan ke OJK

E. Persiapan Seleksi Kepala Cabang Definitif dengan mempersiapkan proses tahapan dan kreteria dan kompetensinya

Rapat 2, tanggal 14 Februari 2020

A. Rencana RUPS untuk laporan pertanggungjawaban keuangan tahun 2019 sampai dengan 2020

B. Pembahasan Rencana pembelian Ruko sebagai kantor Pusat.

C. Peningkatan atas kerjasama dengan BRI berkaitan dengan pembiayaan sertifikasi profesi guru

Rapat 3, tanggal 20 Maret 2020 A. Partisipasi Tanggamus Expo

B. Pematangan pembahasan poin Pertanggungjawanan laporan keuangan tahun 2019 dan RBB tahun 2020 dalam pelaksanaan RUPS

Rapat 4, tanggal 27 April 2020

A. Penanganan pencegahan penyebaran covid19 internal bank.

B. Pembahsan pembagian santunan dalam ramadhan 1441H/2020

(20)

Rapat 5, tanggal 15 Mei 2020

A. Perkembangan Laporan Keuangan Kantor Cabang Pringsewu.

B. Strategi pengutan Likuiditas kantor cabang C. Potensi Break even point Kantor Cabang D. Peningkatan status karyawan kantor cabang Rapat 6, tanggal 8 Juni 2020

Realisasi penambahan modal tahun 2020 dari PSP yang di alokasikan dalam APBD Kab. Tanggamus.

10.

Jumlah Penyimpangan Intern (Internal Fraud)

Penyimpangan atau kecurangan terkait keuangan yang dilakukan oleh Direksi, Dewan Komisaris, pegawai tetap dan pegawai tidak tetap (honorer dan/atau outsourcing) adalah sebagai berikut :

Internal Fraud Jumlah kasus yang dilakukan oleh

Direksi Dewan Komisaris Pegawai Tetap Pegawai Tidak

Tetap

Dalam 1 tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun

Sebelum Laporan Sebelum Laporan Sebelum Laporan Sebelum Laporan

nya nya nya nya

Total Fraud - - - - Telah - - - - diselesaikan Dalam proses - - - - penyelesaian di Internal BPR Belum - - - - diupayakan penyelesaiannya

Internal Fraud Jumlah kasus yang dilakukan oleh

Direksi Dewan Komisaris Pegawai Tetap Pegawai Tidak

Tetap

Dalam 1 tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun

Sebelum Laporan Sebelum Laporan Sebelum Laporan Sebelum Laporan

nya nya nya nya

Telah - - - -

ditindaklanjuti

melalui proses

hukum

11. Permasalahan Hukum

Permasalahan hukum, baik hukum perdata maupun hukum pidana yang dihadapi BPR selama periode tahun laporan dan telah diajukan melalui proses hukum serta upaya penyelesaian, sebagai berikut :

Jumlah

Permasalahan Hukum Perdata Pidana

Telah selesai (telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap) 0 0

Dalam proses penyelesaian 0 0

(21)

12.

Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan

No Nama dan Jabatan Pihak Nama dan Jenis Nilai Keterangan *)

yang Memiliki Benturan Jabatan Transaksi Transaksi

Kepentingan Pengambil (jutaan

Keputusan Rupiah)

- Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

*) Note :

a. tidak sesuai sistem dan prosedur yang berlaku; dan

b. menjelaskan keterkaitan antara nama dan jabatan pihak yang memiliki benturan kepentingan dengan nama dan jabatan pengambil keputusan.

13. Pemberian Dana Untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik

Selama tahun 2020, BPRS Tanggamus memberikan dana untuk kegiatan sosial dan kegiatan politik, sbb:

KETERANGAN JUMLAH

1. Bantuan CSR korban banjir semaka Rp 7.512.500

2. Bantuan penanggulangan covis 19 Rp. 1.500.000

3. Bantuan Sembako cegah Covid 19 Rp. 26.000.000

(22)

HASIL PENILAIAN SENDIRI

PENERAPAN TATA KELOLA KELOLA

1.

Kertas Kerja Penilaian Penerapan Tata Kelola

Skala Penerapan No Kriteria/Indikator SB B CB KB TB Keterangan (1) (2) (3) (4) (5)

1 Pelaksanaan Tugas dan Tanggung

Jawab Direksi

A. Struktur dan Infrastruktur Tata

Kelola (S)

1) BPR dengan modal inti paling

sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):

Jumlah anggota Direksi paling

sedikit 3 (tiga) orang, dan salah satu

anggota Direksi bertindak sebagai

Direktur yang membawahkan fungsi

kepatuhan.

BPR dengan modal inti kurang dari

Rp50.000.000.000,00 (lima puluh

milyar rupiah):

Jumlah anggota Direksi paling

sedikit 2 (dua) orang, dan salah satu 0 1 0 0 0

anggota Direksi bertindak sebagai

Direktur yang membawahkan fungsi

kepatuhan.

2) Seluruh anggota Direksi bertempat

tinggal di kota/kabupaten yang

sama, atau kota/kabupaten yang

berbeda pada provinsi yang sama,

atau kota/kabupaten di provinsi lain

yang berbatasan langsung dengan 0 1 0 0 0

kota/kabupaten pada provinsi lokasi

Kantor Pusat BPR.

3) Anggota Direksi tidak merangkap

jabatan pada Bank, Perusahaan Non

Bank dan/atau lembaga lain (partai 0 1 0 0 0

politik atau organisasi

kemasyarakatan).

4) Mayoritas anggota Direksi tidak

memiliki hubungan keluarga atau 0 1 0 0 0

semenda sampai dengan derajat

kedua dengan sesama anggota

(23)

Skala Penerapan

No Kriteria/Indikator SB B CB KB TB Keterangan (1) (2) (3) (4) (5)

Direksi dan/atau anggota Dewan

Komisaris.

5) Direksi tidak menggunakan

penasihat perorangan dan/atau

penyedia jasa profesional sebagai

konsultan kecuali memenuhi

persyaratan yaitu untuk proyek

yang bersifat khusus yang dari sisi

karakteristik proyeknya

membutuhkan adanya konsultan;

telah didasari oleh kontrak yang 0 1 0 0 0

jelas meliputi lingkup pekerjaan,

tanggung jawab, produk yang

dihasilkan, dan jangka waktu

pekerjaan, serta biaya; dan

perorangan dan/atau penyedia jasa

profesional adalah pihak

independen yang memiliki

kualifikasi untuk proyek yang

bersifat khusus dimaksud.

6) Seluruh anggota Direksi telah lulus

Uji Kemampuan dan Kepatutan dan

telah diangkat melalui RUPS

termasuk perpanjangan masa 0 1 0 0 0

jabatan Direksi telah ditetapkan

oleh RUPS sebelum berakhir masa

jabatannya.

Jumlah jawaban pada Skala a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5

Penerapan

0 12 0 0 0

Hasil perkalian untuk masing-

masing Skala Penerapan

0 12 0 0 0

Total nilai untuk seluruh Skala 12

Penerapan

Perhitungan rata-rata dengan dibagi

jumlah pertanyaan (S): 6 2

Dikali dengan bobot Struktur dan

Infrastuktur Tata Kelola (S): 50% 1

(24)

Skala Penerapan No Kriteria/Indikator Keterangan SB B CB KB TB (1) (2) (3) (4) (5)

10 B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)

7) Direksi melaksanakan tugas dan

tanggung jawabnya secara

independen dan tidak memberikan 1 0 0 0

kuasa umum yang dapat

mengakibatkan pengalihan tugas

dan wewenang tanpa batas.

8) Direksi menindaklanjuti temuan

audit dan rekomendasi dari Pejabat

Eksekutif yang ditunjuk sebagai

auditor intern, auditor ekstern, dan 0 1 0 0 0

hasil pengawasan Otoritas Jasa

Keuangan dan/atau hasil

pengawasan otoritas lain.

9) Direksi menyediakan data dan

informasi yang lengkap, akurat, 0 1 0 0 0

terkini, dan tepat waktu kepada

Dewan Komisaris.

10) Pengambilan keputusan rapat

Direksi yang bersifat strategis

dilakukan berdasarkan musyawarah 0 1 0 0 0

mufakat, suara terbanyak dalam hal

tidak tercapai musyawarah mufakat,

atau sesuai ketentuan yang berlaku

dengan mencantumkan dissenting

opinion jika terdapat perbedaan

pendapat.

11) Direksi tidak menggunakan BPR

untuk kepentingan pribadi, keluarga,

dan/atau pihak lain yang dapat

merugikan atau mengurangi 0 1 0 0 0

keuntungan BPR, serta tidak

mengambil dan/atau menerima

keuntungan pribadi dari BPR, selain

remunerasi dan fasilitas lainnya yang

ditetapkan RUPS.

12) Anggota Direksi membudayakan

pembelajaran secara berkelanjutan 1 0 1 0 0 0

dalam rangka peningkatan

(25)

Skala Penerapan No Kriteria/Indikator Keterangan SB B CB KB TB (1) (2) (3) (4) (5)

pengetahuan tentang perbankan dan

perkembangan terkini terkait bidang

keuangan/lainnya yang mendukung

pelaksanaan tugas dan tanggung

jawabnya pada seluruh tingkatan

atau jenjang organisasi antara lain

dengan peningkatan keikutsertaan

pegawai BPR dalam

pendidikan/pelatihan dalam rangka

pengembangan kualitas individu.

13) Anggota Direksi mampu

mengimplementasikan kompetensi

yang dimilikinya dalam pelaksanaan

tugas dan tanggung jawabnya, 0 0 1 0 0

antara lain pemahaman atas

ketentuan mengenai prinsip kehati-

hatian.

14) Direksi memiliki dan melaksanakan

pedoman dan tata tertib kerja

anggota Direksi yang paling sedikit 1 0 0 0 0

mencantumkan etika kerja, waktu

kerja, dan peraturan rapat.

Jumlah jawaban pada Skala a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5

Penerapan

1 6 1 0 0

Hasil perkalian untuk masing-

masing Skala Penerapan

8 12 3 0 0

Total nilai untuk seluruh Skala

Penerapan 23

Perhitungan rata-rata dengan dibagi

jumlah pertanyaan (P): 8 2,87

Dikali dengan bobot Proses

Penerapan Tata Kelola (P): 40% 1,14

C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)

15) Direksi mempertanggungjawabkan

pelaksanaan tugasnya kepada 0 1 0 0 0

pemegang saham melalui RUPS.

16) Direksi mengkomunikasikan kepada

seluruh pegawai mengenai kebijakan 0 0 1 0 0

strategis BPR di bidang kepegawaian.

(26)

Skala Penerapan No Kriteria/Indikator Keterangan SB B CB KB TB (1) (2) (3) (4) (5)

17) Hasil rapat Direksi dituangkan dalam

risalah rapat dan didokumentasikan

dengan baik, termasuk

pengungkapan secara jelas

dissenting opinions yang terjadi 1 0 0 0 0

dalam rapat Direksi, serta dibagikan

kepada seluruh Direksi.

18) Terdapat peningkatan pengetahuan,

keahlian, dan kemampuan anggota

Direksi dan seluruh pegawai dalam

pengelolaan BPR yang ditunjukkan 0 0 0 1 0

antara lain dengan peningkatan

kinerja BPR, penyelesaian

permasalahan yang dihadapi BPR,

dan pencapaian hasil sesuai

ekspektasi stakeholders.

19) Direksi menyampaikan laporan

penerapan Tata Kelola pada Otoritas

Jasa Keuangan, Asosiasi BPR di

Indonesia, dan 1 (satu) kantor media 1 0 0 0 0

atau majalah ekonomi dan keuangan

sesuai ketentuan.

Jumlah jawaban pada Skala a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5

Penerapan

2 1 1 1 0

Hasil perkalian untuk masing-

masing Skala Penerapan

2 2 3 4 0

Total nilai untuk seluruh Skala 11

Penerapan

Perhitungan rata-rata dengan dibagi 2.20

jumlah pertanyaan (H): 5

Dikali dengan bobot Hasil Penerapan 0.22

Tata Kelola (H): 10%

Penjumlahan S + P + H 2.36

Total Penilaian Faktor 1

Dikalikan dengan bobot Faktor 1: 0.47

20%

(27)

Skala Penerapan No Kriteria/Indikator Keterangan SB B CB KB TB (1) (2) (3) (4) (5)

2 Pelaksanaan Tugas dan Tanggung

Jawab Dewan Komisaris

A. Struktur dan Infrastruktur Tata

Kelola (S)

1) BPR dengan modal inti paling

sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):

Jumlah anggota Dewan Komisaris

paling sedikit 3 (tiga) orang.

BPR dengan modal inti kurang dari

Rp50.000.000.000,00 (lima puluh

milyar rupiah):

Jumlah anggota Dewan Komisaris 1 0 0 0 0

paling sedikit 2 (dua) orang.

2) Jumlah anggota Dewan Komisaris

tidak melampaui jumlah anggota 1 0 0 0 0

Direksi sesuai ketentuan.

3) Seluruh anggota Dewan Komisaris

telah lulus Uji Kemampuan dan

Kepatutan dan telah diangkat

melalui RUPS. Dalam hal BPR

memperpanjang masa jabatan

anggota Dewan Komisaris, RUPS 1 0 0 0 0

yang menetapkan perpanjangan

masa jabatan anggota Dewan

Komisaris dilakukan sebelum

berakhirnya masa jabatan.

4) Paling sedikit 1 (satu) anggota Dewan

Komisaris bertempat tinggal di

provinsi yang sama atau di

kota/kabupaten pada provinsi lain 0 0 1 0 0

yang berbatasan langsung dengan

provinsi lokasi Kantor Pusat BPR.

5) BPR memiliki Komisaris Independen:

a. Untuk BPR dengan modal inti

paling sedikit

Rp80.000.000.000,00 (delapan

puluh milyar rupiah) paling

sedikit 50% (lima puluh persen)

(28)

Skala Penerapan No Kriteria/Indikator Keterangan SB B CB KB TB (1) (2) (3) (4) (5)

dari jumlah anggota Dewan

Komisaris adalah Komisaris

Independen.

b. Untuk BPR dengan modal inti

paling sedikit

Rp50.000.000.000,00 (lima

puluh milyar rupiah) dan kurang 0 1 0 0 0

dari Rp80.000.000.000,00

(delapan puluh milyar rupiah),

paling sedikit satu anggota

Dewan Komisaris merupakan

Komisaris Independen.

6) Dewan Komisaris memiliki pedoman

dan tata tertib kerja termasuk

pengaturan etika kerja, waktu kerja, 0 0 0 1 0

dan rapat.

7) Dewan Komisaris tidak merangkap

jabatan sebagai anggota Dewan

Komisaris pada lebih dari 2 (dua) 1 0 0 0 0

BPR atau BPRS lainnya, atau sebagai

Direksi atau pejabat eksekutif pada

BPR, BPRS dan/atau Bank Umum.

8) Mayoritas anggota Dewan Komisaris

tidak memiliki hubungan keluarga

atau semenda sampai dengan derajat 0 1 0 0 0

kedua dengan sesama anggota

Dewan Komisaris atau Direksi.

9) Seluruh Komisaris Independen tidak

ada yang memiliki hubungan

keuangan, kepengurusan,

kepemilikan saham dan/atau

hubungan keluarga dengan anggota

Dewan Komisaris lain, Direksi 0 1 0 0 0

dan/atau pemegang saham

pengendali atau hubungan lain yang

dapat mempengaruhi

kemampuannya untuk bertindak

independen.

(29)

Skala Penerapan No Kriteria/Indikator Keterangan SB B CB KB TB (1) (2) (3) (4) (5)

Jumlah jawaban pada Skala a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5

Penerapan

4 3 1 1 0

Hasil perkalian untuk masing-

masing Skala Penerapan

4 6 3 4 0

Total nilai untuk seluruh Skala

Penerapan 17

Perhitungan rata-rata dengan dibagi

jumlah pertanyaan (S): 9 1.88

Dikali dengan bobot Struktur dan

Infrastuktur Tata Kelola (S): 50% 0.94

B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)

10) Dewan Komisaris telah

melaksanakan pengawasan terhadap

pelaksanaan tugas dan tanggung

jawab serta memberikan nasihat 0 0 0 1 0

kepada Direksi, antara lain

pemberian rekomendasi atau nasihat

tertulis terkait dengan pemenuhan

ketentuan BPR termasuk prinsip

kehati-hatian.

11) Dalam rangka melakukan tugas

pengawasan, Komisaris

mengarahkan, memantau dan 0 0 1 0 0

mengevaluasi pelaksanaan kebijakan

strategis BPR.

12) Dewan Komisaris tidak terlibat

dalam pengambilan keputusan

kegiatan operasional BPR, kecuali

dalam hal penyediaan dana kepada

pihak terkait sebagaimana diatur

dalam ketentuan mengenai batas 1 0 0 0 0

maksimum pemberian kredit BPR

dan hal-hal lain yang ditetapkan

dalam peraturan perundangan dalam

rangka melaksanakan fungsi

pengawasan.

13) Dewan Komisaris memastikan bahwa

Direksi menindaklanjuti temuan 0 1 0 0 0

audit intern, audit ekstern, hasil

(30)

Skala Penerapan No Kriteria/Indikator Keterangan SB B CB KB TB (1) (2) (3) (4) (5)

pengawasan Otoritas Jasa

Keuangan, dan/atau hasil

pengawasan otoritas lainnya antara

lain dengan meminta Direksi untuk

menyampaikan dokumen hasil

tindak lanjut temuan.

14) Dewan Komisaris menyediakan

waktu yang cukup untuk

melaksanakan tugas dan tanggung

jawabnya secara optimal dan 0 0 1 0 0

menyelenggarakan Rapat Dewan

Komisaris paling sedikit 1 (satu) kali

dalam 3 bulan yang dihadiri oleh

seluruh anggota Dewan Komisaris.

15) Pengambilan keputusan rapat

Dewan Komisaris yang bersifat

strategis telah dilakukan

berdasarkan musyawarah mufakat

atau suara terbanyak dalam hal

tidak tercapai musyawarah mufakat, 0 0 0 0 1

atau sesuai ketentuan yang berlaku

dengan mencantumkan dissenting

opinion jika terdapat perbedaan

pendapat.

16) Anggota Dewan Komisaris tidak

memanfaatkan BPR untuk

kepentingan pribadi, keluarga,

dan/atau pihak lain yang merugikan

atau mengurangi keuntungan BPR, 1 0 0 0 0

serta tidak mengambil dan/atau

menerima keuntungan pribadi dari

BPR, selain remunerasi dan fasilitas

lainnya yang ditetapkan RUPS.

17) Anggota Dewan Komisaris

melakukan pemantauan terhadap

laporan pelaksanaan tugas dan

tanggung jawab anggota Direksi yang

membawahkan fungsi kepatuhan 1 0 0 0 0

yang memerlukan tindak lanjut

(31)

Skala Penerapan No Kriteria/Indikator SB B CB KB TB Keterangan (1) (2) (3) (4) (5) Direksi.

Jumlah jawaban pada Skala a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5

Penerapan

3 1 1 1 0

Hasil perkalian untuk masing-

masing Skala Penerapan

3 2 3 4 0

Total nilai untuk seluruh Skala

Penerapan 12

Perhitungan rata-rata dengan dibagi 1.50

jumlah pertanyaan (P): 8

Dikali dengan bobot Proses 0.60

Penerapan Tata Kelola (P): 40%

C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)

18) Hasil rapat Dewan Komisaris

dituangkan dalam risalah rapat dan 0 0 0 0 1

didokumentasikan dengan baik dan

jelas, termasuk dissenting opinions

yang terjadi jika terdapat perbedaan

pendapat, serta dibagikan kepada

seluruh anggota Dewan Komisaris.

Jumlah jawaban pada Skala a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5

Penerapan

0 0 0 0 1

Hasil perkalian untuk masing-

masing Skala Penerapan

0 0 0 0 5

Total nilai untuk seluruh Skala

Penerapan 5

Perhitungan rata-rata dengan dibagi

jumlah pertanyaan (H): 1 5

Dikali dengan bobot Hasil Penerapan

Tata Kelola (H): 10% 0.50

Penjumlahan S + P + H 2.04

Total Penilaian Faktor 2 0.30

Dikalikan dengan bobot Faktor 2

BPR dengan Bobot A, B, & C: 15%

BPR dengan Bobot D: 12,5%

(32)

No

Kriteria/Indikator

Skala Penerapan

KETERANGAN

SB

B

CB KB

TB

3

Kelengkapan dan pelaksanaan Tugas

atau Fungsi Komite (bagi BPR yang

memiliki modal inti paling sedikit

Rp.80.000.000,00(delapan puluh milyar

rupiah)

A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola

(S)

1) BPR telah memiliki komite Audit dan

Pemantau Risiko dengan anggota

Komite sesuai ketentuan.

0

0

1

0

0

Jumlah

jawaban

pada

skala

penerapan

ax1

0

bx2

0

cx3

1

dx4

0

ex5

0

Hasil perkalian untuk masing masing

Skala Penerapan

0

0

3

0

0

Total nilai untuk seluruh Skala

penerapan

3

Perhitungan rata-rata dengan dibagi

jumlah pertanyaa (S):1

3

Dikali dengan bobot struktur dan

Infrastruktur Tata Keloala(S):50%

1.50

B. Proses Penerapan tata Kelola (P)

2) Komite Audit melakukan evaluasi

terhadap penerapan fungsi audit

intern.

0

1

0

0

0

3) Komite Pemantau Resiko melakukan

evaluasi terhadap penerapan fungsi

manajemen resiko.

0

0

0

1

0

4) Dewan

Komisaris

memastikan

bahwa

komite

yang

dibentuk

menjalankan tugasnya secara efektif

antara lain telah sesuai dengan

pedoman dan tata tertib kerja.

0

0

1

0

0

Jumlah jawaban pada Skala

penerapan

ax1

0

bx2

1

cx3

1

dx4

1

ex5

0

Hasil perkalian untuk masing masing

Skala penerapan

0

2

3

4

0

Total nilai untuk seluruh Skala

penerapan

(33)

No

Kriteria/Indikator

Skala Penerapan

KETERANGAN

SB

B

CB KB

TB

Perhitungan rata-rata dengan dibagi

jumlah pertanyaan (P):3

3

Dikali

dengan

bobot

proses

penerapan tata kelola (P):40%

1.20

C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)

5) Komite memberikan rekomendasi

terkait penerapan audit internal dan

fungsi manajemen risiko kepada

Dewan Komisaris untuk tindak

lanjut kepada Direksi BPR.

0

0

0

1

0

Jumlah

jawaban

pada

Skala

penerapan

Ax1

0

Bx2

0

Cx3

0

Dx4

1

Ex5

0

Hasil perkalain untuk masing masing

skala penerapan

4

Perhitungan rata-rata dengan dibagi

jumlah pertanyaan (H):1

4

Dikali

denagn

bobot

hasil

penerpaan taat kelola (H):10%

0.40

D

Penjumlahan S+P+H

3.10

Total Penilaian factor 3

Dikalikan dengan bobot factor 3

BPR dengan Bobot A,B,&C:0%

BPR dengan Bobot D;2,5%

0

Skala Penerapan

No Kriteria / Indikator SB B CB KB TB Keterangan (1) (2) (3) (4) (5)

4 Penanganan Benturan Kepentingan

A. Struktur dan Infrastruktur Tata

Kelola (S)

1) BPR memiliki kebijakan, sistem dan

prosedur penyelesaian mengenai

benturan kepentingan yang mengikat

setiap pengurus dan pegawai BPR

termasuk administrasi, dokumentasi 1 0 0 0 0

dan pengungkapan benturan

(34)

Skala Penerapan

No Kriteria/Indikator SB B CB KB TB Keterangan (1) (2) (3) (4) (5)

kepentingan dimaksud dalam

Risalah Rapat.

Jumlah jawaban pada Skala a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5

Penerapan

1 0 0 0 0

Hasil perkalian untuk masing-

masing Skala Penerapan

1 0 0 0 0

Total nilai untuk seluruh Skala

Penerapan 1

Perhitungan rata-rata dengan dibagi

jumlah pertanyaan (S): 1 1

Dikali dengan bobot Struktur dan

Infrastuktur Tata Kelola (S): 50% 0.50

B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)

2) Dalam hal terjadi benturan

kepentingan, anggota Dewan

Komisaris, anggota Direksi, dan

Pejabat Eksekutif tidak mengambil

tindakan yang dapat merugikan atau

mengurangi keuntungan BPR, atau 0 0 1 0 0

tidak mengeksekusi transaksi yang

memiliki benturan kepentingan

tersebut.

Jumlah jawaban pada Skala a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5

Penerapan

0 0 1 0 0

Hasil perkalian untuk masing-

masing Skala Penerapan

0 0 3 0 0

Total nilai untuk seluruh Skala

Penerapan 3

Perhitungan rata-rata dengan dibagi

jumlah pertanyaan (P): 1 3

Dikali dengan bobot Proses

Penerapan Tata Kelola (P): 40% 1.20

C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)

3) Benturan kepentingan yang dapat

merugikan BPR atau mengurangi

keuntungan BPR diungkapkan 0 1 0 0 0

dalam setiap keputusan dan telah

terdokumentasi dengan baik.

(35)

Skala Penerapan

No Kriteria/Indikator SB B CB KB TB Keterangan (1) (2) (3) (4) (5)

Jumlah jawaban pada Skala a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5

Penerapan

0 1 0 0 0

Hasil perkalian untuk masing-

masing Skala Penerapan

0 2 0 0 0

Total nilai untuk seluruh Skala

Penerapan 2

Perhitungan rata-rata dengan dibagi

jumlah pertanyaan (H): 1 2

Dikali dengan bobot Hasil Penerapan

Tata Kelola (H): 10% 0.20

Penjumlahan S + P + H 1.90

Total Penilaian Faktor 4

Dikalikan dengan bobot Faktor 4: 0.19

10%

Skala Penerapan

No Kriteria / Indikator SB B CB KB TB Keterangan

(1) (2) (3) (4) (5)

5 Penerapan Fungsi Kepatuhan

A. Struktur dan Infrastruktur Tata

Kelola (S)

1) BPR dengan modal inti paling

sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima

puluh milyar rupiah):

Anggota Direksi yang membawahkan

fungsi kepatuhan memenuhi

persyaratan paling sedikit untuk:

a. tidak merangkap sebagai 0 0 0 0 0

Direktur Utama;

b. tidak membawahkan bidang

operasional penghimpunan dan

penyaluran dana; dan

c. mampu bekerja secara

independen.

BPR dengan modal inti kurang dari

Rp50.000.000.000,00 (lima puluh

milyar rupiah): 1 0 0 0 0

Anggota Direksi yang membawahkan

(36)

Skala Penerapan No Kriteria/Indikator Keterangan SB B CB KB TB (1) (2) (3) (4) (5)

fungsi kepatuhan tidak menangani

penyaluran dana.

2) Anggota Direksi yang membawahkan

fungsi kepatuhan memahami

peraturan Otoritas Jasa Keuangan 1 0 0 0 0

dan peraturan perundang-undangan

lain yang berkaitan dengan

perbankan.

3) BPR dengan modal inti paling

sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima

puluh milyar rupiah):

Pelaksanaan fungsi kepatuhan

dilakukan dengan membentuk

satuan kerja kepatuhan yang

independen terhadap satuan kerja

atau fungsi operasional.

BPR dengan modal inti kurang dari

Rp50.000.000.000,00 (lima puluh

milyar rupiah):

Pelaksanaan fungsi kepatuhan

dilakukan dengan menunjuk Pejabat 1 0 0 0 0

Eksekutif yang menangani fungsi

kepatuhan independen terhadap

satuan kerja atau fungsi operasional.

4) Satuan kerja kepatuhan atau Pejabat

Eksekutif yang menangani fungsi 1 0 0 0 0

kepatuhan menyusun dan/atau

mengkinikan pedoman kerja, sistem,

dan prosedur kepatuhan.

5) BPR memiliki ketentuan intern

mengenai tugas, wewenang, dan 1 0 0 0 0

tanggung jawab bagi satuan kerja

kepatuhan atau Pejabat Eksekutif

yang menangani fungsi kepatuhan.

Jumlah jawaban pada Skala a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5

Penerapan

5 0 0 0 0

Hasil perkalian untuk masing- 5 0 0 0 0

masing Skala Penerapan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil evaluasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (i) pelaksanaan kegiatan pendahuluan pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada umumnya dinilai sangat baik,

Yang dimaksud akhlak baik yang harus dimiliki oleh guru dalam konteks pendidikan Islam ialah akhlak yang sesuai dengan tuntunan agama Islam, seperti yang

Suplai listrik pada Gedung Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta agar tersedia secara terus menerus, gedung ini dilengkapi dengan menggunakan sistem generator

Gaya seni lukis berkisar dari penggambaran objek yang sangat realistik (representasional), meniru kenyataan dengan sepersis-persisnya, sampai pada penggambaran objek secara

Untuk membangkitkan papan permainan yang memiliki ular dan tangga yang tidak saling bertabrakan, maka perlu dibuat perangkat lunak yang berbeda dari perangkat lunak yang telah

Pemangku kepentingan utama adalah pihak-pihak yang secara langsung memiliki kepentingan atau menjadi bagian penting dari pelaksanaan suatu peraturan

Dasar pertimbangan yang digunakan peneliti untuk menentukan tentang kriteria subjek penelitian adalah mereka yang mempunyai pengetahuan, pengalaman dan berkompeten

a) Proses produksi bersifat terus menerus dan produk yang dihasilkan bersifat standar. b) Biaya produksi dikumpulkan dan dicatat dalam setiap departemen produksi