• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cegah Suap, Selamatkan Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Cegah Suap, Selamatkan Indonesia"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Cegah

Suap,

Selamatkan

Indonesia

P r a k t e k s u a p s e a k a n s u d a h menjadi akar budaya di negeri ini, pelakunyapun sudah merata di setiap golongan masyarakat. Jika hal ini terus dibiarkan maka Indonesia berada dalam tahap kritis, yang akan menjadi korbannya ialah rakyat dan juga generasi penerus bangsa dengan kondisi negara yang carut marut. Pencegahan terhadap praktek suap sudah menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Berangkat dari hal tersebut, Badan Standardisasi Nasional (BSN), sebagai lembaga yang bertanggungjawab di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian senantiasa mengikuti perkembangan isu terkait standar baik di tingkat regional maupun internasional. International Organization for Standardization (ISO) pada bulan Oktober 2016 menerbitkan sebuah standar terbaru terkait anti penyuapan, ISO 37001:2016, Anti-bribery management systems – Requirements with guidance for use. Melihat isu penyuapan yang masih marak di Indonesia dan kebutuhan akan perlunya acuan bagi stakeholder, maka pada bulan Desember 2016, BSN mengadopsi secara identik dengan metode terjemahan, standar internasional tersebut menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu SNI ISO 37001:2016, Sistem manajemen anti penyuapan – Persyaratan dengan panduan penggunaan.

Penetapan SNI tersebut sejalan dengan amanah Presiden Republik Indonesia melalui Inpres No 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017. SNI ISO 37001 tidak berbeda jauh dengan SNI Sistem

(2)

Manajemen yang telah ada, seperti SNI ISO 9001, SNI ISO 14001, SNI ISO 27001 atau yang lain. Bagi organisasi yang telah menerapkan SNI Sistem Manajemen, perbedaan yang signifikan adalah menambahkan analisa resiko dengan berorientasi pada anti-penyuapan, termasuk pengendalian keuangan dan non-keuangan. Penerapan SNI ISO 37001 tersebut dapat diterapkan secara luas, baik untuk organisasi kecil, medium dan besar pada semua sektor, termasuk sektor publik, swasta dan nirlaba. Manfaat bagi organisasi yang menerapkan SNI ISO 37001 adalah bahwa SNI ini merupakan persyaratan minimum dan panduan yang mendukung untuk menerapkan atau benchmarking sistem manajemen anti-penyuapan. Di samping itu memberikan jaminan untuk manajemen, investor, karyawan, pelanggan, dan stakeholder lainnya bahwa suatu organisasi telah mengambil langkah yang wajar untuk mencegah penyuapan. Yang tidak kalah penting adalah sebagai bukti dalam hal penyelidikan bahwa sebuah organisasi telah mengambil langkah untuk mencegah terjadinya tindak-penyuapan.

Dengan telah ditetapkannya SNI ISO 37001 tersebut maka BSN berupaya untuk melakukan edukasi dan promosi terkait penerapan SNI ISO 37001 tersebut. Salah satunya melalui kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersama-sama melakukan promosi dan edukasi kepada masyarakat/pemangku kepentingan untuk secara sadar menerapkan standar ini. Mengawali kerjasama ini, BSN menyelenggarakan pelatihan SNI ISO 37001 kepada pegawai KPK selama dua (2) hari yaitu pada tanggal 8 – 9 Maret 2017 di Gedung KPK.

(3)

Meramu Nusantara Kecil

BUDAYA – Nusantara menyimpan kemegahan yang sepatutnya dilestarikan. Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo menampilkan kembali kebanggaan negeri ini dan kearifan kisahnya. Sebuah ajakan serius untuk menghargai warisan leluhur.

Mata saya berulang kali melirik ke arah tembok gerbang nan megah yang menampilkan relief bintang besar, stupika, dan dewa-dewi Hindu. Seketika itu juga alam pikiran saya dibawa ke zaman kejayaan kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Nusantara, Majapahit. Apa cerita di balik dibangunnya gerbang itu?

“Saya ingin merekonstruksi peninggalan Kerajaan Majapahit,” ujar Luluk Sumiarso sembari melirik ke arah gerbang agung tersebut. Lelaki itu pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Energi Terbarukan Kementerian ESDM pada 2010-2011. Dia turut serta dalam upaya pelestarian bersama teman-temannya di Yayasan Peduli Majapahit.

Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo menjadi bentuk cinta kepada budaya Indonesia, juga cintanya bagi sang istri yang juga penggiat seni tari. Hadiah untuk sang istri ini terinspirasi dari kisah pembangunan Taj Mahal tatkala ia berkunjung ke India.

Luluk bercita-cita untuk membawa miniatur Nusantara, seperti Taman Mini Indonesia Indah, ke dalam rumah budayanya. Sejumlah bangunan dalam kawasan ini memiliki identitas budaya masing-masing.

“Seperti tempat kita duduk sekarang ini, namanya Galeri Minahasa,” katanya merujuk pada rumah panggung kayu tempat kami berbincang. Luluk mengatakan, rumah ini dibangun ketika ia masih berada di Manado. Sejumlah materialnya memang berasal dari kota itu.

Dari Galeri Minahasa, terlihat anak-anak tengah belajar menari di bangunan bergaya joglo. “Nah, kalau yang itu untuk

(4)
(5)

untuk Atasi Labirin Kekerasan

terhadap Perempuan

SOSIAL – Pemerintah masih punya banyak pekerjaan rumah untuk mengatasi labirin kekerasan terhadap perempuan, demikian seruan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dalam Catatan Akhir Tahun yang dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional.

Tahun 2016 dinilai sebagai tahun yang merepresentasi darurat kekerasan seksual terhadap perempuan Indonesia. Bagaimana tidak? Seorang anak perempuan berusia 14 tahun di Rejang Lebong, Bengkulu, diperkosa beramai-ramai oleh 14 pemuda dan dibunuh sepulangnya dari sekolah Februari 2016 lalu. Selang tiga bulan kemudian, seorang gadis di Tangerang ditemukan tewas diperkosa dan dibunuh dengan sebatang cangkul yang ditancapkan ke kemaluannya. Di akhir tahun, satu kasus lain menghenyakkan masyarakat ketika seorang anak berusa empat tahun di Sorong, diperkosa dan dibunuh di lumpur.

Menurut Catatan Akhir Tahun Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), kekerasan seksual sepanjang tahun 2016 lalu mencapai 3.495 kasus atau 34% dari total kasus yang dilaporkan dan ditangani, tetapi masih ada jenis kekerasan lain yang juga memprihatinkan yaitu kekerasan fisik (42%), kekerasan psikis (14%) dan kekerasan ekonomi (10%). Secara keseluruhan jumlah kekerasan yang dilaporkan dan ditangani Komnas Perempuan mencapai 259.150 kasus, dimana 245.548 kasus ditangani oleh pengadilan agama dan 13.602 kasus lainnya ditangani oleh 233 lembaga mitra yang tersebar di 34 propinsi.

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Harus Segera Digolkan

Wakil Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah yang diwawancarai VOA melalui telepon mengatakan ini menunjukkan semakin mendesaknya penerapan RUU Penghapusan Kekerasan

(6)

Seksual.

“Ini menunjukkan bahwa kekerasan di ranah domestik, komunitas dan negara masalah yang konstan. Yang menyedihkan ranah domestik di mana institusi keluarga yang seharusnya menjadi tempat perempuan bernaung dan berlindung, tetapi menjadi tempat terjadinya kekerasan. Belum lagi kekerasan dalam spektrum lain seperti perkosaan berkelompok atau gang-rape dan penganiayaan seksual disertai pembunuhan karena korban adalah perempuan atau femicide dengan pola yang sangat sadis. Penyebabnya mungkin dinilai sepele, yaitu karena dikecewakan pacar, atau maskulinitasnya terusik, tetapi pola pembunuhannya sangat sadis dan bahkan belum pernah terjadi sebelumnya. Ini menunjukkan semakin pentingnya mewujudkan tercapainya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual karena kekerasan terjadi di berbagai ranah dan spektrum berbeda,” jelas Yuni.

Hal senada disampaikan anggota Ombudsman Ninik Rahayu. Bahkan beberapa undang-undang yang sudah diberlakukan pun masih belum melindungi perempuan secara substatif.

“Masih ada distorsi ketika memperjuangkan hak-hak hukum. Misalnya UU PPTKILN (Undang-Undang Perlindungan TKI di Luar Negeri) yang hanya mengatur soal ketenagakerjaan dan masih rentan diskriminasi gender. Dari sisi UU masih ada yang secara proses dan subtansi tidak memberikan perlindungan pada perempuan. Demikian juga dalam konteks penegakan karena aparaturnya masih belum sepenuhnya memiliki kesadaran pentingnya melindungi perempuan,” paparnya.

Perempuan Harus Pegang Peranan Untuk Ubah Kebijakan Publik

Menurut anggota DPR RI dari Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago, untuk memaksimalkan perlindungan atas perempuan harus ada upaya serius mengubah kebijakan publik lewat badan eksekutif, legislatif dan yudikatif.

“Perlindungan akan optimal jika perempuan peduli dan bersatu melakukan perubahan lewat parlemen, eksekutif dan yudikatif. Perempuan harus mengisi posisi di badan-badan itu sehingga punya kapasitas dan akuntabilitas untuk mengubah kebijakan.

(7)

Kebijakan publik yang berdampak positif pada kondisi sosial ekonomi perempuan harus diperjuangkan secara elegan, bukan sekedar karena kasihan melihat perempuan sebagi sosok yang lemah,” ujar Irma.

Saat ini ada 97 perempuan yang duduk di DPR atau berarti 17% dari total 560 anggota yang ada. Jumlah ini berbanding terbalik dengan tingkat pencalonan perempuan dalam pemilu 2014 yang mencapai 37%.

Banyak “PR” Harus Diselesaikan Pemerintah

Sejauh ini Komnas Perempuan menilai pemerintah sudah mulai meningkatkan perannya untuk melindungi perempuan, meski masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Negara bukannya tidak melakukan sesuatu. Komitmen politik untuk mengangkat isu kekerasan menjadi kebijakan sudah ada. Upaya memperluas layanan bagi perempuan juga ada. Tetapi ada PR (pekerjaan rumah) yang masih harus diselesaikan. Melihat banyaknya perempuan yang mengadukan masalahnya pada LSM atau organisasi-organisasi mitra kami, bukan pada layanan yang disediakan pemerintah, menunjukkan bahwa ada sebagian layanan itu masih belum ramah pada perempuan. Belum lagi jika kita melihat tingginya kasus perkawinan anak, mereka menikah resmi di institusi-institusi negara (KUA). Perkawinan anak adalah bentuk pembiaran pemerkosaan yang direstui negara dan orang tua. Ketika kami mendesak untuk menaikkan usia perkawinan dari 16 tahun menjadi 18 tahun, negara menolak!” tambah Yuni.

Yuniyanti menambahkan dibanding tahun sebelumnya memang jumlah kekerasan terhadap perempuan menunjukkan penurunan, tetapi hal ini karena perubahan pola pendokumentasian di sejumlah lembaga negara, tidak meratanya akses layanan di sejumlah daerah dan keenganan korban melapor karena rumitnya akses mendapatkan keadilan.

“Saya sendiri memantau kasus-kasus KDRT di NTT, di mana para perempuan lebih memilih menyimpan rapat-rapat insiden yang terjadi daripada harus menanggung malu atau bahkan kehilangan ternaknya, kambing dan sapi, karena harus bolak-balik ke kota

(8)

untuk mengurus kasusnya. Akhirnya upaya menuntut keadilan tidak membuahkan hasil, malah semakin memiskinkan perempuan yang sudah tertimpa masalah. Akhirnya mereka memilih untuk tidak mengurus kasusnya. Jadi ini semua membuat seakan-akan kasus kekerasan terhadap perempuan turun, padahal tidak demikian,” tambahnya lagi.

Apa saja “PR” Pemerintah?

Perkawinan anak di bawah umur yang disahkan negara, yang jumlahnya mencapai 8.488 kasus, memang menjadi salah satu pekerjaan rumah yang dicatat Komnas Perempuan. Praktek perkawinan anak terbukti ikut menimbulkan dampak pada angka kekerasan terhadap perempuan. Putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan uji materi untuk menaikkan batas usia perkawinan anak, telah ikut mengukuhkan praktek perkawinan anak dan kekerasan terhadap anak perempuan.

Tingginya angka kematian ibu juga menjadi pekerjaan rumah lain. Menurut Komnas Perempuan, kematian ibu tidak bisa dianggap sebagai isu kesehatan semata, terlebih mengingat jumlahnya jauh lebih besar dari korban perang.

Lainnya adalah soal pola kekerasan yang semakin kompleks dan harus direspon lebih cepat yaitu kekerasan dan kejahatan dunia maya, mulai dari pembunuhan karakter atau pelecehan seksual melalui dunia maya yang berdampak langsung dan dalam jangka waktu yang panjang.

Komnas Perempuan juga menggarisbawahi isu lama yang masih terus menggelayut yaitu diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok yang memiliki orientasi dan ekspresi seksual lain, kelompok penyandang cacat, dan kelompok perempuan yang terkena dampak pembangunan (korban penggusuran, perluasan perkebunan, pembabatan hutan adat dan lain-lain).

Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sudah dipetakan dengan sangat jelas, kini tergantung bagaimana pemerintah menggandeng para aktivis dan tokoh perempuan di segala lapisan masyarakat untuk mewujudkan kebijakan publik yang melindungi perempuan. Jika pemerintah terlalu lambat, bukan tak mungkin peran itu

(9)

diambil alih kaum perempuan sebagaimana yang terjadi di banyak negara. [em/al/voa]

Menteri Jonan Tekankan Pemda

Bantu Efisiensi Hulu Migas

KUTAI KARTANEGARA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendorong pemerintah daerah agar turut membantu efisiensi regulasi terkait dengan administrasi industri hulu minyak dan gas bumi (migas).

“Kami dorong bahwa SKK Migas harus membantu bahwa semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) bisa efisien, Jadi prosesnya tidak menunggu dua tahun, dokumen itu kalau di tangan saya cepat loh,” kata Jonan ketika meninjau Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Jumat (10/3/2017).

Lebih lanjut, ia mengatakan, apabila proses di pemerintah daerah cepat, maka daerah tersebut juga akan mendapatkan dana bagi hasil lebih cepat.

Menteri ESDM meminta agar industri hulu migas lebih efisien dalam melaksanakan operasional produksi. “Sekarang begini, industri hulu migas itu bisnis yang harga jualnya tidak bisa menentukan sendiri, maka satu-satunya cara yang dengan efisiensi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan alat transportasi untuk keperluan operasional harus efisien, selain itu di sisi distribusi juga perlu diminimalisir tingkat pemborosan biaya, dan teknologi harus sering dikembangkan untuk menemukan kemudahan.

(10)

Jonan meninjau lokasi South Procesing Unit (SPU) salah satu lapangan Blok Mahakam di Anggana, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Jumat.

Dengan menggunakan helikopter, Jonan beserta rombongan langsung mendarat di helipad SPU. Dengan kondisi hujan, Jonan tetap melanjutkan agenda tinjauan menuju ruang kontrol lapangan SPU.

Jonan menyempatkan berdiskusi dengan Total E&P selaku operator pengelola blok Mahakam.

Wilayah Blok Mahakam yang akan dikunjungi meliputi South Processing Unit (SPU), Lapangan Bekapai dan Terminal Gas Senipah. Blok Mahakam merupakan produsen gas terbesar Indonesia yang dilengkapi dengan terminal Liquified Natural Gas (LNG), selain LNG Tangguh, dan LNG Donggi Senoro. Kontribusi gas Blok Mahakam dalam total produksi gas nasional sekitar 20%, disusul oleh Proyek Tangguh sekitar 17%.

Blok yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2017. Saat ini blok Mahakam dalam tahap alih kelola dari kontraktor eksisting kepada kontraktor baru yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam.

Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Mahakam telah ditandatangani antara SKK Migas dengan PT Pertamina Hulu Mahakam tanggal 29 Desember 2015 dan akan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2018.

“Proses transisi Blok Mahakam dari Total dan Inpex kepada Pertamina, merupakan contoh alih kelola blok migas yang berjalan cukup mulus. Telah dipersiapkan dengan baik, sehingga keberlangsungan operasi migas tetap terjaga ditengah pergantian operator,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan.

Dalam masa transisi alih kelola blok Mahakam, SKK Migas dan Pertamina Hulu Mahakam telah menandatangani amandemen KKS pada

(11)

bulan Oktober 2016.

Amandemen tersebut menjadi dasar bagi Pertamina untuk dapat berinvestasi lebih awal untuk kegiatan pengeboran blok Mahakam dalam rangka menjaga tingkat produksi migas blok Mahakam.

Pada tahun 2017 rencananya akan dilakukan pengeboran sebanyak enam sumur oleh Total E&P Indonesie dan 19 sumur oleh PT Pertamina Hulu Mahakam.

(dni/oz)

Ical Minta Kader Golkar

Jangan

Berpikir

Gelar

Munaslub

JAKARTA – Partai Golkar diminta bersikap dewasa dalam menghadapi persoalan yang dihadapi. Termasuk dalam menyikapi masalah yang melibatkan kader partai.

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie atau dikenal Ical mengingatkan segala persoalan yang dihadapi sebaiknya tetep menempuh mekenisme internal partai. Selain itu, kata dia menjaga soliditas partai tetap penting di tengah masalah datang.

“Jangan kita hanya berpikir pragmatis, hanya mencari posisi/jabatan, dan setiap ada persoalan langsung berpikir untuk diselenggarakannya Munaslub,” ujar Ical dalam akun Twitter @aburizalbakrie, Jumat (10/3/2017).

Menurutnya kader Partai Golkar harus berpikir bagaimana menjadikan ide dan gagasan sebagai instrumen politik. Dia menambahkan, semangat bekerja sama harus diutamakan dalam

(12)

menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh kader Partai Golkar.

Sidang perdana perkara pengadaan e-KTP menjadi pusat perhatian publik dan meramaikan pemberitaan sertai media sosial. Banyak nama-nama penting disebut dalam perkara itu.

Mulai dari Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sekarang menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo serta mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP yang sekarang menjadi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

(13)

bertepatan masih berada dilokasi kejadian. Saepul menjelaskan bahwa dirinya tidak dalam keadaan mengantuk, walau saat kejadian waktu berkisar jam 2 subuh. Menurutnya, kondisi jalan yang rusaklah penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

“Saya tidak dalam keadaan ngantuk. Memang, kondisi jalan yang rusak. Apalagi ini kan tanjakan,” jelas Saepul.

Saepul pun mengakui bahwa ini merupakan perjalanan pertama diwilayah itu. Dirinya sebelumnya tidak tahu menahu mengenai medan jalannya ternyata dalam kondsi rusak dan beresiko celaka.

“Saya baru pertama lewat sini. Saya gak tahu kalo ternyata rusak kayak gini dan beresiko celaka,” tutur dia pada Awak Media (7/3).

Sementara itu, Yanto pemilik lahan yang pagarnya tertimpa oleh badan truk kontener, mengatakan bahwa jalan rusak dikarenakan sering mondar-mandir mobil besar, juga mobil hotmix. Yanto mengatakan bahwa mobil-mobil hotmix sering lewat dengan keadaan penutup output nya terbuka. Sehingga campuran semennya jatuh berceceran, diantaranya mengakibatkan jalan ditanjakan itu menjadi rusak.

“Jalan rusak karna banyak tuh mobil-mobil besar mondar-mandir. Apalagi mobil-mobil hotmix yang sering lewat, penutupnya kebuka, sehingga campuran semennya kan berceceran. Jadinya rusak tuh jalan,” tandas Yanto.

Yanto juga mendorong agar pemerintahan bisa memperhatikan dan memperbaiki saluran pembuangan airnya (sisi jalan), karena pembangunannya terkesan tidak maksimal.

“Harusnya pemerintah juga bisa memperbatikan dan memperbaiki saluran pembuangan disisi jalan. Lihat aja tuh, pembangunannya terkesan tidak maksimal,” tutur Yanto kepada Awak Media (7/3). (Mich-L)

(14)

Omdo, Yayasan Adhy Firdaus

Tak Kunjung Bayar Sisa Utang

Senilai Rp 300 Juta

Omdo, Yayasan Adhy Firdaus Tak Kunjung Bayar Sisa Utang Proyek Seniai Rp 300 Juta

Kota Bekasi (TNC) – Kontraktor CV. Cahaya Permata kecewa terhadap sikap dari Yayasan Adhy Group yang tidak membayar utang pekerjaan pembangunan basement dan lantai dasar bangunan belakang Kampus STIE Adhi Niaga

Kontraktor pun menuding, pihak yayasan tidak bertanggungjawab atas utang pekerjaan. Padahal, pihaknya sudah bekerja dilapangan selalu mengikuti prosedur dan sesuai kontrak kerja. “Sudah tujuh bulan ini, pihak yayasan belum membayar utang pekerjaan kepada kita, ” ujar Projecet Manager CV. Cahaya Permata, Maryono kepada telusurnews.com, (4/03).

Maryono menjelaskan, awalnya, Gega Firdaus selaku Wakil Ketua yayasan Adhy Group memberikan pekerjaan kepada pemborong bernama Yanto (45 th) untuk pelaksanaan pembangunan gedung Adhy Group dengan nilai kontrak sebesar Rp 1, 2 miliar tertanggal 11 January 2016.

Karena kekurangan Finansial awal -awal pelaksanaannya, Yanto pun menawarkan pekerjaan tersebut kepada CV. Cahaya Purnama dan diterima. Selanjutnya, Yanto pun memperkenalkan kepada Gega Firdaus dan menyampaikan bahwa prkerjaan itu akan dikerjakan oleh CV. Cahaya Permata. jelasnya

(15)

menyepakati bahwa pekerjaan itu akan dikerjaan oleh CV. Cahaya Permata. jelasnya

“Waktu itu ada Gega Firdaus, Sunarto selaku Project Manager Adhy Group serta salah seorang dosen Kampus STIE Adhi Niaga, Fauzi. Kalau soal kontrak kerja, memang 100 % Yanto dan Gega Firdaus,” tuturnya

Berdasarkan kesepakatan itu, Maryono pun mengerjakan proyek tersebut tertanggal 18 – 8 -2016 lalu. Setelah progres pekerjaan mencapai 40-50 persen sudah dilaksanakan, pihaknya pun meminta kepada pemilik yayasan, Giga Firdaus untuk menyelesaikan pembayaran pekerjaan tersebut. Kemudian Giga Firdaus menyampaikan bahwa pekerjaan itu akan dibayar selambat – lambatnya dua minggu sesuai progres.

Bahkan, tanda terima sudah semua sesuai progres dan perhitungan bersama yang ditanda tangani oleh Yanto, Sunarto termasuk saya sendiri. Setelah itu, prosesnya selalu berkelit. Sedangkan invoive tagihan masuk sudah dua kali diberikan ke yayasan dengan progres 40-50% dengan total nilai Rp 300 juta,” sebut Maryono.

“Pada intinya kami hanya ingin segara dibayar lunas. Progres pekerjaan kami sudah selesai 50 persen. tetapi hingga saat ini kami belum dibayar sepeser pun,” kata Maryono

Menurut Maryono, sudah beberapa kali menemui Gega Firdaus agar segera menyelesaikan tanggungjawabnya kepada CV Cahaya Permata. Sebab selama ini pihaknya sudah berung kali menagih pembayaran pekerjaan tersebut, namun hasilnya nihil.

“Kami hanya dijanji-janjikan akan dibayar. Selalu seperti itu. Sejak beberapa bulan lalu, pihak yayasan berjanji akan membayar sisa tagihan pekerjaan proyek, tapi sampai saat ini tidak ada realisasinya,” ujarnya

“Ini kan aneh. Padahal sesuai dengan dokumen kontrak yang kami miliki, Gega Firdaus harus menyelesaikan utangnya sebesar Rp

(16)

300 juta,” tuturnya

Selama ini, kami terus melakukan konsolidasi untuk menentukan l a n g k a h a g a r p i h a k y a y a s a n s e g e r a m e n y e l e s a i k a n tanggungjawabnya

Terakhir pihaknya ketemu dan dijanjiin mau dibayar, tapi hingga kini belum ada realisasinya papar Maryono

Sementara, Yanto (45) pemborong awal yang ditunjuk sebagai pelaksana untuk mengerjakan pekerjaan pembangunan basement Kampus STIE Adhy juga mengaku kesal. Pasalnya, setelah mengerjakan pekerjaan proyek tersebut, pihaknya tak kunjung dibayar oleh pihak yayasan dalam hal ini Gega Firdaus

Menurutnya, hampir tujuh bulan ini pembayaran proyek semakin tidak jelas, bahkan sudah kerap menagih , tapi pihak yayasan selalu berjanji akan melunasinya, “Udah 7 bulan hutang gak dibayar oleh pemilik yayasan, saat mau nagih, pemilik selalu memberikan janji – janji palsu,” kata Yanto kesal

Hingga berita ini diturunkan, Giga Firdaus selaku Wakil Ketua Yayasan Adhy Firdaus belum bisa dikonfirmasi. Bahkan beberapa kali dicoba untuk ditemui, yang bersangkutan tidak pernah ada ditempat (norton)

Toko Modern Kian Menjamur,

Walikota

Dituding

Pro

Kapitalis

Kota Bekasi, (TNC) – Pengamat Kebijakan Publik, Usman Yunanto

menuding Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi lebih berpihak kepada kapitalis dibandingkan pro terjadap peningkatan pedagang

(17)

kecil.

Hal tersebut diungkapkan Usman, menyusul kian maraknya toko modern yang tumbuh hingga plosok pemukiman penduduk di Kota Bekasi.

Usman menduga kalau hal tersebut terus dibiarkan tidak menutup kemungkinan akan mematikan pedagang rumahan yang selama ini telah eksis memenuhi kebutuhan pokok di wilayahnya.

Celaknya, kata dia, Pemerintah Daerah seolah tutup mata. Bahkan dengan dalih peningkatan sumber pendapatan daerah proses perizinan pun mudah untuk dikeluarkan.

“Entah bagaimana pola pemikiran Walikota. Padahal pada satu kesempatan,Pepen (Sapaan Rahmat Effendi-red) membuat statmen seolah berpihak kepada rakyat, semisal mengenai tunggakan BPJS. Tapi disatu sisi sumber pendapatan masyarakat mulai terkikis melalui kebijakannya yang kontrofersi,” ungkap Usman di Bekasi, Jumat (3/3).

Karena, kata dia, menjamurnya toko modern, semua pasti bertalian dengan regulasi yang mengatur pada pemerintahan itu sendiri. Seperti, dari awal pengurusan ijin seharusnya sudah bisa dikaji, bahkan ditertibkan. Agar usaha warung kelontong tidak terancam oleh kehadiran toko modern yang bertebaran belakangan ini.

Menanggapi fenomena sosial yang cukup serius tersebut, Walikota Bekasi Rahmat Effendi menghimbau agar Dinas terkait yang menangani langsung bisa membangun komunikasi positif, antara pedagang kecil dengan pengusaha toko modern.

“Perlu didorong kepada Kepala Dinas untuk improfisasi (Solusi komunkasi, red) itu,” ujar dia kepada Awak Media, seusai membuka acara coffie morning dengan IPPAT Kota Bekasi (3/3). Rahmat menambahkan, seharusnya pedagang kecil bisa mendapatkan manfaat dari kehadiran usaha toko modern tersebut.

(18)

“Pedagang kecil seharusnya bisa mendapat manfaat dari grosir kayak Alfa, Indomart…,” ucapnya.

Dia mengakui pemerintahannya harus membangun dan menjalin komunikasi antara mereka (Pedagang kecil-Pengusaha toren, red).

“Nah, itu yang harus dibangun… Pemerintah harus bisa memecahkan itu… Komunikasinya,” tutur dia ketika itu. Walikota menyebutkan pernah bertemu dan komunikasi dengan petinggi toko modern seperti Alfamart, mereka bersedia menjual dibawah harga dia, bila ada warung kecil disekitarnya.

“Saya pernah ngomong dengan bos nya Alfa itu… Kalau ada warung kecil, dia bisa menjual dibawah harga grosir dia…,” tandas dia.

Banyak pihak tentu berharap agar Walikota Bekasi Rahmat Effendi lebih bijak dalam membuat dan mengambil kebijakan, sehingga lebih pro kepada rakyat kecil ketimbang kapitalis. (M-3L)

LSM

Pemerhati

Keadilan

Menyayangkan Belum Adanya

Regulasi Terkait Alih Fungsi

Apartemen

Kota Bekasi, (TNC) – Terkait belum adanya regulasi mengenai Apartemen yang beralih fungsi menjadi penginapan (Secara komersil, red), disayangkan oleh H Sinambela seorang Penggiat di LSM Pemerhati Keadilan.

(19)

Saat ditemui (1/3), H Sinambela mengatakan, “Setahu saya, Pak Walikota menganjurkan setiap SKPD menggenjot PAD nya, sementara potensi PAD seperti Apartemen yang beralih fungsi dari hunian menjadi penginapan (Komersil, red) malah belum ada regulasi yang mengaturnya. Ini sangat disayangkan,” tegas dia pada Awak Media.

Menyambung pernyataannya, “Bahkan, prakrek diluar regulasi tersebut, arahnya bisa berdampak kurang baik juga terhadap perhotelan yang sudah secara baik diatur regulasinya terkait hak dan kewajiban termasuk pajak hotel yang merupakan kontribusi pengelola hotel kepada Pemerintah daerah Kota Bekasi. Sebaliknnya dengan apartemen yang beralih fungsi malah kurang serius mengatur regulasinya,” tandasnya.

Sementara itu, Rahmat Effendi, Walikota Bekasi, ketika dimintai tanggapan menyampaikan, “Apa bedanya… Apartemen mau beralih fungsi tetap aja hunian…

Kan gak apa-apa yang penting ekonomi tumbuh disitu…,” kata dia (1/3).

Lanjutnya, “Pada saat dia beli, dia kena pajak. Nah kalo dia mau sewain (Harian, mingguan dan bulanan, red) kita belum atur itu. Berapa sih potensinya, kan tidak semua,” ujarnya.

Dengan gambalang Walikota menyatakan bahwa, “Belum diatur regulasinya”, ucap RE.

(M-3L)

(20)

Walikota Bekasi : Sudah

Seharusnya

Pemerintah

Membayarnya

Kota Bekasi, (TNC) – Merupakan pertanyaan penting ketika warga peserta BPJS secara mendesak membutuhkan layanan kesehatan di RSUD, namun ternyata kartu layanan dinonaktifkan karena menunggak pembayaran. Apa kebijakan pemerintah dalam mengatasi persoalan tersebut?

Dr Rahmat Effendi, Walikota Bekasi ketika ditanyakan terkait pertanyaan tersebut (1/3), secara serius menjawab, “Kalau idealnya dalam suatu proses bernegara, pada saat warga masyarakat butuh layanan kesehatan pemerintah wajib memberikan pelayanan secara maksimal”, sebut Pepen (Sapaan akrab Walikota Bekasi, red).

Lanjut dia menerangkan, “Perspektifnya adalah ketika warga masyarakat yang awalnya bayar (BPJS) dan ternyata karna ketidakmampuannya akhirnya menunggak, itupun adalah tanggung jawab pemerintah” terang dia.

Walikota menyatakan baik pemegang kartu BPJS yang menungggak dan pemegang kartu sehat (Pemkot Bekasi) statusnya sama.

“Pemegang kartu BPJS yang menunggak, statusnya sama seperti mereka yang memegang kartu sehat yang dikeluarkan oleh Pemkot Bekasi. Karena dia orang miskin, saya boleh dong membayarkan iurannya, agar dia lancar dan mendapat reward balik dari BPJS nya,” pungkasnya.

Dana yang dialokasikan terkait layanan kesehatan di Kota Bekasi melalui Kartu sehat berkisar 150-200 Miliar ditahun 2017 ini.

(21)

mengeluarkan uang juga, sekitar 150-200 Miliar (Setahun, red), yang kita bantu adalah orang-orang miskin,” tandasnya.

Tunggakan 19 Miliar di BPJS, Walikota mengatakan sudah seharusnya negara membayarnya.

Terkait warga masyarakat yang ternyata menunggak pembayaran BPJS, Walikota dengan tegas menyatakan, “Harus dilayani”, tutup dia.

Referensi

Dokumen terkait

menyelenggarakan pelayanan umum dan pengembangan di bidang kepariwisataan yang meliputi: pengembangan industri pariwisata, pengembangan destinasi pariwisata,

tentang Standar Pekerjaan Lapangan Pemeriksaan Keuangan mengenai Pengendalian Intern disebutkan bahwa sistem informasi yang relevan dengan tujuan laporan keuangan,

Harga yang diberikan oleh bioskop pada pemutaran film di akhir pekan akan mengalami peningkatan harga yang signifikan, dalam kondisi yang normal, perubahan harga

Meneg PAN mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pendayagunaan aparatur negara..

Perkembangan kabupaten TulangBawang Barat sebagai salah satu kabupaten otonomi baru di propinsi Lampung telah meningkatkan jumlah penduduk, aktifitas pembangunan serta

Keadaan tersebut terbukti bahwa asam laktat dapat memperpanjang keawetan ikan nila khususnya pada kelompok perlakuan fermentasi limbah kubis 300 gram yang dapat

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode content analysis atau analisis isi. Penelitian ini mendeskripsikan atau

Robbins (2015: 117) menyatakan bahwa motivasi sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan