• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PERTAMANAN KOTA MEDAN. A. Sejarah Singkat Dinas Pertamanan Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PERTAMANAN KOTA MEDAN. A. Sejarah Singkat Dinas Pertamanan Kota Medan"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

GAMBARAN UMUM

DINAS PERTAMANAN KOTA MEDAN

A. Sejarah Singkat Dinas Pertamanan Kota Medan

Dinas Pertamanan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pertamanan yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris daerah. Terbentuknya Dinas Pertamanan Kota Medan, berdasarkan Peraturan Daerah Kotamadya Tingkat II Medan No. 20 Tahun 1978 tentang pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pertamanan Kota Medan dan pelaksanaannya berdasarkan Surat Keputusan Walikota Medan tanggal 2 Juli 1979 No. 207/SK/1979 dan kemudian diubah dengan Peraturan Daerah Kodya Daerah Medan No. 8 Tahun 1987 dan pelaksanaannya dengan Surat Keputusan Walikota Medan No. 188.342/SK/1987 Tanggal 29 Agustus 1987 yang berlaku sejak tanggal 27 Juli 1987. Yang kemudian bentuk organisasi dan Tata Kerja Dinas Pertamanan Kota Medan yang berpedoman pada Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Derah No. 50 Tahun 2000, tentang Pedoman Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah, telah dibentuk dalam Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Kota Medan dengan Peraturan Daerah Kota Medan No. 4 Tahun 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-dinas daerah dilingkungan Pemerintahan Kota Medan. Dalam melakasanakan

(2)

sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pertamanan berkaitan dengan kedudukan tugas pokok dan prinsip koordinasi integrasi dan sinkronasi secara vertikal maupun horizontal untuk memenuhi hal tersebut maka tugas pokok dan fungsi Dinas Pertamanan Kota Medan diatur dan ditetapkan dalam Surat Keputusan Walikota Medan No. 18 Tahun 2002 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pertamanan Kota Medan.

Kepala Dinas, Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan para Kepala Seksi diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur Sumatera Utara, sedangkan pejabat lainnya dilingkungan dinas diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Daerah atas usul Kepala Dinas. Dalam hal Kepala Dinas berhalangan menjalankan tugasnya, maka wajib menunjuk seorang pegawai dinas untuk menjalankan tugasnya berdasarkan daftar urut kepangkatan. Pelaksanaan Peraturan Daerah ini diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan Kepala Daerah.

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh pada Dinas Pertamanan Kota Medan ini adalah :

1. Pendapatan Daerah berupa Pajak/Retribusi Reklame, Pajak/Retribusi Pemakaman dan Pajak/Retribusi Lapangan.

2. Keindahan kota mencakup pengadaan lampu penerangan jalan umum, taman/tempat rekreasi.

3. Pelayanan masyarakat berupa penyediaan tempat pemakaman umum yang dikelola oleh Pemerintah Daerah.

(3)

B. Struktur Organisasi Dinas Pertamanan Kota Medan

Susunan Organisasi Dinas Pertamanan Kota Medan terdiri dari : 1. Kepala Dinas

2. Sekretariat, yang terdiri dari : a. Sub Bagian Umum b. Sub Bagian Kepegawaian c. Sub Bagian Keungan

3. Bidang Perencanaan, yang terdiri dari : a. Seksi Perencanaan Taman/Makam b. Seksi Perencanaan Penerangan c. Seksi Perencanaan Reklame 4. Bidang Taman/Makam

a. Seksi Pembibitan/Penghijauan b. Seksi Taman/Dekorasi

c. Seksi Makam 5. Bidang Penerangan

a. Seksi Lampu Penerangan Jalan Sektor A b. Seksi Lampu Penerangan Jalan Sektor B c. Seksi Lampu Penerangan Jalan Sektor C 6. Bidang Pengawasan

a. Seksi Pengawasan Taman/Makam b. Seksi Pengawasan Listrik/Air Sirkulasi c. Seksi Pengawasan Reklame

(4)

C. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pertamanan Kota Medan

Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Medan No. 18 Tahun 2002 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pertamanan Kota Medan, maka Dinas Pertamanan mempunyai fungsi :

1. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang pertamanan dan keindahan kota.

2. Memberikan bimbingan dan pengarahan terhadap instansi pemerintah, swasta, serta masyarakat bidang pertamanan dalam rangka usaha meningkatkan kebersihan, ketertiban, kerapian, dan keindahan.

3. Menyediakan tanah perkuburan umum, menyelenggarakan pengakuan jenazah, melayani penguburan, serta merawat kuburan-kuburan umum milik Pemerintah Daerah.

4. Menyelenggarakan pembangunan, perawatan taman-taman kota, pohon-pohon pelindung, tempat-tempat rekreasi umum, lampu-lampu penerangan jalan/taman, jalur hijau, lapangan olahraga berikut bangunannya.

5. Mengolah izin reklame, mengatur letak, bentuk dan penempatan reklame untuk sarana dan dekorasi kota ditinjau dari teknis kebersihan, ketertiban, kerapian, dan keindahan.

6. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya.

(5)

Dinas Pertamanan Kota Medan mempunyai tugas melaksanakan tugas/urusan rumah tangga daerah dalam bidang pertamanan dan keindahan kota serta melaksanakan tugas pembantu sesuai dengan tugasnya.

I. Kepala Dinas

Kepala Dinas memepunyai tugas membantu Walikota melalului Sekretaris Daerah dalam mengkoordinasikan pelaksanaan urusan rumah tangga daerah dalam bidang pendapatan yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pendapatan daerah.

Untuk melaksanakan tugas tersebut Kepala Dinas mempunyai fungsi : a. Mengkoordinasi pengelolaan administrasi umum meliputi

ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, dan urusan rumah tangga dinas.

b. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas lain yang diperintahakan oleh atasan.

c. Mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis, dalam rangka perencanaan, pembinaan, dan pengembangan pendapatan daerah.

d. Mengkoordinasi perencanaan, penertiban, penyelenggaran, dan pengelolaan pungutan pasar (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah).

e. Mengkoordinasikan pelaksanaan penelitian dan evaluasi tata cara pemungutan pajak, retribusi dan pemungutan-pemungutan lainnya yang telah ada.

(6)

II. Sekretariat

Bidang Sekretariat dipimpin oleh seorang Kepala Bidang Sekretariat yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Bidang Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok dinas dibidang ketatausahaan yang meliputi pengelolaan administrasi kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, dan urusan umum lainnya.

Untuk melaksanakan tugasnya, Bidang Sekretariat mempunyai fungsi : a. Menyusun rencana kegiatan kerja.

b. Mengelola urusan administrasi kepegawaian.

c. Mengelola urusan keuangan dan perbendaharaan serta rencana penyusunan laporan keuangan.

d. Mengelola urusan perlengkapan kerumahtanggaan dan pengadaan barang.

e. Melaksanakan pengelolaan urusan surat-menyurat dan urusan umum lainnya.

f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Bidang Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok dinas dibidang kesekretarisan dibantu oleh Sub-sub Bagian. Setiap Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Sekretariat.

(7)

Bidang Sekretariat terdiri dari : 1. Sub Bagian Umum.

Sub Bagian Umum ini mempunyai tugas mengelola surat-menyurat dan urusan umum lainnya.

2. Sub Bagian Kepegawaian

Sub Bagian Kepegawaian ini mempunyai tugas mengelola administrasi dibidang kepegawaian.

3. Sub Bagian Keuangan

Sub Bagian Keuangan ini mempunyai tugas mengelola administrasi keuangan dan perbendaharaan serta menyusun rencana laporan keungan.

III. Bidang Perencanaan

Bidang Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Dinas yang dalam melaksanakan tugasnya berada dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Bidang Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas dibidang perencanaan.

Bidang Perencanaan mempunyai fungsi : a. Menyusun rencana kegiatan kerja.

b. Mengumpulkan bahan dan data dibidang perencanaan taman/makam, penerangan, dan reklame.

(8)

c. Melaksanakan penelitian dan perencanaan pembangunan dan pengembangan taman dan makam ditinjau dari sudut teknis dan keindahan kota.

d. Melaksanakan penelitian dan perencanaan pemasangan lampu penerangan jalan, lampu taman dan air sirkulasi ditinjau dari sudut teknis dan keindahan kota.

e. Melaksanakan penelitian dan perencanaan terhadap penempatan reklame, gambar-gambar reklame yang akan dipasang.

f. Menyusun rencana pemanfaatan lapangan terbuka untuk tempat rekreasi, penghijauan, pembibitan, dan lapangan olahraga ditinjau dari sudut teknis dan keindahan kota.

g. Menyusun rencana pemanfaatan lapangan terbuka untuk tempat pemakaman umum.

h. Mengevaluasi pelaksanaan perencanaan dibidang taman, makam, penerangan, dan reklame.

i. Memeberikan saran dalam rangka pelaksanaan penelitian perencanaan pengembangan.

j. Melaporkan kegiatan pelaksanaan tugas.

k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

(9)

Bidang Perencanaan terdiri dari :

1. Seksi Perencanaan Taman/Makam

Seksi perencanaan Taman/Makam ini mempunyai tugas melaksanakan penelitian pembangunan dan pengembangan taman/makam,menyusun rencana pemanfaatan lapangan terbuka untuk tempat-tempat rekreasi, penghijauan, pembibitan, lapangan olahraga, dan tempat pemakaman umum ditinjau dari sudut teknis dan keindahan kota.

2. Seksi Perencanaan Penerangan

Seksi Perencanaan Penerangan ini mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan perencanaan pemasangan lampu penerangan jalan, lampu taman ditinjau dari sudut teknis dan keindahan kota.

3. Seksi Perencanaan Reklame

Seksi Perencanaan Reklame ini mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan perencanaan terhadap penempatan reklame, gambar-gambar reklame yang akan dipasang.

IV. Bidang Taman/Makam

Bidang Taman/Makam dipimpin oleh seorang Kepala Sub Dinas yang dalam melaksanakan tugasnya berada dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Bidang taman/makam mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas dibidang taman/makam.

(10)

Bidang Taman/Makam mempunyai fungsi : a. Menyusun rencana kegiatan kerja.

b. Mengumpulkan bahan dan data dibidang taman/makam.

c. Melaksanakan kegiatan pembibitan pohon peghijauan taman hias. d. Melaksanakan pelayanan pemakaman untuk lokasi perkuburan

milik Pemerintah Kota.

e. Memberi saran dalam rangka pelaksanaan kegiatan dibidang taman/makam.

f. Melaksanakan perawatan taman, lapangan olahraga dan pulau-pulau jalan.

g. Menyelenggarakan perawatan areal makam.

h. Melaksanakan kegiatan dekorasi kota secara umum dan dekorasi pada lokasi upacara tertentu.

i. Melaksanakan penghijauan kota termasuk tepi jalan, sungai, dan perawatan pohon-pohon tua dan muda.

j. Melaksanakan penyingkiran sampah-sampah taman. k. Melaksanakan pelayanan pengangkutan jenazah.

l. Mengevaluasi pelaksanaan kerja dibidang taman/makam. m. Melaporkan kegiatan pelaksanaan tugas

n. Melaksanakan tugas-tugas lainyang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

(11)

Bidang Taman/Makam terdiri dari : 1. Seksi Pembibitan/Penghijauan

Seksi Pembibitan/Penghijauan ini mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembibitan pohon penghijauan taman hias, melaksanakan penghijauan kota termasuk tepi jalan, sungai, perawatan pohon-pohon tua dan muda serta melaksanakan inventarisasi, jenis, umur, dan jumlah pohon penghijauan milik Pemerintah Kota Medan.

2. Seksi Taman/ Dekorasi

Seksi Taman/Makam ini mempunyai tugas melaksanakan perawatan taman, lapangan olahraga dan pulau-pulau jalan serta menjaga kebersihan dari sampah-sampah taman, melaksanakan kegatan dekorasi kota secara umum dan dekorasi secara luas, jumlah dan jenis tanaman yang terdapat pada taman-taman milik Pemerintah Kota Medan.

3. Seksi Makam

Seksi Makam ini mempunyai tugas melaksanakan pelayanan pengangkutan jenazah, melayani pemakaman untuk lokasi perkuburan milik Pemerintah Kota, merawat areal makam dan melaksanakan inventarisasi kumlah makam, luas areal disetiap lokasi makam milik Pemerintah Kota Medan.

(12)

V. Bidang Penerangan

Bidang Penerangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Dinas yang dalam melaksanakan tugasnya berada dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Bidang penerangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas dibidang penerangan.

Bidang Penerangan mempunyai fungsi : a. Menyusun rencana kegiatan kerja.

b. Mengumpulkan bahan dan data dibidang penerangan.

c. Melakasanakan pengadaan/perawatan lampu-lampu penerangan di jalan/taman, jalur hijau, lapangan olahraga dan bangunan-bangunan milik Pemerintah Daerah agar tetap berfungsi.

d. Mengevaluasi pelaksanaan kerja dibidang penerangan. e. Melaksanakan pengawasan terhadap pemakaian listrik.

f. Memberi saran dalam rangka pelaksanaan kerja dibidang penerangan.

g. Melaporkan kegiatan pelaksanaan tugas.

h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepada Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Bidang Penerangan terdiri dari :

1. Seksi Lampu Penerangan Jalan Sektor A

Sektor ini mempunyai tugas mengadakan, merawat dan mengontrol lampu penerangan jalan pada sektor A.

(13)

Sektor ini mempunyai tugas mengadakan, merawat dan mengontrol lampu penerangan jalan pada sektor B.

3. Seksi Lampu Penerangan Jalan Sektor C

Sektor ini mempunyai tugas mengadakan, merawat dan mengontrol lampu penerangan jalan pada sektor C.

VI. Bidang Pengawasan

Bidang Penerangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Dinas yang dalam melaksanakan tugasnya berada dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Bidang penerangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas dibidang penerangan.

Bidang Pengawasan mempunyai fungsi : a. Menyusun rencana kegiatan kerja

b. Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan taman, makam, penerangan dan reklame.

c. Melaksanakan pengawasan terhadap bangunan-bangunan ynag mengandung nilai sejarah.

d. Mengevaluasi pelaksanaan kerja dibidang pengawasan.

e. Mengumpulkan bahan dan data dibidang pengawasan taman, makam, penerangan dan reklame.

f. Memberikan saran dalam rangka pelaksanaan dibidang pengawasan.

(14)

h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugasnya.

Bidang Pengawasan terdiri dari :

1. Seksi Pengawasan Taman/Makam

Seksi Pengawasan Taman/Makam ini mempunyai tugas mengumpulkan bahan dan data serta melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan taman/makam. 2. Seksi Pengawasan Listrik/Air Sirkulasi

Seksi Pengawasan Listrik/Air Sirkulasi ini mempunyai tugas mengumpulkan bahan dan data serta melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan listrik/air sirkulasi.

3. Seksi Pengawasan Reklame

Seksi Pengawasan Reklame ini mempunyai tugas mengumpulkan bahan dan data serta melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan reklame.

D. Gambaran Data Pegawai Dinas Pertamanan

Gambaran data pegawai Dinas Pertamanan Kota Medan berdasarkan jenis kelamin, golongan, jumlah struktur dan staf serta tingkat pendidikan dapat kita lihat pada tabel dibawah ini :

(15)

Tabel 2.1 Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki 411 Orang

Perempuan 116 Orang

Jumlah 527 Orang

Sumber : Dinas Pertamanan Kota Medan

Dari tabel diatas dapat di lihat bahwa jumlah pegawai laki-laki mendominasi yaitu sebanyak 411 orang, Sedangkan pegawai berjenis kelamin perempuan hanya sebanyak 116 orang dari total jumlah keseluruhan pegawai yaitu sebanyak 527 orang.

Tabel 2.2 Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan

Golongan Jumlah

IV (Empat) 9 Orang

III (Tiga) 107 Orang

II (Dua) 346 Orang

I (Satu) 65 Orang

Jumlah 527 Orang

Sumber : Dinas Pertamanan Kota Medan

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pegawai dengan golongan II (dua) mendominasi yaitu sebanyak 346 orang disusul dengan pegawai golongan III (tiga) sebanyak 107 orang, Sedangkan pegawai dengan golongan I

(16)

(satu) berjumlah 65 orang dan kemudian golongan IV (empat) berjumlah 9 orang dari total jumlah keseluruhan pegawai.

Tabel 2.3 Jumlah Pegawai Berdasarkan Jumlah Struktur atau Staf

Jumlah Struktur/ Staf Jumlah

Struktur 21 Orang

Staf 506 Orang

Jumlah 527 Orang

Sumber : Dinas Pertamanan Kota Medan

Dari Tabel di atas dapat di lihat bahwa jumlah pegawai yang menempati posisi struktural sebanyak 21 orang dan yang menempati pada posisi staf sebanyak 506 orang.

Tabel 2.4 Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Disiplin Ilmu (Pendidikan)

Tingkat Pendidikan Jumlah

S2 (Strata dua) 9 Orang

S1 (Strata Satu) 84 Orang

D3 (Diploma Tiga) 16Orang

SMA 353 Orang

SMP 34 Orang

SD 31 Orang

(17)

E. Tata Kerja

Dalam melaksanakan tugasnya setiap pemimpin satuan organisasi dalam lingkungan Dinas Pertamanan wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi secara vertikal dan horizontal.

Setiap pemimpin satuan organisasi bertanggung jawab memimpin, mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

Setiap pemimpin satuan organisasi mengikuti dan memenuhi petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan langsung dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya diolah dan dipergunakan sebagai bahan penyusun lebih lanjut untuk memberikan petunjuk kepada bawahannya.

Setiap pimpinan secara berjenjang menyampaikan laporan tepet pada waktunya kepada atasannya langsung sesuai dengan bidang tugasnya, untuk selanjutnya disampaikan kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris Daerah.

Kepangkatan, pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pejabat/Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Dinas Pertamanan diatur sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Gambar

Tabel 2.1 Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 2.3 Jumlah Pegawai Berdasarkan Jumlah Struktur atau Staf  Jumlah Struktur/ Staf  Jumlah

Referensi

Dokumen terkait

Membuat Matriks Perbandingan Alternatif Asisten Praktikum yang Distandarkan Setelah nilai dari matriks perbandingan untuk alternatif asisten praktikum dimasukkan sesuai

Tujuan penelitian ialah untuk meneliti secara empiris pengaruh variabel-variabel kinerja keuangan perusahaan current ratio, return on assets dan debt equity ratio

Hasil pengujian kesesuaian model pada Tabel 3 menunjukkan bahwa terdapat tiga model yang tepat untuk menggambarkan pola isotermis sorpsi air edible film

Pemeriksaan medis dinilai dengan skor yang dihitung dari jayvaban contoh atas 12 pertanyaan mengenai tinggi badan, berat badan, pemeriksaan perut, pemeriksaan

Peraturan Kapolri ini sebagai peraturan lanjutan dari adanya UU Nomor.2 Tahun 2002 berkenaan dengan Pembinaan profesi. Sebagaimana yang telah disinggung di atas, bahwa

Parkir di luar badan jalan merupakan fasilitas parkir kendaraan di luar tepi jalan umum yang dibuat khusus atau penunjang kegiatan yang dapat berupa tempat parkir dan /

[r]

Dasar Motor