• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Automatic Generator Melodi Berdasarkan Parameter Mood Tertentu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Studi Automatic Generator Melodi Berdasarkan Parameter Mood Tertentu"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Studi Automatic Generator Melodi Berdasarkan

Parameter Mood Tertentu

PROPOSAL TESIS

oleh:

Ali Akbar / 23507042

PROGRAM STUDI MAGISTER INFORMATIKA

SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2008

(2)

1. Latar Belakang

Musik adalah seni, hiburan dan aktivitas manusia yang melibatkan suara-suara yang teratur [KLEI08]. Istilah “musik” juga digunakan untuk mengacu pada permainan musik, yang disebut juga music piece atau music performance. Musik berkaitan erat dengan psikologi manusia. Sepotong musik sering dikaitkan dengan kata sifat tertentu seperti senang, sedih, romantis, dsb. Penelitian penelitian eksperimental memperkuat kenyataan ini [CTV02]. Keterkaitan antara musik dengan mood tertentu ini telah banyak digunakan dalam berbagai kesempatan oleh manusia. Misalnya, dalam suatu film musik digunakan untuk mempertegas suasana pada scene-scene tertentu: musik yang dramatis digunakan untuk melatar belakangi scene yang menegangkan, musik yang bersemangat untuk scene perang, musik yang menyenangkan digunakan sebagai latar belakang scene humor, dsb.

Gambar 1 (a) Melodi lagu “Ah Vous Dirai-je Maman” (b) Salah satu variannya dalam “12 Variations” oleh Mozart.

Dalam teori musik, melodi adalah satu dari tiga elemen dasar musik, bersandingan dengan harmoni dan ritme [HEL04]. Melodi adalah deretan nada yang menonjol, yang sering diingat dan diacu sebagai pengenal dari suatu lagu [SCH07]. Karakter sebuah lagu sebagian besar berasal dari variasi melodi [KAW75]. Dua buah musik yang mempunyai melodi yang sama, dengan aspek lainnya berbeda, akan dikenali sebagai lagu yang sama. Sebagai contoh, melodi lagu “Ah Vous, Dirai-je,

(3)

Maman” oleh Mozart dibuat aransemennya, sebanyak 12 varian, yang masing-masing sangat berbeda. Tetapi, dengan melodi yang sama, 12 varian tersebut masih dikenali sebagai lagu yang sama (lihat Error! Reference source not

found.).

Di sisi lain, jika melodinya berbeda, walaupun seluruh aspek yang lainnya dibuat sama persis, maka dua buah musik tersebut akan dikenali sebagai lagu yang sama sekali berbeda. Misalnya, lagu-lagu yang memiliki harmoni dan ritme yang sama dengan ‘Canon in D’. Walaupun memiliki harmoni dan ritme yang sama, masing-masing musik tersebut dikenali sebagai lagu-lagu yang berbeda.

Komposer adalah orang yang membuat lagu. Dalam mengkomposisi suatu lagu, seorang komposer akan memulai dari tujuan pembuatan lagu. Tujuan pembuatan lagu tersebut sangat dekat dengan mood. Lagu mengenai kesedihan cinta akan mengandung mood yang sedih, Lagu cerita anak anak akan membawa mood menyenangkan, dan sebagainya. Kemudian, dari tujuan tersebut ia membuat melodi, dan kemudian mengembangkan melodi tersebut sampai menjadi sebuah lagu yang lengkap. Dengan begitu, melodi menjadi kunci awal penentu mood yang dibawa suatu lagu.

Gambar 2 memaparkan gambaran umum proses pembuatan melodi yang dilakukan oleh seorang komposer. Dari seluruh kemungkinan nada yang ada dan dapat terdengar oleh manusia, seorang komposer memilih nada-nada tertentu, untuk kemudian ia susun ke dalam sebuah melodi. Komposer memilih nada tersebut berdasarkan pengetahuannya tentang teori-teori musik, seperti tangga

Seluruh kemungkinan nada tangga nada lagu lain tema perasaan dll Komposer Melodi

(4)

nada, juga terpengaruh oleh lagu lain yang pernah ia dengar sebelumnya, oleh perasaan dan oleh hal-hal lain.

Berdasarkan pengamatan dari apa yang telah terjadi, membuat melodi yang bervariasi bukanlah hal yang mudah bagi seluruh musisi. Di satu sisi terdapat musisi seperti grup musik Beatles yang terkenal dengan banyaknya judul lagu mereka yang sangat variatif, di sisi lain banyak musisi yang hanya dapat menghasilkan sedikit lagu, dan sebagian lagi dikritik karena lagu yang dihasilkan mereka mirip satu sama lain. Realitas tersebut terjadi karena manusia, termasuk juga musisi, tidak pernah lepas dari konteks, baik itu pengetahuannya, atau kondisinya saat ini, atau pengaruh masa lalunya. Konteks itulah yang menyebabkan melodi yang dihasilkan seorang musisi pada umumnya cenderung mirip satu sama lain. Konteks itu jugalah yang membuat seorang musisi yang sedang dirundung kesedihan susah untuk menghasilkan lagu-lagu yang riang gembira.

Untuk mengatasi hal tersebut, seorang komposer seringkali berjalan-jalan untuk mendapatkan ide segar, atau melakukan hal-hal lain yang dapat membawanya keluar dari konteks yang mengurungnya. Bunyi-bunyian yang didengarnya di tengah jalan-jalannya dapat membangkitkan ide baru untuk membuat melodi. Bunyi-bunyi yang berasal dari sekitar orang tersebut tentu saja tidak memiliki konteks yang sama dengan konteks orang tersebut. Dengan kata lain, proses yang dilakukan sebenarnya menangkap ide-ide dari sumber yang memiliki konteks yang berbeda dari komposer, atau bahkan sumber yang bebas konteks. Dari sinilah muncul gagasan bahwa komputer dapat menjadi salah satu sumber inspirasi tersebut.

Saat ini, dalam bidang musik, komputer sudah lazim digunakan sebagai alat bantu dalam aktivitas yang berkaitan dengan musik, seperti sekedar mendengarkan, membuat komposisi, aransemen, dan menilai musik [AAA06]. Dalam hal komposisi musik, berbagai macam perangkat lunak bantu sudah sering digunakan oleh para musisi untuk menuliskan lagu, mendengarkan hasil sementara komposisinya, menambahkan harmodi, dsb. Dalam pencarian ide oleh seorang

(5)

komposer, komputer dapat digunakan sebagai sumber yang bebas konteks untuk membuat potongan-potongan melodi. Potongan-potongan melodi tersebut diharapkan dapat memicu terbentuknya ide-ide komposisi yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh komposer musik.

Gambar 3 menunjukkan gambaran umum sistem ini dalam skema umum pembuatan melodi. Selain seluruh kemungkinan nada yang ada, sistem ini berdasar pada teori-teori yang ada pada musik, seperti teori nada, teori tangga nada, dsb. Sistem ini mengolah nada-nada untuk menjadi melodi berdasarkan parameter-parameter masukan yang diberikan oleh pemakai sistem.

Untuk dapat membuat melodi dengan mood tertentu, kriteria atau karakteristik dasar melodi yang memiliki mood tertentu harus diketahui. Beberapa penelitian, seperti Li et al., pada [LI06] telah membahas seputar model melodi. Tetapi, belum ada penelitian yang secara khusus meneliti mengenai keterkaitan melodi tersebut dengan persepsi manusia (mengenai mood tertentu). Oleh karena itu, berdasarkan pencapaian pada [LI06], perlu diteliti lebih lanjut sehingga dapat menghasilkan kesimpulan kriteria dasar apa saja yang paling berpengaruh terhadap persepsi mood akhir yang dibawa melodi.

Seluruh kemungkinan nada Teori-teori musik lagu lain Parameter-parameter masukan Melodi Sistem Melody Generator

(6)

2. Rumusan Masalah

Untuk mengkaji sistem yang dapat membuat melodi musik yang memiliki karakteristik mood tertentu, seperti senang, sedih dan ceria, masalah-masalah yang akan dikaji dan disimpulkan dalam Tesis ini adalah:

1. Apa saja kriteria dasar melodi musik yang membedakan karakteristik mood melodi tersebut yang terpersepsi oleh manusia, seperti senang, sedih, dsb? 2. Bagaimana melodi dapat dibentuk dari komponen dasar pembentuknya, yaitu

nada, sehingga dapat menghasilkan melodi yang memiliki karakteristik mood tertentu?

3. Tujuan

Tujuan dari Tesis ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai kriteria dasar pembentuk melodi yang memiliki karakteristik mood tertentu, sehingga dapat dibuat sebuah perangkat lunak yang dapat melakukan pembuatan melodi musik untuk membantu komposer musik dalam mengkomposisi lagu.

4. Batasan Masalah

Dalam pengerjaan Tesis ini ditetapkan beberapa batasan masalah, yaitu: 1. Aspek timbre (warna suara) dalam suatu melodi tidak diperhitungkan.

2. Melodi yang dihasilkan bukan merupakan melodi lengkap sebuah lagu, tetapi hanya melodi pada satu frasa lagu.

3. Lirik lagu diabaikan.

4. Melodi yang dianalisis dan dihasilkan hanya merupakan satu line melodi, bukan multi-melodi (misalnya dengan memperhatikan counterpoint).

5. Tangga nada yang dipakai dibatasi tangga nada diatonis, yang biasa dikenal dengan istilah tangga nada musik barat. Tangga nada ini terdiri dari 12 nada yang berjarak sama dalam satu oktaf.

(7)

5. Metodologi dan Pendekatan

Pendekatan studi sistem generator melodi yang digunakan dalam Tesis ini terdiri dari dua hal. Pertama, statistik digunakan untuk melakukan analisis terhadap lagu-lagu yang sudah ada. Kedua, teori-teori musik, khususnya seputar melodi dan pembuatannya digunakan sebagai dasar untuk membuat sistem generator melodi. Hasil analisis statistik pada akhirnya akan digunakan pada sistem untuk memfilter nada-nada dari seluruh nada yang ada. Kemudian, dari nada-nada hasilnya, teori pembuatan melodi digunakan untuk merangkai nada tersebut menjadi melodi.

Tahapan pengerjaan Tesis studi sistem generator melodi ini adalah sebagai berikut:

1. Studi literatur baik terhadap teori musik, psikologi-musik, maupun teknik-teknik serta algoritma yang berhubungan dengan bahasan Tesis ini,

2. Mengumpulkan serta mengelompokkan data melodi musik sebagai bahan penelitian,

3. Melakukan analisis secara statistik terhadap data melodi musik untuk mendapatkan kesimpulan mengenai kriteria dasar,

4. Melakukan analisis permasalahan pembuatan melodi secara otomatis, kemudian menyimpulkan teknik dan algoritma yang akan digunakan.

5. Merancang sistem generator melodi berdasarkan mood secara menyeluruh. 6. Merancang dan membangun sebuah prototipe sistem generator melodi.

7. Menguji prototipe yang telah dibangun dan mengambil kesimpulan mengenai hasil Tesis.

(8)

6. Jadwal

Jadwal pelaksanaan Tesis yang diusulkan adalah sebagai berikut:

7. Usulan Dosen Pembimbing

Dosen pembimbing yang diusulkan dalam pelaksanaan Tesis ini adalah Dr. Ing. Iping Supriana Suwardi selaku Pembimbing I dan Dr. Ir. Richard Karel Willem Mengko selaku Pembimbing II.

8. Usulan Laboratorium Kelompok Keahlian

Laboratorium yang diusulkan dalam pelaksanaan Tesis ini adalah Laboratorium Grafika dan Intelegensia Buatan pada Kelompok Keahlian Informatika.

Aktivitas 2007–

Feb 08 Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Studi Topik Presentasi Proposal Studi Literatur Pengumpulan Data Melodi Seminar Analisis Perancangan dan Implementasi Pengujian Pra-Sidang Perbaikan Sidang

(9)

DAFTAR REFERENSI

[AAA08] American Association for Artificial Intelligence. AI Applications In Music [Online]. http://www.aaai.org/aitopics/html/music.html. Diakses: Februari 2008.

[CTV02] CTV News. 2002. Study explains link between music and emotion [Online].

http://www.ctv.ca/servlet/ArticleNews/story/CTVNews/1039741748103_2 1/?hub=Health. Diakses: Oktober 2007.

[HEL04] Helicon Publishing. 2004. Hutchinson Encyclopedia: Melody (music) [Online]. http://encyclopedia.farlex.com/Melody+(music). Diakses: April 2008.

[KAW75] Kawakimi. 1975. Arranging Popular Music: A Practical Guide. Yamaha Music Foundation.

[KLEI08] Klein , B. Music Definition [Online].

http://www.bklein.de/music_definition.htm Diakses: Januari 2008. [LI06] Li, Yipeng dan Huron, David. 2006. Melodic Modeling: A Comparison of

Scale Degree and Interval - ICMC2006 Publication [Online].

http://www.cse.ohio-state.edu/%7Eliyip/Research/Publication/2006/ICMC2006.pdf. Diakses: April 2008.

[MIT97] Mitchell, Tom M. 1997. Machine Learning. McGraw-Hill. [SCH07] Schmidt-Jones, Catherine. 2007. Melody [Online].

Gambar

Gambar 1 (a) Melodi lagu “Ah Vous Dirai-je Maman”
Gambar  2  memaparkan  gambaran  umum  proses  pembuatan  melodi  yang  dilakukan oleh seorang  komposer
Gambar  3  menunjukkan  gambaran  umum  sistem  ini  dalam  skema  umum  pembuatan  melodi

Referensi

Dokumen terkait

Dakwah dapat di pahami sebagai proses internalisasi, transformasi, transmisi, dan difusi ajaran islam dalam kehidupan masyarakat kampung dalinsaheng kecamatan biaro

Beberapa penelitian dengan menaburkan Cendawan pada lingkungan untuk pengendalian hayati telah dilaporkan mampu memberi efek positif Penyebaran yang banyak materi Cendawan

54 Tahun 2010, tent~ng Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.=== Bahwa program kebijakan Kepala Oinas Provinsi OKI Jakarta Udar Pristono dan Kepala Bidang Angkutan Oarat Oishub

Untuk tahun 2016, perseroan menargetkan bisa meraih pendapatan sebesar Rp 2,60 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 210 miliar, meski target kontrak baru tahun 2016 sama dengan

Pengenceran Larutan Standar M1 = Konsentrasi larutan induk (ppm) V1 = Volume larutan induk (ml).. M2 = Konsentrasi larutan yang diencerkan (ppm) V2 = Volume larutan yang

Berdasarkan uji statistik (ANAVA) menunjukkan bahwa nilai eritrosit ikan nila yang diberi perlakuan dengan probiotik Bacillus yang diisolasi dari saluran pencernaan

tinggi pula pada larutan air panas. Indikasi gas$gas tersebut umumnya di6umpai sebagai gas vulkanik yang berasal dari kedalaman. 7al ini di'erminkan oleh komposisi kimia+i

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul