• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Turbin Rotor Sekrup Untuk Aliran Datar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Implementasi Turbin Rotor Sekrup Untuk Aliran Datar"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

Implementasi Turbin Rotor Sekrup Untuk Aliran Datar

Yulianto

*a)

, Tarmukan

a)

, Bambang Priyadi

a)

Abstrak:Ketersediaan sumber enersi potensial air memiliki beraneka macam karakteristik. Turbin yang umum digunakan untuk mengubah energi potensial air menjadi enersi mekanik biasanya hanya susuai pada karakteristik tertentu dengan efisiensi yang rendah. Salah satu alternatif yang ditawarkan adalah penggunaan turbin rotor sekrup. Pada turbin ini aliran air dikumpulkan melalui kolektor dan dialirkan dalam pipa pesat yang di dalamnya terdapat rotor menyerupai sekrup. Tujuan penelitian ini adalah menguji turbin rotor sekrup untuk alirandatar dan perilaku terhadap banjir, air kotor, dengan elevasi turbin datar dan pengamatan tentang efisensi. Metoda yang digunakan adalah perancangan teoritis, pembuatan, dan pengujian untuk mendapatkan karakteristik ideal turbin. Analisis dilakukan dengan mengamati unjuk-kerja turbin dan menghitung efisiensinya. Dari hasil analisis diperoleh efisiensi diatas 80 %.

Kata-kata kunci : perancangan, turbin, sekrup, pikohidro.

1. Pendahuluan

Sumber enersi dari: solar, thermal, bio, dan energi potensial air menjadi primadona. Dengan alasan: ketersediaan, ramah lingkungan, murah, mudah, dan handal. Sumber energi potensial air berskala kecil telah banyak dikembangkan. Walaupun berskala kecil tapi jumlahnya melampaui yang berskala besar, juga letak geografis sampai kepelosok yang tidak terjangkau listrik. Agar mempunyai daya guna yang tinggi, enersi potensial air perlu dikonversi menjadi enersi listrik. Untuk konversi enersi tersebut digunakan sepasang mesin yaitu turbin dan generator.

Energi potensial air berskala kecil terdapat pada sungai, air terjun, saluran irigasi dengan bermacam karakteristik, yaitu ketinggian, debit, elevasi, dan kondisi air (keruh, meluber). Jika kondisi ini dapat diatasi maka tersedia cukup banyak enersi potensial air yang tersebar sampai ke pelosok. Perlu dirancang turbin yang kompetibel terhadap berbagai karakteristik, mudah, murah dan handal untuk menggantikan turbin-turbin yang umum digunakan selama ini.

Solusi yang ditawarkan adalah turbin rotor sekrup dengan desain baru, dengan sudu pada rotor berupa sekrup yang berbentuk unik dimasukkan pada pipa pesat mirip nozzle dilengkapi pengarah aliran (kolektor) agar turbin dapat dipasang pada elevasi datar dan dapat ditenggelamkan agar memiliki efisiensi yang lebih tinggi. Rotor yang berbentuk sekrup memungkinkan dapat dilewati oleh benda-benda asing selain air dalam ukuran tertentu tidak akan menggunggu kerja turbin. Turbin model ini juga memiliki stabilatas putaran yang lebih stabil dibanding dengan turbin jenis lain karena ada umpan balik secara alami. Rotor ini juga tidak mengalami gangguan pada level terjun air yang variatif, memiliki kebocoran air yang rendah, dan tidak adanya kehilangan ketinggian terjun air.

Ketelitian desain diperlukan agar dapat ditekan kehilangan energi yang disebabkan terbentuknya aliran turbulen, hisapan awal dan pelepasan air di dalam dan pada tail turbin. Lebihan air dapat digunakan untuk mengatur level air dalam membentuk umpan balik alami agar memiliki stabilitas lebih baik

2. Kajian Pustaka

2.1 Hasil Penelitian Referensi

Turbin Archimedes screw merupakan jenis turbin yang bekerja pada ketinggian jatuh air dan laju aliran air yang rendah dan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik level mikro. Keccepatan putar maksimum poros turbin di capai jika turbin pada elevasi sudut 30o [1]. Tekanan maksimum terjadi pada inlet turbin dengan satu sudu dan laju aliran pada sitem turbin Archimedes berbanding terbalik terhadap jumlah sudu. Semakin banyak jumlah sudu yang dimiliki turbin maka semakin berkurang laju aliran yang dihasilkan [3]. Jika dimensi turbin rotor sekrup di buat menggunakan diameter poros screw Ri dan diameter

screw R0. Perputaran turbin screw dengan 3 lilitan terpengaruh pada jarak pitch. Dan jarak pitch 2R0 lebih

cepat dibandingkan dengan jarak 1,6 R0 [4].

Di [5] dikembangkan gagasan revolusi terhadap sistem kincir air yang dapat diurai menjadi beberapa komponen untuk memudahkan proses pengangkutan, perakitan dan pemasangan di lapangan. Disebut Kincir

Knock Down yang mampu membangkitkan daya lebih besar dibanding kincir kayu.

2.2 Turbin Untuk Pembangkit Listrik Skala Piko Hidro (PLTPH)

Turbin dapat dirancang berdasarkan model aliran air, 1) tangensial, 2) axial, atau 3) aksial-radial, dan berdasarkan perubahan momentum fluida, yaitu: 1) turbin impuls atau 2) turbin reaksi. Berikut ini macam-macam prinsip konversi enersi dan konstruksi sudu yang digunakan pada turbin yang akan diadopsi dalam perancangan turbin sekrup.Pada gambar 1 ditunjukkan turbin propeller dibuat 3-6 sudu tersusun

Korespondensi: [email protected]

(2)

paralel, yang dipasang pada ujung pipa pesat. Untuk meningkatkan efisensi, dikembangkan turbin propeller dengan posisi sudu dapat diatur disebut turbin kaplan.

Gambar 1. Turbin Propeller Gambar 2. Turbin Turgo

Pada gambar 2 ditunjukkan turbin Turgo merupakan turbin impulse. Kecepatan putar yang tinggi diperoleh dari jumlah sudu paralel yang banyak. Prinsip kerjanya adalah pancaran dari nozel membentur sudu pada sudut 20o. Penggunaan nozzle ini dapat diterapkan pada turbin sekrup, dengan cara sudu-sudu diletakkan di dalam nozzle.

Gambar 3. Turbin Francis Gambar 4. Turbin Pelton

Turbin Francis (gambar 3) prinsip kerjanya yaitu enersi potensial air digunakan untuk memberikan daya tekan dan daya isap pada rotor turbin. Semua sudu terbenam dalam air. Air yang masuk dialirkan melalui sebuah rumah berbentuk ulir. Daya yang dihasilkan turbin diatur dengan cara mengubah posisi pembukaan sudu pengarah. Turbin pelton (gambar 4), energi yang masuk ke sudu berupa energi kinetik berukuran besar, tekanan tinggi dan perubahan momentum sudu-sudu sangat besar. Nozzel digunakan untuk mengatur kapasitas air yang masuk turbin dan mengubah energi tekanan menjadi kinetik. Debit bisa diatur dengan menggeser posisi jarum sudu. Bentuknya berupa pelek dengan sejumlah sudu berbentuk elipsoida .

Kincir (gambar 5) adalah roda diputar oleh aliran air. Ini sebagai jenis yang paling efisien. Keuntungannya adalah murah, sederhana, mudah membangunnya dan juga tidak begitu berdampak pada lingkungan. Kerugiannya adalah efisiensinya rendah, hanya baik digunakan pada laju kecepatan dan debit aliran air cukup deras.Jenis turbin pada gambar 6 adalah jenis turbin ulir, yaitu yaitu dengan sudu-sudu berbentuk ulir yang panjang dimasukkan dalam pipa.

Gambar 5. Kincir Air

Gambar 6. Turbin Ulir

2.3 Teori Analisis Turbin

Setiap benda mempunyai berat. Gaya berat air menghasilkan tekanan hidrostatis (gambar 7). Tekanan di dasar bejana akibat fluida setinggi h menjadi p=

ρ(Ah) g/A = ρhg. Jadi tekanan hidrostatis: ph= ρgh.

Gambar 7 . Selisih Tekanan Inlet dan Outlet pada

Daya yang ditimbulkan oleh adanya debit dan ketinggian aliran air dapat dirumuskan sebagai berikut:

P = ρ.Q.g.h[2][6]

1 Keterangan:

P= Daya air (Watt) g = Grafitasi bumi (m/s3)

ρ= Massa jenis (kg/m3) h= ketinggian air(m) Q= Debit aliran air (m3/s)

Ditinjau dari keadaannya, fluida dapat digolongkan menjadi dua yaitu: 1) fluida statis dan 2) fluida dinamis. Fluida statis dibagi: 1) statis sederhana dan 2) tidak sederhana. Statis sederhana bila air tidak bergerak. Statis tidak sederhana bila air memiliki kecepatan seragam dari tengah sampai tepi. Aliran fluida dikategorikan aliran: 1) laminar (Re < 2300), 2) turbulen (Re > 4000), dan 3) transisi (Re 2300 ~ 4000). Fluida dinamis dianggap berkecepatan konstan, tak termampatkan, tidak kental, tidak turbulen, dan debit sama di sembarang titik.

Hukum Bernoulli menyatakan hubungan tekanan fluida yang mengalir berkecepatan v pada suatu pipa:

𝑃1+12𝜌𝑣12+ 𝜌𝑔ℎ1= 𝑃2+12𝜌𝑣22+ 𝜌𝑔ℎ2[2] 2

Sifat aliran dalam pipa dapat ditentukan dengan cara menghitung bilangan Reynolds.

𝑅𝑒=𝐷𝑉𝜌𝜇 [2] 3 8

Keterangan:

Re = bilangan Reynolds μ = viskositas Fluida

D = diameter Pipa m = laju aliran massa

(3)

2.4 Hilang Tinggi Tekanan

Hilang tinggi tekanan yang terjadi: 1) hilang tinggi tekanan besar (hgs), disebabkan gesekan sepanjang pipa, dan 2) kecil (hf), disebabkan perlengkapan pipa

(kontraksi, ekspansi, belokan, perlengkapan pipa). Hukum yang berlaku adalah hukum kekekalan energi, yaitu: energi pada dua titik yang dianalisis adalah sama. Aliran steady dan fluida inkompressibel, didasarkan gambar 9 berlaku persamaan 4.

𝑍1+𝑃𝛾1+ 𝑣1 2

2𝑔= 𝑍2+ 𝑃2

𝛾 +

𝑣22

2𝑔 4

Gambar 9. Persamaan Energi (Bernoulli)

Persamaan Darcy Weisbach

ℎ𝑔𝑠 = λ 𝐿𝑑𝑉2𝑔2 5 5 10

Keterangan:

λ= koefisien Darcy d = diameter pipa (m) L=panjang pipa (m) g= grafitasi (=9,81m/det2)

Re untuk pipa:

𝑅𝑒 =𝑣𝑑ѵ 6 6 15

2.5 Analisa Daya pada Turbin

Daya Input merupakan penjumlahan rugi-rugi dengan daya output. Jika rugi-rugi di dalam saluran diabaikan, maka seluruh rugi-rugi terjadi di dalam turbin. Dengan menggunakan alat ukur dan perhitungan dapat ditentukan besarnya daya masuk dan daya keluar.

2.6 Analisa Kecepatan Putar Turbin Ulir

Dirancang dengan berbagai kerapatan ulir untuk memperoleh kecepatan putar turbin. Pada gambar 9 ditunjukkan: 1) 4 ulir/meter, 2) 3 ulir /meter, dan 3) 2 ulir/meter. Semakin rapat jumlah sekrup akan diperoleh semakin cepat putaran turbin tapi dengan torsi yang lebih rendah. Jika dianggap bahwa air mengalir lurus maka kecepatan putar turbin adalah maksimum. Kecepatan Putar Turbin dirumuskan:

nmaks = 60. gsudu . V 7

Keterangan:

nmaks : putaran maksimum (rpm)

gsekrup : junlah sekrup per meter

V : kecepatan aliran air (m/s)

Gulir = 4 ulir Gulir = 3 ulir Gulir = 2 ulir

Gambar 10. Definisi Jumlah Ulir

Sedangkan daya/torsi yang dihasilkan tergantung dari diameter turbin. Konstruksi khusus yang perlu dipertimbangkan adalah diameter dalam dan diameter luar dari turbin dengan luas penampang yang sama. Berikut ini contoh ilustrasi. Gambar 11,a) memiliki diameter yang besar, tapi dengan luasan tanda arsir yang sama dengan gambar 11. b) berdiameter kecil. Untuk memperoleh kerja yang optimal diperlukan nilai perbandingan antara jumlah sekrup dan diameter rotor turbin. Pada gambar 12 ditunjukkan prediksi nilai perancangan turbin dengan perbandingan dimensi tertentu untuk mendapatkan daya keluaran yang optimal dengan nilai energi mekanik.

Gambar 11. Perbandingan Diameter Rotor Turbin

Gambar 12. Torsi dan Kecepatan Putar Turbin

2.7 Analisa Aliran pada Pipa Pesat

Pipa pesat pada turbin ulir memiliki ukuran panjang yang berlebih dibandingkan dengan turbin tipe yang lain. Ukuran panjangmenyebabkan kerja turbin yang kurang efektif. Pada bagian belakang (tail) turbin terdapat ruang kosong berisi udara, seperti ditunjukkan pada gambar 13. Untuk mengatasi kejadian ini dikembangkan rotor turbin dengan bentuk kerucut terpancung, seperti ditunjukkan pada gambar 13.

(4)

Gambar 14. Turbin Sekrup

3. METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Bidang Ilmu dalam penelitian ini adalah teknik elektro sub-bidang teknologi turbin untuk pikohidro. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan teoritis, pengujian dan analisis untuk mendapatkan rotor tipe turbin sekrup yang memiliki banyak keunggulan dibanding turbin setingkatnya.

.

3.2 Variabel Penelitian

Variabel meliputi daya keluaran turbin dikaitkan dengan torsi dan kecepatan putar turbin untuk berbagai ketersediaan enersi potensial air. Bentuk unik turbin hasil rancangan merupakan alat untuk mendapatkan data. Daya keluaran dibandingkan dengan ketersediaan daya untuk menghitung efisiensi turbin.

3.3 Pengembangan Disain Prototype (Alat)

Mengacu dari hasil rancangan dan analisis dikembangkan bentuk spesifik yang dapat memberikan unjuk kerja yang optimal. Pengembangan ini meliputi hasil pengamatan kondisi nyata dalam pengujian, misalnya mengantisipasi kehilangan enersi yang disebabkan oleh aliran turbulen, kavitasi dan lain-lain.

4. PERANCANGAN

Gambar 15. Prototip Turbin Sekrup Data Fisik Turbin Yang Dirancang:

Kecepatan aliran diasumsikan (VAlir) : 5 m/s

Diameter pipa pesat (DBP) : 0,40 m

Diameter rotor belakang (DBR) : 0,20 m

Panjang rotor belakang (DBR) : 0,25 m

Diameter pipa depan (DDP) : 0,45 m

Diameter rotor depan (DBR) : 0,07 m

Panjang rotor depan (DBR) : 0,45 m

Daya listrik output (P) : 150 watt

Penurunan Spesifikasi Fisik: 1) Luas daerah alir belakang:

ABP = πR2 = 3,14 x 0,42 = 0,500 m2

ABR = πR2 = 3,14 x 0,22 = 0,125 m2

AB(Aliran) = 0,5 – 0,125 = 0,375 m2

2) Luas daerah alir depan:

ADP = πR2 = 3,14 x 0,452 = 0,57 m2

ADR = πR2 = 3,14 x 0,12 = 0,032 m2

AD(Aliran) = 0,57 – 0,032 = 0,525 m2

3) Rasio kecepatan aliran sisi belakang dan depan:

𝑅𝐴=𝐴𝐴𝐵(𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛)

𝐷(𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛)=

0,525 0,375 = 1,5

4) Kerapatan Sekrup:

Turbin ini direncang untuk menggerakkan generator 10 kutub, sehingga harus mempunyai putaran dengan kecepatan 5 putaran per detik. Kecepatan putaran ini harus sama dengan kcepatan putar rotor turbin yaitu 5 putaran per detik. Jika kecepatan aliran air yang terjadi adalah 5 meter per detik, maka untuk memperoleh kecepatan putaran 5 kali putaran per detik dibutuhkan lima sekrup per meter ( panjang satu sekrup = 20 cm) pada sisi kecepatan rendah dan kerapatan sekrup pada sisi aliran kecepatan tinggi adalah dibagi dengan rasio yang telah dihitung di atas yaitu 5/1,5 = 3,33 atau 33,33 cm

Kerapatan sekrup sisi belakang, jika kecepatan aliran air adalah 5 m/s.

Gambar 16. Rotor Tiger Sekrup

Jika pada sekrup terjadi slip 25 % dan 50 % terhadap kecepatan aliran, maka rancangan rotor yang diperlukan seperti pada gambar 17 dan 18.

Gambar 17. Rotor Empat Sekrup

Gambar 18. Rotor Lima Sekrup 10 cm 16,9 cm 12,3 cm

26,1 cm

70 cm 4,7 cm

ARAH ALIRAN

15 cm 24,2 cm 18,4 cm 37,8 cm

70 cm 25,4

ARAH ALIRAN

20 cm 33,5 cm 24,5 cm

70 cm 25,5 cm

(5)

5) Daya Output:

Luas daerah alir belakang AB(Aliran) = 0,375 m2

𝜏 = 𝑚𝑔ℎ𝐴𝐵(𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛) = 3,75 ℎ (𝑁𝑚)

Menghasilkan kecepatan putar rotor sebesar 5 rps (putaran per detik) atau 300 rpm (putaran per menit, maka torsi yang dihasilkan adalah:

𝑃 = 2𝜋𝑛𝜏60 (𝑁𝑚𝑠 )

𝑃 = 2 3,14 300 3,75 ℎ

60 = 117(ℎ) 𝑤𝑎𝑡𝑡

Nilai daya keluaran tergantung dari ketinggian terjun air, untuk mencapai daya keluaran 150 watt diperlukan ketinggian 150/117 = 1,28 meter.

Untuk memperoleh daya 150 watt diperlukan enersi potensial air dengan debit VAlir ABalir, yiatu antara

0,9 ~1,875 m3/s dengan ketinggian 1,28 meter, maka

waktu gerak jatuh ekivalen adalah t=√2s/g, atau

untuk s=1,28 meter dengan g = 9,8 m/s2, maka t= 0,51 detik, dan kecepatanya adalah vt = gt = 5 m/s. Dalam

kenyataannya, kecepatan ini tidak dapat dicapai karena pengaruh gesekan pada konversi enersi potensial menjadi enersi kinetik. Dalam desain ini dianggap terjadi slip 50 % sehingga untuk memperoleh kecepatan putar 300 rpm maka pitchantar sekrup adalah 10 cm. Ketinggian 1,28 meter menghasilkan torsi sebesar 3,75 x 1,28 = 4,8 Nm. Torsi ini akan berubah tergantung dari ketinggian. Jika putaran rendah disebabkan beban berat mengakibatkan jarak tempuh aliran air dalam turbin bertambah demikian juga gesekan juga bertambah, sebagai akibatnya debit air menurun. Menurunnya debit air akan menambah ketinggian jatuh air sehingga dapat menambah kecepatan putar turbin. Ini menunjukkan respon umpan balik antara beban dan ketinggian jatuh air untuk mempertahankan kecepatan putar.

Konstruksi turbin yang dibuat dengan bentuk unik, sisi depan berdiameter lebih besar (inlet) dibanding dengan sisi belakang (outlet) bertujuan untuk mendapatkan respon yang menyerupai nozzle., kecepatan aliran air menjadi berbeda antara sisi depan dan sisi belakang. Ini memiliki tujuan agar turbin terisi air secara penuh (tidak terdapat gelembung air) dengan torsi dan kecepatan putar sesuai dengan hasil perancangan. Dengan demikian efisiensi yang tinggi dari turbin dapat dicapai. Beberapa variabel yang dipertimbangkan dalam perancangan (mengacu pada gambar 19) yaitu, meliputi:

Gambar 19. Variabel pada Turbin

Gambar 20. Prototipe Turbin Hasil Rancangan

1) Kecepatan aliran, Valir 1, Valir2, dalam rancangan

berkaitan dengan kecepatan putar sehingga dapat digunakan untuk menentukan jumlah sekrup. Karena bentuk pipa pesat yang menyerupai nozzle

maka jumlah sekrup pada setiap titik sepanjang rotor menjadi tidak sama, semakin cepat aliran air semakin bertambah kerapatan sekrup.

2) Diameter rotor belakang dan diameter pipa pesat belakang (DBP. DBR), dalam rancangannya terkait

dengan torsi yang dihasilkan.

3) Diameter rotor depan dan diameter pipa pesat depan (DDP. DDR), dirancang untuk meningkatkan

unjuk kerja aliran air yang baik. Sekrup-sekrup pada sisi depan seolah-olah dapat memberikan gerakan aliran air awal untuk membentuk gerakan aliran yang tepat untuk dipersiapkan memutar dengan kecepatan tinggi pada sekrup sisi belakang. 4) Total sekrup berkaitan dengan gesekan yang terjadi

dan enersi yang terbuang disisi outlet turbin,

5. Data dan Analisis 5.1. Data Uji-coba

5.1.1 Perhitungan Kecepatan Putar Teoritis

Ketinggian (h) didefinisikan seperti pada gambar 21, yaitu dimulai dari level ketinggian air sampai pada titik tengah turbin.

Gambar 21. Penentuan Titik Nol

Sedangkan kecepatan aliran air yang diperhitungkan tanpa gesekan, adalah

V(t)= √gh

Gambar 22. Kecepatan Terjun Air Berbagai Ketinggian

TITIK NOL

h h h=22 cm

Psekrup 1

Psekrup 2 Psekrup 1

Psekrup 3

V

alir 2 Valir

DB

DBP

DD

R

(6)

Kecepatan putar turbin sangat dipengaruhi oleh ketinggian terjun air. Sedangkan kecepatan putar turbin dapat dihitung menggunakan persamaan 7, dan hasilnya ditunjukkan pada tabel 1.

nmaks= 60. η. gsudu . V 7

Gambar 22 Kecepatan Putar Turbin pada Beerbagai Ketinggian Terjun Air

5.1.2 Perhitungan Ketersediaan Daya

Untuk AB(Aliran) = 0,375 m2 dan nilai h = 0,22 m,

maka ketersediaan torsi dapat dihitung sebagai berikut:

F = mghAB(Aliran) (N) τ = Fr (Nm)

r = rrotorbelakan + (rpipapesat– rrotorbelakang)(2/3)

= 10 + (20-10)(2/3)= 17 cm Dengan daya output adalah

𝑃 = 2𝜋𝑛𝜏60 =2𝜋𝑛 𝜏60 = 0,1047 𝑛 𝜏 (𝑁𝑚𝑠 )

Gambar 23. Daya Output Turbin

Table 3. Data Hasil Pengukuran Torsi dan kecepatan

1).Torsi keluaran turbin dipengaruhi oleh perbandingan diameter dalam dan luar rotor turbin yang nilainya dibatasi dari ketersediaan enersi terjun air.

2). Kkecepatan putaran turbin dipengaruhi oleh jumlah sekrup per satuan panjang yang nilainya

dibatasi oleh kecepatan aliran dan faktor bentuk beserta gesekan lainnya pada turbin.

3). Untuk menghindari terjadinya aliran yang abnormal perlu digunakan konstruksi pipa pesat dalam bentuk kerucut terpancung

Implikasi

Perlu dirancang turbin kontruksi tubin yang dapat dimodifikasi secara mudah untuk menyesuaikan perilaku ketersediaan enersi terjun air agar diperoleh tingkat efisiensi yang paling optimal.

Ucapan Terimakasih

Ucapan terimakasih disampaikan kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek dan Pedidikan Tinggi melalui melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang yang telah memberikan bantuan dana dan kepercayaannya.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Ashhabul Yamin, 2016, Kaji Awal Turbin Archimides Screw Sebagai Pembnagkit Listrik Head Rendah, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.

[2] B. Andersson, R. Andersson, L. Hakansson, M. Mortensen, R. Sudiyo, B. van Wachem, L. Hellstrom, 2012, Computational fluid dynamics (CFD), Cambridge University, Press, First Edition. [3] Saqib Arsalan, 2016, Analisis Pengaruh Jumlah Blade Turbin Sekrup (Archimedes Screw) Terhadap Pola Aliran Menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamic), Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

[4] Nur Khamdi , Amnur Akhyan, 2014, Pengaruh Pitch Terhadap Perputaran Pada Turbin Screw 3 Lilitan, Jurnal Teknik Elektro dan Komputer, Vol. 2, No. 2, Oktober 2014, 181-188, Program Studi Teknik Mekatronika, Politeknik Caltex Riau, Pekanbaru

[5] Bachtiar A.N., Jauhar, Gamindra, 2015, Rancang Bangun Kincir Air Sistem Knock Down Untuk Pemenuhan Energi Listrik Bagi Mayarakat Terisolir Di Sumatera Barat, Jurnal Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND), Padang, Indonesia, 5(2): 88-96.

Gambar

Gambar 3. Turbin Francis
Gambar 12. Torsi dan Kecepatan Putar Turbin
Gambar 17. Rotor Empat Sekrup
Gambar 21. Penentuan Titik Nol
+2

Referensi

Dokumen terkait

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih-Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.Skripsi ini berjudul “Penerapan

Kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa skala nasional atau yang melayani beberapa provinsi, dan/atau.. Kawasan perkotaan

Berdasarkan informasi hasil pengujian pada Tabel 2 salah satu penyebab dari penilaian performa yang tidak baik disebabkan oleh sebagian besar waktu load website digunakan

Sedangkan Ardana et al (2012: 270) menyatakan bahwa “Produktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan partisipasi tenaga kerja dalam

Salah satu aplikasi sel elektrolisis adalah pada proses yang disebut penyepuhan.Dalam proses penyepuhan,logam yang lebih mahal dilapiskan (diendapkan sebagai lapisan tipis)

Komposisi Bahan

Selain itu, anda juga boleh jadikan bahan bergambar ini sebagai satu pendorong untuk anda meningkatkan semangat keprihatinan menjaga kesihatan zakar agar tahan lama, lasak, gagah