PEMANFAATAN AMPAS SAGU FERMENTASI DAN NON
FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS
AYAM KAMPUNG (
Gallus domesticus
)
UMUR 12 MINGGU
SKRIPSI
OLEH
FERBINA MALEMTA GINTING 100306026
PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PEMANFAATAN AMPAS SAGU FERMENTASI DAN NON
FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS
AYAM KAMPUNG (
Gallus domesticus
)
UMUR 12 MINGGU
SKRIPSI
Oleh:
FERBINA MALEMTA GINTING 100306026
PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PEMANFAATAN AMPAS SAGU FERMENTASI DAN NON
FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS
AYAM KAMPUNG (
Gallus domesticus
)
UMUR 12 MINGGU
SKRIPSI
Oleh:
FERBINA MALEMTA GINTING 100306026/PETERNAKAN
Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di FakultasPertanian
Universitas Sumatera Utara
PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Judul : Pemanfaatan Ampas Sagu Fermentasi dan Non Fermentasi
dalam Ransum terhadap Karkas Ayam Kampung (Gallus domesticus) Umur 12 Minggu
Nama : Ferbina Malemta Ginting NIM : 100306026
Program Studi : Peternakan
Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing
Dr. Ir. Nurzainah Ginting, M.Sc Ir. Iskandar Sembiring, MM. Ketua Anggota
Mengetahui,
Dr. Ir. Ma’ruf Tafsin, M.Si Ketua Program Studi Peternakan
ABSTRAK
FERBINA MALEMTA GINTING, 2014: “Pemanfaatan Ampas Sagu
Fermentasi dan Non Fermentasi dalam Ransum terhadap Karkas Ayam Kampung (Gallus domesticus) Umur 12 minggu”. Dibimbing oleh Nurzainah Ginting dan
Iskandar Sembiring.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ampas sagu fermentasi dan non fermentasi terhadap karkas ayam kampung umur 12 minggu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2014 menggunakan 100 ekor DOC ayam kampung. Rancangan yang dipakai dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap(RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0: ransum dengan 30% ampas sagu fermentasi dan 0% non fermentasi, P1: ransum dengan 22,5% ampas sagu fermentasi dan 7,5% non fermentasi, P2: ransum dengan 15% ampas sagu fermentasi dan 15% non fermentasi, P3: ransum dengan 7,5% ampas sagu fermentasi dan 22,5% non fermentasi, P4: ransum dengan 0% ampas sagu fermentasi dan 30% non fermentasi. Parameter yang diteliti adalah bobot karkas, persentase karkas dan bobot non karkas.
Hasil penelitian menunjukkan rataan bobot karkas (g) P0:667,50, P1:614,50, P2:645,30, P3:627,65 dan P4:640,15. Rataan persentase karkas (%) P0:71,02, P1:70,51, P2:75,35, P3:70,41 dan P4:70,42. Rataan bobot non karkas (g) P0:257,45, P1:256,9 , P2:247,1, P3:248,05 dan P4:255,75 . Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah ampas sagu dalam ransum memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P≥0,05) terhadap bobot karkas, persentase karkas dan bobot non karkas. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa limbah ampas sagu non fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif dalam ransum ayam kampung sampai level 30%.
ABSTRACT
FERBINA MALEMTA GINTING, 2014:"Utilization of Fermented Sago Waste and Non Fermented on carcass in theration of Native Chicken (Gallus domesticus) Age 12 weeks". Guided by Nurzainah Ginting and Iskandar Sembiring. The study objectives to determine the utilization fermented of sago waste and non fermented of chicken carcass age of 12 weeks. Research was conducted at the Laboratory of Animal Biology Animal Husbandry Studies Program Faculty of Agriculture, University of North was Sumatra from July to October 2014 and were used 100 DOC. The design used in the study was completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Treatments were consisted of P0: 30% ration with sago waste fermentation and 0% non-fermented, P1: 22.5% ration with sago waste fermented and non-fermented 7.5%, P2:15% ration with sago waste fermentated and 15% of non-fermentated, P3: 7.5% ration with sago waste fermented and non-fermented 22.5%, P4:0% ration with sago waste fermented and non-fermented 30%. The parameters were carcass weight, carcass percentage and non-carcass weight.
The results showed the average carcass weight (g) P0: 667.50, P1: 614.50, P2: 645.30, P3: 627.65 and P4: 640.15. Mean carcass percentage(%)
P0: 71.02, P1: 70.51, P2: 75.35, P3: 70.41 and P4: 70.42. The average of non carcass weight (g) P0: 257.45, P1: 256.9, P2: 247.1, P3: 248.05 and P4: 255.75. Results of analysis of variance showed that the utilization of sago waste in rations give no significantly different effect (P≥0,05) on carcass weight, carcass
percentage and non-carcass weight. The conclusion from this study that non-fermented sago waste can be used as an alternative feed ingredient
in chicken feed to the level of 30%.
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 20 November 1992 dari ayah
Rasad Ginting dan ibu Rosmawati br. Gurusinga. Penulis merupakan anak
pertama dari empat bersaudara.
Tahun 2010 penulis lulus dari SMA Negeri 1 Pancur Batu dan pada tahun
yang sama masuk ke Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas
Sumatra Utara melalui jalur ujian tertulis Ujian Masuk Bersama Perguruan Negeri
Tinggi (UMB-PTN).
Selama mengikuti perkuliahan penulis aktif dalam organisasi Ikatan
Mahasiswa Peternakan (IMAPET) dan aktif dalam organisasi Ikatan Mahasiswa
Katolik (IMK) dan aktif dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA).
Penulis melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di PT. Putra Indo
Mandiri Sejahtera (PIMS) di Desa Jaranguda Kecamatan Berastagi Kabupaten
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul “Pemanfaatan Ampas Sagu Fermentasi dan Non Fermentasi dalam
Ransum terhadap Karkas Ayam Kampung (Gallus domesticus) Umur 12 Minggu”.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada
orang tua atas doa, semangat dan pengorbanan materil maupun moril yang telah
diberikan selama ini. Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada
Ibu Nurzainah Ginting selaku ketua komisi pembimbing dan
Bapak Iskandar Sembiring selaku anggota komisi pembimbing. Penulis juga
ucapkan terima kasih kepada semua rekan mahasiswa yang tak dapat disebutkan
satu per satu disini yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini..
Penulis sebagai manusia biasa tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu,
penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi
DAFTAR ISI
TujuanPenelitian ... 4
HipotesisPenelitian ... 4
KegunaanPenelitian ... 4
TINJAUAN PUSTAKA Ayam Kampung ... 5
Karakteristik Ayam Kampung ... 6
Kebutuhan Nutrisi Ayam Kampung ... 6
Potensi Ampas Sagu Sebagai Pakan... 8
Bahan Pakan Penyusun Ransum... 11
Bungkil Kelapa ... 11
Probiotik Starbio ... 14
Sistem Pencernaan Ayam Kampung ... 16
Parameter Penelitian... ... 17
Karkas Ayam Kampung ... 17
Persentase Karkas ... 18
Non Karkas Ayam Kampung ... 19
BAHAN DAN METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ... 20
Bahan ... 20
Alat ... 20
Metode Penelitian ... 21
Parameter Penelitian... ... 22
Pelaksanaan Penelitian... ... 22
HASIL DAN PEMBAHASAN Bobot Karkas ... 26
Persentase Karkas ... 28
Bobot Non Karkas ... 31
Rekapitulasi Hasil Penelitian ... 33
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ... 34
Saran ... 34
DAFTAR PUSTAKA ... 35
DAFTAR GAMBAR
No. Hal
DAFTAR TABEL
No. Hal.
1. Kebutuhan Gizi Ayam Kampung (%) ... 7
2. Kebutuhan Pakan Ayam Kampung (gram) ... 8
3. Kandungan Zat Nutrisi Ampas Sagu (%) ... 10
4. Kandungan Nutrisi Bungkil Kelapa (%) ... 11
5. Kandungan Nutrisi Tepung Ikan (%) ... 11
6. Kandungan Nutrisi Bungkil Kedelai (%) ... 12
7. Kandungan Nutrisi Jagung (%) ... 12
DAFTAR LAMPIRAN
No. Hal.
1. Rataan Bobot Potong Ayam Kampung (gram) ... 40
2. Analisis Sidik Ragam Bobot Potong Ayam Kampung ... 40
3. Rataan Bobot Karkas Ayam Kampung (gram) ... 40
4. Analisis Sidik Ragam Bobot Karkas Ayam Kampung ... 40
5. Rataan Persentase Karkas Ayam Kampung (%) ... 41
6. Analisis Sidik Ragam Persentase Karkas Ayam Kampung ... 41
7. Rataan Bobot Non Karkas (kepala) Ayam Kampung (gram) ... 41
8. Analisis Sidik Ragam Bobot Non Karkas (kepala) Ayam Kampung ... 41
9. Rataan Bobot Non Karkas (organ dalam) Ayam Kampung (gram) ... 42
10. Analisis Sidik Ragam Bobot Non Karkas (organ dalam) Ayam Kampung ... 42
11. Rataan Bobot Non Karkas (kaki) Ayam Kampung (gram) ... 42
12. Analisis Sidik Ragam Bobot Non Karkas (kaki) Ayam Kampung ... 42
13. Rataan Bobot Non Karkas (darah) Ayam Kampung (gram) ... 43
14. Analisis Sidik Ragam Bobot Non Karkas (darah) Ayam Kampung ... 43
15. Rataan Bobot Non Karkas (bulu) Ayam Kampung (gram) ... 43
16. Analisis Sidik Ragam Bobot Non Karkas (bulu) Ayam Kampung ... 43
17. Konsumsi Ransum Selama Penelitian (gram/ekor/hari) ... 44
18. Rataan Konsumsi Ransum Selama Penelitian (gram/ekor/hari) ... 44
19. Analisis Sidik Ragam Konsumsi Ransum Selama Penelitian ... 44
20. Perambahan Bobot Badan Selama Penelitian (gram/ekor/hari) ... 45
21. Rataan Perambahan Bobot Badan Selama Penelitian (gram/ekor/hari) ... 45
22. Analisis Sidik Ragam PBB Selama Peneliian ... 45
23. Pembuatan Ampas Sagu Fermentasi ... 46
24. Kandungan Nutrisi Masing-masing Bahan Pakan ... 47