• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengaruh Jumlah Petani Ikan dan Luas Areal Budidaya Perikanan Terhadap Jumlah Produksi Ikan Air Tawar Di Kab. Deli Serdang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Analisis Pengaruh Jumlah Petani Ikan dan Luas Areal Budidaya Perikanan Terhadap Jumlah Produksi Ikan Air Tawar Di Kab. Deli Serdang"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Analisis Regresi

Istilah regresi pertama kali digunakan oleh Francis Galton. Dalam papernya yang terkenal Galton menemukan bahwa meskipun terdapat tendensi atau kecenderungan bahwa orang tua yang tinggi akan mempunyai anak yang tinggi dan orang tua yang pendek akan mempunyai anak yang pendek juga, tetapi rata-rata tinggi badan anak yang lahir dari orang tua dengan tinggi badan tertentu cenderung bergerak atau regress ke arah rata-rata tinggi badan anak seluruh populasi tersebut (Hakim Abdul, 2004).

Analisis regresi (regression analysis) merupakan suatu teknik (technique) untuk membangun persamaan garis lurus dan menggunakan persamaan tersebut untuk membuat perkiraan (prediction). Model matematis dalam menjelaskan hubungan antarvariabel dalam analisis regresi menggunakan persamaan regresi. Persamaan regresi (regression equation) adalah suatu persamaan matematis yang mendefenisikan hubungan antar dua variabel (Algifari, 2000).

(2)

terikat adalah variabel yang nilai-nilainya bergantung pada variabel lainnya, biasanya disimbolkan dengan Y. Variabel itu merupakan variabel yang diramalkan atau menerangkan nilainya (Hasan, 1999).

Untuk mempelajari hubungan-hubungan antara beberapa variabel analisis regresi dapat dilihat dari dua bentuk yaitu :

1. Analisis Regresi Linier Sederhana (Simple Analysis Regression) 2. Analisis Regresi Linier Berganda (Multiple Analysis Regression).

2.1.1 Regresi Linier Sederhana

Regresi linier sederhana merupakan suatu prosedur untuk menunjukkan dua hubungan matematis dalam bentuk persamaan antara dua variabel, yaitu variabel bebas (X) variabel terikat (Y).Bentuk umum persamaan regresi linier sederhana adalah :

& ... (2.1)

Keterangan :

= nilai estimasi Y

a = intersep (titik potong kurva terhadap sumbu Y)

b = kemiringan atau slop kurva linier

X = Variabel bebas (variable independent).

(3)

a. Mencari nilai konstanta a

&

... (2.2)

b. Mencari nilai konstanta b

... (2.3)

2.1.2 Regresi Linier Berganda

Regresi linier berganda merupakan suatu linier yang menjelaskan ada tidaknya suatu hubungan fungsional dan meramalkan pengaruh dua variabel bebas (X) atau lebih terhadap variabel terikat (Y). Bentuk umum persamaan regresi linier berganda adalah:

... (2.4)

Keterangan:

= nilai estimasi Y

= nilai Y pada perpotongan antara garis linier dengan sumbu vertikal Y

= slope yang berhubungan dengan variabel dan = nilai variabel bebas (independent) dan .

(4)

... (2.5)

Untuk menentukan besarnya dan yang terdapat pada persamaan tersebut dapat menggunakan metode skor deviasi berikut :

... (2.6)

... (2.7)

... (2.8)

... (2.9)

... (2.10)

... (2.11)

... (2.12)

... (2.13)

... (2.14)

Selanjutnya hasil perhitungan tersebut dimasukkan ke dalam rumus di bawah ini: a. Menghitung nilai konstanta b1

(5)

b. Menghitung nilai konstanta b2

=

... (2.16)

c. Menghitung nilai konstanta b0

=

... (2.17)

Setelah menentukan persamaan liniernya langkah selanjutnya adalah menentukan kekeliruan baku (standard error). Menurut Hasan (1999) kekeliruan baku (standard error) adalah angka atau indeks yang digunakan untuk menduga ketepatan suatu penduga atau mengukur jumlah variasi titik-titik observasi di sekitar garis regresi. Rumus untuk menghitung standard error adalah:

'

(

'

)

#

" ... (2.18)

Keterangan:

'

) =kekeliruan baku (standard error)

n =jumlah data

(6)

2.2 Analisis Korelasi

Analisis korelasi adalah suatu bentuk analisis data dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan atau bentuk arah hubungan di antara dua variabel dan besarnya pengaruh yang disebabkan oleh variabel yang satu (variabel bebas) terhadap variabel lainnya (variabel terikat). Untuk statistik yang dapat menggambarkan hubungan antara suatu variabel dengan variabel lain adalah koefisien determinasi dan koefisien korelasi. Koefisien determinasi diberi simbol

r2atau R2dan koefisien korelasi diberi simbol ratau R(Syofian, 2013).

2.2.1 Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi adalah bilangan yang menyatakan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga dapat menentukan arah hubungan dari kedua variabel. Nilai korelasi ! * + , + * untuk kekuatan hubungan nilai koefisien korelasi berada di antara -1 sampai 1 sedangkan untuk arah dinyatakan dalam bentuk positif (+) dan negatif (-). Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:

- #. /. ... (2.19)

Menurut Hasan (1999) koefisien korelasi yang terjadi dapat berupa :

(7)

2. Korelasi negatif adalah korelasi dari dua variabel, yaitu apabila variabel yang satu (X) meningkat maka variabel yang lainnya (Y) cenderung menurun.

3. Tidak ada terjadinya korelasi apabilakedua variabel (X dan Y) tidak menunjukkanadanya hubungan.

4. Korelasi sempurna adalah korelasi dua variabel, yaitu apabila kenaikan atau penurunan variabel yang satu (X)berbanding dengan kenaikan atau penurunan variabel yang lainnya (Y).

Koefisien korelasi (r) berdasarkan sekumpulan data (Xi dan Yi) berukuran

n dapat pula ditentukan dengan menggunakan rumus:

!

" " " "

#$ " " %$ " " % ... (2.20)

Keterangan :

! = koefisien korelasi

n = jumlah data

= variabel bebas (independent) = variabel terikat (dependent).

Korelasi antara variabel dibedakan atas tiga jenis, yaitu : 1. Korelasi Positif

(8)

2. Korelasi Negatif

Perubahan antara variabel berlawanan, artinya apabila variabel yang satu meningkat, maka variabel yang lain mengalami penurunan.

3. Korelasi Nihil

Terjadi apabila perubahan pada variabel yang satu diikuti pada perubahan yang lain dengan arah yang tidak teratur.

Tabel 2.1 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0 Tidak ada korelasi

1 Sangat tinggi (korelasi sempurna)

2.2.2 Koefisien Determinasi

(9)

-

-

... (2.21)

2.3 Uji Keberartian Regresi Linier Berganda

Uji keberartian digunakan untuk mengetahui apakah sekelompok variabel bebas secara bersamaan mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat. Pada dasarnya pengujian hipotesa tentang parameter koefisien regresi secara keseluruhan adalah dengan menggunakan uji F.

Uji linieritas garis regresi juga dilakukan dengan menghitung nilai F, yaitu dengan mempergunakan hipotesis nol 0 . Jika nilai Fhitung<F (0,05), garis regresi data yang bersangkutan dinyatakan linier. Sebaliknya, jika nilai Fhitung<F (0,05), garis regresi itu berarti tidak linier, dan sebagai konsekuensinya data tersebut harus dibuat menjadi regresi nonlinier.

2.3.1 Uji F (Simultan)

Tujuan dilakukannya pengujian hipotesis terhadap penerapan metode regresi linier berganda adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh secara simultan antara variabel bebas (X1dan X2) terhadap variabel terikat (Y).

12 34 5 67 7 89 6 9

(10)

Keterangan:

- : nilai korelasi antara X1 dan X2 terhadap Y

m : jumlah variabel bebas

n : jumlah data.

Maka langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut: 1. Membuat hipotesis dalam uraian kalimat

0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan

(bersama-sama) antara variabel bebas (X1dan X2) terhadap variabel terikat (Y).

0 : Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama)

antara variabel bebas (X1dan X2) terhadap variabel terikat (Y). 2. Membuat hipotesis dalam bentuk model statistik

0 : :; ,

0 : :; < ,

3. Menentukan taraf signifikan 4. Kaidah pengujian

Jika 12 34 5+ 13=.)>, maka 0 diterima

Jika12 34 5? 13=.)>, maka 0 ditolak. 5. MenghitungFhitung dan Ftabel

1

2 34 5 67 7 89 67 7 89

Menentukan nilai Ftabel

(11)

13=.)> 1@ A = A .

Keterangan:

dka : jumlah variabel bebas (pembilang)

dkb : n-m-1 (penyebut).

6. Membandingkan Ftabel dan Fhitung

Tujuan membandingkan antara Ftabel dan Fhitung adalah untuk mengetahui apakah H0 ditolak atau diterima berdasarkan kaidah pengujian.

7. Mengambil keputusan Menerima atau menolak H0.

2.3.2Uji t (Parsial)

Tujuan dilakukan uji signifikansi secara parsial dua variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent) adalah untuk mengukur secara terpisah dampak yang ditimbulkan dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun rumus untuk mencari thitung adalah:

B

2 34 5 C."

D"

... (2.23)

Keterangan:

bi = nilai konstanta

Sbi =standard error.

(12)

1. Menghitung nilai Standar Error (Sbi)

2. Menghitung nilai standar deviasi regresi linier berganda (SX1X2)

• Menentukan nilai varian

'

E. 9 /. ... (2.26)

• Menentukan nilai deviasi standar

' #

'

J* J ... (2.27)

Keterangan :

' = standar deviasi regresi berganda

n = jumlah data

m = jumlah variabel bebas.

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : 1. Membuat hipotesis dalam uraian kalimat

0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara

(13)

0 : Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel

bebas (X1dan X2) terhadap variabel terikat (Y). 2. Membuat hipotesis dalam bentuk model statistik

0 : :; ,

0 : :; < ,

di mana : :; koefisien yang akan diuji.

3. Menentukan taraf signifikan ( ) 4. Kaidah pengujian

Jika B3=.)> + B2 34 5+ B3=.)> maka 0 diterima

Jika B2 34 5? B3=.)>0 ditolak.

5. Menghitung

t

hitung dengan rumus :

B

2 34 5 C."

D"

6. Menentukan nilai ttabel

7. Nilai

t

tabel dapat dicari dengan menggunakan tabel t-student. Bila pengujian dua sisi, maka nilai dibagi 2.

B3=.)> BK

8. Membandingkan ttabel dan thitung

Tujuan membandingkan antara ttabel dan thitungadalah untuk mengetahui, apakah H0ditolak atau diterima berdasarkan kaidah pengujian.

Gambar

Tabel 2.1  Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r

Referensi

Dokumen terkait

Andi (Masuk Dalam Daftar Pencarian Orang/Dpo), setelah berbincang-bincang beberapa lama dengan terdakwa, sdr.Andi (Masuk Dalam Daftar Pencarian Orang/Dpo) meminta izin

1.4. Mempraktikan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bela diri secara berpasangan dengan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerja sama, kejujuran,

Peningkatan komitmen keorganisasian akan memengaruhi iklim organisasi, jika pegawai memiliki komitmen yang kuat terhadap organisasi. Maka pegawai akan dapat bekerja

Berdasarkan hasil studi, diusulkan rekomendasi peningkatan kematangan sistem interaksi pembelajaran di Fasilkom UEU dalam dua aspek, yaitu (a) Organisasi dan Manajemen

Perbedaan sudut pandang, alur cerita, serta variasi pergerakan karakter yang merupakan bagian dari narasi cerita membuat peneliti memillih menggunakan metode analisis naratif

Tabel 6 menunjukkan hasil dari pengukuran tinggi dan jarak dimana dari hasil pengukuran tersebut diperoleh hasil bahwa tinggi tiang dan jarak antar tiang PJU

Tergantung dari jenis mekanisme yang digerakkan turbin uap dapat digunakan.. pada berbagai bidang industri, seperti untuk

Riset yang dilakukan neuroscientists 20 tahun silam membuktikan bagaimana manusia akan bereaksi secara spontan tatkala menyaksikan seseorang terluka, didorong oleh