RISET STRATEGI ORGANISASI PENDIDIKAN
( PROPOSAL PENELITIAN )
BAB 1 : DASAR PEMIKIRAN
Knowing is half of the battle , demikian kata sebuah pepatah yang mewakili arti penting dari sebuah penelitian objektif.
Dalam sebuah organisasi pendidikan ungkapan tadi dapat ditejemahkan atau dapat difahami bahwa hanya dengan memahami keadaan secara objektif akan dapat diperoleh
knowledge yang benar-benar berstrata praxis atau belief 1 yang dapat dipercaya untuk membuat organisasi pendidikan bisa meraih tujuannya mencetak lulusan yang bermutu.
Dari itu, bagi organisasi pendidikan yang sedang punya hajat untuk melakukan revitalisasi dan fine-tuning organisasi agar bisa tetap bertahan dalam sisi baiknya, dan bisa punya inovasi pada sisi positif serta bisa punya koreksi memupus sisi buruk, satu dari dua langkah yang pasti dibutuhkan adalah dengan mau
melakukan riset objektif terhadap organisasinya sendiri. Agar dengan hasil riset itu organisasi akan dapat mengetahui apa saja modal kekuatan internal yang dapat dimanfaatkan demi inovasi atau demi koreksi perbaikan terhadap kekurangan di masa lalu.
Seluruh sistim manajemen, baik itu manajemen sistim terbuka, manajemen sistim sibernetis, manajemen organisasi belajar, manajemen penjaminan mutu, maupun manajemen ISO,
semuanya sama akan membenarkan tentang perlunya sebuah organisasi pendidikan untuk selalu membuat riset demi adaptasi terhadap perkembangan zaman, koreksi terhadap kekeliruan yang terlanjur, serta inovasi untuk menghadirkan pembaruan yang membawa keunggulan.
BAB 2 : EMPAT RISET YANG SANGAT PENTING
Sebagai Organisasi yang bergerak dalam kerja dakwah melalui pendidikan, ada empat komponen organisasi YHK harus segera difahami sebagai prioritas. Yaitu ; 1. Potensi budaya organisasi, 2. Potensi guru, 3. Potensi lingkungan hidup organisasi, dan 4.
Potensi siwa atau peserta didik.
Ad-1 : Riset Potensi Budaya Organisasi
memfungsikan organisasi tanpa menabrak sisi alamiah maupun tradisi kebiasaan yang ada. Empat tipe potensial dari budaya organisasi yang terdiri dari pola managerial dan pola
kepemimpinan yang terdiri dari tipe Clan atau kesukuan, Tipe hirarkis birokratis, tipe Adhok tim kerja atau tipe orientasi market biasanya akan beraduk dengan sebuah kecenderungan praktik kepada salah satu tipe.
Berdasar temuan kecenderungan tipe budaya organisasi itu kita tidak akan bekerja untuk menilai baik atau buruk dari tiap tipe budaya yang akan kita temukan sedang menjadi kecenderungan praktik manajemen di YHK. Tapi yang akan kita lakukan adalah lebih kepada memanfaatkan kondisi budaya manajerial yang ada agar bisa bermanfaat maksimum bagi keberhasilan organisasi meraih tujuan serta efisiensi dalam pelaksanaan meraih tujuan itu, PLUS perubahan peubahan yang masih bisa ditempuh untuk memperbaiki keadaan secara bertahap tanpa harus melalui proses yang justru bisa membuat organisasi menjadi kesakitan seperti orang yang sedang operasi tanpa obat bius.
Ad-2 : Riset Potensi Guru
Pemahaman tentang Guru akan mengantarkan kita kepada
mempresentasikan atau menghadirkan ‘tayangan pengetahuan’ di hadapan anak didiknya, tapi pada saat yang sama ternyata pengetahuan itu tidak banyak berhasil mencetak atau
membentuk volume dan kepadatan kognisi yang diinginkan terjadi pada benak anak didik.
Di antara potensi guru yang harus didefinisikan melalui riset objektif adalah: 1. inward journey setiap pribadi guru dalam mendefinisikan profesi guru sebagai profesi pilihannya, 2. Kemampuan guru membangun rasa percaya diri anak didik. 3. Kemampuan guru membangun suasana akrab dan kolaboratif di antara siswa dan antara siswa dan guru, serta 4. Kemampuan guru membangun rekayasa –stimulasi arah rasa ingin tahu dan pelayanan bimbingan membawa anak-anak menemukan
‘jawaban rasa ingin tahu yang tadi telah ia bentuk.
Ad-3 : Riset Potensi Lingkungan Organisasi
Lingkungan adalah medium tumbuh bagi setiap makhluk hidup termasuk manusia. Sebab dari lingkungan itulah akan terstimulasi arah maupun kecepatan pertumbuhan nalar anak didik agar
menjadi tersistimatisasi dan terbentuk sebagai pengetahuan ilmiah.
Perbedaan antara pengetahuan ilmiah dari pengetahuan sehari-hari dalam benak manusia adalah dalam 5 soal : (1) basis
secara sistimatis menjadi piramida koherensi , (4) memiliki keberlakuan umum atau dapat diterapkan, dan (5) dapat di uji kebenarannya melalui penelitian ilmiah berikutnya . Karena itu pula, yang paling mendasar dalam proses pembentukan struktur kognisi anak didik sebenarnya adalah setiap elemen dari
lingkungan atau environment sekolah. Sebab berdasar seting environment itu akan bekerja mekanisme logika sain observasi sebagai pijakan paling dasar dan paling kokoh dari setiap poin pengetahuan yang dimiliki anak didik.
Yang akan diriset dan ditemukan dari riset ini adalah
menginventarisir potensi keteraturan lingkungan yang bersifat mendukung atau bisa difungsikan mendukung bagi : (i) akselarasi belajar, (ii) ikon pengingat materi pengetahuan, (iii) ikon
penjelasan arti dan mana dari koherensi logis atau tafsir teoritis dari setiap butir pengetahuan yang dimiliki siswa agar menjadi pengetahuan yang korespondentif atau punya kaitan realita2
Ad-3 : Riset Potensi Siswa
Dalam seluruh metode pembelajaran paling modern, yang paling penting dan paling utama dari setiap proses pendidikan adalah mengenali Potensi dari Peserta Didik atau Siswa.
Berbagai program pendidikan seperti NCLB3 , atau Education for All , Development Appropriate Programe, Global Partnership for 21 Century4, maupun program pendidikan Findlandia dan
Norwegya yang sekarang sedang jadi panutan pemerintah Indonesia, kesemuanya punya keyakinan sama : “kenalilah Potensi Siswa …!”.
BAB 3 : PEMANFAATAN HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian dan analisisnya menjadi hak miliki YHK dan akan bisa digunakan oleh YHK dalam pengembangan kekuatan
Organisasi. Penerapan dari hasil penelitian ini juga akan disertai oleh pendampingan bimbingan penerapan oleh praktisi peneliti lapangan berdasar bimbingan dari pakar dan tim ahli.
BAB 3 : Pelaksana Riset dan Narasumber Analisis Ahli
1. Pelaksana riset adalah praktisi peneliti lapangan : m. andi. k 2. Tenaga ahli konsultasi dan analisis hasil penelitian :
a. Dr. Ibnu Hammad (konsultan kemdikbud)
b. Wara Novella M.M. (konsultan es-de-em Kemenpera bidang analisis budaya organisasi)
3 No Children Left Behind, adalah program pendidikan yang berusaha mengatasi hambatan hambatan multi cultural di Amerika. Persoalan yang berusaha dihadapi dengan program ini adalah persoalan yang sama persis dengan yang sedang dihaapi oleh Indonesia. Hanya saja, karena program ini sangat mahal maka pemerintah Indonesia tidak mungkin melaksanakannya secara ideal.
c. Iskandar M.Si. (Widyaiswara / konsultan tetap training guru Kemenag)
d. Yosef Hendra (konsultan KSBS)
e. Yan Sumaryana (tenaga analis sosiologis)
BAB 4 : KONTRAK KERJASAMA
Kerjasama ini adalah kerjasama bisnis dan sosial kemanusiaan. Secara bisnis kerjasama ini harus menyertakan seluruh
pembiayaan : (a) proses penelitian, pengolahan, presentasi, serta pengarahan penerapan hasil penelitian bagi kekuatan organisasi pendidikan, serta (b) honor bagi tenaga praktisi dan konsultan ahli. Secara sosial, kerjasama ini sangat dapat untuk tidak murni bisnis dan deal untuk bekerjasama dengan nilai yang tidak harga penuh.
BAB 5 : PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN PENGAJUAN PROPOSAL
Melalui proposal ini, secara resmi diajukan jawaban terhadap penawaran kerjasama yang ditawarkan oleh kami.
Diajukan oleh :
M. Andi. K
BIBLIOGRAFI
Douglas Soccio, Archetypes of Wisdom, Wadsworth, CA, 2009.
Lee, Soon Ah., Trajectories Toward Becoming A Teacher, Dissertation. University of Texas. 2011.
Sistim Penjaminan Mutu Universitas Indonesia. 2012.
Sistim Penjaminan Mutu Universitas Islam Indonesia. 2012.
Dokumen ISO 9001 SMA-1 Pekalongan, 2012.
Dokumen ISO 9001 SMK-1 Pakong Madura. 2010.
NCLB, Executive Summary, US Departement of Education. 2004.
Xihe Zhu , examining the relation between student expectancy-value motivation, achievement in middle school …., Dissertation, University of Maryland. 2009.