RANCANGAN PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH
(Prinsip Kerja Sel Volta “Baterai kentang”)
Dosen:
Prof. Dr. Liliasari, M.Pd.
Anggun Dwi Anggar Jati 1302427
KELAS A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
SEKOLAH PASCASARJANA
RANCANGAN PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH (Baterai kentang)
Tahapan Aktivitas Evaluasi
Merumuskan masalah
Siswa mengamati gambar yang diperlihatkan oleh guru.
Siswa diberi permasalahan mengenai penyebab lampu dapat
menyala.
“Mengapa lampu tersebut dapat menyala?”
Arus listrik dapat mengalir jika terjadi ... ....
Jawab:
Arus Listrik dapat terjadi karena adanya muatan muatan listrik yang mengalir dari potensial tinggi ke rendah. Beda Potensial menyebabkan terjadinya aliran muatan, karena ada muatan yang mengalir, terjadilah arus listrik
Merancang strategi pemecahan masalah
Siswa berkumpul secara berkelompok sesuai dengan
pembagian guru. (terdiri dari 4-5 orang tiap kelompok)
Siswa mencari informasi dari buku dan berbagai sumber
lainnya.
Siswa mendiskusikan hasil pencariannya dengan kelompok
masing-masing.
informasi
“Lampu tersebut dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir. Seperti halnya baterai lampu senter, kentang dan lempengan-lempengan itu pun menghasilkan arus listrik walaupun sangat lemah. Getah kentang mempengaruhi logam-logam itu secara kimiawi layaknya larutan elektrolit dalam aki. Uang logam berwarna kuning dan paku dapat bertindak sebagai elektroda . Ketika kedua elektroda tersebut di tancapkan, maka akan terjadi perpindahan elektron yang mengakibatkan terjadinya arus listirk. Bila dua eletroda, yang dibuat dari seng dan tembaga, ditancapkan ke tubuh kentang segar, terjadilah reaksi elektrokimia yang menghasilkan arus listrik. Sejumlah kecil senyawa garam dalam kentang memungkinkan tersedianya ion-ion bebas, yang kemudian terkumpul di kedua kutub elektroda tersebut.
Berdasarkan data diatas, lempeng Zn dan Cu bertindak sebagai …. Dan ….
Mengorganisasikan data
Setiap kelompok dengan bimbingan guru mendiskusikan
hasil temuan tentang baterai kentang (diskusi kelas).
Melaporkan temuan
Siswa melaporkan temuan bahwa:
Kentang dapat digunakan sebagai baterai alam
Getah kentang dapat berfungsi seperti larutan elektrolit yang
terdapat dalam aki.
Pembuatan baterai kentang sama dengan prinsip kerja aki
yang merupakan sel volta.
Merumuskan masalah Siswa diberi permasalahan mengenai banyaknya kentang yang dibutuhkan untuk membuat lampu LED menyala dan
besar tegangan dari variasi jumlah kentang.
“Berapakah jumlah kentang yang dibutuhkan untuk membuat lampu LED menyala?”
“Berapakah besar tegangan yang dihasilkan dari variasi jumlah kentang yang dirangkai seri ?”
Merancang strategi pemecahan masalah
Siswa masih berkumpul secara berkelompok sesuai
dengan pembagian guru.
Siswa melakukan percobaan.
Siswa mendiskusikan hasil percobaan dengan kelompok
masing-masing. 2 2 buah Tidak menyala 1.1 v
3 3 buah Menyala 1.7 v
4 4 buah Menyala 2.2 v
5 5 buah Menyala 2.7 v
Faktor apa saja yang mempengaruhi besar tegangan listrik yang dihasilkan?
Mengorganisasikan data
Siswa secara berkelompok mendiskusikan informasi yang
telah dikumpulkan.
Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami
Melaporkan temuan
Siswa melaporkan temuan bahwa:
Dibutuhkan lebih dari satu buah kentang untuk membuat
lampu LED menyala.
voltase dari kentang tersebut dapat diuji dengan
menggunakan multimeter
Tanpa elektroda kentang tidak dapat menghidupkan
lampu, walaupun kentang telah diketahui dapat
menghasilkan arus listrik. arus listrik dapat dihantarkan melalui seng (katoda) dan tembaga (anoda)
Mengapa dalam praktikum ini kentang disusun secara seri?
Merumuskan masalah
Siswa diberi permasalahan kembali mengenai buah-buahan
yang dapat digunakan dalam membuat baterai alami.
“Selain kentang, alternatif buah apa saja yang dapat ditawarkan untuk membuat baterai alami? Bagaimana sayuran?”
Merancang strategi pemecahan masalah
Siswa masih berkumpul secara berkelompok sesuai
dengan pembagian guru.
Siswa mencari informasi dari buku dan berbagai sumber
lainnya.
Siswa mendiskusikan hasil pencariannya dengan
kelompok masing-masing.
Mengumpulkan informasi
Siswa mengumpulkan informasi:
“batu baterai bersifat asam, sehingga buah yang bersifat asam dapat menjadi elektrolit. selain kentang, buah lain yang dapat menghasilkan listrik adalah jeruk, markisa, belimbing, kulit pisang, seperti percobaan yang dilakukan oleh wasis Sucipto, S.Pd (2007) dan buah atau sayuran yang memiliki sifat elektrolit
Menurut Anda apakah kelebihan dan kelemahan dari baterai alami?
Mengorganisasikan data
Siswa secara berkelompok mendiskusikan informasi yang
telah dikumpulkan.
Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami
terkait baterai jeruk dan materi sel volta, dan
mendiskusikannya dalam kelompok besar (diskusi kelas).
Melaporkan temuan
Siswa melaporkan temuan bahwa:
Buah dan sayuran yang bersifat asam dapat dibuat menjadi