• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I V blm FIX

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB I V blm FIX"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Musik merupakan salah satu jenis seni. beberapa termasuk seni murni dan beberapa merupakan seni terapan. Seni murni merupakan seni yang mengutamakan unsur keindahan. Sedangkan seni terapan merupakan seni yang mengutamakan guna pakai, contohnya musik untuk mengiringi drama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 602)

Musik adalah: ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan, nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu) .

Musik dibagi menjadi dua, yaitu musik vokal dan musik instrumental. Musik vokal adalah musik yang mengandalkan suara manusia. Sedangkan musik instrumental adalah musik yang mengandalkan suara instrument atau alat musik seperti gitar, piano, biola, dan lain-lain. Dengan kata lain musik instrumental adalah suatu komposisi atau rekaman musik tanpa lirik atau musik vokal rdalam bentuk apapun; semua musik dihasilkan melalui alat musik.1Jadi, suara yang dihasilkan hanyalah suara dari alat musik.

Tidak banyak orang yang senang mendengarkan musik instrumental. Padahal, musik instrumental disinyalir memiliki banyak manfaat. Diantaranya adalah membuat suasana hati lebih rileks, menurunkan tekanan darah, meningkatkan daya tahan tubuh, memfokuskan pikiran, dan meningkatkan kemampuan otak2. Pada James Medical Center pada Ohio State

University, para ahli bedah sekarang ini banyak yang menggunakan musik instrumental untuk memberikan efek relaksasi kepada pasien selama proses pembedahan maupun setelah proses pembedahan tersebut. Cara tersebut sangat membantu demi kelangsungan pembedahan.

Pada hakikatnya, setiap orang berhak memilih jenis musik yang disukainya. Baik itu musik vokal mauun musik instrumental. Setiap orang yang memiliki jenis musik favorit, pasti memiliki alasan. Dimana alasan inilah yang menjawab pertanyaaan ‘mengapa’ yang kita ajukan. Mengapa menyukai musik jenis ini?. Ada berbagai macam alasan orang dalam

1 http://id.wikipedia.org/wiki/Instrumental( 10 oktober 2013 pukul 12:12 )

(2)

memilih jenis musik favorit. Misalnya, seseorang menyukai jenis musik instrumental karena nadanya yang menenangkan. Alasan ini tentunya sangat masuk akal. Karena ada beberapa musik instrumental yang memang mengalun dengan tenang hingga menimbulkan efek yang menenangkan.

Musik instrumental berbeda dengan musik pop, jazz, maupun dangdut. Musik jenis ini memiliki keunikan tersendiri. Yaitu, tidak terdapat suara vokal manusia. Sedangkan, kebanyakan musik pop, jazz, maupun dangdut selalu terdapat suara vokal manusia. Biasanya, musik instrumental disukai oleh kalangan menengah ke atas. Sedangkan kalangan menengah ke bawah, lebih suka mendengarkan musik dangdut, kroncong, dan lain sebagainya. Hal ini mengakibatkan musik instrumental diidentikan dengan kalangan menengah ke atas.

Dalam ilmu sosial, hal ini disebut dengan, pembagian kelas sosial. Kelas sosial didefinisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama, dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah.3 Secara sederhana, kelas sosial didefinisikan sebagai tingkatan status dalam

masyarakat. Status disini dapat berupa tingkat pendidikan, jabatan, harta kekayaan, maupun status sosial. Jika seseorang memiliki status yang tinggi, misalnya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, maka ia berada di dalam kelas yang memiliki tingkat pendidikan tinggi. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang memiliki tingkat pendidikan rendah, maka ia berada dalam kelas yang memiliki tingkat pendidikan rendah pula. Namun, tingkatan kelas sosial tidak mutlak atau bisa dikatakan relatif. Yang saya maksud kelas atas disini adalah segolongan orang yang memiliki tingkat pengetahuan atau pendidikan tinggi, sedangkan yang termasuk kelas menengah ke bawah adalah segolongan orang yang memiliki tingkat pengetahuan atau pendidikan yang menengah ke bawah.

Para siswa SMA N CMBBS termasuk golongan orang-orang yang memiliki pendidikan yang tinggi. Disamping itu, peneliti melihat tidak sedikit murid-murid SMA N CMBBS yang termasuk kaum borjuis. Karena banyak murid-murid SMA N CMBBS, yang notabene adalah sekolah berasrama dan terletak cukup jauh dari keramaian, yang menggunakan mobil pribadi sebagai sarana transportasi. Peneliti pun melihat dari pakaian dan atribut yang dikenakan oleh sebagian besar murid SMA N CMBBS. Kebanyakan mereka menggunakan pakaian dan atribut bermerk. Dimana hal itu menandakan bahwa mereka termasuk dalam kelas atas dalam kelas sosial. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa ada beberapa siswa SMA N

3 http://fajarnoverdi.blogspot.com/2012/03/kelas-sosial-dan-status-sosial-kelas.html

(3)

CMBBS yang termasuk kalangan menengah kebawah. Hal ini disebabkan oleh program sekolah SMA ini. Dimana terdapat jalur SKTM (surat keterangan tidak mampu) untuk masuk ke sekolah ini.

Peneliti melihat adanya suatu fenomena sosial yang berkaitan dengan kelas sosial. Dimana adanya suatu tingkatan tertentu dalam hal selera musik. Yaitu, bagaimana musik instrumental diidentikan dengan kalangan menengah keatas. Bagaimana musik instrumental menjadi symbol status sosial tertentu. Yaitu, kalangan menengah keatas. Maka dari itu, peneliti memutuskan untuk meneliti tentang : “ MUSIK INSTRUMENTAL UNTUK KAUM BORJUIS”

1.2 Permasalahan Penelitian

Musik bersifat mendunia. Artinya, tidak ada batasan apapun untuk menyukai musik. Semua orang boleh mendengarkan musik. Semua orang boleh menyukai musik. Dalam mendengarkan musik, pasti ada beberapa musik yang lebih sering didengarkan. Entah itu karena penyanyinya, konten lagu, genre, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, masih sedikit orang yang lebih sering mendengarkan musik instrumental. Baik musik instrumental asli maupun aransemen dari musik vokal. Dewasa ini, orang indonesia lebih suka mendengarkan lagu vokal daripada musik instrumental. Perkembangan musik instrumental yang kurang berkembang di indonesia, bisa jadi menjadi salah satu faktor. Walaupun, ada beberapa orang indonesia yang suka mendengarkan musik instrumental. Namun jumlahnya masih lebih banyak penyuka musik vokal. Dan peneliti melihat, hanyalah orang-orang yang memiliki kasta tinggi yang menyukai musik instrumental. Kasta tinggi disini, bukan hanya orang yang memiliki harta melimpah. Tetapi juga memiliki pendidikan yang cukup tinggi. Maka dari itu, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. bagaimana keberadaan musik instrumental di Indonesia?

2. Bagaimana musik instrumental diidentikan sebagai simbol status sosial?

(4)

Setiap orang di dunia ini, pasti pernah mendengarkan musik. Entah itu dari music player, di pesta pernikahan, di mobil, maupun di gereja. Musik ada dimana-mana. Namun, jenis musik yang diperdengarkan tentulah berbeda. Baik itu musik instrumental maupun musik vokal. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan. Musik instrumental lebih memberikan efek relaksasi. Sehingga, membuat pendengarnya lebih rileks. Sedangkan kebanyakan musik vokal lebih bersifat ceria. Walaupun, ada beberapa musik vokal yang melankolis. namun, musik vokal mengajak penikmatnya untuk ikut bernyanyi mengikuti irama lagu. Kebanyakan masyarakat pedesaan memilih musik dangdut agar bisa ikut berjoget bersama. Karena, hal ini yang dapat membuat mereka terhibur. Hal inilah salah satu hiburan bagi mereka. Sedangkan musik instrumental, lebih jarang diperdengarkan. Namun, pendengar musik instrumental, kebanyakan memilih jenis musik ini dengan tujuan yang sama. Yaitu untuk mendapatkan hiburan. Selain untuk mendapat hiburan, juga demi mendapat efek relaksasi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana musik instrumental diidentikan dengan kalangan menengah ke atas. Di mana musik instrumental hanya didengarkan oleh kalangan menengah ke atas. Mengapa hanya kalangan menengah ke atas saja yang mendengarkan musik instrumental. Di samping itu, peneliti ingin meneliti tentang bagaimana keberadaan musik instrumental di kalangan penikmat musik Indonesia. Apakah musik instrumental disukai oleh semua penikmat musik Indonesia atau hanyalah kalangan tertentu yang menikmati musik instrumental. Serta bagaimana persepsi masyarakat terhadap musik instrumental. Apa yang ada dalam benak masyarakat, ketika mendengar tentang musik instrumental.

1.4 Signifikansi Penelitian

(5)

siapapun, tidak hanya kalangan menengah ke atas, tetapi juga kalangan menengah ke bawah.

1.5 Telaah Pustaka

Dalam penelitian ini, peneliti menemukan penelitian terdahulu yang memiliki fokus yang sama dengan fokus yang sedang peneliti teliti. Penelitian itu berjudul “Pengaruh Musik Instrumental Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar”. Apakah dengan belajar matematika sambil mendengarkan musik instrumental dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian tersebut memiliki beberapa kelebihan. Pertama, penelitian tersebut bersifat lebih mendetail, penulis mencantumkan beberapa judul lagu musik instrumental pada penelitiannya. Kedua, hasil penelitian tersebut memberikan efek yang nyata bagi pembelajaran matematika. Penelitian tersebut juga memiliki beberapa kekurangan. Peneliti tersebut meneliti siswa sekolah dasar dengan memperdengarkan musik instrumental ketika pelajaran matematika berlangsung. Sedangkan, hasil pembelajaran matematika tidak tergantung pada saat pelajaran berlangsung. Karena ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar anak. Misalnya kemampuan dasar, ketekunan, gaya belajar, dan lain sebagainya. Seharusnya peneliti meneliti siswa dengan kemampuan dasar, ketekunan dan gaya belajar yang sama. Dengan begitu, akan didapatkan hasil yang akurat. Sedangkan, walaupun penelitian ini tidak memberikan efek nyata bagi penikmat musik Indonesia. Namun, penelitian ini sangat bermanfaat untuk membuka portal antara kelas menengah ke atas, dan kelas menengah ke bawah. Untuk lebih menjelaskan bahwa musik instrumental juga dapat didengarkan oleh kalangan menengah ke bawah. Karena tidak ada batasan dalam mendengarkan musik.

(6)

1.6.1 Pengertian

A. PENGERTIAN KELAS SOSIAL

Kelas sosial didefinisikan sebagai suatu strata ( lapisan ) orang-orang yang berkedudukan sama dalam kontinum ( rangkaian kesatuan ) status sosial. Definisi ini memberitahukan bahwa dalam masyarakat terdapat orang-orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama memiliki kedudukan social yang kurang lebih sama. Mereka yang memiliki kedudukan kurang lebih sama akan berada pada suatu lapisan yang kurang lebih sama pula.

Kelas sosial didefinisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama, dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kategori kelas sosial biasanya disusun dalam hierarki, yang berkisar dari status yang rendah sampai yang tinggi. Dengan demikian, para anggota kelas sosial tertentu merasa para anggota kelas sosial lainnya mempunyai status yang lebih tinggi maupun lebih rendah dari pada mereka. Aspek hierarkis kelas sosial penting bagi para pemasar.

Para konsumen membeli berbagai produk tertentu karena produk-produk ini disukai oleh anggota kelas sosial mereka sendiri maupun kelas yang lebih tinggi, dan para konsumen mungkin menghindari berbagai produk lain karena mereka merasa produk-produk tersebut adalah produk-produk-produk-produk “kelas yang lebih rendah”.Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial. Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup tertentu ( kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama ) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.

(7)

simbol-simbol keanggotaan kelas yang lebih tinggi, baik sebagai produk maupun sebagai hiasan dalam iklan yang ditargetkan pada audiens kelas sosial yang lebih rendah.

B. Klasifikasi Kelas Sosial

Pembagian Kelas Sosial berdasarkan status ekonomi terdiri atas 3 bagian. Menurut Aristoteles pembagian kelas sosial atau golongan sosial yaitu golongan pertama merupakan kelompok terkecil dalam masyarakat. Mereka terdiri dari pengusaha, tuan tanah dan bangsawan. Golongan kedua merupakan golongan yang cukup banyak terdapat di dalam masyarakat. Mereka terdiri dari para pedagang, dsbnya. Golongan ketiga merupakan golongan terbanyak dalam masyarakat. Mereka kebanyakan rakyat biasa.

Karl Marx juga membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yakni golongan kapitalis atau borjuis adalah mereka yang menguasai tanah dan alat produksi. Golongan menengah terdiri dari para pegawai pemerintah. Golongan proletar adalah mereka yang tidak memiliki tanah dan alat produksi. Termasuk didalamnya adalah kaum buruh atau pekerja pabrik. Menurut Karl Marx golongan menengah cenderung dimasukkan ke golongan kapatalis karena dalam kenyataannya golongan ini adalah pembela setia kaum kapitalis. Dengan demikian, dalam kenyataannya hanya terdapat dua golongan masyarakat, yakni golongan kapitalis atau borjuis dan golongan proletar.4

1.7 Metodeologi penelitian

1.7.1 Subjek dan Lokasi Penelitian

Musik adalah sebuah kesenian yang mendunia. Hampir semua orang di dunia ini suka mendengarkan musik. Baik itu musik vokal maupun musik instrumental. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap orang memiliki alasan dalam menyukai musik. Walaupun kebanyakan orang mendengarkan musik untuk mendapatkan hiburan.

(8)

berasal dari berbagai daerah. Ada yang berasal dari Tangerang, Cilegon, Serang, Pandeglang, sampai Lebak. Selain itu, para siswa juga memiliki latar belakang yang berbeda. Karena di SMA N CMBBS ini, siswanya memiliki latar belakang yang berbeda. Ada yang berasal dari kaum menengah ke bawah, dan tidak sedikit yang berasal dari kaum menengah ke atas. Maka dari itu, peneliti memutuskan untuk meneliti beberapa siswa SMA N CMBBS.

1.7.2 Peran Peneliti

Kebanyakan masyarakat Indonesia memilih musik vokal karena lebih dapat dimengerti. Karena musik vokal menyampaikan makna lewat lirik. Sedangkan musik instrumental menyampaikan makna dengan nada. Hal ini membuat musik instrumental lebih sulit untuk dibuat. Maka dari itu, kebanyakan komposer memilih musik jenis vokal. Walaupun begitu, tak sedikit yang menyukai musik instrumental karena mengandung makna yang lebih mendalam. Di penelitian ini, peneliti berperan sebagai warga dalam. Yaitu sebagai bagian dari subyek penelitian.

1.7.3 Teknik pengumpulan data

Peneliti akan melakukan teknik pengamatan. Dimana peneliti akan mengamati orang-orang yang menyukai musik instrumental. Disini, peneliti akan membagi orang-orang ke dalam 2 kelas, yaitu orang-orang penikmat musik instrumental dan selainnya. Peneliti akan mengamati apakah orang-orang penikmat musik instrumental berasal dari kalangan menengah keatas atau menengah kebawah. teknik ini dilakukan, karena peneliti tidak memungkinkan untuk mewawancarai narasumber tentang kelas sosialnya. Peneliti berfikir bahwa kelas sosial dapat diketahui hanya dengan pengamatan. Misalnya, pengamatan terhadap barang-barang yang digunakan, merk aksesoris, cara bicara, dan lain sebagainya. Karena peneliti berada di lingkungan yang sama dengan subyek peneliti, maka akan lebih mudah bagi peneliti untuk mengamati hal tersebut.

(9)

instrumental, maupun orang-orang penikmat musik selain musik instrumental. Alasan seseorang menyukai atau tidak menyukai musik instrumental.

Studi literatur juga teknik yang dapat membantu peneliti dalam melakukan penelitian ini. Untuk mendapatkan lebih banyak informasi, peneliti melakukan pencarian di web. Teknik ini sangat penting dalam mengetahui sesuatu yang tidak peneliti ketahui sebelumnya. Dengan melakukan teknik ini, peneliti akan memperoleh lebih banyak informasi. Informasi tersebut nantinya akan peneliti kembangkan lagi.

1.7.4 Instrumen Penelitian II Musik tanpa kata dalam seni musik

› Profil SMA N CMBBS

(10)

BAB 1

Berisi tentang pendahuluan. Mencakup latar belakang yang berisi penjelasan yang mendetail mengenai alasan peneliti dalam meneliti musik instrumental. Permasalahan penelitian atau pertanyaan penelitian yaitu, untuk memperjelas fokus yang akan diteliti. Tujuan penelitian, signifikasi atau manfaat penelitian, Telaah pustaka berisi perbandingan antara penelitian yang sedang diteliti dengan penelitian terdahulu yang memiliki fokus yang sama.Kerangka konsep atau landasan teori. Berisi teori-teori tentang variabel yang akan diteliti. Metodeologi

penelitian berisi lokasi, subjek, peran peneliti, dan prosedur pengumpulan data. Dan sistematika penelitian.

BAB II

Di dalam Bab ini, pertama-tama peneliti akan menjelaskan profil SMA N CMBBS. Peneliti akan membahas tentang bagaimana berdirinya sekolah ini. Selain itu peneliti juga akan membahas tentang siswa SMA N CMBBS ini. Pada subbab berikutnya peneliti akan membahas tentang jenis-jenis alat musik instrumental. Seperti musik vokal, musik instrumental memiliki jenis-jenis

BAB III

Setelah membahas tentang perkembangan musik instrumental di Indonesia, peneliti akan membahas tentang eksistensi musik instrumental di kalangan penikmat musik Indonesia. Bagaimana penikmat musik di Indonesia menyukai musik instrumental. Serta termasuk ke dalam kelas manakah penikmat musik instrumental. Siapa orang yang suka musik

instrumental. Dan siapa saja yang tidak terlalu menyukai musik jenis ini.

BAB IV

Dalam bab ini peneliti akan membahas tentang hubungan antara musik dengan simbol status. Bagaimana status dapat dinilai dari selera musik. Dalam hal ini, musik instrumental

diidentikan sebagai simbol status. Yaitu simbol status sosial tinggi. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

(11)

Berisi kesimpulan yang membahas tentang bagaimana musik instrumental diidentikan dengan kalangan menengah ke atas. Serta alasan pengidentikan tersebut. Pada bab ini juga berisi saran yang diberikan oleh guru pembimbing peneliti.

BAB II

(12)

SMA N CMBBS atau Sekolah Menengah Atas Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School adalah salah satu sekolah unggulan di Banten. Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah negeri yang menganut sistem asrama atau boarding school di Banten. Ini adalah suatu hal yang menarik. Biasanya, boarding school atau yang terkenal dengan sebutan boscho memisahkan antara laki-laki dan perempuan. Namun, di sekolah ini tidak. Karena sekolah ini merupakan sekolah negeri, maka laki-laki dan perempuan hanya dipisahkan oleh asrama. Walaupun begitu, tetap ada peraturan dalam hal hubungan antara perempuan atau yang biasa disebut akhwat dan laki-laki atau ikhwan.

SMA N CMBBS didirikan pada tahun 2005. Pada saat itu, sekolah ini merupakan sekolah swasta. Dan seluruh muridnya mendapatkan sejumlah uang saku. Dimana, murid-muridnya pada masa itu merupakan kalangan menengah ke bawah. pada tanggal 31 Juli 2007 SMA N CMBBS resmi menjadi sekolah negeri dengan SK Gubernur Prov. Banten No. 421.3/Kep.SOS-Huk/2007.

Sejak pertama kali didirikan SMA N CMBBS telah meluluskan 6 angkatan. Dari angkatan pertama bernama El Classico hingga angkatan keenam bernama SG-Form. Dan banyak siswa SMA N CMBBS yang melanjutkan sekolah di PTN terkenal. Ini menandakan bahwa SMA N CMBBS memiliki kualitas yang tidak dapat diremehkan. SMA N CMBBS dapat bersaing dengan sekolah negeri lainnya di Banten.

(13)

sholat, hafalan qur’an, mengaji, dan imla atau dikte dalam bahasa arab untuk mengetahui tingkat kemampuan menulis bahasa arab siswa.

Selain itu para siswa SMP yang merasa kurang mampu dapat melalui tahap SKTM (surat keterangan kurang mampu) . siswa yang melalui tahap ini tidak dikenai biaya apapun. Hal ini dilakukan, agar anak yang kurang mampu juga mendapatkan pendidikan yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan keberagaman latar belakang di SMA N CMBBS ini. Walaupun begitu, tidak ada kasta sosial di SMA N CMBBS ini. Semua siswa sama.

2.2 Jenis-jenis Alat Instrumental

Musik Instrumental, dihasilkan dari instrumen-instrumen musik yang berpadu dalam satu nada bernama ‘Musik Instrumental’ . Instrumen yang digunakan dapat berupa piano, gitar, dan lain sebagainya. Nada yang dihasilkan oleh masing-masing instrument juga beragam. Ada yang mengalun dengan lembut, ada juga yang mengisyaratkan semangat yang menggebu. Masing-masing nada, memiliki keunikan tersendiri yang dapat membuat pendengarnya larut dalam suasana yang dihasilkan.

Musik vokal, atau musik yang menggunakan vokal. Music jenis ini, lebih menitikberatkan pada vokal yang dihasilkan. Jadi, sebagian besar keharmonisasian musik berada pada vokal yang dihasilkan. Jika vokalnya bagus, maka music akan bagus. Sedangkan, jika vokalnya kurang bagus, maka music yang dihasilkan pun kurang memuaskan.

(14)

Peneliti pernah bertanya pada salah satu narasumber yang menurut peneliti, sedikit mengetahui tentang musik instrumental yang sedang peneliti teliti. narasumber itu menjawab :

“ ya, jenis musik instrumental mah gitu-gitu aja. Sama kayak musik biasanya. Kayak pop, jazz, klasik. Gitu-gitu.”5

Peneliti sedikit percaya pada apa yang dikatakan narasumber tersebut, karena peneliti termasuk orang awan dalam hal musik. Namun, peneliti tidak percaya begitu saja. Sehingga, peneliti lebih mendalami tentang jenis-jenis music instrumental. Ternyata peneliti menemukan bahwa memang benar, jenis-jenis musik instrumental, sama saja dengan music vokal. Bahkan ada beberapa music instrumental yang memang diambil dari musik vokal. Biasanya diaransemen ulang, sehingga hanya memperdengarkan instrument dari music vokal tersebut.

Namun, ada jenis-jenis alat music instrumental. Diantaranya adalah; idofon, aerofon, kordofon, membranofon, dan elektrofon. Idofon adalah alat music yang memang bahan dasarnya menghasilkan bunyi seperti kolintang dan angklung. Alat musik yang menghasilkan bunyi melalui rongga dan dipakai dengan cara ditiup, dinamakan alat musik jenis aerofon. Contohnya terompet dan harmonika. Gitar dan biola adalah contoh jens alat music jenis kordofon, karena menghasilkan bunyi melalui dawai. Dan menbrafon adalah alat musik yang menghasilkan bunyi lewat membran atau selaput bahan penyusun alat music tersebut. Dan terakhir adalah alat music yang menggunakan listrik, dinamakan elektrofon. Contohnya seperti gitar listrik, piano, dan lain sebagainya.6

BAB III

Musik Tanpa Kata di Masyarakat

5 Wawancara sambil lalu besama Muhammad Aldi Tri Pangestu.

(15)

3.1.

Penikmat Musik Instrumental

Musik instrumental berasal dari kata instrument, yang berarti alat musik yang bernada. Yaitu gabungan dari alat music instrument. Jadi itu gabungan dari alat-alat music instrument.

Setidaknya, itulah yang dikatakan Muhammad Aldi Tri Pangestu ketika ditanya mengenai musik instrumental. Aldi, begitu biasa dipanggil. Ia telah menyukai musik sejak menginjak Sekolah Dasar. Setelah itu ia mencari tentang musik di internet dan menemukan jenis musik instrumental. Yang akhirnya langsung disukainya. Dia menyukai musik instrumental karena sifatnya yang tenang. Selain itu, ia pun mendapat dukungan penuh dari orangtuanya atas kesukaannya itu. Dia diberikan fasilitas untuk bermusik seperti gitar. Terkadang Aldi mendengarkan music instrumental saat hendak tidur. Karena dapat membantu membuatnya menjadi tenang .

Seperti yang telah kita ketahui bahwa Aldi mengetahui musik instrumental karena dia mencarinya di internet. Setelah mendengarkan beberapa lagu instrumental, Aldi barulah menyukainya. Karena ketenangan yang dia rasakan saat mendengarnya. Ini berarti, tujuan Aldi mendengarkan musik instrumental adalah untuk sebuah ketenangan. Bagi seorang pelajar, hal ini sangat wajar. Karena peneliti juga merupakan seorang pelajar, sehingga peneliti juga merasakan apa yang dirasakan Aldi. Seperti tumpukan tugas, PR, dan ulangan. Seorang pelajar butuh ketenangan untuk mencegah setres. Inilah yang mungkin menjadi alasan bagi Aldi untuk mendengarkan musik instrumental.

Begitu pula dengan Razhief Muhammad Irsyadillah yang mengatakan bahwa

“Suka musik instrumental gara-gara lebih cocok aja dihati, jadi enak di kuping terus lebih nenangin hati dan lebih bikin enjoy”

(16)

BAB IV

MUSIK DAN SIMBOL STATUS

Musik instrumental

Kelas sosial didefinisikan sebagai suatu strata ( lapisan ) orang-orang yang berkedudukan sama dalam kontinum ( rangkaian kesatuan ) status sosial. Ini menunjukan bahwa ada

kemungkinan beberapa orang yang berkedudukan sama berada dalam satu kasta. Pembagian kelas dan golongan umumnya berdasarkan kriteria ekonomi, sosial, maupun politik. Kelas sosial biasanya merujuk pada stratifikasi sosial yang didasarkan pada pendidikan, sosial, maupun ekonomi. Ketidakseimbangan dalam masyarakat menyebabkan munculnya kelas sosial. Sehingga munculah apa yang dinamakan dengan kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah.

Mengapa banyak pelajar yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi? Padahal dia tidak mengetahui jurusan yang diinginkan dan rencana masa depannya. Manusia akan berusaha melakukan sesuatu agar dapat diterima di masyarakat. Dengan bersekolah di perguruan tinggi, seseorang dapat meningkatkan gengsi. Orang-orang akan menganggapnya sebagai orang yang berpendidikan. Dan gengsinya akan meningkat. Sehingga, secara tidak langsung dia akan menduduki kelas atas dalam stratifikasi sosial.

Gengsi, kekayaan, maupun pandangan masyarakat terhadap seseorang menyebabkan perbedaan sikap dari orang-orang yang memiliki kelas sosial tertentu. Hal ini merupakan akibat dari stratifikasi sosial. Perbedaan sikap tersebut terlihat dari gaya hidupnya. Pola gaya hidup tersebut dapat dilihat dari cara berpakaian, tempat tinggal, cara bicara, pemilihan tempat pendidikan, hobi, dan tempat rekreasi7.

(17)

Biasanya orang yang memiliki kasta sosial tinggi berpakaian secara formal karena alasan pekerjaan. Atau mereka menggunakan pakaian hasil rancangan desainer terkemuka. Begitu pula dengan aksesoris yang dipakai seperti jam, sepatu, dan tas kelas atas berbeda dengan kelas bawah. Biasanya, golongan kelas atas menggunakan aksesoris mahal yang kadang dibeli di luar negeri.

Orang yang berada di kelas bawah, lebih memilih tempat tinggal yang sederhana dengan egala keterbatasan fasilitas. Berbeda dengan golongan kelas atas. Mereka akan membangun rumah yang megah, tinggi, dan berarsitektur indah. Dengan segala kelengkapan fasilitas seperti kolam renang.

Cara bicara orang yang tergolong kedalam kelas atas juga akan bebeda dengan orang yang berada di golongan kelas bawah. Mereka yang termasuk golongan kelas atas memiliki gaya bicara yang mengadaptasi istilah istilah asing dan penuh akan norma kesopanan. Sedangkan orang yang berada di golongan kelas bawah memiliki gaya bicara yang tidak terlalu memperhatikan etika dan terkadang mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan.

Menyalurkan hobi serta kegemaran serta berekreasi merupanan hal-hal yang diperhatikan oleh golongan kelas atas. Biasanya orang-orang yang berada dalam golongan kelas atas memilih olahraga yang ekslusif seperti golf, terbang layang, ataupun balap mobil, serta menyalurkan hobi seperti bermain piano, menonton orkestra, mengoleksi lukisan-lukisan mahal, dan sebagainya. begitu pula dengan berekreasi, mereka lebih memilih berekreasi ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri.

Dari sinilah peneliti melihat kasta sosial narasumber. Peneliti mengamati cara berpakaian, tempat tinggal, cara berbicara, pendikan, dan kegemaran narasumber. Kemudian, peneliti menggolongkan narasumber ke dalam golongan kasta atas dan golongan kasta bawah.

(18)

Sedangkan, golongan kelas bawah lebih menyukai musik vokal. Karena mereka dapat mengerti apa maksud dari musik tersebut. Golongan kelas bawah tidak melihat musik dari mafaat yang dapat diambil dari musik tersebut. Melainkan, mereka menganggap musik sebagai hiburan semata. Seperti orang-orang yang suka memperdengarkan musik dangdut. Padahal mereka tidak dapat mengambil manfaat apa-apa dari musik dangdut selain hiburan. Mereka tidak mengerti apa yang terkandung dalam musik instrumental. Bagi mereka, musik instrumental hanyalah musik tanpa suara. Mereka tidak nyaman mendengarkan musik instrumental.

Hal ini dapat menjelaskan bagaimana musik instrumental menjadi simbol status golongan kelas atas. Perbedaan antara golongan kelas atas dan kelas bawah tak dapat dipungkiri. Musik instrumental memiliki arti tersendiri bagi golongan kelas atas. Sedangkan golongan kelas bawah, tidak mengerti dengan apa yang terkandung dalam musik instrumental. Hal ini menyebabkan perbedaan selera musik antara golongan kelas atas dan golongan kelas bawah. Begitulah bagaimana musik instrumental menjadi simbol status golongan kelas atas.

\

BAB V

(19)

5.1 kesimpulan

Musik merupakan salah satu jenis seni. beberapa termasuk seni murni dan beberapa merupakan seni terapan. Seni murni merupakan seni yang mengutamakan unsur keindahan. Sedangkan seni terapan merupakan seni yang mengutamakan guna pakai, contohnya musik untuk mengiringi drama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 602)

Musik adalah: ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan, nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu) . Musik mulai berkembang pada Zaman Abad Pertengahan. Pada zaman ini, musik tidak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan. Musik kemudian semakin berkembang dan melahirkan berbagai jenis musik. Salah satunya yaitu musik instrumental. Musik instrumental berkembang pada Zaman Renaisance. Zaman Renaisance adalah zaman setelah abad Pertengahan, Renaisance artinya Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi. Musik dipelajari dengan ciri-ciri khusus, contoh nyanyian percintaan, nyanyian keperwiraan. Sebaliknya musik Gereja mengalami kemunduran. Pada zaman ini alat musik Piano dan Organ sudah dikenal sehingga munculah musik instrumental.

(20)

memiliki lingkungannya sendiri. Karena remaja di SMA N CMBBS tinggal di sebuah lingkungan yang jauh dari keramaian. Mereka dinilai kurang up to date mengenai musik yang sedang berkembang karena lingkungannya yang tertutup. Walaupun ada beberapa siswa yang tetap up to date. Peneliti memilih siswa SMA N CMBBS sebagai objek penelitian karena siswa SMA N CMBBS terkenal dengan kecerdasan intelektualnya. Juga karena peneliti merupakan murid di SMA N CMBBS. Hal ini dapat memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian ini.

Peneliti berpendapat bahwa tidak ada yang tidak menyukai musik di dunia ini. karena musik sudah dianggap sebagai gaya hidup manusia modern. Musik ada dimana-mana. Di dalam Mall, di dalam Café, di dalam acara besar, bahkan ada beberapa sekolah yang menyalakan musik ketika pelajaran berlangsung. Kita mendengarkan musik saat sedang bosan, sedang olahraga, maupun sedang belajar. Jelaskan bahwa musik sangat melekat dalam hidup kita. Musik merupakan bagian dari gaya hidup kita. Namun, apakah musik yang di nyalakan di café sama dengan musik yang dinyalakan ketika belajar? Tentu tidak. Pada saat belajar, kita perlu konsentrasi yang cukup tinggi. Sedangkan di café, kita tidak terlalu membutuhkan konsentrasi. Maka dari itu, musik memiliki jenisnya tersendiri. Jika dibagi kedalam 2 kelompok besar. Ada musik vokal, dan musik instrumental. Gampangnya musik vokal mengandung suara manusia sedangkan musik instrumental, murni suara alat musik saja. dari musik vokal dan instrumental ini dapat dibagi lagi menjadi genre pop, jazz, reggae, dan lain sebagainya. musik yang biasa digunakan saat belajar adalah musik instrumental. Karena musik instrumental dapat menimbulkan efek relaks. Namun, apakah setiap pelajar mendengarkan musik instrumental ketika belajar? Tidak. Ada beberapa siswa yang tidak terlalu menyukai musik instrumental.

Seperti telah peneliti katakan sebelumnya, musik memang sudah menjadi gaya hidup kita. Tetapi, tidak semua orang memiliki selera musik yang sama. Tidak semua pelajar menyukai musik instrumental. Ada beberapa pelajar yang justru lebih menyukai musik vokal. Karena, mereka dapat ikut bernyanyi selagi mendengarkan musik vokal. Biasanya musik instrumental diidentikan dengan golongan menengah keatas. Karena, kebanyakan pelajar atau orang yang menyukai musik instrumental adalah golongan menengah keatas. Mengapa hal ini dapat terjadi? Gengsi, kekayaan, maupun pandangan masyarakat terhadap seseorang

(21)

hidupnya. Pola gaya hidup tersebut dapat dilihat dari cara berpakaian, tempat tinggal, cara bicara, pemilihan tempat pendidikan, hobi, dan tempat rekreasi8.

Sebenarnya ada beberapa penyebab mengapa musik instrumental diidentikan dengan golongan menengah keatas. Yaitu karena gengsi, kekayaan, wawasan, dan lain sebagainya. golongan menengah keatas memiliki gengsi yang tinggi. Kebanyakan dari mereka tidak mau disamakan oleh golongan menengah kebawah. Contohnya, mereka menganggap musik dangdut itu kampungan karena musik dangdut biasa didengar oleh golongan menengah kebawah. Tentu saja mereka tidak ingin disamakan dengan orang yang memiliki kasta lebih rendah dari mereka. Kekayaan golongan menengah keatas menyebabkan mereka dapat memiliki fasilitas lebih memadai. Mereka dapat memiliki alat musik yang mahal sekalipun. Walaupun mereka hanya menggunakannya untuk sarana hiburan semata. Sedangkan

golongan menengah kebawah, tidak dapat membeli fasilitas memadai. Maka mereka menggunakan apa yang mereka miliki sebagai sarana hiburan. Tingkat pengetahuan bahwa musik instrumental juga dapat menjadi salah satu factor mengapa musik instrumental

diidentikan dengan golongan menengah keatas. Golongan menengah keatas menyukai musik instrumental karena musik instrumental disinyalir dapat membuat pendengarnya menjadi lebih rileks. Itulah mengapa musik instrumental diidentikan dengan golongan menengah keatas.

5.2 Saran

Musik. Siapa yang tidak mengetahui musik. Siapapun mengenal musik. Baik itu melalui radio, televisi, atau internet. pada zaman dahulu, musik hanya digunakan untuk sarana beribadah di gereja. Namun, pada zaman sekarang musik mulai didengarkan untuk sarana hiburan. Walaupun masih sering digunakan untuk sarana beribadah. Secara tidak sadar, musik dapat merefresh pikiran kita. Baik itu musik vokal maupun musik instrumental. Sebenarnya baik musik vokal maupun instrumental, dapat menjadi sarana hiburan bagi siapa saja yang mendengarnya.

Tidak ada satupun peraturan yang melarang golongan menengah kebawah untuk menyukai musik instrumental. Karena musik itu seni, dan seni itu bersifat bebas. Jadi siapapun boleh menyukai segala jenis musik. Mengapa harus menjadi gengsi untuk menyukai musik dangdut? Walaupun musik dangdut identic dengan bergoyang atau berjoget yang sedikit eksotis. Tapi ada beberapa musik dangdut yang memiliki pesan moral. Seperti karya

(22)

Hj. Rhoma Irama. Begitu juga dengan musik pop. Siapapun boleh menyukai musik pop. Karena musik tidak membatasi pendengarnya. Pendengarnyalah yang membuat batasan-batasannya.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Kecenderungan lebih banyaknya frase eksosentris direktif yang berfungsi sebagai penanda nomina lokatif di dalam novel ini berkaitan dengan data struktur dan makna

LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) adalah sebuah unit kegiatan yang berfungsi mengelola semua kegiatan penelitian dan pengabdian kepada

Berbeda dari tiga tesis pembanding tersebut diatas, pada penelitian yang dilakukan oleh penulis akan membahas mengenai optimalisasi pelaksanaan tugas pokok dan

Langkah-langkah penelitian dan pengembangan pada penelitian ini dapat ditunjukkan pada gambar bagan berikut ini. Gambar 3.1 Bagan Penelitian.. Penjelasan singkat tentang

Perairan Muara Badak memiliki 24 jenis plankton, dari hasil analisis indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi menunjukkan bahwa perairan ini

Adapun ketentuan besarnya dana tabarru’ didasarkan atas tabel penentuan iuran tabarru takaful dana investasi setelah dikurangi biaya pengelolaan (loading),

diketahui bahwa sebagian besar perawat memiliki tindakan yang tidak sesuai dalam pencegahan infeksi nosokomial seperti tidak mencuci tangan sebelum kontak dengan pasien,

Selain dari staff, kami juga meminta bantuan dari para pengajar LTC untuk menjadi pembawa acara sekaligus juga ada yang menjadi pembuka dalam berdoa dan juga ada