PANCASILA
DI
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA
: AKBAR PRATAMA
FAKULTAS
: TEKNIK SIPIL B
NPM
: 1303120033
PARTAI POLITIK
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Partai politik sesungguhnya merupakan sebuah kendaraan, yang fungsinya untukmenyatukan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama dalampenyelenggaraan negara.Berdasarkan definisi di atas, partai politik mencakup kumpulan orang-orang yangterorganisir secara teratur dan memiliki persamaan tujuan, serta cita-cita untukmemperoleh kekuasaan pemerintah, dengan cara mengawasi dan melaksanakankebijakan umum yang mereka aspirasikan. Jadi, definisi ini lebih menekankanpada fungsi pengawasan dan kontrol terhadap kebijakan yang diambil dalampemerintahan. Dalam
melaksanakan fungsi pengawasan, biasanya partai politikikut serta dalam perumusan kebijakan, yaitu dengan cara mendudukkan sebagiananggotanya pada lembaga pemerintahan.Berdasarkan definisi di atas, partai politik
mencakup kumpulan orang-orang yangterorganisir secara teratur dan memiliki persamaan tujuan, serta cita-cita untukmemperoleh kekuasaan pemerintah, dengan cara mengawasi dan melaksanakankebijakan umum yang mereka aspirasikan. Jadi, definisi ini lebih menekankanpada fungsi pengawasan dan kontrol terhadap kebijakan yang diambil dalampemerintahan. Dalam
PEMBAHASAN
2.1 Partai Politik
Partai politik sesungguhnya merupakan sebuah kendaraan, yang fungsinya untukmenyatukan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama dalampenyelenggaraan negara. Berdasarkan visi dan misi tersebut, partai politikmemiliki program-program politik yang dilakukan dengan bersama-sama darisetiap masing-masing anggotanya, serta memiliki tujuan untuk
menduduki jabatan politik di pemerintahan2.1.1 Pengertian Partai Politik
Menurut Miriam Budiardjo dalam bukunya yang berjudul “Dasar -dasar Ilmu Politik” pengertian partai politik adalah:
Suatu kelompok yang terorganisir yanganggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama.Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebutkekuasaan politik dengan cara konstutisional untuk melaksanakankebijaksanaan-kebijaksanan mereka. (Budiardjo,2004:160)
Definisi di atas senada dengan pendapat R.H Soltau yang tertulis dalam buku Miriam Budiardjo dengan judul buku “Dasar -dasar Ilmu Politik“ sebagai berikut:
“A group of citizens more or les organized, who act as a political
unit and who, bythe use of their voting power, aim to control the goverment and carry out their
general policies”
(“sekelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisir, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan memanfaatkan kekuasaannya untukmemilih, bertujuan menguasai pemerintah dan melaksanakan
kebijaksanaan
Definisi di atas didukung oleh Raymond Garfield Gettell yang
mengungkapkanpendapatnya tentang partai politik seperti yang dikutip oleh H.B Widagdo dalam
bukunya “Manajemen Pemasaran Partai Poltik Era Reformasi” yaitu:
“ A political party consists of
a group of citizens, more or less organized, whoact as a political unit and who and, by the use of their voting power, aim tocontro
l the geverment and carry out the general politices”.
(“Partai politik terdiri dari sekelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisasi, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik yang
mempunyaikekuasaan memilih, bertujuan mengawasi pemerintahan dan melaksanakan
kebijaksanaan umum mereka”).
(Gettell dalam Widagdo, 1999:6)
Sementara itu, J.A. A.Corry dan Henry J. Abraham mengungkapkan pendapatnya
tentang partai politik seperti yang dikutip oleh Haryanto dalam bukunya “Partai
Politik Suatu Tinjauan Umum” yaitu:
“Political party is a volomtary association aiming to get control of the government by filling elective offices in the government with its members.
(Partai politik merupakan suatu perkumpulan yang bermaksud untuk mengontrol jalannya roda pemerintahan dengan menempatkan para anggotanya pada
(Corry dan dalam Haryanto,1948:9)
Berdasarkan definisi di atas, partai politik mencakup kumpulan orang-orang yangterorganisir secara teratur dan memiliki persamaan tujuan, serta cita-cita untukmemperoleh kekuasaan pemerintah, dengan cara mengawasi dan
melaksanakankebijakan umum yang mereka aspirasikan. Jadi, definisi ini lebih menekankanpada fungsi pengawasan dan kontrol terhadap kebijakan yang diambil dalampemerintahan. Dalam melaksanakan fungsi pengawasan, biasanya partai politikikut serta dalam perumusan kebijakan, yaitu dengan cara mendudukkan sebagiananggotanya pada lembaga pemerintahan. Sedangkan menurut Ramlan Surbakti, dalam bukunya “Memahami Ilmu Politik”,
partai politik dapat didefinisikan sebagai berikut:
“Kelompok anggota yang terorganisasi secara rapi dan stabil yang dip ersatukandan dimotivasi dengan ideologi tertentu, dan berusaha mencari danmempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan melalui pemilihan umum, gunamelaksanakan alternatif kebijakan umum yang mereka susun.
(Surbakti,1992:116)
Pendapat di atas senada pula dengan pendapat Rusadi Kantaprawira dalam bukunya yang berjudul “Sistem Politik Indonesia”, partai politik adalah:
Organisasi manusia dimana didalamnya terdapat pembagian tugas dan
(Kantaprawira,1988:62)
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka partai politik tidak hanya
kumpulanorang-orang yang terorganisir, tetapi didalamnya terdapat pula tugas dan fungsi,ideologi-ideologi, program-program, nilai-nilai dan cita-cita yang sama, sertamemiliki tujuan untuk menguasai dan merebut kekuasaan
politik.Beberapa pendapat di atas, berbeda dengan pendapat Sigmun Neuman seperti
yang dikuti oleh Miriam Budiardjo dalam bukunya “Partisipasi Politik dan PartaiPolitik” mengemukakan definisi partai politik sebag
ai berikut:
“Partai politik adalah organisasi artikulatif yang terdiri dari pelaku-pelaku politikyang aktif dalam masyarakat yaitu mereka yang memusatkan
perhatiannya padamenguasai kekuasaan pemerintahan dan bersaing untuk memperoleh dukunganmasyarakat, dengan beberapa kelompok lain yang mempunyai pandangan yangberbeda-beda. Dengan demikian partai politik merupakan perantara besar yangmenghubungkan kekuasaan-kekuasaan dan ideologi sosial dengan lembaga-lembaga pemerintahan yang resmi dan yang mengikatnya dengan aksi politik
didalam masyarakat politik yang lebih luas”. (Neuman dalam Miriam Budiardjo,1998:16-17)
Pengertian ini mengungkapkan bahwa partai politik merupakan
sebuahorganisasi artikulasi yang didalamnya terdapat orang-orang yang memilikikepentingan politik yaitu menguasai pemerintah dan bersaing untukmendapatkan dukungan dari masyarakat. Jadi partai politik disini merupakanpenghubung kekuasaan antara pemerintah dengan masyarakat, tentunya sebagaimedia penghubung dan penampung aspirasi masyarakat.
Hal ini berbeda pula dengan pendapat Inu Kencana dkk, yang
mengemukakanbahwaPartai politik itu tidak hanya menekankan pada
kebenaran, dalam suatulevel negara. (Kencana dkk, 2002:58).Jadi, partai politik tidak hanya sekedar kumpulan orang-orang yang memilikikesamaan ideologi dan tujuan yang sama, tetapi harus bersedia memperjuangkankebenaran, terutama dalam melaksanakan aktivitas politik dalam suatu negara..
Pengertian partai politik di atas senada dengan yang tertera dalam Undang-undang Nomor 31 tahun 2002 pasal 1 (1) adalah:
Organisasi yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Republik Indonesiasecara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita-cita
untukmemperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa dan negara melalui
pemilihan umum”.
Beberapa penjelasan definisi partai politik menurut para ahli di atas
mengatakanbahwa, partai politik didalamnya terdapat kumpulan orang-orang yangterorganisir yang memiliki tugas dan fungsi, tujuan bersama, visi dan misi,program, yang pada akhirnya menguasai pemerintah, dengan cara menduduki jabatan politik. Partai politik juga sebagai media penghubung antara masyarakatdengan pemerintah yaitu, dalam rangka penampung dan penyalur aspirasimasyarakat. Jadi ada satu hal yang membedakan antara partai politik denganorganisasi lainnya, yaitu adanya tujuan untuk
memperoleh kekuasaan dipemerintahan. Apabila suatu organisasi memiliki tujuan untuk memperolehkekuasaan politik dalam pemerintahan, maka organisasi tersebut dapat dikatakansebagai partai politik. Sedangkan untuk mempertahankan kekuasaannya partaipolitik harus memiliki massa
pendukung sebanyak mungkin.2.1.2 Ciri-ciri Partai Politik
Partai politik sebagai organisasi politik mempunyai ciri-ciri tertentu yangmembedakan dari organisasi politik lainnya. Lapalombara dan
Weiner mengemukakan beberapa ciri partai politik yang dikutip oleh Ramlan Surbakti
1. Berakar dalam masyarakat lokal
Partai politik dibentuk atas keinginan masyarakat sebagai penyalur
aspirasinya,adanya legitimasi dari masyarakat terhadap sebuah partai politik merupakan halyang penting. Selain itu partai politik juga harus memiliki cabang di daerah, agar dapat mengakar dalam masyarakat lokal karena jika tidak begitu bukanmerupakan partai politik
2. Melakukan kegiatan terus menerus
Kegiatan yang dilakukan oleh partai politik haruslah
berkesinambungan,dimana masa hidupnya tidak bergantung pada masa jabatan atau masa hiduppemimpinnya.
3. Berusaha memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahn Partai politik bertujuan memperoleh dan mempertahankan
kekuasaanpemerintahan dengan maksud agar dapat melaksanakan apa yang telah menjadiprogramnya.
4. Ikut serta dalam pemilihan umum
Untuk dapat menempatkan orang-orangnya dalam lembaga legislatif, partaipolitik di negara demokratis turut serta dalam pemilihan umum.
(Surbakti,1992:115)
Berdasarkan ciri-ciri partai politik di atas, maka partai politik harus
memilikikepengurusan yang tersebar di setiap daerah, sehingga betul-betul mengakar pada masyarakat. Begitu pula dengan kegiatan yang dilakukan partai politiktentunya harus terlaksana secara terus-menerus, sehingga keberadaan partaipolitik tersebut dapat bertahan dengan lama. Ciri yang paling menonjol dalampartai politik adalah berusaha memperoleh dan
mempertahankan kekuasaanseluas-luasnya dalam pemerintahan, yaitu melalui proses pemilihan umum2.1.3 Tujuan Partai Politik
berjalan. Dalammencapai tujuan tersebut harus dilaksanakan secara bersama-sama oleh orang-orang yang menjalankan organisasi tersebut,
sehingga dalam pencapaian tujuantersebut dapat membuahkan hasil yang sempurna. Begitu pula dengan partaipolitik yang memiliki tujuan yaitu untuk memperoleh kekuasaan di dalampemerintahan.
Menurut Rusadi Kantaprawira dalam bukunya “Sistem Politik Indonesia” bahwa
tujuan partai politik sangat luas, antara lain meliputi aktivitas-aktivitas sebagaiberikut:
1. Berpartisipasi dalam sektor pemerintahan, dalam arti mendudukkan orang-orangnya menjadi pejabat pemerintahan sehingga dapat turut serta
mengambilatau menentukan keputusan politik atau output pada umumnya
2. Berusaha melakukan pengawasan, bahkan oposisi bila perlu, terhadapkelak uan, tindakan, kebijaksanaan para pemegang otoritas (terutama dalamkeadaan mayoritas pemerintahan tidak berada dalam tangan partai politik
yangbersangkutan).
kemenangan pada urutan ke dua. Dilihat dari orientasi keanggotaannya partaimassa terdiri dari berbagai macam aliran politik yang kemudian
dituangkan kedalam berbagai macam program-program politik yang bersifat umum, tak heranpartai ini pun mengatasnamakan sebagai partai nasionalis yang mampumengakomodir segala kepentingan yang berlaku di masyarakat.
2.1.6 Fungsi Partai Politik
Partai politik bisa dikatakan sebagai jembatan penghubung antara pemerintahdengan masyarakat, dimana ketika masyarakat ingin
Menurut Miriam Budiardjo dalam bukunya yang berjudul “Dasar -dasar Ilmu Politik” ada beberapa fungsi partai politik sebagai berikut :
1. Partai Politik sebagai sarana komunikasi politik2. Partai politik sebagai sara na sosialisasi politik
3. Partai politik sebagai sarana rekrutmen politik
4. Partai politik sebagai sarana pengatur konflik
(Budiardjo,2002:163)
Dalam penelitian ini, penulis memfokuskan diri pada fungsi rekrutmen politik,karena rekrutmen politik sangat penting sekali dilakukan oleh partai politik, sebabrekrutmen politik akan menentukan kualitas dari calon legislatif yang diusungoleh partai politik.
2.2 Rekrutmen Politik
Setiap organisasi tidak akan pernah terbentuk apabila tidak memiliki
anggota,karena anggota merupakan pengerak roda setiap organisasi. Begitu pula denganpartai politik. Partai politik dituntut harus mampu melahirkan anggota-anggotalegislatif yang berkualitas dan mengerti akan segala aspirasi masyarakat. Untukmenciptakan kader-kader yang berkualitas tersebut, partai politik harusmenjalankan fungsinya dengan baik, terutama fungsi rekrutmen politik.
2.2.1 Pengertian Rekrutmen Politik
Menurut Fadillah Putra dalam bukunya yang berjudul “Partai Politik danKebijakan Publik”,
Hal ini sependapat dengan Ramlan Surbakti dalam Bukunya “Memahami IlmuPolitik” yang mendefinisikan rekrutmen politik, yaitu:
Rekrutmen politik biasanya mencakup pemilihan, seleksi dan
pengangkatanseseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalamsistem politik pada umumnya dan pemerintah pada khususnya(Surbakti,1992:118).
Agus Pramono dalam bukunya yang berjudul
“Elit Politik: yang Loyo danHarapan Masa Depan” berpendapat bahwa rekrutmen politik yaitu proses seleksi
atau rekrutmen anggota-anggota kelompok untuk memiliki kelompoknya dalam jabatan administrasi maupun politik.(Pramono,2005:30)
Jadi, berdasarkan pengertian di atas maka setiap partai politik memiliki caratersendiri dalam melakukan perekrutan anggotanya masing-masing, terutamadalam pelaksanaan sistem dan prosedur perekrutan yang dilakukan partai politiktersebut. Fungsi rekrutmen juga merupakan fungsi mencari dan mengajak orang-orang yang memiliki kemampuan untuk turut aktif dalam kegiatan politik, yaitudengan cara menempuh berbagi proses penjaringan, yang nantinya akandijadikan sebagai calon anggota legislatif.2.2.2 Mekanisme Rekrutmen Politik
Elit politik yang ada seharusnya dapat melakukan mekanisme rekrutmen politikyang dapat menghasilkan pelaku-pelaku politik yang berkualitas di masyarakat,karena salah satu tugas dalam rekrutmen politik adalah
bagaimana elit politikyang ada dapat menyediakan kader-kader partai politik yang berkualitas untukduduk di lembaga legislatif maupun eksekutif.
Menurut Fadillah Putra dalam bukunya “Partai politik dan Kebijakan publik” terdapat beberapa mekanisme rekrutmen politik antara lain.
sebagai alat bagi elit politik yang berkualitas untuk mendapatkandukungan masyarakat. Cara ini memberikan kesempatan bagi rakyat untukmelihat dan menilai kemampuan elit politiknya. Dengan demikian cara ini sangatkompetitif. Jika dihubungkan dengan paham demokrasi, maka cara ini juga
berfungsi sebagai sarana rakyat mengontrol legitimasi politik para elit. Adapunmanfaat yang diharapkan dari rekrutmen terbuka adalah:
1. Mekanismenya demokratis
2. Tingkat kompetisi politiknya sangat tinggi dan masyarakat akan mampume milih pemimpin yang benar-benar mereka kehendaki
3. Tingkat akuntabilitas pemimpin tinggi
4. Melahirkan sejumlah pemimpin yang demokratis dan mempunyai nilaiintegri tas pribadi yang tinggi.
b. Rekrutmen tertutup, berlawan dengan cara rekrutmen terbuka. Dalamrekrut men tertutup, syarat dan prosedur pencalonan tidak dapat secara
bebasdiketahui umum. Partai berkedudukan sebagai promotor elit yang
berasal daridalam tubuh partai itu sendiri. Cara ini menutup kemungkinan bagi anggotamasyarakat untuk melihat dan menilai kemampuan elit yang
ditampilkan. Dengandemikian cara ini kurang kompetitif. Hal ini menyebabkan demokrasi berfungsisebagai sarana elit memperbaharui legitimasinya.
(Putra, 2003:209)
Jadi, mekanisme rekrutmen politik yang dilakukan partai politik terdiri dari duasistem yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka
akanmemungkinkan lahirnya calon-calon legislatif yang betul-betul demokratis dalammelaksanakan tugas dan wewenangnya, hal ini dikarenakan oleh
sistemtertutup merupakan kebalikan dari sistem terbuka, dimana para pemilih tidakmengenal seseorang calon legislatif, karena sistem pengangkatan calon legislatif tersebut dilakukan secara tertutup. Hal ini memungkinkan timbulnya calonlegislatif yang tidak kompetitif, berhubung proses pengangkatan tidak diketahuioleh umum.2.2.3 Kriteria Anggota Legislatif
Sehubungan dengan hal ini, Czudnomski dalam bukunya Fadillah Putra dalam bukunya “Partai Politik dan Kebijakan Publik” mengemukakan tujuh hal yang dapat menentukan terpilih atau tidaknya seseorang dalam lembaga legislatif, danini juga penentu dari penampilan seorang elit politik, yaitu:
1. Social Background
Faktor ini berhubungan dengan pengaruh status sosial dan ekonomi keluarga,dimana seseorang calon elit dibesarkan.
7. SelectionFaktor ini menunjukan kepada mekanisme atau prosedur
rekrutmen politik yangberlaku.Negara demokrasi menuntut adanya elit politik yang mampu memaksimalkandirinya untuk benar-benar menjalankan
fungsinya dengan baik, karena hal iniakan berhubungan dengan fungsi dari elit politik tersebut. Untuk itu, menurut
Agus Pramono dalam bukunya yang berjudul “Elit Politik yang Loyo dan Harapan
Masa De
pan”, seorang elit politik harus memenuhi beberapa kemampuan yaitu:
a. Kemampuan artikulasi kepentingan
b. Kemampuan agregasi kepentingan.
Dalam pengertian mampu memadukan tuntutan-tuntutan yang
disampaikanberbagai kelompok masyarakat menjadi alternatif-alternatif pembuat kebijakanpublik.
c. Kemampuan sosialisasi politik.
Dalam pengertian memberdayakan masyarakat. Upaya ini
dimaksudkansebagai upaya mentranspormasikan segenap potensi masyarakat kedalamkekuatan-kekuatan nyata yang diharapkan mampu melindungi danmemperjuangkan hak-hak sipil.
d. Kemampuan komunikasi politik.
Komunikasi politik dilakukan dengan revitalisasi (penguatan)
dandemokratisasi pranata sosial. Penguatan institusi wakil rakyat yang diwakili olehelit politik, berfungsi sebagai tempat bargain masyarakat dan negara.
(Pramono,2005:56-60)
Pemilihan calon anggota legislatif adalah mutlak kewenangan pengurus
partaipolitik, rakyat tidak dapat langsung memilih calon anggota legislatif yang bersihdari korupsi. Namun demikian, Indonesia Corruption Watch (ICW),
Komisi untukOrang hilang dan korban tindak kekerasan (Kontras), dan Lembaga BantuanHukum meresmikan Komite Pemantau Legislatif (KPL). Beberapa kriteria-kriteriacalon anggota legislatif yang layak dijadikan wakil rakyat adalah:
2. Tidak pernah menggunakan jabatannya untuk melakukan kekerasan terhada prakyat.3. Tidak memiliki gagasan atau pikiran yang mendukung tindak kekera san.4. Tidak pernah dipidana, diberhentikan atau dipindahkan karena korupsi.5 . Tidak memiliki kekayaan yang diduga
hasil korupsi, kolusi dan nepotisme.6. Tidak memiliki jabatan pada lembaga/pe rusahaan negara.7. Tidak melakukan kecurangan dalam bisnis yang merugika n negara danpelayanan
masyarakat.8. Tidak pernah menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan p ibadi,keluarga dan
kroni.9. Tidak mendapatkan fasilitas karena kedekatannya dengan pejabatpem erintah. (MediaTransparansi Edisi 9 Juni 1999)
Berdasarkan beberapa penjabaran kriteria calon anggota legislatif
yangdikemukakan oleh beberapa pakar di atas, maka kriteria calon anggota legislatif itu mencakup kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang dalammenjalankan tugas-tugas politik serta persayaratan
yang harus dipenuhi seorangcalon anggota legislatif, yang mencakup tidak pernah melakukan tindakan-tindakan yang merugikan, baik negara maupun masyarakat, sehingga calonlegislatif yang diusung oleh partai politik betul-betul berkualitas dan dapatmenjalankan tugasnya dengan bijaksana.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Partai politik sesungguhnya merupakan sebuah kendaraan, yang fungsinya untukmenyatukan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama dalampenyelenggaraan negara. Berdasarkan visi dan misi tersebut, partai politikmemiliki program-program politik yang dilakukan dengan bersama-sama darisetiap masing-masing anggotanya, serta memiliki tujuan untuk
Dalam penelitian ini, penulis memfokuskan diri pada fungsi rekrutmen politik,karena rekrutmen politik sangat penting sekali dilakukan oleh partai politik, sebabrekrutmen politik akan menentukan kualitas dari calon legislatif yang diusungoleh partai politik.
Dapat kita simpulkan bahwa di Indonesia yang kini menganut sistem
Multipartaitidak menutupi kemungknanan perjalanan demokrasi di negara kita iniberlangsung cukup sengit dengan berbagai dinamika yang terjadi di
Partai Politik Pendahuluan
Partai politik adalah salah satu komponen yang penting di dalam dinamika
perpolitikan sebuahbangsa. Partai politik dipandang sebagai salah satu cara seseorang atau sekelompok individuuntuk meraih kekuasaan,argumen seperti ini sudah biasa kita dengar di berbagai media massaataupun seminar-seminar yang kita ikuti khususnya yang membahas tentang partai politik.
Definisi Partai Politik
Partai politik, per definisi, merupakan sekumpulan orang yang secara terorganisir mem-bentuksebuah lembaga yang bertujuan merebut kekuasaan politik secara sah untuk bisa menjalankanprogram-programnya. Parpol biasanya mempunyai asas, tujuan, ideolog, dan misi tertentu yangditerjemahkan ke dalam program-programnya. Parpol juga mempunyai pengurus dan massa.
Ada pula
Roger F Saltou
yang mendefinisikan partai politik sebagai kelompok warga negarayang sedikit banyak terorganisasikan, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan denganmemanfaatkan kekuasaannya untuk memilih, bertujuan untuk menguasai pemerintahan danmenjalankan kebijakan umum yang mereka buat.
Sistem kepartaian yang kokoh, sekurang-kurangnya harus memiliki dua
kapasitas.Pertama, melancarkan partisipasi politik melalui jalur partai, sehingga dapat mengalihkan
urkan partisipasisejumlah kelompok yang baru dimobilisasi, yang dimaksudkan untuk mengurangi kadar tekanankuat yang dihadapi oleh sistem politik. Dengan demikian, sistem kepartaian yang kuatmenyediakan organisasi-organisasi yang mengakar dan prosedur yang melembaga gunamengasimilasikan kelompok-kelompok baru ke dalam sistem politik.Partai politik menjalankan fungsi sebagai alat mengkomunikasikan pandangan dan prinsip-prinsip
partai, program kerja partai, gagasan partai dan sebagainya. Agar anggota partaidapat mengetahui prinsip partai, program kerja partai atau pun gagasan partainya
untuk menciptakan ikatan moral pada partainya, komunikasi politik seperti ini menggunakan media partai itu sendiri atau media massa yang mendukungnyaDalam perkembangan partai politik umumnya diterima sebagai suatu lembaga
pentingterutama di negara-negara yang berdasarkan demokrasi konstitusional, yaitu sebagaikelengkapan sistem demokrasi suatu negara. Dan partai politik yang
berkembang di Indonesiadapat digolongkan dalam beberapa periode yang mempunyai ciri dan tujuan masing-masing,yaitu : Masa penjajahan Belanda, Masa pedudukan Jepang dan masa merdeka.
A.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah adalah: a.Apakah yang dimaksud dengan partai politik?
b.Apa fungsi dari partai politik?
c.Apa tujuan dari pembentukan partai politik? d.Dimana partai politik dilahirkan?
e.Bagaimanakah sejarah perkembangan partai politik?
B.Tujuan Masalah
Yang menjadi tujuan dari permasalahan adalah: a.Untuk mengetahui maksud dari partai politik. b.Untuk mengetahui fungsi dari partai politik.
e.Untuk mengetahui bagaimana sejarah perkembangan partai politik.
C.Manfaat Masalah
Manfaat dari permasalahan adalah?
a.Kita dapat mengetahui maksud dari partai politik. b.Kita dapat mengetahui fungsi dari partai politik.
c.Kita dapat mengetahui tujuan dari pembentukan partai politik. d.Kita dapat mengetahui dimana partai politik dilahirkan.
e.Kita dapat mengetahui bagaimana sejarah perkembangan partai politik.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Definisi Partai Politik
Partai politik yaitu organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau
dibentuk dengan tujuan khusus. Definisi lainnya adalah kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.Sedangkan definisi partai politik menurut ilmuwan politik yaitu:
Friedrich
: partai politik sebagai kelompok manusia yang terorganisasikan secara stabildengan tujuan untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan
bagi pemimpin partainya, dan berdasarkan kekuasaan tersebut akan memberikan kegu naan materildan idil kepada para anggotanya.
Soltau
: partai politik sebagai kelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisasikan, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan
Tujuan dari pembentukan partai polik ialah untuk memperoleh kekuasaan politik danmerebut kedudukan politik
– (biasanya) dengan cara konstitusionil
– untuk melaksanakankebijakan-kebijakan mereka.
2. Fungsi Partai Politik
Partai politik menjalankan fungsi sebagai alat mengkomunikasikan pandangan dan prinsip-prinsip
partai, program kerja partai, gagasan partai dan sebagainya. Agar anggota partaidapat mengetahui prinsip partai, program kerja partai atau pun gagasan partainya
untuk menciptakan ikatan moral pada partainya, komunikasi politik seperti ini menggunakan media partai itu sendiri atau media massa yang mendukungnya.
Partai sebagai sarana komunikasi politik. Partai menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasimasyarakat. Partai melakukan penggabungan kepentingan masyarakat (interest aggregation) danmerumuskan kepentingan tersebut dalam bentuk yang teratur (interest articulation). Rumusan inidibuat sebagai koreksi terhadap kebijakan
penguasa atau usulan kebijakan yang disampaikankepada penguasa untuk dijadikan kebijakan umum yang diterapkan pada masyarakat.
Partai sebagai sarana sosialisasi politik. Partai memberikan sikap, pandangan,
pendapat, danorientasi terhadap fenomena (kejadian, peristiwa dan kebijakan) politik yang terjadi di tengahmasyarakat. Sosialisi politik mencakup juga proses
Kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2011 diprediksi akan berbeda dengan kondisitahun sebelumnya 2010. Bila sebelumnya situasinya saling mengunci maka pada tahun inisituasinya diperkirakan saling menyerang. Menurut pengamat politik Sukardi Rinakit, Perubahansituasi politik tersebut dipengaruhi tiga aspek, yakni aspek bawaan 2010, aspek obyektif, danaspek daerah. Pada aspek bawaan, tiap partai politik telah memiliki amunisi yang dikumpulkansejak 2010 untuk menyerang partai lain di tahun ini. "Amunisi itu seperti kasus Gayus yang dikaitkan dengan Golkar, kasus Bank Century dengan Demokrat, kasus travel cek MirandaGoeltom dengan PDIP, dan kasus Misbhakun dengan PKS," kata Sukardi Rinakit dalam Polemik Trijaya dengan tema Meneropong Indonesia 2011 di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (08/01).Dalam aspek obyektif, Sukardi mencontohkan harga cabai yang makin hari semakinmahal. Kondisi tersebut akan semakin parah bila pemerintah mengeluarkan kebijakan
yangtergesa-gesa, misalnya dengan kenaikan harga tiket kereta ekonomi. Momentum ini bisa dipakaiuntuk menyerang kekuatan politik lawannya.Untuk aspek dari daerah, Sukardi mencontohkan polemic keistimewaan Yogyakarta yanghingga saat ini masih berlarut-larut. Menurut Sukardi, pemerintah harus cepat menyelesaikan polemic tersebut. Kalau tidak, masalah itu juga akan dijadikan partai lain sebagai amunisi untuk menyerang Demokrat. Meski pun diperkirakan kondisi politik mulai memanas, namun Sukardimeminta parapolitikus menyerap semangat sportivitas supporter sepak bola. Sebab kalau tidak maka politik di Indonesia tidak akan pernah
dewasa.Kehadiran partai politik di Indonesia menjadi begitu dilematik. Di satu sisi, hadir
sebagai pengantar dalam upaya menuju bangsa yang demokrasi. Di sisi yang lain, part aipolitik munculseolah menjadi benalu yang menghisap sari pati demokrasi dari tubuh bangsa ini. Hingar bingar pra Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Jakarta membawa angin yang tidak segar, terutama bagi penduduk di kota ini. Calon-calon gubernur dan wakil gubernur tak henti-henti menjadi sorotanmedia-media massa. Berita menarik terakhir, terkait dengan uang setoran yang harus
yang tak tanggung-tanggung kepada partai politik, miliaran rupiah.Meski selentingan-selentingan semacam ini masih terlihat kabur, namun jika kasus ini benar adanya, tentu jelas seperti apa wajah partai politik Indonesia yang ada saat ini. Partai politik yangseharusnya menjadi wahana pendewasaan demokrasi bangsa, berubah menjadi sebuah agen jual
beli kekuasaan dan tempat penampungan dana dari masyarakat dan hal ini seolah sah dan baik- baik saja. Melihat kondisi yang seperti ini, tentu bangsa ini semakin risih dengan ulah aktor-aktor politik ini, aktor-aktor yang pintar
berdalih.Dibutuhkanlah partai-partai politik yang benar-benar mengabdikan dirinya pada upaya pendewasaan demokrasi.Meskipun akan sulit sekali menemukan partai politik seperti ini, pesimisme ini tentu tak boleh dibiarkan berlarut-larut, demi sebuah perubahan tentunya. Harus ada upaya yang sungguh-sungguh dari partai-partai politik, rakyat, media massa, dan Negara untuk
mewujudkan perubahan yang lebih baik. Keempat elemen ini harus ada, atau paling ti dak harus ada upayayang muncul dari partai politik, rakyat, dan media massa itu sendiri. Posisi negara yang meskivital namun masih tak sepenting tiga unsure lainnya. Akan benar sekali bahwa partai politik dapat mentransformasikan diri hanya oleh dirinya sendiri. Jika mau berubah, tentu perubahan ituakan muncul, tapi karena semua telah tenggelam dalam suasana kegilaan politik semacam ini,layaknya perubahan itu tak perlu dilakukan. Akan lebih nikmat bila suasana tetap seperti ini.Akan lebi
h nyaman jika perubahan tak pernah terjadi. “Inilah ciri khas manusia
Indonesia,manusia yang tahan uji, tahan banting, sosok manusia dengan kesabaran yang sempurna”
demikianlah kata Cak Nun.Kedua, rakyat yang telah menyadari kegilaan dunia politik, tentu akan memiliki
kembali. Nampak ada hubungan yang begitumanis dari sini. Namun rakyat sebagai agen perubahan pun bukannya tanpa kendala. Kendalautama yang dihadapi rakyat itu adalah menumbuhkan kedewasaan rakyat itu sendiri.Kondisi yang tergambar dari rakyat Indonesia saat ini jelas merupakan gambaran sebagaisekumpulan manusia dengan budaya yang serba menerima apa adannya (budaya bisu). Jelas
sulitmendewasakan rakyat seperti ini. Ketiga, perubahan pada partai politik (demokratisasi) akan
muncul dengan bantuan media massa. Partai politik yang melakukan “perselingkuhan”, sedikit
banyak akan berubah dengan adanya sorotan yang intens dari
media massa. Sebuah partai akan berfikir cerdas ketika setiap saat menjadi sorotan me dia massa, lagi-lagi ini juga karena upaya menjaga image yang dibangun oleh partai politik tersebut. Media massalah, yang saat ini dapatmenjadi tumpuan utama dari upaya pendewasaan diri Parpol di Indonesia.Media massa yang sejak paska reformasi mengalami perubahan kearah yang baik, tentudapat dijadikan panduan dalam
membantu mengontrol upaya demokratisasi di atas. Pengaruhnegative politik terhadap media massa agaknya dapat diminimalisir, sehingga suaraindependennya dapat
terjaga. Media massa harus berperan aktif dalam upaya perubahan itu,dengan melakukan tekanan dan investigasi-investigasi mendalam terhadap partai
politik Indonesia. Namun, karena perubahan dalam diri partai politik itu cakupannya masih setengah-setengah, dalamartian, perubahan itu muncul bukan karena adanya keinginan untuk mewujudkan perubahan itu sendiri. Maka, perubahan yang
sesungguhnya akan ada di saat ketiga elemen di ataseksis dalam menjaga kesinambungan perubahan itu.Hal ini karena media partai politik enggan
penyuluhan. Penyuluhan hanya menimbulkan efek sementara bagi pola piker rakyat.Yanglebih penting adalah dengan menjadi partai politik yang bersih, rakyat dapat memperoleh satu panutan baik dalam ranah perpolitikan bangsa.Minimnya panutan-panutan baik inilah yang selama ini menjadi kendala dalammewujudkan demokrasi Indonesia. Partai-partai politik di Indonesia dapat memilih,
hendak menampilkan wajah bopeng yang ditutup topeng atau wajah asli tanpa bopeng. Akal sehat tentumemilih pilihan kedua.Selain hal itu, masih banyak lagi hal yang menggambarkan betapa carut-marutnyakeadaan partai politik saat ini. Salah satunya adalah keinginan untuk menang dalam kompetisisecara instan yakni dengan menjual figure tokoh.Contohnya pencalonan artis menjadi kepala daerah, artis yang terkenal dengan pelantuntembang Belah Duren, Julia Perez bersedia dicalonkan sebagai Bupati/Wakil Bupati Pacitan. Iniadalah salah satu indikasi kegagalan partai dalam melakukan kaderisasi kepemimpinan. Mereka
Menurut undang-undang dasar, partai politik bertugas ikut serta dalam
pembentukankemauan politik rakyat. Dengan demikian, penentuan calon penyandang fungsi politik
dan pelaksanaan kampanye pemilihan umum ditingkatkan artinya menjadi tugas konst itusional.Karenanya, partai-partai memperoleh penggantian dari negara untuk biaya kampanye pemilihanumum. Penggantian yang baru pertama kali dilaksanakan di Jerman itu, sudah menjadi standar dikebanyakan negara demokrasi. Menurut konstitusi, susunan organisasi partai politik harus sesuaidengan prinsip-prinsip demokrasi (demokrasi melalui anggota). Partai politik wajib bersikaployal terhadap negara demokrasi.Partai yang disangsikan pendirian demokratisnya dapat dilarang atas
permohonan pemerintah federal. Akan tetapi partai seperti itu tidak harus dilarang. Ka lau pemerintahmenganggap partai yang bersangkutan harus dilarang karena
membahayakan sistem
demokratis, pemerintah hanya dapat mengajukan permohonan pelarangan. Putusan pel arangan itu sendirihanya dapat dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi
melarang partai lain yang mungkin akan mengganggu
dalam persaingan politik. Jumlah permohonan pelarangan partai dalam sejarah Republ ik FederalJerman sangat kecil; lebih kecil lagi jumlah partai yang pernah
dilarang. Undang-Undang Dasar memang memberikan privilese kepada partai politik. Namun pada dasarnya partai tetapmerupakan sarana ekspresi masyarakat. Partai menanggung segala risiko kegagalan
dalam pemilihan umum, dalam hal kehilangan anggota, dan dalam hal perselisihan pa ham berkenaandengan kebijakan personalia atau topik lain.Sistem kepartaian Jerman tidak terlalu rumit. Dengan tampilnya Partai Hijau padadasawarsa 1980-an dan partai penerus SED setelah reunifikasi, sistem tri-partai yang telah berlangsung lama
berkembang menjadi sistem panca-partai yang kini sudah mantap. Di samping partai-partai berbasis lebar, CDU/CSU dan SPD, partai-partai-partai-partai "kecil" pun mencapai persenta sehasil suara sebesar dua digit dalam pemilihan umum 2009 untuk Bundestag. Kedua partai uni,yang tergolong kelompok partai demokrat Kristen di Eropa, tampil di seluruh Jerman
– kecuali di Bavaria
– sebagai Uni Demokrat Kristen (CDU). Di negara bagian Bavaria, CDU tidak tampilsendiri dan menyerahkan medannya kepada Uni Sosial Kristen (CSU) yang berhubungan eratdengannya. Di dalam Bundestag, kedua partai itu membentuk fraksi bersama yang bersifat permanen. Partai
Sosialis-Demokrat Jerman (SPD) merupakan kekuatan besar kedua dalam sistem kepartaian Jerman. Di lingkungan Eropa, partai ini tergolong kelompok partai sosialis-demokrat dan sosialis demokratis. CDU/CSU dan SPD bersikap positif terhadap negara
sosial.CDU/CSU lebih banyak menampung lapisan pekerja mandiri, tukang dan pengusaha kecil danmenengah, sedangkan SPD lebih dekat dengan serikat kerja.Partai Demokrat Liberal (FDP) terhitung anggota keluarga partai-partai liberal di
Eropa.Tujuan pokok politiknya ialah pembatasan campur tangan negara dalam
pasaran sampai ukuransekecil mungkin. Pendukung FDP terutama datang dari lapisan masyarakat yang pendapatannyadan pendidikannya cukup tinggi. Partai Hijau
alam dan lingkungan hidup yang pemenuhannya harus diawasi oleh negara.Partai Hijau pun lebih banyak mewakili kaum pemilih dari lapisan berpendapatan
dan berpendidikan tinggi. Partai Kiri, Die Linke, merupakan yang termuda di antara kekuatan politik yang berarti. Kedudukannya cukup kuat di kelima negara bagian yang bergabung denganRepublik Federal Jerman pada saat reunifikasi. Namun sementara ini di negara bagian lain punkursi parlemen dipegangnya. Selaku partai yang mencari pendukung dengan menyuarakan temakeadilan sosial, Partai Kiri terutama bersaing dengan SPD.
Struktur sistem pemilihan Jerman menyulitkan pembentukan pemerintahan oleh partaitunggal. Hal itu baru terjadi satu kali selama 56 tahun. Biasanya terjadi persekutuan antarpartai.Agar para pemilih mengetahui siapa mitra partai pilihan mereka kelak, umumnya
masing-masing partai menetapkan sebuah "pernyataan koalisi" sebelum memulai kampanye p emilihan. Jadi,dengan memberikan suara kepada salah satu partai, pemilih
mengungkapkan preferensinya
untuk persekutuan partai tertentu, dan juga menentukan perbandingan kekuatan di ant ara para mitradalam pemerintahan yang diinginkannya.
a)Partai-Partai Politik Di Bundestag
Sejak pemilihan umum pertama untuk seluruh Jerman pada thaun 1990 ada enam partaiyang duduk dalam Bundestag, yaitu : Uni Demokrat Kristen Jerman (CDU), Partai SosialisDemokrat Jerman (SPD), Partai Demokrat Liberal (FDP), Uni Sosial Kristen (CSU), PartaiSosialisme Demokratis (PDS) dan ikatan antara Kelompok 90 dan Partai Hijau (B?ndnis 90/DieGr?nen). CDU tidak mempunyai cabang di Bavaria, sedang CSU hanya muncul di negara bagian
rezim Hitler pada tahun 1933. Partai-partai lain adalah partai baru. Kedua partai berorientasi Kristiani, CDU dan CSU, terbuka baik untuk orang KristenKatolik maupun Protestan, berbeda dengan partai katolik Zentrumspartei pada zaman Republik Weimar. Sedang FDP dalam programnya meneruskan tradisi liberaisme Jerman.Dalam jangka waktu lima dasawarsa sejak pendiriannya, keempat partai itu mengalami berbagai perubahan penting. Pada tingkat federasi mereka semua sudah pernah saling berkoalisiataupun bekerja sebagai oposisi. Kini mereka menganggap dirinya sebagai partai massa, yangmewakili seluruh golongan masyarakat. Di dalam masing-masing partai ada kelompok yangmewakili sayap yang berbeda-beda, hal mana mencerminkan keragaman pandangan dalam tubuhsuatu partai massa. Dari tahun 1983 sampai 1990 Partai Hijau turut duduk di parlemen. Partai inididirikan pada tahun 1979 pada tingkat federal dan kemudian berhasil merebut kursi di
sejumlah parlemen negara bagian pula. Partai Hijau, yang mula-mula mencakup kelo mpok penentangtenaga nuklir dan kelompok aksi anti peperangan, berasal dari gerakan radikal untuk kelestarianlingkungan hidup. Pada pemilu tahun 1990, Partai Hijau terganjal Klausul pembatasan, artinyatidak memperoleh kursi di parlemen karena tidak mencapai lima persen dari seluruh suara sahyang diberikan. Tetapi B? ndnis 90 (Kelompok 90) yang tergabung dengannya dalam satu daftar calon dan tampil di negara-negara bagian yang baru berhasil merebut kursi di
Bundestag.pada bulan Mei 1993 kedua partai itu bergabung dengan nama ?B? ndnis 90/Die Gr?nen?, yang padatahun 1994 berhasil memasuki Bundestag. Pada tahun 1998 mereka menjadi partai terkuat nomor empat dan membentuk koalisi pemerintah bersama SPD; Menteri Luar Negeri Federal yang baru,yang sekaligus Wakil Federal yang baru, yang sekaligus adalah Wakil Kanselir adalah dari partai?B? ndnis 90/Die Gr?nen?.PDS adalah susulan dari Partai Persatuan Sosialis Jerman (SED), yang dahulu menjadi partai negara di Jerman Timur. Setelah Jerman
negara-negara bagian baru. Di wilayah bekas Jerman Timur tersebut, klausul pembatas ketika ituditerapkan secara terpisah. Dalam pemilihan umum 1994, PDS berhasil
memperoleh kedudukandi Bundestag karena merebut empat mandat langsung di Berlin. Jumlah mandat langsung yangsama mereka capai pula pada tahun 1998, namun sekaligus berhasil melampaui batas 5 persendan karenanya memperoleh status fraksi.
Sistem Pemerintah
1.Sistem pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok untuk menjalankan roda pemerintahan
2. berarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan masyarakat, menjaga tingkah la ku kaummayoritas maupun minoritas, menjaga fondasi pemerintahan, menjaga kekuatan
politik, pertahanan, ekonomi, keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan yang kontinu dandemokrasi dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam pembangunan.
Partai Politik
1.Partai Politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyaiorientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik danmerebut kedudukan politik (biasanya), dengan cara
konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.
penguasa atau usulan kebijakan yang disampaikankepada penguasa untuk dijadikan kebijakan umum yang diterapkan pada masyarakat.
3.Partai sebagai sarana sosialisasi politik. Partai memberikan sikap, pandangan, pendapat, danorientasi terhadap fenomena (kejadian, peristiwa dan kebijakan) politik yang terjadi di tengahmasyarakat. Sosialisi politik mencakup juga proses
menyampaikan norma-norma dan nilai-nilaidari satu generasi ke generasi berikutnya. Bahkan, partai politik berusaha menciptakan image(citra) bahwa ia memperjuangkan kepentingan umum.
4.Partai politik sebagai sarana rekrutmen politik. Partai politik berfungsi mencari dan mengajak orang untuk turut aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai.
5.Partai politik sebagai sarana pengatur konflik. Di tengah masyarakat terjadi berbagai perbedaan pendapat, partai politik berupaya untuk mengatasinya. Namun, semestinya hal ini dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi atau partai itu sendiri melainkan untuk kepentingan umum.
Demokrasi
1.Demokrasi berarti berarti kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan langsungoleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan.
2.demokrasi dikemukakan oleh Aristoteles, yakni Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu
demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapatdiartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan darirakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
3.Demokrasi memiliki 3 hal yaitu terkait dengan proses, terkait dengan content(isi) dan terkaitdengan resul (hasilnya)
5.Beberapa kriteria dari demokrasi yaitu: pemerintahan oleh rakyat, kesamaan dimata hukum dan pemerintah, penghargaan tas minat dan bakat
dan penghargaan terhadap suatu budaya atau hak-hak pribadi.
6.Yang dibutuhkan dalam demokrasi yaitu demokrasi berupa prinsip, kerangka terdalam negara berdasarkan individunya.
7.5 (ima) kriteria demokrasi untuk mencapai political yaitu persamaan hak memilih, partisipasiyang efektif/maksimal, pembeberan kebenaran, kontrol terakhir dalam agenda dan demokrasiharus mencakup semua warga yang dewasa (usia).
HAM (Hak Asasi Manusia)
1.HAM ialah persamaan dan kebebasan, kebebasan yang dimaksud ialah kebebasan yang dibatasioleh kebebasan orang lain.
2.Setiap orang berhak mendapatkan kebebasan karena itu merupakan bagian dari HAM tetapikebebasan itu tidak boleh mengganggu kebebasan orang lain.
3.Teori John Locke, yaitu Natural Of Right berjalan secara alamiah digunakan sebagai sebuahinstrumen di Amerika dimana ada 3 pokok materi yaitu seseorang harus bebas dalam kehidupan,dia tidak boleh hidup dalam ketakutan dan dia harus merasa bebas dalam melakukan apapun.
4.3 (tiga) generasi dalam hak asasi manusia yaitu: Hak sipil dan politik, hak ekonomi, sosial dan budaya dan hak atas perdamaian dan pembangunan
Legislatif dan Eksekutif
1.Legislatif sebagai konsep kekuasaan suatu negara
2.Harus mendapat persetujuan dari rakyat
3.Melalui legitimasi