PERTEMUAN KE-4
SEBRIAN MIRDEKLIS BESELLY PUTRA
HIDROLIKA TERAPAN
Bangunan Pengatur
Overflow Weir
PERENCANAAN HIDROLIS OVERFLOW WEIR
Bangunan dapat digolongkan menjadi dua :
bangunan yang mempengaruhi
BANGUNAN YANG MEMENGARUHI MUKA AIR HULU
Bangunan yang mempengaruhi muka air hulu bendung
pelimpah dan bendung gerak
Kedua tipe tersebut mampu membendung air sampai tinggi
minimum yang diperlukan. Pintu bendung gerak mempunyai pintu yang dapat dibuka selama banjir guna mengurangi tinggi
PERENCANAAN HIDROLIS BENDUNG
LEBAR BENDUNG
Lebar bendung, yaitu jarak antara pangkal-pangkalnya (abutment), sebaiknya sama dengan lebar rata-rata sungai pada bagian yang
stabil.
PERENCANAAN HIDROLIS BENDUNG
Bisa diambil banjir rerata tahunan untuk menentukan lebar rata-rata bendung
Lebar maksimum bendung hendaknya tidak lebih dari 1,2 kali lebar rata-rata sungai pada ruas yang stabil.
Untuk sungai-sungai yang mengangkut bahan-bahan sedimen kasar yang berat, lebar bendung tersebut harus lebih disesuaikan lagi
PERENCANAAN HIDROLIS BENDUNG
Untuk kebutuhan desain peredam energy, dibatasi debit per
satuan lebar antara 12-14 m3/detik/m
PERENCANAAN HIDROLIS BENDUNG
Lebar Efektif Mercu (Be)
Lebar efektif dihubungkan dengan lebar mercu yang sebenarnya (B), yakni jarak antara pangkal-pangkal bendung dan/atau tiang pancang, dengan persamaan berikut:
Be = B – 2 (nKp + Ka) H1 di mana: n = jumlah pilar
Kp = koefisien kontraksi pilar
Ka = koefisien kontraksi pangkal bendung
LEBAR EFEKTIF MERCU
Kp.H1 Kp.H1 Kp.H1 Kp.H1
Ka.H1 pembilas
I II
PERENCANAAN MERCU
Di Indonesia dikenal dua macam mercu pelimpah yaitu
Tipe OGEE
Tipe Bulat
mercu tipe ogee mercu tipe bulat
R1 R
Kemiringan maksimum muka bendung bagian hilir yang
dibicarakan di sini berkemiringan 1 banding 1 batas bendung dengan muka hilir vertikal mungkin menguntungkan jika bahan pondasinya dibuat dari batu keras dan tidak diperlukan kolam olak. Dalam hal ini kavitasi dan aerasi tirai luapan harus
MERCU BULAT
Tekanan pada mercu adalah fungsi perbandingan antara H1 dan r
(H1 /r) (lihat Gambar A). Untuk bendung dengan dua jari-jari (R2) (lihat Gambar B), jari-jari hilir akan digunakan untuk menemukan harga koefisien debit.
Untuk menghindari bahaya kavitasi lokal, tekanan minimum pada
mercu bendung harus dibatasi sampai – 4 m tekanan air jika mercu
GAMBAR A perbandingan H1/r
pe
Tekanan pada mercu bendung bulat sebagai fungsi
GAMBAR B
catatan sahih jika P/H1 > 1.5
x r = 0.025 m. - G.D.MATTHEW 1963 perbandingan H1/r o r = ... - A.L. VERWOERD 1941
+ r = 0.030 m. - A.W.v.d.OORD 1941 r = 0.0375 m. L.ESCANDE &
r = 0.075 m. F.SANANES 1959
Harga-harga koefisien C0 untuk bendung ambang bulat
SKETSA BENDUNG DENGAN MERCU BULAT
Dari Gambar A tampak bahwa jari-jari mercu bendung pasangan
batu akan berkisar antara 0,3 sampai 0,7 kali H1maks dan untuk
PERSAMAAN TINGGI ENERGY-DEBIT
Persamaan tinggi energi-debit untuk bendung ambang pendek dengan pengontrol segi empat adalah:
Q = �� ��� ,5 di mana: Q = debit, m3/dt
Cd = koefisien debit (Cd = C0C1C2) g = percepatan gravitasi, m/dt2 ( 9,8) b = panjang mercu, m
C0 adalah fungsi dari H1/r Gambar B
perbandingan P/H1
+ w.j.v.d. OORD 1941 P/H1 ~ 1.5
0.99
+ +
C2 adalah fungsi dari p/H1dan kemiringan muka hulu bendung Gambar D
0
kemiringan sudut
terhadap garis vertikal 1:0.33 18°26'
perbandingan P/H1 1:1 1:0.67
Dalam tahap perencanaan p dapat diambil setengah jarak dari mercu sampai dasar rata-rata sungai sebelum bendung tersebut
dibuat. Untuk harga-harga p/h1 yang kurang dari 1,5, maka Gambar
Harga-harga koefisien koreksi untuk pengaruh kemiringan muka bendung bagian hulu terhadap debit diberikan pada Gambar D
Harga koefisien koreksi, C2, diandaikan kurang lebih sama dengan
Harga-harga faktor pengurangan aliran tenggelam f sebagai fungsi perbandingan tenggelam dapat diperoleh dari Gambar E
GAMBAR E
faktor pengurangan aliran tenggelam f
H
2
/H
1
data dari :