• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) Pada Pembuatan Permen Karamel Dari Susu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) Pada Pembuatan Permen Karamel Dari Susu"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tingkat populasi masyarakat di Indonesia setiap tahun semakin meningkat. Hal ini berpengaruh terhadap perekonomian yaitu pada potensi pasar berupa produk makanan dan minuman. Saat ini produk makanan dan minuman semakin prospektif dimana sebagian masyarakat Indonesia memilih pola hidup yang serba praktis tetapi sehat dan aman untuk dikonsumsi. Permen atau yang disebut dengan kembang gula atau gula-gula merupakan salah satu produk yang cukup diminati oleh kalangan masyarakat baik anak-anak, remaja, hingga dewasa baik kalangan bawah maupun menengah.

Permen memiliki berbagai manfaat dan alasan untuk dapat dikonsumsi oleh kalangan masyarakat seperti dapat mengurangi kantuk, mengurangi sakit pada tenggorokan, sebagai cemilan di waktu senggang, menghilangkan dahaga, dapat menyegarkan mulut, memutihkan gigi dan berbagai alasan lainnya, tetapi kini banyaknya produk-produk inovatif yang berkembang dikalangan masyarakat dengan tujuan permen yang dapat menyehatkan masyarakat serta aman dikonsumsi yaitu permen karamel dari susu dengan berbagai campuran olahan pada produk yaitu berupa jahe, buah-buah dan campuran olahan lainnya sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Permen karamel susu merupakan produk olahan berupa campuran susu segar, gula, margarin, gum arab, dan berbagai campuran sebagai bahan tambahan permen yang aman dikonsumsi. Oleh karena itu peneliti memanfaatkan susu kambing segar dan daun kelor sebagai bahan utama dalam pembuatan permen yang bertujuan agar

(2)

permen dapat menyehatkan, meningkatkan nilai gizi, disukai dan digemari oleh kalangan masyarakat yaitu anak-anak, remaja hingga dewasa.

Tingkat konsumsi susu segar di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara lain. Susu yang memiliki peranan yang sangat penting pada tubuh tetapi kurang terpenuhi oleh masyarakat. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya masyarakat kurang mengetahui khasiat dan manfaat susu bagi tubuh, seperti manfaat pada kandungan gizi yang terdapat pada susu serta manfaat apabila susu yang telah diproduksi dilakukan pengolahan lebih lanjut untuk meningkatakan nilai ekonomis.

Susu kambing sebagai sumber gizi yang mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda dengan susu sapi dan Air Susu Ibu (ASI), yaitu memiliki kandungan gizi dan manfaat untuk kesehatan. Susu kambing dikonsumsi oleh masyarakat dengan kepercayaan dapat membantu mencegah penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, mengatasi penyakit maag, diabetes mellitus, serta penyakit tulang dan gigi, memelihara kesehatan mata, menjaga sistem kekebalan tubuh, dan menyediakan zat gizi untuk kulit, rambut, kuku dan kelenjar adrenalin karena kandungan vitamin A pada susu kambing etawa juga termasuk tinggi dan dapat menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

Daun kelor kaya akan kandungan nutrisi dan sebagai sumber nutrisi untuk masyarakat yang mudah dan murah diperoleh serta memiliki manfaat untukkesehatan masyarakat. Daun kelor memiliki kandungan gizi yaitu kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin C dan protein serta potassium dan magnesium, yang sangat dibutuhkan untuk mencegah dan mengobati berbagai gejala penyakit kesehatan.

Pengolahan daun kelor di Indonesia, belum dikenal secara luas. hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap manfaat dan cara

(3)

pengolahan daun kelor. Untuk itu, pengolahan pangan terhadap daun kelor perlu ditingkatkan dan dikembangkan agar dijadikan sebagai sumber gizi yang baik pada produk pangan. Salah satu upaya pengolahan yang dapat dilakukan adalah pembuatan permen karamel dari susu kambing guna meningkatkan gizi bagi kesehatan tubuh.

Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas organoleptik ditinjau dari aspek warna, tekstur, aroma, rasa, tingkat kesukaan dan uji kadar air dan kadar gula total dalam pembuatan permen karamel dari susu kambing dengan penambahan ekstrak daun kelor 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%.

Hipotesis Penelitian

Penambahan ekstrak daun kelor dengan susu kambing pada permen karamel agar dapat meningkatkan nilai gizi, disukai dan memperoleh kualitas organoleptik yang baik.

Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi kalangan akademis, peneliti, instansi, masyarakat dan peternak tentang pemanfaatan susu kambing dan daun kelor (Moringa oleifera Lamk) dalam pembuatan permen karamel yang dapat menghasilkan karakteristik yang baik dan bahan penulisan skripsi.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis menunjukkan bahwa substitusi tepung talas belitung meningkatan kadar abu, karbohidrat, serat dan tekstur biskuit tetapi menurunkan kadar air serta lemak,

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung talas belitung yang tepat untuk menghasilkan biskuit dengan kualitas paling baik dilihat

talas belitung dan daun kelor menjadi olahan pangan yang akan banyak. diminati serta memberi masukan bagi teknologi

Tepung talas belitung yang berasal dari desa Purworeo, Pleret, Bantul dengan tekstur tepung lembut dan berwarna putih kecokelatan.. (Sumber:

Analisis dan Uji DMRT Kadar Serat Biskuit Daun Kelor Dengan Substitusi Tepung Talas Belitung.

50,-, Permen Karamel Susu Eksperimen dapat bertahan hingga 3 (tiga) minggu dalam suhu ruangan normal dengan menggunakan kemasan tertutup dan di dalam lemari pendingin. Saran

Design Expert 10.0 Metode Mixture D- Optimal juga memiliki ketelitian yang tinggi secara numeric hingga mencapai 0,001, dalam menentukan model matematik yang cocok untuk

Hasil perhitungan dosis efektif ekstrak daun kelor menggunakan uji regresi yaitu sebesar 1244,97 mg/kgBB, akan tetapi pada penelitian ini pada dosis 62,5 mg/kgBB dapat menurunkan kadar