• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Dasar Sistem Kontrol Pengatur Pr

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Dasar Sistem Kontrol Pengatur Pr"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PERCOBAAN I

PENGATUR PROPORSI

Disusun oleh :

Nama

: Lyla Diah Susanti

NIM

: 41412110113

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA

(2)

PRAKTIKUM

DASAR SISTEM KONTROL

Q

No. Dokumen Distribusi

Tgl. Efektif Jurusan Teknik Elektro

PERCOBAAN I

PENGATUR PROPORSI

TUJUAN

Setelah melaksanakan percobaan ini, Anda diharapkan dapat : 1. Memahami sifat dari pengatur proporsi

(3)

PENGATUR RPOPORSI (Pengatur P)

I. Tujuan

Setelah menyelesaikan topik ini diharapkan anda dapat menjelaskan metode dari pengoperasian pengatur proporsi (Pengatur P).

II. Pendahuluan

Sifat dari pengatur P yaitu bahwa sinyal output pada rangkaian pengatur P ini adalah berbanding lurus dengan sinyal inputnya, sehingga secara matematis dapat ditulis:

Eout = Av. E¿

Av = Eout E¿

Dimana Av ini adalah factor penguatan dari pengatur ini, artinya apabila tegangan input berubah secara linier maka tegangan outputnya akan berubah secara linier pula.

(4)

Dari rangkaian di atas dapat diperoleh turunan sebagai berikut:

(5)

Selanjutnya dalam sistem pengaturan yang memakai rangkaian pengatur P akan selalu ada selisih statis, dimana selisih statis ini tidak dapat dihilangkan sebab sistem pengaturannya dikendalikan oleh selisih ini. Namun selisih statis ini akan semakin kecil jika koefisien kerja proporsi atau penguatnnya semakin besar.

Selisih statis ini pada sistem penguatan dikenal sebagai deviasi dari sistem tersebut yang disingkat dengan e, dimana:

e = tegangan input – tegangan feedback

sehingga

(6)

Besarnya tegangan output, seperti yang sudah dijelaskan di atas ditentukan oleh besarnya tahanan feedback, sehingga oleh karena itu pada terminal inverting (-) dan terminal non inverting (+) terdapat tegangan yang hamper

sama. Selanjutnya karena R1 = 10 K, R2 = 100 K dengan tegangan Vref = 2 Volt, maka pada outputnya akan timbul tegangan yang cukup

besar sehingga pada terminal inverting (-) terdapat tegangan kira-kira

sebesar 2 Volt. Kemudian jika V¿ = 1,8 Volt maka pada R1 akan terdapat turun tegangan (Drop tegangan) sebesar 0,2 Volt. Selanjutnya karena R2 = 10 x R1 , maka pada R2 akan terdapat pula turun tegangan sebesar 2 Volt.

Arus yang mengalir lewat R1 dan R2 mempunyai arah dari kanan ke

kiri sehingga terminal sebelah kana pada R2 adalah positif.

Besarnya tegangan output Vout adalah penjumlahan dari tegangan pada R2 dan tegangan pada pada terminal inverting, sehinggan Vout = 2 + 2

= 4 Volt.

(7)

Dari harga V¿ dan Vout di atas apabila dibuat grafiknya maka hasilnya

adalah seperti yang digambarkan di bawah ini:

Dari grafik di atas ternyata bahwa perubahan tegangan output adalah berbanding lurus dengan perubahan pada tegangan inputnya, karena itu rangkaian seperti diatas disebut sebagai rangkaian pengatur proporsi (Pengatur P).

III. Alat dan bahan yang digunakan: 1. Pesawat latih

(8)

10. Resistor 33 KΩ 11. Resistor 100 KΩ 12. Resistor 220 KΩ 13. Resistor 330 KΩ

(9)

V. Langkah Kerja

1. Buatlah rangkaian seperti yang diperlihatkan pada diagram gambar rangkaian gambar 1.5 di atas.

2. Atur tegangan input V¿ sebesar 10 Volt dan pertahankan tegangan ini

tetap selama percobaan berlangsung.

3. Pasang resisrtor-resistor R1 dan R2 dengan harga sesuai tabel yang tersedia.

4. Selanjutnya ukurlah besarnya tegangan outputnya dari tegangan tersebut kemudian hitung besarnya penguatan tegangan. Catat hasil pengukuran dan perhitungan pada tabel.

5. Modifikasi rangkaian di atas menjadi rangkaian seperti yang diperlihatkan pada diagram rangkaian gambar 1.6.

6. Atur besarnya tegangan input sebesar 1 Volt dan Rvar sebesar 0 Ω. 7. Selanjutnya ukurlah besarnya tegangan output.

8. Perbesar harga Rvar besarnya kira-kira 1

2 dari harga output yang diharapkan.

9. Ulangi percobaan ini untuk bermacam harga R1 dan R2 .

(10)

1. Jelaskan fungsi dari rangkaian penguat inverting sebagai rangkaian pengatur P!

2. Pada penguat inverting dihasilkan outputnya sebesar – 10 Volt. Berapakah tegangan inputnya jika R1 = 100 KΩ dengan tahanan feedback sebesar 1 MΩ?

3. Hitung besarnya tegangan output jika pada penguat inverting diketahui besarnya tegangn input sebesar 0,5 Volt dengan tahanan inputnya sebesar 20 KΩ dan tahanan feedback sebesar 100 KΩ!

Referensi

Dokumen terkait

Kelembaban di dalam ruang inkubator dikontrol dengan menggunakan rangkaian sistem kontrol kelembaban yang tersusun atas dua masukan pada penguat selisih (IC LM

Hasil keluaran sinyal tegangan output sistem kontrol ini harus dikonversi menjadi nilai arus yang akan mengontrol arus armaturnya sehingga perubahan nilai tegangan

Pada grafik dan tabel diatas dapat dilihat bahwa pengaruh selisih suhu antar sisi panas dan dingin terhadap tegangan output adalah berbanding lurus dimana semakin besar

Kurva efisiensi terhadap perubahan daya output konverter DC-DC multi- input saat input PV bekerja sendiri Dari hasil pengujian pada beberapa level tegangan di atas tampak

Bentuk sinyal output rangkaian penerima radio seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 3.3, memiliki amplitudo sebesar 2 volt, frekuensi sinyal sebesar 10.186 kHz, tegangan

diberikan tegangan listrik dari catu daya yang stabil pada tegangan kerjanya, oleh. karena itu pada bab ini dijelaskan rangkaian dasar catu daya sesuai

Pengujian rangkaian dilakukan dengan menggunakan multimeter, untuk mengetahui tegangan input dan output saat sensor mendeteksi warna dari objek warna mobil yang akan diujikan.