• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Kepribadian Tokoh Utaman Dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Struktur Kepribadian Tokoh Utaman Dalam"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Struktur Kepribadian Tokoh Utaman Dalam Teks

Monolog “Lagu Pak Tua” karya Adhy Pratama

Diajukan sebagai tugas individu

mata kuliah Kajian Teks Drama pada semester V

Oleh

Irwanto

(1401040047)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

(2)

Kisah ini bercerita tentang seorang pak tua yang bingun, dia bingung kehidupnya tidak seindah teman-temannya. Masa mudanya telah ia habiskan untuk membunuh dan merampok. Dia merasa bahwa masa mudanya telah gagal karena tidak memanfaatkan masa mudanya dengan baik sehingga sekarang hidupnya tak seindah teman-temannya. Dia selalu berimajinasi untuk menghindari ketidaknyamanan dalam hidupnya menuju hidup yang nyaman.

Pak tua tidak putus asa dia masih punya mimpi, mimpi untuk menjadi lebih baik walaupun tidak bererti untuk 3 atu 5 tahun kedepan tetapi hiri ini ingin hidupnya berarti.

Struktur Kepribadian Tokoh Utama Dalam Teks Monolog “Lagu Pak Tua”

Id yang terdapat dalam naskah monolog lagu pak tua terlihat melalui kutipan:

“Anjing! Kenapa aku tidak bisa bermimpi! Aku harus bisa bermimpi! Hanya hitam saja! (bingung, terdiam, memegangi perut) atau jangan-jangan lapar ini yang mengganggu konsentrasiku untuk bermimpi indah. mana akan kujual terlebih dahulu? (menunjuk seluruh benda yang berada dirumahnya, tunjuknya berhenti pada kursi) nah! Kamu duluan! Engkau harus berkorban demi aku! Haha! Lumayan, pasti kau laku sekitar 10 ribu rupiah!”

Dari kutipan di atas Id muncul karena pak tua lapar dia harus cepat membeli mkanan agar perutnya tidak perih lagi, sehingga dia akan menjual kursinya untuk membeli makanan.

Ego yang terdapat dalam naskah monolog lagu pak tua terlihat melalui kutipan:

(3)

Dari kutipan naskah monolog di atas terlihat ego pak tua bahwa dia melalukan cara yang bisa diterima dunia nyata untuk memenuhi kebutuhannya yaitu dia tetap akan menjual kursinya untuk membeli makanan. Menjual barang milik sendiri tindakan yang bisa diterima dunia nyata berbeda dengan menjual milik orang lain. Dalam hal ini berarti “ego pak tua” baik.

Super ego yang terdapat dalam naskah monolog lagu pak tua terlihat melalui kutipan:

“Kau benar kursi! Untuk apa aku memikir masa depan! Aku sudah tua, sudah renta! Bila Azis, si tukang kayu mati umur 59 dan Jidin si tukang bubur juga mati umur 63, kapan aku mati! Aku sudah 60 tahun sekarang! Kenapa aku tidak mati-mati juga! Jadi aku tidak pusing memikirkan perutku lagi! Maafkan aku kursi, kau benar. Aku sudah harusnya memikirkan akhirat, (terdiam, menghadap depan lesu dengan tatapan kosong) tapi! (tersadar) saat ini aku perlu makan! Mau tidak mau aku akan tetap menjualmu! (menghadap kekursi sebentar, kemudian

menghadap kedepan) meskipun aku tidak berarti 3 atau 5 tahun kedepan! Tapi aku harus berarti hari ini!

Dari kutipan di atas super ego pak tua muncul ketika dia menyaring pemikiran yang ada di kepalanya mana yang lebih baik untuk hidupnya sekarang.

Demikian hasil analisis struktur kepribadian tokoh utama dalam naskah monolog “lagu pak tua”. Setiap manusia memiliki id, ego, dan super ego. Id meruakan bawaan dari lahir, jika id tidak baik akan mendorong ego dan super ego tidak baik juga begitu pula sebaliknya.

(4)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel jumlah penduduk, tingkat pendidikan, pertumbuhan ekonomi dan inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten

Efek ini dapat menyebabkan terjadinya fluttering (getaran). Dengan demikian, membran yang digunakan pada gedung harus distabilkan dengan cara tertentu hingga bentuknya dapat tetap

Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Studi Motivasi, Persepsi Dan Konsumsi Minuman Energi Serbuk Di Kalangan Karyawan Bagian Produksi PT Kurnia Adijaya Mandiri

Pada penelitian ini, sensor yang digunakan berupa antena monopole yang berfungsi untuk menangkap sinyal yang dihasilkan oleh sumber peluahan sebagian. Nilai magnitude

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah kualitas pelayanan yang terdiri dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy berpengaruh

Gejala klinis gizi buruk ringan dan sedang tidak terlalu jelas, yang ditemukan hanya pertumbuhan yang kurang seperti berat badan yang kurang dibandingkan dengan anak

Adalah gabungan dari produk asuransi seumur hidup (whole life) dan investasi dimana Pemegang Polis mempunyai kebebasan untuk memilih penempatan Dana Investasinya pada

signifikansi 0,000 yang berada di bawah batas signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Gaya Hidup (X1), Kepercayaan Merek (X2) dan Kualitas Produk (X3)