• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN I 93

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN I 93"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE

STUDENT

TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION

(STAD

)

TERHADAP PRESTASI

BELAJARI PS PADA SISWA KELASIV SDI BAJAWA KECAMATAN

BAJAWA KABUPATEN NGADA TAHUN AJARAN 2015/2016

Maria Infiolata Karmela Meo

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Citra Bakti

[email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD), dan siswa yang belajar menggunakan model konvensional pada siswa kelas IV SDI Bajawa.Jenis Penelitian ini ialah Qoasi Eksperimen dengan rancang penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian terdiri atas dua yaitu:pengambilan kelas penelitian dengan menggunakan Random sampling sedangkan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Intac group.Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas IV SDI Bajawa yang terdiri dari dua kelas yang berjumlah 44 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A sebanyak 20 siswa sebagai kelas konvensional dan kelas IV B sebanyak 24 siswa sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data mengggunakan teknik tes bentuk tes objektif. Hasil tes selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik uji-t dengan terdahulu menghitung Gain Scor dinormalisasi dari masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPS antara siswa yang belajar menggunakan model Student Teams Achievement Division (STAD) dengan siswa yang belajar menggunakan model konvensional. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis uji-t yang diperoleh bahwa t-hitung =3,376 > t-tabel = 2,021, dengan derajat kebebasan (db) = n1+n2-2=42, taraf signifikansi 5%. Dengan demikian Ho ditolak H1 diterima sehingga terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPS antara siswa yang belajar menggunakan model

Student Teams Achievement Division (STAD) dengan siswa yang belajar

menggunakan model konvensional. Rata-rata prestasi belajar IPS kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata prestasi belajar konvensional yaitu 0,56>0,30. Disimspulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student

Teams Achievement Division (STAD) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS

siswa kelas IV SDI Bajawa Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2015/2016.

(2)

Abstract

This study aims to reveal the difference of the social science achievement between the students who learn through the cooperative learning model using Students Teams Achievement Division (STAD) type and the students who learn using conventional learning model at the fourth grade students of Bajawa presidential directive primary school. This study was quasi experiment using the research design of none quivalent control group design. The technique of sampling in this study consisted of two techniques namely the process of taking a research class using random sampling and the process of taking a sample using intac group. The population in this study was all the fourth grade students of Bajawa presidential directive that consisting of two classes numbered of in 44 people. The sample of this study was the fourth grade students A numbered in 20 people as the conventional class and the class of the fourth grade students B numbered in 24 people as the experimental class. The technique of data collection used the test technique in form of multiple choice. The test result was analyzed using statistical test namely t-test by counting score gain normalized first from each groups. The result of study shows that there is a significant difference on the social science achievement between the students who are on the experiment class and the control class. This effect could can be seen from the result of analysis on t-test got that tcount = 3,376 > ttable = 2,021, with its free

standard (db) = n1 + n2 - 2 = 42, at the significant standard 5%. The result means that H0 rejected and H1 accepted. The mean of the social science achievement on the experiment group is bigger than the mean of the mathematics learning achievement on the conventional group namely 0,56>0,30. From the result of the studys can be concluded that the cooperative learning model using Student Teams Achievement Division (STAD) is influential towards the social science achievement at the fourth grade students of Bajawa presidential directive primary school Bajawa subdistrict Ngada regency school of year 2015/2016.

(3)

PENDAHULUAN

Dalam Pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1995 Negara Republik Indonesia menyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa mengandung status sosial, ras, etnis, agama, dan gender, (dalam UU,2003).Sasaran

pendidikan adalah

manusia.Pendidikan adalah suatu usaha pembinaan pribadi manusia untuk mencapai tujuan akhir (Perilaku hubungan dengan Tuhan dan diri sendiri) dan sekaligus untuk kepentingan masyarakat (perilaku hubungan dengan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan alam sekitar). Secara singkat dikatakan bahwa pendidikan nilaia dalah suatu proses dimana seseorang menemukan maknanya sebagai pribadi saat dimana nilai-nilai tertentu memberikan arti pada jalan hidupnya (dalam Liana, 2010).

Pendidikan memiliki prinsip-prinsip yang perlu dilaksan akan yaitu sebagai berikut. (1) Pendidikan berlangsung seumur hidup sejak manusia lahir sampai pada tutup usianya, (2) tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama semua manusia, (3) untuk manusia, pendidikan merupakan suatu keharusan karena dengan pendidikan manusia akan memiliki kemampuan dan kepribadian yang berkembang. Pemerintah telah mengupayakan dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non formal.Salah satu lembaga pendidikan formal yaitu pendidikan sekolah dasar (dalam Liana, 2010).

Lembaga pendidikan sekolah dasar (SD) merupakan suatu lembaga yang diyakini sangat penting keberadaanya.Lembaga ini memiliki peran yang sanagat penting setelah pendidikan dalam keluarga.Dalam dunia pendidikan lembaga pendidikan sekolah dasar merupakan satuan pendidikan yang bersifat mendasar untuk melatih, membimbing, dan mengarahkan peserta didik dalam mengembangkan ilmu serta keterampilan sebagai bekal untuk mengeyam pendidikan sekolah lanjutan sertain teraksi sosial dalam kemasyarakatan.

Pendidikan menyiapkan peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk kehidupan, seperti kompetensi keagamaan, akademik, ekonomi, dan sosial pribadi.Kompetensi keagamaan diperlukan untuk menjalankan fungsi manusia sebagai hamba Tuhan Yang Maha Kuasa dalam kehidupan sehari-hari.Kompetensi akademik diperlukan untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan jenjangnya, (Herman, 2005).Salah satu ilmu pengetahuan yang harus dikembangkan adalah IPS.IPS merupakan suatu program pendidikan dan bukan sub disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial (social science), maupun ilmu pendidikan (Somantri. 2004).

(4)

menggunakan model pembelajaran secarajelassehingga prestasi belajar IPS rendah, diperlukan sebuah model yang berpusat pada peserta didik dengan memuat permasalahan-pemersalahan yang berhubungan dengan pengalaman sehari-hari peserta didik. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD peserta didik akan menjadi aktif dalam proses pembelajaran di kelas dan guru sebagai motivator dan fasilitator.

Model pembelajaran kooperatif adalah salah satu model pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif bertukar pikiran dengan sesamanya dalam memahami suatu materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif. Belajar kooperatif menekankan pada kerja sama saling membantu dan berdiskusi bersama dalam menyelesaikan tugas-tugas yang di berikan.

Menurut Roger (dalam Miftahul,2011), pembelajaran kooperatif merupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh suatu prinsip bahwa suatu pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara sosial diantara kelompok-kelompok pembelajaran yang didalamnya setiap belajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota-anggota yang lain.

Pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achievement

Division (STAD) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelaminnya, atau pun suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Seluruh siswa dikenai kuis tentang materi dengan catatan saat kuis siswa tidak boleh saling membantu.Model pembelajaran kooperatif tipe Student

Teams Achievement Division

(STAD) Merupakan Pendekatan

Cooperative Learning yang

menekankan pada aktivitas dan interaksi antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal (widowati, 2001).

Menurut Slavin (1995), pembelajaran kooperatif tipeStudent

Teams Achievement Division

(5)

membutuhkan waktu yang lebih lama untuk guru sehingga pada umumnya guru tidak mau menggunakan pembelajaran kooperatif, (3) membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru dapat melakukan pembelajaran kooperatif, (4) menuntut sifat tertentu dari siswa misalanya sifat bekerja sama.

Dari beberapa keunggulan pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) diatas disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif menjadikan siswa menjadi aktif berperan dan bekerja sama demi keberhasilan kelompok.

Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

Achievement Division (STAD)

berbeda dengan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran konvensional atau tradisional adalah suatu pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru yaitu pembelajaran secara klasikal dengan menggunakan metode tanya jawab dan metode pemberian tugas.

Bentuk tugas yang sering diberikan adalah pekerjaan rumah (PR), Sebagai latihan menyelesaikan soal-soal, Sebagai suatu cara untuk memacu siswa tetap belajar sendiri dirumah. Pemberian PR tersebut diupayakan tidak terlalu banyak sehingga tidak terlalu banyak menyita waktu dan tidak terlalu sulit supaya siswa tidak merasa bosan dalam menyelesaikan tugas tersebut.

Menurut Poerwodarminto (dalam Djamarah, 1991), Prestasi merupakan hasil dari suatu yang telah dilakukan, dikerjakan oleh seseorang. Prestasi belajar harus memiliki tiga aspek yaitu: (1) kongnitif, (2) afektif, (3) psikomotor. Prestasi belajar dari siswa adalah hasil yang telah dicapai oleh siswa

yang dapat dari proses pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu sebagai berikut. (1) Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri, faktor ini terdiri dari faktor jasmani (kesehatan dan caact tubuh), faktor psikologi (minat, bakat, perhatian, kematangan, kesiapan), faktor kelelahan. (2) Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri, faktor ini terdiri dari faktor keluarga (orang tua, mendidik relasi antar anggota keluarga,suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan), faktor sekolah (metode mengajar guru, kurikulim, relasi guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar belajar diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah), faktor masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat), (Djamarah, 1991).

Berdasarkan uraian diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “apakah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS pada siswa yang dibelajarkan menggunakan model pemebelajaran kooperatif tipe Student Teams

Achievement Division (STAD)

dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode konvensional kelas IV SDI Bajawa Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Tahun Ajar 2015/2016?

Dengan tujuan penelitian yang akandicapai adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS pada siswa yang dibelajarkan mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student

Teams Achievement Division

(6)

dibelajarkan menggunakan metode konvensional.

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS pada siswa yang dibelajarkan mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

Achievement Division (STAD)

dengan siswa yang dibelajarkan

menggunakan metode konvensional.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di SDI Bajawa pada semester genap tahun ajaran 2015/2016.Jenis penelitian ini ialah Quasi Eksperimen dengan rancang penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Desing.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian terdiri atas dua yaitu pengambilan kelas penelitian dengan menggunakan Random

Sampling sedangkan pengambilan

sampel dengan menggunakan teknik Intac Group.

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDI Bajawa yang terdiri dari dua kelas yang berjumlah 44 siswa.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVA sebanyak 20 siswa sebagai kelas konvensional dan kelas IV B sebanyak 24 siswa sebagai kelas eksperimen. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan model Student Teams

Achievement Division (STAD) dan

kelompok konvensional diberi perlakuan dengan menggunakan kelompok konvensional.

Dalam penelitian ini variabel yang digunakan ada dua variabel yaitu variabel bebas dan terikat.Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Student

Teams Achievement Division

(STAD) dan model konvensional sedangkan variabel terikat yaitu prestasi belajar IPS.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes bentuk tes objektif (pilihan ganda). Teknik penskoran tiap butir soal dengan menggunakan skala 1-100.Instrument yang digunakan dalam pre-tes dan post-tes

dibuat sendiri oleh peneliti.Oleh karena itu, dilakukan uji validitas dan reabilitas instrument tes.Instrumen tes ini diujikan pada siswa kelas IV SDK Ngedusuba dengan jumlah responden 20.Pemilihan siswa kelas IV SDK Ngedusuba dikarenakan mereka juga mempelajari materi yang ada dalam tes. Setelah dilakukan uji validitas dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment dari 20 butir tes yang diuji cobakan, 15 butir tes yang dinyatakan valid dan 5 butir soal dinyatakan gugur.

Uji reabilitas terhadap butir soal yang valid dengan menggunakan rumus KR-20. Uji reabilitas yang diperoleh adalah

r20= 0,941 (0,60<0,941), dengan demikian tes prestasi belajar IPS dinyatakan memiliki reabilitas tinggi dan memenuhi syarat untuk digunakan dalam penelitian.

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persyaratan analisis uji norma uji t dengan persyaratan data distribusi normal dan varian homogeny. Perhitungan uji normalitas data dan homogenitas varian menggunakan aplikasi SPSS 16.00 from windows.

HASIL DAN PEMBAHASAN

(7)

eksperimen dan kelompok konvensional. Dari hasil analisis pre-tes prestasi belajar IPS kelompok eksperimen diperoleh mean=45,45, median=42,54, modus=39,74 dan standar deviasi=1,720, dengan rentangan kelas interval 47, banyak kelas interval 6 dan panjang kelas interval 8. Untuk post-tes prestasi belajar IPS kelompok eksperimen diperolehmean=72,25,

median=76,09, modus=77,7 dan standar deviasi=2,907, dengan rentangan kelas interval 40, banyak kelas interval 6 dan panjang kelas interval 7. Sedangkan dari hasil analisis kelompok konvensional untuk pre-tes diperoleh mean=47,5, median=43,78, modus=41,68 dan standar deviasi 2,198, dengan rentangan kelas interval 34, banyak kelas interval 6 dan panjang kelas interval 6. Untuk data analisis post-tes kelompok konvesional diperoleh mean=64,5, median=65,34, modus=66,6 dan standar deviasi 2,807, dengan rentangan kelas interval 33, banyak kelas interval 6, panjang kelas interval 6.

Analisis data yang digunakan dalam tes ini adalah analisis uji t dengan menggunakan rumus polled

varians. Sebelum melakukan

pengujian hipotesis dengan uji t, terlebih dahulu dilakukan pengujian-pengujian persyaratan yang dilakukan terhadap persebaran data hasil penelitian. Uji pesyaratan analisis terdiri dari dua yaitu uji normalitas data dan uji homogenitas varian. Perhitungan uji normalitas data dan uji homogenitas varian menggunakan aplikasi SPSS 16.00

from windows dengan menghitung

gain scor dinormalisasi (GSn) dari masing-masing kelompok.

Berdasarkan uji normalitas data pada kelompok eksperimen diperoleh angka statistic=0,168 dengan df=24,signifikan 0,078 lebih

besar dari taraf signifikansi 5% (α=0,05) ini berarti data pretasi belajar kelompok eksperimen berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas data kelompok konvesional diperoleh angka statistik 0,66 dengan df 20 dan signifikan 0,152 lebih besar dari taraf signifikansi 5% (α=0,05) ini berarti data prestasi belajar kelompok konvensional berdistribusi normal.

Uji homogenitas varian penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk meyakinkan bahwa perbedaan yang didapat dari uji t benar-benar dari perbedaan kedua. Uji penelitian ini dilakukan dengan menggunakan progam SPSS 16.000

from windows dengan menghitung

data yang telah dinormalisasikan dari tiap kelompok sehingga dari perolehan tersebut diperoleh uji homogenitas varian adalah levene statistic menunjukan angka 0.196 dengan taraf signifikan 0,660 lebih besar dari taraf signifikansi 5% (α=0,05). Ini berarti kedua kelompok data homogen.

(8)

filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial (social science), maupun ilmu pendidikan (Sumantri. 2001:89).siswa yang belajar menggunakan model Student Teams

Achievement Division (STAD)

dengan siswa yang belajar menggunakan model konvensional. Rata-rata prestasi belajar IPS kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata prestasi belajar konvensional yaitu 0,56>0,30.

Disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatof tipe

Student Teams Achievement

Division (STAD) berpengaruh

terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDI Bajawa Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2015/2016.Rangkuman prestasi belajar IPS dengan analisis uji persyaratan normalitas dan homogenitas serta uji hipotesis disajikan pada tabel 1.

Tabel 1 Hasil Analisis Data No Uji analisis Kelompok

eksperimen

Kelompok konvensional

Taraf signifikansi 5% (α=0,05)

1 Normalitas Data 0,078 0,152 0,05

2 Homogenitas Data 0,660 - 0,05

3 Hipotesis 3,376 - 2,021

Melalui hasil analisis data prestasi belajar yang dilakukan dengn pre-tes sebelum di berikan perlakuan dan pos-tes setelah diberikan perlakuan. Rata-rata

prestasi belajar IPS kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata kelompok konvensional yaitu 0,56>0,30.

Penelitian ini secara umum dapat dideskripsikan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS antara siswa yang menggunakan model Student Teams Achievement

Division (STAD). Hal ini dapat

dibuktikan dengan data hasil analisis dan uji t-tes yang dilakukan. Sebelum melakukan uji t-tes terlebih dahulu dicari nilai gain scor dinormalisasikan (GSn) dari masing-masing kelompok. Tujuan menghitung gain scor

dinormalisasikan (GSn) untuk

mencari rerata sampel dari masing-masing kelompok.

Dari perhitungan gain scor dinormalisasikan (GSn) menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPS antara siswa yang belajar menggunakan model Student Teams Achievement Division (STAD) dengan siswa yang belajar menggunakan model konvensional. Hal ini di dapat dari ujianalisis uji-t yaitu t-hitung=3,376

lebih besar dari t-tabel=2,021 (3,376>2,021). Dengan rata-rata prestasi belajar IPSkelompok eksperimenlebih besar dari kelompok konvensional yaitu 0,56>0,30. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatig tipe

Student Teams Achievement

Division (STAD) berpengaruh

terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDI Bajawa kecamatan bajawa kabupaten ngada tahun ajaran 2015/2016.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan telah ditemukan nilai Gain

Scor dinormalisasikan

(9)

0,30. Untuk nilai varians ( kelompok eksperimen =0,038 sedangkan varians ( kelompok kontrol = 0,020. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t-test dengan t-hitung lebih besar dari tabel (3,376 > t-tabel = 2,021) sehigga H0 ditolak dan H1 diterima maka terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPS antara siswa yang belajar menggunakan model Student

Teams Achievement Division

(STAD) dengan siswa yang belajar menggunakan model konvensional. Dengan derajat kebebasan (db)= n1+n2–2=42 dan taraf signifikansi 5%. Rata-rata prestasi belajar IPS kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata prestasi belajar kelompok kontrol yaitu 0,56> 0,30. Disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Student Teams

Achievement Division (STAD)

berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDI bajawa kecamatan bajawa kabupaten ngada tahun ajaran 2015/2016.

Saran yang diajukan sesuai dengan hasil penelitian diatas adalah sebagai berikut: (1) Kepada siswa,diharapkanmenjadipedomand alampembelajaran IPS dan hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi siswa untuk selalu meningkatkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah IPS yang berkaitan dalam kehidupan

sehari-hari. (2) Kepada

guru,sebagaimasukanberhargadanin formasi yang bergunadan diharapkan agar mampu mengguakan model Student Teams

Achievement Division dalam

pembelajaran serta selalu memperhatikan karakter dari masing-masing siswa demi meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam memecahkan masalah IPS. (3) Kepada praktisi pendidikan,

disarankan menggunakan hasil penelitian ini sebagai landasan dalam penelitian lebih lanjut dengan materi dan ruang lingkup yang lebih luas. (4) Kepada para peneliti yang berminat untuk melakukan penelitian lanjutan dalam pembelajaran IPS atau mata pelajaran lain.

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bhari. 1991.

Prestasi Belajar dan

Kompetensi Guru. Surabaya. PT Rineka Cipta.

Koyan, I Wayan. 2012. Statistik

Pendidikan Teknik Analisis

Data Kuantitatif. Bali.

Universitas Pendidikan Ganesha Pres.

Liana. Sherly. 2010. Educare

(Wahana Komunikasi

Pendidikan). Taruna Oga

Pravritti. Bandung.

Miftahul, Huda. 2014. Cooperartif

Learning. Celeba Timur

Yogyakarta Pustaka Pelajar.

Somantri, N.

2004.MenggagasPembaharu anPendidikan IPS. Bandung: Rosdakary.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional.. Jakarta. Depdiknas.

Widowati, Budijastuti. 2001.

Pembelajaran Kooperatif.

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa subjek DY dan QL memiliki kemampuan berpikir reflektif tinggi pada materi bentuk aljabar karena melalui tiga

Pada makalah ini akan dipaparkan mengenai pengembangan digital library yang ditujukan untuk perpustakaan Smk Yasmida Ambarawa .Teknologi dan komunikasi tak

Tingkat infeksi cendawan Entomophthorales tertinggi mencapai 46,3% yang terjadi pada kutu putih di tanaman pepaya di Bubulak, sedangkan tingkat infeksi terendah terjadi

Reok, maka dengan ini kami mengundang saudara/I untuk melakukan Pembuktian Kualifikasi terhadap Dokumen Penawaran saudara yang akan dilaksanakan pada :. Adapun kelengkapan

Bacillus thuringiensis israelensis (Bti) merupakan larvasida biologi yang bekerja sebagai toksin pencernaan pada larva yang dapat menyebabkan kematian, namun

Evaluasi merupakan tolok ukur keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami materi yang

7) proses belajar memerlukan metode yang te- pat; 8) belajar memerlukan minat dan perha- tian siswa (2009). Maka dibutuhkan peran dari guru untuk menciptakan suasana

[r]