• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS TANAMAN GANJA DALAM BIDANG INDU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS TANAMAN GANJA DALAM BIDANG INDU"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS TANAMAN GANJA DALAM BIDANG

INDUSTRI

disusun oleh :

HENDRALOKA BUDI PRADANA

NRP : 3115100119

JURUSAN : S1-TEKNIK SIPIL

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

Campus ITS Sukolilo, Jalan Raya ITS, Surabaya, Jawa Timur 60111, Surabaya

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Analisis Tanaman Ganja dalam Bidang Industri” karya Hendraloka Budi Pradana telah diperiksa dan disetujui oleh:

Menyetujui,

Pembimbing Teknik, Pembimbing Materi,

Elsa Insan Hanifa S.Pd. Eko Agus Susilo S.Ag. M.M.

Mengetahui,

Kepala SMA Islam Al-Azhar 4

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur hadirat Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelesaikan tugas ini. Salawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW dan sahabat beserta pengikut hingga akhir zaman, dan karena berkat kerosullannya kita masih bisa berpegang teguh dalam agama islam. Karya tulis Ilmiah yang berjudul “ANALISIS TANAMAN GANJA DALAM BIDANG INDUSTRI” yang akan menjelaskan manfaat tanaman Cannabis stavia dalam bidang perindustrian.

Terima kasih kepada pihak yang membantu kami untuk menyelesaikan karya tulis ini. Dan tidak lupa kami sampaikan kepada:

1. Elsa Insan Hanifa S.Pd., Selaku Pembimbing materi 2. Dra. Diah Wiyarsari, M.Biomed., Selaku wali kelas 3. Eko Agus Susilo S.Ag. M.M., Selaku Pembimbing teknik 4. Tun Abdul Razak S.Pd., Selaku Kepala SMA Islam Al-Azhar 4 5. Para dewan guru yang senantiasa membimbing penulis.

6. Kedua orang tua kami yang senantiasa mendukung dan turut mendoakan kesuksesan penulis

7. Serta teman-teman yang selalu memberi saran dan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan karya penulis

(4)

Bekasi, 23 januari 2015

(5)

DAFTAR ISI

BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR...4

2.1.Landasan Teori...4

2.1.1Pengertian Tanaman Ganja...4

2.1.2Sejarah Tanaman Ganja di Dunia...4

2.1.3Manfaat Tanaman Ganja di Bidang Industri...5

2.1.4Kebijakan Tentang Tanaman Ganja di Berbagai Negara...5

(6)

BAB IV PEMBAHASAN...9

4.1 Aplikasi Tanaman Ganja Dibidang Industri...9

4.1.1 Bahan Bangunan Organik...9

4.1.2 Ganja sebagai Minyak Industri dan Minyak Esensial...10

4.1.3 Bahan komposit dan plastic dari serat ganja...10

BAB V PENUTUP ...13

5.1.Simpulan...13

5.2.Saran ...13

DAFTAR PUSTAKA...14

(7)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Ganja atau cannabis sativa adalah tanama budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan psikoaktif dalam tanaman ini, yang disebut (THC, dikonsumsi karena ganja merupakan tanaman yang menggandung zat psikoaktif dan berbagai macam zat lainnya yang dapat memabukan sehingga dapat disalahgunakan, dan membuat para ulama menyimpulkan bahwa menyalahgunakan dan mengkonsumsi ganja menyebabkan efek memabukan sehingga dapat menjauhkan diri pada Allah SWT.

Dari sisi hukum di Indonesia tanaman ganja dimasukan dalam narkotika golongan 1 yang diatur dalam UU No. 35 tahun 2009 pasal 111 yang menjelaskan bahwa mengkonsumsi, memiliki, dan memperjualbelikan tanaman ganja merupakan suatu tindakan kriminal dan dapat dijatuhkan sanksi paling singkat 4 tahun kurungan penjara sampai hukuman penjara seumur hidup. Ganja dimasukan ke dalam narkotika golongan 1 karena mengandung zat psikotropika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental prilaku yang diatur dalam UU No. 5 tahun 1997.

(8)

tanah Indonesia dan sama sekali tidak dapat dimanfaatkan sama sekali, padahal banyak manfaat positif dari satu tanaman ganja.

Berdasarka uraian diatas penulis mengangkat judul “Analisis Tanaman Ganja dalam Bidang Industri”. Serta aplikasinya dalam perkembangan industri di Indonesia. Dalam karya tulis ilmiah ini penulis akan menjabarkan mafaat tanaman ganja dalam bidang industri yang selama ini dianggap sebelah mata oleh banyak kalangan.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti mengidentifikasi masalah penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana perkembangan dan peredaran tanaman ganja di dunia?

2. Apa kandungan tanaman ganja yang dapat dimaanfaatkan dalam bidang perindustrian?

3. Bagaimana pemanfaatan ganja di bidang perindustrian 1.3 Tujuan Penelitian

(9)

1.3.1 Manfaat Bagi Pembaca

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca secara umum untuk menambah wawasan pemanfaatan tanaman ganja khususnya dalam bidang industri. 1.3.2 Manfaat Bagi Penulis

Penelitian ini diharapkan agar dapat memperluas wawasan penulis mengenai pemanfaatan tanaman ganja dalam bidang industri.

1.4 Kegunaan Penelitian

Sesuai latar belakang masalah dan perumusan masalah, maka manfaat dari penelitian ini, adalah sebagai berikut:

1. Dapat mengetahui secara benar karakteristik tanaman ganja. 2. Dapat mengetahui manfaat tanaman ganja dalam bidang industri.

(10)

BAB II

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian

Ganja (Cannabis sativa) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euphoria (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hashish melalui pipa chilam/chillum, dan dengan meminum bhang.

2.1.2 Sejarah

(11)
(12)

“Sa-mi-ni-is-sa-ti”, “Har-Mu-Um”, “Har-Gud”, “Gur-Gur-Rum” (tali tambang) dan “Gan-Zin-Gun-Na” (pencuri jiwa yang terpintal) merujuk pada satu jenis tanaman, yaitu ganja.

Beberapa ahli bahasa memperkirakan bahwa “Gan-Zi” dan “Gun-Na” adalah bahasa Sumeria yang jika disatukan menjadi “Ganja”.

Berdasarakan tinjauan historis, tanaman ganja pertama kali ditemukan di daratan Cina pada tahun 2737 SM. Masyarakat Cina kuno telah mengenal dan memanfaatkan ganja dalam kehidupan sehari-hari sejak zaman batu. Masyarakat Cina menggunakan mariyuana untuk bahan tenun pakaian, obat-obatan, dan terapi penyembuhan seperti penyakit rematik, sakit perut, beri-beri hingga malaria.

2.1.3 Manfaat dalam bidang industri

Tanaman ganja dapat dimanfaatkan dalam bidang industri. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa ganja tanaman penghasil serat yang kualitasnya jika diolah dengan tepat adalah serat paling berkualitas di dunia .Serat yang dihasilkan tanaman ganja bisa digunakan dalam berbagai jenis perindustrian contohnya adalah sebagai bahan pondasi rumah yang tahan gempa. Sebagai bahan dasar kertas dan bahan dasar interior mobil, potensi tersebut yang seharusnya kita manfaatkan semaksimal mungkin agar dunia perindustrian khususnya perindustrian dalam negeri.Potensi inilah yang selama ini seakanakan hilang seakan ada konspirasi yang menghalang pemanfaatan ganja khususnya di bidang industrian.

2.1.4 Kebijakan Tentang Tanaman Ganja Di Berbagai Negara

2.1.4.1 Indonesia

Di Indonesia, Undang-Undang yang mengatur tentang tanaman ganja adalah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 yang berbunyi sebagai berikut,

(13)

bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

(2) Dalam hal perbuatan menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).”

Sumber: http://hukumpidana.bphn.go.id/kuhpoutuu/undang-undang-nomor-35-tahun-2009-tentang-narkotika/

2.1.4.2 Amerika

Di Amerika, penggunaan, kepemilikan dan penjualan tanaman ganja secara umum di Amerika adalah illegal. Tetapi di beberapa Negara bagian telah di legalkan untuk kepentingan medical dan industri. Di Negara bagian Washington, penjualan tanaman ganja dilegalkan untuk kepentingan medical dan industri yang diatur oleh undang-undang Negara bagian Washington RCW 69.50.101

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Cannabis_in_the_United_States

2.2 Kerangka Berpikir

Berdasarkan teori-teori yang kami cantumkan diatas, kami menarik beberapa teori bahwa:

(14)

2. Ganja memiliki banyak manfaat dalam bidang industri diantara dapat dijadikan komposit, minyak industri, badan mobil, bahan tekstil, dan lain sebagainya.

3. Ganja merupakan suatu tanaman yang sudah digunakan sebagai bahan dasar industri sejak dulu, tetapi terdapat banyak penyalahgunaan dalam

pemakaian.

4. Di Indonesia di ilegalkan sepenuhnya, sedangkan di Amerika ada beberapa Negara bagian yang me legalkan tanaman ganja untuk kepentingan

(15)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tujuan Penelitian

Mengetahui manfaat tanaman Ganja dalam bidang industri. 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di tempat tinggal penulis di daerah Kemang Pratama, Bekasi dan waktu penelitian pada tanggal 25 Januari 2014 sampai dengan selesai. 3.3 Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur dan studi pustaka dengan cara mencari dan mengumpulkan referensi dari berbagai buku, internet, dan media lainnya.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

(16)

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Aplikasi tanaman ganja dibidang industri 4.1.1 Bahan Bangunan Organik

(17)

4.1.2 Ganja sebagai Minyak Industri dan Minyak Esensial

Dalam perkembangan dan revolusi industri, minyak nabati memiliki peranan vital selain untuk konsumsi manusia. Aplikasi minyak sayur dalam industri ditentukan oleh ukuran “Nilai Iodin” untuk kisaran 80-100 masuk dalam kategori minyak tidak kering, angka 100-120 termasuk dalam minyak semi kering dan angka 120-200 termasuk minyak kering. Minyak kering adalah kategori yang cocok dipakai untuk industri. Sifat dan jumlah ikatan ganda pada asam lemak menjadi penentu kualitas minyak nabati dalam industri. Sementara minyak ganja dan kedelai masuk dalam kategori semi kering yang lebih cocok dikonsumsi dibanding aplikasi industri. Namun, di masa lalu minyak ganja adalah bahan baku utama bagi produksi cat, vernis, sealant, minyak pelumas untuk mesin dan tinta cetak maupun tulis. Ilmu ekonomi dan pengetahuan saat ini bisa mengambil pengalaman masa lalu ganja. Produksi minyak biji ganja dalam volume besar, harga yang murah dan tidak adanya undang-undang narkotika yang melarang membuatnya pilihan utama dalam industri masa lalu. Seiring varietas ganja yang sangat beragam dan pemanfaatannya oleh manusia sehingga dari satu spesies tanaman bisa memiliki bagian-bagian yang bermanfaat tinggi bagi setiap jenis industri seperti serat, biji, zat psikoaktif bahkan minyak esensial. Minyak esensial adalah produk lain yang juga dapat dikembangkan dari tanaman ganja. Namun, minyak esensial dari ganja produksinya sangat kecil sekitar 10 liter per hectare. Karena itu minyak esensial ini sangat mahal dan merupakan barang mewah. Minyak esensial dalam ganja dapat dipakai dalam berbasgai produk seperti kosmetik, sampo, sabun, krim, minyak, dan parfum.

4.1.3 Bahan komposit dan plastic dari serat ganja

(18)

yang bersumber dari sisa-sisa pengolahan minyak bumi. Namun polimer juga dihasilkan oleh alam.

Komposit adalah sebuah benda padat yang tersusun dari dua atau lebih fase zat, termasuk material pengikatnya dan material berserat atau partikulat. Dalam komposit plastik, serat organik sebagai partikulat ditambahkan untuk meningkatkan karakter kekakuan.

Serat buatan manusia seperti fiberglass, keplar, dan serat karbon adalah bahan-bahan yang umum dipakai saat ini. Bahkan plastik komposit sebagai bahan-bahan pembuat mobil telah menjadi pasar terbesar kedua pengolahan serat ganja di Uni Eropa. Serat alami kebanyakan dipakai untuk komponen-komponen mobil yang dicetak tekan.

Di Eropa, industri manufaktur mobil sudah memakai serat alami untuk

memperkuaat panel pintu, dek blakang penumpang, rangka bagasi, dan pilar-pilar. Pada tahun 1999 sekitar 20 ton serat alami dipakai di Eropa, untuk keperluan ini sebanyak 2000 ton diantaranya adalah serat tanaman ganja. Serat alami memiliki berbagai kelebihan dalam aplikasi kendaraan transportasi. Serat organik dianggap lebih unggul karena ringan, memiliki sifat mekanik dan sifat akustik yang lebih baik dari sifat material konvensional, pemprosessannya lebih mudah, dan lebih ramah lingkungan. Semua keunggulan ini dapat dimanfaatkan oleh industri transportasi, mulai dari sepeda, kapal laut, sampai pesawat terbang, Atau industri baranng-barang keperluan sehari-hari. Intinya, serat organik khususnya serat ganja memiliki keunggulan teknologi dari plastik komposit.

German Aerospace Institute serta beberapa pabrik mobil Jerman dan Amerika Serikat, telah menggunakan serat ganja dalam manufaktur komponen-komponen mobil mereka. Bahkan juru bicara dari salah satu produsen otomotif terkenal bernama Daimer-Benz, menyebutkan: “Serat ganja memiliki beberapa kelebihan dari pada serat rami (flax), serat ganja lebih kaya dari serat rami dan dapat ditanam tanpa memakai

(19)

Bagian hurds (serat-serat pendek dalam batang ganja) dapat diproses menjadi bahan alternatif produksi polystyrene. Beberapa perusahaan Jerman sedang

mengembangkan plastik yang dibuat 100% dari komposit serat selulosa ganja untuk produk-produk papan seluncur. Sementara di Austria telah berhasil membuat jajaran produk resin plastik dari serat ganja dengan nama “Hempstone” yang menjadi bahan baku instrument musik dan furnitur. Plastik dari bahan ini dapat 100% oleh alam. Material dari serat ganja memiliki performa insulasi (menahan suhu) yang sangat baik dan anti api. Bahan ini juga terbukti lebih tahan dari serangan serangga. Tetapi, bukti paling mengejutkan bahwa ganja memiliki nilai teknologi yang tinggi justru datang dari penilitian masa lalu.

Pada tahun 1941, Ford Motor Company memamerkan mobil yang 70% bodinya dibuat dari serat selulosa berbagai jenis tanaman, seperti serat ganja, serat rami, dan jerami gandum. Bahan-bahan itu ditambah dengan 30% resin perekat yang dipres dengan tekanan 1500 psi. Dalam sebuah demonstrasi, mobil ini dipukul menggunakan kapak dan tidak rusak sedikit pun. Mobil Ford ini dilaporkan memiliki kekuatan

benturan sepuluh kali lipat dibandingkan baja, dan memiliki berat 1000 lbs lebih ringan dari mobil biasa. Henry Ford memiliki impian bahwa suatu hari nanti dia dapat

(20)

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Tanaman ganja (cannabis sativa) merupakan tanaman budi daya yang tumbuh subur di Negara yang memiliki iklim tropis. Dalam pemanfaatannya tanaman ganja memiliki banyak fungsi di bidang industry jika diolah secara benar. Di Indonesia yang memiliki iklim tropis tanaman ganja merupakan tanaman yang dilarang peredarannya secara umum, sedangkan di beberapa Negara contohnya amerika serikat di Negara bagian Washington tanaman ganja merupakan tanaman yang dilegalkan peredarannya bila dipakai untuk kepentingan industry dan medical. Pemanfaatan tanaman ganja bila diolah dengan benar khususnya di bidang industri dapat mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan, karena dengan pemanfaatan serat tanaman ganja dapat diolah menjadi komposit yang berkualitas tinggi, pakaian, bahkan sebagai bahan dasar bodi mobil. Maka dari itu penulis menyimpulkan bahwa tanaman ganja harus dimanfaatkan dan diatur peredarannya khususnya di Indonesia dengan benar.

5.2 Saran

Dari pembahasan yang kami paparkan di karya ilmiah ini, penulis menyarankan kepada pemerintah agar dapat memanfaatkan potensi pengolahan tanaman ganja

(21)
(22)

RIWAYAT HIDUP

Nama : Hendraloka Budi Pradana

Tempat dan Tanggal Lahir : Bekasi, 14 Juni 1997 Jenis Kelamin : Laki-laki

Kebangsaan : Indonesia

Agama : Islam

Pendidikan : Siswa

Alamat : Jalan Lumbu Barat 2 Blok 3 No.62, Bekasi Timur Bekasi, 21 febuari 2015

(23)

Referensi

Dokumen terkait

Produksi minyak sawit, karet, pertanian tanaman pangan dan cokelat harus bisa lebih ditingkatkan di Indonesia, khususnya wilayah yang memang memadai untuk diolah pertanian

Pemanfaatan ini kurang efektif dan tidak optimal sehingga untuk mendapatkan nilai tambah, mineral tersebut dapat dimanfaatkan untuk bahan industri karena

Hutan Tanaman Industri (HTI) dibangun untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dalam pemanfaatan hasil hutan kayu yang dapat dilakukan dengan satu atau lebih

Perlu diupayakan kegiatan-kegatan yang dapat mendukung peluang berkembangnya agroindustri tanaman obat, sehingga pemanfaatan sumber daya alam sebagai bahan baku dapat digunakan

Ginting (1994) dari hasil penelitiannya mengatakan bahwa bila tanaman semakin lambat dipangkas (saat tanaman berumur 3 minggu setelah tanam) maka tanaman masih dapat tumbuh

Penelitian ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada perusahaan dalam hal pemanfaatan teknologi khususnya internet, dimana pengungkapan informasi keuangan dan

Dalam upaya pengelolaan lahan kritis secara optimal, pendekatan Hutan Tanaman Industri Mosaik H T I - M merupakan salah satu pendekatan sistem yang dapat dikembangkan di suatu wilayah

Y aitu pertama, tanaman ini sangat mudah di budidayakan, bahkan di tanah tandus tanaman ini dapat memberikan basil yang cukup baik, kedua, tingkat keuntungan yang diperoleh petani yang