BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah
rumusan dan kerangka acuan yang komprehensif dan sangat strategis yang
secara eksplisit akan mendeskripsikan capaian posisi pembangunan daerah
selama lima tahun. Dokumen RPJMD merupakan amanat dari
Undang-Undang nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional. Dokumen RPJMD merupakan produk hukum daerah, sebagai
pedoman yang secara inklusif akan dijabarkan melalui program dan kegiatan
tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melalui Rencana Strategis
(Renstra) dan Rencana Kerja (Renja).
Dalam pelaksanaannya dokumen RPJMD dapat dilakukan perubahan
dengan memperhatikan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri)
Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan
Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan
Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah
Daerah. Pada pasal 342 Permendagri tersebut mensyaratkan bahwa
perubahan RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dan
RPJMD dapat dilakukan apabila:
1. hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa proses
perumusan tidak sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan
rencana pembangunan daerah yang diatur dalam Peraturan Menteri
ini;
2. hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa substansi
yang dirumuskan tidak sesuai dengan Peraturan Menteri ini;
3. terjadi perubahan yang mendasar.
Perubahan kebijakan nasional melalui PP Nomor 18 Tahun 2016
tentang Perangkat Daerah yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan Instruksi
Menteri Dalam Negeri Nomor 061/2911/Sj Tahun 2016 tentang Tindak
Lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat
Dokumen Rencana Pembangunan Daerah sesuai dngan kelembagaan
perangkat daerah yang telah dirumuskan pada PP Nomor 18 Tahun 2016.
Dengan memperhatikan pasal 342 ayat (3) Permendagri Nomor 86
Tahun 2014 yang menyatakan bahwa perubahan mendasar sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf c, mencakup terjadinya bencana alam,
goncangan politik, krisis ekonomi, konflik sosial budaya, gangguan
keamanan, pemekaran daerah atau perubahan kebijakan nasional, dan
sebagaimana amanat PP Nomor 18 Tahun 2016, maka Pemerintah
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro melalui Badan Perencanaan
Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah melakukan penyesuaian
dengan melakukan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Perubahan (RPJMD-P) tahun 2013–2018 dengan terlebih dahulu melakukan
evaluasi terhadap capaian Renstra masing-masing SKPD hingga tahun 2016.
1.2 Dasar Hukum Penyusunan
Landasan hukum penyusunan RPJMD Perubahan Kabupaten
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Tahun 2013-2018 sebagai berikut.
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara
Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara.
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional.
6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
(lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438).
7. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2007 tentang Pembentukan
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro di Provinsi Sulawesi
Utara.
8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
10. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Pesisir
dan Pulau-pulau Kecil.
11. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi
Daerah.
12. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundangundangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5224).
13. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua
atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5679).
14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah.
15. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat
Daerah.
16. Peraturan Presiden RI Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Pulau-Pulau Kecil Terluar.
17. Peraturan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun
2015-2019.
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah
beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah.
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang
Pembentukan Produk Hukum Daerah.
20. Paraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata
daerah, tatacara evaluasi Rancangan Peraturan Daerah, tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta tatacara perubahan
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah.
21. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Provinsi Sulawesi Utara 2005-2025
22. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Utara 2014-2034
23. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi
Utara Tahun 2016-2021
24. Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2008-2028 (Lembaran Daerah
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Tahun 2009 Nomor
1).
25. Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Nomor 4 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Tahun 2014-2034
26. Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Nomor 6 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Tahun 2013–2018.
27. Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan
Perangkat Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
(Lembaran Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
tahun 2016 Nomor 12) sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas
Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan
(Lembaran Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
tahun 2017 Nomor 5).
28. Keputusan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 86
Tahun 2017 tentang Pembentukan Tim Penyusun Rancangan
Peraturan Daerah Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro nomor 6 Tahun
2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Tahun 2013 – 2018.
1.3 Hubungan Antar Dokumen
Sistem Perencanaan Pembangunan adalah satu kesatuan tata cara
perencanaan pembangunan untuk menghasilkan berbagai produk
perencanaan pembangunan. Pemerintah daerah dalam membuat
perencanaan pembangunan mengeluarkan 5 (lima) jenis dokumen
perencanaan dan penganggaran, yaitu Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD), Rencana Strategis (Renstra) SKPD, Rencana Kerja Pemerintah
Daerah (RKPD), dan Rencana Kerja (Renja) SKPD, serta 1 (satu) dokumen
perencanaan spasial, yaitu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten.
Dalam hal ini semua dokumen perencanaan pembangunan saling berkaitan,
baik secara vertikal maupun horisontal sehingga diharapkan senantiasa
saling mendukung, bersinergi,dan terpadu.
Berdasarkan segi waktu, dokumen-dokumen di atas dapat dibagi
menjadi 3 (tiga), yaitu: (1) dokumen jangka panjang (20 tahun), yaitu RPJPD
dan RTRW; (2) jangka menengah (5 tahun), yaitu RPJMD dan Renstra-SKPD;
(3) serta jangka pendek (1 tahun), yaitu RKPD dan Renja-SKPD.
Dalam penyusunan RPJMD-P Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang
Biaro Tahun 2013-2018 ini, disusun dengan berpedoman pada RPJPD
2008-2025 dengan memperhatikan RPJPN 2005-2008-2025, RPJMN 2015-2019, RPJPD
Provinsi Sulawesi Utara 2010-2025, RPJMD Provinsi Sulawesi Utara
2016-2021. RPJMD-P Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro 2013-2018
dijabarkan dalam RKPD dan menjadi pedoman SKPD dalam menyusun
Renstra SKPD, Renja SKPD dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) SKPD.
Berlandaskan pada RKPD dan RKA SKPD, maka disusun RAPBD.
pembangunan daerah untuk melihat kerangka pemanfaatan ruang daerah
dalam 5 (lima) tahun mendatang,dan asumsi-asumsinya. RTRW, RPJPD dan
RPJMD mengalami penyalarasan sebagai berikut.
1. Visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan
pembangunan daerah RPJPD dan RPJMD Kabupaten
diselaraskan dengan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan arah
kebijakan RPJPD dan RPJMD Provinsi, serta RPJPN dan RPJMN.
2. Penelaahan RTRW Kabupaten diselaraskan dengan RPJPD,
RPJMD dan RTRW Kabupaten lainnya.
3. Penelaahan RPJMD Kabupaten diselaraskan dengan RPJMD
Kabupaten lainnya.
4. Prioritas pembangunan RPJMD Kabupaten diselaraskan dengan
prioritas pembangunan RPJMD Kabupaten tetangga lainnya.
5. Program prioritas pembangunan daerah dan pendanaan
diselaraskan dengan RPJMN.
6. Pentahapan dan jangka waktu pembangunan jangka menengah
daerah Kabupaten diselaraskan dengan pembangunan jangka
menengah Kabupaten lainnya.
Untuk menyelaraskan dengan RPJPD, RPJMD dan RTRW kabupaten
lainnya, maka pada telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro memuat rencana struktur
dan pola ruang wilayah. struktur dan pola ruang wilayah Kabupaten
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro diperlihatkan pada Tabel 1.1 dan Tabel
1.2.
Tabel 1.1 Hasil Telaahan Struktur Ruang
NO
RENCANA STRUKTUR
RUANG
RENCANA PENTAHAPAN PEMANFAATAN STRUKTUR RUANG SESUAI RTRW
ARAH PEMANFAATAN RUANG / INDIKASI
PROGRAM
LOKASI
WAKTU PELAKSANAAN
2014 2015 2016 2017
1 2 3 4 5 6 7 8
I Rencana Pusat-Pusat Kegiatan
I.1
Pusat Kegiatan Wilayah
Promosi
NO
RENCANA STRUKTUR
RUANG
RENCANA PENTAHAPAN PEMANFAATAN STRUKTUR RUANG SESUAI RTRW
ARAH PEMANFAATAN RUANG / INDIKASI
PROGRAM
LOKASI
WAKTU PELAKSANAAN
2014 2015 2016 2017
1 2 3 4 5 6 7 8
II Rencana Jaringan Transportasi
II.1 Jaringan Lalu Lintas dan Jaringan
Layanan Lalu Lintas
Kepl. Siau
Kepalabuhanan dan Alur Pelayanan
III Rencana Jaringan Energi
III.1 Sistem Tenaga Gas Uap
Pulau yang Mengandur unsur Gas Bumi
√ √ √ √
IV Rencana Jaringan Telekomunikasi
IV.1
V Rencana Jaringan Sumber Daya Air
V.1
Sistem Jaringan Wilayah Sungai
Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Prasarana Air Baku
Pulau Siau dan
Tagulandang
NO
RENCANA STRUKTUR
RUANG
RENCANA PENTAHAPAN PEMANFAATAN STRUKTUR RUANG SESUAI RTRW
ARAH PEMANFAATAN RUANG / INDIKASI
PROGRAM Erosi dan Longsor
Pulau Siau dan
Tagulandang
√ √ √ √
VI Rencana Sistem Prasarana Pengelolaan Lingkungan
VI.1
Sistem Jaringan Air Minum
Pengelolaan Sungai, Danau, Mata Air dan PAH Buagan dan IPAL
Pulau Siau, Tagulandang dan Biaro
√ √ √ √
Sumber : Perda RTRW Kabupaten Kepl Sitaro 2014-2034
Tabel 1.2 Hasil Telaahan Pola Ruang
NO RENCANA
POLA RUANG
RENCANA PENTAHAPAN PEMANFAATAN POLA RUANG SESUAI RTRW
ARAH PEMANFAATAN RUANG / INDIKASI
PROGRAM
LOKASI
WAKTU PELAKSANAAN
2014 2015 2016 2017
1 2 3 4 5 6 7 8
I Rencana Kawasan Lindung
NO RENCANA POLA RUANG
RENCANA PENTAHAPAN PEMANFAATAN POLA RUANG SESUAI RTRW
ARAH PEMANFAATAN RUANG / INDIKASI
PROGRAM Danau, Mata Air dan Ruang Terbuka Hijau
Pulau Siau,
Marga Satwa, Suaka Alam Laut, Hutan Bakau, Terumbu Karang, Padang Lamun, Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan Longsor dan Banjir
Pulau Siau, Gempa Tektonik dan Vulkanik
II Rencana Kawasan Budidaya yang Memiliki Nilai Strategis
II.1 Mineral Logam dan Non Logam Koramil dan Pos Pengaman Laut
Dokumen perencanaan dan penganggaran bersifat hirarkis, artinya
dokumen yang jangka waktunya lebih panjang menjadi rujukan bagi
dokumen yang jangka waktunya lebih pendek, dan dokumen yang
dikeluarkan oleh pemerintah yang lebih tinggi menjadi rujukan bagi
dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah di bawahnya.
Sejalan dengan dasar hukum perencanaan di tingkat pusat, maka
dokumen perencanaan daerah yang memiliki hubungan dan saling
mendukung, yakni Dokumen RPJPD, RPJMD, RENSTRA dan RKPD. Selain
itu, dokumen RPJMD P ini juga terkait erat dengan dokumen RTRW
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Tahun 2014-2034, hasil
Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD P Kabupaten Kepulauan
Siau Tagulandang Biaro 2013-2018 juga menyelaraskan dengan kebijakan
pembangunan daerah sekitar. Selain itu RPJMD P disusun berpedoman pada
RPJM Nasional 2015-2019 yang merupakan hasil penjabaran Visi dan Misi
Presiden dan Wakil Presiden Periode 2014-2019 dan RPJMD Provinsi
Sulawesi Utara Tahun 2016-2021. Lebih jelasnya hubungan antar dokumen
perencanaan dapat dilihat pada gambar 1.1 berikut.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 pasal
5 ayat (2), RPJMD merupakan RENSTRA Daerah, yaitu terdiri dari Strategi
Pembangunan Daerah, Kebijakan Umum, Arah Keuangan Daerah, dan
Program SKPD, lintas SPKD dan Lintas kewilayahan yang memuat kerangka
regulasi dan kerangka anggaran.
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, RENSTRA SKPD disusun
berpedoman pada RPJMD yang isinya, antara lain visi, misi, tujuan, dan
pencapaian tujuan (strategi). RENSTRA SKPD juga memuat program dan
kegiatan indikatif. RENSTRA SKPD dijabarkan dalam Rencana Kerja (RENJA)
SKPD setiap tahun,dan berisi tentang Kebijakan serta Program/Kegiatan
Pembangunan selama 1 (satu) tahun yang dituangkan ke dalam dokumen
RKPD sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara. Ini kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan
dokumen Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran
Sementara (PPAS) sebagai cikal bakal penyusunan Rencana Anggaran
1.4 Pendekatan dan Strategi Penyusunan Dokumen Perencanaan
Pendekatan proses penyusunan dokumen perencanaan, merujuk pada
pasal 261 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah serta penjelasan atas Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan, Pembangunan Nasional pada halaman 2, Butir 3 Proses
Perencanaan, bagian Umum, yang mengamanatkan bahwa:
1. perencanaan pembangunan daerah menggunakan pendekatan
teknokratik, partisipatif, politik, serta atas-bawah dan bawah-atas;
2. pendekatan teknokratik menggunakan metode kerangka berpikir ilmiah
untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah;
3. pendekatan partisipatif dilaksanakan dengan melibatkan berbagai
pemangku kepentingan;
4. pendekatan politis dilaksanakan dengan menerjemahkan visi dan misi
Kepala Daerah terpilih ke dalam dokumen perencanaan pembangunan
jangka menengah yang dibahas bersama dengan DPRD; dan
5. Pendekatan atas-bawah dan bawah-atas merupakan hasil perencanaan
yang diselaraskan dalam musyawarah pembangunan yang
dilaksanakan mulai dari desa, kecamatan, daerah kabupaten/kota,
daerah provinsi, hingga nasional.
Penyusunan RPJMD-P Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Tahun 2013-2018diselaraskan dengan RPJMN 2015-2019 dan RPJMD
Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016-2021. Selanjutnya, penyusunan
RPJMD-P Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro juga dikelompokan
dalam tiga domain yakni domain politik, perencanaan, dan pelaksanaan.
1. Domain Politik
Domain politik merupakan gabungan pendekatan teknokratik dan
pendekatan politik dimana merupakan upaya penjabaran program dan
kegiatan Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang telah disusun
selama ini untuk periode jangka menengah menggunakan metode dan
kerangka berpikir ilmiah, diselaraskan dengan keputusan politik (janji
politik) calon Presiden dan calon Kepala Daerah, dan dielaborasi ke
dalam Visi, Misi, Agenda, Janji, Cita-Cita, dan Program Kerja
Pemerintah/Pemerintah Daerah. Dalam RPJMN 2015-2019, penjabaran
domain politik Presiden dan Wakil Presiden RI tertuang dalam Visi,
Kepala Daerah terpilih biasanya dituangkan sebagai Visi, Misi, dan
Janji/Program Kerja Kepala Daerah (KDH).
2. Domain Perencanaan
Domain perencanaan, yang merupakan gabungan pendekatan
teknokratis, partisipatif, pendekatan atas-bawah dan pendekatan
bawah-atas, adalah upaya penjabaran tujuan dan sasaran
pembangunan yang berlandaskan pada Visi, Misi, dan Program
Presiden/Kepala Daerah. Hal dimaksud mencakup bidang dan urusan
pemerintahan sebagai referensi bersama bagi semua tingkatan
pemerintahan dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Dalam substansi penyusunannya digunakan pendekatan
Holistik-Tematik, Integratif, dan Spasial, dimana dapat dijelaskan sebagai
berikut.
a. Holistik-Tematik: pendekatan pembangunan yang memandang
pentingnya mempertimbangkan keseluruhan unsur / bagian /
kegiatan pembangunan sebagai satu kesatuan faktor (potensi,
tantangan, hambatan dan /atau permasalahan) yang saling
berkaitan satu dengan lainnya.
b. Integratif: pendekatan pembangunan yang menyatukan
beberapa kewenangan ke dalam satu proses terpadu dan fokus
yang jelas dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan
nasional.
c. Spasial: pendekatan pembangunan yang mempertimbangkan
dimensi keruangan dan indikasi lokasi yang selaras dan saling
berkaitan, sesuai dengan kewenangan masing-masing, dalam
pencapaian sasaran pembangunan nasional.
3. Domain Pelaksanaan
Domain pelaksanaan adalah upaya penjabaran masing-masing
prioritas yang mencakup beberapa Program dan Kegiatan ke dalam
sasaran dan indikator. Penjabaran tersebut dilaksanakan melalui
prinsip money follows program dengan mengutamakan pembagian
sumber daya (anggaran) untuk program dan kegiatan yang mendukung
Prioritas Nasional. Dalam hal perencanaan dan penganggaran, amanat
mencapai tujuan. Dalam hal ini diperlukan upaya pengintegrasian
berbagai Program Prioritas dan Kegiatan Prioritas Kementerian /
Lembaga ke dalam sasaran yang jelas dan terukur dengan usulan
program / kegiatan dan pendanaan daerah.
1.5 Sistematika Penulisan
Sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017,
RPJMD Perubahan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Tahun
2013-2018 memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan
daerah, kebijakan umum, program SKPD, dan program lintas SKPD disertai
dengan rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka kegiatan yang
bersifat indikatif. Sistematika penyusunan dokumen RPJMD Perubahan
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro 2013-2018 adalah sebagai
berikut.
Bab I tentang Pendahuluan yang mengawali naskah RPJMD Perubahan
dimana menguraikan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan,
landasan hukum, hubungan RPJMD Perubahan dengan dokumen
perencanaan lainnya, pendekatan dan strategi penyusunan dokumen
perencanaan, serta sistematika penulisan.
Bab II tentang Gambaran Umum Kondisi Daerah yang menguraikan,
menyajikan serta menjelaskan secara logis dasar-dasar analisis, gambaran
umum kondisi daerah yang meliputi aspek geografis dan demografis, serta
indikator kinerja penyelenggaran pemerintah daerah, aspek kesejahteraan
masyarakat, aspek pelayanan umum, dan aspek daya saing daerah.
Bab III tentang Gambaran Keuangan Daerah, dimana menyajikan
gambaran hasil pengolahan data dan analisis terhadap pengelolaan
keuangan daerah yang meliputi: (1) kinerja keuangan masa lalu yaitu kinerja
pelaksanaan APBD, dan laporan keuangan lainnya; (2) kebijakan pengelolaan
keuangan masa lalu antara lain proporsi penggunaan anggaran dan analisis
pembiayaan; serta (3) kerangka pendanaan antara lain proyeksi masa depan
dan perhitungan kerangka pendanaan.
Bab IV tentang Permasalahan dan Isu-Isu Strategis Daerah yang
menyajikan permasalahan pembangunan pada penyelenggaraan urusan
pemerintahan daerah yang relevan berdasarkan analisis yang
daerah untuk perumusan Perubahan RPJMD. Isu strategis yang diangkat
merupakan permasalahan pembangunan yang berasal dari dunia
internasional, kebijakan nasional, dan regional. Isu-isu strategis yang
diangkat adalah isu-isu yang mempengaruhi kebijakan pemerintah dimasa
yang akan datang.
Bab V tentang Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran yang memuat rumusan
visi, misi, tujuan, dan sasaran sebagai pernyataan tekad yang hendak dicapai
dalam kurun waktu lima tahun mendatang, termasuk konsistensi, sinergitas
antara RPJMD Perubahan 2013-2018 dengan RPJMN 2015-2019 dan RPJPN
2005-2025, RPJPD 2006-2026, dan RPJMD 2016-2021 Provinsi Sulawesi
Utara, serta RPJPD 2008-2028 Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang
Biaro.
Bab VI tentang Strategi, Arah Kebijakan dan Program Pembangunan
Daerah dimana menguraikan strategi yang dipilih serta arah kebijakan
dalam mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan.
Bab VII tentang Kerangka Pendanaan Pembangunan dan Program
Perangkat Daerah yang menguraikan hubungan antara kebijakan umum dan
program pembangunan berdasarkan strategi yang dipilih dengan capaian
target kinerja.
Bab VIII tentang tentang Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah yang memuat gambaran mengenai ukuran pencapaian visi dan misi
pemerintah daerah, dimana ditunjukan melalui pencapaian indikator hasil
(outcome) program pembangunan daerah setiap tahun dan capaian yang
bersifat mandiri pada akhir periode RPJMD 2013-2018.
Bab IX tentang Penutup yang menguraikan Program Transisi dan
Kaidah Pelaksanaan
1.6 Maksud dan Tujuan
1.6.1 Maksud
Urgensi penyusunan RPJMD Perubahan Kabupaten Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro muncul disebabkan oleh adanya perubahan kebijakan
nasional melalui PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang
selanjutnya ditindaklanjuti dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor
061/2911/Sj Tahun 2016.Implementasi di Kabupaten atas kedua aturan
Tagulandang Biaro Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
(Lembaran Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro tahun
2016 Nomor 12) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 5
Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 12 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro.
Berdasarkan regulasi tersebut maka penyusunan RPJMD Perubahan
menjadi suatu sarana untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan
dengan melakukan akselerasi terhadap tujuan, sasaran, strategi serta arah
kebijakan melalui program dan kegiatan dengan menyesuaikan pada SKPD
yang baru.
Selain hal tersebut dan sebagaimana diamanatkan dalam Surat Edaran
bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan Menteri Perencanaan
Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS Nomor 050/4936/SJ dan Nomor
0430/M.PPN/12/2016, tanggal 23 Desember 2016 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Penyelasaran RPJMD dengan RPJMN 2015–2019, maka
penyusunan RPJMD Perubahan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang
Biaro dimaksudkan pula sebagai suatu bentuk penyelarasan terhadap
RPJMN 2015–2019.
1.6.2 Tujuan
Tujuan penyusunan RPJMD Perubahan Kabupaten Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro 2013-2018 adalah sebagai berikut.
1. Keselarasan berbagai strategi, kebijakan, program dan kegiatan
dengan dinamika perubahan lingkungan dan perubahan peraturan
nasional dalam rangka mendukung pencapaian visi serta misi Kepala
Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih.
2. Terjaminnya sinergitas sasaran pokok pembangunan dan arah
kebijakan pembangunan yang tertuang dalam RPJMN menjadi
3. Terjaminnya keterkaitan dan konsistensi dokumen RPJMD dengan
dokumen perencanaan pembangunan lainnya, baik secara vertikal
maupun horisontal, sekaligus juga sebagai pedoman dalam menjaga
dan memelihara konsistensi antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan.
4. Penggunaan sumberdaya secara efektif, efisien, berkeadilan, dan
berkelanjutan secara optimal, sejalan dengan upaya mengalihkan
ketergantungan pada pemanfaatan sumber daya yang tidak dapat
diperbaharui kepada pemanfaatan sumberdaya yang dapat
diperbaharui.
5. Teridentifikasinya isu-isu strategis dalam rangka perencanaan dan
perumusan arah kebijakan serta strategi pembangunan daerah,
sehingga mampu mengoptimalkan partisipasi masyarakat serta
pemberdayaan masyarakat.
6. Pencapaian sasaran setiap SKPD dalam rangka mewujudkan visi dan
misi kepala daerah secara lebih terfokus, sehingga tercipta
sinkronisasi dan sinergitas pemahaman antar pelaku pembangunan,
baik secara lintas ruang, maupun lintas kegiatan.
7. Terbentuknya landasan yang kokoh untuk mencapai kemajuan
pembangunan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera
dan berdaya saing.
8. Terciptanya acuan bagi seluruh SKPD dalam menyusun Renstra
Perubahan SKPD, serta menjadi pedoman dalam penyusunan