• Tidak ada hasil yang ditemukan

ekonomi pariwisata berbasis ekonomi kreatif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ekonomi pariwisata berbasis ekonomi kreatif"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Nama: Reza Veronika Nim : 125110800111012 Antropologi pariwisata ( A )

Sosialisasi Kurang, Mengakibatkan Terganggunya Perekonomian di Tarekot,

Malang.

Abstrak

Kegiatan pariwisata merupakan salah satu sektor yang berperan dalam proses pengembangan suatu wilayah, yaitu memberikan kontribusi bagi pendapatan suatu daerah serta masyarakat sekitar. Kontribusiyang diberikan dapat memberi pemasukan dalam rangka pembangunan kegiatan di wilayah sekitar tempar wisata. Salah satu tempat wisata di kota Malang adalah Tarekot yang terletak dibelakang balai kota Malang, dimana disana dulunya merupakan TPS dan dirubah menjadi taman kota agar sampah- sampah tidak mencemari sungai yang ada disana. Dalam perkembangannya memiliki dampak yang langsung pada pedagang disana dan manfaat ekonomi kurang sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat sekitar. Permasalahan yang muncul adalah kurangnya minat masyarakat sekitar terhadap peluang yang disediakan oleh pemerintah dengan dibangunnya tarekot tersebut. Untuk mencapai sasaran maka pendekatan studi menggunakan metode kualitatif.

Pembahasan

Pariwisata dianggap sebagai suatu aset yang strategis untuk membantu pembangunan suatu wilayah atau daerah yang memiliki potensi objek wisata. Dari industri wisata disuatu daerah, arus urbanisasi ke kota besar dapat lebih ditekan. Ini disebabkan pariwisata memiliki 3 aspek yaitu ekonomis, aspek sosial, dan aspek budaya ( hartono, 1974:45)1. Adanya sektor pariwisata harus memperoleh dukungan dari pihak pemerintah daerah sebagai pengelola, masyarakat disekitar objek wisata serta partisipasi swasta sebagai pengembang. Pariwisata tidak jauh berbeda dengan sektor ekonomi yaitu dalam proses perkembangannya juga memiliki dampak dan pengaruh positif maupun negatif, maka dari itu dibutuhkan suatu rencana agar masyarakat dapat terlibat dalam rencana dan pengenbangan wisata. kegiatanberpariwisata juga memiliki pengaruh terhadap aspek ekonomi yaitu terbukanya peluang atau kesempatan kerja di dalam kawasan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, hal tersebut sesuai juga dengan ungkapan James J. Spillan ( 1987 : 138 – 141 )2 bahwa pariwisata akan membawa berbagai hal yang menguntungkan dan sekaligus merugikan. Walaupun sebenarnya tujuan pemerintah

1 Sunaryati Hartono, Hukum ekonomi pembangunan Indonesia (Bandung: Bina cipta, 1974), hal 45

2

(2)

memajukan suatu daerah wisata adalah untuk kemakmuran danpeningkatan pendapatan masyarakat setempat .

Demikian, dengan daerah tujuan wisata yang terdapat di wilayah malang kota yaitu, kawasan wisata Taman rekreasi kota atau tareko yang dinilai mampu meningkatkan ekonomi kota malang, karena letaknya yang berada dibelakang kantor balai kota malang jadi sangat strategis untuk kunjungan wisata. Namun dengan adanya sektor wisata yang baru, tareko mulai kehilangan pamornya, maka tareko memerlukan suatu dukungan dari pemerintah dan masyarakat sekitar. Seperti halnya toko, restoran,warung makan dan industri cindera mata, ternyata minim pengunjung. Selain itu tarekot akan ramai ketika akhir pekan atau hari libur jadi perekonomian disana kurang stabil, di lain sisi fasilitas umum kurang memadai, seperti wawancara yang saya lakukan kepada salah satu pedagang disana yaitu bapak wasis (83 tahun, penjual telur puyuh dan kacang, asal kepanjen).

Saya: pak, asmane sinten? Pedagang: kulo wasis.

Saya: sadean jajan sampun pirang tahun?

Pedagang: ket umur kulo 16 tahun, jaman awal londo mriki. Saya: penghasilane pinten?

Pedagang: niki setunggal 2000, nggeh mboten tentu. Saya: saben dinten rame pak?

Pedagang: rame nggeh minggu, kulo teng mriki lagek 2 tahun. Saya: biasane sadean teng pundi?

Pedagang: biasane ndek tugu.

Dari hasil wawancara tersebut dapat menjelaskan tarekot rame di hari tertentu dan pedagang banyak yang muncul ketika akhir pekan, dan wawancara selanjutnya saya lakukan kepada pedagang yang menyewa gazebo, yaitu ibusiti hamidah (48 tahun, pedagang makanan dan minuman, asal malang kota).

Saya: bu, disini kok sepi? Pedagang yang lain kemana?

Pedagang: iya mbak, yang lainnya sudah tidak bisa bertahan lagi. Saya: kenapa tidak bisa bertahan?

Pedagang: soalnya pengunjungnya mulai sepi, ndak kayak dulu. Saya: ibu sudah jualan berapa lama?

Pedagang: sejak 2005, ya di hitung sendirilah mbak sudah berapa lama. Saya: yang masih bertahan tinggal dua ini ya?

Pedagang: iya.

Saya: penghasilan rata- ratanya berapa?

Pedagang: ndak menentu mbak, kalau ramai ya lumayan kalau sepi ya di terima saja.

(3)

Pedagang: sebulannya 300.000 tapi kalau ramai atau hari libur seperti lebaran sewanya di naikkan 10.000 sehari dalam seminggu.

Saya: cara ibu menempati gazebo dulu bagaimana?

Pedagang: dulu itu kepala taman disini buat acara kayak lomba masak terus yang menang bisa pilih tempat.

Saya: iya bu, namanya siapa? Pedagang : siti hamidah.

Berdasarkan wawancara tersebut, dapat dijelaskan bahwa dari 7 gazebo yang disediakan tersisa 2 pedagang yang masih bertahan dengan biaya sewa 300.000 per bulan dengan tambahan 10.000 sehari selama seminggu ketika tarekot ramai dan ada hari besar, berbeda dengan penuturan ibu fitri (30 tahun, kepala KTU UPT Tarekot) yang menyatakan dalam penyewaan gazebo pedagang dikenakan biaya sewa 300.000 per bulan tanpa tambahan apapun. Selain gazebo, pihak tarekot juga menyediakan stand- stand untuk menjual produk unggulan di setiap kecamatan kota Malang. Stand- stand tersebut bernasib sama dengan gazebo yang terletak di bawah, stand yang berjumlah 7 yang buka hanya 5. Pembangunan stand tersebut bertujuan untuk memperkenalkan produk unggulan di tiap kecamatan yang ada di kota Malang, namun salah satu stand menjual snack dan minuman dan salah satunya ada yang menjual nasi rawon. Selain itu minat pengunjung untuk mampir ke stand- stand yang berderet juga kurang, saat sore banyak anak kecil yang bermain- main di stand pembuatan tato kontemporer, untuk menempati stand tersebut tidak dikenakan biaya sewa karena tujuan utamanya adalah seperti yang sudah disebutkan. Masyarakat sekitar kurang memperhatikan peluang yang disediakan tersebut, selain itu pemerintah juga terlihat kurang memberikan sosialisasi.

(4)

semakin memberi kesan tidak menarik terhadap tarekot. Seharusnya dalam pembangunan tarekot diperlukan beberarapa aspek menurut Inskeep (1991)3sebagai berikut:

1) Mempertahankan kelestarian lingkungannya.

2) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut. 3) Menjamin kepuasan pengunjung.

4) Meningkatkan keterpaduan dan unity pembangunan masyarakat di sekitar kawasan dan zona pengembangannya.Jadi dalam merencanakan tempat berwisata memerlukan fokus yang menyeluruh terhadap aspek lain selain sumberdaya yang ada sehingga pembangunan dan perkembangan objek wisata disuatu daerah mampu menggerakkan roda ekonomi dan di harapkan dapat berperan untuk menjaga pelestarian lingkungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitar dengan melibatkannya secara langsung dalam pengembangan pariwisata.

Menurut Butler (2006)4dalam beberapa konsep yang diungkapkannya, yaitu terdapat tahap pelibatan (involvement) dan tahap konsolidasi (consolidation) dalam pariwisata. Tahap pelibatan masyarakat diajak untuk mengambil inisiatif dengan menyediakan pelayanan jasa untuk para wisatawan yang mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan dalam beberapa periode,. Masyarakat dan pemerintah lokal sudah mulai melakukan sosialiasi atau periklanan dalam skala terbatas, pada musim atau bulan atau hari-hari tertentu misalnya pada liburan sekolah terjadi kunjungan wisatawan dalam jumlah besar, dalam kondisi ini pemerintah lokal mengambil inisiatif untuk membangun infrastruktur pariwisata namun masih dalam skala dan jumlah yang terbatas. Sedangkan tahap konsolidasi sektor pariwisata menunjukkan dominasi dalam struktur ekonomi pada suatu kawasan dan ada kecenderungan dominasi jaringan international semakin kuat memegang peranannya pada kawasan wisata atau destinasi tersebut. Kunjungan wisatawan masih menunjukkan peningkatan yang cukup positif namun telah terjadi persaingan harga diantara perusahaan sejenis pada industri pariwisata pada kawasan tersebut. Peranan pemerintah lokal mulai semakin berkurang sehingga diperlukan konsolidasi untuk melakukan re-organisasional, dan balancing peran dan tugas antara sektor pemerintah dan swasta. Hubungan antara swasta (MNC dan Nasional) dan pemerintah daerah semakin meningkat baik hubungan Government to Government (G2G), Business to Business (B2B), dan Business to government (B2G).

3

Edward Inskeep, Tourism planning: an integrated and sustainable development approach (New York: Van Nostrand Reinhold, 1991)

4

(5)

Kesimpulan

Permasalah yang muncul dan mempengaruhi perekonomian pedagang di Tarekot disebabkan karena fasilitas yang kurang memadai, berkurangnya jumlah pengunjung, koleksi fauna dan flora yang tidak seperti dahulu. Selain itu pemerintah kurang merespon dan tanggap terhadap permasalahan yang dialami oleh pihak UPT Tarekot Malang dan kurangnya sosialisasi pemerintah ke tiap kecamatan di kota Malang untuk mempromosikan produk unggulan kecamatan masing-masing dan kurangnya kerja sama kedua belah pihak.

Referensi

Butler, R. (2006). The Tourism Area Life Cycle: Vol 1 Application and Modification. In R. W. Butler, The Tourism Area Life Cycle: Vol 1 Application and Modification (p. 3).

England: Channel View Publications.

hartono, s. (1974). Hukum Ekonomi Pembangunan Indonesia. Bandung: Bina cipta. Inskeep, E. (1991). Tourism planning: an integrated and sustainable development approach. New York: Van Nostrand Reinhold.

Spillan, J. J. (1987). Ekonomi Pariwisata, Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta: Kanisius.

Referensi

Dokumen terkait

Pelindung kaki berupa sepatu dan sepatu boot, seperti terlihat pada gambar antara lain: a) Steel toe, sepatu yang didesain untuk melindingi jari kaki dari kejatuhan benda. b)

Balanced Scorecard and SSE- CMM as a strategic Information Security Management (ISM) framework. Optimising COBIT 5 for IT Governance: Examples from the Public Sector.International

Meskipun demikian terdapat harapan dari para UMKM (34,5%) untuk mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada seperti yang terlihat pada tabel di

“Malaikat dalam Perspektif al-Qur'an (Studi Komparatif Penafsiran Muh}ammad Husein Thabathaba’i dalam Tafsir al- Mi>za>n dan Fakhr al-Razi dalam Tafsir Mafatih

Mitsubishi Electric indonesia Japan Customers Support division adalah salah satu divisi kunci untuk mensupport pelanggan jepang yang ada di indonesia , jika anda butuh bantuan

Dimana pasien dnegan tingkat kesadarannya menurun, maka untuk data psikologisnya tidak dapat dinilai, sedangkan pada pasien yang tingkat kesadarannya agak normal

Kemampuan koneksi matematika dalam hal ini terdiri atas 6 indikator yaitu terdapat enam indikator kemampuan koneksi matematika antara lain (1) mencari hubungan berbagai

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di MA NU Ibtidaul Falah Samirejo Dawe Kudus, pada tanggal 12 Maret 2016, peneliti mendapatkan gambaran data mengenai