• Tidak ada hasil yang ditemukan

tujuan bukti prosedur dan kertas kerja a (7)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "tujuan bukti prosedur dan kertas kerja a (7)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

I. TUJUAN AUDIT

Tujuan Audit Untuk Keberadaan dan Keterjadian

Berkaitan dengan masalah keberadaan dan keterjadian (existence and occurrence), biasanya auditor akan memastikan hal-hal sebagai berikut:

Validitas/pisah batas (cutoff): semua transaksi tercatat benar-benar telah terjadi selama periode akuntansi.

Tujuan Audit Untuk Kelengkapan

Berkaitan dengan masalah kelengkapan (completeness), auditor biasanya akan memastikan hal-hal sebagai berikut:

Kelengkapan/pisah batas (cutoff): semua transaksi yang terjadi dalam periode itu telah dicatat.

Kelengkapan (completeness): semua saldo yang tercantum dalam neraca

meliputi semua aktiva, kewajiban, dan ekuitas sebagaimana mestinya. Tujuan Audit Untuk Hak dan Kewajiban

Tentang masalah hak dan kewajiban (right and obligations), biasanya auditor menguji kepemilikan (ownership), kesesuaian atas hak entitas terhadap aktiva, serta hak kepemilikan yang jelas terhadap aktiva. Apabila ingin mempertimbangkan kelangsungan usaha dan arus kas, auditor akan mengukur resiko kemungkinan klien telah menggadaikan atau menjual piutang dan selanjutnya merencanakan untuk melakukan pengujian atas hak kepemilikan yang sesuai.

Tujuan Audit Untuk Penilaian atau Alokasi

Berkaitan dengan masalah penilaian dan alokasi (valuation allocation), biasanya auditor akan memastikan hal-hal sebagai berikut:

Penerapan GAAP (application of GAAP) bahwa saldo telah dinilai sebagaimana mestinya untuk mencerminkan penerapan GAAP dalam hal penilaian kotor dan alokasi jumlah tertentu antarperiode (seperti penyusutan dan amortisasi).

Pembukuan dan pengikhtisaran (posting and summarization). Transaksi telah dibukukan dan diikhtisarkan sebagaimana mestinya dalam jurnal dan buku besar.

Nilai bersih yang dapat direalisasikan (net realizable value). Saldo-saldo telah

(2)

Tujuan Audit Untuk Penyajian dan Pengungkapan

Berkaitan dengan masalah penyajian dan pengungkapan (presentation and

disclosure), biasanya auditor akan memastikan hal-hal sebagai berikut:

Pengklasifikasian (classification). Transaksi dan saldo telah diklasifikasikan sebagaimana mestinya dalam laporan keuangan.

Pengungkapan (disclosure). Semua pengungkapan yang dipersyaratkan oleh GAAP telah tercantum dalam laporan keuangan.

Tujuan audit spesifik dibuat sedemikian rupa agar sesuai untuk setiap klien. AU 326.09, Evidential Matter (SAS Nos. 31, 48, dan 80), menyebutkan bahwa auditor harus mempertimbangkan (1) keadaan dimana klien beroperasi, (2) sifat kegiatan ekonominya, dan (3) praktik akuntansi yang unik untuk industri tersebut. Sebagai contoh, tujuan spesifik tambahan akan diperlukan apabila sebagian dari transaksi dan piutang entitas dinyatakan dalam valuta asing. Demikian juga, jumlah tujuan spesifik untuk setiap kategori asersi akan beragam.

2. BUKTI AUDIT

BUKTI AUDIT, INFORMASI PENGUAT, DAN PROSEDUR AUDIT

Setelah auditor mengembangkan tujuan audit spesifik untuk saldo akun atau golongan transaksi yang material, selanjutnya ia akan mengembangkan prosedur audit yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan bahan bukti kompeten yang cukup. Pertimbangan auditor tentang kecukupan bukti audit dipengaruhi oleh meterialitas dan risiko, faktor-faktor ekonomi, serta ukuran dan karakteristik populasi. Sedangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertimbangan auditor tentang kompetensi bukti audit adalah relevansi, sumber, ketepatan waktu, dan objektivitas.

III. PROSEDUR AUDIT

Prosedur audit adalah metode atau teknik yang digunakan oleh para auditor

(3)

Berikut ini adalah sepuluh jenis prosedur audit yang akan dibahas kemudian: Prosedur analitis (analytical procedures)

Inspeksi (inspecting) Konfirmasi (confirming)

Permintaan keterangan (inquiring)

Perhitungan (counting)

Penelusuran (tracing)

Pemeriksaan bukti pendukung (vouching)

Pengamatan (observing)

Pelaksanaan ulang (reperforming)

Teknik audit berbantuan computer (computer-assisted audit techniques)

IV. KERTAS KERJA AUDIT

Dokumentasi bukti audit disediakan dalam kertas kerja. SAS 41, Working

papers (AU 339.03), menguraikan kertas kerja (Working papers) sebagai catatan

yang disimpan oleh auditor tentang prosedur audit yang diterapkan pengujian yang dilaksanakan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan tentang masalah yang dicapai dalam audit. Kertas kerja memberikan :

 Dukungan utama bagi audit

 Cara untuk melakukan koordinasi dan supervisi audit  Bukti bahwa audit dilaksanakan sesuai dengan GAAS

(4)

Jenis- jenis kertas kerja yang dalam audit, antara lain : 1. Kertas Kerja Neraca Saldo

Dalam kertas kerja neraca saldo tersedia kolom- kolom untuk saldo buku besar tagun berjalan (sebelum penyesuaian dan reklasifikasi audit), penyesuaian, saldo setelah penyesuaian, reklasifikasi, dan saldo akhir (telah diaudit). Kertas kerja neraca saldo merupakan kertas kerja yang paling penting di dalam audit karena:  Menjadi mata rantai penghubung antara akun buku besar klien dan item – item

yang dilaporkan dalam laporan keuangan.

 Memberikan dasar untuk pengendalian seluruh kertas kerja individual.

 Mengidentifikasi kertas kerja spesifik yang memuat bukti audit bagi setiap item laporan keuangan.

2. Skedul dan Analisis

Istilah skedul kertas kerja (working paper schedule) dan analisis kertas kerja

(working paper analysis) digunakan secara bergantian untuk menggambarkan

setiap kertas kerja yang memuat bukti- bukti yang mendukung item –item dalam kertas kerja neraca saldo. Apabila beberapa buku akun besar digabungkan untuk tujuan pelaporan, maka harus disusun skedul kelompok (group schedule)atau sering juga disebut sebagai skedul utama (lead schedule).Selain menunjukkan akun masing – masing buku besar yang ada dalam kelompok tersebut, skedul utama juga mengidentifikasi skedul atau analisis dalam kertas kerja individu yang memuat bukti audit yang diperoleh untuk masing – masing akun dalam kelompok tersebut.

3. Memoranda Audit dan Informasi Penguat

Memoranda Audit (audit memoranda) merujuk pada data tertulis yang disusun oleh

auditor dalam bntuk naratif. Memoranda meliputi komentar – komentar atas pelaksanaan prosedur – prosedur audit yang meliputi :

(5)

 Salinan kontrak – kontrak penting.

4. Ayat Jurnal Penyesuaian dan Ayat Jurnal Reklasifikasi

Ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries) merupakan koreksi atas kesalahan

klien sebagai akibat pengabaian atau salah penerapan GAAP. Oleh karena itu, pada akhirnya ayat jurnal penyesuaian secara sendiri- sendiri atau bersama – sama akan dianggap material dengan harapan, akan dicatat oleh klien sehingga saldo buku besar dapat sisesuaikan. Sebaliknya, ayat jurnal reklasifikasi berkaitan dengan penyajian laporan keuangan yang benar dengan saldo akun yang sesuai.

Setiap ayat jurnal yang dianggap material oleh auditor dan diusulkan dalam kertas kerja harus ditunjukkan dalam :

 Skedul atau analisis dari setiap akun yang mempengaruhi,  Setiap skedul utama yang dipengaruhi,

 Ikhtisar terpisah dari ayat jurnal penyesuaian dan ayat jurnal reklasifikasi yang diusulkan, dan

 Kertas kerja neraca saldo.

B. Menyusun Kertas Kerja

Teknik – teknik dasar yang harus diperhatikan dalam menyusun kertas kerja yang baik, antara lain :

Judul (heading). Setiap kertas ikerja harus memuat nama klie, judul deskriptif yang dapat mengidentifikasi isi dari kertas kerja tersebut.

 Nomor Indeks (index number). Setiap kertas kerja harus diberi nomor indeks atau nomor referensi untuk tujuan identifikasi atau pengarsipan.

Referensi Silang (cross-referencing). Data dalam kertas kerja yang diambil dari kertas kerja lainnya atau yang digunakan dalam kertas kerja lain harus diberi referensi silang. Pada umumnya, program microcomputer yang digunakan untuk menyusun kertas kerja memiliki kemampuan untuk memberikan referensi silang dan menghubungkan kertas kerja secara elektronik.

(6)

koreksi atau dapat memberikan informasi tambahan bagi item- item yang deberi tanda koreksi tersebut.

Tanda tangan dan tanggal (signatures and dates). Setelah menyelesaikan masing-masing tugasnya, penyusun maupun pe-review kertas kerja tersebut harus membubuhkan paraf dan tanggal pada kertas kerja tersebut. Hal ini diperlukan untuk menetapkan tanggung jawab atas pekerjaan dan review yang dilaksanakan.

C. Me-review Kertas Kerja

Terdapat beberapa tingkatan dalam melakukan review kertas kerja dalam syatu kantor CPA. Review tingkat pertama dilakukan oleh supervisor dari penyusun seperti atasan dan manajernya. Reviewdilakukan apabila pekerjaan pada segmen tertentu dalam suatu audit telah diselesaikan. Pihak yang melakukan review terutama menekankan perhatian pada lingkup pekerjaan yang dilakukan, bukti dan temuan yang diperoleh, serta kesimpulan yang telah dicapai oleh penyusun.Review lainnya dilakukan atas kertas kerja apabila pekerjaan lapangan telah diselesaikan.

D. Pengarsipan Kertas Kerja

Kertas kerja diarsipkan menurut dua kategori antara lain :

1) File Permanen (permanent file) memuat data yang diharapkan tetap bermanfaat bagi auditordalam banyak perikatan dengan klien di masa mendatang.

2) File tahun berjalan (current file) memuat informasi penguat yang berkenaan dengan pelaksanaan program audit tahun berjalan saja.

Pada umumnya item – item yang ditemui dalam berkas permanen , antara lain :  Salinan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga klien.

 Bagan akun dan manual atu pedoman prosedur.  Struktur organisasi.

 Tata letak pabrik, proses produksi, dan produk – produk utama.  Ketentuan – ketentuan dalam modal saham dan penerbitan obligasi.

 Salinana kontrak jangka panjang, seperti sewa guna usaha, rencana pensiun, perjanjian pembagian laba dan bonus.

 Skedul amortisasi kewajibanjangka panjang serta penyusutan aktiva pabrik.  Ikhtisar prinsip –prinsip akuntansi yang digunakan oleh klien.

(7)

Kertas kerja menjadi milik kantor akuntan, bukan milik klien atau pribadi auditor. Namun hak kepemilikan oleh kantor akuntan tersebut masih tunduk pada pembatasan – pembatasan yang diatur dalam kode etik profesi auditor itu sendiri. Peraturan 301, Code of Profesional Conduct dari AICPA menentukan bahwa seorang CPA dilarang untuk mengungkapkan setiap informasi rahasia yang diperoleh selama pelaksanaan penugasan profesional tanpa seizin klien, kecuali untuk kondisi tertentu sebagaimana ditetapkan dalam peraturan.

Referensi

Dokumen terkait

waspadai itu merupakan tanda tanda penyakit kutil kelamin.segeralah melakukan pengobatan agar penyakit anda tidak bertambah parah karena penyakit kutil kelamin merupakan

Hasil pengamatan pada tingkat parasitisasi parasitoid hama L.chinensis pada lahan tanpa aplikasi insektisida mulai terlihat ketika tanaman bawang merah Lembah Palu mulai

regulasi penerbangan berbeda dengan kecelakaan yang terjadi pada kendaraan yang berada di darat, walau pun KUHAP telah mengatur dalam pasal 6 ayat 1 huruf a

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kualitas sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) online menggunakan model kesuksesan sistem informasi Delone dan

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGIb.

Again this series cannot truly converge (its terms don’t approach zero).. But we can graph the sum after cos 5 x and after cos

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN 2016.. KARTU

terpilih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (7) sebagai.