BAB I PENDAHULUAN. persoalan yang melingkupinya. Persoalan-persoalan ini bila disatukan tidak hanya

11 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Manusia sebagai mahluk sosial karena manusia tidak akan bisa hidup sendiri. Manusia dalam menjalani kehidupannya selalu dihadapkan pada berbagai persoalan yang melingkupinya. Persoalan-persoalan ini bila disatukan tidak hanya terbatas pada persoalan pribadi satu individu saja, melainkan akan berkembang menjadi persoalan masyarakat yang lebih luas dan kompleks. Karya sastra sebagai hasil karya manusia banyak mengangkat problematika atau permasalahan yang ada di sekitar masyarakat.

Permasalahan-permasalahan yang dialami dalam kehidupan masyarakat kemudian diangkat dalam sebuah karya cerita atau tulisan yang mengandung nilai-nilai estetik. Karya sastra sebagai hasil karya manusia kemudian dikemas menjadi sesuatu yang berbeda dengan kemasan unik yang mampu menjadi kekuatan dalam sebuah karya agar lebih hidup dan menarik minat bagi pembacanya.

Melalui karya sastra seorang pengarang mengunggkapkan probem kehidupan yang pengarang sendiri ikut berada di dalamnya. Permasalahan-permasalahan dalam karya sastra disebut disebut juga konflik yang menjadi nyawa dalam karya sastra. Konflik sosial dalam karya sastra disebabkan karena adanya pembenturan antara tokoh, atau masalah-masalah yang muncul akibat adanya hubungan antara tokoh, antara lain yaitu terjadinya penindasan, percekcokan, peperangan, atau kasus-kasus hubungan sosial lainya. Nurgiyantoro

(2)

(2010: 122) mengatakan bahwa konflik yang ditampilkan dalam sebuah karya fiksi dapat menentukan kualitas, intensitas, dan kemenarikan karya itu. Bahkan dalam menulis cerita konflik sendiri dapat dicari, ditemukan, diimajinasikan, dan dikembangkan berdasarkan konflik yang dapat ditemui di dunia nyata.

Karya sastra banyak menampilkan realitas kehidupan menjadi sesuatu yang bernilai untuk ditelusuri maknanya dan menuntun manusia kembali kepada hakikatnya sebagai manusia. Hal ini terungkap bahwa karya sastra merupakan fenomena kemanusiaan yang kompleks. Salah satu contoh karya sastra yang banyak membahas persoalan kehidupan manusia yaitu cerpen.

Cerpen mengandung gambaran kehidupan yang ada di masyarakat. Cerpen selalu menyajikan konflik baik konflik psikis, konflik sosial, maupun konflik batin. Cerpen memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mengurai masalah-masalah kehidupan di lingkungan masyarakat baik konteks sosial, ekonomi, politik, hukum dan budaya.

Cerpen merupakan cerita fiksi yang tidak benar-benar terjadi. Pengertian fiksi dalam hal ini yaitu cerita rekaan atau khayalan. Hal ini diperkuat oleh pendapat Altenberd dan Lewis (dalam Nurgiyantoro, 2010: 2) yang mengemukakan bahwa fiksi dapat diartikan sebagai prosa naratif yang bersifat imajinatif, namun biasanya masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia. Suatu karya sastra tidak serta-merta hadir di dunia ini, melainkan membutuhkan proses atau waktu dalam penggarapannya. Dapat dikatakan bahwa suatu karya sastra tidak terlepas dari adanya pemikiran-pemikiran hebat seorang penulis atau pengarang.

(3)

Seno Gumira Ajidarma adalah seorang penulis dari generasi baru di sastra Indonesia. Seno Gumira sebagai pengarang yang sangat piwai menggunakan gaya kepenulisan fregmentaris, dan membuat pembaca selalu meninggalkan pesan yang mendalam. Beberapa kritikus menyambut cerpen-cerpen Seno Gumira sebegai cerpen suasana atau sastra koran. Banyak penggemar Seno Gumira yang justru menyukai romantisme sepotong-potong yang selalu muncul di setiap cerpenya. Cerpen karya Seno Gumira tidak terlepas untuk melakukan kritik terhadap kekuasaan, solidaritas terhadap orang yang terpinggirkan dan tentang kemanusiaan.

Seno Gumira berhasil mengembangkan suatu ide dari suatu permasalahan yang menjadi kompleks sehingga memacu para pembaca untuk berpikir kritis akan suatu hal. Mengajak para pembaca untuk terjun langsung dalam dunia ceritanya lewat rangkaian konflik yang disusun dan digambarkan dalam kehidupan sehari-hari. Tema-tema yang diangkat Seno Gumira banyak menceritakan realitas kehidupan sosial yang ada di dalam suatu masyarakat, seperti tema-tema yang mengangkat persoalan ras, suku, korupsi, ketamakan manusia, kebohongan, penindasan manusia, percintaan, serta perbedaan kelas sosial.

Cerpen Senja dan Cinta yang Berdarah Karya Seno Gumira Ajidarma pada periode 2002-2013 merupakan pemilihan cerpen yang terbaik di harian kompas, buku kumpulan cerpen mulai periode 2002-2013, yaitu:(1) Lagenda Wongasu, (2) Kyoto monogatari, (3) Cintaku jauh di Komodo, (4) Rembulan dalam Capuccino, (5) Gerobak, (6) Cinta di Atas Perahu Cadik, (7) Ibu yang

(4)

Anaknya di Culik Itu, (8) Dodolitdodolitdodolibret, (9) Pring Re-ke-teg Gunung Gamping Ambrol, (10) Karangan Bunga dari Menteri, (11) Mayat yang Mengembang di Danau, (12) Seperseribu Detik Sebelum Pukul 16:00, (13) Orang yang Selalu Cuci Tangan, (14) Aku Pembunuh Munir.

Ada beberapa alasan memilih kumpulan cerpen senja dan cinta yang berdarahkarya Seno Gumira Ajidarma Periode 2002-2013 sebagai objek kajian penelitian ini, pertama kumpulan cerpen Senja dan Cinta yang Berdarah karya Seno Gumira Ajidarma Periode 2002-2013 merupakan cerpen yang terbaik dan terpilih di harian kompas dan cerpen suasana atau sastra koran. Kedua, kumpulan cerpen senja dan cinta yang berdarah karya Seno Gumira Ajidarma periode 2002-2013 tidak terlepas untuk melakukan kritik terhadap kekuasaan, solidaritas terhadap orang yang terpinggirkan dan tentang kemanusiaan. Ketiga yaitu banyak penelitian terdahulu yang menggunakan novel sebagai objek penelitian, sehingga peneliti tertarik menggunakan cerpen sebagai objek penelitian.

Penelitian mengenai konflik sosial ini sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh Uswatun (2014) dengan judul “Konflik Sosial Antaretnik Pada Novel Memang Jodoh Karya Rusli” Konflik sosial di dalam Novel Memang Jodoh tersebut pengarang mengungkapkan kritiknya melalui penyajian konflik sosial antaretnik baik yang dialami tokoh utama dan tokoh sampingan yang digambarkan dalam cerita. Terdapat juga adanya konflik antaretnik di antaranya tokoh-tokoh yang lain yang berkaitan dengan adat perjodohan dan sikap masyarakat padang yang keras dalam memperlakukan orang yang bukan asli

(5)

keturunan padang. Penyebab konflik dalam novel ini antara lain perbedaan antara individu, perbedaan latar belakang kebudayaan, dan perbedaan kepentingan.

Penelitian serupa yang sudah pernah dilakukan oleh Susilowati (2013) yang meneliti “Analisis Problem Sosial dalam Novel di Bawah Kesabaranmu Hamba Takluk Karya Taufiqurrahman Al-Azizy” yang menelaah tentang (a) konflik rasial, (b) kejahatan, (c) kenakalan remaja, (d) konflik agama. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Rossika (2012) yang meneliti “ Analisis Konflik Eksternal Tokoh dalam Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Anan Toer” yang menelaah tentang konflik eksternal yang meliputi (a) konflik fisik, dan (b) konflik sosial.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya terletak pada objek yang diteliti. Pada penelitian sebelumnya banyak dilakukan penelitian novel. Oleh karena itu penelitian kali ini menggunakan cerpen sebagai objek kajiannya. Selain itu, permasalahan danindikator-indikator yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini juga berbeda.Hal ini bertujuan agar pembaca mempunyai banyak pandangan atau referensi tentang kajian konflik yang ada dalam kehidupan sosial.

Fokus permasalahan pada penelitian ini dibedakan menjadi dua. Pertama bentuk-bentuk konflik sosial, yaitu konflik pribadi, konflik kelompok dan konflik antarkelas sosial. Kedua penyebab terjadinya konflik sosial, yaitu konflik antara individu dengan individu, konflik kepentingan antara anggota masyarakat, perubahan sosial. Berdasarkan paparan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Konflik Sosial dalam Kumpulan Cerpen

(6)

Senja dan Cinta yang Berdarah Karya Seno Gumira Ajidarma periode 2002-2013.

1.2 Batasan Masalah

Berdasarkan permasalahan di atas, dapat diuraikan hal-hal yang terkait dengan konflik sosial, yaitu sebagai berikut.

1) Bentuk- bentuk konflik sosial dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu: (a) konflik pribadi, yaitu pertentangan yang terjadi secara perorangan, (b) konflik kelompok, yaitu pertentangan yang terjadi antara kelompok, (c) konflik antarkelas sosial, yaitu pertentangan yang terjadi antara dua kelas sosial yang berbeda.

2) Penyebab terjadinya konflik sosial dapat dibagi menjadi tiga, yaitu: (a) Perbedaan antara individu seperti perbedaan pendapat, tujuan, keinginan, pendirian, tentang objek yang dipertentangkan. Perbedaan karakter tersebut yang mempengaruhi timbulnya konflik sosial, (b) perbedaan kepentingan antara anggota-anggota masyarakat baik secara pribadi maupun kelompok, seperti perbedaan kepentingan politik, ekonomi, sosial budaya, agama dan sejenisnya, (c) terjadinya perubahan sosial, antara lain berupa perubahan sistem nilai, akibat masuknya sistem nilai baru yang mengubah masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang moderen.

3) Akibat Konflik Sosial,yaitu: (a) retaknya persatuan kelompok, (b) hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia (bila konflik sudah berubah menjadi kekerasan), (c) berubahnya sikap dan kepribadian individu, baik

(7)

yang mengarah ke hal positif maupun ke hal yang negatif, (d) munculnya dominasi kelompok yang menang terhadap kelompok yang kalah.

4) Cara menyelesaikan konflik, yaitu: (a) kemenangan salah satu pihak atas pihak lainya, (b) perundingan di antara pihak-pihak yang bertikai sehingga tidak ada pihak yang sepenuhnya menang dan tidak ada pihak yang sepenuhnya kalah, (c) rekonsiliasi antara pihak-pihak yang bertikai, (d) saling memaafkan atau salah satu memaafkan pihak yang lain, (e) kesepakatan untuk pihak yang berkonflik.

Pada batasan masalah penelitian ini difokuskan pada dua permasalahan,yaitu sebagai berikut.

1) Bentuk- bentuk konflik sosial dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu: (a) konflik pribadi, yaitu pertentangan yang terjadi secara orang-perorangan, (b) konflik kelompok, yaitu pertentangan yang terjadi antara kelompok, (c) konflik antarkelas sosial, yaitu pertentangan yang terjadi antara dua kelas sosial yang berbeda.

2) Penyebab terjadinya konflik sosial,yaitu: (a) perbedaan antara individu seperti perbedaan pendapat, tujuan, keinginan, pendirian, atau tentang objek yang dipertentangkan. Perbedaan karakter individu tersebut yang mempengaruhi timbulnya konflik sosial, (b) perbedaan kepentingan antara anggota-anggota masyarakat baik secara pribadi maupun kelompok, seperti perbedaan kepentingan politik, ekonomi, sosial budaya, agama dan sejenisnya, (c) terjadinya perubahan sosial, antara lain berupa perubahan sistem nilai, akibat

(8)

masuknya sistem nilai baru yang mengubah masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang moderen.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.

1) Bagaimana bentuk-bentuk konflik sosial yang ada dalam Kumpulan CerpenSenja dan Cinta yang Berdarah Karya Seno Gumira Ajidarma periode 2002-2013?

2) Bagaimanakah penyebab terjadinya konflik sosial yang ada dalam KumpulanCerpenSenja dan Cinta yang Berdarah Karya Seno Gumira Ajidarma periode 2002-2013?

1.4 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini sebagai berikut.

1) Mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik sosial yang terkandung dalam Kumpulan CerpenSenja dan Cinta yang Berdarah Karya Seno Gumira Ajidarma periode 2002-2013.

2) Mendeskripsikan penyebab terjadinya konflik sosial yang terdapat pada Kumpulan Cerpen Senja dan Cinta yang Berdarah Karya Seno Gumira Ajidarma periode 2002-2013.

(9)

1.5 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memiliki manfaat yang mencakup aspek teoretis maupun praktis.

1) Manfaat Teori

Bagi bidang keilmuan diharapkan agar penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu bahasa dan sastra Indonesia sehingga dapat digunakan sebagai landasan untuk penelitian selanjutnya, khususnya kajian dalam menumbuhkembangkan studi sastra, terutama mengenai Konflik Sosial dalam Kumpulan Cerpen Senja dan Cinta yang berdarah Karya Seno Gumira Ajidarma periode 2002-2013.

2) Manfaat Praktis

Manfaat secara praktis penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut.

a) Bagi Pembaca, hasil penelitian ini bermanfaat untuk menambah khasanah, pengtahuan pembaca dan dapat memperoleh pemahaman tentang konflik sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpensenja dan cinta yang berdarah karya Seno Gumira Ajidarma serta diharapkan dapat membangkitkan minat baca terutama karya sastra.

b) Bagi Mahasiswa, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi peneliti yang mengkaji masalah konflik sosial.

c) Bagi Dosen, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan materi ajar untuk perkuliahan pengkajian sastra.

(10)

1.6 Penegasan Istilah

Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pemaknaan istilah dalam penelitian ini, maka ada istilah penting yang perlu ditegaskan, yaitu:

1) Cerpen

Cerpen merupakan cerita atau narasi (bukan analisis argumentatif) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja) serta relatif pendek (Sumardjo dan Saini, 1986: 36).

2) Konflik sosial

Konflik sosial adalah percekcokan, perselisihan, ketegangan, atau pertentangan dalam masyarakat akibat pengaruh adanya perbedaan-perbedaan tertentu dalam masyarakat (Ahmadi, 2009: 291)

3) BentukKonflik Sosial

Bentuk-bentuk konflik sosial sebagai salah satu gejala sosial masyarakat di antaranya,yaitu: konflik pribadi, konflik kelompok, konflik antarkelas sosial, konflik rasial, konflik politik dan konflik budaya (Ahmadi, 2009: 296).

4) Penyebab Konflik Sosial

Penyebab dari timbulnya konflik sosial, yaitu: perbedaan antara individu, benturan antara kepentingan nggota masyarakat baik secara ekonomi, maupun politik, perubahan sosial, dan perbedaan kebudayaan (Setiadi dan Kolip, 2010: 361-362).

(11)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :