Bulan April 2016 Sulawesi Selatan Deflasi 0,39 persen
Pada bulan April 2016, Sulawesi Selatan mengalami deflasi 0,39 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,14. Dari 5 kota IHK di Sulawesi Selatan, semuanya mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Parepare sebesar -0,53 persen dengan IHK 119,14 dan terendah terjadi di Watampone sebesar -0,18 persen dengan IHK 118,06.
Deflasi di Sulawesi Selatan bulan April 2016 terjadi karena adanya dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar -0,71 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -1,39 persen, sedangkan empat kelompok lainnya inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen dan kelompok kesehatan 0,16 persen. Sementara kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan atau stabil.
Dari 11 kota di Pulau Sulawesi, semuanya mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar -0,87 persen dan dengan IHK 122,84, sedangkan deflasi terendah terjadi Mamuju -0,09 persen dengan IHK 122,12.
Dari 82 kota IHK Nasional, 5 kota mengalami inflasi, sedangkan 77 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 0,45 persen dan inflasi terendah terjadi di Banjarmasin sebesar 0,04 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga -1,79 persen dan deflasi terendah terjadi di Singaraja sebesar -0,06 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-April 2016) Sulawesi Selatan mencapai 0,83 persen, sedangkan laju inflasi year on year (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 4,95 persen.
Komponen inti di Sulawesi Selatan pada April 2016 mengalami inflasi sebesar 0,12 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender sebesar 1,24 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 4,24 persen.
Perubahan IHK untuk kota Makassar terjadi deflasi 0,39 persen dengan IHK sebesar 123,91.
No. 22/05/73/Th. XX, 2 MEI 2016
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI SULAWESI SELATAN
BULAN APRIL 2016
Penghitungan inflasi Sulawesi Selatan dibulan April 2016 didasarkan pada hasil Survei Harga Konsumen yang dilakukan oleh BPS Provinsi Sulawesi Selatan pada pasar tradisional dan pasar modern/swalayan di 5 kota IHK nasional yaitu : Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo terjadi deflasi di Sulawesi Selatan sebesar
-0,39 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 123,62 pada Maret 2016 menjadi 123,14 pada April 2016. Tingkat inflasi tahun kalender 2016 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2016 terhadap April 2015) masing-masing sebesar 0,83 persen dan 4,95 persen.
Deflasi Sulawesi Selatan bulan April 2016 terjadi karena adanya dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar -0,71 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -1,39 persen, sedangkan empat kelompok lainnya inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen dan kelompok kesehatan 0,16 persen. Sementara kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan atau stabil.
Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada April 2016 antara lain: bensin, cabe rawit, beras, cabe merah, tarip listrik, daging ayam ras, kentang, tomat sayur, telur ayam ras dan wortel.
Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah: bawang merah, kangkung, lemari pakaian, ikan bandeng, bawang putih, daun bawang, ikan cakalang, bayam, cumi-cumi dan mujair.
Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada April 2015, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar -0,1738 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,2470 persen, sedangkan yang memberikan sumbangan inflasi yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0162 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0045 persen; kelompok sandang 0,0029 persen; kelompok kesehatan 0,0066 persen. Sementara kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak memberikan kontribusi atau stabil.
Tabel 1
IHK dan Tingkat Inflasi Provinsi Sulawesi Selatan April 2016, Tahun Kalender 2016, dan Tahun Ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran Desember IHK 2015 IHK Maret 2016 IHK April 2016 Inflasi April 20161) Laju Inflasi Tahun Kalender 20162) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m (Headline) 122,13 123.62 123.14 -0.39 0.83 4.95 1. Bahan Makanan 136,01 141.22 140.21 -0.71 3.09 12.07
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 120,36 121.28 121.39 0.09 0.85 4.72
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 119,63 121.08 121.11 0.02 1.23 3.07
4. Sandang 117,48 119.52 119.56 0.04 1.77 5.89
5. Kesehatan 114,73 115.87 116.06 0.16 1.16 3.74
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 108,16 108.29 108.30 0.00 0.13 2.12
7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 120,29 118.70 117.05 -1.39 -2.69 -0.21
N o . Kel o mp o k/ Sub Kel o mp o k
B A HA N M A KA N A N - 0 . 71 - 0 . 173 8
1 Padi-2an, umbi-2an & hsl-nya -1.18 -0.0768
2 Daging & hasilnya -1.95 -0.0390
3 Ikan Segar 0.46 0.0277
4 Ikan Diawet kan -0.84 -0.0022
5 Telur, Susu dan hsl-nya -1.09 -0.0229
6 Sayur-2an -0.13 -0.0028
7 Kacang-2an -0.58 -0.0035
8 Buah-2an 0.37 0.0059
9 Bumbu-2an -2.82 -0.0618
10 Lemak dan M inyak 0.14 0.0014
11 Bahan makanan lainnya 0.09 0.0000
T ab el 3
A p r i l 2 0 16 ( %)
I nf l asi Sumb ang an I nf l asi d an Sumb ang an Kel o mp o k B ahan M akanan
Tabel 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Provinsi Sulawesi Selatan (2012=100) April 2016 (persen)
Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi
(%)
(1) (2)
U M U M -0.3905
1. Bahan Makanan -0.1738
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok,dan Tembakau 0.0162 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar 0.0045
4. Sandang 0.0029
5. Kesehatan 0.0066
6. Pendidikan, Rekreasi,dan Olahraga 0.0001 7. Transpor, Komunikasi,dan Jasa Keuangan -0.2470
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan Makanan
Kelompok ini pada bulan April 2016 mengalami deflasi 0,71 persen. Dari 11 sub kelompok dalam kelompok ini, 7 sub kelompok mengalami deflasi dan 4 sub kelompok mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar -2,82 persen dan deflasi terendah terjadi pada sub kelompok sayur-sayuran sebesar -0,13 persen.
Kelompok ini di bulan April 2106 memberi
sumbangan negatif sebesar 0,1738 persen.
Sumbangan negatif terbesar diberikan sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar -0,0768 persen dan sumbangan negatif terkecil oleh sub kelompok ikan diawetkan sebesar -0,0022 persen.
N o . Kelo mp o k/ Sub Kelo mp o k
M akanan Jad i, M inuman,
R o ko k d an T emb akau 0 .0 9 0 .0 16 2
1 M akanan Jadi 0.14 0.0133
2 M inuman yang tdk beralkohol 0.02 0.0008
3 Tembakau dan M in. beralkohol 0.05 0.0021
T ab el 4 .
Inf lasi Sumb ang an Inf lasi d an Sumb ang an Kelo mp o k M akanan Jad i, M inuman, R o ko k
d an T emb akau A p r il 2 0 16 ( %)
N o . Kel o mp o k/ Sub Kel o mp o k
Sand ang 0 . 0 4 0 . 0 0 2 9
1 Sandang laki-laki 0.04 0.0010
2 Sandang wanit a 0.10 0.0020
3 Sandang anak-anak 0.02 0.0002
4 Barang pribadi dan sandang lainnya
0.01 -0.0003
T ab el 6 .
I nf l asi d an Sumb ang an Kel o mp o k Sand ang A p r i l 2 0 16 ( %)
I nf l asi Sumb ang an
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok ini pada bulan April 2016 mengalami inflasi sebesar 0,09 persen. Dari 3 sub kelompok dalam kelompok ini, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok makanan jadi sebesar 0,14 persen, inflasi terendah terjadi pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,02 persen.
Kelompok pengeluaran ini pada bulan April 2016
menyumbang inflasi sebesar 0,0162 persen.
Sumbangan inflasi tertinggi diberikan oleh sub kelompok makanan jadi sebesar 0,0133 persen.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Kelompok ini pada bulan April 2016 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, 3 sub kelompok mengalami inflasi, sedangkan 1 sub kelompok lainnya deflasi. Inflasi terbesar terjadi pada sub kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,78 persen.
Kelompok ini pada Bulan April 2016
menyumbang inflasi sebesar 0,0045 persen.
Sumbangan inflasi tertinggi diberikan oleh sub kelompok perlengkapan rumahtangga sebesar 0,0319 persen.
4. S a n d a n g
Kelompok ini bulan April 2016 mengalami inflasi 0,04 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini , semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok sandang wanita sebesar 0,10 persen.
Kelompok ini menyumbang inflasi 0,0029
persen. Inflasi tertinggi disumbangkan oleh sub
kelompok sandang wanita sebesar 0,0020 persen.
No. Kelompok/ Sub Kelompok Perumahan, Air, List rik, Gas & Bahan
Bakar 0 .0 2 0 .0 0 4 5
1 Biaya tempat tinggal 0.14 0.0169
2 Bahan bakar, penerangan dan air -0.89 -0.0455 3 Perlengkapan rumahtangga 0.78 0.0319 4 Penyelenggaraan rumahtangga 0.06 0.0012
Tabel 5.
Inf lasi dan Sumbangan Kelompok Perumahan, Air,
Inf lasi Sumbangan List rik, Gas, dan Bahan Bakar April 2 0 16 ( %)
5. Kelompok Kesehatan
Kelompok kesehatan bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok jasa kesehatan sebesar 0,23 persen dan inflasi terendah pada sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 0,03 persen.
Kelompok ini pada bulan April 2016 menyumbang inflasi sebesar 0,0066 persen. Kontribusi inflasi terbesar diberikan oleh sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,0031 persen.
6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga
Kelompok ini pada bulan April 2016 tidak mengalami perubahan. Dari 5 sub kelompok yang ada, 2 sub kelompok mengalami inflasi, sedangkan 3 sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan. Inflasi terjadi pada sub kelompok rekreasi dan sub kelompok olahraga masing-masing sebesar 0,01 persen.
Kelompok ini di bulan April 2016 menyumbang inflasi sebesar 0,0001 persen. Sumbangan inflasi diberikan oleh sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,0001 persen.
7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan April 2016 mengalami deflasi 1,39 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, 1 sub kelompok mengalami deflasi, dan 3 sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan (stabil). Deflasi terjadi pada sub kelompok transpor sebesar -2,05 persen.
Kelompok ini di bulan April 2016 memberi
kontribusi deflasi 0,2470 persen. Sub kelompok yang memberikan kontribusi negatif adalah sub kelompok transpor sebesar -0,2471 persen.
N o . Kelo mp o k/ Sub Kelo mp o k
Kesehatan 0 .16 0 .0 0 6 6
1 Jasa Kesehatan 0.23 0.0029
2 Obat-obatan 0.08 0.0005
3 Jasa Perawatan jasmani 0.03 0.0002
4 Perawatan jasmani dan kosmetika 0.18 0.0031
T ab el 7.
Inf lasi d an Sumb ang an Kelo mp o k Kesehat an A p ril 2 0 16 ( %)
Inf lasi Sumb ang an
N o . Kelo mp o k/ Sub Kelo mp o k
Pend id ikan, R ekr easi & Olah
R ag a 0 .0 0 0 .0 0 0 1 1 Jasa Pendidikan 0.00 0.0000 2 Kursus2 / Pelatihan 0.00 0.0000 3 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 0.00 0.0001 4 Rekreasi 0.01 0.0000 5 Olah raga 0.01 0.0000 T ab el 8 .
Inf lasi d an Sumb ang an Kelo mp o k Pend id ikan R ekr easi & Olah R ag a A p r il 2 0 16 ( %)
Inf lasi Sumb ang an
N o . Kelo mp o k/ Sub Kelo mp o k
Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan -1.39 -0.2470
1 Transpor -2.05 -0.2471
2 Komunikasi Dan Pengiriman 0.00 0.0000
3 Sarana dan Penunjang Transpor 0.00 0.0000
4 Jasa Keuangan 0.00 0.0000
T ab el 9 .
Inf lasi d an Sumb ang an Kelo mp o k T ransp o r, Ko munikasi d an Jasa Keuang an A p ril 2 0 16 ( %)
PERBANDINGAN INFLASI PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2012 – 2016
Pada bulan April tahun 2016 Sulawesi Selatan mengalami deflasi 0,39 persen, deflasi bulan ini lebih tinggi dibanding tahun 2014 sebesar -0,12 persen dan tahun 2012 sebesar -0,07 persen, sementara inflasi terjadi pada tahun 2015 sebesar 0,36 persen dan tahun 2013 sebesar 0,34 persen.
Laju inflasi tahun kalender Sulawesi Selatan April 2016 sebesar 0,83 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar 0,68 persen, tahun 2013 sebesar 2,26 persen, tahun 2014 sebesar 1,99 persen dan 2015 yang tercatat inflasi sebesar 1,80 persen. Laju inflasi ”year on year” Sulawesi Selatan (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 4,95 persen lebih rendah dibanding periode tahun 2012 sebesar 6,78 persen dan tahun 2015 sebesar 6,21 persen, tapi masih lebih tinggi dibanding tahun 2014 sebesar 4,13 persen dan tahun 2013 sebesar 4,49 persen.
Tabel 10
Inflasi Bulanan, Tahun Kalender dan Tahun ke Tahun, Tahun 2012 – 2016
Inflasi (2007 = 100)2012 (2007 = 100)2013 (2012 = 100)2014 (2012 = 100)2015 (2012 = 100) 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. April -0,07 0,34 -0,12 0,36 -0,39
2. (April) tahun kalender 0,68 2,26 1,99 1,80 0,83
APRIL 2016 KOTA MAKASSAR DEFLASI 0,39 PERSEN
Kota Makassar pada April 2016 ini mengalami deflasi 0,39 persen, atau terjadi perubahan indeks dari 124,40 pada bulan Maret 2016 turun menjadi 123,91 pada bulan April 2016. Laju inflasi tahun kalender (Januari-April 2016) sebesar 1,12 persen, dan laju inflasi ”year on year” (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 5,56 persen.
Deflasi dipicu oleh turunnya harga-harga komoditi yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar -0,74 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -1,35 persen, meskipun empat kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04 persen; kelompok sandang sebesar 0,01 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen. Satu kelompok lainnya, yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan.
Tabel 11
IHK dan Tingkat Inflasi Kota Makassar April 2016, Tahun kalender 2016, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2015 IHK Maret 2016 IHK April 2016 Inflasi April 20161) Laju Inflasi Tahun Kalender 2016 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) Andil (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) U M U M 122,54 124.40 123.91 -0.39 1.12 5.56 1. Bahan Makanan 137,12 143.94 142.88 -0.74 4.20 13.49 -0.1772
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan
Tembakau 120,04 120.72 120.78 0.05 0.62 4.78 0.0080
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 120,26 121.99 122.04 0.04 1.48 3.62 0.0096
4. Sandang 119,78 122.15 122.16 0.01 1.99 6.90 0.0008
5. Kesehatan 115,74 116.92 117.07 0.13 1.15 3.94 0.0055
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 108,19 108.31 108.31 0.00 0.11 2.32 0.0001
7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 120,27 118.56 116.96 -1.35 -2.75 0.28 -0.2414
1) Persentase perubahan IHK April 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya
2) Persentase perubahan IHK April 2016 terhadap IHK Desember 2015
PERBANDINGAN ANTAR KOTA IHK DI PULAU SULAWESI
Kota-kota IHK di wilayah pulau Sulawesi yang berjumlah 11 kota, semuanya mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar -0,87 persen dengan IHK 122,84, terendah di Mamuju sebesar -0,09 persen dengan IHK 112,12. (lihat tabel 12 kolom 6).
Laju inflasi tertinggi berdasarkan tahun kalender terjadi di Kendari sebesar 1,16 persen; diikuti berturut-turut Makassar sebesar 1,12 persen; Palopo sebesar 0,56 persen; Gorontalo sebesar -0,09 persen; Watampone dan Parepare masing-masing sebesar -0,36 persen, Mamuju sebesar -0,54 persen; Bau-bau sebesar -0,55 persen; Palu sebesar -1,17 persen; Bulukumba sebesar -1,32 persen dan Manado sebesar -1,88 persen.
Laju inflasi tertinggi berdasarkan ”tahun ke tahun” (April 2016 terhadap April 2015) terjadi di Makassar sebesar 5,56 persen; diikuti berturut-turut Gorontalo sebesar 5,24 persen; Palu sebesar 5,08 persen; Mamuju sebesar 5,00 persen; Kendari sebesar 4,20 persen; Manado sebesar 3,93 persen; Palopo sebesar 3,64 persen; Bau-bau sebesar 3,06 persen; Parepare sebesar 2,81 persen; Watampone sebesar 2,15 persen dan Bulukumba sebesar 1,79 persen.
Tabel 12
Perbandingan Indeks dan Inflasi April 2016 Antar Kota di Pulau Sulawesi (2012=100)
No. K o t a IHK Desember 2015 IHK Maret 2016 IHK April 2016 Inflasi April 2016 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2016 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 01. MAMUJU 122,78 122.23 122.12 -0.09 -0.54 5.00 02. WATAMPONE 118,49 118.27 118.06 -0.18 -0.36 2.15 03. GORONTALO 120,22 120.50 120.11 -0.32 -0.09 5.24 04. PALOPO 120,48 121.60 121.15 -0.37 0.56 3.64 05. MAKASSAR 122,54 124.40 123.91 -0.39 1.12 5.56 06. BULUKUMBA 128,34 127.18 126.65 -0.42 -1.32 1.79 07. PALU 125,22 124.42 123.76 -0.53 -1.17 5.08 08. PAREPARE 119,57 119.77 119.14 -0.53 -0.36 2.81 09. KENDARI 118,06 120.18 119.43 -0.62 1.16 4.20 10. BAU-BAU 126,70 126.94 126.00 -0.74 -0.55 3.06 11. MANADO 125,20 123.92 122.84 -0.87 -1.88 3.93
1) Persentase perubahan IHK April 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK April 2016 terhadap IHK Desember 2015 3) Persentase perubahan IHK April 2016 terhadap IHK April 2015
INFLASI MENURUT KOMPONEN APRIL 2016
Komponen inti Sulawesi Selatan pada bulan April 2016 inflasi sebesar 0,12 persen, komponen diatur pemerintah deflasi 1,77 persen; dan komponen bergejolak deflasi 0,81 persen. Sementara itu komponen inti untuk kota Makassar pada April 2016 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen; komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami deflasi 1,79 persen, dan komponen bergejolak deflasi 0,81 persen. Kota Watampone komponen inti inflasi sebesar 0,16 persen; harga diatur pemerintah deflasi 1,93 persen; dan komponen bergejolak inflasi 0,20 persen. Kota Parepare komponen inti inflasi 0,20 persen; harga diatur pemerintah deflasi 1,63 persen; dan komponen bergejolak deflasi 1,58 persen. Kota Palopo komponen inti inflasi sebesar 0,18 persen; harga diatur pemerintah deflasi 1,53 persen; dan komponen bergejolak deflasi 0,87 persen. Kota Bulukumba komponen inti inflasi 0,13 persen; harga diatur pemerintah deflasi 1,71 persen; dan komponen bergejolak deflasi 0,80 persen.
Tabel 13
Laju Inflasi April 2016, Inflasi Tahun Kalender 2016 dan Inflasi Year on Year Menurut Komponen
Di Provinsi Sulawesi Selatan
Komponen
Kota Makassar Kota Watampone Kota Parepare
IHK April 2016 Perubahan IHK (%) IHK April 2016 Perubahan IHK (%) IHK April 2016 Perubahan IHK (%) April 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year April 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year April 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) U M U M 123.91 -0.39 1.12 5.56 118.06 -0.18 -0.36 2.15 119.14 -0.53 -0.36 2.81 Inti 117.37 0.11 1.32 4.82 110.54 0.16 0.61 1.52 113.01 0.20 1.51 2.69 Harga Diatur Pemerintah 126.22 -1.79 -3.74 -1.80 126.73 -1.93 -3.04 -2.00 134.77 -1.63 -3.07 -1.63 Bergejolak 145.83 -0.81 4.50 14.40 134.84 0.20 -0.90 6.93 126.09 -1.58 -3.11 7.22 Komponen
Kota Palopo Kota Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan
IHK April 2016 Perubahan IHK (%) IHK April 2016 Perubahan IHK (%) IHK April 2016 Perubahan IHK (%) April 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year April 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year April 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) U M U M 121.15 -0.37 0.56 3.64 126.65 -0.42 -1.32 1.79 123.14 -0.39 0.83 4.95 Inti 113.76 0.18 0.90 2.44 122.96 0.13 0.52 1.64 116.59 0.12 1.24 4.24 Harga Diatur Pemerintah 131.04 -1.53 -2.21 0.93 140.98 -1.71 -2.13 1.64 127.56 -1.77 -3.51 -1.53 Bergejolak 135.11 -0.87 1.73 8.70 126.86 -0.80 -4.85 2.28 142.61 -0.81 3.22 12.77