Teks penuh

(1)
(2)

SUMBER DAYA ALAM :

UNSUR-UNSUR LINGKUNGAN BAIK FISIK MAUPUN

HAYATI YANG DIBUTUHKAN MANUSIA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUPNYA DAN MENINGKATKAN

KESEJAHTERAAN

SUMBER DAYA ALAM MODAL PEMBANGUNAN

BERDASARKAN SDA SUATU NEGARA DIKATEGORIKAN SBG :

1. NEGARA KAYA SDA 2. NEGARA MISKIN SDA

SDA MEMBERIKAN MANFAAT KALAU DIKELOLA OLEH SDM YANG MENGUASAI TEKNOLOGI

PEMBANGUNAN PERTANIAN :

MEMANFAATKAN SDA PERTANIAN MELIPUTI FISIK DAN HAYATI DALAM SUATU EKOSISTEM PERTANIAN (AGROEKOSISTEM)

PEMBANGUNGAN PERUBAHAN EKOSISTEM DAN KOMPONENNYA

PERUBAHAN : 1. LEBIH BAIK 2. KERUSAKAN

(3)

SDA HAYATI : KERUSAKAN TDK DAPAT DILIHAT DAN DIRASAKAN LANGSUNG, BARU TERASA APABILA KERUSAKAN SUDAH PD TARAF TINGGI

KERAGAMAN HAYATI/BIODIVERSITY

KERAGAMAN ATAU VARIASI DIANTARA ORGANISME HIDUP PADA BERBAGAI TINGKATAN KESATUAN MAHLUK HIDUP YANG TERDIRI DARI TINGKATAN GENETIS, JENIS, DAN EKOSISTEM (SASTRAPRADJA DKK., 1991)

KERAGAMAN HAYATI/BIODIVERSITY 1. KERAGAMAN EKOSISTEM

2. KERAGAMAN JENIS 3. KERAGAMAN GENETIK

KERAGAMAN EKOSISTEM

EKOSISTEM :SATUAN LINGKUNGAN HIDUP YANG MELIBATKAN UNSUR-UNSUR BIOTIK DAN FAKTOR ABIOTIK YANG SALING BERINTERAKSI SATU SAMA LAINNYA

EKOSISTEM AKAN BERBEDA BILA SUSUNAN KOMPONEN BIOTIS DAN ABIOTISNYA BERBEDA

INTERAKSI ANTARA MAHLUK HIDUP DENGAN FAKTOR-FAKTOR LAIN DALAM SUATU WILAYAH AKAN MENYUSUN SUATU EKOSISTEM TERSENDIRI

EKOSISTEM DAPAT BERUBAH SECARA ALAMIAH (KARENA PENUAAN ALAM) ATAU SECARA SENGAJA (OLEH MANUSIA) DI INDONESIA DIKENAL 4 MACAM EKOSISTEM

1. EKOSISTEM BAHARI

(4)

EKOSISTEM BAHARI

1. EKOSISTEM LAUT DALAM

2. EKOSISTEM PERAIRAN DANGKAL

3. EKOSISTEM DAERAH PASANG SURUT

EKOSISTEM DARAT ALAMI

1. VEGETASI PAMAH/LOW LAND VEGETATION (RAWA DAN

DARAT) 0 – 1000 M

2. VEGETASI PEGUNUNGAN (1000 – 2500 M)

3. VEGETASI MONSUM (DAERAH IKLIM KERING) : SAVANA, PADANG RUMPUT

EKOSISTEM SUKSESI

EKOSISTEM YANG BERKEMBANG SETELAH TERJADI PERUSAKAN TERHADAP EKOSISTEM ALAMI KARENA

PERISTIWA ALAMI ATAU ULAH MANUSIA DAN EKOSISTEM BUATAN YG TIDAK TERAWAT

1. EKOSISTEM SUKSESI PRIMER 2. EKOSISTEM SUKSESI SEKUNDER

EKOSISTEM BUATAN 1. DANAU

2. HUTAN TANAMAN PRODUKSI ; HUTAN JATI, PINUS, MAHONI, DAMAR

AGROEKOSISTEM/EKOSISTEM PERTANIAN

(5)

EKOSISTEM KUALITAS KELANGSUNGAN HIDUP NILAI GUNA EKOSISTEM :

1. EKOSISTEM UTUH : MEMBERI KENYAMANA

DALAM EKOSISTEM MINIMAL HARUS TERDAPAT 30% HUTAN UNTUK MENJAMIN SIKLUS AIR

2. DALAM EKOSISTEM TERDAPAT GEN POOL/PLASMA NUTFAH SEBAGAI SUMBER VARIASI GENETIK

3. EKOSISTEM TEMPAT HIDUP BIOTA YG SUDAH DIEKSPLOITASI TAPI BELUM DIMANFAATKAN DINAMIKA DALAM EKOSISTEM :

1. TINGKATAN RANTAI MAKANAN 2. PENDAURAN HARA

(6)

KERAGAMAN JENIS

KERAGAMAN JENIS FLORA MAUPUN FAUNA

KERAGAMAN JENIS :

KUMPULAN INDIVIDU/POPULASI SUATU MAHLUK HIDUP YANG MAMPU MELAKUKAN PERKAWINAN ANTAR SESAMANYA DAN DAPAT MENGHASILKAN KETURUNAN YG MENYERUPAI TETUA DAN DAPAT DIKENALI DARI PENAMPILANNYA

DI DUNIA DEWASA INI TERDAPAT

-300 000 JENIS TUMBUHAN

-160 000 JENIS MIKROORGANISME

-1 600 000 JENIS HEWAN

KERAGAMAN JENIS SANGAT PENTING DAN MENENTUKAN KEKAYAAN SUATU NEGARA

INDONESIA MEMILIKI KERAGAMAN EKOSISTEM DAN JUGA KERAGAMAN JENIS DAN GENETIK YG BESAR SHG DIJULUKI “MEGA BIODIVERSITY” KERAGAMAN JENIS DI INDONESIA (BAIHAKI 1997) :

NAMA ORGANISME JUMLAH JENIS

(7)

KERAGAMAN JENIS YANG DOMINAN DI INDONESIA : 1. DARI 28 000 JENIS TUMBUHAN BERBUNGAN

DIDOMINASI 5000 JENIS ANGGREK SEBAGIAN BESAR ADA DI INDONESIA

2. 70% TUMBUHAN BERKAYU YAITU SEKITAR 386 JENIS ADA DI INDONESIA

3. POHON HUTAN ADA 7000 JENIS, 4000 BERNILAI EKONOMIS DAN BARU DITRANSAKSIKAN SEKITAR 2700 JENIS

4. TANAMAN SAYURAN 370 JENIS, TANAMAN PENYEGAR 60 JENIS, TANAMAN REMPAH 55 JENIS, TANAMAN BERUMBI 70 JENIS, TANAMAN PENCAMPUR JAMU 940 JENIS , SEBAGIAN KECIL SUDAH DIKETAHUI ASPEK AGRONOMISNYA

5. 300 000 JENIS HEWAN (15% DR HEWAN DI DUNIA), BURUNG ADA 1300 DR 8900 JENIS DI DUNIA

6. 300 JENIS BAKTERI (10%) DR JUMLAH JENIS DI DUNIA, 12 000 JAMUR DAN 1 500 PAKU-PAKUAN KERAGAMAN JENIS PENTING UNTUK KETAHANAN

PANGAN :

1. SUMBER KARBOHIDRAT : GRAMINAE, SEREALIA, UBI-UBIAN

2. SUMBER PROTEIN NABATI : KACANG-KACANGAN, BUNGA MATAHARI

3. SUMBER LEMAK : GOLONGAN PALMAE/KELAPA 4. SUMBER MINERAL DAN VITAMIN : SAYURAN DAN

BUAH-BUAHAN

(8)

6 FAKTOR UTAMA PENYEBAB SULITNYA MENINGKATKAN PRODUKSI DAN PENGADAAN PANGAN :

1. PERTUMBUHAN PENDUDUK

2. POLA HIDUP MASYARAKAT MEWAH

3. KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENYEDIAKAN PANGAN YG MENGIKUTI KEINGINAN MASYARAKAT 4. MASIH ADA KENDALA TEKNOLOGI DALAM BUDIDAYA

BEBERAPA KOMODITI TANAMAN MAUPUN TERNAK CONTOH : PD KEDELAI, SAPI

5. KETERBATASAN EMPAT SUMBER UTAMA PERTANIAN : LAHAN, AIR, ENERGI DAN SAPROTAN

6. TERJADI KERUSAKAN KERAGAMAN HAYATI AKIBAT PEMBANGUNAN

KERAGAMAN GENETIK (SASTRAPRAJA DAN

RIFAI, 1989)

KERAGAMAN ANTARA INDIVIDU DALAM SPESIES YG SAMA

KERAGAMAN GENETIK DITENTUKAN OLEH KOMPOSISI GEN DARI INDIVIDU SUATU SPECIES

KERAGAMAN GENETIK SANGAT BESAR PERANANNYA DALAM MENINGKAN PRODUKSI

PENYEMPITAN KERAGAMAN GENETIK BENCANA CONTOH : PENANAMAN MONO VARIETY DAN

(9)

TANAMAN DENGAN KERAGAMAN GENETIK LUAS DI INDONESIA :

1. UBI-UBIAN 2. JAHE-JAHEAN 3. SIRIH-SIRIHAN

4. JAMBU AIR, MANGGA, JERUK, DUKUH, PISANG, DURIAN,SALAK, NANGKA, RAMBUTAN

5. TEBU

6. ANGGREK

KERAGAMAN TANAMAN PANGAN EKONOMIS DI INDONESIA MASIH SEMPIT, DIKARENAKAN

KETERBELAKANGAN DALAM PENGELOLAAN PLASMA NUTFAH, HAL INI TERCERMIN DARI :

1. SEDIKITNYA KOLEKSI PLASMA NUTFAH

2. BELUM ADA PELESTARIAN PLASMA NUTFAH JANGKA PANJANG

3. BELUM TERKOLEKSINYA SPECIES LIAR, STRAIN LOKAL, VARIETAS LOKAL TANAMAN EKONOMIS PENTING

4. BELUM TERGALI INFORMASI YG TERKANDUNG DALAM KOLEKSI PLASMA NUTFAH

DARI 3,9 JUTA KOLEKSI AKSESI PLASMA NUTFAH TANAMAN EKONOMIS PENTING DUNIA YANG

DILESTARIKAN, 53% DIMILIKI NEGARA MAJU, 16% OLEH LEMBAGA PEMERINTAH DAN 31% OLEH

NEGARA BERKEMBANG

(10)

KELEMAHAN BILA SUATU NEGARA JADI SENTRA PRODUKSI TAPI BUKAN MERUPAKAN DAERAH ASAL ADALAH SBB:

1. TIDAK MEMILIKI CADANGAN PLASMA NUTFAH ALAMIAH SEBAGAI KONSERVASI IN-SITU

2. TIDAK MEMILIKI STRAIN LIAR, KERABAT LIAR, DAN VARIETAS LOKAL YAG MEMILIKI SIFAT UNGGUL

GENETIK TERTENTU

3. APABILA TERJADI GANGGUAN HAMA/PENYAKIT PADA TANAMAN BARU CENDERUNG TERJADI KERUSAKAN BERAT KARENA TIDAK ADA MUSUH ALAMI

4. TANAMAN BARU CENDERUNG MENGINGINKAN

LINGKUNGAN YG SPESIFIK MENYERUPAI KONDISI LINGKUNGAN TEMPAT ASALNYA

5. TANPA DUKUNGAN KOLEKSI PLASMA NUTFAH SULIT MENINGKATKAN POTENSI GENETIK MELALUI

PEMULIAAN TANAMAN

3 HAL YANG PENTING UNTUK MEMAHAMI KERAGAMAN HAYATI ADALAH :

1. CENTER OF ORIGIN : AREAL GEOGRAFIS TEMPAT SUATU INDIVIDU DITEMUKAN DAN BERKEMBANG UNTUK PERTAMA KALINYA

2. CENTER OF DIVERSITY : AREAL GEOGRAFIS DENGAN KERAGAMAN SPECIES ATAU GENETIK YG LUAS

3. CENTER OF ENDEMIS : AREAL GEOGRAFIS DENGAN JUMLAH TERBESAR SUATU SPECIES SECARA KHUSUS BERADA DI TEMPAT TERSEBUT

CONTOH :

(11)

PUSAT KEANEKARAGAMAN GENETIK/CENTERS GENETIC DIVERSITY :

SUATU WILAYAH DIMANA TERDAPAT KONSENTRASI SEKERABAT TUMBUHAN YG TINGGI DAN KERAGAMAN SUATU JENIS TERTENTU YANG LUAS

BEBERAPA KONSEP MENGENAI CENTERS OF DIVERSITY (VAVILOV) :

1. VARIABILITAS GENETIK YANG LUAS DR SPECIES TANAMAN BUDIDAYA DAPAT DITEMUKAN DI DALAM WILAYAH TERTENTU, SEDANGKAN DI LUAR AREA HANYA TERDAPAT VARIBILITAS GENETIK YG SEMPIT 2. CENTERS OF DIVERSITY SUATU TANAMAN

MERUPAKAN AREA GEOGRAFI KECIL YG SAMA 3. CENTERS OF DIVERSITY SUATU TANAMAN

MERUPAKAN CENTERS OF ORIGIN TANAMAN YG BERSANGKUTAN

4. AREA-AREA DIMANA TERJADI DOMESTIKASI DISEBUT PRIMARY CENTERS, SEDANGKAN AREA DIMANA

TERDAPAT VARIASI YG KONTINYU DISEBUT SECONDARY CENTERS

SUMBER DAYA GENETIK TUMBUHAN DAPAT DIBAGI DUA: A. SPECIES BUDIDAYA :

1. VARIETAS KOMERSIL : VARIETAS STANDAR YG TELAH DIHASILKAN OLEH PEMULIA DENGAN

KARAKTERISTIK TINGKAT HOMOGENITAS YG TINGGI, BERDAYA HASIL TINGGI PADA LINGKUNGAN YG

(12)

2. VARIETAS TRADISIONAL LOKAL (LANDRACES) :

VARIETAS PRIMITIF YG TELAH ADA SEJAK BERABAD-ABAD DAN DIBUDIDAYAKAN, KARAKTERISTIK

TINGKAT KERAGAMAN DIDALAM MAUPUN ANTAR

VARIETAS TINGGI, BERADAPTASI PADA LINGKUNGAN, HASIL RENDAH TAPI STABIL

3. GALUR : MATERI TANAMAN YG DIHASILKAN OLEH PEMULIA MERUPAKAN PRODUK ANTARA DALAM PROGRAM PEMULIAAN, KARAKTERISTIK :LATAR BELAKANG GENETIK SEMPIT

4. STOK GENETIK KHUSUS : MUTAN ALAMI ATAU

BUATAN YG MERUPAKAN KOLEKSI PEMULIA TANAMAN B. SPECIES LIAR

1. SPECIES YG LANGSUNG DIMANFAATKAN: SPECIES LIAR YG TDK DITANAM TETAPI DPT DIMANFAATKAN, BIASANYA MERUPAKAN SPECIES YG BERNILAI

EKONOMIS TINGGI

2. SPECIES YG TDK LANGSUNG DIMANFAATKAN:

SPECIES LIAR ATAU KERABATNYA YG DIMANFAATKAN SEBAGAI BAHAN PEMULIAAN TANAMAN

3. SPECIES YG BERPOTENSI : SPECIES YF BELUM

(13)

NILAI DAN MAKNA PENTING KERAGAMAN HAYATI DAPAT DILIHAT DARI

1. NILAI EKSISTENSI

NILAI INI TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN POTENSI DARI SUATU ORGANISME, TETAPI BERHUBUNGAN DENGAN KEADAAN MENYELURUH DARI SUATU KEHIDUPAN ALAMIAH ATAU HABITAT ASLI YANG TERKAIT DG ESTETIKA , NILAI ETNIK DAN RELIGI.

CONTOH : KEINDAHAN TAMAN LAUT BUNAKEN, HABITAT SATWA DI HABITAT ASLINYA DSB.

2. NILAI EKOLOGI

KERAGAMAN HAYATI MEMBERIKAN FUNGSI EKOLOGI DAN LINGKUNGAN BAGI MANUSIA

 KERAGAMAN HAYATI HUTAN MENJAGA DAUR HIDROLOGI UNTUK MENCEGAH TERJADINYA BANJIR ATAU KEKERINGAN, MENJAGA KESUBURAN TANAH DG MENSUPLAI NUTRISI/HARA, MENCEGAH EROSI DAN REGULASI IKLIM MIKRO.

 KERAGAMAN HAYATI KOMPONENNYA TIDAK BERDIRI SENDIRI TAPI SALING BERINTERAKSI DAN BERGANTUNG SATU DG LAINNYA. ADANYA RANTAI MAKANAN DALAM SUATU EKOSISTIM BERFINGSI MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERKEMBANGBIAKAN SUATU SPESIES

 KERAGAMAN SPESIES DAPAT MENJAGA KELANGSUNGAN RANTAI MAKANAN ANTAR TANAMAN DAN HEWAN DAN MEMELIHARA KETERSEDIAAN MAKANAN BAGI SEMUA SPESIES TERMASUK MANUSIA.

 KERAGAMAN GENETIK AKAN SANGAT BERPERAN DALAM MEMULIAKAN/MENINGKATKAN KEMAMPUAN GENETIK SUATU SPESIES

3. NILAI WARISAN

NILAI INI BERHUBUNGAN DENGAN KEARIFAN UNTUK MEMELIHARA KERAGAMAN HAYATI BAGI GENERASI MENDATANG. NILAI INI SANGAT ERAT KAITANNYA DG SOSIAL BUDAYA SUATU MASYARAKAT, DIMANA MEMELIHARA SUATU SPESIES DILAKUKAN DARI GENERASI KE GENERASI SBG BAGIAN DR UPAYA MEMPERTAHANKAN BUDAYA DAN SPIRITUAL DR SUATU KELOMPOK ETNIK.

(14)

4. NILAI PILIHAN

MERUPAKAN NILAI KERAGAMAN HAYATI YG SANGAT MENGUNTUNGKAN BAGI MASYARAKAT DI MASA YG AKAN DATANG, DIMANA KERAGAMAN HAYATI AKAN SANGAT BERNILAI MESKIPUN PADA SAT KINI BELUM DIKETAHUI DAN DIRASAKAN.

NILAI PILIHAN INI AKAN MENJADI SANGAT PENTING DIMASA YG AKAN DATANG SEJALAN DG PERUBAHAN POLA KONSUMSI DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI.

CONTOH :

 POTENSI TANAMAN LIAR SEBAGAI SUMBER BAHAN OBAT /MEDIS SEPERTI PENCARIAN BAHAN OBAT BARU UNTUK PENYAKIT HIV DAN KANKER DARI HABITAT ALAMI

 KOLEKSI PLASMA NUTFAH DI BERBAGAI PUSAT PENELITIAN YANG BLM DIMANFAATKAN MERUPAKAN SUMBER GENETIK POTENSI UNTUK PERAKITAN VARIETAS UNGGUL BARU DI MASAYG AKAN DATANG

5. NILAI KONSUMSI

NILAI INI BERHUBUNGAN LANGSUNG DG PEMANFAATAN KERAGAMAN HAYATI UNTUK KEPENTINGAN PANGAN, SANDANG DAN PAPAN

 BAHAN PANGAN MASYARAKAT INDONESIA : SEKITAR 100 JENIS TANAMAN BIJI-BIJIAN DAN UBI-UBIAN, 100 JENIS KACANG-KACANGAN, 450 JENIS BUAH-BUAHAN, 250 JENIS SAYURAN DAN JAMUR

 BAHAN OBAT : 940 JENIS TANAMAN OBATTRADISIONAL

 PAPAN : 100 JENIS TANAMAN BERKAYU, 56 JENIS BAMBU, 150 JENIS ROTAN

6. NILAI PRODUKSI

(15)

NILAI PERDAGANGAN DUNIA DARI KERAGAMAN HAYATI

 TOTAL KESELURUHAN SEKITAR 40% DARI NILAI PERDAGANGAN DUNIA

 UNTUK PERDAGANGAN/PEREKONOMIAN DALAM NEGRI /INDONESIA KERAGAMAN HAYATI SGT PENTING

CONTOH : EKSPOR NON MIGAS ADALAH TANAMAN DAN HASIL HUTAN SPT TERPENTIN, KAYU PUTIH, DAMAR, SERAT SUTRA DSB.

 MASA YG AKAN DATANG NILAI PRODUKSI KERGAMAN GENETIK TERMASUK GEN AKAN SANGAT PENTING KRN ABAD 21 AKAN JADI ABAD BIOTEKNOLOGI

CONTOH : PERAKITAN VARIETAS UNGGUL BARU, TERAPI KESEHATAN, PEMANFAATAN MIKROORGANISME DLM INDUSTRI DSB

JENIS KERAGAMAN HAYATI NILAI PERDAGANGAN $US

OBAT-OBATAN 75 000 –150 000 JUTA

BIJI-BIJIAN 4,5 BILIUN

(16)

GLOBAL LOKAL

NILAI MANFAAT SECARA LANGSUNG JD PRIORITAS

NILAI MANFAAT LANGSUNG PENTING TAPI TDK LEBIH PENTING DARI NILAI TAK LANGSUNG

PEDULI TERHADAP KONSERVASI DG ATAU TANPA PEMANFAATAN BERKESINAMBUNGAN

SGT PEDULI PADA

PEMANFAATAN SECARA BERKESINAMBUNGAN

KELOMPOK PENGGUNA UMUM

KELOMPOK PENGGUNA SPESIFIK

JENIS ENDEMIK BERNILAI TINGGI

SEMUA JENIS BERNILAI SAMA

FOKUS PADA INFORMASI GENETIK

FOKUS PADA FENOTIP

ADA PERLAKUAN BERBEDA TERHADAP SPESIES LIAR DAN SPESIES BUDIDAYA

SEMUA SPESIES

DIPERLAKUKAN SAMA

(17)

3 HAL YG PERLU DIPAHAMI TERKAIT KERAGAMAN HAYATI 1. KERAGAMAN HAYATI TIDAK TERDISTRIBUSI MERATA DI

SETIAP WILAYAH DI DUNIA

2. DAERAH TROPIS MEMILIKI TINGKAT KERAGAMAN HAYATI LEBIH TINGGI DIBANDING WILAYAH LAIN DI DUNIA

INDONESIA DAN BRAZIL DIKENAL SBGI NEGARA MEGADIVERSITY, YAITU AREAL GEOGRAFIS DG KERAGAMAN HAYATI YANG TINGGI

3. DAERAH TROPIS SANGAT PENTING UNTUK DIKONSERVASI KARENA MERUPAKAN CENTER OF ORIGIN, CENTER OF

DIVERSITY DAN CENTER OF ENDEMIS

(18)

Peningkatan produksi Revolusi hijau

-Benih unggul -Pestisida

-Pupuk anorganik

Dampak pd Lingkungan

•Biotis

•Abiotis

PEMBANGUNAN PERTANIAN

SOLUSI

PERTANIAN EKOLOGIS

PERTANIAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE AGRICULTURE) •Tetap menghasilkan

•Terus-menerus

(19)

PERTANIAN BERKELANJUTAN EKS : PERTANIAN ORGANIK

Praktek PO

• Menghindari penggunaan benih hasil rekayasa genetik (GMO)

2. Menghindari penggunaan pestisida 3. Menghindari penggunaan ZPT dan

pupuk anorganik

PEMICU PERTANIAN ORGANIK

1. Menguatnya kesadaran lingkungan 2. Dukungan Kebijakan pemerintah

3. Dukungan Industri pengolahan pangan 4. Dukungan pasar

5. Harga tinggi di tingkat konsumen 6. Ada label generik

7. Kampanye nasional PO secara gencar

KESANGSIAN THD PO 1. Produktivitas rendah

2. PO dianggap pertanian masa lalu, tdk produktif dan anti teknologi 3. PO tdk layak secara ekonomis/tdk

(20)

PO DLM MENUNJANG KETAHANAN PANGAN •Menghasilkan makanan cukup, aman,

dan bergizi shg meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing produk agribisnis

•Peningkatan pendapatan petani

•Menciptakan lingkungan kerja yg aman dan sehat bagi petani

•Meningkatkan dan menjaga produktivitas lahan dan kelestarian SDA dan lingkungan

•Menciptakan lapangan kerja dan keharmonisan sosial di pedesaan

Langkah-langkah menuju PO th 2010

•Memasyarakatkan PO pada petani, konsumen, pelaku pasar, dan masyarakat luas

•Memfasilitasi percepatan penguasaan, penerapan, pengembangan dan penyebarluasan teknologi PO

•Memfasilitasi kerjasama terpadu antara masyarakat agribisnis untuk mengembangkan sentra PO

•Memberdayakan potensi dan kekuatan masyarakat untuk mengembangkan infrastruktur pendukung PO

•Merumuskan kebijakan hukum, standar teknis, sistem dan proseduryg kondusif untuk

mengembangkan PO

Unsur-unsur PO :

(21)

MENINGKATKAN KETERSEDIAAN PANGAN BERBASIS PRODUK PERTANIAN ORGANIK

• Perlu ada pedoman yg membantu dan memperjelas kepada petani untuk mengetahui tatacara bertani organik yg benar sesuai dg persyaratan

internasional yg telah disepakati (Codec Alimentarius Commision/CAC), dan Internasional Federation of Organic Agriculture Movement (IFOAM). Dengan demikian maka hasil produk pertanian organik kita bisa diperdagangkan secara internasional.

• Produk pertanian dikatakan organik jika produksi per tanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimal kan kesehatan, dan produktivitas agro ekosistem

secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas (aman dan begizi), bergelanjutan

UNSUR – UNSUR PERTANIAN ORGANIK

1. Benih 2. Lahan

3. Pengelolaan Kesuburan Tanah

(22)

SIFAT PANGAN PRODUK ORGANIK

1. Terhindar residu pestuisida 2. Terhindar antibiotik berlebih

3. Terhindar dr makanan yg diradioasi dlm pengawetan 4. Peduli terhadap lingkungan

5. Mencegah timbulnya penyakit sbg ekses dr produk penyebab keracunan

KEUNGGULAN PRODUK PANGAN ORGANIK 1. Bebas residu bahan kima

2. Aman bagi kesehatan 3. Rasanya lebih enak 4. Warna fisik lebih alami

(23)
(24)

KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITY)

1. Keanekaragaman Genetik

2. Keanekaragaman Jenis

3. Keanekaragaman Ekosistem

Keanekaragaman merupakan hasil interaksi antara faktor Hayati (biotik) dengan Lingkungan (abiotik) seperti tanah, air, udara dan kelembagaan sekitar.

Sistem hubungan timbal balik antara faktor hayati (biotik) dengan lingkungan membentuk ekosistem

Ekosistem : Alami (hutan tropika, pastoral, pesisir, laut, dsb)

Buatan (ladang, sawah, kolam dsb)

Perkembangan IPTEK mengakibatkan perubahan yg

menghawatirkan pada berbagai Ekosistem penting, shg perlu penyelamatan dg pengelolaan sebaik-baiknya agar keuntungan berkelanjutan

(25)

KONSERVASI ALAM:

Upaya pengelolaan yang dilakukan manusia dalam memanfaatkan biosfer sehingga dapat memberikan keuntungan sebesar-besarnya dan berkelanjutan bagi kehidupan generasi manusia

Konservasi mencakup : perlindungan, pemeliharaan, pemanfaatan secara berkelanjutan, restorasi, dan penguatan lingkungan alam

Konservasi alam tidak bertentangan dengan pemanfaatan keragaman hayati bagi kepentingan manusia selama pemanfaatan itu dilakukan secara berkelanjutan.

TUJUAN KONSERVASI ALAM (menurut strategi konservasi sedunia (word conservation strategy) :

1. Memelihara proses ekologi yang esensial dan sistem pendukung kehidupan

2. Mempertahankan keragaman genetis

3. Memanfaatkan jenis (spesies) dan ekosistem secara berkelanjutan

MACAM KONSERVASI ALAM :

1. Konservasi in- situ : konservasi spesies di dalam habitat aslinya, dilakukan untuk konservasi keanekaragaman genetis dan jenis di daerah yang dilindungi (hutan

(26)

2. Konservasi ex-situ : konservasi keanekaragaman

genetis dan jenis yang dilakukan diluar habitat aslinya seperti di kebun raya, aboretum, kebun binatang,

taman safari, dan tempat khusus penyimpanan benih dan sperma satwa (bank sperma)

Kelebihan dan kekurangan konservasi in-situ dan ex-situ

In-situ Ex-situ

Kelebihan :

• Kehidupan hayati lebih baik karena sudah

beradaptasi sangat lama

• Pengelolaan tdk perlu teknologi canggih (mudah dan sederhana, serta relatif murah)

Kekurangan :

• Perlu lahan yg luas, shg ada persaingan dg

kebutuhan masyarakat yg selalu meningkat jumlahnya shg timbul konflik

kepentingan

Kelebihan :

• Tidak perlu lahan yg sangat luas, shg tak ada konflik kepentingan

Kekurangan :

• Perlu teknologi canggih, ketrampilan manusia tinggi dan relatif mahal untuk memelihara

keberlangsungan kehidupan

(27)

MACAM KONSERVASI EX-SITU

1. KOLEKSI TANAMAN HIDUP : KEBUN-KEBUN KOLEKSI, KEBUN RAYA

KELEMAHAN : PERLU LAHAN, BIAYA BESAR DAN ADA KEMUNGKINAN KAWIN SILANG

Keuntungan : kelestraian mudah diamati, perbanyakan mudah

2. KOLEKSI BIJI (SEED BANK) DIBAGI 2 KELOMPOK

A. BIJI ORTODOX : BIJI TAHAN LAMA DISIMPAN DLM BENTUK KERING (PADI-PADIAN, POLONG-POLONGAN)

B. BIJI RECALCITRANT : DAYA KECAMBAHNYA CEPAT MENURUN (BUAH-BUAHAN)

3. KOLEKSI KULTUR JARINGAN

KEUNTUNGAN : HEMAT RUANGAN, PERAWATAN MURAH, BEBAS DARI OPT

KELEMAHAN : TIDAK DAPAT SEMUA JENIS TANAMAN, PERLU MEDIA DAN TEKNIK KHUSUS UNTUK SETIAP JENIS

TANAMAN, KEMAMPUAN REGENERASI TERBATAS,

KEMUNGKINAN TERJADI ABNORMALITAS GENETIK, PERLU SARANA KHUSUS

4. KOLEKSI SERBUK SARI

KEUNTUNGAN : DAYA TUMBUH DAPAT DIPERTAHANKAN LAMA, TDK MENYITA RUANGAN, MEMUNGKINKAN KERJA PEMULIA SETIAP SAAT

KELEMAHAN : TIDAK SETIAP TANAMAN DAPAT DISIMPAN SERBUK SARINYA

5. KOLEKSI ORGAN VEGETATIF (UMBI, STEK, RIMPANG)

(28)

TAHAPAN PELESTARIAN PLASMA NUTFAH DALAM BENTUK KOLEKSI

1. EKSPLORASI DAN PENGUMPULAN

TARGET : MENDAPATKAN JUMLAH GENOTIP SEBANYAK MUNGKIN DG MENGAMBIL CONTOH SESEDIKIT MUNGKIN

2. PENENTUAN SUMBER PLASMA NUTFAH :

a. Kawasan/areal pertanian

b. Kebun dan pekarangan

c. Pasar

d. Cagar alam atau hutan

3. METODE PENGAMBILAN CONTOH : BERBEDA UNTUK SETIAP KELOMPOK TANAMAN

4. DOKUMENTASI DATA LAPANGAN

5. PENCATATAN INFORMASI

6. EVALUASI SIFAT

PELESTARIAN PLASMA NUTFAH DI INDONESIA

1. IN-SITU

LUAS CAGAR ALAM DI INDONESIA : 3.623.743 HA, PROYEKSI KE DEPAN 12.000.000 HA. EMPAT CAGAR ALAM DINYATAKAN

SEBAGAI CAGAR ALAM BIOSFER (CIBODAS, TANJUNG PUTING, LORE KALAMAT, KOMODO)

2. EX-SITU

A. TANAMAN PANGAN : BALITBIO, BALITPA DAN BALITKABI. LEMBAGA YANG MENDAPAT MANDAT DAN BERFUNGSI MEMANFAATKAN PLASMA NUTFAH ADALAH :BALITPA SUKAMANDI, BALITKABI MALANG, BALITJAS MAROS, BALITTRA/PANGAN LAHAN RAWA DI BANJARBARU

B. TANAMAN REMPAH DAN OBAT :BALITTRO

C. KELAPA : BALITKA (KELAPA DAN PALMA LAINNYA)

(29)

DAERAH PENYEBARAN PLASMA NUTFAH DI INDONESIA :

1. SUMATERA DAN PULAU DI LEPAS PANTAINYA

2. JAWA DAN BALI

3. KALAIMANTAN DAN NATUNA

4. SULAWESI DAN PULAU DI LEPAS PANTAINYA

5. NUSA TENGGARA

6. MALUKU

(30)

PELAKU KONSERVASI ALAM :

pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, masyarakat lokal

PERKEMBANGAN KONSERVASI ALAM DI INDONESIA

Konsep Ideal Konservasi alam melibatkan faktor ekologi fisik, ekonomi dan sosial budaya

masyarakat sebagai satu kesatuan

Pelaksanaan : belum melibatkan penduduk lokal

Akibat : kawasan konservasi alam belum dapat diterima secara ekonomi, sosial dan budaya oleh

masyarakat lokal

Pemecahan

dalam proses pembangunan pemerintah harus selalu mempertimbangkan

1. Ekologi lokal (ecologically sound)

2. Pemberian keuntungan ekonomis bagi segenap masyarakat (economically viable)

3. Berkeadilan sosial (socially justice)

(31)
(32)

SUMBERDAYA ALAM MERUPAKAN UNSUR POKOK BAGI PEMBANGUNAN SOSIAL DAN EKONOMI

MASYARAKAT

PERSEDIAAN ATAU CADANGAN SUMBERDAYA ALAM MERUPAKAN ASET SUATU BANGSA

• Kelemahan dalam pengelolaan sumberdaya alam :

1. tidak diberi nilai ekonomis atau diberi nilai terlalu rendah, shg tidak cukup untuk memulihkan kondisi SDA tersebut (SDA dapat pulih) atau untuk menemukan sumber SDA baru (SDA tak dapat pulih)

2. Eksploitasi SDA secara berlebihan tanpa ada upaya pemulihan

3. Pembangunan ekonomi dan sosial hanya

memperhatikan kepentingan masyarakat jangka pendek, yaitu mendapatkan hasil secepat dan setinggi mungkin, dan melupakan aspek pembangunan jangka panjang.

KELEMAHAN DALAM PENGELOLAAN SDA

MENGAKIBATKAN KRISIS SDA DAN LINGKUNGAN DI MUKA BUMI

KRISIS SDA : KETERSEDIAAN SDA MAKIN MENIPIS, LINGKUNGAN MEMBURUK, HARGA KOMODITI

SEMAKIN MENINGKAT

ALTERNATIF SOLUSI :

PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN DENGAN DASAR PEMELIHARAAN FUNGSI SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN SECARA

(33)

NERACA SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (NSDAL)

1. NERACA FISIK : MENCAKUP PERUBAHAN-PERUBAHAN DALAM PERSEDIAAN AWAL, PERTUMBUHAN, PENANAMAN, KERUSAKAN OLEH MANUSIA ATAU ALAM, PRODUKSI,

DEPLESI DAN PERSEDIAAN AKHIR

NERACA FISIK KAYU BULAT IDONESIA 1988-1990 (000 M3)

Rincian

1988

1989

1990

Persediaan awal Pertumbuhan Penanaman

Konversi dan kerusakan Produksi (penebangan)

Konversi dan kerusakan Produksi (penebangan) Revaluasi

Persediaan akhir

1990

Rincian

(34)

Manfaat penyusunan NSADL :

1. Dapat menilai proses dan hasil pembangunan secara menyeluruh dan obyektif

2. Dapat menilai dengan lengkap dan teliti mengenai potensi pembangunan di masa yang akan datang

3. Dapat membantu memperjelas hak pemilikan SDA

4. Memperjelas konpensasi baik fisik maupun moneter terhadap kerugian atau kerusakan yg terjadi terhadap SDA

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...