• Tidak ada hasil yang ditemukan

02798 masalah transportasi tidak seimbang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "02798 masalah transportasi tidak seimbang"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

MASALAH TRANSPORTASI TIDAK SEIMBANG

Kenyataan di masyarakat, sangat jarang ditemui kasus transportasi yang seimbang, dimana jumlah permintaan/kebutuhan = kapasitas/persediaan. Kasus yang umum adalah jumlah permintaan < kapasitas, atau sebaliknya jumlah permintaan > kapasitas. Untuk kasus jumlah permintaan < kapasitas, akan mengakibatkan masih ada stock di sumber tertentu, sedangkan jika permintaan > kapasitas maka akan ada permintaan yang tidak terpenuhi.

Contoh Kasus:

1. Perum Bulog akan mengirimkan bantuan berupa beras untuk korban bencana alam yang ada di 3 kota, yaitu kota A, B dan C, yang masing2 mempunyai kebutuhan sebesar 100 ton, 90 ton dan 70 ton. Beras tersebut saat ini berada di 3 gudang yang ada di kota W, H, dan P. Persediaan beras di masing2 gudang adalah 120 ton, 80 ton dan 80 ton. Biaya transportasi dari masing2 gudang ke kota korban bencana disajikan dalam tabel berikut:

Ke

Dari A B C

W 7 10 9

H 6 5 4

P 9 8 7

Buatlah perencanaan distribusi yang ekonomis, sehingga total biaya transportasinya minimal.

2. Perum Bulog akan mengirimkan bantuan berupa beras untuk korban bencana alam yang ada di 3 kota, yaitu kota A, B dan C, yang masing2 mempunyai kebutuhan sebesar 150 ton, 90 ton dan 60 ton. Beras tersebut saat ini berada di 3 gudang yang ada di kota W, H, dan P. Persediaan beras di masing2 gudang adalah 120 ton, 80 ton dan 80 ton. Biaya transportasi dari masing2 gudang ke kota korban bencana disajikan dalam tabel berikut:

Ke

Dari A B C

W 7 10 9

H 6 5 4

P 9 8 7

(2)

MASALAH TRANSPORTASI JALUR TERLARANG

Jalur terlarang terjadi ketika tidak dimungkinkan mendistribusikan barang melalui jalur tertentu, misal karena bencana alam. Solusi pemecahanya dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:

1. Menutup cell/rute yang dilarang.

2. Memberi cost yang besar pada rute yang dilarang.

Contoh Kasus:

Perum Bulog akan mengirimkan bantuan berupa beras untuk korban bencana alam yang ada di 3 kota, yaitu kota A, B dan C, yang masing2 mempunyai kebutuhan sebesar 150 ton, 70 ton dan 60 ton. Beras tersebut saat ini berada di 3 gudang yang ada di kota W, H, dan P. Persediaan beras di masing2 gudang adalah 120 ton, 80 ton dan 80 ton. Biaya transportasi dari masing2 gudang ke kota korban bencana disajikan dalam tabel berikut:

Ke

Dari A B C

W 8 5 6

H 7 8 4

P 3 9 8

Referensi

Dokumen terkait

(1) Penyerahan bantuan beras reguler pada saat pemulihan dan penguatan sosial dilaksanakan oleh petugas dinas/instansi sosial kabupaten/kota kepada korban bencana melalui kepala

Model dari kendala tujuan fuzzy tersebut diselesaikan dengan bantuan software matlab 6.1 toolbox fuzzy sehingga dihasilkan stok beras pada Perum BULOG Divisi

Dari data perhitungan Fuzzy -mamdani persedian beras untuk bulan januari diperoleh 18.485, 567 ton, sedangkan data menurut Perum BULOG Divisi Regiona Sumatera Utara pada bulan

Dalam menangani permasalahan bencana alam maupun soial pemerintah melakukan pemberian bantuan kepada korban bencana alam dan bencana sosial, kegiatan yang dilakukan antara lain: (1)

Permasalahan yang akan dibahas adalah apakah metode transportasi dapat menghemat biaya distribusi beras miskin (RASKIN) di Perum BULOG Sub Divre Medan dari gudang ke

(1) Penyerahan bantuan beras reguler pada saat pemulihan dan penguatan sosial dilaksanakan oleh petugas dinas/instansi sosial kabupaten/kota kepada korban bencana melalui

Biaya penyaluran bantuan beras sebagai cadangan pangan pokok daerah dari gudang Sub Divisi Regional Perum BULOG Karawang ke titik bagi kelompok sasaran penyaluran,

Laporan ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengalokasian dan biaya pemindahan beras lokal dengan mengambil studi kasus pada Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel