• Tidak ada hasil yang ditemukan

Immanuel Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 9, Nomor 2, Desember 2015 ISSN X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Immanuel Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 9, Nomor 2, Desember 2015 ISSN X"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Pendidikan Berkelanjutan pada Mahasiswa Tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB

Majalengka Tahun 2014 Heni1*

1STIKES YPIB Majalengka

[email protected] Abstrak

Pendidikan kebidanan yang berkelanjutan merupakan bagian penting untuk mengembangkan peran dan fungsi serta kompetensi bidan. Hasil studi pendahuluan Mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka tahun 2014 yang tidak berminat melanjutkan pendidikan sebesar 55%. Faktor yang dapat mempengaruhi minat yaitu prestasi belajar, motivasi belajar dan pendapatan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014.

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional, sampelnya sebanyak 107 orang (proportional to size). Analisis data terdiri dari analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan α = 0,05.

Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara prestasi belajar (p value

= 0,017) dan motivasi belajar ((p value = 0,002) dengan motivasi pendidikan berkelanjutan. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga (p value = 0,174) dengan minat pendidikan berkelanjutan.

Informasi mengenai pendidikan berkelanjutan perlu disampaikan kepada mahasiswa tingkat III dan didalam kegiatan pembelajaran perlu dikembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan variatif, perlunya memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang berprestasi untuk menumbuhkan minat mahasiswa pada pendidikan yang berkelanjutan.

(2)

Pendahuluan

Upaya pelayanan kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal diperlukan tenaga kesehatan yang profesional salah satunya adalah bidan. Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang ada dalam sistem kesehatan yang memiliki posisi strategis dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Dalam pelayanannya bidan harus mampu menghadapi tuntutan yang terus berubah seiring perkembangan masyarakat dan dinamika kemajuan

pengetahuan dan teknologi

(Kementerian Kesehatan RI, 2012:3). Berdasarkan Kepmenkes 369 tahun 2007 bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan. Saat ini jenis pendidikan kebidanan di Indonesia meliputi bidan pelaksana seperti lulusan D III dan bidan profesional yaitu lulusan D IV, S1 dan S2.

Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi menunjukkan minat seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat pendidikan berkelanjutan menurut Sobur (2009:244) meliputi faktor internal yaitu faktor fisik (kurang gizi, cacat), faktor psikis (kemampuan atau prestasi belajar,

perhatian, bakat, motivasi, kematangan, kepribadian) dan faktor eksternal yaitu faktor keluarga (ekonomi keluarga, hubungan emosional, cara mendidik anak), faktor sekolah (pendidik, metode pengajaran, kedisiplinan), faktor lingkungan lain (seperti teman dan aktivitas dalam masyarakat).

Prestasi belajar merupakan indikasi dari kemampuan mahasiswa dalam mengikuti pelajaran. Hakim (2010:16) mengemukakan bahwa

seorang anak yang taraf

kemampuannya tergolong kurang dari taraf kemampuan umum anak-anak seusianya, akan mengalami

kesukaran untuk mengikuti

pelajaran. Sementara pada anak dengan kemampuan tinggi akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar, sehingga pada anak yang lebih tinggi kemampuannya akan melahirkan minat yang tinggi pula untuk melanjutkan proses pendidikan.

STIKes YPIB merupakan salah satu sekolah tinggi yang menyelenggarakan pendidikan Diploma III Kebidanan yang berdasarkan standar kompetensi dan berkualitas secara komprehensif sehingga dihasilkan ahli madya kebidanan yang professional di bidang kesehatan.

Berdasarkan studi

pendahuluan yang dilakukan pada bulan Nopember tahun 2013 di STIKes YPIB Majalengka terhadap 20 mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan. Dari 20 orang tersebut yang berminat melanjutkan pendidikan setelah lulus dari D III

(3)

Kebidanan sebanyak 9 orang (45%) dan yang tidak berminat sebanyak 11 (55%) orang. Banyaknya mahasiswa tingkat III Program Studi D III

Kebidanan STIKes YPIB

Majalengka yang tidak berminat dapat dikarenakan oleh faktor prestasi belajar, motivasi dan ekonomi (pendapatan) orang tuanya. Motivasi erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Minat mahasiswa yang

melanjutkan pendidikannya

dikarenakan adanya motivasi sebagai penggerak atau pendorongnya, baik itu motivasi yang berasal dari dalam diri mahasiswa maupun dari luar seperti dorongan keluarga dan lain sebagainya (Slameto, 2010:58).

Faktor ekonomi keluarga erat kaitannya dengan kelangsungan kehidupan keluarga termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak. Sobur (2009:249) berpendapat pada keluarga yang kondisi ekonominya relatif kurang, boleh jadi menjadi penyebab kebutuhan-kebutuhan anak tidak dapat

terpenuhi. Hal tersebut

menggambarkan bahwa minat yang

tinggi akan diperoleh apabila

pemenuhan kebutuhan dalam

belajarnya pun terpenuhi.

Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian mengenai “Faktor-faktor yang

berhubungan dengan minat

pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014.”

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menurut Notoatmodjo (2010:86) cross sectional adalah suatu pendekatan dimana data yang menyangkut variabel bebas atau resiko dan variabel terikat atau akibat, dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka tahun 2014 yaitu sebanyak 146 orang.

Hasil Penelitian

1. Analisis Univariat

a. Gambaran Minat Pendidikan Berkelanjutan pada Mahasiswa Tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014

No Minat Pendidikan Berkelanjutan pada

Mahasiswa Tingkat III f %

1 Tidak 28 26.2

2 Ya 79 73.8

(4)

Hal tersebut menunjukkan bahwa kurang dari setengahnya mahasiwa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB

Majalengka tahun 2014 tidak berminat melanjutkan pendidikan (26,2%).

b. Gambaran Prestasi Belajar pada Mahasiswa Tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014

Tabel 2

Distribusi Frekuensi Berdasarkan Prestasi Belajar pada Mahasiswa Tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014

No Prestasi Belajar f %

1 IPK < 3,00 50 46.7

2 IPK > 3,00 57 53.3

Jumlah 107 100,0

Hal tersebut menunjukkan bahwa kurang dari setengahnya mahasiwa tingkat III Program Studi

D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka tahun 2014 dengan IPK < 3,00 (46,7%).

c. Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014

Tabel 3

Distribusi Frekuensi Berdasarkan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014

No Motivasi Belajar f %

1 Rendah 48 44.9

2 Tinggi 59 55.1

Jumlah 107 100,0

Hal tersebut menunjukkan bahwa kurang dari setengahnya mahasiwa tingkat III Program Studi

D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka tahun 2014 motivasinya rendah (44,9%).

d. Gambaran Pendapatan pada Mahasiswa Tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014

(5)

Tabel 4

Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendapatan pada Mahasiswa Tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014

No Pendapatan Orang Tua f %

1 Rendah 36 33.6

2 Tinggi 71 66.4

Jumlah 107 100,0

Hal tersebut menunjukkan bahwa kurang dari setengahnya mahasiwa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB

Majalengka tahun 2014 yang pendapatan orang tuanya rendah (33,6%).

2. Analisis Bivariat

a. Hubungan antara Prestasi Belajar dengan Minat Pendidikan Berkelanjutan pada Mahasiswa Tingkat III

No Prestasi Belajar

Minat Pendidikan Berkelanjutan

pada Mahasiswa Tingkat III Jumlah

p value Tidak Ya f % f % f % 1 IPK < 3 19 38,0 31 62,0 50 100 0,017 2 IPK > 3 9 15,8 48 84,2 57 100 Jumlah 28 26,2 79 73,8 107 100

Perbedaan proporsi tersebut menunjukan ada hubungan yang bermakna yang terbukti dengan hasil penghitungan statistik dengan uji chi square pada α = 0,05, diperoleh p value = 0,017 (p value < α) yang

berarti ada hubungan yang bermakna antara prestasi belajar dengan minat pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014.

b. Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Minat Pendidikan Berkelanjutan pada Mahasiswa Tingkat III

No Motivasi

Belajar

Minat Pendidikan Berkelanjutan

pada Mahasiswa Tingkat III Jumlah

p value Tidak Ya f % f % f % 1 Rendah 20 41,7 28 58,3 48 100 0,002 2 Tinggi 8 13,6 51 86,4 59 100 Jumlah 28 26,2 79 73,8 107 100

Perbedaan proporsi tersebut menunjukan ada hubungan yang

bermakna yang terbukti dengan hasil penghitungan statistik dengan uji chi

(6)

square pada α = 0,05, diperoleh p value = 0,002 (p value < α) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara motivasi belajar dengan minat

pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014.

c. Hubungan antara Ekonomi (Pendapatan) Keluarga dengan Minat Pendidikan Berkelanjutan pada Mahasiswa Tingkat III

No

Ekonomi (Pendapatan)

Keluarga

Minat Pendidikan Berkelanjutan

pada Mahasiswa Tingkat III Jumlah

p value Tidak Ya f % f % f % 1 Rendah 6 16,7 30 83,3 36 100 0,174 2 Tinggi 22 31,0 49 69,0 71 100 Jumlah 28 26,2 79 73,8 107 100

Perbedaan proporsi tersebut menunjukan hubungan yang tidak bermakna yang terbukti dengan hasil penghitungan statistik dengan uji chi square pada α = 0,05, diperoleh p value = 0,174 (p value > α) yang berarti Ho gagal ditolak atau tidak ada hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dengan minat pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014.

Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara prestasi belajar dengan minat pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III

Kebidanan STIKes YPIB

Majalengka Tahun 2014. Hal tersebut dikarenakan bahwa mahasiswa yang berprestasi menunjukkan adanya potensi dan kemampuan yang baik sehingga

mempunyai kecenderungan untuk

mengikuti pendidikan yang

berkelanjutan.

Hasil ini sejalan dengan teori Hakim (2010:16) yang menyatakan bahwa seorang anak yang taraf kemampuan tergolong kurang dari taraf kemampuan umum anak-anak

seusianya, akan mengalami

kesukaran untuk mengikuti

pelajaran. Sementara pada anak dengan kemampuan tinggi akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar sehingga pada anak yang lebih tinggi kemampuannya mempunyai minat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Hasil tersebut juga sesuai dengan teori Slameto (2010:56) menyatakan intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Intelegensi atau kemampuan mahasiswa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat belajarnya. Mahasiswa yang mempunyai tingkat inteligensi yang

(7)

normal dapat berhasil dengan baik dalam belajarnya.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Gunawan pada tahun 2005 ada hubungan antara prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada Siswa Kelas III SMA

Negeri 2 Ngaglik Sleman

Yogyakarta Tahun Ajaran

2004/2005. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Rini (2012:63) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara prestasi belajar siswa dengan minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kalasan Tahun Ajaran 2011/2012.

Pentingnya meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam belajarnya sehingga mempunyai prestasi yang memuaskan agar ada keinginan untuk mengikuti pendidikan yang berkelanjutan serta memberikan apresiasi pada mahasiswa yang berprestasi dalam belajar serta pemberian beasiswa.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara prestasi belajar dengan motivasi pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III

Kebidanan STIKes YPIB

Majalengka Tahun 2014. Hal ini dapat dijelaskan karena mahasiswa yang mempunyai motivasi dalam belajar cenderung mempunyai dorongan yang kuat baik dari dalam maupun dari luar seperti dukungan

keluarga dan dosen untuk mengikuti pendidikan berkelanjutan.

Mahasiswa yang mempunyai motivasi baik dari dalam maupun dari luar (dorongan orang tua) akan

cenderung berminat untuk

melanjutkan studi. Hal ini disebabkan karena mereka ingin mewujudkan harapan dari dirinya dan orang-orang yang memberikan dorongan tersebut.

Hasil ini sejalan dengan teori Slameto (2010:58) berpendapat motivasi erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Minat mahasiswa yang melanjutkan pendidikannya karena adanya motif

sebagai penggerak atau

pendorongnya. Dalam proses belajar, perlu diperhatikan apa yang dapat mendorong mahasiswa agar belajar dengan baik atau mempunyai motif untuk berfikir, memusatkan perhatian, merencanakan dan melaksanakan proses dari kegiatan belajarnya.

Hasil tersebut juga sesuai dengan teori Sobur (2009:246) menyatakan belajar merupakan suatu proses yang timbul dari dalam, faktor motivasi memegang peranan. Kekurangan motivasi, baik yang sifatnya internal atau eksternal

menyebabkan kurang

bersemangatnya anak dalam belajar. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Rahayu (2009:39) pada mahasiswa Program Studi Diploma III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta tahun 2009 menyatakan bahwa dan terdapat

(8)

hubungan antara motivasi dengan minat mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan melanjutkan ke D-IV Bidan Pendidik. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Yulianti (2009:43) pada mahasiswa STIKes Karya Husada Semarang pada tahun 2009 menyatakan bahwa ada hubungan antara motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi.

Upaya untuk meningkatkan motivasi belajar agar menumbuhkan minat pendidikan berkelanjutan yaitu dengan cara meningkatkan metode pembelajaran yang efektif dan bervariasi agar mahasiswa semakin terdorong untuk belajar lebih giat lagi dan mendalami materi yang sudah diperolehnya.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dengan motivasi pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014. Tidak adanya hubungan dapat dikarenakan faktor mahasiswa seperti motivasi dan minat lebih berperan dalam menentukan langkah pendidikan selanjutnya meskipun kondisi pendapatan keluarga tinggi.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan teori Sobur (2009:249) berpendapat pada keluarga yang kondisi ekonominya relatif kurang, boleh jadi menjadi penyebab kebutuhan-kebutuhan anak tidak dapat terpenuhi. Juga tidak sejalan dengan teori Sobur (2009:249) yang menyatakan bahwa

faktor kekurangan ekonomi

menyebabkan suasana rumah

menjadi muram yang pada gilirannya menyebabkan hilangnya kegairan anak untuk belajar. Saat ini tidak dipungkiri bahwa salah satu alasan tidak dilanjutkannya pendidikan adalah masalah biaya. Biaya yang cukup mahal untuk mengikuti pendidikan kebidanan D IV menyebabkan kurangnya berminat bagi mereka dengan kondisi ekonomi yang rendah.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Septiani (2010:46) pada Siswa Kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 1 Seyegan Tahun Ajaran 2009/2010 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendapatan orang tua dengan melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Gunawan (2005:62) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendapatan orang tua dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada Siswa Kelas III SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Yogyakarta Tahun Ajaran 2004/2005.

Walaupun dari hasil

penelitian tidak menunjukkan hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dengan motivasi pendidikan berkelanjutan,

namun perlunya memberikan

informasi pendidikan berkelanjutan bagi keluarga yang mahasiswanya berprestasi agar mendorong minat mahasiswa mengikuti pendidikan berkelanjutan.

(9)

Simpulan

1. Kurang dari setengahnya (26,2%) mahasiwa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka tahun 2014 tidak berminat melanjutkan pendidikan.

2. Kurang dari setengahnya (46,7%) mahasiwa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka tahun 2014 dengan IPK < 3,0.

3. Kurang dari setengahnya (44,9%) mahasiwa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka tahun 2014 motivasinya rendah. 4. Kurang dari setengahnya

(33,6%) mahasiwa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka tahun 2014 yang pendapatan orang tuanya rendah.

5. Ada hubungan yang bermakna antara prestasi belajar dengan minat pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014.

6. Ada hubungan yang bermakna antara motivasi belajar dengan minat pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014.

7. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pendapatan

keluarga dengan minat

pendidikan berkelanjutan pada mahasiswa tingkat III Program Studi D III Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2014.

Saran

Informasi mengenai

pendidikan berkelanjutan perlu disampaikan kepada mahasiswa tingkat III dan didalam kegiatan pembelajaran perlu dikembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan variatif, perlunya program beasiswa untuk membantu meringankan pendapatan orang tua mahasiswa rendah, serta perlunya memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang berprestasi (berpendapatan rendah) untuk menumbuhkan minat mahasiswa pada pendidikan yang berkelanjutan, juga melakukan sosialisasi atau pemberian informasi tentang pendidikan berkelanjutan pada keluarga mahasiswa agar mendorong

minat mahasiswa mengikuti

pendidikan berkelanjutan.

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. (2006).

Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta.

Daryanto. (2009). Panduan Proses Pembelajaran Kreatif & Inovatif. Jakarta: Publisher. Djaali. (2008). Psikologi Pendidikan.

(10)

Dwana, Estiwidani. (2008).

Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Gunarsa. (2008). Psikologi Dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Gunawan. (2005). Hubungan antara Tingkat Pendapatan Orang Tua dan Prestasi Belajar dengan Minat Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi pada Siswa Kelas III SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Yogyakarta Tahun Ajaran 2004/2005.

http://www.scribd.com, diakses tanggal 26 Februari 2014.

Hakim, Lukmanul. (2010).

Perencanaan Pembelajaran. Bandung: CV. Wacana Prima. Hamalik. (2009). Belajar Secara

Efektif. Jakarta : Puspa Swara Ikatan Bidan Indonesia. (2012).

Perkembangan Pendidikan

Bidan di

Indonesia.http://www.ibi.or.id. Diakses tanggal 15 Februari 2014.

Kementerian Kesehatan RI (2012).

Menuju Indonesia Sehat.

Jakarta: Kementerian

Kesehatan RI.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010).

Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Purwandari, Atik. (2008). Konsep Kebidanan – Sejarah dan Profesionalisme. Jakarta: EGC. Rahayu, Puspito Panggih. (2009).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Program Studi Diploma III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta Untuk Melanjutkan Ke D-IV Bidan Pendidik Intisari. Program Studi

Diploma III Kebidanan

Universitas Respati

Yogyakarta. Diakses tanggal 5 Maret 2014.

Rini, Esty Setia. (2012). Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua dan Prestasi Belajar Siswa dengan Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kalasan Tahun Ajaran 2011/2012. Universitas Yogyakarta. Diakses tanggal 12 Februari 2014.

Rostini, Eka. (2009). Rancangan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sardiman. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. London Kogan.

Septiani. (2010). Hubungan Pendapatan Orang Tua dan Prestasi Belajar dengan Minat

(11)

Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi pada Siswa Kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri 1 Seyegan Tahun Ajaran 2009/2010. Diakses tanggal 1 Maret 2014.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sobur. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Suci, Rahma. (2008). Problem Based Learning: Suatu Model Pembelajaran untuk Mengembangkan dan Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah. Jurnal Pendidikan Inovatif. Volume 2. Nomor 2.

Sudrajat. (2008). Teori Metovasi. Bandung: Sinar Baru.

Sugihartono, dkk. (2007).

Perkembangan Kognitif. (Online). Tersedia http:// pendidikanilmu.wordpress.com . Diakses tanggal 3 Maret 2014.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Syah. (2011). Psikologi Pendidikan:

Dengan Pendekatan Baru.

Bandung: Remaja Rosda

Karya.

Syaodih, Nana Sukmadinata. (2008).

Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Yulianti (2009). Faktor-faktor yang berhubungan dengan Minat Melanjutkan Studi pada Mahasiswa STIKes Karya Husada Semarang pada tahun 2009. Universitas Sebelas Maret Semarang. Diakses tanggal 2 Maret 2014.

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengalisis data tersebut, dari jawaban responden sebanyak 40 orang atau 66,66 persen memberikan jawaban (a) sering, sesuai dengan metode penafsiran yang digunakan jika jawaban

Yang dimaksud dengan “asas akuntabilitas” adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari penyelenggaraan penanaman modal harus dapat

Tali/kabel baja terdiri dari beberapa lembar kawat baja yang dipilih menjadi satu yang disebut Untaian Kawat ( Strands ) kemudian beberapa strands dipilin lagi menjadi satu

Pada pasien dengan kelainan yang menyebabkan skeletal dan tidak dapat terjadi koreksi spontan, alat ortodonsi cekat harus digunakan dengan alat penghalang

Keberhasilannya dalam mengkomunikasikan suatu pesan bergantung sepenuhnya pada pengetahuan tentang konteks budaya dan system linguistic bahasa sumber dan bahasa sasaran

Kehadiran Bitcoin di Indonesia menuai pro dan kontra sehubungan dengan Bitcoin yang memiliki sifat terdesentralisasi yang dinilai tidak memenuhi syarat- syarat yang ada dalam hukum

Salah satunya adalah melalui gambaran seorang tokoh intelektual Islam yaitu Nurcholish Madjid atau sering disapa Cak Nur yang telah menawarkan sebuah konstruksi paradigma