• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Industri. Pengantar Teknologi Pertanian Mas ud Effendi, S.TP., MP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Manajemen Industri. Pengantar Teknologi Pertanian Mas ud Effendi, S.TP., MP"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen Industri

Pengantar Teknologi Pertanian Mas’ud Effendi, S.TP., MP

(2)

Manajer

People who are allocate and oversee the use

of resources

(Plunket dkk., 2005:5)

Orang yang mengatur dan mengawasi

(3)

Manajemen Menurut Para Ahli

Lewis dkk

The process of administering and coordinating resources

effectively and efficiently in an effort to achieve the goals of the organization.

Mary Parker F

Manajemen sebagai suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa

diselesaikan dengan orang lain.

George Terry

Ilmu sekaligus seni, manajemen adalah wadah didalam ilmu

pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya.

(4)

Koontz

Suatu seni yang produktif yang didasarkan pada suatu pemahaman ilmu. Koontz menambahkan, ilmu dan seni tidaklah bertentangan, namun masing masing saling melengkapi.

Stoner

Ilmu Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu

perencanaan, pengorganisisasian, pengendalian.

Wilson

manajemen sebagai sebuah rangkaian tindakan tindakan

yang dilakukan oleh para anggota organisasi dalam upaya mencapai sasaran organisasi.

(5)

Manajemen Industri

Manajemen Industri dibutuhkan untuk mengatur

sebuah

industri,

dengan

tujuan

untuk

meningkatkan keunggulan sumber daya yang

dimiliki oleh Industri tersebut.

(6)

ASPEK-ASPEK MANAJEMEN INDUSTRI

1. Lokasi

2. Struktur Organisasi

3. Ketersediaan Tenaga Kerja

4. Tata Letak Fasilitas

5. Mesin dan Peralatan

6. Proses Produksi

7. Sanitasi dan Limbah

8. Manajemen Pemasaran

(7)

A. Aspek Lokasi

Faktor-Faktor yang perlu diperhatikan

dalam pemilihan lokasi meliputi:

Letak Pasar

Letak Sumber Bahan Baku

Ketersediaan tenaga kerja

Ketersedian tenaga listrik

Ketersediaan air

(8)

Aspek Lokasi

 Fasilitas Perumahan, pendidikan, perbelanjaan, dan

Telekomunikasi

 Pelayanan kesehatan, keamanan, dan pencegahan

kebakaran

 Peraturan Pemerintah Setempat

 Sikap Masyarakat

 Biaya dari Tanah dan Bangunan  Kemungkinan Perluasan

(9)

Letak Pasar

Memilih lokasi pabrik didekatkan dengan pasar untuk produknya memiliki tujuan:

 Memperoleh Konsumen Lebih Besar  Melayani konsumen dengan cepat  Barang segera sampai di pasar

 Biaya pengiriman murah

 Pertimbangan aspek keamanan barang  Meminimalisir barang rusak saat transportasi

(10)

Sumber Bahan Baku

Dua pertimbangan sebuah perusahaan memilih lokasi dekat dengan sumber bahan baku:

1. Tingkat Kebutuhan (Neccesity)

(11)

Ketersediaan Tenaga Kerja

Hal-hal yang menjadi pertimbangan tenaga kerja mencakup:

1. Tingkat kecakapan yang diperlukan

- Tenaga kerja dengan kecakapan tinggi (Skilled Worker) - Tenaga kerja dengan kemampuan rendah (Low skilled

Worker)

2. Kuantitas

(12)

Ketersediaan Tenaga Listrik

Apabila sumber listrik tidak terpenuhi maka

perusahaan harus membuat instalasi listrik sendiri.

Listrik diperlukan untuk tujuan:

Menjalankan mesin-mesin

Tenaga pemanas dan pendingin

Penerangan

(13)

Ketersediaan Air

Ketersediaan air untuk proses produksi

Pendinginan

(14)

Fasilitas Pengangkutan

Fasilitas pengangkutan yang dapat digunakan dalam industri:

 Kereta api

 Angkutan darat

 Angkutan air

(15)

B. Struktur Organisasi

 Struktur organisasi untuk menentukan bagaimana

pekerjaan dibagi, dikelompokan, dan dikoordinasikan secara formal.

 Organisasi dapat memiliki tujuan yang berbeda dan Struktur organisasi yang tepat dapat digunakan untuk mencapai tujuan organisasi.

(16)

Tipe-Tipe Struktur Organisasi

a) Formal Stucture, Bentuk struktur organisasinya diagram yang menggambarkan hubungan pelaporan dan pengaturan formal posisi kerja dalam sebuah organisasi.

b) Informal Structure, adalah sebuah hubungan yang bersifat “bayangan”, tidak resmi, namun sering kritis dalam menanggapi suatu hal yang bersifat kolektif, dan terdapat hubungan kerja antara anggota organisasi tersebut yang bisa dilakukan secara langsung tanpa batas-batas formalitas.

(17)

c). Functional Structure, yaitu struktur organisasi yang terdiri dari orang-orang dengan keterampilan yang sama dan melakukan tugas-tugas serupa yang kemuadian dikelompokkan bersama menjadi beberapa unit kerja. Anggota-anggotanya bekerja di bidang fungsional sesuai dengan keahlian mereka.

d). Divisional Structure, stuktur organisasi yang dikelompokkan

berdasarkan pada produk yang sama, proses yang sama, kelompok orang yang melayani pelanggan yang sama, dan atau berlokasi di daerah yang sama di suatu wilayah geografis.

(18)

e). Matrix Structure, yaitu struktur organisasi yang menggabungkan antara struktur fungsional dengan struktur divisional untuk mendapatkan keuntungan dari kedua struktur tersebut dan meminimalkan kekurangan dari masing-masing struktur tersebut.

f). Horizontal Structure, biasanya fokus organisasi sekitar proses, dan

bukan pada fungsi, menempatkan orang-orang yang bertanggung jawab atas proses inti dan dalam penurunan hirarki digunakan untuk meningkatkan penggunaan tim.

(19)

g). Team Structure, secara luas stuktur organisasi seperti ini menggunakan tim permanen atau sementara untuk memecahkan masalah, atau jika ada proyek khusus yang harus diselesaikan.

f). Network Structure, yaitu struktur organisasi yang terdiri dari sebuah inti pusat yang dihubungkan melalui jaringan hubungan dengan kontraktor luar dan pemasok layanan penting lainnya.

(20)

C. TATA LETAK FASILITAS

Tata letak dapat diartikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas guna menunjang kelancaran proses produksi. Tata letak tidak hanya dapat diterapkan pada pabrik saja namun dapat diterapkan dalam bidang usaha lainnya seperti perdagangan atau jasa.

(21)

Tipe-Tipe Tata Letak

1. Fixed Product Layout

Pengaturan material atau komponen produk tetap

pada posisinya, sedangkan fasilitas produksi seperti peralatan, perkakas, mesin, dan pekerja yang bergerak berpindah menuju lokasi material tersebut.

2. Product Layout

urutan operasi dari satu bagian ke bagian lain

(22)

Tipe-Tipe Tata Letak

3. Process Layout

Mesin dan peralatan yang rnempuyai karakter atau

fungsi yang sama ditempatkan dalam satu departemen.

4. Group Layout

Pengaturan tata letak fasilitas produksi ke dalam

departemen tertentu atau kelompok mesin bagi pembuatan produk yang memerlukan proses operasi yang sama.

(23)

Keuntungan Tata Letak yang baik

 Menaikan output produksi,  Mengurangi delay,

 Mengurangi jarak perpindahan barang,  Menghemat pemanfaatan area,

 Pemaksimalan mesin tenaga kerja dan atau fasilitas produksi lainnya,

 Proses manufaktur yang lebih singkat,  Meminimalisir kecelakaan kerja

(24)

D. PROSES PRODUKSI

Proses produksi merupakan cara, metode, dan teknik

untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu produk dengan mengoptimalkan sumber daya produksi, seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku, modal, metode dan lain-lain yang dimiliki perusahaan.

(25)

Jenis Produksi Menurut Proses

1. Proses Produksi Kontinu (Continuous Process)

 volume produksi sangat besar

 produk yang dihasilkan terstandardisasi

 peralatan-peralatan yang digunakan terspesialisasi dan otomatis (Proses Set up peralatan produksi cepat).

(26)

Jenis Produksi Menurut Proses

2. Proses Produksi Terputus (Intermitten

Process/Discrete Process)

Proses Set up peralatan produksi Lama.

Memproduksi produk berdasarkan

(27)

Jenis Produksi Menurut Proses

3. Proses Produksi Batch

Jumlah (lot sizes) yang relatif sedikit untuk

produk-produk yang sejenis atau mirip

urutan proses produksi biasanya selalu sama

Ada kemungkinan terdapat perbedaan yang

signifikan dalam hal bahan baku yang

digunakan, set-up mesin, dan layout.

(28)

Tipe Pola Aliran Bahan/Materian

a.

Straight Line

(Pola Aliran Garis Lurus)

(29)

b.

Serpentine

(Pola Aliran Zig-Zag)

1

2

3

4

5

6

(30)

c. U-Shaped (Pola Aliran Bentuk U)

1

6

5

2

3

(31)

d . Circular (Pola Aliran Melingkar)

2

1

6

3

4

5

(32)

e. Sudut Ganjil

2

1

4

3

6

5

(33)

E. MESIN DAN PERALATAN

Pemakaian mesin dan peralatan pada suatu saat

akan terjadi biaya operasi mesin tinggi apabila

produktivitasnya tidak lagi mampu memenuhi

kebutuhan.

Untuk

itu,

perlu

dilakukan

penggantian

agar

produktivitas

menjadi

(34)

F. SANITASI DAN LIMBAH

Penanganan berbagai metode atau substansi

yang efektif untuk membersihkan dan merusak

mikroorganisme patogen serta mikroorganisme

lainnya. Metode atau substansi yang efektif untuk

membersihkan dan merusak mikroorganisme

patogen serta mikroorganisme lainnya.

(35)

G. MANAJEMEN PEMASARAN

Manajemen pemasaran merupakan

kegiatan

proses penetapan tujuan-tujuan pemasaran bagi

suatu organisasi

(dengan mempertimbangkan

sumber

daya

internal

dan

peluang

pasar), perencanaan, dan pelaksanaan aktivitas

untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut, dan

mengukur kemajuan ke arah pencapaiannya.

(36)

H. MANAJEMEN MUTU

Pengendalian Mutu Bahan Baku

Pengendalian mutu produk pangan berkaitan

dengan sistem pengolahan. Sitem pengolahan

mencakup bahan baku, proses, pengolahan

dan produk akhir. Mutu pada proses produksi

nanas kaleng ada tiga yaitu pengendalian

mutu bahan baku

(37)

Pengendalian Mutu Proses Produksi

Pengendalan mutu pada proses produksi bertujuan untuk

menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi dan

terhindar dari kontaminasi baik biologis,metal, serta kimia.

(38)

Pengendalian Mutu Produk Akhir

Kegiatan pengendalian mutu produk akhir

digunakan untuk memastikan bahwa produk

benar-benar layak tidaknya untuk

release.

Referensi

Dokumen terkait

Faktor yang berpengaruh terhadap usaha industri grafir kaca adalah modal, tenaga kerja, bahan baku, pendapatan, pemasaran dan hasil produksi.. Sumber : Refrensi

menyediakan berbagai faktor produksi. Pasar ini terdiri dari pasar Sumber Daya Alam/tanah, pasar tenaga kerja, pasar modal, pasar kewirausahaan.. b) Pasar Output. • Pasar

Secara umum dapat dikatakan bahwa masalah dengan program linier adalah pengalokasian sumber daya yang terbatas seperti, tenaga kerja, bahan baku, jam, kerja mesin, dan

perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan judul “Pengaruh Tenaga kerja, Teknologi dan.. Modal dalam Meningkatkan Produksi di Industri Pengolahan Garam

Metode yang digunakan dalam pemurnian asam sitrat dari cairan fermentasi terdiri dari dua teknik yaitu presipitasi dan filtrasi. • Cairan asam sitrat dari fermentor produksi

 Produksi enzim telah dilakukan melalui media fermentasi terendam dengan menggunakan jamur Aspergillus niger di dalam medium fermentasi yang mengandung dedak

Beberapa karakteristik yang menjadi ciri IKM adalah jumlah tenaga kerja yang terserap cukup besar, modal yang tidak besar, produksi dominan dilakukan menggunakan mesin berteknologi

Jika Anda bergerak dalam industri rak telur atau memiliki rencana untuk memulai bisnis di bidang ini, penggunaan mesin rak telur adalah langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga memberikan berbagai keuntungan kompetitif. Mengapa Memilih Mesin Rak Telur? 1. Efisiensi Produksi Maksimal Dengan mesin rak telur, proses produksi dapat berjalan secara otomatis dan jauh lebih cepat dibandingkan metode manual. Dalam waktu yang sama, Anda dapat memproduksi lebih banyak rak telur dengan kualitas yang seragam. 2. Kualitas Produk yang Konsisten Mesin rak telur dirancang untuk menghasilkan produk dengan bentuk dan ukuran yang seragam. Ini penting untuk menjaga standar kualitas produk yang diminati konsumen, khususnya dalam industri telur dan logistik. 3. Hemat Biaya Operasional Menggunakan mesin rak telur secara signifikan mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual. Selain itu, mesin ini mampu mengoptimalkan penggunaan bahan baku sehingga mengurangi limbah produksi. 4. Ramah Lingkungan Bahan baku untuk pembuatan rak telur dapat menggunakan material daur ulang seperti kertas bekas atau serat alami. Proses produksi dengan mesin juga lebih hemat energi dibandingkan metode tradisional. 5. Fleksibilitas Produksi Mesin rak telur modern dapat disesuaikan untuk memproduksi berbagai jenis dan ukuran rak telur sesuai dengan kebutuhan pasar. Fleksibilitas ini memungkinkan Anda untuk menjangkau berbagai segmen konsumen. Investasi yang Menguntungkan Mesin rak telur bukan hanya alat produksi, tetapi juga investasi yang dapat meningkatkan daya saing bisnis Anda di pasar. Dengan kemampuan memproduksi rak telur dalam jumlah besar dan kualitas tinggi, Anda memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar lokal maupun ekspor. Dukungan Teknologi Modern Mesin rak telur dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti panel kontrol digital yang memudahkan pengaturan suhu, tekanan, dan waktu produksi. Kemudahan ini memungkinkan siapa pun, bahkan tanpa pengalaman teknis yang mendalam, untuk mengoperasikan mesin dengan efisien.