f,
ffi
deu
,
\
Effi
I
t
;*
1
L
il
rl
! rfI
,l
L
iT
rEj
f
f*l
I
*$i
t
Til
t
t
r?
I*
&*
I$BI{
*ler
,a]
H
:g
: :r:i i'.l ". lils-ti
"Faer
dan
T
Fhr
{
H**
q
2-2
[*.ma
ffi.--,i:::t
1j
nbedq
Bangsa
f,il
78-60
r€Il&
sfll
tagiste
g* TNFXk*
#.p,,.r
Bahnsa
lroknl
r
llpaya
Fenguatan
Jati
lliri'
i
rg4-036-4
t:l E#
ffi-n*try
hs
#
mtara
DAFTAR
TSI"""'
iii
lv
PEMAKALAH UTAMA
BEBERAPA PERSOALAN DALAM UPAYA MENJADIKAN
BAHASA IBU
SEBAGATBAHASA PENGANTAR PENDIDIKAN
DI INDONESIA
...
...'
tMahsun
INFLECTIONS
O NDEMONSTRATIVES
AND DIRECTIONAL
VERBS OFBIAK
..."..."....
I ISuriel S.
Mofu
PEMAKALAH UNDANGAN
MODEL REVITALISASI BAHASA BALI
BERBASISMASYARAKAT "...".
Ni
Luh Sutjiati BerathaPENUNJUK NOMINA DALAM BAHASA MUNA
Le.O-de Sidu Marafad
NILAI
BI.IDAYA DALAM PERIBAHASA DARI REVOLUSI
MENTAL
."...Oktavianus
BUDAYA
MATRILINEAL
DI KABIJPATEN
MALAKA
DAN
KEHIDTJPANBAHASA TETUN
Simon Sabon Ola
REVITALISASI BAHASA
DANRANAH
TUTURAN
.,...,...,,.7I
I Wayan Pastika
REVITALISASI BAHASA DAERAH
MELALUI
PEMBELAJARAN BAHASA
YANG BERBASISKAN PENDIDIKAN
KARAKTER
...."....""....
87I Nyoman
Adi
Jaya PutraPEMBERDAYAAN BAHASA
BALI
MELALUI
PEMUNGSIANNYA SEBAGAI BAHASA
SASARANDALAM PENERJEMAHAN ROMAN LAYAR
TERKEMBANG..""..."...'
105I Wayan Resen
DIMENSI-DIMENSI
PENGGUNAANBAHASA JAWA DI SURABAYA
UNTUK MEMPERKUAT CIRI KELOKALAN
..."...
..''".."
I31Ni
Wayan Sartini 27 415l
63 I tl LI i. iits: F B E li, H ! F i. y: '{.
PENERJEMAHAN BERANOTASI DARI
ARTIKEL YANG BERJUDUL
NILAI.NILAI
PENDIDTKAN KEPEMIMPINAI\ HINDU
KE DALAM BAHASA
INGGRIS
....,.... 937I Gede Putu Sudana
STRATEGI
PEMBETTDAYAANBAHASAbAN
SASTRAJAWA
DIALEK
ST'RABAYA
DEMI PENGEMBANGAN
DANPENGUATAN IDENTITAS
BANGSA
....,..,949
Setya Yuwana Sudikan
PERAN
MEDIA
MASSADALAM PEMBERDAYAAN BAHASA MINANG
DI SUMATERA BARAT
Elfia Sukma
BAHASA RITUAL ADAT
BUANGAU DI
DESABAYAN KABI.IPATEN
LOMBOK UTARA: KAJIAN ETNOLTNGUISTIK
Suliadi, Yulia Sani Wulandari
STRUKTTJR
DAN
FUNGSISLOT WACANA HORTATORI
BAHASA JAWA
Nanik Sumarsih
i
973
BENTUK
DANMAKNA WACANA
TI'I
KADA.L{M RITUAL
M BASA"4N1
ETNTK RONGGA
DI FLORES
...,,... I OO3Ni
Wayan SumitriPENYESUALAN (AG REE M E
ND
SUBJEKDAN VERBA PARASMAPAOMIT
BAHASASANSKERTA
... I OO5Ni
Made Suryati, I Nyoman Darsana,ljok
Istri Agung MulyawatiHARI BERBAHASA DAERAH DI SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF
PEMEROLEHAN
DANPEMERTAHANAN BAHASA
I Made Sutama
PERADABAN SUNGAI DALAM
TEKSCERITA
RAKYAT ETNIK
BALI
DAN
DAYAK NGAJU: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK
Putu Sutama, Maria
A
Luardini, Natalina Asi1027
1037
A COMPARATIVE
STUDY OFMUNA
ANDWAKATOBI
LANGUAGES IN
SOUTHEASTSULAWESI
(SYNCHRONTC
AND
DTACHRONTCANALYSTS)...
....
1047Maulid Taembo
REDT]PLIKASI BAHASA
HELONG....Dominikus Tauk
PROSIDING Seminar Nasional Bahssa
lbu
Denpasar, 20-21 Februari 2015
PENYESUAI AN (AGREE ME NT) SUBJEK DAN VERB A PARAS
MAI PADAM
BAHASA
SANSKERTANi
MadeSuryatil,
I
Nyoman Darsanaz,Tjok Istri
Agung Mulyawati3Program Studi Sastra Bali, Fakultas Satha dan Bucl.aya, Universitas Udayanar Program Studi Sastra Bali, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas rJdayanaz Program Studi Sastra Bali, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Udayana3
suryati j [email protected] I
ABSTRAK
Penulisan Penyesuaian (agreement) Subjek
dan
verba parasmdipadam dalamBahasa Sanskerta bertujuan
untuk
mengetahui bentuk danjumlah
penyesuaian yangterjadi pada bahasa Sanskerta.
Kajian ini
termasuk morfo-sintaksis karenadi
satu sisidibahas mengenai sufiks yang melekat pada verba dan
di
sisi
lainnya ada keterkaitan antara subjek dengan sufiks yang melekat pada verba sebagai predikat dalam kalimat.Bahasa Sanskerta termasuk tipe bahasa berefleksi.
Teori yang digunakan adalah generatif transpormasi. Data dikumpulkan dengan
metode simak dibantu dengan
teknik
pencatatan dan penerjemahan.Data
dianalisisdengan metode agih, dan ditampilkan dengan metode formal dan informal. Sumber data adalah data tulis.
Hasil
penelitian
menunjukkanbahwa dalam
bahasa Sanskerta, penyesuaian (agreement) terjadi antarajumlah (persona) subjek dengan sufiks verba parasmdipadamyang berfungsi sebagai predikat dalam kalimat. Pada bahasa Sanskerta dikenal adanya
tiga macam jumlah, yaitu singularis, dualis, dan pluralis. Oleh karena itu, dikenal adanya
sembilan sufiks yang melekat pada verba yang dipengaruhi oleh persona dan jumlah dari subjek kalimatnya. Jika subjek kalimat persona I singularis maka dipakai sufiks
-mi, jika
personaI
dualis dig:.rnakan sufiks -vaft,jika
personaI
pluralis dgunakan sufiks -mah.Apabila
subjek kalimatnya personaII
singularis digunakan sufiks-sr,
jika
personaII
dualis
digunakansufiks
-thah,
danjika
personaII
pluralis
digunakan sufiks -rfta.Demikian pula,
jika
subjek kalimatnya personaIII
singularis digunakan sufiks-/r, jika
persona
III
dualis
digunakansufiks
-paft, danjika
subjeknya personaIII
pluralisdigunakan sufiks -ntr.
Kata kunci:
penyesuaian, subjek, verba, parasmdipadam, dan bahasa SanskertABSTRACT
The aim
of this
researchis
to
find
out the agreement between the numberof
subjects and the attached suffixes in the Sanskrit verbs of parasmdipadam. This research
is morphology-syntax analysis which discusses the relationship between subjects and the attached suffixes which have the role as predicates in the sentences. Sanskrit belongs to
the type of inflectional language.
This
researchapplied
the
transformation generativetheory. The data
wascollected through observation, note taking, hanscribing, and translating,
was
malyzeddescriptively, and was presented in the formal and informal ways.
The
result shows
that
the
agreement happensbetween
the
suffix
of
aparasmdipadam verb
which
functions as a predicatein
accordancewith
the numberof
subject in a sentence. Sanskit has three types of number: singular, dual, anil plural. Nine suffixes attached to the verbs which are'influenced by persona and number of subjects
of
PROSIDING
Seminar Nssional Bahayslbu
Denpasar, 20-2
I
Februari
201 5for the
duar
Derson*(yor/we/They)
the,;uffi1
ls
-vah,
for
the
prurar
person(You/weirhev)
the s-umi is-^ri.'ii{nr.i,ui"",
of th;
r;;;"r-i,
,r,.
second singurarperson (You) the suffix is
-sr,
for flre secona auurp".ron
rVounli"lir,.
,um*
is_thah,for
the
second pruraroerson-(yo,/we)
,r*'rrr1-
[r-':;;;.' a"i
ir,",,r,,ira
singurar person(she/He) the
suffix
is+ipjil.
r..6Jprrrrrperson
(yo,/we)
is
with
1ah,
andfor thethird plural person (TheyAMe) is with
_r,i.'"-
_
Keywords.. agreement, nomina, verba,
and parasmdipodam
PENDAHULUAN
Penyesuaian (a?reemlntl umumnya terjadi
pada bahasa-bahasa Indo-Eropa karena bahasa-bahasa Indo-Eropa tcetanyatan
Lrrurrr.
tipe
bahasaberinfleksi. Atau
boleh dikatakan bahwao"^"iy:lr1ir;;.rp"il'sararrsui,
Gi*
a"Jirfleksi
(bandingkandengan Haspermaih,
zooz)-
Namun-T*a"r"rt*.beberapa
hasir penelitian, persesuaian .yuga
ditemukan nada
bahasa-bahasu-aurtionrri:,.."p".ti
p"il-iuturu
Asus
yango,t*r5:1,^ry]:i
y**
papua dan pada bahasaKei di Maluku. rcnyesuaran dapar
te{adi
antara jumrahr,
.bj:\
a"ng*
f;nts
yang merekat padaverba sebagai predikat, ada juga antara
jumrai
,ruirt
d;r'g-;f,k
yang merekar pada verbanva sebagai predlkat.
"ur'trt
t.a"l;;;r,
errr-r.ii"'
jirrir'rurn"sa
Asus dan bahasaKei),
penveluaian terjadiurru.u;rriJ
subjek
.d*g*
;.il,
yrrg
merekat padakata kerjanhya'
Banyakny"."f"l),*;;-ffi;
setiap bahasa iergantung pada khasanah
persona dan
jumlah
yangaimiiiki
,"tiuf
uurrusa. bahasa
eruJ*.*iriki
tiga
macampersona'
yaitu
persona pertama, persona keduu,dan
personr-i.iig,
,.rr,
empat macamkhasanah jumlah, vaitu tunggal,
iiurir, tri.ii]ian
jamat.
goarr;iku"
khasanah personadan
jumlah
yang
dimirikl"u"rr.r"
irrl"i"r."-bahasa
arrr-'r.ririu
12
macam persesuaian antara jumrah
r.ru;gt.qg",
ilil.
tutut".;uryu.
i.ril.r,
disajikan bentukpersesuaiqn
itu
dalam bentuktuu.t
t
uZ.itiiiii.
Tabel
t
di
atas menunjukkan bahwa,iika
subjek karimat bahasa Asus personaI
tunggal maka prefiks kata kerjanya tr.rrrrrr'r-
a.giru
iys,
J*;;
p"rronu dan jumrahffif"filIil;fl
TJ;ffl.,,*ru
."p*.ti
p,a"l"i.r
ai aius..#ilH;;;,dir
ihu, pada sebuahYau
e-
weita
ai
It
(subjek)
prefikspanjat
pohon .Saya
memanjat pohon,.
_
(Saragih,20g:4_5).
Pada bahasa Kei
di
Maruku khasanah persona ada tiga,-yaitupersona I, persona II, dan persona
III;
sedangkan,r**"rrlr*r1,.,
nurr,
,#iliti
J,ri"-yaitu
tunggar danPROSIDING Seminar Nasional Bahosu
lbu
Denpasar, 20-2
I
Februeri 2015Tabel
2 di
atas melyalaa1 bahwa pada bahasaKei,
jika
subjeknya personaI
singularis, maka prefiks u- dilekatkan pada verbanya. Sebuah contoh disajikan berikut ini.
U- bah
U-
wurik
Tabel 2
Persona Singularis Pluralis
I u-
ma-T
mu-
E
ml-III
na-ra-prefiks pergi
prefiks
mencuci_
-fsayapergi'.
,Saya mencuci'
(Renjaan,
Z0l4:65_46).
Tulisan
ini
mencota menguaikan penyesuaianiaram
bahasa 'sanskerta, yaitu!3!?tu
yang digunakal oleh bangia,lrya
yangtinggaldi
sekitar sungai Danao kira-kiradi
Utara pegunungan Kaukasus. Entah apa yang menyebabkanmereka
ini
meninggalkan tempatnyamenuju
semenanjung Balkan. SelanJutnya mereka menyebar ke Barat dan keTimur.
Yang ke Barat menurunkan bahasayunani,
Romawi, Jerman, Sravia, dan lainf^b^1ea11va1 sedangkan yang ke
Timur
dalam perjalanannyasa.pai
di
India (soetandi,2001:
l).
selanjutnya menyebarke Indonesii
danBali.
Di
B;i
BS
berperan ,unguipenting
untuk
kelanjutan
agamaHindu.
Karena sumber
,j*un
agama Hindumenggunakan BS. Sampai sekarang banyak kosakata BS digunakin
untulinama
orang, nama gedung, dan lain-lain.^
-
Dilihat
daritipologi
berdasarkanklasifikasi
Augustw.
von
Seclergel,
bahasaSanskerta termasuk
tipe
bahasayang berplel<si. Edwar"Sapii*.ry"uut
dengan istilah$"in!etik. Bahasa dengan tipe berfleksi/sintitik
yaitu
batas unturu.*frm-morfem
dalamsuatu
kata tidak jelas
kelihatan,tiap
morfemyang
menyatakan satu konsep berbaurdengan
morfem-morftTr3n-g
lain (Gorys xe11r, rq"9o.s61i8,
g+;Lunahgtun
a.nguno'Grady dkk.
,1989:.n0a3r).
carolyn McManis dkk. (19'87:
r5r-r52)
menyebut,dengan
istilahfwiona/.
Bahasajenis inidisebut sebagai bahasa yang memiliki kasus dantermasuk satu kelompok
tahasa
Indo-Eropa, seperti bahasafolaidiu,
Latin,
Jerman,Hungaria,
dan lain-lain (Boorj, 2007:
99_-129). Haspelmut:ugu
menyatakan bahwa penyesuaian (agreement) merupakan sarah satu bagian dariinflelsi.
.
-,l:ny.tuaian
pada bahasa Sanskerta lebih rumit dibandingkan dengan bahasa Asusd*
5:i
karena sangat tergantung padajenis verbanya. verua uaiasa ianskerta dibedakanmenjad-i. uerba parasmdipadam,
atianepadam,
danpasip.
verba
parasmdipadammemiliki bentuk
penyesuaianyang berbida
denganjenis'verba
yurg
tui*yr.
puau kesempatanini
dicoba menguraikan penyesuaianruul"[
dengan u"ibu
poror*dipadam.
Dengan demikian, ada dua permasalairan yang ingin
aiurgup[an
daiarntulisan ini, yaitubagaimanakah
tentuk
penyesuaiansubjel aingan
uerbipirar.aipidam
dalam bahasasanskerta dan berapakah jumlah penyeiuaian ierba
parai*dipadim
yang terdapat pada bahasa Sanskefta.KERANGKA TEORI
Pada tulisan
ini
digunakanteori
generatif yang dikembangkan oleh HaspelmathQ002).dan
Booij
(2007), karena teoriinicocok
untuk mengkaji bihasa-bahasa berkasus, seperti bahasa Sanskerta.Menurut
Booii
(2005:
99-103),infleksi
menimburkan perubahanbaik
benhrkmaupun penambahan makna. Penambahan satu bentuk
tidak
selalu terjadi penambahansatu makna. Kadang-kadang penambahan satu bentuk bisa mewakili
il#;;;;;
tiga makna atau lebih. Batas pinambahan antara morfem./bentuk dengan maknanya tidak
PROSIDING Seminur Nrcional Bahusa
lbu
Denpasar, 20-21 Februat.i 201 5
Karena dalam
tulisan
ini
dikaji
masalah nornina sebagai subjekdan
verba sebagaipredikat, maka keduanya disinggung secara singkat.
-
Nomina
umumnyamemiliki
khasanah(l)
Number,yang meliputi
sing., dual.,plur.,
dan
sebagainya;(2)
case
terdiri
atas.' nominatif,geietif
datif,,
aicusatif
,instrumental,
locatif,,
dan vocatif.; (3) gender terdiri atas male, female; (4) definitteness.senada dengan pendapat
Booij,
Haspelmath(2002:
lt6)
memterikan istilah pemarkahgender dengan istilah maskulinum danfeminim.
Khasanah
verba
menurutBooij
(2009:99--l0l) terdiri
atas: aspect, tense, mood,lan
person. Dijelaskan pula bahwa penanda aspect cenderung lebih melekat pada stem{yi
p{a
tense; begitujuga
permarkah tensecendrung lebih
merekat pada stemjika
dibandingkan dengan moo
d,
dan begitu juga seterusnya.Hirarki verba dapat digambarkan menjadi:
Aspect> tense> mood> person.
Haspelmath menambahkan bahwa
infleksi
dapat dibedakan menjadi dua,yaitu
l)
infleksi
kontektual. Selanjutnya dijelaskanInfleksi kontektual mernlliki
dua konsep:infleksi
ditentukan
oleh
kontek sintaksis
dan
fungsi
infleksi
kontektual
adalahmemarkahi
relasi
antarahead
dan dependent dalam konstruksi sintaksis. Kemudiandijelaskan juga, ada dua tipe dependencies.
yaitu
: (l)
gavemment adalah sebuahkonstituen
membutuhkanunsur yang
padakonstituen
yang
berhubungan(2)
agreement
adalah kedua konstituenyurg i".iiUut
ditentukan oleh khasanah
infleksi
yang relevan (bandingkan dengan Langacker,1972:7s-76).
2) Infleksi inherent adalah infleksi yang tidak ditentukan oleh kontek sintaksis.
Teori
tentanginfleksi
dibahasdi
sini
karena agreement merupakan bagian dariinfleksi, maka dari itulah digunakan konsep
agreemet
yang sudah diuraikan di aias.METODE
DANTEKNIK, SERTA
SUMBERDATA
Ir'fetode yang digunakan
untuk
mengumpulkan data untuk kepentingan penulisanini
adalah
metode observasidata
pustaka dengandisertai
teknik
pencatatan dan penerjemahan.Metode observasi adalah kemampuan seseoang untuk menggunakan pengamatan
melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya (-Bungin,
2008:
ll5);
Sudaryanto (1988:2)
menyebut dengan istilak metode simak. pengambilandata pustaka maksudnya adalah data dikumpulkan berdasarkan bahasa
tulis
yang adadalam kamus maupun buku-buku bahasa Sanskerta.
Jadi
metode observasi data pustakaditerapkan karena data dikumpulkan secara langsung
melalui
kamus dan buku-bukubahasa Sanskerta.
Teknik pencatatan dengan penerjemahan adalah kelanjutan daru metode obsevasi,
dimana dalam pelaksanaannya pada saat mengamati sumber data, kalau ada data yang
cocok dicatat, kemudian
diterjemahkan. Selanjutnyadilanjutkan
ke
tahapan yangberikutnya.
Analisis
data dalamtulisan
ini
dimulai dari: identifikasi
data, setelah selesaidiidentifikasi baru dianalisis dengan menggunakan metode agih (Sudaryanto: 1993: 15;
bandingtan dengan Djajasudarma,
1993:60) yaitu
analisis bahasa dengan penentunyabahasa itu sendiri.
Analisis data disajikan dengan metode formal dan informal serta dibantu dengan
pola
pikir
induktif dan deduktif.sumber data untuk
kepentingantulisan
ini
adalah
Kamus
dan
Buku-bukuberbahasa Sanskefta.
PEMBAHASAN
Sebelum masuk pada pembahasan masalah utama
yaitu
penyesuaian terlebih dahulu dibahas masalah khasanah nomina dan verba pada bahasa Sanskerta karena seperti*
$
I
,
i
PROSIDING Seminar Nusional
Buhua lbu
Denpasar, 20-2
I
Februari 2015 apayang
sudah diuraikan pada pendahuluanbahwa jumlah
penyesuaian pada suatu bahasa sangat tergantung pada khasanah bahasa yang diteliti.Khasanah Nomina dan Verba Bahasa Sanskerta
Bahasa Sanskerta
memiliki
k]-rasanah nomina: gender, kasus, dan number. Genderpada bahasa Sanskerta
terdiri
atas: maskulinum,neutrum,
dan feminum. Kasus dalambahasa Sanskerta
terdiri
atas:
nominatif, vokatif,akusatif
instrumental,datif, ablotif
genetrt
danlokatif. Number
dalam bahasa Sanskertaterdiri
atastiga
macam, yaitusingularis, dualis, dan
pluralis.
Hal lain yang perlujuga diketahui adalah bunyi akhir darinomina.
Khasanah verba bahasa Sanskertadapat diuraikan sebagai berikut:
1) Persona dan jumlah.
Persona dalam bahasa Sanskerta dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu
(l)
PersonaI,
(2)
personaII,
dan(3)
personaIII.
Masing-masing personamemiliki tiga
macamjumlah
yaitu:(l)
Singularis adalah apabila jumlah persona yang bersangkutan benar-benar tunggal (satu); atau berjumlah banyak tetapi dalam pembicaraan dianggap sebagaisatu kesatuan atau
kelompok;
(2)
Dualis
adalah apabila personayang
bersangkutanberjumlah dua;
(3) Pluralis
adalah apabila persona yang bersangkutan berjumlah lebihdari
dua, yaknitiga
empat, lima, dan seterusnya. Masing-masing persona dan jumlah di atas apabila berkedudukan sebagai subjek akan memiliki bentuk tersendiri. I-Ial itu terlihatdari
pemakaian sufiks pada verbanya. Berdasarkan persona danjumlah
ini
nantinya mengakibatkan sebuah kata kerja akan memiliki bentukinfleksi
sembilan buah.2)
Bentuk verba dalam bahasa Sanskerta dapat dikelompokkan menjadi dua,yaitu
(1)verba parasmdipadam
(kata kerja untuk
oranglain)
adalah
bentukkata kerja aktif
traqsitil
(2)
verba atmanepadam (verba untukdiri
sendiri) adalah bentuk kata kerja medium. Beberapa akar kata kerja dapat diinfleksikan ke dalam kedua bentuk itu, tetapikadang-kadang hanya mengenal satu saja. Dengan adanya pembagian itu menadakan ada perbedaan yang jelas antara verba
aktif
deirgan medium. Akan tetapi pada perkembanganselanjutnya perbedaan
itu
sudah tidakjelas lagi.
Pemakaiar,aktif
dan medium seringdikacaukan, bahkan kadang-kadang verba medium sering disejajarkan
dengan
pasif.Untuk verba pasifada yang mensejajarkan dengan keduanya, sehingga boleh dikatakan
verba dalam bahasa Sanskerta ada tiga, yaitu: parasmaipadam, atmanepadam, dan pasif.
3)
Kala dan ModusYang
dimaksud dengankala
adalah keteranganyang
menyatakan terjadinya peristiwa yang dinyatakan oleh sesuatu kalimat, sedangkan modus adalah cara atau lagu pengucapan sesuatu katakalimat
berhubung dengan isi atau maknanya.Dalam bahasa Sanskerta, kala dapat dibedakan
menjadi
lima,yaitu
(l)
presentadalah kala
kini;
(2) imperfectum adalah kala lampau; (3) futurum adalah kala yang akandating; (4) aoristus adalah kala semacam inperfectum tetapi memakai bentuk lain;(5) dan
perfektum adalah kala yang menyatakan suatu peristiwa sudah selesai. Modus dalam
bahasa Sanskerta
terdiri
atas:(l)
indikatif
adalah verba atau kalimat yang menyatakanpemberitaan biasa; (2) optatif adalah verba atau kalimat yang menyatakan pengharapan; dan (3) imperatif adalah verba atau kalimat yang menyatakanperintah.
4)
Kelas urat kata kerja terdiri atas sepuluh macam.Perlu
dijelaskandi
sini,
bahwa memperhatikan khasrinahnomina dan
verbabahasa sanskerta
yang begitu luas,
jika
dihubungkan dengan permasalahan padapendahuluan, maka penyesuaian dalam bahasa Sanskerta memiliki 9 buah bentuk. Berikut
disajikan uraiannya. { c & ;! 5 * fl ! 1_i ii $
i
PROSIDING
Seninur
Nssional Bdtrtsa Ibu Denpasar, 20-21 Februttri 201 5 k Bi
IPenyesuaian (Agreement) Subjek dan Verba Parasmtripadam Bahasa Sanskerta
Seperti
apayang
sudah disajikan pada khasanah nomina danverba
bahasaSanskerta bahwa berdasarkan khasanah tersebut maka penyesuaian subjek
dan
verbaparasmdipadambahasa Sanskerta
memiliki
9
bentuk.Akan tetapi
sebelum disajikanbentuk
penyesuaiannyaterlebih dakulu disqjikan data bentuk subjek dasar
yang digunakan sebgai variable dalam penelitiandalam table 3 berikut ini.Tabel 3
Persona Singularis Dualis Pluralis
I
aham avam vqyqmil
tvam yuvam yiiyamII
tad tqu teUntuk
mengetahui penyesuaian subjek dengan verba parasmdipadam berikutdisajikan uraiannya.
1)
Penyesuaian(agreement)
padapersona I singularisData:
(l)
Aham
kuntdn hostenalqipdmi.Aham
Kunta
-ah hasta
-d l{$ip
a
-misaya
Tombakpendek
suf
tangan
suf
melempar
Pemb.pp suf
'Saya melempar tombak pendek-tombak pendek dengan sebuah tangan'.
Dda
(l)
terdiri atas kata aham persona I singularis sebagai subjek, kuntan berasaldari
nomina maskulinum kunta'tombak' mendapat sufiks-ah
sebagai penanda kasusakusatif yang pluralis; hastena berasal dari nomina maskulinum hasta 'tangan' mendapat
sufiks
-E
sebagai penanda kasus instrumental yang singularis; danlqipdmi
berasal dariurat
katakerja
parasmdipadam kelasVI
ksip
'melempar', dibentuk pangkal presentdengan menambah
a
aksen menjadi
lqipa,
kemudian
mendapatsufiks
-mi
yangmenyatakan persona
I
singularis, present, danindikatif
(kalimat berita). Jadi penyesuaianterjadi antara aham dan sufiks -rnl.
Contoh lain:
Adhund gandham
j
ighrdmi.Adv gandha
ghra
amencium
Pemb.ppsekarang
Bau
suf
'Sekarang saya mencium bau'.
Penyesuaian (agreement) pada persona I dualis
Data: -mi
suf
2)(2)
Devdya Deva Dewa yajdvah-e
yaj
suf
berselamatan Pemb pp-vah
I
PROSIDING
Seminar
Nusittnul Bahosalbu
Denpasar, 20_2
t
Februari 20 ts
.Kami
berdua berselamatan kepada Dewa,.
Data (2) daoat dijelaskan secara
lebih lengkapmenjadi: karimat (2) terdiri atas kata
devdva berasar
dari nomina
,"riluffi')Luo
id"*i ,il;;'sufiks
_e
sebagaipenanda kasus
datif
singularis.r.prar'a..*;
q;.;h
;;";ffi:"r*ar
dari urat katakerja kelas
r
parasmdipoag*
yri;i"^"[y,1g,
dibentuk
pangkar present denganmenambah
E
meniadi"aia,
kemud7.,d;;;;;
sufiks-vaft,yang
menyarakan personaI
dualis, kala
p."r.ni,
danmodus
ina,,ut#;[unJ
berdua, berselamatan.Contoh lainnya:
Mdrgepa
grdmam gacchdvah.-m
gomMargc
gromdJalan
suf
dusun suf
pegi'Kami berdua pergi ke sebuah dusun
denganjalan,
3) Penyesuai an (agreement)
padapersona I pluralis
Data:
(3)
Suvarrlom pdrlibhydm tolayamah.Suvarrla
-m
paryi
_bhydm
tol
Emas suf
tangan
suf
menimbang'Kami menimbang emas dengan dua tangan,.
Gurilfig i sydmg c a g ams dm a h.
Guru -m gisyd
_mUntuk lebih jerasnya, data (3)
dapat diuraikan
mdadi:
karimatpada data (3) terdiri
atas
kata
suvarnam
yangberasar dari nomina neutrum suvar4'a.emas,,
mendapat
sunk
-ra sebagai*,To:^g,_t
ffi,uti;
il;hd,
:;i#;*fffi",
sebagai objek,; pdqtibhydm berasaldari
nomina maskulinumpdfi
,tangan
,
,LJuprt
sufiks _bhydnsebagai penanda kasus instrume;,
;;;i;;';d"rcin a* arlun,
i
aur-,ibo *a
h
berasar dariurat kata kerja
kerasx
poror*iffioi-'iit
,^"ri;;;il,,
--iijrrur.",
menjadi tot,
kemudian ditambah
-o_r.u"g.i
p;ri[.rirr.
p*ekur
p;;ni,'t"rJtii.'r"ndapat
sufiks_
mah vang
merupakanpen"ndr'p"rronu-lii
pl-uratii
,k;;1';;;;bang.
Jadi
maknakeseluruhannya,Kami
menirruurf
em;;";;""
dua rangan,. Contoh lainnya:
a
-vah Pembpp
suf
Cacams
dmemuji
pemb pp-aYa
-mah pembpp
suf
-mahsuf
Guru suf
murid
suf
KonjPROSIDING
Seminari\asirtttul
Bahusa IbuDenpasar, 20-2
I
Februttri 20I 54)
Penyesuaian (agreement) pada personaII
singularis Data:(4)
JalamhastenaspygasiJala
-m
hasta
-a
spfQ
A
-si
Air
suf
tangan
suf
melyentuh
pemb.pp
Suf
'Kamu menyentuh air dengan tangan'.
Data (4) dapat dijelaskan lebih rinci menjadi: kalimat pada data (4) terdiri atas kata
jalam
yang berasal dari nomina neutrukTa/a'air'
mendapat sufiks-m
sebagai penandakasus akusatif singularis; kata hastena berasal dari nomina maskulinum hasta 'tangan'
mendapat sufiks
-a
sebagai penanda kasus instrument singulasis 'dengan sebuah tangan';dan
spygasi berasal
dari urat
kata kerja kelas
I
parasmdipadam
spf7'menyentuh/mencuci', ditambah
a
sebagai pembentuk pangkal present menjadi spyga,kemudian mendapat sufiks
-si
sebagai penanda personaII
singularis 'kamu menyentuh'.Jadi makna keseluruhannya adalah: Kami menyentuh air dengan sebuah tangan.
Contoh lainnya:
Adhund dhdvasi.
Adhund
dhdvsekarang
berlari'Sekarang kamu berlari'.
A pemb pp
-sf
suf
5) Penyesuaian (agreement) pada persona II dualis
Data:
(5)
Kadd
phaldniyacchathah?kada phala -i Yam
akapan
buah
suf
memberi
pemb pp'Kapan kalian berdua memberi buah'.
-thah
suf
Data (5) terdiri atas kata kadd'kapan',
phaldni
berasal dari nomina neutrum phala'buah'
mendapat sufiks-i
sebagai penanda kasus akusatif pluralis 'buah-buah sebagaiobjek
kalimat'
(dalamhal ini
terjadi morfofonemik dengan pemunculan bunyi/r/;
danyachathah berasal dari urat kata kerja kelas I parasmdipodam yam 'memberi' mendapat
tambahan
a
sebagai pembentuk pangkal present menjadi
yaccha
(ini
bentukperkecualian); kemudian mendapat sufiks
-tftaft
sebagai penanda personaII
dualis'kalian berdua memberi'. Jadi kalimat
Kada
phaldni yacchathah?'Kapan kalian berduamember buah-buah?'. Contoh lain:
Sadd pacathalt
Sada
pac -thahsuf
Selalu
memasak
pemb pp6)
Penyesua ian (agreement) padapersonaII
pluralis Data:(6)
Yadd dhdvathataddpatatha. yadd apabila dhdv-tha
taddpqt
berlari
pembpp Suf
maka
jatuhPROSIDING Seminar Nasional Bahosa
lbu
Denpasttr,
20-2I
Februori20t5
a
thq
pemb
pp
Suf
'Apabila kalian berlari maka kalian jatuh,.
.
PTu.(6)
dapat dijelaskan-lebih rinci, yaitu terdiri atas kata yadd,apabila, dhdvatha berasaldari
urat katakerja
kelas.r parasmdipadam dhdv,berllri,
ditambaha
sebagaipembentuk pangkal present menjadi dhdva, kemudian mendapat
sunts -rlzo
seba[aipenanda persona
II
pluralis'kalian berlari'; kata tadd.maka,
;'dan patatha berasaldari urat-
kata kerja kelas
I
parasmdipadampat
'jatuh',
mendapattimbahan
a
sebagaipembentuk p_angkal present menjadi
pata, ierakiir
ditambah sufiks-rra
sebagaip"*rdu
persona
II
pluralis
sehingga menjadipatatha'kalian
jahrh'.
Jadi yadd
dhdiatia
taddpatatha'Apabila
kalian berlari maka kalian jatuh,.Contoh lainnya:
Qardn viSena limpatha.
Qara
-ah
visa -d
lip
a -tha.Anak
panah
suf
bisa Suf
melumuri
pembpp
Suf
'Kalian melumuri anak panah-anak panah dengan bisa'.
7)
Penyesua ian (agreement) pada personaIII
singularis Data:QiSyo gurave pattram
likhati
Qisya
-h
guru
-e
pattra
-m
likhMurid
suf
guru suf
surat
suf
menulis'Seorang murid menulis sepucuk surat kepada seorang guru,.
-
Data (7) dapat dijelaskan lebihrinci
sebagai berikut. Kalimat pada data (70 terdiriatas kata
gisyo
yang berasal dari nomina maskJlinum gigya.murid,
mendapat sufiks-ft
sebagai penanda kasus
nominatif
singularis 'seorang murid sebagai subjekkalimat',
disini
menjadi gisyo karena mengalamipersandian,yiitu
lit
ukata"blrakhir
-ah
bertemudenqal. konsonan yang bukan konson.an
tidak
beisuaraluersuara) maka
-ah
berubahmenjadi
o;
gurove
berasaldari
nomina maskulinumgu)u
,gu :
mendapat sufrks-+
sebagai penanda kasus
datif
singularis, kemudian aatam Uatrasa Sanskerta umummnya kata berakhir u bila bergabung akan menjadi av, sehingga menjadi gurove; kata pattramberasal
dari
nomina neutrumpartra
'daun/surat,meniipat
,rnrc"-,,
sebagai penandakasus akusatifsingularis 'sepuiuk surat sebagai objek kalimat';
serta
likhatilberasal
dari urat kata kerja kelas Yr parasmdipadamliki'menulis'
mendapat a, semabag pembentukpangkal present menjadi likha, kemudian mendapat sufiks
-ri
s'ebagai penand-a personaIII
singularis
'dia
(seorangmurid) menulis'. Jadi
Qisyo gurave
pitri*
lilchaii.seorang
murid.menulis sepucuk surat kepada seorang guru. Contoh lainnya:
qli
PROSIDING
Seninar
,r*r'*
!11';;;;Nasonot
Bahosatbu
Ddsa -h
od,perayan
suf ,r:'
:^
nrPa
-e
pac;r suf ruja suf
memasak'Seorang pelayan
memasak nasi untuk seorang raja,.
8)
Penyesuai an(agreemenl
padapersonaIII
dualis ct pemb pp4i
suf
Contoh lainnya: Rdmasya putrdujaneb,Ramo
-ah
rr,,r'.,1*31]amkathavatah.
-au
jana
_bhyan
rdmdyarla
_m
kathRama
Suf
putra
suf
rakyat
Suf
ramayana
suf
'Dua putra Rama bercerifra
Ramayana kepada
rakyat,
9)
Penyesuai an (agreemenrpadapersona
III
pruraris(9)
pusparlivasanb praspholanti.
pu$pa -i
vasantabunga
suf
-t
PrasPhut
a.Bunga_bunga
,",
ouou musim
semi
su
rarpadamusim
semi
f
Mekar
pemb'pp(9)
Nardu rtipatrini ga4ayabh.
nara
_du rilpaki
-i
Grp
aya Orang
laki
suf
lempengan emas
.
Dua orang I aku- Iaki
r"r*n,
r*rl
#;:J:rr.
::;;":;,
;:.,
3'Jffi[**|,tr"ffi
;ii##,!**il,jifi1:i:i#^qtif
i;fi
:rfi
ir:ilT:
ffiff
4ahberceritra
pemb.pp
suf
-ntisuf
Data
(9)
dapat dijeraskan rebihrinci
menjad i:.kata puspaTi merasar
dari nomina
neutrum
puspa
'btnea'
mendapatrrr[.--'i..u
ugui
p"io:ni"{["ru, noriratif
pruraris' bunga-bunga sebasal
subjek'(ii
sillfu
i4ual
r;rf"f;;;-i;Trrgu,
penambahanbunyi
/n/).
Kata
iasante.- berasarJuii-'*rinu
,u.tuiinu*"roi*ro,musim
semi,mendapat safiks
-i
r"o:*,r,-
r..nfa" 5qr*'i"iatif
s.inguraris ,pada musim semi,.Di
sini
juga terjadi morfofonemik yang berubah, Vaitu
1.+ie,d e.
Selinjutnya
kata praspholantiberasal
dari urat
kata
keria]dlit" l'ili^mdipadam
prasphu|mekar,,
kemudiandigunakan menjadi prasp.1i1,
aitumuarr
ilJlq:l
rymbentuk pangkar present menjadi
prasphosa, seranjutnya.
dituruut,
;;fikr
-ii
.yung
menyatakan!"rroru
III
pruraris'mereka
(bunga-bunga)mekar.
l"ai-
*i''
k;r"[,.rh;;
-ilii,"i'
pusparli
vqsantepraspholanti tsunga_bunga
mekar puda
mGm
semi,.PROSIDING
Seminar
Nasittnol Bahasalbu
Denpasar, Z0-2
t
Februari
20:5
vasanti
tatra
vana
-i
vas
a
_ntidi
sana
hutan
suf
tinggal
pemb
pp
suf
Contoh lain:
Gajih
tatra
vaneGaja
-ahGajah
suf
'Gajah-gajah tinggal di sana di hutan,.
Berdasarkan
uraian
penyesuaiansubjek..dan
verba parasmdipadambahasa
,ff1terta
daramkarimut-turir"i;i;;;;,
ffi
arurutran daram bentuk tabre4
berikutPerlu
dijelaskan-bahwa pada karimat-karimat bahasa Sanskerta, subjek untuk
persona
I
danII
iaranq ditampirkanatau uoi"t,
a*rtutun
bahwa subjeknya adarahsufiks
dari
verbanyu'bi
.uirping .unk-rrfft;-v._r,g.
melekat pada ver6a bahasa Sanslerta
menyatakan penvesuaian
d"rgu,
j;;i"l'Juu'.,"1,
,rnr.rir,inr.r-1,,
rrgu
bemmaknamenyatakan kala present dan
ka-limainya;;d*
indikatif (berita).b"*b#,"lfkf
3*i?
ilnL'r""'fr:: X'fl'};il
[a I im at v"
;;
;tra
sam a j i k a s u bj eknvacontoh
verba kerasrv
ioirtiaiiii*
nah,mengingat,. seberum masuk
daram
kalimat tertebih dahuru
aiu*r.it
p"rd"iilJ;,
d.engan
;.r;;rh
;a
sehinggamenjadi nahva' Dengan demikian,
b.rtuk;;;i;;;;;,
disajikan pada tabei 5 berikut. Tabel 5
Tabel 4
Penyesuaian (agree ment)
PROSIDING
Seruinari\qsiottul Bahlsa lbu
Denpasar, 20-2t
Februttri 20 t -iNalryati
'Dia mengingat'
SIMPULAN
Berdasarkan apa yang sudah diuraikan pada pembahasan,
maka dapat ditarik
simpulan sebagai berikut.
l)
Bentuk penyesuaian subjek.dan-verba parasmdipadambahasaSanskerta adalahjika
subjek.kalimat persona
I
singularis*utu
aiputur
srnr.s-ri
I'iIu
p"rroru
I
dualis digunakan sufiks-vah.jika.pirsona I
pruralis dgunakan,rrryi
l*on.
Apabila subjek
kalimatnya personarl singularis aigunatan
sufiki -sr,;it
up.rronull
duaris digunakan sufrks-thah,
danjika
peiso_1gII
p'iuraris digunakansunt[
--tii.-o"mikian
pula,jika
subjek.kalimltnya persona.III singuraris digirnakan
,rfikr-+1
jiku
persona
III
dualis^,
digunakan sufiks -sah,danjika
sub]eknya p.rronuIII
pruralis digunakan sufiks-nri.
2)
Jumlah
penyesuaian subjek aan" ue.6u'parasmaipadam
seJuai dengan khasanah
nomina dan verba bahasa Sanskerta adalah b buah.
DAFTAR PUSTAKA
Booii,
Greet.2007. The_.Grammarof
r*ord,An
Introduction to LinguisticMorphorogt.
Second Edition. Okford Univeisity press
Bungin,
S.
Sos.,M.
Si.,prof. Dr.
H.Prenada Media Group.
M.
Burham. 2008. penelitianKualitatif,
Jakarta:Djajaspdgrma,
T
Fatimah.2006. Metode Linguistik;Ancangan Metode
penelitian
danKaj ian. Bandung; Eresco
n"ro"H;jl;.
Martin. 2002.
(inderstandingMorphorogt. London:
oxford
UniversityKeraf, Gorys. lggo. Linguistik Bandingan Tiporogis.Jakarta:
pr
Gramedia.
Langacker, Ronald
W.
1972. Fundamentals of Linguistic Analysis. Manis, carolyn Mc.Dkk.
r9g7. Language Files. Amerika:The
ohio
state University.o'Graddy,
william,
Michael Dobrowolsky,
Mark
Aronoff
19g9. contemporary
Linguistics an Introduction. New
york:
St. Martin,s press.Renja11,
-
Meiksyana Raynold. 2014.
"Pemahamandan
Kebertahanan EkoleksikalKelautan Guyub Tutur Bahasa
Kei:
KajianEkolinguistik;.'r"ri.
untuk programPascasad ana Universitas Udayana.
Saragih, Yansen
M.L
200g. "-penyesuaian (Agreemenr/ Subjek dan KataKerja
dalam
Bahasa Ansus, papua" daram Jurnai tinguistiko,'
w;;;",
pengembangancakrawala
Lingaistilc Maret 200g,vor.
r5.
rrro.zs
ISSN0g54-9163. Denpasar:
Program Magister
ts])
a31ogtctgi
(S3) Linguistit< universiias udayana bekerjasama dengan Masyarakat Linguistik hrdonesia-(MlD
C"t*t
B;li.
S oetandi. 20 0 l . Vy akar ana Tat a B ahas a S ans ker t a. Surabaya: paramita.
sudaryanto.1988.
Metode_-Linguisti.
-Bagian
Kedua.Metodedan
Aneka
.
Teknik Pengumpulan Data. yogyakarta: Cajai.Uada Unlversity fress.-- '
1993. Metode dan Aneka Teknik Anarisis Bahasa.yogyakarta:
Duta wacana