• Tidak ada hasil yang ditemukan

il rl! rf Til : :r:i i'.l ". lil s-ti " ffi.--,i:::t 1j nbedq r Bahnsa lroknl Faer dan r llpaya Fenguatan Jati lliri' [*.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "il rl! rf Til : :r:i i'.l ". lil s-ti " ffi.--,i:::t 1j nbedq r Bahnsa lroknl Faer dan r llpaya Fenguatan Jati lliri' [*."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

f,

ffi

deu

,

\

Effi

I

t

;*

1

L

il

rl

! rf

I

,l

L

iT

rE

j

f

f*l

I

*$i

t

Til

t

t

r?

I*

&*

I$BI{

*

ler

,a]

H

:g

: :r:i i'.l ". lil

s-ti

"

Faer

dan

T

F

hr

{

H**

q

2-2

[*.

ma

ffi.--,i:::t

1j

nbedq

Bangsa

f,il

78-60

r€Il&

sfll

tagiste

g* TNF

Xk*

#.p,,.

r

Bahnsa

lroknl

r

llpaya

Fenguatan

Jati

lliri'

i

rg4-036-4

t:l E

#

ffi-n*try

hs

#

mtara

(2)

DAFTAR

TSI

"""'

iii

lv

PEMAKALAH UTAMA

BEBERAPA PERSOALAN DALAM UPAYA MENJADIKAN

BAHASA IBU

SEBAGAT

BAHASA PENGANTAR PENDIDIKAN

DI INDONESIA

...

...'

t

Mahsun

INFLECTIONS

O N

DEMONSTRATIVES

AND DIRECTIONAL

VERBS OF

BIAK

..."..."....

I I

Suriel S.

Mofu

PEMAKALAH UNDANGAN

MODEL REVITALISASI BAHASA BALI

BERBASIS

MASYARAKAT "...".

Ni

Luh Sutjiati Beratha

PENUNJUK NOMINA DALAM BAHASA MUNA

Le.O-de Sidu Marafad

NILAI

BI.IDAYA DALAM PERIBAHASA DARI REVOLUSI

MENTAL

."...

Oktavianus

BUDAYA

MATRILINEAL

DI KABIJPATEN

MALAKA

DAN

KEHIDTJPAN

BAHASA TETUN

Simon Sabon Ola

REVITALISASI BAHASA

DAN

RANAH

TUTURAN

.,...,...,,.

7I

I Wayan Pastika

REVITALISASI BAHASA DAERAH

MELALUI

PEMBELAJARAN BAHASA

YANG BERBASISKAN PENDIDIKAN

KARAKTER

...."....""....

87

I Nyoman

Adi

Jaya Putra

PEMBERDAYAAN BAHASA

BALI

MELALUI

PEMUNGSIANNYA SEBAGAI BAHASA

SASARAN

DALAM PENERJEMAHAN ROMAN LAYAR

TERKEMBANG

..""..."...'

105

I Wayan Resen

DIMENSI-DIMENSI

PENGGUNAAN

BAHASA JAWA DI SURABAYA

UNTUK MEMPERKUAT CIRI KELOKALAN

..."...

..''".."

I31

Ni

Wayan Sartini 27 41

5l

63 I tl LI i. ii

(3)

ts: F B E li, H ! F i. y: '{.

PENERJEMAHAN BERANOTASI DARI

ARTIKEL YANG BERJUDUL

NILAI.NILAI

PENDIDTKAN KEPEMIMPINAI\ HINDU

KE DALAM BAHASA

INGGRIS

....,.... 937

I Gede Putu Sudana

STRATEGI

PEMBETTDAYAAN

BAHASAbAN

SASTRA

JAWA

DIALEK

ST'RABAYA

DEMI PENGEMBANGAN

DAN

PENGUATAN IDENTITAS

BANGSA

....,..,949

Setya Yuwana Sudikan

PERAN

MEDIA

MASSA

DALAM PEMBERDAYAAN BAHASA MINANG

DI SUMATERA BARAT

Elfia Sukma

BAHASA RITUAL ADAT

BUANG

AU DI

DESA

BAYAN KABI.IPATEN

LOMBOK UTARA: KAJIAN ETNOLTNGUISTIK

Suliadi, Yulia Sani Wulandari

STRUKTTJR

DAN

FUNGSI

SLOT WACANA HORTATORI

BAHASA JAWA

Nanik Sumarsih

i

973

BENTUK

DAN

MAKNA WACANA

TI'I

KA

DA.L{M RITUAL

M BASA

"4N1

ETNTK RONGGA

DI FLORES

...,,... I OO3

Ni

Wayan Sumitri

PENYESUALAN (AG REE M E

ND

SUBJEK

DAN VERBA PARASMAPAOMIT

BAHASA

SANSKERTA

... I OO5

Ni

Made Suryati, I Nyoman Darsana,

ljok

Istri Agung Mulyawati

HARI BERBAHASA DAERAH DI SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF

PEMEROLEHAN

DAN

PEMERTAHANAN BAHASA

I Made Sutama

PERADABAN SUNGAI DALAM

TEKS

CERITA

RAKYAT ETNIK

BALI

DAN

DAYAK NGAJU: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK

Putu Sutama, Maria

A

Luardini, Natalina Asi

1027

1037

A COMPARATIVE

STUDY OF

MUNA

AND

WAKATOBI

LANGUAGES IN

SOUTHEAST

SULAWESI

(SYNCHRONTC

AND

DTACHRONTC

ANALYSTS)...

....

1047

Maulid Taembo

REDT]PLIKASI BAHASA

HELONG....

Dominikus Tauk

(4)

PROSIDING Seminar Nasional Bahssa

lbu

Denpasar, 20-21 Februari 2015

PENYESUAI AN (AGREE ME NT) SUBJEK DAN VERB A PARAS

MAI PADAM

BAHASA

SANSKERTA

Ni

Made

Suryatil,

I

Nyoman Darsanaz,

Tjok Istri

Agung Mulyawati3

Program Studi Sastra Bali, Fakultas Satha dan Bucl.aya, Universitas Udayanar Program Studi Sastra Bali, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas rJdayanaz Program Studi Sastra Bali, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Udayana3

suryati j [email protected] I

ABSTRAK

Penulisan Penyesuaian (agreement) Subjek

dan

verba parasmdipadam dalam

Bahasa Sanskerta bertujuan

untuk

mengetahui bentuk dan

jumlah

penyesuaian yang

terjadi pada bahasa Sanskerta.

Kajian ini

termasuk morfo-sintaksis karena

di

satu sisi

dibahas mengenai sufiks yang melekat pada verba dan

di

sisi

lainnya ada keterkaitan antara subjek dengan sufiks yang melekat pada verba sebagai predikat dalam kalimat.

Bahasa Sanskerta termasuk tipe bahasa berefleksi.

Teori yang digunakan adalah generatif transpormasi. Data dikumpulkan dengan

metode simak dibantu dengan

teknik

pencatatan dan penerjemahan.

Data

dianalisis

dengan metode agih, dan ditampilkan dengan metode formal dan informal. Sumber data adalah data tulis.

Hasil

penelitian

menunjukkan

bahwa dalam

bahasa Sanskerta, penyesuaian (agreement) terjadi antarajumlah (persona) subjek dengan sufiks verba parasmdipadam

yang berfungsi sebagai predikat dalam kalimat. Pada bahasa Sanskerta dikenal adanya

tiga macam jumlah, yaitu singularis, dualis, dan pluralis. Oleh karena itu, dikenal adanya

sembilan sufiks yang melekat pada verba yang dipengaruhi oleh persona dan jumlah dari subjek kalimatnya. Jika subjek kalimat persona I singularis maka dipakai sufiks

-mi, jika

persona

I

dualis dig:.rnakan sufiks -vaft,

jika

persona

I

pluralis dgunakan sufiks -mah.

Apabila

subjek kalimatnya persona

II

singularis digunakan sufiks

-sr,

jika

persona

II

dualis

digunakan

sufiks

-thah,

dan

jika

persona

II

pluralis

digunakan sufiks -rfta.

Demikian pula,

jika

subjek kalimatnya persona

III

singularis digunakan sufiks

-/r, jika

persona

III

dualis

digunakan

sufiks

-paft, dan

jika

subjeknya persona

III

pluralis

digunakan sufiks -ntr.

Kata kunci:

penyesuaian, subjek, verba, parasmdipadam, dan bahasa Sanskert

ABSTRACT

The aim

of this

research

is

to

find

out the agreement between the number

of

subjects and the attached suffixes in the Sanskrit verbs of parasmdipadam. This research

is morphology-syntax analysis which discusses the relationship between subjects and the attached suffixes which have the role as predicates in the sentences. Sanskrit belongs to

the type of inflectional language.

This

research

applied

the

transformation generative

theory. The data

was

collected through observation, note taking, hanscribing, and translating,

was

malyzed

descriptively, and was presented in the formal and informal ways.

The

result shows

that

the

agreement happens

between

the

suffix

of

a

parasmdipadam verb

which

functions as a predicate

in

accordance

with

the number

of

subject in a sentence. Sanskit has three types of number: singular, dual, anil plural. Nine suffixes attached to the verbs which are'influenced by persona and number of subjects

of

(5)

PROSIDING

Seminar Nssional Bahays

lbu

Denpasar, 20-2

I

Februari

201 5

for the

duar

Derson

*(yor/we/They)

the,

;uffi1

ls

-vah,

for

the

prurar

person

(You/weirhev)

the s-umi is

-^ri.'ii{nr.i,ui"",

of th;

r;;;"r-i,

,r,.

second singurar

person (You) the suffix is

-sr,

for flre secona auur

p".ron

rVounli"lir,.

,um*

is_thah,

for

the

second prurar

oerson-(yo,/we)

,r*'rrr1-

[r-':;;;.' a"i

ir,",,r,,ira

singurar person

(she/He) the

suffix

is+ipjil.

r..6Jprrrrrperson

(yo,/we)

is

with

1ah,

andfor the

third plural person (TheyAMe) is with

_r,i.'"-

_

Keywords.. agreement, nomina, verba,

and parasmdipodam

PENDAHULUAN

Penyesuaian (a?reemlntl umumnya terjadi

pada bahasa-bahasa Indo-Eropa karena bahasa-bahasa Indo-Eropa tcetanyatan

Lrrurrr.

tipe

bahasa

berinfleksi. Atau

boleh dikatakan bahwa

o"^"iy:lr1ir;;.rp"il'sararrsui,

Gi*

a"Jirfleksi

(bandingkan

dengan Haspermaih,

zooz)-

Namun-

T*a"r"rt*.beberapa

hasir penelitian, persesuaian .yuga

ditemukan nada

bahasa-bahasu

-aurtionrri:,.."p".ti

p"il-iuturu

Asus

yang

o,t*r5:1,^ry]:i

y**

papua dan pada bahasa

Kei di Maluku. rcnyesuaran dapar

te{adi

antara jumrah

r,

.bj:\

a"ng*

f;nts

yang merekat pada

verba sebagai predikat, ada juga antara

jumrai

,ruirt

d;r'g-;f,k

yang merekar pada verbanva sebagai predlkat.

"ur'trt

t.a"l;;;r,

errr-r.ii"'

jirrir'rurn"sa

Asus dan bahasa

Kei),

penveluaian terjadi

urru.u;rriJ

subjek

.d*g*

;.il,

yrrg

merekat pada

kata kerjanhya'

Banyakny"."f"l),*;;-ffi;

setiap bahasa iergantung pada khasanah

persona dan

jumlah

yang

aimiiiki

,"tiuf

uurrusa. bahasa

eruJ*.*iriki

tiga

macam

persona'

yaitu

persona pertama, persona keduu,

dan

personr-i.iig,

,.rr,

empat macam

khasanah jumlah, vaitu tunggal,

iiurir, tri.ii]ian

jamat.

goarr;iku"

khasanah persona

dan

jumlah

yang

dimirikl"u"rr.r"

irrl"i"r."-bahasa

arrr-'r.ririu

12

macam persesuaian antara jumrah

r.ru;gt.qg",

ilil.

tutu

t".;uryu.

i.ril.r,

disajikan bentuk

persesuaiqn

itu

dalam bentuk

tuu.t

t

uZ.itiiiii.

Tabel

t

di

atas menunjukkan bahwa,

iika

subjek karimat bahasa Asus persona

I

tunggal maka prefiks kata kerjanya t

r.rrrrrr'r-

a.giru

iys,

J*;;

p"rronu dan jumrah

ffif"filIil;fl

TJ;ffl.,,*ru

."p*.ti

p,a"l"i.r

ai aius.

.#ilH;;;,dir

ihu, pada sebuah

Yau

e-

weita

ai

It

(subjek)

prefiks

panjat

pohon .Saya

memanjat pohon,.

_

(Saragih,

20g:4_5).

Pada bahasa Kei

di

Maruku khasanah persona ada tiga,-yaitu

persona I, persona II, dan persona

III;

sedangkan

,r**"rrlr*r1,.,

nurr,

,#iliti

J,ri"-

yaitu

tunggar dan

(6)

PROSIDING Seminar Nasional Bahosu

lbu

Denpasar, 20-2

I

Februeri 2015

Tabel

2 di

atas melyalaa1 bahwa pada bahasa

Kei,

jika

subjeknya persona

I

singularis, maka prefiks u- dilekatkan pada verbanya. Sebuah contoh disajikan berikut ini.

U- bah

U-

wurik

Tabel 2

Persona Singularis Pluralis

I u-

ma-T

mu-

E

ml-III

na-

ra-prefiks pergi

prefiks

mencuci

_

-fsaya

pergi'.

,Saya mencuci'

(Renjaan,

Z0l4:65_46).

Tulisan

ini

mencota menguaikan penyesuaian

iaram

bahasa 'sanskerta, yaitu

!3!?tu

yang digunakal oleh bangia

,lrya

yangtinggal

di

sekitar sungai Danao kira-kira

di

Utara pegunungan Kaukasus. Entah apa yang menyebabkan

mereka

ini

meninggalkan tempatnya

menuju

semenanjung Balkan. SelanJutnya mereka menyebar ke Barat dan ke

Timur.

Yang ke Barat menurunkan bahasa

yunani,

Romawi, Jerman, Sravia, dan lain

f^b^1ea11va1 sedangkan yang ke

Timur

dalam perjalanannya

sa.pai

di

India (soetandi,

2001:

l).

selanjutnya menyebar

ke Indonesii

dan

Bali.

Di

B;i

BS

berperan ,ungui

penting

untuk

kelanjutan

agama

Hindu.

Karena sumber

,j*un

agama Hindu

menggunakan BS. Sampai sekarang banyak kosakata BS digunakin

untulinama

orang, nama gedung, dan lain-lain.

^

-

Dilihat

dari

tipologi

berdasarkan

klasifikasi

August

w.

von

Seclergel,

bahasa

Sanskerta termasuk

tipe

bahasayang berplel<si. Edwar"Sapii

*.ry"uut

dengan istilah

$"in!etik. Bahasa dengan tipe berfleksi/sintitik

yaitu

batas unturu

.*frm-morfem

dalam

suatu

kata tidak jelas

kelihatan,

tiap

morfem

yang

menyatakan satu konsep berbaur

dengan

morfem-morftTr3n-g

lain (Gorys xe11r, rq"9o.

s61i8,

g+;Lunahgtun

a.ngun

o'Grady dkk.

,1989:

.n0a3r).

carolyn McManis dkk. (19'87:

r5r-r52)

menyebut

,dengan

istilahfwiona/.

Bahasajenis inidisebut sebagai bahasa yang memiliki kasus dan

termasuk satu kelompok

tahasa

Indo-Eropa, seperti bahasa

folaidiu,

Latin,

Jerman,

Hungaria,

dan lain-lain (Boorj, 2007:

99_-129). Haspelmut

:ugu

menyatakan bahwa penyesuaian (agreement) merupakan sarah satu bagian dari

inflelsi.

.

-,l:ny.tuaian

pada bahasa Sanskerta lebih rumit dibandingkan dengan bahasa Asus

d*

5:i

karena sangat tergantung padajenis verbanya. verua uaiasa ianskerta dibedakan

menjad-i. uerba parasmdipadam,

atianepadam,

dan

pasip.

verba

parasmdipadam

memiliki bentuk

penyesuaian

yang berbida

dengan

jenis'verba

yurg

tui*yr.

puau kesempatan

ini

dicoba menguraikan penyesuaian

ruul"[

dengan u"ibu

poror*dipadam.

Dengan demikian, ada dua permasalairan yang ingin

aiurgup[an

daiarntulisan ini, yaitu

bagaimanakah

tentuk

penyesuaian

subjel aingan

uerbi

pirar.aipidam

dalam bahasa

sanskerta dan berapakah jumlah penyeiuaian ierba

parai*dipadim

yang terdapat pada bahasa Sanskefta.

KERANGKA TEORI

Pada tulisan

ini

digunakan

teori

generatif yang dikembangkan oleh Haspelmath

Q002).dan

Booij

(2007), karena teori

inicocok

untuk mengkaji bihasa-bahasa berkasus, seperti bahasa Sanskerta.

Menurut

Booii

(2005:

99-103),

infleksi

menimburkan perubahan

baik

benhrk

maupun penambahan makna. Penambahan satu bentuk

tidak

selalu terjadi penambahan

satu makna. Kadang-kadang penambahan satu bentuk bisa mewakili

il#;;;;;

tiga makna atau lebih. Batas pinambahan antara morfem./bentuk dengan maknanya tidak

(7)

PROSIDING Seminur Nrcional Bahusa

lbu

Denpasar, 20-21 Februat.i 201 5

Karena dalam

tulisan

ini

dikaji

masalah nornina sebagai subjek

dan

verba sebagai

predikat, maka keduanya disinggung secara singkat.

-

Nomina

umumnya

memiliki

khasanah

(l)

Number,

yang meliputi

sing., dual.,

plur.,

dan

sebagainya;

(2)

case

terdiri

atas.' nominatif,

geietif

datif,,

aicusatif

,

instrumental,

locatif,,

dan vocatif.; (3) gender terdiri atas male, female; (4) definitteness.

senada dengan pendapat

Booij,

Haspelmath

(2002:

lt6)

memterikan istilah pemarkah

gender dengan istilah maskulinum danfeminim.

Khasanah

verba

menurut

Booij

(2009:99--l0l) terdiri

atas: aspect, tense, mood,

lan

person. Dijelaskan pula bahwa penanda aspect cenderung lebih melekat pada stem

{yi

p{a

tense; begitu

juga

permarkah tense

cendrung lebih

merekat pada stem

jika

dibandingkan dengan moo

d,

dan begitu juga seterusnya.

Hirarki verba dapat digambarkan menjadi:

Aspect> tense> mood> person.

Haspelmath menambahkan bahwa

infleksi

dapat dibedakan menjadi dua,

yaitu

l)

infleksi

kontektual. Selanjutnya dijelaskan

Infleksi kontektual mernlliki

dua konsep:

infleksi

ditentukan

oleh

kontek sintaksis

dan

fungsi

infleksi

kontektual

adalah

memarkahi

relasi

antara

head

dan dependent dalam konstruksi sintaksis. Kemudian

dijelaskan juga, ada dua tipe dependencies.

yaitu

: (l)

gavemment adalah sebuah

konstituen

membutuhkan

unsur yang

pada

konstituen

yang

berhubungan

(2)

agreement

adalah kedua konstituen

yurg i".iiUut

ditentukan oleh khasanah

infleksi

yang relevan (bandingkan dengan Langacker,1972:

7s-76).

2) Infleksi inherent adalah infleksi yang tidak ditentukan oleh kontek sintaksis.

Teori

tentang

infleksi

dibahas

di

sini

karena agreement merupakan bagian dari

infleksi, maka dari itulah digunakan konsep

agreemet

yang sudah diuraikan di aias.

METODE

DAN

TEKNIK, SERTA

SUMBER

DATA

Ir'fetode yang digunakan

untuk

mengumpulkan data untuk kepentingan penulisan

ini

adalah

metode observasi

data

pustaka dengan

disertai

teknik

pencatatan dan penerjemahan.

Metode observasi adalah kemampuan seseoang untuk menggunakan pengamatan

melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya (-Bungin,

2008:

ll5);

Sudaryanto (1988:

2)

menyebut dengan istilak metode simak. pengambilan

data pustaka maksudnya adalah data dikumpulkan berdasarkan bahasa

tulis

yang ada

dalam kamus maupun buku-buku bahasa Sanskerta.

Jadi

metode observasi data pustaka

diterapkan karena data dikumpulkan secara langsung

melalui

kamus dan buku-buku

bahasa Sanskerta.

Teknik pencatatan dengan penerjemahan adalah kelanjutan daru metode obsevasi,

dimana dalam pelaksanaannya pada saat mengamati sumber data, kalau ada data yang

cocok dicatat, kemudian

diterjemahkan. Selanjutnya

dilanjutkan

ke

tahapan yang

berikutnya.

Analisis

data dalam

tulisan

ini

dimulai dari: identifikasi

data, setelah selesai

diidentifikasi baru dianalisis dengan menggunakan metode agih (Sudaryanto: 1993: 15;

bandingtan dengan Djajasudarma,

1993:60) yaitu

analisis bahasa dengan penentunya

bahasa itu sendiri.

Analisis data disajikan dengan metode formal dan informal serta dibantu dengan

pola

pikir

induktif dan deduktif.

sumber data untuk

kepentingan

tulisan

ini

adalah

Kamus

dan

Buku-buku

berbahasa Sanskefta.

PEMBAHASAN

Sebelum masuk pada pembahasan masalah utama

yaitu

penyesuaian terlebih dahulu dibahas masalah khasanah nomina dan verba pada bahasa Sanskerta karena seperti

(8)

*

$

I

,

i

PROSIDING Seminar Nusional

Buhua lbu

Denpasar, 20-2

I

Februari 2015 apa

yang

sudah diuraikan pada pendahuluan

bahwa jumlah

penyesuaian pada suatu bahasa sangat tergantung pada khasanah bahasa yang diteliti.

Khasanah Nomina dan Verba Bahasa Sanskerta

Bahasa Sanskerta

memiliki

k]-rasanah nomina: gender, kasus, dan number. Gender

pada bahasa Sanskerta

terdiri

atas: maskulinum,

neutrum,

dan feminum. Kasus dalam

bahasa Sanskerta

terdiri

atas:

nominatif, vokatif,

akusatif

instrumental,

datif, ablotif

genetrt

dan

lokatif. Number

dalam bahasa Sanskerta

terdiri

atas

tiga

macam, yaitu

singularis, dualis, dan

pluralis.

Hal lain yang perlujuga diketahui adalah bunyi akhir dari

nomina.

Khasanah verba bahasa Sanskertadapat diuraikan sebagai berikut:

1) Persona dan jumlah.

Persona dalam bahasa Sanskerta dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu

(l)

Persona

I,

(2)

persona

II,

dan

(3)

persona

III.

Masing-masing persona

memiliki tiga

macam

jumlah

yaitu:

(l)

Singularis adalah apabila jumlah persona yang bersangkutan benar-benar tunggal (satu); atau berjumlah banyak tetapi dalam pembicaraan dianggap sebagai

satu kesatuan atau

kelompok;

(2)

Dualis

adalah apabila persona

yang

bersangkutan

berjumlah dua;

(3) Pluralis

adalah apabila persona yang bersangkutan berjumlah lebih

dari

dua, yakni

tiga

empat, lima, dan seterusnya. Masing-masing persona dan jumlah di atas apabila berkedudukan sebagai subjek akan memiliki bentuk tersendiri. I-Ial itu terlihat

dari

pemakaian sufiks pada verbanya. Berdasarkan persona dan

jumlah

ini

nantinya mengakibatkan sebuah kata kerja akan memiliki bentuk

infleksi

sembilan buah.

2)

Bentuk verba dalam bahasa Sanskerta dapat dikelompokkan menjadi dua,

yaitu

(1)

verba parasmdipadam

(kata kerja untuk

orang

lain)

adalah

bentuk

kata kerja aktif

traqsitil

(2)

verba atmanepadam (verba untuk

diri

sendiri) adalah bentuk kata kerja medium. Beberapa akar kata kerja dapat diinfleksikan ke dalam kedua bentuk itu, tetapi

kadang-kadang hanya mengenal satu saja. Dengan adanya pembagian itu menadakan ada perbedaan yang jelas antara verba

aktif

deirgan medium. Akan tetapi pada perkembangan

selanjutnya perbedaan

itu

sudah tidak

jelas lagi.

Pemakaiar,

aktif

dan medium sering

dikacaukan, bahkan kadang-kadang verba medium sering disejajarkan

dengan

pasif.

Untuk verba pasifada yang mensejajarkan dengan keduanya, sehingga boleh dikatakan

verba dalam bahasa Sanskerta ada tiga, yaitu: parasmaipadam, atmanepadam, dan pasif.

3)

Kala dan Modus

Yang

dimaksud dengan

kala

adalah keterangan

yang

menyatakan terjadinya peristiwa yang dinyatakan oleh sesuatu kalimat, sedangkan modus adalah cara atau lagu pengucapan sesuatu kata

kalimat

berhubung dengan isi atau maknanya.

Dalam bahasa Sanskerta, kala dapat dibedakan

menjadi

lima,

yaitu

(l)

present

adalah kala

kini;

(2) imperfectum adalah kala lampau; (3) futurum adalah kala yang akan

dating; (4) aoristus adalah kala semacam inperfectum tetapi memakai bentuk lain;(5) dan

perfektum adalah kala yang menyatakan suatu peristiwa sudah selesai. Modus dalam

bahasa Sanskerta

terdiri

atas:

(l)

indikatif

adalah verba atau kalimat yang menyatakan

pemberitaan biasa; (2) optatif adalah verba atau kalimat yang menyatakan pengharapan; dan (3) imperatif adalah verba atau kalimat yang menyatakanperintah.

4)

Kelas urat kata kerja terdiri atas sepuluh macam.

Perlu

dijelaskan

di

sini,

bahwa memperhatikan khasrinah

nomina dan

verba

bahasa sanskerta

yang begitu luas,

jika

dihubungkan dengan permasalahan pada

pendahuluan, maka penyesuaian dalam bahasa Sanskerta memiliki 9 buah bentuk. Berikut

disajikan uraiannya. { c & ;! 5 * fl ! 1_i ii $

i

(9)

PROSIDING

Seninur

Nssional Bdtrtsa Ibu Denpasar, 20-21 Februttri 201 5 k B

i

I

Penyesuaian (Agreement) Subjek dan Verba Parasmtripadam Bahasa Sanskerta

Seperti

apa

yang

sudah disajikan pada khasanah nomina dan

verba

bahasa

Sanskerta bahwa berdasarkan khasanah tersebut maka penyesuaian subjek

dan

verba

parasmdipadambahasa Sanskerta

memiliki

9

bentuk.

Akan tetapi

sebelum disajikan

bentuk

penyesuaiannya

terlebih dakulu disqjikan data bentuk subjek dasar

yang digunakan sebgai variable dalam penelitiandalam table 3 berikut ini.

Tabel 3

Persona Singularis Dualis Pluralis

I

aham avam vqyqm

il

tvam yuvam yiiyam

II

tad tqu te

Untuk

mengetahui penyesuaian subjek dengan verba parasmdipadam berikut

disajikan uraiannya.

1)

Penyesuaian

(agreement)

padapersona I singularis

Data:

(l)

Aham

kuntdn hostenalqipdmi.

Aham

Kunta

-ah hasta

-d l{$ip

a

-mi

saya

Tombak

pendek

suf

tangan

suf

melempar

Pemb.pp suf

'Saya melempar tombak pendek-tombak pendek dengan sebuah tangan'.

Dda

(l)

terdiri atas kata aham persona I singularis sebagai subjek, kuntan berasal

dari

nomina maskulinum kunta'tombak' mendapat sufiks

-ah

sebagai penanda kasus

akusatif yang pluralis; hastena berasal dari nomina maskulinum hasta 'tangan' mendapat

sufiks

-E

sebagai penanda kasus instrumental yang singularis; dan

lqipdmi

berasal dari

urat

kata

kerja

parasmdipadam kelas

VI

ksip

'melempar', dibentuk pangkal present

dengan menambah

a

aksen menjadi

lqipa,

kemudian

mendapat

sufiks

-mi

yang

menyatakan persona

I

singularis, present, dan

indikatif

(kalimat berita). Jadi penyesuaian

terjadi antara aham dan sufiks -rnl.

Contoh lain:

Adhund gandham

j

ighrdmi.

Adv gandha

ghra

a

mencium

Pemb.pp

sekarang

Bau

suf

'Sekarang saya mencium bau'.

Penyesuaian (agreement) pada persona I dualis

Data: -mi

suf

2)

(2)

Devdya Deva Dewa yajdvah

-e

yaj

suf

berselamatan Pemb pp

-vah

(10)

I

PROSIDING

Seminar

Nusittnul Bahosa

lbu

Denpasar, 20_2

t

Februari 20 t

s

.Kami

berdua berselamatan kepada Dewa,.

Data (2) daoat dijelaskan secara

lebih lengkapmenjadi: karimat (2) terdiri atas kata

devdva berasar

dari nomina

,"riluffi')Luo

id"*i ,il;;'sufiks

_e

sebagai

penanda kasus

datif

singularis

.r.prar'a..*;

q;.;h

;;";ffi:"r*ar

dari urat kata

kerja kelas

r

parasmdipoag*

yri;i"^"[y,1g,

dibentuk

pangkar present dengan

menambah

E

meniadi

"aia,

kemud7.,

d;;;;;

sufiks

-vaft,yang

menyarakan persona

I

dualis, kala

p."r.ni,

dan

modus

ina,,ut#;[unJ

berdua, berselamatan.

Contoh lainnya:

Mdrgepa

grdmam gacchdvah.

-m

gom

Margc

gromd

Jalan

suf

dusun suf

pegi

'Kami berdua pergi ke sebuah dusun

denganjalan,

3) Penyesuai an (agreement)

padapersona I pluralis

Data:

(3)

Suvarrlom pdrlibhydm tolayamah.

Suvarrla

-m

paryi

_bhydm

tol

Emas suf

tangan

suf

menimbang

'Kami menimbang emas dengan dua tangan,.

Gurilfig i sydmg c a g ams dm a h.

Guru -m gisyd

_m

Untuk lebih jerasnya, data (3)

dapat diuraikan

mdadi:

karimat

pada data (3) terdiri

atas

kata

suvarnam

yang

berasar dari nomina neutrum suvar4'a.emas,,

mendapat

sunk

-ra sebagai

*,To:^g,_t

ffi,uti;

il;hd,

:;i#;*fffi",

sebagai objek,; pdqtibhydm berasal

dari

nomina maskulinum

pdfi

,tangan

,

,LJuprt

sufiks _bhydn

sebagai penanda kasus instrume;,

;;;i;;';d"rcin a* arlun,

i

aur-,ibo *a

h

berasar dari

urat kata kerja

keras

x

poror*iffioi-'iit

,^"ri;;;il,,

--iijrrur.",

menjadi tot,

kemudian ditambah

-o_r.u"g.i

p;ri[.rirr.

p*ekur

p;;ni,'t"rJtii.'r"ndapat

sufiks

_

mah vang

merupakan

pen"ndr'p"rronu-lii

pl-uratii

,k;;1';;;;bang.

Jadi

makna

keseluruhannya,Kami

menirruurf

em;;";;""

dua rangan,. Contoh lainnya:

a

-vah Pemb

pp

suf

Ca

cams

d

memuji

pemb pp

-aYa

-mah pemb

pp

suf

-mah

suf

Guru suf

murid

suf

Konj

(11)

PROSIDING

Seminar

i\asirtttul

Bahusa Ibu

Denpasar, 20-2

I

Februttri 20I 5

4)

Penyesuaian (agreement) pada persona

II

singularis Data:

(4)

Jalamhastenaspygasi

Jala

-m

hasta

-a

spfQ

A

-si

Air

suf

tangan

suf

melyentuh

pemb.

pp

Suf

'Kamu menyentuh air dengan tangan'.

Data (4) dapat dijelaskan lebih rinci menjadi: kalimat pada data (4) terdiri atas kata

jalam

yang berasal dari nomina neutrukTa/a

'air'

mendapat sufiks

-m

sebagai penanda

kasus akusatif singularis; kata hastena berasal dari nomina maskulinum hasta 'tangan'

mendapat sufiks

-a

sebagai penanda kasus instrument singulasis 'dengan sebuah tangan';

dan

spygasi berasal

dari urat

kata kerja kelas

I

parasmdipadam

spf7

'menyentuh/mencuci', ditambah

a

sebagai pembentuk pangkal present menjadi spyga,

kemudian mendapat sufiks

-si

sebagai penanda persona

II

singularis 'kamu menyentuh'.

Jadi makna keseluruhannya adalah: Kami menyentuh air dengan sebuah tangan.

Contoh lainnya:

Adhund dhdvasi.

Adhund

dhdv

sekarang

berlari

'Sekarang kamu berlari'.

A pemb pp

-sf

suf

5) Penyesuaian (agreement) pada persona II dualis

Data:

(5)

Kadd

phaldniyacchathah?

kada phala -i Yam

a

kapan

buah

suf

memberi

pemb pp

'Kapan kalian berdua memberi buah'.

-thah

suf

Data (5) terdiri atas kata kadd'kapan',

phaldni

berasal dari nomina neutrum phala

'buah'

mendapat sufiks

-i

sebagai penanda kasus akusatif pluralis 'buah-buah sebagai

objek

kalimat'

(dalam

hal ini

terjadi morfofonemik dengan pemunculan bunyi

/r/;

dan

yachathah berasal dari urat kata kerja kelas I parasmdipodam yam 'memberi' mendapat

tambahan

a

sebagai pembentuk pangkal present menjadi

yaccha

(ini

bentuk

perkecualian); kemudian mendapat sufiks

-tftaft

sebagai penanda persona

II

dualis

'kalian berdua memberi'. Jadi kalimat

Kada

phaldni yacchathah?'Kapan kalian berdua

member buah-buah?'. Contoh lain:

Sadd pacathalt

Sada

pac -thah

suf

Selalu

memasak

pemb pp

(12)

6)

Penyesua ian (agreement) padapersona

II

pluralis Data:

(6)

Yadd dhdvathataddpatatha. yadd apabila dhdv

-tha

tadd

pqt

berlari

pemb

pp Suf

maka

jatuh

PROSIDING Seminar Nasional Bahosa

lbu

Denpasttr,

20-2I

Februori

20t5

a

thq

pemb

pp

Suf

'Apabila kalian berlari maka kalian jatuh,.

.

PTu.(6)

dapat dijelaskan-lebih rinci, yaitu terdiri atas kata yadd,apabila, dhdvatha berasal

dari

urat kata

kerja

kelas.r parasmdipadam dhdv

,berllri,

ditambah

a

sebagai

pembentuk pangkal present menjadi dhdva, kemudian mendapat

sunts -rlzo

seba[ai

penanda persona

II

pluralis

'kalian berlari'; kata tadd.maka,

;'dan patatha berasal

dari urat-

kata kerja kelas

I

parasmdipadam

pat

'jatuh',

mendapat

timbahan

a

sebagai

pembentuk p_angkal present menjadi

pata, ierakiir

ditambah sufiks

-rra

sebagai

p"*rdu

persona

II

pluralis

sehingga menjadi

patatha'kalian

jahrh'.

Jadi yadd

dhdiatia

tadd

patatha'Apabila

kalian berlari maka kalian jatuh,.

Contoh lainnya:

Qardn viSena limpatha.

Qara

-ah

visa -d

lip

a -tha.

Anak

panah

suf

bisa Suf

melumuri

pemb

pp

Suf

'Kalian melumuri anak panah-anak panah dengan bisa'.

7)

Penyesua ian (agreement) pada persona

III

singularis Data:

QiSyo gurave pattram

likhati

Qisya

-h

guru

-e

pattra

-m

likh

Murid

suf

guru suf

surat

suf

menulis

'Seorang murid menulis sepucuk surat kepada seorang guru,.

-

Data (7) dapat dijelaskan lebih

rinci

sebagai berikut. Kalimat pada data (70 terdiri

atas kata

gisyo

yang berasal dari nomina maskJlinum gigya

.murid,

mendapat sufiks

-ft

sebagai penanda kasus

nominatif

singularis 'seorang murid sebagai subjek

kalimat',

di

sini

menjadi gisyo karena mengalamipersandian,

yiitu

lit

u

kata"blrakhir

-ah

bertemu

denqal. konsonan yang bukan konson.an

tidak

beisuara

luersuara) maka

-ah

berubah

menjadi

o;

gurove

berasal

dari

nomina maskulinum

gu)u

,gu :

mendapat sufrks

-+

sebagai penanda kasus

datif

singularis, kemudian aatam Uatrasa Sanskerta umummnya kata berakhir u bila bergabung akan menjadi av, sehingga menjadi gurove; kata pattram

berasal

dari

nomina neutrum

partra

'daun/surat,

meniipat

,rnrc"-,,

sebagai penanda

kasus akusatifsingularis 'sepuiuk surat sebagai objek kalimat';

serta

likhatilberasal

dari urat kata kerja kelas Yr parasmdipadam

liki'menulis'

mendapat a, semabag pembentuk

pangkal present menjadi likha, kemudian mendapat sufiks

-ri

s'ebagai penand-a persona

III

singularis

'dia

(seorang

murid) menulis'. Jadi

Qisyo gurave

pitri*

lilchaii.seorang

murid.menulis sepucuk surat kepada seorang guru. Contoh lainnya:

qli

(13)

PROSIDING

Seninar

,r*r'*

!11';;;;Nasonot

Bahosa

tbu

Ddsa -h

od,

perayan

suf ,r:'

:^

nrPa

-e

pac

;r suf ruja suf

memasak

'Seorang pelayan

memasak nasi untuk seorang raja,.

8)

Penyesuai an

(agreemenl

padapersona

III

dualis ct pemb pp

4i

suf

Contoh lainnya: Rdmasya putrdujaneb,

Ramo

-ah

rr,,r'.,1*31]amkathavatah.

-au

jana

_bhyan

rdmdyarla

_m

kath

Rama

Suf

putra

suf

rakyat

Suf

ramayana

suf

'Dua putra Rama bercerifra

Ramayana kepada

rakyat,

9)

Penyesuai an (agreemenrpada

persona

III

pruraris

(9)

pusparli

vasanb praspholanti.

pu$pa -i

vasanta

bunga

suf

-t

PrasPhut

a

.Bunga_bunga

,",

ouou musim

semi

su

rarpadamusim

semi

f

Mekar

pemb'pp

(9)

Nardu rtipatrini ga4ayabh.

nara

_du rilpaki

-i

Grp

aya Orang

laki

suf

lempengan emas

.

Dua orang I aku- Iaki

r"r*n,

r*rl

#;:J:rr.

::;;":;,

;:.,

3'Jffi[**|,tr"ffi

;ii##,!**il,jifi1:i:i#^qtif

i;fi

:rfi

ir:ilT:

ffiff

4ah

berceritra

pemb.pp

suf

-nti

suf

(14)

Data

(9)

dapat dijeraskan rebih

rinci

menjad i:.kata puspaTi merasar

dari nomina

neutrum

puspa

'btnea'

mendapat

rrr[.--'i..u

ugui

p"io:ni"{["ru, noriratif

pruraris

' bunga-bunga sebasal

subjek'(ii

sillfu

i4ual

r;rf"f;;;-i;Trrgu,

penambahan

bunyi

/n/).

Kata

iasante.- berasar

Juii-'*rinu

,u.tuiinu*"roi*ro,musim

semi,

mendapat safiks

-i

r"o:*,r,-

r..nfa" 5qr*'i"iatif

s.inguraris ,pada musim semi,.

Di

sini

juga terjadi morfofonemik yang berubah, Vaitu

1.+ie,d e.

Selinjutnya

kata praspholanti

berasal

dari urat

kata

keria]dlit" l'ili^mdipadam

prasphu|mekar,,

kemudian

digunakan menjadi prasp.1i1,

aitumuarr

ilJlq:l

rymbentuk pangkar present menjadi

prasphosa, seranjutnya.

dituruut,

;;fikr

-ii

.yung

menyatakan

!"rroru

III

pruraris

'mereka

(bunga-bunga)

mekar.

l"ai-

*i''

k;r"[,.rh;;

-ilii,"i'

pusparli

vqsante

praspholanti tsunga_bunga

mekar puda

mGm

semi,.

PROSIDING

Seminar

Nasittnol Bahasa

lbu

Denpasar, Z0-2

t

Februari

20:

5

vasanti

tatra

vana

-i

vas

a

_nti

di

sana

hutan

suf

tinggal

pemb

pp

suf

Contoh lain:

Gajih

tatra

vane

Gaja

-ah

Gajah

suf

'Gajah-gajah tinggal di sana di hutan,.

Berdasarkan

uraian

penyesuaian

subjek..dan

verba parasmdipadam

bahasa

,ff1terta

daram

karimut-turir"i;i;;;;,

ffi

arurutran daram bentuk tabre

4

berikut

Perlu

dijelaskan

-bahwa pada karimat-karimat bahasa Sanskerta, subjek untuk

persona

I

dan

II

iaranq ditampirkan

atau uoi"t,

a*rtutun

bahwa subjeknya adarah

sufiks

dari

verbanyu'

bi

.uirping .unk-rrfft;-v._r,g.

melekat pada ver6a bahasa Sanslerta

menyatakan penvesuaian

d"rgu,

j;;i"l'Juu'.,"1,

,rnr.rir,inr.r-1,,

rrgu

bemmakna

menyatakan kala present dan

ka-limainya;;d*

indikatif (berita).

b"*b#,"lfkf

3*i?

ilnL'r""'fr:: X'fl'};il

[a I im at v

"

;;

;tra

sam a j i k a s u bj eknva

contoh

verba keras

rv

ioirtiaiiii*

nah,mengingat,. seberum masuk

daram

kalimat tertebih dahuru

aiu*r.it

p"rd"iilJ;,

d.engan

;.r;;rh

;a

sehingga

menjadi nahva' Dengan demikian,

b.rtuk;;;i;;;;;,

disajikan pada tabei 5 berikut. Tabel 5

Tabel 4

Penyesuaian (agree ment)

(15)

PROSIDING

Seruinar

i\qsiottul Bahlsa lbu

Denpasar, 20-2

t

Februttri 20 t -i

Nalryati

'Dia mengingat'

SIMPULAN

Berdasarkan apa yang sudah diuraikan pada pembahasan,

maka dapat ditarik

simpulan sebagai berikut.

l)

Bentuk penyesuaian subjek.dan-verba parasmdipadambahasa

Sanskerta adalahjika

subjek.kalimat persona

I

singularis

*utu

aiputur

srnr.s

-ri

I'iIu

p"rroru

I

dualis digunakan sufiks

-vah.jika.pirsona I

pruralis dgunakan

,rrryi

l*on.

Apabila subjek

kalimatnya personarl singularis aigunatan

sufiki -sr,;it

u

p.rronull

duaris digunakan sufrks

-thah,

dan

jika

peiso_1g

II

p'iuraris digunakan

sunt[

--tii.-o"mikian

pula,

jika

subjek.kalimltnya persona.III singuraris digirnakan

,rfikr-+1

jiku

persona

III

dualis

^,

digunakan sufiks -sah,

danjika

sub]eknya p.rronu

III

pruralis digunakan sufiks

-nri.

2)

Jumlah

penyesuaian subjek aan" ue.6u

'parasmaipadam

seJuai dengan khasanah

nomina dan verba bahasa Sanskerta adalah b buah.

DAFTAR PUSTAKA

Booii,

Greet.2007. The_.Grammar

of

r*ord,

An

Introduction to Linguistic

Morphorogt.

Second Edition. Okford Univeisity press

Bungin,

S.

Sos.,

M.

Si.,

prof. Dr.

H.

Prenada Media Group.

M.

Burham. 2008. penelitian

Kualitatif,

Jakarta:

Djajaspdgrma,

T

Fatimah.2006. Metode Linguistik;

Ancangan Metode

penelitian

dan

Kaj ian. Bandung; Eresco

n"ro"H;jl;.

Martin. 2002.

(inderstanding

Morphorogt. London:

oxford

University

Keraf, Gorys. lggo. Linguistik Bandingan Tiporogis.Jakarta:

pr

Gramedia.

Langacker, Ronald

W.

1972. Fundamentals of Linguistic Analysis. Manis, carolyn Mc.

Dkk.

r9g7. Language Files. Amerika:

The

ohio

state University.

o'Graddy,

william,

Michael Dobrowolsky,

Mark

Aronoff

19g9. contemporary

Linguistics an Introduction. New

york:

St. Martin,s press.

Renja11,

-

Meiksyana Raynold. 2014.

"Pemahaman

dan

Kebertahanan Ekoleksikal

Kelautan Guyub Tutur Bahasa

Kei:

Kajian

Ekolinguistik;.'r"ri.

untuk program

Pascasad ana Universitas Udayana.

Saragih, Yansen

M.L

200g. "-penyesuaian (Agreemenr/ Subjek dan Kata

Kerja

dalam

Bahasa Ansus, papua" daram Jurnai tinguistiko,'

w;;;",

pengembangan

cakrawala

Lingaistilc Maret 200g,

vor.

r5.

rrro.

zs

ISSN

0g54-9163. Denpasar:

Program Magister

ts])

a31

ogtctgi

(S3) Linguistit< universiias udayana bekerja

sama dengan Masyarakat Linguistik hrdonesia-(MlD

C"t*t

B;li.

S oetandi. 20 0 l . Vy akar ana Tat a B ahas a S ans ker t a. Surabaya: paramita.

sudaryanto.1988.

Metode_-

Linguisti.

-Bagian

Kedua.Metode

dan

Aneka

.

Teknik Pengumpulan Data. yogyakarta: Cajai.Uada Unlversity fress.-- '

1993. Metode dan Aneka Teknik Anarisis Bahasa.yogyakarta:

Duta wacana

(16)

Gambar

Tabel  t  di  atas  menunjukkan  bahwa,  iika  subjek  karimat  bahasa  Asus  persona  I

Referensi

Dokumen terkait

Selama 8 (delapan) tahun kendaraan tersebut tidak pernah dilakukan pengujian kelaikan sejak tanggal 19 September 2005 sampai saat terjadinya kecelakaan. 2)

Jika setiap pelaksanaan Tugas yang dilakukan oleh Balai Pelaksana Teknis Bina Marga berpedoman secara maksimal pada salah satunya Undang – Undang Nomor 38 Tahun

I ndustri manufaktur Indonesia memiliki potensi untuk berperan sebagai Leading Sector penguatan perekonomian karena berkaitan dengan sektor lain dan bernilai tambah

Peneliti ingin mengungkap bagaimana perilaku produsen roti pada industri roti rumahan Seleste di Ganjar Agung 14/I dalam menjalankan usahanya dari mulai penggunaan

Pengeluaran rutin untuk keperluan harian yang selama ini kita keluarkan awalnya merupakan BIAYA!. Namun tidak demikian bagi

2) Masing-masing unit penangkapan bagan melakukan jumlah trip relatif sama dalam satu tahun, ukuran kapal dan mesin dianggap sama serta semua unit

2.5.3 Kepala sekolah, guru, Komite sekolah, pengelola kantin sekolah yang yang sudah mengikuti orientasi atau sosialisasi tentang UKS atau

Berdasarkan hasil analisa uji coba kotak palka, apabila nilai total moisture semakin tinggi maka nilai calorific value akan semakin rendah dan sebaliknya apabila