• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II METODOLOGI. b. Memperkenalkan jenis dari sticker yang dapat di output pada mesin digital indoor.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II METODOLOGI. b. Memperkenalkan jenis dari sticker yang dapat di output pada mesin digital indoor."

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II METODOLOGI

A. Tujuan dan Manfaat Perancangan 1. Tujuan Perancangan

a. Menawarkan sebuah produk yang dihasilkan dari mesin digital indoor.

b. Memperkenalkan jenis dari sticker yang dapat di output pada mesin digital indoor.

c. Membuat desain yang sangat berbeda dengan mengembangkan seni ornament bermotifkan saluran, daun dan bunga serta pembuatan ilustrasi kupu-kupu.

2. Manfaat Perancangan

a. Mengembangkan kreatifitas dalam pembuatan garskin dengan menentukan target sasaran.

b. Mengamati perkembangan alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat dan model-model dari alat komunikasi dari berbagai merek dengan pembuatan pola cutting.

c. Bagi masyarakat dapat mengenal seni ragam hias yang ada di nusantara dan pengembangan dari seni ragam hias.

(2)

B. Relevansi dan Konsekuensi Studi

Mengamati banyaknya jenis garskin yang di tawarkan dari produsen melalui situs, konter handpone yang dapat di cetak langsung ditempat. Garskin yang ditawarkan sangat bervariasi yang kesemua produk yang ditawarkan image/gambar kesemuanya berasal dari browsing dengan memanfaatan icon yang sedang guming saat ini, dengan target pasar yang secara acak.

Dengan mempelajari seni ragam hias yang berkembang dan dapat melakukan eksporasi secara bebas dalam melakukan kreatifitas yang tanpa batas dengan mengangkat berapa kelompok dari seni ragam hias, tumbuhan dan hewan kupu-kupu.

(3)

Gambar 3. Kerangka Berfikir.

D. Tema Desain

Berdasarkan tujuan dan kerangka berfikir yang ditetapkan, maka pemilihan tema desain untuk perancangan garskin ini adalah

1) Tema Sosial

Memperkenalkan seni ornament yang mengacu pada seni batik yang dapat berekspolari secara bebas dengan mengacu pada seni ragam hias nusantara.

2) Tema Budaya

Banyaknya ragam hias yang dimiliki dalam seni batik yang mempunyai makna yang terkandung. Penulis mencoba memperkenalkan dalam implentasikan sebagai sebuah acesories dalam alat komunikasi yang hampir semua orang memiliki alat komuniasi tersebut.

(4)

3) Tema Ipteks

Dengan pemanfaatan sebuat perkembangan dunia percetakan yaitu cetak digital khususnya dalam digital indoor yang dapat mencetak lebih halus dan baik daripada mesin digital outdoor dengan material yang memiliki permukaan halus dan licin.

4) Tema Ekonomis

Seperti yang sudah dijelaskan pada bab I. Mengenai ekonomisnya menggunakan cetak digital bila di kakulasi mulai biaya awal (pra cetak) biaya produksi hingga cetak dan finishing.

5) Tema Industri

Dengan memanfaatkan peluang melalui mesin digital dapat menjadikan peluang bisnis yang menjanjikan. Melalui pengembangan kreatifitas dalam membuat sebuah produk tanpa harus memiliki mesin.

E. Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data perancangan dilakukan dengan cara :

Dengan adanya bekal pengalaman dalam dunia digital indoor dan outdoor juga melihat peluang yang sudah dijalani besama dengan teman dalam pembuatan Garskin/Skin yang menarik dengan memanfaatkan mesin digital indoor. Ketertarikkan pada teknik digital dan teknik resin yang membutuhkan filling dalam melakukan setup dan troublesotting yang dialami selama proses pengerjaan berlangsung secara exsperiment.

(5)

1) Analisa SWOT

a) Strengths (Kekuatan)

Dengan mengumpulkan, mengadopsi dan menciptakan sebuah ilustrasi yang didukung dalam penggunaan warna-warna yang lebih berani dalam pembuatan karya.

b) Weaknesses (Kelemahan)

Belum bisa mengikuti perkembangan dengan memperbanyak perbendaharan dalam bermacam-macam type dan merek yang dikeluarkan produsen alat komunikasi. Mengikuti perkembangan harus diikuti dengan melakukan pembuatan pola cutting yang pas dengan size dari alat komunikasi.

c) Opportunities (Peluang)

Adanya peluang bisnis yang menarik. Menggali kemampuan dan kretifitas dan hasil finishing yang bisa mengikuti treand dan daya jual yang tepat dalam melakukan perancangan dan sasaran target yang dituju dalam melakukan pengenalan produk.

d) Threats (Ancaman)

Banyaknya pelaku yang membuat dan merancang dalam pembuatan graskin ini dengan penyiasatan dari penggunaan material, mesin digital, chemical, hingga proses finishing. Mulai turunnya daya minat dan kejenuhan dalam melakukan ekspolasi untuk menciptakan suatu karya yang bisa menarik minat konsumen.

(6)

2) Analisa 4W1H 1. What?

Banyaknya pengguna alat komunikasi dan perlunya menggali kemampuan dalam menciptakan suatu karya yang akan di implementasikan kedalam sebuah media.

2. When?

Combinasi ragam hias, ilustrasi penggunaan warna yang tepat antara view monitoring dengan hasil output digital printing indoor memerlukan filling/ imsting yang kuat dan perlunya pengalaman dan uji coba dan menentukan hasil finishing yang akan digunakan.

3. Who?

Pengguna alat komunikasi yang butuh style yang menarik, unik untuk fashion dan pelindungan terhadap alat komunikasi.

4. Where?

Melakukan eksperiment bentuk dan penggunaan warna yang menarik dan proses finishing nyang lebih detail. Meningkatkan rasa ingin tahu dan melihat sebuah peluang dengan terus berkarya.

5. How?

Melakukan Publikasi produk dengan menitipkan kepenjualan Accecories Handphone dan membuka Stand penjualan produk.

(7)

3) Pendekatan Kuantitatif a) Studi Pustaka / Literatur

Mengumpulkan data dengan cara mencari dan membaca buku-buku atau media cetak lain seperti majalah dan lainnya mengenai pengetahuan yang bersangkutan dengan studi perancangan.

b) Internet

Mengumpulkan data dengan cara browsing website yang berhubungan dengan studi perancangan garskin, yang memiliki informasi atau data yang mendukung.

4) Pendekatan Kualitatif a) Observasi

Melakukan pengamatan proses pengerjaan garskin mulai pemilihan picture, hingga mengimplentasikan kedalam pola cutting.

b) Wawancara

Mengumpulkan data dengan cara mewawancarai pelaku bisnis dan operator mesin digital indoor.

5) Percetakan

Pada saat ini ada lima macam teknik cetak yang umumnya digunakan, yaitu

a. Cetak Offset (cetak datar)

Proses cetak yang bagian cetak (area cetak/elmusi) yang menerima tinta bagian sama datar dengan yang tidak menerima tinta. Menggunakan plate cetak convensional, plate Ctp, master basah, master kering. Yang proses cetaknya

(8)

bagian gambar, teks yang terkena tinta akan mengalihkan tinta kebalangket. Teknik yang paling umum digunakan untuk mencetak brosur, buku, majalah, tabloid, Koran, kalender dan lain sebagainya.

b. Flexografi/Cetak Tinggi

Menggunakan klise, toyobo (terbuat dari karet sitentis) bagian yang tinggi akan terkena tinta dengan posisi klise mirror (tidak terbaca/terbalik). Banyak digunakan untuk mencetak di atas karton gelombang atau untuk label kemasan produk. Digunakan juga untuk mesin pond, polymas, emboss, poporasi, ril atau tasmenggunakan pisau pond, cacah, poporasi real dan lain sebagaina masih menggunakan mesin cetak tinggi karena yang dipergunakan press printingnya yang masih bisa bertahan sampai saat ini.

c. Rotogravure/Cetak Dalam

Menggunakan acuan cetaknya : toyobo, klise. Teknik cetak ini kebalikan dari cetak tinggi yaitu bagian dalam yang menampung tinta yang mengalihkan ke media cetak. Umumnya untuk mencetak security printing sebagai tanda air pada cetakan kertas berharga seperti : uang, prangko, materai, sertifikat, ijasah, label berbahan plastic. Juga untuk kemasan produk yang berupa kardus yang terdapat berapa lapisan yang bagian tengahnya bergelombang atau rongga udara yang biasanya terdiri berapa lapisan sesuai dengan kebutuhan dari kemasan kardus tersebut.

d. Sablon/Cetak Saring/Screen Printing

Screen Printing bagian yang mencetak berlubang atau berpori-pori sesuai dengan image cetak dan bagian yang tidak

(9)

menggunakan screen yang mempunyai berapa nomor screen sesuai dengan kebutuhan cetak. Cetak saring ini di gunakan untuk pekerjaan yang tidak mampu dilakukan pada mesin cetak lainnya dengan diatas segala media dengan system transfer. Banyak digunakan untuk mencetak kaos, kain, mug, Spanduk, kartu nama, undangan dan lain-lain.

e. Digital Printing

Proses cetak gambar/citra digital kepermukaan material atau media fisik. Dapat juga dikatakan personalisasi pada gambar yang dicetak atau customize. Personalisasi ini kita kenal dengan istilah “Variable Data Printing”.

Cocok untuk kebutuhan mencetak dalam waktu singkat dengan Quantity yang tidak terlalu besar. Volume/jumlah yang terbatas dalam istilah percetakan minimum order yang dalam kakulasi cetak tidak mugkin dapat diterapkan pada mesin cetak karena biaya cetak yang tinggi. Biasanya banner, poster, spanduk, dan lain-lain. Berkaitan dengan industri promosi baik dalam ruang/indoor juga luar ruang atau outdoor.

1. Digital Paper

Dengan media yang berbeda sesuai dengan mesin digital laser jet menggunakan toner dan digital ink jet menggunakan tinta berbasis solven, cairan dengan density tertentu sesuai dengan karakristik mesin digital yang digunakan. Digital paper menggunakan kertas hingga ke carton untuk kertas mulai 60 gram hingga 120 gram sedangkan 150 gram hingga 260 gram untuk gramatur diatas 260 sudah dikelompokan sebagai duplek. Dengan size yang berbeda-beda mulai dari size A3 size 297mm x 420mm, A3+ size 325mm x 480mm,

(10)

A2 size 420mm x 594 mm, A1 size 594 mm x 840 mm, A0 size 840 mm x 1188 mm)

2. Digital Indoor

Untuk digital printing indoor karena tinta yang digunakan adalah bersifat water base (berbahan dasar kimia air) jadi mempunyai kelemahan jika dipapar sinar UV/matahari tidak akan bertahan lama warna akan memudar.

Finishing cetakan digital indoor selalu dilakukan pemberian dilapisi pelindung/dilaminasi ini untuk melindungi cetakan anda dari air,goresan dan goresan. Laminasi sendiri terdiri dari 2 jenis yaitu

Matte dan Glossy.Matte bersifat sedangkan glossy akan dibandingkan matte, oleh karena itu pemilihan laminasi disesuaikan dengan penempatan yanag ingin dibuat.

3. Digital Outdoor

Pada digital outdor sama saja proses kerjanya dengan indoor yang membedakan hanya tinta yang dipergunakan bersifat solfen yang tahan terhadap segala cuaca tergantung media yang dipergunakan. hanya hasil output dari digital indoor lebih kasar karena jarak pulas pass dari indoor sangat berbeda, dengan setting di rip Hight Quality Printing dengan mengatur jalannya head bias dipergunakan slow, standard dan fast.

Gambar

Gambar 3. Kerangka Berfikir.

Referensi

Dokumen terkait

Factors related to fatigue in Chinese patients with end-stage renal disease receiving maintenance hemodialysis: a multi-center cross-sectional study. Validation of

Penelitian oleh I Gede Marsaja (2008) menyatakan bahwa dadia atau dusun Tihing memiliki angka tuli bisu yang cukup tinggi, dikarenakan masyarakat dengan dadia

Berdasarkan hasil penelitian dan pem- bahasan dapat diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) prinsip-prinsip Cognitive Load Theory dalam bahan ajar geometri SMP yang

Pentingnya penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana wajib pajak patuh dalam membayar pajaknya; untuk menguji kesadaran wajib pajak, pengetahuan dan pemahaman tentang

Apabila pemain yang hadir pada hari pertandingan tidak sama dengan data yang diterima panitia, pemain tersebut tidak diperbolehkan bermain.. Jika cuaca hujan,

2) Daya elektro-motoris termo adalah sifat bahan yang sangat penting sekali terhadap dua titik kontak yang terbuat dari dua bahan logam yang berlainan jenis, karena dalam

Berdasarkan penelusuran dan keikutsertaan dalam perkuliahan di program pascasarjana baik tingkat magister maupun doktoral serta dari pengalaman mengampu beberapa mata

Perkembangan masyarakat Indonesia pada saat ini dalam menghadapi era globalisasi yang penuh dengan tantangan dan kemungkinan yang bisa terjadi seakan-akan masyarakat Indonesia