• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURVEI MINAT BERMAIN SEPAK BOLA PADA SISWA PUTERA MIN 7 ACEH TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SURVEI MINAT BERMAIN SEPAK BOLA PADA SISWA PUTERA MIN 7 ACEH TENGAH"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

SURVEI MINAT BERMAIN SEPAK BOLA PADA

SISWA PUTERA MIN 7 ACEH TENGAH

Skripsi

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Yohanda NIM: 1611070009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI FAKULTAS

KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BINA

BANGSA GETSEMPENA

BANDA ACEH TAHUN 2021

(2)

PERSETUJUAN KOMISI PENGUJI

SURVEI MINAT BERMAIN SEPAK BOLA PADA SISWA PUTERA SEKOLAH MIN 7 ACEH TENGAH

diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh: Yohanda NIM. 1611040009

Skripsi ini telah diujikan pada tanggal 24 Februari 2021 dan telah disempurnakan berdasarkan saran dan masukan komisi dewan penguji.

Ketua/Pembimbing I/Penguji IV, Sekretaris/Pembimbing II/Penguji III,

Zikrur Rahmat, M.Pd Irfandi, M.Or NIDN. 0131078402 NIDN. 0120128601

Penguji I, Penguji II,

Cut Marlini. M.Pd Munzir, M.Pd NIDN. 1327088402 NIDN. 1301018301

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL... i

KATA PENGANTAR ... ii

LEMBAR PENGESAHAN SIDANG ... iv

HALAMAN PERSETUJUAN KOMISI PENGUJI ... v

LEMBAR PENGESAHAN KELULUSAN ... vi

MOTTO ... vii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ... viii

DAFTAR ISI ... ix ABSTRAK ... xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Permasalahan ... 5 1.3 Tujuan Penelitian ... 5 1.4 Manfaat Penelitian ... 5 1.5 Penegasan Istilah... 6 1.5.1 Survei ... 6 1.5.2 Minat ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Survei dan Minat ... 8

2.2 Bentuk-Bentuk Minat ... 10

2.3 Faktor yang Mempengaruhi Minat ... 11

2.4 Cara Menentukan Minat ... 14

2.5 Motivasi Melakukan Olahraga ... 15

2.6 Bermain Sepak Bola ... 17

2.7 Sejarah Permainan Sepak Bola ... 18

2.8 Teknik Dasar Sepakbola ... 21

2.9 Anak Usia Sekolah MIN ... 22

2.10 Perkembangan Kemampuan Gerak Anak Usia Sekolah MIN ... 24

2.11 Kerangka Berpikir ... 29

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian ...30

3.2 Populasi Penelitian ...30

3.3 Sampel Penelitian ...30

3.4 Variabel Penelitian ...32

3.5 Teknik Pengambilan Data ...32

3.6 Metode Pengumpulan Data ...33

3.7 Pelaksana Penelitian ...36

3.8 Analisis Data Penelitian ...36

3.9 Penerapan Data Sesuai dengan Pendekatan Penelitian ... 37

BAB IV PEMBAHASAN DATA HASIL PENELITIAN 4.1 Data Hasil Penelitian ...40

4.1.1 Faktor Ketertarikan ... 41

4.1.2 Faktor Perhatian ... 43

4.1.3 Faktor Kebutuhan ... 44

4.2 Pembahasan Data Hasil Penelitian ... 45

4.2.1 Faktor Ketertarikan ... 46

4.2.2 Faktor Perhatian ... 47

4.2.3 Faktor Kebutuhan ... 48 ix

(4)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan dan Saran ...51

5.2 Saran – Saran ...52 DAFTAR PUSTAKA ...53 LAMPIRAN – LAMPIRAN DOKUMENTASI SURAT MENYURAT DATA TABEL DATA ANGKET x

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jenis olahraga sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang sangat top/dikenal dan digemari masyarakat yang ada diseluruh dunia. Demikian juga di Indonesia, permainan ini dikenal dan dimainkan oleh sebagian besar lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja maupun orang tua, bahkan para wanitapun sekarang juga menggemari dan memainkan. Sehingga tidaklah salah apabila di Indonesia sepakbola disebut sebagai olahraga rakyat. Di Indonesia diurusi oleh organisasi yang bernama persatuan sepak bola seluruh indonesia ( PSSI ).

Kegiatan olahraga ditanah air masih memerlukan perhatian dan pembinaan khusus, baik dalam usaha mencari bibit-bibit yang baru maupun dalam usaha meningkatkan prestasi atlet. Olahraga dilakukan tidak hanya semata-mata mengisi waktu senggang atau hanya sekedar memanfaatkan fasilitas yang tersedia, namun lebih dari itu seperti yang dikemukakan oleh (M. Sajoto, 2012 : 10) bahwa: ada empat dasar tujuan manusia melakukan olahraga sekarang ini yaitu: (a). mereka yang melakukan olahraga untuk rekreasi, (b). tujuan pendidikan, (c). mencapai tingkat kesegaran jasmani tertentu, (d). mencapai sasaran atau prestasi tertentu. Dalam upaya menggapai prestasi yang baik maka pembinaan harus dimulai dari pembinaan usia dini dan atlet muda berbakat sangat menentukan menuju tercapainya mutu prestasi optimal dalam cabang olahraga sepakbola. Bibit atlet yang unggul perlu pengolahan dan proses kepelatihan secara

(6)

ilmiah, barulah muncul prestasi atlet semaksimal mungkin pada umur- umur tertentu. Atlet berbakat umur muda dapat ditemukan disekolah-sekolah (SD, SLTP, SLTA), Klub, pemuda dan kampung-kampung. (Suharno HP, 2016 : 33 ). Untuk itu dilakukan pemanduan bakat dalam hal ini peranan guru olahraga di Sekolah lanjutan tingkat pertama sangat besar peranannya dalam memberikan pengarahan dan penjelasan mengenai sepak bola dan peranan guru pada khususnya sangat diperlukan mengingat sifat psikologis dan sosial yang ada pada anak sekolah lanjutan tingkat petama.

Faktor minat juga sangat penting selain teknik- teknik dasar bermain sepakbola sebagai salah satu cara untuk mengefektifkan palaksanaan proses pembinaan pemain sepak bola dalam rangka pemanduan bakat dan minat. Bila minat disepakati sebagai salah satu faktor yang sangat berperan dalam olahraga sepak bola dalam hal ini seberapa jauh minat siswa putra dalam bermain sepak bola. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk lebih mengefektifkan proses pembinaan dan pembibitan. Perlu diteliti lebih jauh tentang minat siswa putra dalam olahraga sepak bola sehingga nantinya kesepakatan ini merupakan faktor yang bisa dipertanggung jawabkan dan dengan penelitian tentang minat siswa putra dalam hubungan dengan pelaksanaan proses pembinaan dan pembibitan olahraga sepak bola akan membuka wawasan atau persoalan baru yang mungkin bisa dibuktikan.

Seiring dengan perkembangan zaman anak sudah sangat jarang bermain sepak bola, dikarenakan mereka sudah sangat disibukkan dengan handphone yang didalamnya terdapat berbagai jenis game, bahkan lebih ironisnya lagi mereka

(7)

sering pergi ke warnet untuk mengakses dan melanjutkan bermain game tersebut. Sehingga mengakibatkan mereka sudah sangat jarang untuk berolahraga apalagi ditengah pandemic Covid-19 seperti sekarang ini, para siswa maupun anak dirumah diwajibkan untuk berolahraga agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh mereka.

Sebagai salah satu sekolah MIN 7 Aceh Tengah merupakan salah satu yang berpotensi dalam olahraga sepak bola namun sangat disayangkan dengan letak yang dipandang cukup strategis karena berada dalam teritorial Aceh Tengah belum pernah melahirkan sosok pemain sepakbola yang berkiprah dalam kancah persepak bolaan regional dan bahkan nasional dikarenakan minat dan animo siswa tersebut tergolong rendah. Aceh Tengah sebagai salah satu sekolah sampai saat ini berjumlah memiliki prestasi yang baik, dan belum terlahir pemain-pemain yang berkualitas didaerah ini dan sedikit lembaga pembinaan pembibitan pemain sepak bola atau klub sepak bola yang ada di wilayah Aceh Tengah dan kurangnya mengikuti kompetisi-kompetisi baik ditingkat Kabupaten maupun Provinsi.

Sehingga perlu ada penelitian di Aceh Tengah yang fokus pada usia 9 hingga 10 tahun. Pembinaan usia dini dimulai d ari usia 9-10 tahun yang merupakan usia anak kecil sampai akan menuju remaja hingga dewasa. Jika

diklasterisasikan dibidang pendidikan maka anak usia 9 – 10 tahun berada di

bangku MIN kelas IV dan V. Mengingat kelengkapan fasilitas di MIN 7 Aceh Tengah berbeda-beda baik dari segi lapangan maupun kelengkapan-kelengkapan lain serta wilayah yang sangat luas serta letak sekolah lanjutan tingkat

(8)

pertama yang mudah terjangkau oleh transportasi tapi membutuhkan waktu yang lama karena dari sekolah satu dengan yang lain sangat berjauhan dan didaerah terpencil maka dengan itu peneliti menetapkan pada MIN 7 Aceh Tengah, disekolah ini animo dan minat siswa sangat rendah dalam meningikuti permainan sepak bola.

Realias yang terjadi adalah terutama cara dan teknik bermain sepak bola siswa MIN 7 Aceh Tengah masih kurang menguasai dan terkesan asal-asalan dalam bermain, serta dibumbui dengan minat mereka masih kurang yang terjadi pada siswa MIN 7 Aceh Tengah.

Atas dasar alasan dan beberapa pertimbangan diatas peneliti akan mengadakan penelitian tentang minat bermain sepak bola pada siswa MIN 7 Aceh Tengah.

Secara singkat alasan utama pemilihan judul dari survei minat bermain sepakbola pada siswa MIN 7 Aceh Tengah adalah sebagai berikut:

1) Seberapa besar minat anak bermain sepak bola merupakan masalah yang

menarik untuk dikaji agar lebih mengefektifkan proses pembinaan dan pembibitan pemain sepak bola terutama pada lembaga pendidikan formal.

2) Apakah pada saat ini anak-anak mulai berkurang minat dalam bermain sepak

bola disebabkan ada jenis permainan lain yang akhir-akhir ini digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa.

3) Bagaimanakah animo minat dan bakat anak dapat tumbuh dan berkembang

sesuai dengan peran guru, orang tua dalam mengarahkan dan menganjurkan terutama dalam menitik fokuskan pada bidang tertentu.

(9)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan pada latar belakang maka menjadi rumusan dalam kajian penelitian adalah :

1. Adakah minat anak untuk bermain sepak bola pada siswa putera MIN 7

Aceh Tengah?

2. Berapa besar minat anak bermain sepak bola pada siswa MIN 7 Aceh

Tengah?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini tidak terlepas

dari permasalahan yang ada, tujuan tersebut adalah :

1. Untuk mengetahui minat anak bermain sepak bola pada siswa MIN 7 Aceh

Tengah.

2. Untuk mendapatkan sejumlah data valid tentang seberapa besar minat anak

bermain sepak bola pada siswa putra MIN 7 Aceh Tengah

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.4 Manfaat Praktis

1.4.1 Manfaat bagi mahasiswa adalah untuk memperluas wawasan

mahasiswa mengenai minat bermain sepak bola pada siswa MIN 7 Aceh Tengah

1.4.2 Manfaat dilapangan/sekolah adalah agar pihak sekolah dapat

mengetahui sejauh mana minat siswa dalam permainan sepak bola

(10)

dan memperoleh sejumlah informasi mengenai bibit pemain sepak bola di daerah tersebut.

1.5 Penegasan Istilah

Sehubungan dengan judul diatas, supaya tidak terjadi salah penafsiran istilah yang dibicarakan dalam penelitian ini maka istilah yang meliputi :

1.5.1 Survei

1.5.2 Metode survei adalah metode penelitian yang mengambil sampel

dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. (Masri Singarimbun 2019: 3). Menurut Van Dalen yang dikutip dalam (Suharsimi Arikunto 2012: 93) mengatakan bahwa survei merupakan bagian dari studi deskriptif yang bertujuan untuk mencari kedudukan (status) fenomena (gejala) dan menentukan kesamaan status dengan yang sudah ditentukan. Survei yang dimaksud dalam penelitian ini adalah cara pengumpulan data dari sejumlah unit atau individu untuk memperoleh data-data dari gejala-gejala yang ada dalam waktu (atau jangka waktu), umtuk membuat rencana dan mengambil keputusan di masa mendatang..

1.6 Minat

Minat adalah kecendrungan untuk merasa tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang, sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu. (J.T. Lobby loekman 2014: 20) Didalam kamus bahasa indonesia minat diartikan sebagai perhatian, kesukaan (kecendrungan hati) pada sesuatu dan

(11)

keinginan. (W.J.S Poerwadarminta 2016: 225). Dalam penelitian ini minat diartikan "keadaan jiwa yang dengan keadaan sadar yang menimbulkan rasa tertarik terhadap permainan sepak bola".

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Upaya yang telah dilakukan untuk mencegah penularan malaria mengacu pada pedoman manajemen malaria antara lain memberikan pengobatan pada penderita dan pencegahan

Dengan asumsi bahwa latar belakang kelas sosial ekonomi orang tua merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi motif konsumen dalam pembelian barang

Tingkatkan Jalinan kerjasama yang baik dengan nasabah agar tingkat penjualan polis juga semakin meningkat, dengan pemberian bingkisan seperti payung, jam dinding dan

Android merupakan sistem operasi yang tertanam pada smartphone. Pengguna smartphone dengan sistem operasi android sangat tinggi, rata- rata setiap orang

Secara aspek hukum dan sejarah, Tambrauw di mekarkan sejak tahun 2008 dengan kabupaten induk kabupaten Kabupaten Sorong yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 56

[r]

faktor : 1) Pernyataan Pemerintah tentang optimisme swasembada beras di.. Tahun 2008; 2) Posisi harga beras dunia yang tidak stabil dan cenderung lebih. tinggi dari HPP; 3)

Perbedaan model komunikasi yang dipilih antara pertemuan langsung dengan email pada staf audit yang berhadapan dengan manajemen klien yunior diprediksi akan