54
VI. ARSITEKTUR STRATEGI CIAPUS BROMEL
6.1. Visi dan Misi Ciapus BromelDalam upaya penyusunan suatu perencanaan strategi dari suatu organisasi, maka analisis visi dan misi merupakan unsur atau komponen yang paling penting dilakukan. Langkah ini perlu dilakukan karena segala aktivitas dan rencana yang akan dilakukan oleh perusahaan, harus selaras dengan visi dan misi yag telah dirumuskan. Visi dan Misi Ciapus Bromel belum dituangkan secara tertulis dan belum dikomunikasikan ke seluruh karyawan Ciapus Bromel. Dari hasil wawancara dengan pemilik, dapat diidentifikasi visi perusahaan adalah menjadi perusahaan bromelia terkemuka yang menghadirkan nuansa tropis penuh warna di tengah masyarakat Indonesia. Untuk mencapai visi tersebut Ciapus Bromel memiliki beberapa misi, yaitu; (1) menjamin ketersediaan bromelia yang berkualitas; (2) memberlakukan bromelia sebagai suatu fashion; (3) menjadikan bromelia sebagai tanaman taman di Indonesia; (4) menciptakan dan menjaga hubungan yang kondusif dengan stakeholder.
Ketidaktertulisan visi dan misi secara jelas merupakan suatu yang harus dibenahi oleh Ciapus Bromel. Visi dan misi yang tidak jelas akan mengaburkan tujuan yang ingin dicapai oleh Ciapus Bromel. Efek negatif ketiadaan visi dan misi adalah Ciapus Bromel sulit untuk mewujudkan cita-citanya dalam rentang waktu yang telah ditetapkan. Lebih jauh lagi, ketidakjelasan visi dan misi akan menyulitkan untuk membangun komitmen, kesadaran, dan atmosfer yang sama guna mencapai cita-cita Ciapus Bromel. Perumusan visi dan misi secara dini akan memungkinkan Ciapus Bromel untuk menjadi market leader di Industrinya karena sudah ada arahan yang jelas bagi stakeholder internal untuk melangkah mencapai cita-citanya.
6.2. Tujuan Ciapus Bromel
Untuk menggapai salah satu misinya, yaitu menjadikan bromelia sebagai tanaman taman di Indonesia serta mengantisipasi fluktuasi nilai penjualannya, Ciapus Bromel memiliki tujuan menjadi suplier kontraktor taman dan landscaper di Indonesia. Dengan demikian, Ciapus Bromel bukan hanya bertindak sebagai penjual bromelia dalam bentuk tanaman pot tetapi juga akan bertindak sebagai
55 penjual bromelia dalam bentuk tanaman landscape Untuk tahapan awal penggapaian misinya tersebut, Ciapus Bromel memperkecil ruang lingkup wilayah tujuan yaitu menjadi Jabodetabek. Pembatasan ruang lingkup tersebut didasarkan pada kondisi sumberdaya Ciapus Bromel yang belum dapat mengcover permintaan secara nasional. Menurut pemilik perusahaan, keberhasilan pencapaian tujuan pada lingkup Jabodetabek akan menjadi barometer untuk pengembangan pasar dalam lingkup nasional.
6.3. Analisis Lingkungan Perusahaan 6.3.1. Lingkungan Internal
1) Manajemen
Ditinjau dari fungsi manajemen, Ciapus Bromel telah menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pemberian motivasi, pengelolaan staf, dan pengendalian. Namun fungsi manajemen tersebut masih dikelola secara sederhana.
a) Perencanaan
Perencanaan produksi yang dilakukan perusahaan berupa penentuan jumlah bromelia yang akan diperbanyak untuk memenuhi stok indukan dan penjualan. Perencanaan produksi dilakukan setiap satu bulan sekali oleh manajer pengelola dan koordinator lapangan. Perencanaan tersebut belum dituangkan secara tertulis sedangkan untuk kegiatan pembelian input dan kegiatan penambahan varietas bromelia, perusahaan tidak merencanakannya secara khusus. Waktu maupun kuantitas pembelian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk aktivitas pemasaran, perencanaan pemasaran berupa penentuan harga dan varietas bromelia yang akan dimasukkan dalam katalog pihak PT Godongijo Asri. Perubahan harga dan penentuan varietas yang masuk dalam katalog PT Godongijo Asri dilakukan setiap tahun sekali oleh pemilik Ciapus Bromel dan manajer pengelola. Berkaitan dengan rencana perwujudan misi Ciapus Bromel untuk menjadikan bromelianya sebagai standar tanaman taman di Indonesia, Ciapus bromel akan melakukan ekspansi pasar ke industri properti residensial dan komersial. Rencana tersebut belum sepenuhnya
56 dikomunikasikan kepada karyawan tetapnya. Proses evaluasi perencanaan juga telah dilakukan oleh perusahaan berupa evaluasi pemasaran. Evaluasi pemasaran dilakukan Ciapus Bromel ketika melakukan perencanaan harga dan varietas bromelia yang akan masuk dalam katalog PT. Godong Ijo Asri. Evaluasi pemasaran berupa pembahasan penjualan Ciapus Bromel di sepanjang tahun tersebut. Hasil evaluasi pemasaran digunakan sebagai bahan pertimbangan perencanaan kegiatan pemasaran berikutnya.
Ciapus Bromel belum menetapkan visi, misi, dan tujuan perusahaan sebagai suatu bentuk perencanaan tertulis. Hal ini pada akhirnya menjdi salah satu faktor penyebab belum adanya target ataupun sasaran tertulis untuk semua kegiatan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
b) Pengorganisasian
Pengorganisasian telah dilakukan Ciapus Bromel. Deskripsi pekerjaan dan koordinasi telah dijalankan di dalam manajemen Ciapus Bromel sehingga secara umum masing-masing karyawan mengetahui apa yang menjadi tugasnya dan harus bertanggung jawab dengan siapa. Akan tetapi departementalisasi belum lengkap secara fungsional. Hal ini mengakibatkan timbulnya rangkap jabatan bagi individu tertentu. Misalnya koordinator lapangan yang menjalankan semua kegiatan, baik budidaya, pemasaran, dan administrasi. Kondisi tersebut mengakibatkan kurang optimalnya kinerja karyawan, terutama karyawan yang menjalankan multi aktivitas. Selain itu, pembagian tanggung jawab secara spesifik dibidang budidaya juga belum dilakukan oleh Ciapus Bromel. Misalnya penunjukan karyawan yang bertanggung jawab untuk kegiatan repotting, out of name, pemeliharaan, dan lainnya. Hal tersebut menyebabkan adanya kesalahpahaman antara karyawan budidaya mengenai siapa yang bertanggung jawab untuk masing-masing aktivitas tersebut.
c) Pemberian motivasi
Pemberian motivasi bagi karyawan telah dilakukan oleh perusahaan. Pemberian motivasi tersebut berupa pemberian tunjangan hari raya sebesar gaji pokok karyawan, promosi jabatan jika kinerja karyawan dinilai baik oleh pemilik dan manajer pengelola, dan pemberian reward jika
57 pendapatan dari penjualan bromelia di pameran tunggal mencapai nominal Rp 30.000.000,00. Komisi yang diberikan sebesar 20 persen dari hasil penjualan. Kepribadian Chandra Gunawan selaku pemimpin perusahaan secara tidak langsung juga memberikan motivasi karyawan untuk bekerja secara jujur, tekun, dan optimal.
d) Fungsi pengelolaan karyawan
Ciapus Bromel menerapkan sistem perekrutan secara kekerabatan. Sistem tersebut menguntungkan bagi perusahaan karena manajemen lebih mengetahui kepribadian karyawannya sehingga tingkat kepercayaan terhadap karyawan juga tinggi. Tingginya tingkat kepercayaan teradap karyawan, menciptakan iklim kondusif bagi karyawan untuk bekerja. Hal lain yang memberikan keuntungan dari penerapan sistem perekrutan kekerabatan adalah kemudahan dalam mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan tugas, wewenang, dan informasi tanpa mengalami penolakan atau hambatan-hambatan dari karyawan perusahaan.
Disiplin kerja juga telah diterapkan di Ciapus Bromel walaupun belum dilakukan secara tertulis. Ciapus Bromel telah mengikat karyawannya dengan kesepakatan di awal mengenai aturan perizinan dan sanksi bagi karyawan.
e) Pengendalian
Kegiatan pengendalian yang dilakukan perusahaan berupa laporan keuangan setiap bulannya, baik pendapatan maupun pengeluaran. Pengendalian persediaan bromelia juga telah dilakukan oleh perusahaan dengan melakukan out of name terhadap semua varietas yang ada di Ciapus Bromel. Out of name tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah stok tanaman tiap bulannya sebagai pertimbangan dalam perencanaan perbanyakan. Bentuk pengendalian lain adalah aktivitas monitoring yang dilakukan pemilik perusahaan setiap dua minggu. Pengendalian tersebut memotivasi karyawan untuk bekerja secara optimal dan menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam perencanaan.
58 2) Pemasaran
Dari sisi sumberdaya manusia, Ciapus Bromel diuntungkan dengan adanya link pemilik terkait dengan berbagai stakeholder yang terkait dengan bisnis tanaman hias. Selain itu,latarbelakang dan pengalaman manajer pengelola juga turut berkontribusi dalam memperkenalkan dan membangun kepercayaan pembeli terhadap bromelia Ciapus Bromel. Namun dari sisi organisasi, Ciapus Bromel, tidak memiliki departemen atau bagian khusus yang menangani pemasaran.
Ciapus Bromel hanya memiliki satu karyawan tetap yang mempunyai pengalaman dibidang pemasaran tanaman hias. Karyawan tersebut adalah manajer pengelola. Namun, manajer pengelola mempunyai usaha lain dibidang tanaman hias sehingga tidak bisa fokus dalam menangani kegiatan pemasaran Ciapus Bromel. Manajer pengelola hanya berpengalaman dalam memasarkan tanaman hias dipasar konsumen, dengan demikian jika ditinjau dari kepribadian, latar belakang pendidikan, dan ketiadaan pengalaman manajer pegelola terkait dengan rencana ekspansi pasar ke landscaper dan kontraktor tanaman, maka akan sulit bagi manajer pengelola dalam mempengaruhi (membuat strategi) serta bernegosiasi dengan pihak target tersebut. Oleh karena itu Ciapus Bromel memerlukan karyawan yang handal dan fokus dalam kegiatan pemasaran.
Salah satu unsur dalam strategi pemasaran adalah bauran pemasaran. Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran. Bauran pemasaran merupakan inti bagi kegiatan pemasaran, yaitu meliputi variabel mana saja yang dapat dikendalikan perusahaan untuk mempengaruhi reaksi pembelian (Tjiptandi 2008).
a) Bauran produk
Produk yang ditawarkan Ciapus Bromel berupa bromelia dengan berbagai varietas. Secara umum ada lima golongan bromelia yang ditawarkan Ciapus Bromel, meliputi Neogerelia, Guzmania, Aechema, Imperialis, dan Tilandsia. Dari lima golongan tersebut, Ciapus Bromel memiliki 400 varietas. Di mana hanya 243 varietas yang mempunyai
59 nama sedangkan sisanya merupakan mutasi dari tanaman indukan. Bromelia hasil mutasi belum memiliki nama sehingga belum dapat dipasarkan. Dari tahun 2007 hingga tahun 2010, Ciapus Bromel telah melaunching 78 varietas sedangkan 169 varietas lainnya belum memenuhi syarat penjualan dan dipersiapkan sebagai stok launching. Berkaitan dengan rencana ekspansi pasarnya, Ciapus Bromel berencana akan mulai menggolongkan bromelia berdasarkan daya serap bromelia terhadap sinar matahari. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kegunaan bromelianya bagi kontraktor taman dan landscaper.
Bromelia merupakan suatu komoditas, sehingga tidak ada diferensiasi antara bromelia Ciapus Bromel dengan bromelia di tempat pesaing. Perbedaan dibandingkan lima pesaing terletak di keragaman varietas yang dimiliki Ciapus Bromel (Tabel 4). Varietas bromelia di Ciapus Bromel lebih variatif bahkan semua pesaing membeli indukan dari Ciapus Bromel. Varietas yang beragam bisa menjadi kekuatan maupun kelemahan Ciapus Bromel. Menjadi kekuatan karena tanaman hias ibarat suatu fashion, sehingga pelaku bisnis harus selalu menyajikan suatu yang baru agar bromelia tidak ditinggalkan oleh pasar terutama pasar konsumen. Varietas yang beragam juga bisa menjadi sebuah kelemahan jika dikaitkan dengan kapasitas green house dan biaya perawatan yang lebih banyak untuk mempertahankan varietas-varietas tersebut.
Ciapus Bromel menjual bromelia dalam delapan jenis ukuran pot. Namun yang paling banyak diproduksi adalah pot ukuran S, L, M, dan XL, dengan pertimbangan ukuran pot tersebut paling laku terjual. Selain itu berdasarkan hasil kuesioner kepada 30 kontraktor taman dan landscaper, 80 persen responden menyatakan bahwa ukuran tanaman yang dipakai untuk groundcover adalah ukuran S serta untuk point of view dan border adalah ukuran M.
b) Bauran promosi
Kegiatan promosi merupakan usaha komunikasi yang diterapkan untuk memberitahu, mengenalkan, dan mempengaruhi konsumen mengenai produknya yang dapat dilakukan dengan berbagai sarana. Kegiatan
60 promosi yang dilakukan Ciapus Bromel untuk pasar konsumen namun dinilai pemilik sebagai bagian proses promosi kepada pasar residensial dan komersial adalah kegiatan promosi melalui personal selling. Promosi melalui personal selling dilakukan dalam bentuk pameran. Pameran cukup efektif memperkenalkan keberadaan bromelia di kalangan masyarakat. Kegiatan pameran umumnya dilakukan di mal-mal di kawasan Jabodetabek. Mal-mal dipilih karena salah satu target pasar Ciapus Bromel merupakan konsumen akhir golongan pendapatan menengah ke atas.
Jika ditinjau dari pasar properti residensial dan komersial, menurut kontraktor taman Rancamaya dan Pendiri IALI pada umumnya owner dari properti residensial dan komersial adalah masyarakat golongan menengah ke atas. Sehingga adanya pameran ini diharapkan akan meningkatkan permintaan para owner terhadap bromelia. Hal tersebut akan mempermudah Ciapus Bromel dalam proses mempengaruhi landscaper dan kontraktor taman untuk membeli bromelia Ciapus Bromel. Hingga Mei tahun 2010, belum ada kegiatan promosi secara langsung yang dilakukan Ciapus Bromel untuk para landscaper dan kontraktor taman. Menurut pemilik Ciapus Bromel, rencana kegiatan promosi untuk para landscaper dan kontraktor taman akan dilakukan dalam bentuk presentasi penjualan.
c) Bauran distribusi
Kegiatan distribusi merupakan cara yang dilakukan perusahaan untuk mengantarkan barang ke tangan kosumen pada waktu yang tepat. Rencana distribusi bromelia Ciapus Bromel kepada landscaper dan kontraktor taman akan dilakukan secara langsung (Gambar 10). Pemilihan struktur saluran distribusi langsung bertujuan agar perusahaan dapat mengetahui sikap landscaper dan kontraktor taman terhadap bauran pemasaran Ciapus Bromel, sehingga Ciapus Bromel dapat merespon dengan cepat sikap target pasar tersebut. Selain itu, menurut pemilik keberadaan perantara pemasaran tidak dibutuhkan dalam proses pemasaran kepada para landscaper dan kontraktor taman. Hal ini
61 didasarkan pada dua faktor. Faktor pertama karena para landscaper dan kontraktor taman umumnya membeli dalam jumlah yang banyak dan menginginkan harga yang murah sedangkan perantara pemasaran memiliki keterbatasan dalam memenuhi keinginan target pasar tersebut. Faktor ke dua adalah adanya kekhawatiran manajer pengelola jika perantara pemasaran menjual bromelia Ciapus Bromel bukan kepada para landscaper dan kontraktor taman melainkan kepada produsen bromelia lainnya ataupun pasar konsumen.
Gambar 10. Rencana Aliran Distribusi Bromelia dari Ciapus Bromel ke Landscaper dan Kontraktor Taman
Sumber: Data Primer Ciapus Bromel (2010)
d) Bauran harga
Kebijakan penetapan harga ditetapkan oleh pemilik dan manajer pengelola. Harga bromelia yang ditetapkan bervariasi sesuai dengan varietas dan ukuran potnya. Penetapan harga varietas untuk pasar konsumen mempertimbangkan tingkat kesulitan dalam perbanyakan dan pemeliharaan, keunikan varietas tanaman, dan biaya yang dikeluarkan untuk suatu ukuran varietas. Penetapan harga untuk kontraktor taman dan landscaper belum dilakukan oleh pihak Ciapus Bromel.
3) Keuangan dan akuntansi
Kondisi keuangan Ciapus Bromel tahun 2009 dominan bernilai negatif (Gambar 4) dan perusahaan tidak mempunyai dana simpanan unuk membiayai ekspansi pasarnya. Akan tetapi walaupun Ciapus Bromel memiliki keterbatasan modal untuk ekspansi, pemilik memiliki akses terhadap lembaga keuangan dan mempunyai keinginan memanfaatkan akses tersebut. Ciapus Bromel melakukan pencatatan keuangan secara sederhana, Hal tersebut dikarenakan Ciapus Bromel belum mempunyai karyawan tetap
Ciapus Bromel Landscaper dan kontraktor
62 yang berpengalaman dalam memanage keuangan secara terkomputerisasi dalam sistem akuntansi. Pencatatan keuangan Ciapus Bromel hingga tahun 2010 hanya berupa garis besar mengenai penerimaan dan pengeluaran perusahaan.
4) Budidaya
Lokasi perusahaan menguntungkan bagi Ciapus Bromel karena warna bromelia yang dihasilkan lebih colourful dibandingkan pesaing yang berada di wilayah Jakarta dan Tanggerang. Dilihat dari kondisi sumber daya manusia, latar belakang pekerjaan dan pengalaman manajer pengelola sebagai petani tanaman hias selama 20 tahun juga menguntungkan Ciapus Bromel. Manajer pengelola mengetahui cara budidaya yang dapat mengoptimalkan pembentukan warna pada daun, naluri intuitif dalam menilai bromelia yang dapat menghasilkan nilai yang tinggi, dan memiliki pengetahuan mengenai kegiatan penyilangan tanpa melihat buku acuan. Jika ditinjau dari sumberdaya karyawan tetap lainnya, karyawan memiliki kemampuan yang baik dalam memperbanyak anakan melalui vegetatif dengan rasio kegagalan kurang dari 5 persen. Selain itu, sebanyak 75 persen karyawan juga memiliki daya kreasi dalam menciptakan nilai tambah bromelia. Nilai tambah tersebut diharapkan akan lebih mendorong para lansdcaper dan kontraktor taman untuk melakukan pembelian bromelia di Ciapus Bromel.
Jika ditinjau dari kapasitas produksi, kapasitas poduksi saat ini belum mencukupi untuk membidik target pasar. Hal tersebut dikarenakan adanya keterbatasan green house yang dimiliki Ciapus Bromel, sehingga cukup menghambat perbanyakan anakan. Berdasarkan perhitungan peneliti jika Ciapus Bromel meralisasikan pengembangan pasarnya akan ada penumpukan bromelia di suatu bulan dan penumpukan tersebut akan melebihi kapasitas. Perhitungan ini memakai jumlah minimal indukan per varietas dan dilakukan selama waktu analisis. Kekurangan green house tersebut terjadi dibulan ketiga tahun ke empat waktu analisis. Jumlah anakan bromelia pada bulan tersebut adalah 39212 bromelia yang diukur menggunakan ukuran pot 20 sedangkan kapasitas green house untuk anakan bromelia adalah 36836 bromelia yang diukur dengan pot 20. Dengan demikian kekurangannya
63 adalah 2376 bromelia yag diukur dengan pot 20 atau 4198 bromelia jika diukur dengan pot 15. Pola budidaya, asumsi yang digunakan dalam perhitungan, dan perhitungan dapat dilihat pada lampiran 2, lampiran 3, dan lampiran 4.
5) Penelitian dan pengembangan
Kegiatan penelitian dan pengembangan merupakan hal yang penting dalam suatu perusahaan untuk menciptakan serangkaian inovasi yang dapat meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan. Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan Ciapus Bromel berupa penyilangan varietas dan mengkreasikan bromelia di media pakis dalam bentuk pohon. Kegiatan tersebut dilakukan oleh karyawan bagian budidaya, manajer pengelola, dan koordinator lapangan. Ciapus Bromel belum berkonsetrasi pada kegiatan penyilangan maupun pengkerasian bromelia. Alasan belum fokusnya perusahaan dalam melakukan kegiatan penyilangan dikarenakan kegiatan penyilangan memerlukan rentang waktu lebih dari satu tahun dan risiko kegagalan penyilangan di atas 80 persen.
6) Sistem informasi manajemen
Pencatatan informasi di Ciapus Bromel telah dilakukan secara sederhana. Informasi yang dicatat berupa informasi mengenai data stok bromelia per bulan, data pendapatan dan pengeluaran per bulan, data harga dan varietas bromelia yang dijual, serta data jumlah dan varietas bromelia per pot yang terjual dalam satu bulan. Akan tetapi tidak ada tempat khusus penyimpanan data-data tersebut. Ketiadaan tempat khusus penyimpanan data informasi yang telah dibuat mengakibatkan banyak data-data historis perusahaan yang hilang. Terlebih penyajian data Ciapus Bromel hanya dalam bentuk hard copy dengan tulisan tangan, sehingga apabila data tersebut hilang perusahaan tidak mempunyai backupan data lainnya. Penggunaan komputer belum dilakukan karena ketiadaan karyawan yang mampu dalam mengoperasikan komputer. Dengan demikian akan sia-sia bagi Ciapus Bromel untuk saat ini memaksakan penggunaan komputer dalam pencatatan informasi perusahaan.
64 6.3.2 Lingkungan Industri
Analisis lingkungan industri diakukan melalui analisis lima kekuatan bersaing porter yang meliputi, persaingan antar anggota dalam industri, ancaman masuknya pendatang baru, posisi tawar-menawar pemasok, posisi tawar- menawar pembeli, ancaman dari pendatang baru, dan ancaman produk substitusi. 1) Persaingan di antara para anggota industri tanaman hias bromelia di
Jabodetabek
Menurut data Direktorat Tanaman Hias Kabupaten Bogor ada enam pelaku usaha yang mengusahakan komoditas bromelia hingga tahun 2010 di Jabodetabek. Adapun deskrispi singkat mengenai kondisi perusahaan pesaing dapat dilihat pada Tabel 4.
Intensitas persaingan dalam industri bromelia di Jabodetabek relatif lebih rendah dibandingkan industri tanaman hias aglonema dan anthurium. Hal ini dilihat dari dua faktor. Faktor pertama adalah industri bromelia adalah industri dalam pasar oligopoli. Harga tidak ditentukan oleh kesimbangan pasar melainkan ditentukan oleh perusahaan di dalam industri. Sehingga perusahaan di dalam industri bromelia tidak melakukan perang harga secara agresif untuk menarik pasar. Faktor kedua adalah industri bromelia masih dalam fase petumbuhan. Hal tersebut didasarkan pada perkembangan keberadaan bromelia di Jabodetabek yang relatif baru (tahun 1995) dan banyak digemari di tahun 2009.
Khusus untuk industri bromelia sebagai tanaman landscape, hanya ada satu perusahaan yang menjadi supplier landscaper dan kontraktor tanaman. Perusahaan tersebut adalah Harrys Bromel. Harrys Bromel tidak hanya menjadi supplier bagi tanaman landscape namun juga bertindak sebagai landscapernya. Harrys Bromel belum terlalu optimal dalam memasuki pasar ini, karena usahanya relatif baru dijalankan. Usaha landscapernya di mulai sejak tahun 2007. Harga bromelianya untuk para landscaper ataupun kontraktor tanaman tetap sama dengan pembeli konsumennya. Perbedaannya terletak pada diskon harga. Para landscaper dan kontraktor taman diberi diskon khusus. Diskon tersebut berdasarkan hasil negosiasi antara Harrys Bromel dengan kedua belah pihak tersebut.
65 Tabel 4. Gambaran Umum Perusahaan pesaing Ciapus Bromel di Wilayah
Jabodetabek
Sumber: Data Primer dari Identifikasi Perusahaan Bromelia di Jabodetabek (2010) diolah
2) Ancaman masuknya pendatang baru
Ancaman pendatang baru bergantung pada rintangan masuk yang ada dan reaksi para pemain lama dalam industri tersebut. Industri yang dimasuki Ciapus Bromel merupakan Industri Tanaman Hias Bromelia di Jabodetabek. Menurut porter ada tujuh faktor yang menjadi penghambat bagi masuknya pendatang baru ke dalam industri, antara lain: skala ekonomi, kebutuhan modal, biaya beralih pemasok, akses ke saluran distribusi, diferensiasi produk, biaya tidak menguntungkan terlepas dari skala, dan kebijakan pemerintah. Jika dilihat dari skala ekonomi dan kebutuhan modal, untuk masuk ke industri bromelia pendatang baru relatif lebih mudah. Skala ekonomi akan menghambat pendatang baru masuk dalam suatu industri jika harga dari suatu produk sangat ditentukan oleh biaya operasional perusahaan. Berdasarkan wawancara dengan lima perusahaan bromelia di Jabodetabek, pendatang baru yang masuk dalam indusri tanaman hias biasanya menargetkan pasar konsumen sebagai sasarannya. Penentuan harga bromelia untuk konsumen lebih ditentukan oleh keunikan varietas bromelia tersebut, dengan demikian skala ekonomi bukan penghambat bagi pendatang baru untuk masuk dalam indusri bromelia. Dari
66 sisi modal, pendatang baru hanya membeli bromelia indukan kemudian memperbanyak bromelia indukan. Untuk penyimpanan bromelia, produsen tidak harus membangun green house, cukup di bawah naungan yang cukup teduh.
Berdasarkan Porter (1991) faktor biaya beralih pemasok merupakan biaya satu kali yang harus dikeluarkan pembeli jika berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya. Dilihat dari karakteristik bromelia sebagai suatu komoditas, pasar konsumen tidak memerlukan biaya yang besar untuk dikeluarkan jika ingin membeli bromelia dari suatu perusahaan ke perusahaan lainnya. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi pasar institusional. Pasar institusional membeli dalam kuantitas besar, sehingga jika pasar institusional beralih dari pemasok lamanya maka pasar institusional tersebut harus mencari pemasok baru. Dalam proses pencarian tersebut, pasar institusional mengeluarkan biaya pencarian. Biaya pencarian berupa biaya informasi, biaya transportasi, dan biaya dalam proses negosiasi. Berdasarkan wawancara dengan pembeli indukan bromelia, kontraktor taman Rancamaya, dan salah satu pendiri IALI,pasar institusional biasanya akan beralih pemasok jika harga di pemasok lain lebih murah dibandingkan pemasok lainnya dengan catatan kualitas tanaman sama. Dengan kondisi demikian, untuk dapat menarik pasar institusional beralih dari pemasok lamanya, pendatang baru harus menawarakan harga yang lebih murah dibandingkan perusahaan yang telah ada. Hal ini diperkuat dari hasil kuesioner dari 30 responden kontraktor taman dan landscaper dominan (36,67 persen) responden menjawab variabel yang membuat responden loyal terhadap suplier tanaman taman adalah harga yang murah.
Saluran distribusi industri tanaman hias bromelia di Jabodetabek untuk pasar konsumen terdiri atas saluran distribusi langsung dan saluran distribusi melalui perantara pemasaran. Perantara pemasaran yang digunakan dalam Industri bromelia adalah toko-toko bunga. Agar menguntungkan, para perusahaan harus memilih toko bunga yang telah mapan dan terkenal. Untuk dapat masuk ke toko bunga yang mapan dan telah terkenal, perusahaan pendatang baru memiliki hambatan yang besar dikarenakan toko bunga- toko bunga tersebut
67 telah menjalin kerjasama yang kuat dengan para perusahaan besar. Implikasinya perusahaan pendatang baru harus menciptakan saluran distribusi yang baru atau mempengaruhi saluran distribusi yang ada agar menerima bromelianya dengan cara penurunan harga atau kerjasama promosi yang dapat mengurangi laba. Sedangkan untuk pasar institusional, saluran distribusi industri bromelia di Jabodetabek memakai saluran distribusi langsung. Sehingga bagi pendatang baru yang membidik pasar institusional, saluran distribusi bukan merupakan hambatan untuk masuk dalam industri bromelia. Ditinjau dari karakteristik bromelia sebagai suatu komoditas, maka tidak ada yang membedakan antara bromelia suatu perusahaan dengan bromelia milik perusahaan lainnya. Diferensiasi terletak pada keragaman varietas yang dimiliki suatu perusahaan. Keragaman varietas merupakan hambatan masuk bagi pendatang baru. Pendatang baru harus mempunyai varietas yang lebih banyak dibandingkan perusahaan lama jika ingin mengatasi kesetiaan pelanggan dari pemasok lamanya. Menurut manajer pemasaran PT Godong Ijo Asri, pada umumnya pasar konsumen akan cenderung lebih setia dengan perusahaan yang mempunyai banyak varietas bromelia. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dengan lima perusahaan bromelia di Jabodetabek, kontraktor taman perumahan Ranca Maya, dan salah satu pendiri IALI, pasar institusional juga mempertimbangkan jumlah keragaman bromelia dalam keputusan pembelian bromelia di suatu perusahaan. Hal ini diperkuat dengan hasil kuesioner kepada 30 responden dari kalangan kontraktor taman dan landscaper, sebanyak 50 persen responden memilih variabel keragaman varietas sebagai variabel urutan ketiga setelah kualias dan harga sebagai variabel yang dipertimbangkan dalam membeli tanaman hias di suatu tempat. Faktor lain yang dapat menghambat masuknya pendatang baru di suatu industri adalah adanya biaya tak menguntungkan terlepas dari skala dan kebijakan pemerintah. Pada industri tanaman hias bromelia perusahaan pendatang baru tidak menghadapi biaya terlepas dari skala. Hal ini dikarenakan tidak ada hak paten atas teknologi atau pun produk serta karakteristik tertentu yang dikuasai perusahaan lama yang ada di dalam industri tanaman hias bromelia. Terkait dengan kebijakan pemerintah, tidak ada peraturan-peraturan pemerintah yang
68 dapat menghambat akses terhadap bahan baku, distribusi ataupun pendirian usaha. Oleh karena itu kebijakan pemerintah juga bukan merupakan hambatan masuknya pendatang baru ke dalam industri bromelia.
3) Bergaining position pemasok
Perusahaan bromelia di Jabodetabek masing-masing memiliki pemasok tetap terkait dengan penyediaaan input variabel (pot, media tanam, pestisida, dan obat-obatan). Pemasok input untuk masing-masing perusahaan berbeda-beda tergantung lokasi usahanya. Terkecuali bagi usaha bromelia Bapak Arif dan Ciapus Bromel. Pasokan pot dan media tanam berasal dari pemasok yang sama. Adanya kesamaan tersebut dikarenakan lokasi usaha bromelia Bapak Arif berdekatan dengan Ciapus Bromel. Kedua perusahaan tersebut berada di wilayah Ciapus. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa industri dari masing-masing pemasok tergolong dalam industri pasar persaingan sempurna. Industri bromelia bukan merupakan satu-satunya pembeli di industri tiap pemasok input variabel. Dengan demikian bergaining industri tiap pemasok input variabel dengan industri bromelia adalah sama. Berdasarkan wawancara dengan kelima perusahaan pesaing di dalam industri bromelia di Jabodetabek, bergaining pemasok dengan perusahaan sama. Kerjasama menguntungkan kedua belah pihak. Kerjasama yang diterapkan lebih ke arah personality dan kepercayaan. Hal tersebut juga berlaku di Ciapus Bromel.
Khusus untuk pembelian bromelia, ada dua pemasok umum dalam industri bromelia di Jabodetabek. Pemasok pertama adalah pemasok yang berasal dari luar negeri dan yang kedua adalah pemasok dari dalam negeri yaitu perusahaan yang memiliki varietas bromelia terbanyak dalam industri tersebut. Berdasarkan identifikasi terhadap perusahaan-perusahaan bromelia di Jabodetabek, dalam kurun waktu lima tahun terakhir hanya Ciapus Bromel yang membeli bromelia di luar negeri. Menurut wawancara dengan pemilik Ciapus Bromel, penjual bromelia di luar negeri sangat banyak sehingga Ciapus Bromel memiliki keleluasaan dalam membeli bromelia. Untuk pemasok dalam negeri, perusahaan yang bertindak sebagai pemasok bromelia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir adalah Ciapus Bromel, sehingga harga bromelia di Ciapus Bromel dijadikan patokan oleh perusahaan yang membeli bromelia di
69 Ciapus Bromel dalam menentukan harga jual bromelia kepada pembeli bromelia masing-masing perusahaan.
4) Bergaining position pembeli
Pembeli di industri bromelia terdiri dari kelompok pembeli konsumen dan kelompok pembeli institusional. Kelompok pembeli institusional terdiri dari tiga tipe yaitu produsen bromelia, pedagang antara tanaman hias, dan kalangan landscaper serta kontraktor taman. Kelompok pembeli konsumen mempunyai bergaining position lebih rendah di dalam industri bromelia di Jabodetabek. Hal ini dapat diindentifikasi dari beberapa faktor yaitu: kuantitas pembelian individu di dalam kelompok konsumen lebih kecil kecil relatif terhadap pembeli institusional, pembeli konsumen relatif kurang peka terhadap harga (rata-rata target konsumen perusahan dalam industri adalah konsumen menengah atas), adanya diferensiasi keragaman varietas yang dimiliki perusahaan di dalam industri, kelompok pembeli konsumen tidak menunjukkan ancaman untuk melakukan integrasi balik karena kelompok pembeli merupakan user akhir bromelia, dan industri bromelia yang dihadapi pembeli adalah oligopoli.
Kelompok pembeli institusional membeli dalam kuantitas yang lebih banyak dibandingkan kelompok pembeli konsumen. Pembeli institusional relatif peka terhadap harga dikarenakan pembeli institusional bukan pemakai bromelia secara langsung akan tetapi industri bromelia yang dihadapi pembeli institusional merupakan oligopoli. Perusahaan-perusahan yang berada di industri bromelia di Jabodetabek memang memberikan diskon kepada pembeli institusional akan tetapi tidak menurunkan harga pasar bromelia. Kelompok pembeli institusional (tipe pedagang antara) mempunyai kemungkinan untuk melakukan integrasi balik namun hambatan untuk melakukan integrasi balik relatif besar karena pedagang harus menyediakan berbagai varietas untuk dapat melayani keinginan konsumen yang cenderung bergantung pada tren. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kelompok pembeli institusional memiliki bergaining position yang lebih tinggi dibandingkan kelompok pembeli konsumen, namun tetap memiliki bergaining position lebih rendah di dalam industri bromelia.
70 5) Ancaman produk substitusi
Produk substitusi merupakan produk lain yang dapat menjalankan fungsi yang sama seperti produk dalam industri (Porter 1991). Fungsi bromelia bagi pasar konsumennya adalah sebagai tanaman hias pot yang memberikan nilai estetika untuk lingkungan. Berdasarkan definisi tersebut maka produk substitusi dari bromelia adalah tanaman hias pot lainnya. Dilihat dari pasar konsumen keberadaan tanaman hias pot lainnya merupakan suatu ancaman. Menurut manajer pemasaran PT. Godong Ijo Asri dan perusahaan-perusahaan bromelia dalam industri bromelia, permintaan tanaman hias di Indonesia sangat dipengaruhi tren, sehingga keberadaan tanaman hias pot lain yang sedang tren di pasar akan mempengaruhi permintaan pasar konsumen terhadap bromelia. Ditinjau dari pasar institusional, fungsi bromelia berbeda-beda tergantung dengan tujuan dari masing-masing institusi. Bagi produsen ataupun pedagang antara fungsi bromelia adalah untuk dijual kembali dengan tujuan mendapatkan profit. Permintaan pasar konsumen akan sangat mempengaruhi permintaan produsen dan pedagang antara. Bagi landscaper dan kontraktor tanaman, fungsi bromelia adalah sebagai tanaman ground cover, border, dan point of view di dalam suatu taman. Tanaman hias lainnya bisa menggantikan fungsi tersebut. Dengan demikian, jika ditinjau dari pasar institusional, keberadaan tanaman hias lainnya juga akan mempengaruhi permintaan pasar institusional terhadap bromelia.
6.3.3. Lingkungan Makro 1) Ekonomi
Tahun 2009-2010 merupakan fase perbaikan perekonomian indonesia pasca resesi di tahun 2008. Hal ini dapat dianalisis dari indikator-indikator makro domestik, seperti nilai Coincident Economic Index (CEI), Leading Economic Index (LEI), dan Consument Confident Index (CCI). Sejak Maret 2009 hingga Desember 2009, CEI terus mengalami peningkatan. Pada bulan Desember nilai CEI meningkat menjadi 110,2. Kecenderungan peningkatan CEI didorong oleh meningkatnya permintaan domestik karena daya beli yang kian membaik dan juga suku bunga rendah. Berdasarkan penelitian Dana Reksa Institute
71 kecenderungan peningkatan CEI diprediksikan berlangsung hingga tahun 2010 yang tercermin dari nilai LEI. Pada bulan Desember 2009 nilai LEI mencapai 113,7 atau meningkat 0,6 point dari bulan November 2009. Tren peningkatan nilai CEI dan LEI dapat dilihat pada Gambar 11.
Gambar 11. Pergerakan CEI dan LEI Indonesia dari Tahun 2007-2009
Sumber: www.danareksa-research.com [Diakses 10 April 2010]
Kondisi dan prospek perekonomian yang cenderung membaik diikuti dengan peningkatan kepercayaan konsumen terhadap perekonomian negara. Kepercayaan konsumen tersebut tercermin dari Consumen Confidence Index (CCI). Menurut survei Bank Indonesia, CCI berada di atas angka optimis (100), sejak bulan April 2009 dan terus mengalami peningkatan hingga maret 2010 (Gambar 12). Pada Bulan Maret 2010, CCI mencapai angka 107.4. Semakin kuatnya indeks kepercayaan konsumen dikarenakan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi kondisi ekonomi sampai dengan enam bulan mendatang. Kondisi ekonomi relatif stabil dan adanya rencana pemerintah dalam APBN 2010 untuk menaikkan gaji PNS sebesar 5% mulai bulan April-Mei 2010 merupakan faktor penyebab semakin optimisnya konsumen rumah tangga. Selain itu kecenderungan penurunan tingkat inflasi juga merupakan salah satu faktor yang memperkuat optimisme rumah tangga (Gambar 14). Penyumbang deflasi tersebut berasal dari penurunan harga barang makanan. Turunnya harga barang makanan tersebut akan meningkatakan pendapan riil kosumen sehingga daya beli konsumen tersebut juga meningkat.
72 0 2 4 6 8 10
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar
2009 2010
Gambar 12. Consumen Confidence Index Negara Indonesia Tahun 2008-2010
Sumber: www.bi.go.id [Diakses tanggal 10 April 2010]
Gambar 13. Perkembangan Tingkat Inflasi Tahun 2009-2010 (Persen)
Sumber: www.bi.go.id. diolah [Diakses 10 April 2010]
Kecenderungan peningkatan CCI diprediksi akan terus berlanjut di sepanjang tahun 2010, hal ini dilihat dari nilai Indeks Ekspektasi Konsumen (IKE). IEK merupakan indeks yang mengukur bagaimana pendapat masyarakat mengenai keadaan perekonomian dalam enam bulan mendatang. Konsumen semakin optimis terhadap kondisi perekonomian pada enam bulan mendatang. Hasil survei BI pada bulan Maret 2010 memperlihatkan bahwa Indeks Ekspektasi Konsumen semakin meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu naik 2.6 point menjadi 118,5. Meningkatnya optimisme konsumen tersebut didukung oleh perkiraan kenaikan harga yang tidak terlau tinggi enam bulan mendatang, pendapatan yang diperkirakan semakin meningkat, kondisi ekonomi yang semakin membaik, dan ketersediaan lapangan kerja semakin meningkat7.
7
73 0 50 100 150 200
Jan Feb Mar
A p rl Mei Ju n Ju l A g st Sep t Ok t No v
Des Jan Feb Mar
2009 2010
IKE Jakarta IKE Jawa Barat IKETanggerang
Jika dikaitkan dengan cakupan wilayah pasar Ciapus Bromel yaitu wilayah Jabodetabek, nilai Indeks Ekspektasi Konsumen cenderung meningkat ditahun 2010. Nilai indeks tersebut menggambarkan optimisme terhadap perekonomian dan daya beli konsumen rumah tangga di wilayah Jabodetabek untuk enam bulan mendatang. Pergerakan nilai Indeks Ekspektasi Konsumen untuk wilayah Jabodetabek dapat dilihat pada Gambar 14. Perbandingan nilai IEK wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Tanggerang dapat dijadikan salah satu pertimbangan Ciapus Bromel dalam menentukan fokus wilayah kegiatan pemasaran seperti pameran.
Gambar 14. Indeks Ekspektasi Konsumen di Wilayah Jabodetabek Tahun 2009-2010
Sumber: www.bi.go.id. diolah [Diakses 10 April 2010]
Ketika keyakinan konsumen terhadap ekonomi meningkat, potensi sektor-sektor bisnis bergerak maju akan makin besar. Indeks pertumbuhan penjualan riil merupakan salah satu indikator yang dapat menggambarkan laju volume transaksi bisnis di Indonesia. Sejak Maret 2009 Indeks Penjualan Riil mengalami kecenderungan pertumbuhan yang meningkat hingga Februari 2010 seperti yang diperlihatkan pada Gambar 15.
Tren peningkatan penjualan diperkirakan akan terus berlanjut hingga enam bulan mendatang. Kondisi tersebut tercermin dari indeks ekspektasi penjualan dimana pada periode Februari 2010 nilai indeks tetap di atas angka 100 (optimis) yaitu tercatat sebesar 116.7. Indeks ini mencerminkan bahwa ekspektasi penjualan pada 6 bulan mendatang diperkirakan masih akan mengalami kenaikan meskipun pertumbuhan indeks ekpektasi penjualan menurun sebesar 2.26 persen dari periode Januari 2010. Penurunan ini
74 90 100 110 120 130
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des Jan Feb
2009 2010
dikarenakan adanya dugaan inflasi menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Potensi dan kondisi iklim bisnis yang baik tersebut memicu naiknya permintaan properti komersial untuk lahan-lahan usaha baru.
Gambar 15. Pertumbuhan Indeks Penjualan Riil Tahun 2008-2010 (Persen)
Sumber: www.bi.go.id. diolah [Diakses 10 April 2010]
Gambar 16. Indeks Ekpektasi Penjualan Tahun 2009-2010
Sumber: www.bi.go.id. diolah [Diakses 10 April 2010]
Selain dilihat dari sektor properti komersial, meningkatnya nilai CCI juga berpotensi meningkatkan permintaan properti residensial. Menurut survei yang dilakukan Bank Indonesia tingkat penjualan properti residensial pada triwulan IV-2009 meningkat sebesar 0,42%. Kondisi penjualan properti residensial diperkirakan akan relatif stabil pada tahun 20108.
Pertumbuhan sektor properti di tahun 2010 juga diperkuat adanya tren penurunan BI rate. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asia Securites diperkirakan nilai BI rate tetap stabil diangka 6,5-7 persen. Penurunan dan kestabilan BI rate akan menjadi daya tarik pelaku bisnis untuk melakukan investasi. Dari sisi masyarakat kondisi BI rate tersebut akan menguntungkan
8 Ibid -10 0 10 20 30 40 50
Jan Feb Jan Feb Mar Okt Nov Des Jan Feb
75 karena menurunkan suku bunga kredit KPR. Sehingga permintaan properti juga akan diperkirakan menguat di tahun 20109.
Dengan demikian jika dilihat dari sisi target pasar industri properti komersial dan residensial, kondisi perekonomian tahun 2010 mendukung terciptanya permintaan target pasar tersebut terhadap bromelia Ciapus Bromel. Hal ini merupakan barometer sekaligus signal positif bagi Ciapus Bromel untuk melakukan ekspansi pasarnya.
a) Economic forecast
Berdasarkan penelitian Danareksa Institute dan Bank Indonesia kondisi perekonomian akan tetap meningkat stabil di tahun 2010 dan 2011. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator yang ada di Tabel 5. Pertumbuhan ekonomi yang positif di Indonesia maupun secara global akan memacu kenaikan permintaan minyak dunia dan berimbas pada inflasi serta kenaikan suku bunga domestik. Akan tetapi kenaikan tersebut tidak melampaui target moneter indonesia.
Tabel 5. Proyeksi Indikator Kondisi Perekonomian Indonesia Tahun 2010-2011
Indikator Ekonomi Tahun
2010 2011
Pertumbuhan Ekonomi 5.5% 5.6-6%
Inflasi 5% 6.1-6.5%
Bi Rate 6.5% 6.6%
Sumber: www.bi.go.id dan www.danareksa-research.com. diolah [Diakses 10 April 2010]
Hal tersebut diperkuat penelitian yang dilakukan Lembaga Manajemen Universitas Indonesia. Berdasarkan penelitian lembaga tersebut, kondisi perekonomian akan tetap positif hingga kurun waktu lima tahun mendatang. Walaupun diperkirakan akan terjadi perlambatan pertumbuhan ditahun 2013 dan 2014. Pada tahun 2013 perlambatan peningkatan pertumbuhan PDB sebesar 7,9 persen dari tahun 2012. Kecenderungan perlambatan peningkatan ini berlanjut pada tahun 2014, perlambatannya mencapai angka 4.4 persen dari tahun 2013. Perlambatan pertumbuhan diduga dikarenakan pesatnya perbaikan ekonomi dunia
76 0 2 4 6 8 10 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Pertumbuhan PDB Indonesia (Persen) Perubahan Pertumbuhan PDB (Persen)
yang berimplikasi pada kenaikan permintaan minyak oleh beberapa negara industri misalnya China, India, Amerika, dan negara-negara Eropa. Peningkatan permintaan minyak dunia akan memicu kenaikan harga minyak dunia dan mengakibatkan inflasi domestik. Hal ini diduga akan menghambat kinerja perekonomian.
Gambar 17. Proyeksi Pertumbuhan PDB Indonesia di tahun 2010 sampai 2014 (Persen)
Sumber: www.lmui.com dan www.kadin-indonesia.or.id.diolah [Diakses 10 April 2010]
2) Politik dan kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah yang diidentifikasi akan mempengaruhi Ciapus Bromel terkait dengan pengembangan pasarnya adalah mengenai kebijakan tarif impor dan adanya wacana pemerintah mengenai konsep green living yang akan diwajibkan bagi developer.
a) Kebijakan tarif impor
Ciapus Bromel memperoleh indukan bromelia dari luar negeri, melalui pembelian ke Negara Filiphina, Thailand, Hawai, dan Australia. Sehingga penting bagi Ciapus Bromel mengetahui perkembangan tarif impor sebagai salah satu dasar pertimbangan pembelian indukan bromelia di negara tersebut ataupun negara-negara lainnya.
Berdasarkan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) tahun 2004, indukan bromelia dikategorikan dalam pos 0602.10.90.00 dengan besaran tarif MFN (Most Favourable Nations) mencapai 5 persen. Most Favourable Nations atau disebut juga bea masuk umum merupakan tarif bea masuk yang dikenakan atas barang impor yang masuk ke Indonesia dari negara lain, kecuali negara yang memiliki perjanjian khusus
77 mengenai tarif bea masuk dengan Indonesia10. Melalui Ketetapan Peraturan Menteri Keuangan No 591/PMK.010/2004, tarif bea masuk umum akan selalu mengalami harmonisasi. Program Harmonisasi Tarif Bea Masuk merupakan panduan dalam penyesuaian tarif bea masuk yang dilakukan secara berkala (setiap tahun) sesuai jadwal yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan tersebut. Besarnya penyesuaian tarif berada pada kisaran angka maksimal lima persen dari tarif awal. Pemberlakuan tarif bea masuk akan berbeda dari MFN bagi negara-negara yang terikat kerjasama perdagangan khusus dengan Indonesia. Untuk negara-negara anggota ASEAN berlaku tarif CEPT (PMK 247/PMK.011/2009), China berlaku tarif ACFTA (PMK 235/PMK.011/2008), Jepang berlaku tarif IJEPA (PMK95/PMK.011/2008), Korea berlaku tarif AKFTA (PMK 200/PMK.011/2009, dan Australia berlaku tarif AANZFTA (Persetujuan menteri perekonomian tanggal 27 Februari 2009). Khusus untuk persetujuan ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) masih dalam proses ratifikasi hingga bulan April tahun 201011. Besaran tarif untuk indukan bromelia berdasarkan kelima persetujuan di atas dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Tarif Impor Indukan Bromelia berdasarkan CEPT, ACFTA, AKFTA, IJEPA,dan AANZFTA (Persen)
Keterangan Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 2015 CEPT 0 0 0 0 0 0 ACFTA 0 0 0 0 0 0 AKFTA 3 3 0 0 0 0 IJEPA 5 3 0 0 0 0 AANZFTA 5 3 0 0 0 0
Sumber: Direktorat Jendral KPI (2010)
Dari Tabel 8 dapat dilihat bahwa tarif khusus tersebut pada umumnya menuju ke wilayah zero tarif, dengan demikian adanya harmonisasi tarif
10 Pajak Impor. 2008. http:putra-finance-accounting-taxation.blogspot.com [Diakses 15 April
2010]
78 dan pemberlakuan tarif khusus bagi negara-negara tertentu merupakan peluang bagi Ciapus Bromel terkait dengan pengurangan biaya impor indukan bromelia. Selain itu besaran tarif impor dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Ciapus Bromel dalam menentukan pembelian indukan bromelia di suatu negara. Akan tetapi, dapat dicermati secara jangka panjang kondisi tarif impor sekaligus berperan sebagai ancaman bagi Ciapus Bromel dikarenakan besarnya peluang bromelia dari luar negeri yang akan masuk ke Indonesia. Hal ini akan semakin besar kemungkinanannya jika permintaan bromelia domestik dinilai prospektif oleh pedagang bromelia dari luar negeri.
b) Wacana kementerian perumahan rakyat mengenai konsep green living Global warming merupakan ancaman bagi kehidupan manusia secara menyeluruh. Berbagai upaya dilakukan lembaga pemerintah maupun lembaga lingkungan disetiap negara untuk meminimalisir faktor-faktor penyebab timbulnya global warming. Salah satu upaya yang dilakukan negara-negara di dunia adalah dengan mengadakan konferensi yang bertujuan untuk merumuskan dan menyepakati kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap negara untuk mengurangi faktor penyebab global warming.
Berdasarkan Copenhagen Accord, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi polusi, salah satu upayanya melalui rencana penetapan aturan mengenai konsep green living sebagai syarat pembangunan perumahan. Penetapan aturan tersebut akan segera direalisasikan oleh Kementrian Perumahan Rakyat12. Menurut Pengamat Tata Kota dan Bangunan dari Arsitektur ITS konsep perumahan green living adalah konsep perumahaan ramah lingkungan di mana rumah tersebut salah satunya adalah harus memperhitungkan luasan ruang terbuka hijau di halaman rumah dengan perbandingan 60: 4013.
Jika aturan penerapan konsep green living teralisasikan maka para developer maupun kontraktor khususnya dalam cakupan kegiatan residensial akan mempertimbangkan dan menerapkan konsep tersebut
12 Himbauan Green Living. 2010.Kemenpera.go.id [Diakses 15 April 2010] 13 Perumahan Hijau. 2009. www.surya.co.id [Diakses 16 April 2010]
79 dalam design pembangunan residensialnya, baik dalam pembangunan apartemen maupun kompleks perumahan. Mengacu pada definisi green living, maka adanya wacana peraturan green living merupakan sebuah peluang bagi Ciapus Bromel, karena semakin besarnya pasar potensial untuk penjualan bromelia. Hal ini merupakan signal positif bagi Ciapus Bromel untuk melakukan ekspansi pasarnya.
3) Sosial, budaya, demografi, dan lingkungan
Kondisi sosial yang diidentifikasi akan mempengaruhi Ciapus Bromel terkait dengan pengembangan pasarnya terdiri dari pandangan masarakat terhadap bromelia sebagai sarang bagi jentik nyamuk dan adanya persepsi negatif terhadap tanaman berduri dari sisi fengshui.
a) Bromelia sebagai sarang nyamuk
Kondisi ini dikemukakan oleh enam produsen bromelia di Jabodetabek. Rata-rata konsumen mereka mengkhawatirkan bromelia dapat menjadi tempat bagi jentik nyamuk. Etje Anggoro selaku pemilik Sunda Kelapa Nursery menyatakan bahwa kekhawatiran tersebut cukup menghambat pemasaran bromelia di kalangan pasar potensial. Pernyataan yang sama dikemukakan oleh Chandra Gunawan mengenai efek dari kekhawatiran pasar terhadap kegiatan pemasaran. Chandra mengkhawatirkan berkembangnya isu tersebut membuat para owner properti komersial maupun properti residensial tidak mau menggunakan bromelia sebagai ornamen tamannya. Padahal bromelia mempunyai ph asam atau kadar garam pada genangan airnya rendah (Santi dan Kusumo 1996). Ph asam tersebut tidak dapat menjadi tempat hidup bagi jentik nyamuk. Sehingga walaupun ada nyamuk yang bersarang, tidak akan lama bertahan hidup di dalam bromelia.
b) Fengshui tanaman berduri
Dalam ilmu Fengshui, tanaman merupakan salah satu elemen yang dipertimbangkan untuk menjaga energi dan keseimbangan kehidupan14, sehingga penggunaan jenis tanaman harus disesuaikan dengan ilmu fengshui tersebut.
14 Fungsi Tanaman dalam Fengshui. 2009. http: shanliang.blogspot.com. [Diakses 18 April
80 Menurut pakar fengshui, Suhana Lim, tanaman dibedakan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah tanaman yang menghasilkan sheng qhi (qhi positif) dan kelompok kedua adalah tanaman yang menghasilkan sha qhi (qhi negatif)15. Bromelia termasuk tanaman berduri yang menghasilkan qhi negatif jika dijadikan tanaman indoor terlebih jika diletakkan di depan pintu16. Berdasarkan perhitungan fengshui, tanaman bromelia yang diletakkan di indoor akan mengancam kesimbangan karena menghasilkan energi negatif dan memutuskan energi positif. Energi negatif tersebut menyebabkan karir tidak berjalan lancar, hubungan rumah tangga tidak harmonis, dan susah mendapatkan jodoh bagi wanita17. Di sisi lain, menurut Suhana Lim, bromelia akan menghasilkan qhi positif jika ditempatkan sebagai tanaman taman18. Sebagai tanaman taman, bromelia dapat memberikan efek positif jika diletakkan di bagian utara taman. Energi positif tersebut berupa prospek karir bagi penghuninya.
Berdasarkan wawancara dengan Chandra Gunawan masyrakat etnis china masih mempercayai fengshui dan masih ada masyrakat etnis tersebut yang mempercayai isu mengenai fengshui bromelia yang menimbulkan qhi negatif. Pengetahuan ini dikhawatirkan akan menghambat pemasaran bromelia ke landscaper dan kontraktor taman karena para owner real estate 60 persen berasal dari etnis china dan sebanyak 83,33 persen responden menyatakan bahwa fengshui mempengaruhi pembelian jenis tanaman yang dibeli karena klien responden berasal dari etnis china.
4) Teknologi
Perkembangan teknologi informatika berupa internet merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai media untuk mengetahui perkembangan industri bromelia, informasi mengenai varietas dan karakteristik bromelia di luar negeri sebagai bahan pertimbangan pembelian indukan, transaksi bisnis, dan sebagai media promosi melalui pembuatan website. Hal ini dapat menjadi peluang bagi
15 Op.cit 16
81 Ciapus Bromel apabila mempromosikan bromelianya melalui internet, akan tetapi perusahaan selama ini belum memanfaatkan teknologi internet sebagai media pemasarannya. Perusahaan hanya menggunakan telpon selular sebagai teknologi komunikasi dalam transaksi bisnis.
Di sisi lain, kemajuan teknologi informasi berupa internet dapat menjadi sebuah ancaman bagi Ciapus Bromel. Para pesaingnya baik di dalam industri bromelia maupun pesaing dari industri substitusi dapat memanfaatkan media tersebut untuk merebut pangsa pasar Ciapus Bromel ataupun pasar potensial lainnya.
6.3.4. Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman Ciapus Bromel
Faktor-faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman Ciapus Bromel berasal dari hasil identifikasi lingkungan internal dan eksternal Ciapus Bromel. Identifikasi ini akan digunakan untuk memformulasikan strategi di dalam matriks SWOT.
Berdasarkan hasil kuesioner penentuan faktor internal dan eksternal strategis kepada tiga responden (Lampiran 5) maka diperoleh kekuatan dan kelemahan utama terkait dengan rencana pengembangan pasarnya. Adapun rincian kekuatan dan kelemahan utama Ciapus Bromel meliputi:
1) Kekuatan
a) Terdapat kegiatan pengendalian perusahaan dan pemberian motivasi Kegiatan pengendalian sangat dibutuhkan oleh Ciapus Bromel terutama
pengendalian sebagai bahan pertimbangan utama terkait perencanaan budidaya dan pemasarannya. Melalui kegiatan pengendalian tersebut semua tindakan Ciapus Bromel akan lebih objektif dan strategis bukan hanya sekedar mengandalkan intuisi seperti para produsen lainnya di Jabodetabek. Pemberian motivasi merupakan sebuah kekuatan karena hal ini sebagai modal menciptakan loyalitas karyawan sehingga karyawan akan memberikan kinerja terbaiknya. Dari hasil survei terhadap keempat pesaing Ciapus Bromel, tidak ada perusahaan yang melakukan tindakan pengendalian dan pemberian motivasi seperti Ciapus Bromel.
82 b) Sebanyak 75 persen karyawan kreatif dalam bidang budidaya
Karyawan yang kreatif merupakan sebuah kekuatan yang penting bagi Ciapus Bromel untuk menghasilkan nilai tambah bagi bromelianya. Misalnya mengkreasikan bromelia dalam bentuk pohon di media pakis dan berpotensi melakukan penyilangan terhadap bromelia yang penyerapan sinar mataharinya tinggi. Bentuk kegiatan tersebut tidak dilakukan oleh karyawan di perusahaan bromelia lainnya. Berdasarkan wawancara dengan para pesaing, aktivitas karyawan hanya sebatas perbanyakan dan pemeliharaan. Selain itu berdasarkan observasi peneliti belum ada perusahaan lain yang mengkreasikan bromelia dalam bentuk pohon.
c) Latar belakang pendidikan dan pengalaman pemilik serta manajer pengelola
Networking dari pengalaman pemilik dan manajer merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan pasar terutama untuk kegiatan promosi. Misalnya promosi kepada lansdcaper dan kontraktor taman. Untuk mengetahui informasi pasar dan menawarkan bromelianya dengan landscaper ataupun kontraktor taman, pemilik dapat melakukan konsolidasi dengan pihak asosiasi landscape. Pemilik juga dapat melakukan konsolidasi kepada para pengusaha anggota asosiasi tanaman hias yang didirikannya untuk memboomingkan bromelia atau meningkatkan positioning bromelia di mata masyarakat untuk menghadapi persaingan terhadap tanaman hias lain. Latar belakang pendidikan dan pengalaman pemilik sebagai lulusan manajemen bisnis, mantan manajer pemasaran di perusahaan retail ternama, dan pemilik beberapa nursery akan memberikan peluang pemilik menghasilkan ide-ide kreatif dan strategi bisnis yang baik
Jika dilihat dari sisi pengalaman manajer pengelola, menurut manajer pengelola dan salah satu pesaing (Arif) banyak kontraktor taman dan landscaper yang menjadi langganan di dalam usaha tanaman hias milik manajer pengelola. Link ini juga dapat dijadikan modal dalam mempromosikan bromelia Ciapus Bromel. Terlebih di mata stakeholder
83 seperti pesaing, Dinas pertanian dan Kehutanan, serta kontraktor taman yang menjadi pembeli tanaman hias di tempat manajer pengelola, tersemat image manajer pengelola sebagai produsen yang menghasilkan tanaman hias berkualitas. Selain itu, pengalaman manajer pengelola di dunia budidaya tanaman hias juga menghasilkan kemampuan budidaya yang baik dan kreatifitas dalam memilih serta menyilangkan tanaman hias.
Latar belakang pendidikan dan pengalaman pemilik diasimilasi dengan pengalaman manajer pengelola yang telah menjadi petani tanaman hias selama kurun waktu 20 tahun akan memberikan peluang dalam menghasilkan suatu tindakan yang strategik dan intuitif terkait pengembangan pasar Ciapus Bromel.
d) Jumlah varietas bromelia terbanyak di Jabodetabek
Varietas yang banyak merupakan modal bagi Ciapus Bromel dalam mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi persaingan baik dari industrinya maupun tanaman substitusi. Terlebih pasar tanaman hias di Indonesia sangat dipengaruhi oleh tren. Terkait dengan target pasar kontraktor taman dan landscaper, dengan adanya varietas yang banyak Ciapus Bromel dapat leluasa menggolongkan bromelianya ke dalam kategori berdasarkan daya serap matahari. Selain itu, bromelia yang ditawarkan akan lebih beragam. Berdasarkan hasil kuesioner kepada 30 responden dari kalangan kontraktor taman dan landscaper, sebanyak 50 persen responden memilih variabel keragaman varietas sebagai variabel urutan ketiga setelah kualitas dan harga sebagai variabel yang dipertimbangkan dalam membeli tanaman hias di suatu tempat.
e) Pemilik memiliki akses terhadap modal
Akses terhadap modal sangat diperlukan Ciapus Bromel untuk melakukan pengembangan pasar karena Ciapus Bromel mengalami keterbatasan modal, terlebih kondisi kas Ciapus Bromel tahun 2009 dominan bernilai negatif.
Ciapus Bromel memiliki akses terhadap modal melalui akses pemilik terhadap lembaga keuangan. Pemilik telah memiliki kerjasama dengan
84 lembaga keuangan seperti BCA dalam pembayaran tanaman hias dari pembeli di beberapa usaha tanaman hiasnya. Kerjasama ini akan mempermudah Ciapus Bromel dalam melakukan peminjaman modal karena kredibilitas personality pemilik diakui oleh pihak lembaga keuangan tersebut.
2) Kelemahan
a) Kapasitas produksi terbatas
Pengembangan pasar ke target landscaper dan kontraktor taman membawa konsekuensi untuk menyediakan bromelia dalam jumlah yang relatif banyak dibandingkan jika Ciapus Bromel hanya melayani konsumen akhir. Hal ini diperkuat dari hasil kuesioner kepada 30 responden kontraktor taman dan landscaper, sebanyak 86,67 persen responden menyatakan bahwa untuk tanaman yang berfungsi sebagai groundcover jumlah untuk pembelian taman yang digunakan sebagai groundcover adalah lebih dari sama dengan 100 polybag, 73 persen menyatakan jika tanaman digunakan sebagai tanaman border maka jumlah tanaman yang digunakan adalah lebih dari sama dengan 100 polybag, dan 100 persen responden menyatakan jika tanaman taman digunakan sebagai point of view maka jumlah tanaman yang digunakan kurang dari 100 polybag. Keterbatasan kapasitas produksi dikarenakan adanya keterbatasan green house. Hal ini akan menghambat jalannya perbanyakan bromelia bagi Ciapus Bromel.
b) Perencanaan tidak sistematis dan tertulis
Perencanaan sangat dibutuhkan agar dapat meminimalisir risiko kegagalan dalam suatu tindakan. Visi dan misi sebagai suatu bentuk perencanaan umum juga diperlukan Ciapus Bromel sebagai pedoman manajemen untuk melakukan tindakan. Untuk membidik pasar kontraktor taman dan landscaper, Ciapus Bromel juga membutuhkan perencanaan yang matang di semua kegiatan, misalnya mengenai varietas yang akan diperbanyak, bentuk promosi yang akan dilakukan, berapa banyak presentasi penjualan yang dilakukan, dan lainnya. Melalui target dan sasaran, Ciapus Bromel bisa mengukur tingkat keberhasilan dan
85 kegagalannya sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja perusahaannya.
c) Sistem pencatatan kurang sitematis dan tersimpan dengan baik
Pencatatan dan recording sangat dibutuhkan bagi Ciapus Bromel. Jumlah tanaman yang banyak jika tidak dikontrol maka risiko kehilangannya akan lebih besar. Selain itu melalui pencatatan, Ciapus Bromel dapat mengendalikan varietas bromelia yang dimilikinya. Pencatatan mengenai stok persediaan input variabel juga diperlukan bagi Ciapus Bromel dalam rangka efisiensi biaya. Pencatatan keuangan dalam bentuk akuntansi juga diperlukan Ciapus Bromel untuk peminjaman modal ke lembaga keuangan perusahaan. Pencataan yang disimpan dengan baik akan membantu dalam melakukan kegiatan evaluasi perbulan ataupun pertahunnya sehingga perencanaan yang dilakukan dapat meminimalisir kegagalan dalam eksekusinya.
d) Tidak ada karyawan yang handal dalam kegiatan pemasaran dan mengelola keuangan dengan baik
Pemasaran sangat dibutuhkan dalam suatu usaha. Ketiadaan karyawan yang cakap dalam kegiatan pemasaran akan menghambat kinerja Ciapus Bromel dalam upaya meningkatkan pangsa pasarnya. Terkait dengan target landscaper dan kontraktor taman, presentasi penjualan membutuhkan karyawan yang handal dalam melakukan negosisasi dan mencari celah agar kontraktor taman dan landscaper tersebut tertarik dengan bromelia yang ditawarkan. Selain itu, kecakapan pemasaran sangat diperlukan dalam menghadapi persaingan dalam industri tanaman hias karena industri ini cenderung lebih cepat berubah. Rencana perusahaan terkait dengan peminjaman modal memerlukan pencatatan keuangan yang baik, untuk itu diperlukan karyawan yang mampu mengelola keuangan dengan penerapan sistem akuntansi
86 3) Peluang
a) Kecenderungan membaiknya kondisi perekonomian negara tahun 2010-2014
Kecenderungan membaiknya kondisi perekonomian akan berkorelasi positif terhadap peningkatan permintaan properti residensial dan komersial yang berpeluang mendorong permintaan terhadap tanaman hias taman. Selain itu berdasarkan hasil kuesioner ke 30 kontraktor taman dan landscaper, sebanyak 90 persen menyatakan kondisi perekonomian mempengaruhi kuantiasa pembelian tanaman taman. Jika Ciapus Bromel dapat memanfaatkannya maka kondisi ini akan menjadi peluang yang besar untuk melakukan penjualan bromelia ke target tersebut.
b) Wacana konsep perumahaan green living
Konsep perumahan green living akan menimbulkan potensi peningkatan permintaan kontraktor taman dan landscaper dari sektor properti residensial terhadap tanaman hias. Hal ini merupakan signal positif bagi Ciapus Bromel untuk melakukan penjualan bromelia ke sektor tersebut. c) Pesaing belum fokus menjadi suplier kontraktor taman dan landscaper
Belum fokusnya pesaing dalam membidik kontraktor taman dan landscaper sebagai target pasarnya, membuka keleluasaan Ciapus Bromel dalam melakukan promosi dan penetapan harga bagi target tersebut tanpa harus bersaing harga secara agresif dengan bromelia milik produsen lainnya.
4) Ancaman
a) Keberadaan tanaman hias lain
Keberadaan tanaman hias lain terutama yang mempunyai fungsi sama dalam suatu taman akan mengancam keberadaan bromelia. Landscaper dan kontraktor taman akan lebih leluasa untuk memilih tanaman hias lain untuk dijadikan tanaman tamannya terlebih jika tanaman tersebut harganya lebih murah dibandingkan bromelia Ciapus Bromel.
b) Pandangan masyarakat mengenai fengshui tanaman berduri
Pengetahuan masyrakat khususnya etnis china mengenai bromelia yang menghasilkan qhi negatif akan mempengaruhi penjualan bromelia ke
87 landscaper dan kontraktor taman karena berdasarkan wawancara, 60 persen responden dari kalangan landscaper dan kontraktor taman menyatakan bahwa owner dari propertinya adalah masyarakat berasal dari etnis china dan sebanyak 83.3 persen responden tersebut menyatakan fengshui mempengaruhi mereka dalam membeli tanaman hias taman. c) Pandangan masyarakat bromelia sebagai sarang nyamuk
Pandangan masyrakat mengenai bromelia sebagai sarang nyamuk juga merupakan suatu ancaman bagi penjualan bromelia. Adanya isu tersebut akan mempengaruhi kontraktor taman dan landscaper dalam melakukan pembelian bromelia karena hal tersebut mencerminkan bahwa kontraktor taman dan landscaper harus lebih sering dalam melakukan perawatan bromelia. Selain itu, dengan berkembangnya pandangan tersebut dikhawatirkan owner properti residensial dan komersial cenderung tidak akan mau menggunakan bromelia. Kondisi ini juga akan mempengaruhi permintaan kontraktor taman dan landscaper terhadap bromelia.
6.4. Industry Foresight Ciapus Bromel
Industry foresight dari industri bromelia diperoleh dari pandangan pihak eksternal yang aktif dalam bisnis dan asosiasi tanaman hias serta dari Ditjen Hortikultura melalui wawancara langsung. Secara umum pandangan mengenai perkembangan industri bromelia pada masa depan sebagai berikut: bisnis bromelia yang ideal di Indonesia setidak-tidaknya memenuhi kriteria yaitu industri yang mampu berperan dalam melakukan terobosan-terobosan-terobosan pasar di dalam dan di luar negeri serta mampu menghasilkan varietas bromelia yang beragam dengan mengurangi ketergantungan impor indukan di luar negeri. Untuk lima tahun ke depan harga bromelia diprediksi akan tetap stabil. Terkecuali jika ada salah satu produsen bromelia yang menurunkan harga dalam rentang cukup jauh dari harga yang terjadi dan informasi tersebut menyebar dikalangan masyarakat. Hal ini dikarenakan produsen bromelia di Jabodetabek tidak menginginkan pemboomingan bromelia, sehingga permintaan dan penawaran akan cenderung stabil Untuk mempertahankan eksistensi bromelia di masyrakat, produsen bromelia akan mencari manfaat lain dari bromelia selain penjualan sebagai tanaman pot. Lingkup bisnis tersebut meliputi kegiatan rental bromelia, penjualan
88 bunga potong bromelia, dekorasi bromelia, landscape bromelia, dan suplier bagi taman. Ditinjau dari kebijakan pemerintah, menurut Kasubid Tanaman Pot Direktorat Jendral Hortikultura, untuk lima tahun ke depan kebijakan pemerintah belum fokus mendukung tataniaga bromelia. Kebijakan hanya sebatas kemudahan regulasi untuk kegiatan impor dan ekspor tanaman tersebut.
Pembelian bromelia sebagi tanaman pot atau dengan kata lain pembelian bromelia oleh konsumen akhir cenderung akan turun karena kehadiran tanaman pot berdaun indah lainnya jika podusen bromelia tidak mampu melaunching varietas bromelia yang baru dan unik di tengah masyarakat. Permintaan bromelia diprediksi akan meningkat untuk kegiatan dekorasi, rental, dan penjualan ke kontraktor taman. Peningkatan permintaan untuk kegiatan dekorasi dan rental disebabkan oleh semakin banyak event-event yang memanfaatkan tanaman sebagai ornamen dekorasinya. Permintaan bromelia juga berpotensi meningkat jika produsen bromelia mampu memasok bromelia ke para kontraktor taman dan landscaper dengan harga kompetitif dibandingkan tanaman taman yang mempunyai fungsi sama dengan bromelia di dalam sebuah taman. Potensi peningkatan permintaan kontraktor taman dan landscaper terhadap bromelia dipacu kondisi permintaan residensial cenderung semakin meningkat dan didukung adanya isu global warming.
Perusahaan yang akan bertahan di industri bromelia khususnya Jabodetabek, adalah perusahaan yang mempunyai daya kreativitas dalam menyajikan bromelia kepada konsumen akhir. Kreativitas tersebut menghasilkan diferensiasi yang dapat menarik perhatian konsumen akhir. Selain itu perusahaan yang akan unggul pada industri bomelia adalah perusahaan yang dapat memanfaatkan bromelia untuk kegiatan lingkup bisnis lainnya selain penjualan dalam bentuk tanaman pot kepada konsumen akhir atau dengan kata lain menambah nilai kegunaan bagi pembeli potensial.
6.5. Tantangan Ciapus Bromel
Berdasarkan analisis internal dan eksternal perusahaan, serta melihat kondisi masa depan Industri Bromelia di Jabodetabek, maka tantangan yang harus dihadapi Ciapus Bromel untuk mencapai tujuannya adalah: