MANAJEMEN RISIKO BUDIDAYA AYAM BROILER DI KABUPATEN BOYOLALI
SKRIPSI
Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh derajat gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret
Program Studi Agribisnis
Oleh : Rina Sekarrini
H0812153
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2016
MANAJEMEN RISIKO BUDIDAYA AYAM BROILER DI KABUPATEN BOYOLALI
Yang diajukan dan disusun oleh : Rina Sekarrini
H0812153
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada : 15 Juli 2016
Dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Susunan Dewan penguji
Ketua Anggota I Anggota II
Dr. Ir. Mohamad Harisudin, M.Si Erlyna Wida Riptanti, S.P., M.P Mei Tri Sundari, S.P., M.Si
NIP. 19671012 199302 1 001 NIP. 19780708 200312 2 002 NIP. 19780503 200501 2 002
Surakarta, Juli 2016 Mengetahui,
Universitas Sebelas Maret Fakultas pertanian
Dekan
Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, M.S NIP 195602251986011001
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulilah penulis panjatkan kepada Allah SWT yang dengan rahmat dan hidayah-nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Manajemen Risiko Budidaya Ayam Broiler di Kabupaten Boyolali ini untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun skripsi ini tidak pernah lepas dari bantuan banyak pihak. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Sri Sugiyanto dan Ibu Surati, orang tua penulis yang telah memberi segenap perhatian, doa, pengorbanan, kasih sayang, dukungan spiritual dan materi serta menjadi penyemangat, teladan, dan alasan bagi penulis untuk tidak menyerah serta sabar dalam penyusunan skripsi.
2. Bapak Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, M.S selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Ibu Nuning Setyowati, S.P., M.Sc selaku Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
4. Bapak Dr. Ir. Mohamad Harisudin, M.Si selaku Dosen Pembimbing Utama yang telah berkenan meluangkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk memberikan arahan, nasihat, dan petunjuk selama penyusunan skripsi ini. 5. Ibu Erlyna Wida Riptanti, S.P., M.P selaku Dosen Pembimbing Akademik
sekaligus Dosen Pembimbing yang telah berkenan meluangkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk memberikan arahan, nasihat, dan petunjuk selama penyusunan skripsi ini.
6. Ibu Mei Tri Sundari, S.P., M.Si selaku Dosen Penguji yang telah banyak memberikan banyak masukan, saran serta arahan kepada peneliti.
7. n Ibu Dosen, serta seluruh staff dan karyawan Fakultas Pertanian, yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis.
8. Keluarga besar penulis yang telah memberikan motivasi dan dorongan, serta dukungan spritual maupun materi kepada penulis.
9. Kepala dan Staff Kesbangpol Kabupaten Boyolali.
10. Kepala dan Staff Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali. 11. Kepala dan Staff Kecamatan Simo.
12. Peternak – peternak ayam broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Pacitan yang berkenan meluangkan waktu untuk menjadi responden dan memberikan informasi sesuai kebutuhan peneliti.
13. Adik lisa rosalina dan keluarga besar penulis yang telah memberikan doa, kasih sayang, pengorbanan, dan dukungan yang tiada henti.
14. Wahyu Mahardika dan Sri Dian Ningsih, teman dekat yang telah memberikan doa, kasih sayang, pengorbanan, dan dukungan yang tiada henti.
15. Sahabat saya tercinta yang telah memberikan doa, kasih sayang, pengorbanan, dan dukungan yang tiada henti.
16. Keluarga besar KAMAGRISTA UNS, terima kasih telah memberikan pengalaman yang sangat bermakna dan kesempatan menjadi salah satu bagian dari keluarga ini.
17. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna sehingga segala kritikan maupun saran yang membangun sangat penulis harapkan demi sempurnanya karya ini. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca. Amin
Surakarta, Juli 2016
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... ix RINGKASAN ... x SUMMARY ... xii I. PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Perumusan Masalah ... 5 C. Tujuan Penelitian ... 6 D. Manfaat Penelitian ... 6
II. . LANDASAN TEORI ... 8
A. Penelitian Terdahulu ... 8 B. Tinjauan Pustaka ... 10 1. DOC ... 10 2. Ayam Broiler ... 11 3. Mortalitas ... 12 4. Risiko ... 13 5. Manajemen Risiko ... 14 6. Risiko Produksi ... 17
C. Kerangka Teori Pendekatan Masalah... 19
D. Hipotesis ... 22
E. Asumsi ... 22
F. Pembatasan Masalah ... 22
G. Definisi Operasional dan Teknik Pengukuran Variabel ... 22
III. METODE PENELITIAN ... 26
A. Metode Dasar Penelitian ... 26
B. Metode Penentuan Data ... 26
1. Metode Penentuan Lokasi ... 26
2. Metode Penentuan Sampel ... 27
C. Sumber dan Jenis Data ... 28
1. Data Primer ... 28
2. Data Sekunder ... 28
D. Metode Pengumpulan Data ... 29
1. Observasi ... 29
2. Kuisioner ... 29
E. Metode Analisis Data ... 30
1. Analisis Deskriptif Kualitatif ... 30
2. Analisis Risiko ... 30
3. Analisis Deskriptif Kualitatif ... 33
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 34
A. Kondisi Umum ... 34
1. Letak Geografis ... 34
2. Keadaan Penduduk ... 34
a. Keadaan Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin ... 34
b. Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan ... 35
c. Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian ... 36
B. Karakteristik Peternak Budidaya Ayam Broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali ... 38
C. Hasil dan Pembahasan... 45
1. Risiko Produksi dalam Budidaya Ayam Broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali ... 45
2. Besarnya Risiko dalam Budidaya Ayam Broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali ... 49
a. Biaya Budidaya Ayam Broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali ... 49
b. Penerimaan Usaha Ayam Broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali ... 58
c. Keuntungan Budidaya Ayam Broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali ... 59
d. Risiko Budidaya Ayam Broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali ... 60
3. Manajemen Risiko Produksi Budidaya Produksi Ayam Broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali ... 67
a. Perencanaan (planing) ... 67
b. Penanganan (handling) ... 69
c. Pemantauan (monitoring) ... 70
d. Penilaian (assesment) ... 71
4. Hambatan yang Dihadapi dalam Budidaya Ayam Broiler di Kecamtan Simo Kabupaten Boyolali ... 72
V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 74
A. Kesimpulan ... 74
B. Saran ... 75 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 1. Perkembangan Populasi Unggas di Jawa Tengah Tahun
2010 – 2014 ... 1 Tabel 2. Populasi Ayam Broiler Menurut Kabupaten / Kota di Jawa Tengah Tahun 2014 ... 2 Tabel 3. Perkembangan Populasi Ternak Unggas di Kabupaten
Boyolali Tahun 2010 -2014 ... 3 Tabel 5. Banyaknya Pemilik dan Ternak Ayam broiler Desa di
Kabupaten Boyolali Tahun 2014 ... 27 Tabel 5. Desa yang Memiliki Peternak Ayam Broiler di Kecamtan Simo
Tahun 2014 ... 28 Tabel 6. Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin
Kecamatan Simo Tahun 2014 ... 35 Tabel 7. Penduduk Usia 5 Tahun Keatas Menurut Pendidikan
Tertinggi yang Ditamatkan di Kecamatan Simo Tahun 2014... 36 Tabel 8. Presentase Penduduk Umur 10 Tahun ke Atas yang
Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama di Kecamatan Simo Tahun 2014 ... 37 Tabel 9. Identitas Responden Usaha Ayam broiler di Kecamatan
Simo ... 38 Tabel 10. Status Usaha Ayam broiler di Kecamatan Simo Kabupaten
Boyolali Tahun 2015 ... 42 Tabel 11. Rata-rata DOC Hidup dan Mati dalam budidaya Ayam Broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali Tahun 2015 ... 46 Tabel 12. Rata-rata Biaya pada Budidaya Ayam broiler di Kecamatan
Simo Kabupaten Boyolali Tahun 2015 ... 50 Tabel 13. Nama PT yang menyediakan DOC (Day Old Chick) dan pakan di
Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali Tahun 2016 ... 52 Tabel 14. Rata-rata Penerimaan Budidaya Ayam broiler di Kecamatan
Simo Kabupaten Boyolali Tahun 2015 ... 58 Tabel 15. Rata-Rata Keuntungan pada Budidaya Ayam Broiler di
Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali Tahun 2015 ... 60 Tabel 16. Pendapatan, Simpangan Baku, Koefisien Variasi dan Batas Bawah Keuntungan Budidaya Ayam Broiler di Kecamatan
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 1. Bagan Kerangka Teori dan Pendekatan Masalah... 21
RINGKASAN
Rina Sekarrini. H0812153. “Manajemen Risiko Budidaya Ayam Broiler di Kabupaten Boyolali”, di bawah bimbingan Dr. Ir. Mohamad Harisudin, M.Si. dan Erlyna Wida Riptanti, S.P., M.P., Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Sub sektor peternakan merupakan bagian dari sektor pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sub sektor peternakan perlu dikembangkan karena sub sektor ini dapat memberikan kontribusi besar untuk pertanian Indonesia. Kontribusi sub sektor peternakan terhadap pertanian Indonesia ditentukan oleh seberapa besar kemampuan pelaku di sub sektor ini untuk mengembangkan budidaya peternakan tersebut. Salah satu komoditas unggulan di sub sektor peternakan yang dapat dikembangkan adalah budidaya ayam broiler. Namun dalam perkembangannya, peternak ayam boiler menghadapi beberapa risiko dalam produksi budidayanya sehingga agar terkendali perlu adanya manajemen risiko untuk mengurangi risiko produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko produksi dalam budidaya ayam broiler, mengetahui risiko dalam budidaya ayam broiler tergolong tinggi, dan menganalisis manajemen risiko produksi di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali.
Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan teknik survey. Penentuan sampel terdiri dari 30 peternak di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali memiliki 13 desa yang tersebar namun hanya ada 4 desa yang terdapat peternak ayam broiler yaitu Desa Blagung, Desa Gunung, Desa Teter dan Desa Wates. Metode analisis data menggunakan deskriptif kualitatif untuk mengetahui risiko produksi, CV (Koefisien Variasi), L (Batas Bawah) dan deskriptif kualitatif untuk menganalisis manajemen risiko.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko budidaya ayam broiler di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali berdasarkan risiko produksi dalam budidaya ayam broiler dan risiko pasarnya. Budidaya ayam broiler secara umum sumber risiko produksi ini timbul disebabkan oleh keadaan kandang Selain itu, juga disebabkan oleh sumber risiko yang lain dalam budidaya ayam broiler yaitu pada keadaan DOC (Day Old Chick) sedangkan risiko pasarnya pada saat ayam broiler panen, pembeli yang berada dipasar langsung datang ke kandang dengan arahan dari PT. Pada pemanenan ayam broiler ini posisi dari PT, peternak dan pembeli ini saling melengkapi. Risiko pasar yang ini dialami oleh peternak, karena peternak tidak bisa menjual ayam sendiri dengan harga yang lebih unggul daripada harga kontrak. Apabila DOC (Day Old Chick) ini memiliki kualitas yang baik maka angka mortalitas rendah akan tetapi kualitas DOC (Day Old Chick) tidak baik maka angka mortalitas juga akan tinggi. Berdasarkan besarnya risiko produksi dalam budidaya ayam broiler tergolong sebagai kegiatan yang risikonya tinggi karena nilai CV > 0,5 dapat ditunjukan dengan nilai CV yaitu budidaya ke-1 sebesar 0,711452604, budidaya ke-2 sebesar 0,797454475, budidaya ke-3 sebesar 0,656590605 dan budidaya ke-4 sebesar 0,692730871 yang berarti CV > 0,5 atau nilai L budidaya ke1 sebesar 12.830.745, budidaya ke2 sebesar 17.988.843, budidaya ke3 sebesar
-10.223.476 dan budidaya ke-4 sebesar -12.604.581 berarti L < 0, sehingga perlu adanya manajemen risiko budidaya yang baik. Berdasarkan manajemen risiko dapat ditunjukan dengan rangkain kegiatan yang berupa perencanaan (planning), Penanganan (handling) , Pemantauan (monitoring) dan Penilaian (assesment).
SUMMARY
Rina Sekarrini. H0812153. "Risk Management Broiler Chicken Farming in The Regency of Boyolali", under the guidance of Dr. Ir. Mohamad Harisudin, M.Si. and Erlyna Wida Riptanti, S.P., M.P., of Agriculture Sebelas Maret University Surakarta.
Livestock sub-sector is part of the agricultural sector with huge potential to be developed. Livestock sub-sector needs to be developed for this sub-sector can make a major contribution to agriculture Indonesia. Livestock sub-sector contribution to the Indonesian agriculture is determined by how much ability in this sub-sector actors to develop the aquaculture farms. One of the main commodities in the livestock sub-sector that can be developed is the cultivation of broiler chickens. But in its development, boiler chicken farmers face some risks in the production of a controlled cultivation so that the need for the Management of risk to reduce the risk of production. This study aims to determine risk in the production of broiler chicken farming , knowing the risks in broiler chicken farming is high , and analyze the risk management of production in Simo District Boyolali Regency.
The basic method used in this research is descriptive and analytical. The data used are primary data and secondary data with survey techniques. The samples consisted of 30 farmers in the Simo District Boyolali Regency has13 villages spread but there are only 4 vil, Village Teter and Village Wates . Methods of data analysis using qualitative description of the risk of production, CV (Coefficient of Variation), L(Lower Limit) and to analyze the qualitative description of risk management. The results showed that the risk management broiler chicken farming in the Simo District Boyolali Regency based on the risk of production in the cultivation of broilers and risk pasaranya. Cultivation of broilers in general source of production risks arise due to the state of the enclosure In addition, due to the source of risk to others in the cultivation of broilers is on the state DOC ( Day Old Chick ) , while market risk at the time of broiler chickens harvest , buyers who are in the market immediately came to the cage with the direction of the PT . In these broiler chicken harvesting position of PT, breeders and buyers are complementary This market risk experienced by farmers, because farmers can not sell the chicken itself at a superior price contract. When DOC ( Day Old Chick ) is of good quality , the low mortality rate but the quality DOC ( Day Old Chick ) is not good then the mortality rate will also be higher. Based on the magnitude of risk in the production of broiler chicken farming activities classified as high-risk because of the value of CV > 0.5 can be indicated by the value of CV is the cultivation to - 1 for 0.711452604 , cultivation of 0.797454475 2nd , 3rd cultivation of 0.656590605 and cultivation of all 4th of 0.692730871 which means CV > 0.5 or the value of L cultivation to 1 for -12.830.745 , cultivation of -17.988.843 2nd , 3rd cultivation of – 10.223.476 and cultivation of 4th of -12.604.581 means L < 0 , so the need for good risk management cultivation . Based on risk management can be indicated by a string of activities such as planning, handling, monitoring and assessment.