• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PELAKSANAAN SURVEI PERSEPSI ANTI KORUPSI PADA PENGADILAN NEGERI TEGAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HASIL PELAKSANAAN SURVEI PERSEPSI ANTI KORUPSI PADA PENGADILAN NEGERI TEGAL"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

LAPORAN

HASIL PELAKSANAAN

SURVEI PERSEPSI ANTI KORUPSI

PADA

PENGADILAN NEGERI TEGAL

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN

SURVEI PERSEPSI ANTI KORUPSI

PENGADILAN NEGERI TEGAL

Berdasarkan

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negeri dan

Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2019

Disahkan di Tegal

Pada Hari Rabu, Tanggal 30 September 2020

Ketua Pengadilan Negeri Tegal,

ttd

DJONI WITANTO, S.H., M.H. NIP. 196812121992121001

Ketua Tim Survei,

ttd

FERI ARDIANSYA, S.H., M.H. NIP. 197009051993031007

(4)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Pemerintah sangat membutuhkan informasi dari unit pelayanan instansi pemerintah secara rutin, guna tersusunnya rekomendasi terkait kajian pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani, yang akan dijadikan sebagai referensi pengambilan kebijakan untuk mencegah dan memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, oleh karena itu Pengadilan Negeri Tegal mengadakan survei persepsi anti korupsi. Survei persepsi anti korupsi didasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Survei persepsi anti korupsi menanyakan pendapat masyarakat mengenai pengalaman dalam memperoleh pelayanan di Pengadilan Negeri Tegal, yang diambil melalui pengisian kuesioner.

Pelaksanaan survei persepsi anti korupsi dan penyusunan laporannya, tentunya masih banyak kekurangan sehingga masih perlu perbaikan-perbaikan ke depan agar lebih baik. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun senantiasa kami terima. Semoga laporan ringkas ini, berguna bagi berbagai pihak, khususnya segenap jajaran pimpinan Pengadilan Negeri Tegal dan masyarakat pengguna layanan di Pengadilan Negeri Tegal.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tegal, 30 September 2020

(5)

DAFTAR ISI

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Maksud Dan Tujuan ... 1

1.3. Landasan Hukum ... 2

1.4. Rencana Kerja ... 3

BAB II ... 4

METODOLOGI ... 4

2.1. Metode Penelitian ... 4

2.2. Populasi dan Sampel ... 4

2.3. Lokasi Penelitian dan Unit Analisis ... 4

2.4. Teknik Pengumpulan Data dan Quality Control ... 4

2.5. Teknik Analisis Data ... 5

2.6. Tahapan Pelaksanaan ... 5

BAB III ... 8

INDEKS PERSEPSI ANTI KORUPSI ... 8

3.1. Profil Responden... 8

3.2. Indeks Persepsi Korupsi Per Indikator ... 10

3.3. Indeks Persepsi Korupsi Satuan Kerja pada Pengadilan ... 20

BAB IV ... 22

PENUTUP ... 22

4.1. Kesimpulan ... 22

(6)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sejalan dengan pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, Satuan Kerja pada Mahkamah Agung RI berkomitmen untuk terus-menerus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik.

Komitmen tersebut mengacu amanah Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi serta mengacu kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah. Salah satu wujud komitment tersebut yaitu dengan disusunnya indeks persepsi anti korupsi yang menjadi salah satu parameter pemerintahan yang bersih dan melayani.

Pengadilan merupakan satuan kerja yang melaksanakan peran dan penyelenggaraan fungsi pelayanan strategis serta mengelola sumber daya yang cukup besar.

Pengadilan Negeri yang akan ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi untuk menjadi lokasi Pilot Project menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani, perlu memperoleh masukan dari masyarakat menyangkut pelayanan di lingkungannya. Zona Integritas (ZI) menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani menitikberatkan pada Integritas penyelenggara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Integritas penyelenggara pelayanan publik akan dinilai diantaranya dapat dilihat dari potensi suap dan kemungkinan penambahan biaya diluar tarif resmi yang telah ditetapkan.

1.2. Maksud Dan Tujuan

Maksud penyusunan laporan hasil pelaksanaan survei persepsi anti korupsi adalah sebagai referensi pengambilan kebijakan untuk mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme.

Tujuan Penyusunan laporan hasil pelaksanaan survei persepsi anti korupsi adalah tersusunnya rekomendasi terkait kajian pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.

(7)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 2

1.3. Landasan Hukum

a) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Negara yang Bersih dan Bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme.

b) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

c) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. d) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

e) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi.

f) Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

g) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.

1.4. Rencana Kerja 1.4.1. Persiapan

Sebelum melaksanakan survei persepsi anti korupsi, beberapa persiapan yang perlu perhatikan adalah sebagai berikut :

- Penetapan Pelaksana

Dilaksanakan sendiri, survei dapat dilaksanakan secara mandiri oleh penyelenggara pelayanan dengan SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimilikinya

- Penyiapan Bahan a. Kuesioner

b. Bagian dari kuesioner/pengantar c. Kelengkapan peralatan

- Penetapan Responden, Lokasi dan Waktu Pengumpulan Data a. Jumlah responden

b. Lokasi dan waktu pengumpulan data - Penyusunan Jadwal

Penyusunan rencana dan pelaksanaan survei dilakukan

1.4.2. Pelaksanaan Pengumpulan Data

- Isian data terhadap 10 (sepuluh) unsur pertanyaan yang telah ditetapkan di dalam kuesioner.

(8)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 3

dari petugas dan hasilnya dikumpulkan di tempat yang telah disediakan. - Pengujian kualitas dan validitas data.

- Data pendapat responden yang terisi dalam kuesioner kemudian dikompilasi dan dipilah berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan sebagai bahan dalam analisis obyektivitas responden.

1.4.3. Metode Survei

Survei persepsi anti korupsi dilaksanakan dalam interval waktu per 6 (enam) bulan, 2 (dua) kali dalam satu tahun).

(9)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 4

BAB II

METODOLOGI

2.1. Metode Penelitian

Penelitian Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain yang digunakan dalam penelitian tersebut. Deskriptif kuantitatif bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk menggambarkan karakteristik individu atau kelompok yang menjadi unit analisis dalam penelitian.

2.2. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan layanan di Pengadilan Negeri Tegal. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan Tim Survei dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

2.3. Lokasi Penelitian dan Unit Analisis

Lokasi penelitian adalah tempat dimana peneliti melakukan penelitian terutama dalam menangkap kejadian atau peristiwa yang sebenarnya terjadi dari obyek yang diteliti agar didapat data-data penelitian yang akurat, dalam hal ini yaitu Kantor Pengadilan Negeri Tegal.

Unit analisis adalah sesuatu yang berkaitan dengan fokus masalah yang diteliti dalam hal ini adalah proses pemberian layanan di pengadilan.

2.4. Teknik Pengumpulan Data dan Quality Control

Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui instrumen kuesioner yang disi tanpa wawancara tatap muka. Pengumpulan data dilaksanakan pada rentang waktu bebrapa bulan atau data minimal 100 (seratus) responden. Selanjutnya data dikumpulkan oleh petugas pelaksana yang yang dibekali dengan pelatihan.

Kerja petugas pelaksana akan diawasi oleh pengawas (Ketua Pengadilan). Ketua Pengadilan akan mengecek kerja petugas pelaksana saat berkomunikasi dengan responden, membagikan dan mengumpulkan kuesioner, meneliti kuesioner, serta sekaligus memastikan apakah responden benar-benar disurvei secara tepat oleh

(10)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 5

petugas, dan bertanggung jawab terhadap hasil perhitungan survei persepsi anti korupsi.

2.5. Teknik Analisis Data

Analisis data untuk menentukan indeks persepsi anti korupsi menggunakan teknik statistik deskriptif. Data persepsi anti korupsi diukur dengan menggunakan skala penilaian antara 1 – 6, dimana nilai 1 merupakan skor persepsi paling rendah dan nilai 6 merupakan skor persepsi paling tinggi dan mencerminkan kualitas birokrasi yang bersih dan baik dalam melayani.

Data persepsi anti korupsi disajikan dalam bentuk skoring atau angka absolut agar diketahui peningkatan atau penurunan indeks persepsi korupsi masyarakat atas pelayanan yang diberikan di setiap tahunnya. Teknik analisis perhitungan indeks persepsi anti korupsi pada kuesioner dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Pertama, menentukan bobot total dari masing-masing indikator yang digunakan dalam penelitian ini.

Kedua, mencari bobot rata-rata setiap indikator.

Skala indeks tiap unsur berkisar antara 1 – 6 yang kemudian dikonversikan dalam skala 1 – 4.

Skala indeks persepsi korupsi antara 1 – 4 yang artinya mendekati nilai 4 maka persepsi korupsi makin baik semakin BERSIH DARI KORUPSI.

2.6. Tahapan Pelaksanaan

Sebelum tim melakukan survei lapangan, dilakukan beberapa tahapan agar instrumen yang dipergunakan dapat diaplikasikan sesuai realitas lapangan. Adapun alur penyusunan tools untuk survei persepsi anti korupsi ini dapat digambarkan dalam bagan di bawah ini :

(11)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 6

Gambar 1.

Model Alur Penyusunan Survei Persepsi Anti Korupsi

Ruang linkup survei persepsi anti korupsi dan nilai persepsi anti korupsi adalah sebagai berikut :

Tabel 1

Ruang Lingkup Survei Indeks Presepsi Korupsi

No. Ruang lingkup

1 Manipulasi Peraturan 2 Penyalahgunaan Jabatan 3 Menjual Pengaruh 4 Transaksi Biaya 5 Biaya Tambahan 6 Hadiah 7 Transparansi Biaya 8 Percaloan 9 Perbuatan Curang 10 Transaksi Rahasia

(12)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 7

Tabel 2 Nilai Persepsi Nilai

Persepsi Nilai Interval

Nilai Interval

Konversi IPK Mutu Kinerja

1 1.00 – 1.75 25 - 43.75 1 Tidak Bersih dari Korupsi

2 1.76 – 62.50 43.76 – 62.50 2 Kurang Bersih dari Korupsi

3 2.51 – 3.25 62.51 – 81.25 3 Cukup Bersih dari Korupsi

(13)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 8

BAB III

INDEKS PERSEPSI ANTI KORUPSI

3.1. Profil Responden

3.1.1. Tingkat Pendidikan Responden

Dari hasil survei yang telah dilakukan, diperoleh gambaran bahwa dari latar belakang pendidikan, pengguna layanan di Pengadilan Negeri Tegal mayoritas memiliki latar Sarjana (S1) sebanyak 57,00%.

Tabel 3.

Tingkat Pendidikan Responden

No. Tingkat Pendidikan Frekuensi

F % 1. Tidak Sekolah 0 0,00 2. SD 1 1,00 3. SMP/ SLTP 5 5,00 4. SMA / SLTA 24 24,00 5. Diploma (D1, D2, D3, D4) 5 5,00 6. Sarjana (S1) 57 57,00 7. Pasca Sarjana (S2, S3) 8 8,00 Jumlah 100 100

Gambar 2. Tingkat Pendidikan Responden 3.1.2. Pekerjaan Responden

Dari sisi jenis pekerjaan responden, pengguna layanan Pengadilan Negeri Tegal kebanyakan memiliki pekerjaan sebagai Lainnya sebesar 32% dan Pelajar / Mahasiswa sebesar 25%. 0 10 20 30 40 50 60 Tidak Sekolah SD SMP/ SLTP SMA / SLTA Diploma (D1, D2, D3, D4) Sarjana (S1) Pasca Sarjana (S2, S3)

(14)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 9

Tabel 4.

Jenis Pekerjaan Responden

No. Jenis Pekerjaan Frekuensi

F % 1. PNS 3 3,00 2. TNI / Polri 1 1,00 3. Pegawai Swasta 20 20,00 4. Wiraswasta 17 17,00 5. Petani / Nelayan 0 0,00 6. Pedagang 2 2,00 7. Pelajar / Mahasiswa 25 25,00 8. Lainnya 32 32,00 Jumlah 100 100

Gambar 3. Jenis Pekerjaan Responden

3.1.3. Kelompok usia responden

Dari sisi usia responden, pengguna layanan Pengadilan Negeri Tegal berdasarkan kelompok usia, menunjukkan bahwa mayoritas pengguna layanan berada dalam kelompok usia antara 31 tahun s/d 40tahun sebesar 30,00%.

0 5 10 15 20 25 30 35

(15)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 10

Tabel 5. Usia Responden

No. Usia Frekuensi

F % 1. < 20 tahun 5 5,00 2. 21 - 30 tahun 31 31,00 3. 31 - 40 tahun 30 30,00 4. 41 - 50 tahun 14 14,00 5. 51 - 60 tahun 14 14,00 6. > 61 tahun 6 6,00 Jumlah 100 100

Gambar 4. Usia Responden

3.2. Indeks Persepsi Anti Korupsi Per Indikator 3.2.1. Indikator Manipulasi Peraturan

Dari skala 1 sampai 6, hasil persepsi responden pada indikator Manipulasi Peraturan diperoleh indeks dengan nilai 5,81, jika dikonversikan dalam skala 1 sampai 4 diperoleh indeks dengan nilai 3,87.

Indeks tersebut dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Tegal Bersih dari Korupsi. 0 5 10 15 20 25 30 35 < 20 tahun 21 - 30 tahun 31 - 40 tahun 41 - 50 tahun 51 - 60 tahun > 61 tahun

Usia Responden

(16)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 11

Tabel 6.

Indeks pada Indikator Manipulasi Peraturan

No. Jawaban/ Skor Frekuensi F % 1. 1 1 1,00 2. 2 0 0,00 3. 3 0 0,00 4. 4 0 0,00 5. 5 14 14,00 6. 6 85 85,00 Jumlah 100 100

Gambar 5. Indeks pada Indikator Manipulasi Peraturan

3.2.2. Indikator Penyalahgunaan Jabatan

Dari skala 1 sampai 6, hasil persepsi responden pada indikator Penyalahgunaan Jabatan diperoleh indeks dengan nilai5,87, jika dikonversikan dalam skala 1 sampai 4 diperoleh indeks dengan nilai 3,91.

Indeks tersebut dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Tegal Bersih dari Korupsi.

Indeks Indikator Manipulasi Peraturan

(17)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 12

Tabel 7.

Indeks pada penyalahgunaan jabatan

No. Jawaban/ Skor Frekuensi F % 1. 1 0 0,00 2. 2 0 0,00 3. 3 0 0,00 4. 4 0 0,00 5. 5 13 13,00 6. 6 87 87,00 Jumlah 100 100

Gambar 6. Indeks pada Penyalahgunaan Jabatan

3.2.3. Indikator Menjual Pengaruh

Dari skala 1 sampai 6, hasil persepsi responden pada indikator Menjual Pengaruh diperoleh indeks dengan nilai 5,85, jika dikonversikan dalam skala 1 sampai 4 diperoleh indeks dengan nilai 3,90.

Indeks tersebut dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Tegal Bersih dari Korupsi.

Indeks Penyalahgunaan Jabatan

(18)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 13

Tabel 8.

Indeks pada Indikator Menjual Pengaruh

No. Jawaban/ Skor Frekuensi F % 1. 1 0 0,00 2. 2 0 0,00 3. 3 0 0,00 4. 4 0 0,00 5. 5 15 15,00 6. 6 85 85,00 Jumlah 100 100

Gambar 7. Indeks pada Indikator Menjual Pengaruh

3.2.4. Indikator Transaksi Biaya

Dari skala 1 sampai 6, hasil persepsi responden pada indikator Transaksi Biaya diperoleh indeks dengan nilai 5,85, jika dikonversikan dalam skala 1 sampai 4 diperoleh indeks dengan nilai 3,90.

Indeks tersebut dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Tegal Bersih dari Korupsi.

Indeks Indikator Menjual Pengaruh

(19)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 14

Tabel 9.

Indeks pada Indikator Transaksi Biaya

No. Jawaban/ Skor Frekuensi F % 1. 1 0 0,00 2. 2 0 0,00 3. 3 0 0,00 4. 4 1 1,00 5. 5 13 13,00 6. 6 86 86,00 Jumlah 100 100

Gambar 8. Indeks pada Indikator Transaksi Biaya

3.2.5. Indikator Biaya Tambahan

Dari skala 1 sampai 6, hasil persepsi responden pada indikator Biaya Tambahan diperoleh indeks dengan nilai 5,87, jika dikonversikan dalam skala 1 sampai 4 diperoleh indeks dengan nilai 3,91.

Indeks tersebut dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Tegal Bersih dari Korupsi.

Indeks Indikator Transaksi Biaya

(20)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 15

Tabel 10.

Indeks pada Indikator Biaya Tambahan

No. Jawaban/ Skor Frekuensi F % 1. 1 0 0,00 2. 2 0 0,00 3. 3 0 0,00 4. 4 2 2,00 5. 5 9 9,00 6. 6 89 89,00 Jumlah 100 100

Gambar 9. Indeks pada Indikator Biaya Tambahan

3.2.6. Indikator Hadiah

Dari skala 1 sampai 6, hasil persepsi responden pada indikator Hadiah diperoleh indeks dengan nilai 5,84, jika dikonversikan dalam skala 1 sampai 4 diperoleh indeks dengan nilai 3,89.

Indeks tersebut dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Tegal Bersih dari Korupsi.

Indeks Indikator Biaya Tambahan

(21)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 16

Tabel 11.

Indeks pada Indikator Hadiah

No. Jawaban/ Skor Frekuensi F % 1. 1 0 0 2. 2 0 0 3. 3 0 0 4. 4 0 0 5. 5 16 16 6. 6 84 84 Jumlah 100 100

Gambar 10. Indeks pada Indikator Hadiah

3.2.7. Indikator Transparansi Biaya

Dari skala 1 sampai 6, hasil persepsi responden pada indikator Transparansi Biaya diperoleh indeks dengan nilai 5,84, jika dikonversikan dalam skala 1 sampai 4 diperoleh indeks dengan nilai 3,89.

Indeks tersebut dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Tegal Bersih dari Korupsi.

Indeks Indikator Hadiah

(22)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 17

Tabel 12.

Indeks pada Indikator Transparansi Biaya

No. Jawaban/ Skor Frekuensi F % 1. 1 0 0,00 2. 2 0 0,00 3. 3 0 0,00 4. 4 0 0,00 5. 5 16 16,00 6. 6 84 84,00 Jumlah 100 100

Gambar 11. Indeks pada Indikator Transparansi Biaya

3.2.8. Indikator Percaloan

Dari skala 1 sampai 6, hasil persepsi responden pada indikator Percaloan diperoleh indeks dengan nilai 5,87, jika dikonversikan dalam skala 1 sampai 4 diperoleh indeks dengan nilai 3,91.

Indeks tersebut dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Tegal Bersih dari Korupsi.

Indeks Indikator Transparansi Biaya

(23)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 18

Tabel 13.

Indeks pada Indikator Percaloan

No. Jawaban/ Skor Frekuensi F % 1. 1 0 0,00 2. 2 0 0,00 3. 3 0 0,00 4. 4 1 1,00 5. 5 11 11,00 6. 6 88 88,00 Jumlah 100 100

Gambar 12. Indeks pada Indikator Percaloan

3.2.9. Indikator Perbuatan Curang

Dari skala 1 sampai 6, hasil persepsi responden pada indikator Perbuatan Curang diperoleh indeks dengan nilai 5,87. jika dikonversikan dalam skala 1 sampai 4 diperoleh indeks dengan nilai 3,91.

Indeks tersebut dapat diartikan bahwa kinerja Satuan Kerja pada Pengadilan Negeri Tegal Bersih dari Korupsi.

Indeks Indikator Percaloan

(24)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 19

Tabel 14.

Indeks pada Indikator Perbuatan Curang

No. Jawaban/ Skor Frekuensi F % 1. 1 0 0,00 2. 2 0 0,00 3. 3 0 0,00 4. 4 1 1,00 5. 5 11 11,00 6. 6 88 88,00 Jumlah 100 100

Gambar 13. Indeks pada Indikator Perbuatan Curang

3.2.10.Indikator Transaksi Rahasia

Dari skala 1 sampai 6, hasil persepsi responden pada indikator Transaksi Rahasia diperoleh indeks dengan nilai 5,88, jika dikonversikan dalam skala 1 sampai 4 diperoleh indeks dengan nilai 3,92.

Indeks tersebut dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Tegal Bersih dari Korupsi.

Indeks Indikator Perbuatan Curang

(25)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 20

Tabel 15.

Indeks pada Indikator Transaksi Rahasia

No. Jawaban/ Skor Frekuensi F % 1. 1 0 0,00 2. 2 0 0,00 3. 3 0 0,00 4. 4 0 0,00 5. 5 12 12,00 6. 6 88 88,00 Jumlah 100 100

Gambar 14. Indeks pada Indikator Transaksi Rahasia

3.3. Indeks Persepsi Korupsi Satuan Kerja pada Pengadilan

Dari indeks 10 (sepuluh) indikator tersebut di atas, maka diperoleh Indeks Persepsi Anti Korupsi Satuan Kerja pada Pengadilan Negeri Tegalsebesar5,86.

Indeks 5,86 tersebut jika dikonversikan kedalam skala antara 1 sampai 4 maka diperoleh indeks dengan nilai 3,90.

Indeks Indikator Transaksi Rahasia

(26)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 21

Tabel 16.

Indeks Persepsi Anti Korupsi Satuan Kerja pada Pengadilan Negeri Tegal

No. Ruang Lingkup IPK

(Skala 1-6) IPK Tertimbang IPK (Skala 1-4) % 1. Manipulasi Data 5,81 0,58 3,87 9,89 2. Penyalahgunaan Jabatan 5,87 0,59 3,91 10,06 3. Menjual Pengaruh 5,85 0,59 3,90 10,06 4. Transaksi Biaya 5,85 0,59 3,90 10,06 5. Biaya Tambahan 5,87 0,59 3,91 10,06 6. Hadiah 5,84 0,58 3,89 9,89 7. Tranparansi Biaya 5,84 0,58 3,89 9,89 8. Percaloan 5,87 0,59 3,91 10,06 9. Perbuatan Curang 5,87 0,59 3,91 10,06 10. Transaksi Rahasia 5,88 0,59 3,92 10,06 Jumlah 58,60 5.86 3,90 100

Gambar 15. Indeks Persepsi Anti Korupsi Satuan Kerja pada Pengadilan Negeri Tegal

Indeks 3,90 tersebut jika dkonversikan dalam tabel nilai persepsi (Tabel 2), maka indeks tersebut masuk pada persepsi kinerja unit pelayanan ‘BERSIH DARI KORUPSI’.

Indeks Persepsi Anti Korupsi Satuan Kerja pada

Pengadilan Negeri Tegal

Manipulasi Data Penyalahgunaan Jabatan Menjual Pengaruh Transaksi Biaya Biaya Tambahan Hadiah Tranparansi Biaya Percaloan Perbuatan Curang Transaksi Rahasia

(27)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 22

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Dari hasil survei persepsi anti korupsi yang telah dilakukan Pengadilan Negeri Tegal diperoleh Indeks Persepsi anti Korupsi sebesar 3,90 atau masuk pada kategoriBersih dari Korupsi.

Indeks persepsi korupsi tersebut merupakan komposit dari indeks 10 (sepuluh) indikator yang masing-masing memiliki indeks sebagai berikut :

1. Indikator Manipulasi Peraturan, mendapat indeks 3,87. 2. Indikator Penyalahgunaan Jabatan, mendapat indeks 3,91. 3. Indikator Menjual Pengaruh, mendapat indeks 3,90.

4. Indikator Transaksi Biaya, mendapat indeks 3,90. 5. Indikator Biaya Tambahan, mendapat indeks 3,91. 6. Indikator Hadiah, mendapat indeks 3,89.

7. Indikator Transparansi Biaya, mendapat indeks 3,89. 8. Indikator Percaloan, mendapat indeks 3,91.

9. Indikator Perbuatan Curang, mendapat indeks 3,91. 10. Indikator Transaksi Rahasia, mendapat indeks 3,92.

4.2. Rekomendasi

Merujuk pada hasil indeks persepsi korupsi pada setiap indikator terhadap pelayanan di Pengadilan Negeri Tegal tersebut di atas, menunjukkan bahwa mayoritas indikator memiliki indeks di atas 3.26 atau masuk pada persepsi Bersih dari Korupsi. Namun dari sepuluh indikator penyusun tersebut menunjukkan bahwa indikator Manipulasi Peraturan memiliki indeks paling rendah diantara indikator lainnya. Indikator Manipulasi Peraturan inilah yang ke depan menjadi Pekerjaan Rumah bagi Pengadilan Negeri Tegal untuk diperbaiki.

(28)

Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Persepsi Korupsi | 23

(29)

LAMPIRAN 1.

(30)

Satuan kerja : Pengadilan Negeri Tegal Alamat : Mayjend Soetoyo SM No.9

Q 1 Q 2 Q 3 Q 4 Q 5 Q 6 Q 7 Q 8 Q 9 Q 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 6 6 6 5 6 6 6 6 6 6 2 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 3 5 5 5 6 6 6 6 6 6 6 4 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 5 6 6 6 6 6 6 5 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 7 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 8 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 9 5 5 6 5 5 5 6 5 5 5 10 1 6 6 6 6 6 5 6 6 6 11 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 12 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 13 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 14 6 6 5 6 6 5 6 6 6 6 15 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 16 5 5 6 6 5 6 6 5 6 6 17 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 18 6 6 5 6 6 5 6 6 5 6 19 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 20 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 21 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 22 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 23 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 24 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 25 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 26 6 6 5 5 6 6 6 6 6 6 27 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 28 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 29 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 30 5 6 5 6 6 6 6 6 5 6 31 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 32 6 6 6 6 6 5 6 6 6 6 33 6 6 6 6 6 5 5 6 6 5 34 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 35 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 36 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 37 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 38 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 39 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 40 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 41 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 42 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 43 6 5 6 6 6 6 6 6 6 6 44 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 45 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 46 6 6 6 5 6 6 5 6 6 5 47 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 48 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 49 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 50 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 51 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 52 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 53 6 6 5 6 6 5 5 6 6 6 54 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 55 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 56 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 57 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 58 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 59 5 6 6 6 6 6 5 6 6 6 60 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 61 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6

PENGELOLAAN INDEKS PERSEPSI KORUPSI

Responden

UNSUR-UNSUR PERTANYAAN

(31)

62 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 63 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 64 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 65 6 5 6 6 6 5 6 6 6 5 66 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 67 6 6 6 5 6 6 6 6 5 6 68 6 6 6 5 5 5 5 5 5 5 69 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 70 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 71 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 72 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 73 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 74 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 75 6 6 6 6 6 6 6 5 6 6 76 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 77 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 78 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 79 5 6 6 6 6 6 5 5 6 6 80 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 81 6 6 5 6 6 6 6 6 6 6 82 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 83 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 84 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 85 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 86 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 87 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 88 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 89 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 90 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 91 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 92 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 93 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 94 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 95 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 96 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 97 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 98 5 5 5 5 5 5 5 6 6 6 99 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 581 587 585 585 587 584 584 587 587 588 N.Rata-rata 5,81 5,87 5,85 5,85 5,87 5,84 5,84 5,87 5,87 5,88 1 NRR Tertimbang 0,58 0,59 0,59 0,59 0,59 0,58 0,58 0,59 0,59 0,59 5,86 10 0,1 Keterangan : Q1 - Q10 : Unsur-unsur Pertanyaan NRR : Nilai Rata-rata

IPK : Indeks Persepsi Korupsi

*) : Jumlah NRR IPK Tertimbang

NRR Per Unsur : Jumlah nilai per unsur dibagi Jumlah kuesioner yang terisi

(32)

LAMPIRAN 2.

(33)

KUESIONER SURVEI INDEKS PERSEPSI KORUPSI TAHUN ….….

IDENTITAS RESPONDEN :

1. Nama : ……….…...… (boleh inisial atau tidak diisi)

2. Instansi/Perusahaan : ……….

3. Umur (Tahun) : ………...………...

4. Jenis Kelamin : 1. Laki – laki 2. Perempuan

5. Pendidikan terkahir : 1. Tidak sekolah 5. Diploma (D1/D2/D3/D4) 2. SD 6. Sarjana (S1)

3. SMP/SLTP 7. Pasca Sarjana (S2/S3) 4. SLTA

6. Pekerjaan Utama : 1. PNS 5. Petani/Nelayan 2. TNI/Polri 6. Pedagang

3. Pegawai Swasta 7. Advokad

4. Wiraswasta 8. Lainnya …………...……..

PETUNJUK :

1. Mohon diisi sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu/Saudara(i) yang sebenarnya, karena hal ini tidak mempengaruhi kondite maupun pelayanan terhadap Bapak/ Ibu/saudara (i), dan betul-betul untuk kepentingan ilmiah.

2. Cara pengisian Kuesioner

Bapak/Ibu/Saudara(i) memberi tanda silang ( X ) atau lingkaran pada pilihan angka pada kolom jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu/Saudara(i). pilihan nilai

(34)

KUESIONER :

Pernyataan Kolom Penilaian

Keterangan

Bagaimana pendapat Bapak/Ibu/Saudara(i) 1 2 3 4 5 6

Eksternal 1.

Pelayanan oleh petugas sesuai prosedur dan ketentuan dan tidak dipersulit untuk maksud tertentu

(Manipulasi Peraturan)

1 2 3 4 5 6

2.

Petugas dalam memberikan layanan pengadilan dilakukan secara cepat dan sederhana tanpa ada penawaran dari petugas untuk meminta imbalan tertentu (Penyalahgunaan Jabatan)

1 2 3 4 5 6

3.

Tidak pernah dihubungi oleh seseorang (karyawan pengadilan) yang menjanjikan akan membantu dalam pengurusan surat/berkas perkara dengan meminta imbalan sesuatu

(Menjual Pengaruh)

1 2 3 4 5 6

4.

Informasi tentang tarif/biaya baik melalui website ataupun petugas layanan mudah diakses/diperoleh.

(Transaksi Biaya)

1 2 3 4 5 6

5.

Pembayaran biaya perkara sesuai tarif resmi tanpa ada biaya tambahan di luar ketentuan

(Biaya Tambahan)

1 2 3 4 5 6

6.

Petugas dengan tegas menolak setiap pemberian tanda terima kasih atas layanan yang diterima

(Hadiah)

1 2 3 4 5 6

7.

Menerima bukti transaksi

keuangan/pembayaran yang sah setelah proses pembayaran dilakukan

(Transparasi Biaya)

1 2 3 4 5 6

8.

Tidak pernah mengetahui ada praktek percaloan dalam pengurusan layanan di pengadilan

(Percaloan)

1 2 3 4 5 6

9.

Tidak pernah melihat dan/atau

mendengar masih terjadi praktek KKN di pengadilan

(Perbuatan Curang)

1 2 3 4 5 6

10.

Tidak pernah mengurus perkara melalui Hakim/Panitera/Staff pengadilan diluar persidangan atau di luar prosedur (Transaksi Rahasia) 1 2 3 4 5 6 PETUGAS PELAKSANA : 1. Petugas : ➢ Nama :... ➢ Tanda Tangan :... ➢ Tanggal Pelaksana : ... 2. Pengawas/Pemeriksa : ➢ Nama : ... ➢ Tanda Tangan : ... ➢ Tanggal Pelaksana : ...

Gambar

Tabel 2   Nilai Persepsi  Nilai
Gambar 2. Tingkat Pendidikan Responden
Gambar 3. Jenis Pekerjaan Responden
Gambar 4. Usia Responden
+7

Referensi

Dokumen terkait

Rujuk Garis Panduan Pemilihan dan Penilaian Pembekal Bahan Monograf dan Media (OPR/PSAS/GP01/PPP) atau Garis Panduan Penilaian Prestasi Pembekal Bahan Terbitan

Apabila pesanan pembelian telah datang, maka user dapat melakukan penerimaan barang melalui form BPG, yaitu yang menandakan bahwa barang telah diterima oleh pihak

Sejalan dengan pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani,

Namun berkemungkinan perempuan yang bekerja tidak terlepas dari kendala yang harus dihadapi yaitu padatnya aktivitas kuliah dan bekerja membuat mereka kesulitan

Sedangkan dalam pertimbangan pemilihan untuk tidak pindah dari Yogyakarta dan tetap tinggal di Yogyakarta pada masa pensiun, faktor yang bersifat sangat menentukan bagi

Dari adanya pemahaman yang benar mengenai pajak, diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak untuk melaksanakan Kewajibannya sebagai warga negara dengan membayar

AIPNI, AIPDiKI dan PPNI dalam kegiatan Proyek Health Professional Education Quality (HPEQ) Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada

Minat membaca meliputi perasaan senang terhadap buku bacaan, kesadaran akan manfaat membaca, jumlah buku bacaan yang pernah dibaca, dan perhatian terhadap buku bacaan