Kandungan dalam sampah Kandungan dalam sampah
1. Styrofoam (Gabus). 1. Styrofoam (Gabus).
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yangpilihan yang paling populer dalam bisnis pangan.
paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, penelitian terakhir membuktikanTetapi, penelitian terakhir membuktikan
styrofoam sangat diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styrofoam sangat diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan k
styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran danarena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin
mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,
mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebihlebih aman, serta ringan.
aman, serta ringan.
2. Plastik 2. Plastik
Sebagian di antaranya kemasan plastik berasal dari
Sebagian di antaranya kemasan plastik berasal dari material polyetilen,material polyetilen, polypropilen, polyinylchlorida (!"#) yang jika dibakar atau dipanaskan polypropilen, polyinylchlorida (!"#) yang jika dibakar atau dipanaskan bisabisa menimbulkan dioksin, yaitu suatu $at yang sangat beracun dan
menimbulkan dioksin, yaitu suatu $at yang sangat beracun dan merupakan penyebabmerupakan penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang. Sehingga
kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang. Sehingga menjaga plastik agar tidak berubah selama digunakan sebagai pengemas makan menjaga plastik agar tidak berubah selama digunakan sebagai pengemas makan anan merupakan cara aman untuk menghindari bahaya%bahaya tersebut. &an bahan
merupakan cara aman untuk menghindari bahaya%bahaya tersebut. &an bahan utamautama pembuat !"# adalah &'!. &'! memang populer digunakan
pembuat !"# adalah &'!. &'! memang populer digunakan dalam proses plastisasi.dalam proses plastisasi. onsumsi &'! pada industri !"# mencapai *%+* dari
onsumsi &'! pada industri !"# mencapai *%+* dari total produksi plastici$ertotal produksi plastici$er (senya-a aditif yang ditambahkan ke dalam p
(senya-a aditif yang ditambahkan ke dalam polimer untuk menambah fleksibilitasolimer untuk menambah fleksibilitas dan daya kerjanya).
dan daya kerjanya).
Selain efisien, &'! juga memberikan iskositas yang stabil pada saat
Selain efisien, &'! juga memberikan iskositas yang stabil pada saat aplikasinyaaplikasinya pada !"#. ebih dari itu, harga &'! palin
pada !"#. ebih dari itu, harga &'! paling murah di antara sekitar /** plastici$erg murah di antara sekitar /** plastici$er yang dikembangkan, karena proses sintesanya sederhana dan bahan baku industri yang dikembangkan, karena proses sintesanya sederhana dan bahan baku industri
petrokimia ini juga melimpah. petrokimia ini juga melimpah.
B. Kandungan berbahaya dalam styrofoam dan plastik: B. Kandungan berbahaya dalam styrofoam dan plastik:
0da bahan%bahan yang terkandung baik pada plastik maupun styrofoam. Bahan% 0da bahan%bahan yang terkandung baik pada plastik maupun styrofoam. Bahan% bahan tersebut yaitu
bahan tersebut yaitu 1. &ioctyl phthalate (&'!) 1. &ioctyl phthalate (&'!)
2ngat iklan tentang pipa plastik dari bahan polyinyl chlorida (!"#) yang tak hancur 2ngat iklan tentang pipa plastik dari bahan polyinyl chlorida (!"#) yang tak hancur meski diinjak%injak gajah3 Sekarang, bayangkan bila unsur%unsur $at itu
meski diinjak%injak gajah3 Sekarang, bayangkan bila unsur%unsur $at itu masuk kemasuk ke tubuh melalui kemasan makanan dari bahan
tubuh melalui kemasan makanan dari bahan plastik maupun styrofoam (gabus). Tentuplastik maupun styrofoam (gabus). Tentu saja sistem pencernaan kita sulit mencernanya.
saja sistem pencernaan kita sulit mencernanya. 4. 5at ben$en
4. 5at ben$en
&itambah lagi pada jenis bahan ini
ben$en, suatu larutan kimia yang sulit dilumat oleh sistem percernaan. Ben$en ini juga tidak bisa dikeluarkan melalui feses (kotoran) atau urine (air kencing).
0kibatnya, $at ini semakin lama semakin menumpuk dan terbalut lemak. 2 nilah yang bisa memicu munculnya penyakit kanker.
/. 5at kimia karsinogen
&iisi eamanan !angan 6epang, 6uli 4**1, mengungkapkan bah-a styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. 5at tersebut dapat menyebabkan endocrine disrupter (7&#), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya bahan kimia karsinogen dalam makanan. Saat ini masih banyak restoran%restoran siap saji (fast food)
yang masih menggunakan styrofoam sebagai -adah bagi makanan atau minumannya. Sedapat mungkin alian harus menghindari penggunaan styrofoam untuk makanan atau minuman panas, karena sama halnya dengan plastik, suhu yang
terlalu tinggi dapat menyebabkan perpindahan kandungan kimia dari styrofoam ke dalam makanan kalian.
Styrofoam, yang masih tergolong keluarga plastic ini ternyata juga memiliki bahaya yang sama. Sebagaimana plastik, styrofoam bersifat reaktif terhadap suhu tinggi.
!adahal salah satu kelebihan styrofoam adalah kemampuannya menahan panas. 8. logam berat 5n (seng)
Belum lagi, stryfoam ini juga mengandung logam berat 5n (seng) yang biasanya diberikan pabrik plastik sebagai bahan tambahan untuk plastik.
. formalin
9ntuk formalin akan kita bahas dalam pembahasan berikut ini. C. FORM!"# $!M K#$%#&# P!'("K
$# '()ROFOM
formalin ternyata bukan hanya ditemukan pada ikan, mi, baso, atau tahu. Terungkap bah-a $at penga-et mayat itu juga ditemukan pada plastic pembungkus makanan dan styrofoam. Sementara itu dalam sebuah penelitian lain disebutkan pada
pembungkus berbahan dasar resin atau plastik rata%rata mengandung ppm
formalin. Satu ppm adalah setara dengan satu miligram per kilogram. :ormalin pada plastik atau styrofoam ini, merupakan senya-a%senya-a yang secara menetap
terkandung dalam bahan dasar resin atau plastik. ;amun, $at racun tersebut baru akan luruh ke dalam makanan akibat kondisi panas, seperti saat terkena air atau minyak panas. arenanya, makanan yang masih panas jangan langsung dimasukkan ke dalam plastik atau kotak styrofoam. Bersama formalin, luruh pula $at yang
tak kalah racunnya yakni stiarin, yang biasa terkandung pada styrofoam. Secara umum, $at racun seperti formalin dan stiarin terdapat dalam produk berbahan dasar resin. ;amun, dalam kadar cukup tinggi, senya-asenya-a
sederhana plastik dengan kadar racun tinggi adalah kantung plastik -arna hitam yang biasa digunakan toko%toko untuk mengantongi barang belian. ebih baik
kantong plastik ini tidak disatukan dengan makanan, apalagi yang masih
panas, seperti goreng%gorengan. &alam sebuah penelitian, ditemukan kandungan formalin pada susu yang biasa dijual dalam kantong%kantong plastik. ;amun kita tidak akan tahu seberapa besar kandungan formalin dalam minuman itu. <ang jelas, formalin tidak berasal dari plastik susu, tapi sengaja ditambahkan ke dalam susu sebagai penga-et.
imbah merupakan sisa dari suatu usaha/kegiatan. Dikatakan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya) jika mengandung bahan-bahan berbaha ya dan beracun yang karena sifat atau
konsentrasi serta jumlahnya, dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup, mengganggu kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Bila hendak dibuang ke lingkungan, penanganannya harus mengikuti ketentuan peraturan limbah B3 dan tata cara dalam periinan. !ni dimaksudkan agar pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan terhadap
manusia dapat dihindari.
Di !ndonesia, selain merujuk pada kon"ensi Basel, penanganan limbah B3 diatur dalam beberapa peraturan antara lain# $erpres %&/&''3 tentang atifikasi $on"ensi Basel, erpres *+/
tentang atifikasi Ban mmendement, 00 1omor 3 2ahun ' tentang erlindungan dan engelolaan ingkungan 4idup, 1omor &5/&''' jo 1omor 5/&''' tentang engelolaan imbah B3, 00 1omor &5 2ahun 5 tentang engelolaan 6ampah.
Bahaya E-waste
imbah elektronik (electronic waste/e-waste) adalah barang elektronik yang dibuang karena sudah tidak berfungsi atau sudah tidak dapat digunakan lagi. E-waste perlu di7aspadai karena mengandung & material. 6ebagian besar dikategorikan sebagai bahan beracun dan berbahaya, seperti logam berat (merkuri, timbal, kromium, kadmium, arsenik, perak, kobalt, palladium, tembaga dan lainnya).
Beberapa limbah B3 dengan paparan risikonya, antara lain#
&. 8Bs9 banyak digunakan pada bahan plastik, perekat, trafo, kapasitor, sistem hidrolis, ballast lampu, dan peralatan elektronik lainnya. isiko9 persisten di lingkungan, mudah
terakumulasi dalam jaringan lemak manusia dan he7an. :engganggu sistem pencernaan dan bersifat karsinogenik.
. rsenik9 digunakan dalam industri elektronik, di antaranya pembuatan transistor,
semikonduktor, gelas, tekstil, keramik, lem hingga bahan peledak. isiko9 menimbulkan gangguan metabolisme di dalam tubuh manusia dan he7an, mengakibatkan keracunan bahkan kematian.
3. $admium9 digunakan untuk pelapisan logam, terutama baja, besi dan tembaga. ;uga dalam pembuatan baterai dan plastik. isiko9 jika terisap bersifat iritatif. Dalam jangka 7aktu lama menimbulkan efek keracunan, gangguan pada sistem organ dalam tubuh manusia dan he7an.
eningkatan konsumsi alat elektronik akan mengakibatkan terjadinya lonjakane-waste di masa yang akan datang. Di frika 6elatan dan 8hina, diprediksi akan terjadi lonjakane-waste hingga < * persen pada tahun . 2ak terkecuali !ndonesia, jika tanpa kendali dipastikan terdapat lonjakan e-waste.
:eningkatnya jumlah limbah elektronik di !ndonesia dikarenakan beberapa faktor, antara lain9 (&) :inimnya informasi mengenai limbahe-waste kepada publik# () Belum adanya kesadaran publik dalam mengelolae-waste untuk penggunaan skala rumah tangga (home appliances)# (3) emahaman yang berbeda antar institusi termasuk emerintah Daerah tentange-waste dan tata cara pengelolaannya# (*) Belum tersedianya data yang akurat jumlah penggunaan barang-barang elektronik di !ndonesia# serta () Belum tersedianya ketentuan teknis lainn ya, semisal umur barang yang dapat diolah kembali.
:enurut data dari 01= (rogram ingkungan 4idup BB) secara globale-waste tumbuh * juta ton setiap tahunnya. 6ampah ponsel dan komputer personal sebagai penyumbang terbesar.
imbah emas dan perak 3>, palladium &3> dan kobalt &>, setiap tahunnya.
onjakane-waste yang paling sensasional terjadi pada produk telepon seluler (ponsel). 6aat ini hampir setiap orang memiliki sebuah ponsel atau bahkan lebih, ini tentu akan mempengaruhi jumlahe-waste yang dihasilkan. E-waste tertinggi berikutnya adalah tele"isi yang kemudian
diikuti oleh kulkas. rtinya bah7a meningkatnya jumlahe-waste terkait erat dengan peningkatan penggunaan alat elektronik yang saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat dunia.
6ecara rerata, "olume e-waste terus mengalami peningkatan 3 < > per tahun. ;umlah ini tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan limbah jenis lain. 6aat ini saja, > limbah padat yang dihasilkan dunia adalah e-7aste. ;umlah ini hanya bisa disaingi oleh jumlah limbah kantung plastik. E-waste bersifat toksik karena kandungan timbal, berilium, merkuri, kadmium, B?s
( Brominated Flame Retardants) yang merupakan ancaman bagi kesehatan dan lingkungan.
E-waste di Indonesia
arlemen 0ni =ropa dalam instruksinya 1o. /'%/=8 men ggolongkan jenis-jenis limbah elektrikal dan elektronik yang termasuk dalam e-waste, antara lain9
&. eralatan rumah tangga berukuran besar ( Large household appliances, berlabel
LargeHH ). :asuk kategori ini diantaranya mesin pendingin ruanga n (8), mesin cuci, lemari es, kulkas, o"en.
. eralatan rumah tangga berukuran kecil (Small household appliances, berlabel small HH ), seperti kipas angin, kompor, blender, toaster,vacuum cleaner .
3. eralatan komunikasi dan teknologi informasi ( IT telecommunications e!uipment , berlabel I"T ). $omputer, laptop, printer, telepon, modem, handphone, mesin fa@, mesin
scan, baterai, kalkulator masuk dalam kategori ini.
*. eralatan hiburan elektronik ("onsumer e!uipment , dengan label"E )# yaitu 2A, radio, pemutar DAD/A8D.
. erlengkapan pencahayaan ( Lighting e!uipment , dengan label Lighting ).
%. lat-alat listrik dan elektronik ( Electrical and electronic tools,with the e#ception o$ large scale stationar% Industrial tools, dengan label == tools). :asuk kategori ini salah
satunya adalah mesin bor.
+. :ainan elektronik dan peralatan olahraga (To%s& leisure and sports e!uipment , dengan labelTo%s).
5. erangkat medis ( 'edical devices-with the e#ception o$ all implanted and in$ected products, dengan label 'edical E!uipment ).
'. lat monitoring dan alat kontrol ( 'onitoring and control instrument , dengan label :8).
6emua jenis yang dikelompokan oleh 0ni =ropa, merupakan hal yang jamak diketemukan di rumah tangga !ndonesia. rtinya, secara langsung !ndonesia juga bertanggung ja7ab dengan keberadaane-waste.
Berdasarkan data B6 tahuin &, produksi elektronik dalam negeri untuk (dua) jenis saja yaitu tele"isi dan komputer, jumlahnya cukup mencengangkan. !ndonesia mampu memproduksi tele"isi sebanyak &.. kg/tahun. ;umlah tele"isi impor# %.%5+.5 kg/tahun.
Dari jumlah tersebut, tele"isi berpotensi menghasilkane-wastesebanyak &.*'&.5''.*%'
kg/tahun. 6ementara untuk komputer, !ndonesia mampu memproduksi &.*'&.5''.*%' kg/tahun, dengan jumlah impor 3.3**.+33 kg/tahun. Dan potensie-waste yang dihasilkan mencapai
3%..*'3.+%5 kg/tahun. adahal komposisi dalam sebuah komputer banyak mengandung silica/glass, palstik, ferrous metal dan lain-lain.
Dengan jumlah sebesar itu, celakanya !ndonesia belum memiliki perhatian yang tinggi terhadap sampah elektronik. emahaman masyarakat, produsen dan bahkan pemerintah terbilang masih sangat rendah terhadap dampake-waste. emerintah seharusnya membuat peraturan yang jelas, dimana para produsen barang elektronik harus tetap bertanggung ja7ab atas produknya yang beredar baik pada saat produk elektronik (e-product ) itu dibuat, didistribusikan dan jika sudah
tidak digunakan lagi. 6ehingga produsen itu menegtahui mata rantai produksi dan distribusi dari produknya.
6ebagai contoh, penerapan = ( E#tended (roducer Responsi)ilit%) dianggap sangat penting dikarenakan ini merupakan tanggung ja7ab produsen yang diperluas pada mata rantai produksi secara fisik dan pembiayaan hingga pada tahap setelah pemakaian/penggunaan oleh konsumen. Dengan demikian, tanggung ja7ab produsen tidak hanya terhadap emisi,e$$luent dan limbah yang dihasilkan selama proses produksi, tetapi juga bertanggung ja7ab memasukkan manajemen produk terhadap produk yang telah dibuang oleh konsumennya.
6elain pemerintah, tanggung ja7ab juga dibebankan kepada masing-masing kelompok terkait. rodusen, misalnya# bertanggung ja7ab untuk memonitor distribusi produk dan bertanggung ja7ab untuk menangani limbah elektroniknya, mengelola limbah elektronik yang dihasilkan
serta Bertanggung ja7ab untuk menghasilkan produk ramah lingkungan.
6edangkan kelompok konsumen dan distributor bertanggung ja7ab untuk melakukan pemilahan terhadap limbah elektronik yang dihasilkan, memba7a limbah elektronik tersebut ke tempat penampungan yang sudah ditetapkan serta tidak menjual langsung limbah elektronik ke pengumpul yang tidak beriin.
Dalam hal kelompok enampung, perlu melakukan kerjasama dengan produsen dan emda untuk menyediakan lokasi penampungan limbah elektronik. :embantu pelaksanaan mekanisme insentif untuk konsumen yang mengembalikan barang/limbah elektroniknya.
6edangkan industri rekondisi, bertanggung ja7ab melakukan rekondisi dengan kriteria produk yang dapat dipertanggungja7abkan. 6erta bertanggung ja7ab untuk mengelola limbah dan sampah yang dihasilkan (sesuai dengan ermen 4 1o.&5/' tentang 2ata cara periinan pengelolaan imbah B3)
Persentase Perlakuan terhadap Produk Elektronik Bekas Milik
:erujuk data dari Dr. ! :ade Cahyu Cidyasana ini terlihat bah7a menjual kembali produk bekas milik serta tukar tambah merupakan persentase terbanyak yang dilakukan konsumen
!ndonesia. gaknya ini terkait dengan perilaku sebagain masyarakat yang masih mengakomodir pembelian barang bekas milik.
Dari uraian diatas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam meminimalisir limbah elektronik9
&. danya satu pemahaman antar instansi terkait dalam mengelola limbah elektronik.
. :emberikan kesadaran kepada masyarakat umum untuk mengelola limbah elektroniknya sehingga tidak membuangnya secara sembarangan dengan memberikan solusi tatacara pengumpulan dantrade in mechanism limbah elektronik# dan menyiapkan serta
menyediakan fasilitas pengumpulan, fasilitas pembuangan dan fasilitas 3 (recycle, reuse, reduce).
3. :endorong kepedulian semua pihak untuk mendukung pelaksanaan mekanisme = dan mekanisme insentif.
*. :embangun sistem database untuk mendata9 "olume limbah elektronik, daftar industri rekondisi, daftar industri pengolah limbah.
. $ebijakan untuk peranan dan pertumbuhan industri rekondisi dan memberlakukan standar untuk produk refurbish.
%. :emberikan informasi kepada semua pihak (terutama sektor informal) akan bahaya penanganan e-7aste yang tidak terkontrol.
+. engelolaan limbah B3 dari kegiatan elektronik dapat dilakukan sendiri atau diberikan kepada pihak ketiga yang telah mendapatkan iin dari $4, sehingga $4 mendukung semua pihak untuk dapat melakukan pengelolaan limbah elektronik dan melakukan ino"asi dalam pengembangan teknologi pengelolaan limbah elektronik.
5. :endesain metode penga7asan yang melibatkan semua pemangku kepentingan antara emerintah usat, emerintah Daerah, produsen dan masyarakat.
http://www.ylki.or.id/kandungan-berbahaya-dalam-e-waste.html
Zat kimia pada plastik $imia Dasar untuk lastik 5 ;uly % - 39+pm admin
0ntuk mengerti karakteristik dari plastik, bisa dimulai dari struktur kimia penyusun plastik. engetahuan dasar kimia dibutuhkan untuk mengerti sifat-sifat dasar plastik. !katan kimia dalam struktur plastik adalah ikatan ko"alen, yaitu ikatan antar atom dengan cara berbagi elektron diantara dua atom. !katan ini dapat terdiri dari beberapa elektron.
lastik merupakan bagian dari molekul hidrokarbon at yang penyusun dasarnya adalah karbon dan hidrogen. 8ontoh dari ikatan ko"alen diantaranya9
!katan tunggal 8-8, ikatan ganda 8E8, atau ikatan rangkap 3 8F8.
$arbon mempunyai kemampuan untuk berikatan membentuk rantai yang panjang seperti oktane9 843-84-84-84-84-84-84-84-843.
lastik yang mempunyai struktur paling sederhana adalah polyethylene (=). 0mumnya susunan molekul dari = terdiri dari sekitar & atom karbon didalam tulang punggungnya. :olekul dari plastik sering disebut dengan macro molekul karena ukurannya sangat besar dilihat dari panjang rantai karbonnya. 0ntuk menyederhanakan struktur kimia dari macro molekul, maka
digunakan penyingkatan. Bagian terkecil dari rantai karbon yang panjang disebut dengan mer atau monomer. 6ering dituliskan seperti berikut.
-G84-84Hn-dimana n adalah jumlah atau derajat dari polimerisasi. olimerisasi berarti penggabungan bersama monomer. 6ekarang ini ada ribuan jenis plastik, tapi pada dasarnya, atom-atom
(I), nitrogen (1), $lor (8l), ?luor (?), dan belerang (6). 4omopolymer9
enyusun kimia paling dasar dari plastik disebut dengan homopolymer karena hanya terdiri dari satu struktur dasar. 8ontohnya9
-G84-84-JHn-;ika J adalah hidrogen (4), maka bahan tersebut adalah polyethylene (=). 2etapi ika J adalah klor G8lH, maka bahan tersebut adalah poli "inil klorida (A8).
Bisa juga dua atom hidrogen (4) diganti dengan atom-atom tertentu menjadi sebagai berikut9
-G84-8J-KHn-enyusunan :olekul dari lastik
:olekul-molekul dari plastik dapat mempunyai dua jenis tipe dalam penyusunan molekulnya, yaitu amorphous dan kristal polimer.
lastik morphous9
6usunan molekul dari plastik amorphous cenderung tidak beraturan. lastik amorphous biasanya bening atau transparan selama tidak ada filler atau campuran lain. 8ontoh plastik jenis ini adalah
aklirik ditoko-toko. lastik kristal9
6usunan molekul dari plastik kristal adalah teratur. $eteraturan ini dapat dibuat dengan cara pendinginan yang relatif lama. lastik kristal cenderung tidak transparan.
ada umumnya plastik adalah campuran dari kedua tipe itu. Bagian luar dari plastik cenderung berbentuk amorphous karena proses pendinginan bagian luar relatif cepat. 6ementara bagian
dalam cenderung berbentuk kristal karena pendinginan memerlukan proses yang lebih lama.
$albe.co.id - ara ilmu7an di merika dan $anada sedang mempelajari efek bisfenol- (B), sebuah kandungan plastik polikarbonat yang biasa digunakan dalam alat sehari-hari uantuk menyimpan makanan dan obat-obatan, menemukan bah7a B menyebabkan hilangnya hubungan antara sel-sel otak dalam primata dan dapat mengarah pada penurunan ingatan dan belajar. Berdasarkan temuan ini, mereka menyarankan 06 =n"iromental rotection gency (06
=) menurunkan batas keamanan minimum paparan harian B.
6tudi yang dikerjakan oleh para peneliti dari Kale 0ni"ersity 6chool of :edicine dan Intario Aeterinary 8ollege, $anada ini dipublikasikan dalam roceedings of the 1ational cademy of 6ciences (16) edisi online 3 6eptember 5.
6tudi sebelumnya telah melihat efek B pada tikus, namun ini merupakan yang pertama melihat apa yang terjadi pada primata dan juga pertama kalinya menggunakan batas terendah bahan ini berdasarkan acuan 06 =.
0ntuk studi ini, erant dan koleganya memberikan dosis harian mikrogram/kg BB B selama 5 hari kepada setiap primata. :ereka juga memberikan estradiol, hormon estrogen manusia yang terlibat dalam mengatur hubungan sinaptik antar sel-sel otak. enelitian
sebelumnya telah menunjukkan hormon ini tidak hanya diproduksi oleh o"arium, tapi juga di otak, yang berkontribusi pada pengembangan dan bekerja di hipokampus dan korteks prefrontal, bagian yang mengatur mood dan membantu dalam ingatan.
eranth dan koleganya menjelaskan, data mereka mengindikasikan bah7a 7alaupun ini
merupakan paparan kadar B yang relatif rendah, B menghilangkan respon sinaptik terhadap estradiol. emodeling sinasis saraf sangat penting dalam fungsi kognitif dan mood. B
:ereka menyimpulkan bah7a studi ini pertama kalinya mendemotrasikan efek samping B pada otak model he7an primata nonmanusia yang selanjutnya perlu ditingkatkan kepedulian penggunaan B secara luas di bidang medis dan dalam persipan danpenyimpanan. :odel primata ini mengindikasikan bah7a B secara negatif mempengaruhi fungsi otak dalam
manusia. 0ntuk itu, = diharapkan menurunkan Lbatas keamanan harianM untuk konsumsi B manusia.G/langNenH
C6D4 - bagi anda yang sering menggunakan kantong plastik OkresekP dan plastik A8 sebagai 7adah makanan siap santap, terutama yang berminyak/berlemak dan mengandung alkohol. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan I:, kantong plastik QkresekQ dan plastik A8 banyak mengandung unsur kimia yang berbahaya. Bila digunakan sebagai 7adah makanan, terlebih yang dalam keadaan panas, residu dari bahan-bahan kimia tersebut dapat memuai dan mengkontaminasi makanan.
:enurut $epala Badan I: ! dr. 4usniah ubiana 2hamrin kib, :6, :kes, 6p?$, dalam proses pembuatan plastik A8 ditambahkan penstabil seperti senya7a timbal (b), kadmium
(8d), timah putih (6n) atau lainnya untuk mencegah kerusakan A8. RBahkan agar lentur atau fleksibel, kadang-kadang ditambahkan senya7a ester ftalat atau ester adipat,R 0ngkap 4usniah. ebih jauh 4usniah mengatakan, unsur-unsur kimia tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan. A8: terbukti mengakibatkan kanker hati, senya7a b merupakan racun bagi ginjal dan syaraf, senya7a 8d merupakan racun bagi ginjal dan dapat mengakibatkan kanker paru dan senya7a ester ftalat dapat mengganggu sistem =ndokrin.
Badan I: telah melakukan sampling dan pengujian laboratorium terhadap && jenis produk kemasan makanan dari plastik A8 dan hasilnya & jenis produk tidak memenuhi syarat karena kandungan logam berat b-nya mencapai 5,%' ppm. ;auh melebihi nilai maksimumnya yang diperbolehkan yaitu & ppm.
Badan I: juga menghimbau masyarakat untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut9 ertama, umumnya kemasan A8 dapat dikenali dari logonya yang berupa segitiga dari anak panah, didalamnya ada angka 3, dan diba7ah segitiga tersebut ada tulisan QA8Q. $edua, ;angan
menggunakan kemasan makanan dari A8 untuk makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol, terlebih dalam keadaan panas. (6umber 9 Depkes.go.id
=!1S21 0B!$ / 0B!8 C1!1S 2=121S
$=:61 :$11 D! 62!$ I!A!1! $I!D (A8) 1omor9 $4...& ..5'&
2anggal &* ;uli '
:enindaklanjuti hasil penga7asan kemasan makanan yang terbuat dari plastik poli"inil klorida (A8), Badan I: ! perlu memberikan penjelasan sebagai berikut9
&. A8 dibuat dari monomer "inil klorida (A8:). :ono mer "inil klorida yang tidak ikut
bereaksi dapat terlepas ke dalam makanan terutama yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol terlebih dalam keadaan panas.
timah putih (6n) atau lainnya, untuk mencegah kerusakan A8. $adang-kadang agar lentur atau fleksibel ditambahkan senya7a ester ftalat, ester adipat, dll.
3. esidu A8:, b, 8d dan ester ftalat berbahaya bagi kesehatan. T A8: terbukti mengakibatkan kanker hati.
T senya7a b merupakan racun bagi ginjal dan syaraf.
o senya7a 8d merupakan racun bagi ginjal, dan dapat mengakibatkan kanker paru. o senya7a ester ftalat dapat menganggu sistem endokrin.
*. Badan enga7asan Ibat dan :akanan ! telah melakukan sampling dan pengujian
laboratorium terhadap && jenis kemasan makanan dari plastik A8, dan hasilnya & jenis tidak memenuhi syarat (terlampir).
. 0ntuk kehati-hatian, masyarakat dihimbau untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut 9 &. 0mumnya kemasan makanan A8 dapat dikenali dari logo
&. ;angan menggunakan kemasan makanan dengan A8 untuk makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol terlebih dalam keadaan panas.
&. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0nit ayanan engaduan $onsu men Badan I: ! dengan nomor telepon *%3333 dan &-3&'' atau e-mail ulpkUpom.go.id dan ulpkbadanpomUyahoo.com atau melihat di 7ebsite Badan I:, 777.pom.go.id
. Demikian keterangan ini disampaikan untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk kemasan makanan bagi kesehatan.
letak geografis !ndonesia, dan sebagai negara kepulauan membuat !ndonesia kaya akan suku bangsa... 6etiap pulau berbeda sukunya... ada penduduk pribumi asli, ada pendatang dari tempat
lain. 6ejak adanya jalur perdagangan, ada pernikahan campur pedagan negara lain dengan rakyat pribumi menambah lagi ras penduduk !ndonesia. 0ntuk penduduk pribumi sendiri, intinya pada pula yang ada di !ndonesia dan setiap pula memiliki keragaman budaya, adat dan sukunya.)
62!$, bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. 4ampir setiap barang, mulai dari botol minum, 2A, kulkas, pipa, mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida nyaris tak terpisahkan dari benda ini.
Belakangan, perabot rumah tangga pun marak diproduksi dari plastik. ;uga untuk kemasan
makanan. :aka, kontak langsung dengan bahan makanan yang notabene langsung kita konsumsi tersebut tak dapat dihindarkan lagi.
1amun, belakangan ada fakta yang sungguh mengejutkan. 2idak sedikit bahan-bahan plastik itu ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan.
Beberapa jenis kemasan makanan dan minuman setelah dilakukan serangkaian penelitian
laboratorium, dinyatakan yang tidak aman bagi kesehatan. Balai enga7asan Ibat dan :akanan (BI:) menyatakan ada beberapa jenis plastik mengeluarkan at-at beracun, seperti Dio@in, 6tyrene, hthalate, Bisphenol-.
Vat-at tersebut bisa menyebabkan bermacam gangguan kesehatan. :ulai dari hal sepele semisal iritasi pada saluran pernapasan, gangguan ginjal, li"er hingga yang bersifat karsiogenik yakni penyakit kanker sampai gangguan hormon.
Belakangan, gangguan itu paling banyak ditemui pada bahan plastik mengandung melamin. rinsipnya, kata 6yafriansyah, kepala Bidang emeriksaan dan enyelidikan, yang berbahaya itu jika bahan melamin ini banyak melepaskan at formalin.
tidaknya at formalin yang dilepaskan,R kata pria yang akrab disapa 6yafri ini.
6ementara pada plastik untuk kegunaan lainnya, misalnya plastik kresek, yang biasa dipakai sebagai pembungkus, disarankan menghindari pemakainnya dari makanan berminyak dan suhu panas.
asalnya, at-at adiktif dalam plastik mudah terurai dalam lemak dan panas, apabila
terkontaminasi dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh, secara akumulatif pada binatang percobaan dapat mengakibatkan penyakit mematikan itu.
;uga saat bahan bisphenol atau B yakni bahan kimia yang digunakan pada bahan plastik yang kita konsumsi, seperti botol air, botol soda, bahkan botol bayi. Berbagai jumlah kadar B telah ditemukan pada '3 persen orang merika yang diuji. :eskipun 2he merican 8hemistry 8ouncil menyatakan B aman, sebuah studi baru menemukan B mungkin tak aman.
eninsula :edical 6chool di merika dalam situsnya menunjukkan hasil riset mereka, yakni seperempat dari populasi yang diuji dengan kadar B tinggi, berpotensi dua kali lipat terkena diabetes dan penyakit hati. eneliti menemukan, makin tinggi kadar B pada urin, akan kian berisiko terkena penyakit tertentu.
8erdas $enali $odenya
620 cara yang paling ampuh untuk menghindarkan dari bahaya plastik yang menggangu kesehatan. 6alah satunya dengan melihat kodenya. :engetahui simbol-simbol daur ulang pada produk plastik, kita dapat memilah produk plastik yang terbaik untuk digunakan dalam
pemakaian sehari-hari.
4al yang dapat kita perhatikan adalah melihat kode yang biasanya terdapat di ba7ah 7adah plastik. $ode tersebut menunjukkan dari jenis bahan apa plastik itu dibuat.
$ode tersebut berupa segitiga yang terdiri dari tiga anak panah atau dengan huruf yang
merupakan singkatan nama bahan pembuat plastik. Dengan mengetahui jenis bahan baku plastik, kita dapat mengetahui apakah jenis tersebut berbahaya terhadap makanan atau tidak.
W =2/=2=
Kaitu olyethylene 2erephalate. Biasanya merupakan 7adah dari minuman mineral dengan 7arna transparan. Cadah ini khususnya diperuntukan sekali pakai. $arena semakin lama isinya berada dalam kemasan tersebut, kandungan kimia yang terlarut semakin banyak pula.
W 4D=
6ingkatan dari 4igh Density olyethylene. Kakni kemasan obat atau bahan kosmetik. ;uga ada oly"inyl 8hloride (A8), yakni merupakan at yang paling berbahaya. 6ering digunakan sebagai saluran air, bahan bangunan, kadang kala digunakan sebagai mainan anak.
W D=
$=1;1S1 adalah o7 Density olyethylene. !ni dipergunakan un tuk bungkus sayuran dan daging beku. ;uga ditemukan kode olypropylene (), biasanya digunakan untuk kemasan makanan, minuman, margarin, botol shampo atau botol bayi.
6elain itu, perlu diperhatikan kode olystyrene (6) yakni merupakan at yang berbahaya bagi tubuh. ;ika makanan berminyak dipanaskan dalam 7adah ini, styrene dapat berpindah ke dalam makanan, maka menggunakan bahan ini sebagai 7adah makanan tidak dianjurkan. Berupa gelas dan piring makanan styrofoam yang sudah lama dianggap sebagai penyebab kanker, sendok dan garpu, kotak 8D.
6etelah belajar mengenali simbol daur ulang pada produk plastic dari pabrik plastik, kali ini kita akan mencoba memanfaatkan pengetahuan akan simbol-simbol daur ulang, utamanya dalam memilih produk plastik dari plastic factories yang (lebih) sehat dan tidak (kurang) berpotensi membahayakan kesehatan. Banyak diantara kita yang (mungkin) pernah mendengar, membaca ataupun melihat berita mengenai bahaya produk plastik dari pabrik plastic bagi kesehatan. Diantaranya adalah mengenai beberapa jenis kemasan makanan dari industri plastic dan minuman dari pabrik plastik yang tidak aman bagi kesehatan, mengeluarkan at-at beracun, seperti Dio@in, 6tyrene, hthalate, Bisphenol- dan menyebabkan bermacam penyakit da ri kanker sampai gangguan hormon yang sebagaimana kita ketahui kanker merupakan salah satu pembunuh terbesar dan terganas, bahkan lebih mematikan dibandingkan dam ir, yan
maupun io :artil. Dengan mengetahui simbol-simbol daur ulang pada produk plastic dari industri plastik, kita akan dapat memilah produk plastik dari plastic factories yang terbaik untuk kita gunakan dalam pemakaian sehari-hari.
emerintah maupun pabrik plastic atau industri plastik sendiri sampai saat ini masih belum menyatakan potensi bahaya dari pemakaian produk-produk industri plastic tersebut. Dengan beralasan bah7a resiko-resiko yang selama ini menjadi polemik tersebut masih belum terbukti
sepenuhnya. 1amun tentu saja kita tidak ingin mengambil resiko tersebut, terutama jika itu menyangkut kesehatan keluarga, apalagi anak-anak kita.
6etelah belajar mengenali simbol daur ulang pada produk plastik, kali ini kita akan mencoba memanfaatkan pengetahuan akan simbol-simbol daur ulang, utamanya dalam memilih produk plastik yang (lebih) sehat dan tidak (kurang) berpotensi membahayakan kesehatan. Banyak
diantara kita yang (mungkin) pernah mendengar, membaca ataupun melihat berita mengenai bahaya produk plastik bagi kesehatan. Diantaranya adalah mengenai beberapa jenis kemasan
makanan dan minuman yang tidak aman bagi kesehatan, mengeluarkan at-at beracun, seperti Dio@in, 6tyrene, hthalate, Bisphenol- dan menyebabkan bermacam penyakit dari kan ker sampai gangguan hormon yang sebagaimana kita ketahui kanker merupakan salah satu pembunuh terbesar dan terganas, bahkan lebih mematikan dibandingkan dam ir, yan
maupun io :artil Dengan mengetahui simbol-simbol daur ulang pada produk plastik, kita akan dapat memilah produk plastik yang terbaik untuk kita gunakan dalam pemakaian sehari-hari. emerintah maupun industri plastik sendiri sampai saat ini masih belum menyatakan potensi bahaya dari pemakaian produk-produk tersebut. Dengan beralasan bah7a resiko-resiko yang
selama ini menjadi polemik tersebut masih belum terbukti sepenuhnya. 1amun tentu saja kita tidak ingin mengambil resiko tersebut, terutama jika itu menyangkut kesehatan keluarga, apalagi anak-anak kita. Diba7ah ini dapat kita lihat 3 jenis produk plastik yang perlu untuk kita
7aspadai dan kita hindari untuk digunakan sebagai 7adah air, botol susu bayi maupun keperluan konsumsi lainnya.
6eiring dengan hebohnya kandungan kimia di botol bayi yang katanya berbahaya (yang bikin jadi ngeliat-liat botol susu kemana-mana pergi...--dasar pengen belanja terus ajah heuheuhe) ;adi
dikutiplah beberapa artikel berikut dari info di milis dan dilengkapi dengan my comment.inilah summary-nya
artikel 9 amankah botol susu si kecil
artikel 39 $andungan $imi botol bayi berbahaya artikel *9 $enali 2anda 6egitiga da kemasan plastik