Dokumentasi Akreditasi
RS
Dr Abdul Rochman
15 pokja
SURVEI ULANG
MUTU YAN KESELA MATAN PASIEN 5
P
8
P
O
a
9
K Prof
NASIONAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN • Undang-undang • Peraturan Pemerintah • PMK, KMK • Pedoman RUMAH SAKIT REGULASI • Kebijakan Pelayanan RS • Panduan Pelayanan • SPO • RKA/RBA UNIT KERJA KETENTUAN TERTULIS • Kebijakan Pelayanan Unit Kerja • Pedoman Pengorganisasian • Pedoman Pelayanan • SPO • Program 11
12
ISTILAH PENGERTIAN
KEBIJAKAN Rangkaian konsep & asas yg menjadi grs
besar & dasar rencana dlm pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak
PEDOMAN Kumpulan ketentuan dasar yg memberi arah
bgmn sesuatu harus dilakukan; hal pokok yang menjadi dasar (pegangan, petunjuk, dsb) untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu
13
ISTILAH PENGERTIAN
PANDUAN (buku) petunjuk
STANDAR PROSEDUR OPERASION
AL
Suatu perangkat instruksi/ langkah-2 yang dibakukan untuk menyelesaikan proses kerja rutin tertentu.
SPO memberikan langkah yang benar dan terbaik berdasarkan konsensus bersama untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi pelayanan yang dibuat oleh sarana pelayanan kesehatan berdasarkan standar profesi
POKJA 8
PMKP
• UU no 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran • UU no 44 tahun 2014 tentang RS
• PMK no 1438 tentang standar pelayanan kedokteran
• PMK 1691 tentang Keselamatan Pasien • Standar Pelayanan Minimal RS
• Pedoman Peningkatan Mutu (Konsep dan Prinsip)
• Panduan Keselamatan Pasien
• Sistem pencatatan dan pelaporan IKP (PERSI)
• Kebijakan PMKP
• Pedoman PMKP
• Pedoman manajemen risiko RS
• Panduan Keselamatan Pasien*
• Panduan Pencatatan & Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP)
• Panduan/SPO pencatatan, pelaporan, analisa dan
validasi Indikator Mutu
• Panduan/SPO pemilihan area prioritas utk PPK & CP • SPO validasi data yg akan di publikasi
• Program PMKP RS
• Program PMKP unit kerja
• Bukti pelaksanaan rapat penyusunan Program PMKP,
monitoring capaian indikator mutu, koordinasi dng komite PPI,
• Bukti audit CP pra implementasi dan paska impelementasi • Bukti pencatatan indikator mutu di unit kerja form sensus
harian or pencatatan on-line
• Profil/kamus indikator untuk setiap indikator, termasuk data
surveilance
• Bukti laporan capaian indikator dari unit kerja ke Komite PMKP • Bukti validasi dan analisis data di Komite PMKP
• Bukti desiminasi data dari Komite PMKP ke unit yan, staf medis
dan staf keperawatan
• Bukti diklat mutu utk Direksi, Para pimpinan RS, Komite PMKP dan PIC data
• Laporan IKP sentinel, KTD, KTC, KNC
• Risk grading dan hasil analisa laporan IKP RCA &
investigasi sederhana
• Dokumen pelaksanaan Risk manajemen
• Dokumen FMEA
STD EP DOKUMEN
PMKP 1 1 Kebijakan perencanaan program PMKP
Dokumen pelaksanaan perencanaan program PMKP (notulen rapat) 2 Kebijakan pelaksanaan monitoring program
PMKP
Dokumen pelaksanaan monitoring program PMKP
3 Ketentuan Mekanisme pengawasan program PMKP
Dokumen pelaksanaan pengawasan program PMKP
4 Kebijakan pelaporan program PMKP ke pemilik
Dokumen laporan program PMKP dari Direktur RS ke Pemilik
Kebijakan di EP 1 s/d 4 bisa dijadikan satu dan bisa dimasukan di buku pedoman PMKP (PMKP 2) PMKP 1.1 1 Komite PMKP/Komite Mutu/Tim KPRS
Notulen rapat komite PMKP/Komite Mutu/Tim KPRS 2. Program PMKP
3. Program PMKP terdiri dari minimal : PPK dan clinical pathway
Indikator area klinis, manajerial dan sasaran keselamatan pasien Insiden Keselamatan Pasien
Risiko Manajemen Klinis -> FMEA 4. Program PMKP koordinasi dng yang lain :
Penilaian kinerja (TKP 3.4 EP2, KPS 11 EP 1, KPS 14 EP 1, KPS 17 EP1)
Notulen rapat Komite PMKP dengan Komite PPI 5 Program PMKP
PMKP 1.2 1. SK Penetapan pengukuran/indikator prioritas Lihat PMKP 3.1, 3.2, 3.3) 2. SK Penetapan prioritas yang diperbaiki bisa lihat PMKP 2.1, area prioritas
untuk
dibuatkan PPK dan clinical pathway
3. SK Penetapan bahwa SKP merupakan prioritas
Catatan : SK penetapan prioritas yang di EP 1, 2 dan 3 bisa dijadikan satu, penetapan prioritas bisa dijadikan
satu di buku pedoman PMKP
PMKP 1.3. 1. Sistem manajemen data (Ketentuan Pengelolaan data indikator mutu/SPM RS 2. Software untuk analisa data
PMKP 1.4. 1. Kebijakan/ketentuan pelaksanaan komunikasi dan informasi tentang program PMKP termasuk publikasi data dan media apa yang digunakan
2. Dokumen pelaksanaan komunikasi dan informasi (notulen rapat, papan pengumuman, surat edaran, kegiatan diklat, dll)
3. Dokumen pelaksanaan komunikasi termasuk SKP
PMKP 1.5 1. Program diklat PMKP para pimpinan di RS, PIC pengumpul data, staf komite PMKP/Mutu RS
3. Bukti diklat PMKP undangan, daftar hadir, materi PMKP 2 1. Pedoman PMKP, sistematika yg disarankan sbb :
Pendahuluan Latar belakang Tujuan Pengertian Kebijakan Pengorganisasian Kegiatan PMKP (design/upaya PMKP) Metode
Pencatatan dan Pelaporan Monitoring dan Evaluasi Penutup
Catatan : Pedoman PM bisa sendiri terpisah dengan Panduan KPRS, bisa juga dijadikan satu
2. Kegiatan PMKP sesuai dengan elemen yang ada di maksug dan tujuan 3. Indikator-indikator yang ditetapkan (lihat PMKP 3.1, 3.2, 3.3)
4. Laporan program PMKP
PMKP 2.1 1. 5 PPK, 5 clinical pathway dan atau 5 protokol klinis
3. Bukti implementasi 5 PPK, 5 clinical pathway dan atau 5 protokol klinis di RM 4. Hasil audit penerapan PPK, CP dan atau protokol klinis varian berkurang PMKP 3 1 Program PMKP lihat sasaran program : area klinis, manajerial dan sasaran
keselamatan pasien
2 Program PMKP lihat rincian kegiatan pengukuran indikator area klinis, manajerial dan sasaran keselamatan pasien
3 Sistem laporan program PMKP mulai dari unit kerja sampai ke pimpinan RS lihat
di buku pedoman PMKP
PMKP 3.1 1. Penetapan indikator di 11 area klinis, minimal setiap area klinis 1 indikator. Bila bukan RS Pendidikan maka area riset termasuk TDD
2. 5 indikator dari JCI
3. Dasar pemilihan indikator sains dan bukti lihat profil indikator 4. Indikator yg dipilih struktur, proses dan hasil lihat profil indikator 5. Profil indikator
6. Hasil pengumpulan data, analisa dan RTL (lihat di PMKP 4)
PMKP 3.2 1. Penetapan indikator di 9 area manajerial , minimak setiap area manajerial 1 indikator
2. Dasar pemilihan indikator sains dan bukti lihat profil indikator 3. Indikator yg dipilih struktur, proses dan hasil lihat profil indikator 4. Profil indikator
5. Hasil pengumpulan data, analisa dan RTL (lihat di PMKP 4) PMKP 3.3 1. Indikator untuk 6 SKP, minimal 1 indikator untuk setiap SKP
2. Program PMKP lihat kegiatan indikator SKP
3. Hasil pengumpulan data, analisa dan RTL (lihat di PMKP 4) PMKP 4 1. SOP pengumpulan, pelaporan dan analisa data
Hasil pengumpulan data, analisa dan RTL 2. CV petugas pengumpul dan analisa data 3. Hasil analisis data dengan metoda statistik 4. Laporan hasil analisis
PMKP 4.1. 1. Lihat profil indikator
2. Analisis sesuai dengan frekuensi yang ditetapkan di profil indikator PMKP 4.2 1. Hasil analisis berdasarkan trend RS
2. Hasil analisis yang dibandingkan dng RS lain 3. Hasil analisis yang dibandingkan dng standar
4. Hasil analisis yang dibandingkan dng praktik yang baik PMKP 5 1. Kebijakan dan prosedur validasi data/SPO validasi data
2. Kebijakan dan prosedur validasi data/SPO validasi data 3. Hasil validasi data indikator di PMKP 3.1 (contoh)
PMKP 5.1 1. Kebijakan dan prosedur validasi data yang disampaikan ke publik 2. Hasil validasi data yang disampaikan ke publik (contoh)
2. Panduan/SPO/Tata laksana melakukan RCA 3. Hasil analisis RCA
4. RTL dari RCA
PMKP 7 1. Hasil analisis KTD yang ada peningkatan 2. Hasil analisis reaksi transfus
3. Hasil analisis reaksi obat 4. Hasil analisis kesalahan obat
5. Hasil analisis ketidak cocokan Dx pra dan paska operasi.
6. Hasil analisis KTD selama sedasi moderat atau dalam dan anestesi. 7. Hasil analisis kegiatan lainnya.
PMKP 8. 1. Tetapkan definisi KNC (defiinisi operasional KNC) 2. Tetapkan jenis kejadian yg harus dilaporkan sbg KNC 3. SPO pencatatan dan pelaporan
4. Hasil analisis dan tindak lanjut PMKP 9. 1. Program PMKP
Bukti-bukti pelaksanaan kegiatan PMKP
2. Hasil perbaikan di area prioritas lihat PMKP 2.1 EP 4, PMKP 4 3. Laporan perbaikan yang sudah dilakukan
PMKP 10. 1. Hasil PSA/PDCA di area prioritas (PMKP 2.1; 3.1; 3.2, 3.3) 2. Komite PMKP/Komite Mutu/Tim KPRS, PIC data.
4. Hasil PDSA/PDCA
5. Laporan PMKP capaian indikator mutu 6. Hasil PDSA/PDCA
7. Laporan kegiatan
PMKP 11 1. Manajemen Risiko Klinis hasil Risk Asesment 2. FMEA
• Bentuk dokumen SK Direktur RS
• Kebijakan merupakan lampiran dari SK Direktur
tersebut.
• Alternatif lainnya Kebijakan merupakan salah
satu bab di pedoman PMKP
• Isi kebijakan diambil dari standar dan elemen
penilaian yang ada di PMKP 1 sampai dengan PMKP 1.5
• Pimpinan berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring program PMKP
• Pimpinan menetapkan mekanisme pengawasan
program PMKP
• Pimpinan melaporan hasil kegiatan program PMKP ke pemilik
• Pimpinan menetapkan prioritas yang di evaluasi • Pimpinan menetapkan prioritas kegiatan PMKP
• Pimpinan memahami teknologi dan unsur bantuan lain
• Seluruh unit kerja di RS melaksanakan program PMKP • Program menangani sistem dari RS, rancangan sistem
dan rancang ulang dari PMKP, dengan menerapkan pendekatan sistematik
• Program menangani koordinasi semua komponen dari
kegiatan penilaian/pengukuran dan pengendalian mutu
• SKP merupakan salah satu program prioritas PMKP • Hasil PMKP di info kan ke staf secara reguler
• Program diklat PMKP, dll
•
Alternatif I
pedoman mutu & KP
dijadikan satu
•
Alternatif II
pedoman mutu dan KP
dipisah
ada dua buku :
Pedoman PM
Panduan KP
SISTEMATIKA PEDOMAN PMKP
1. Pendahuluan 2. Latar belakang 3. Tujuan 4. Pengertian 5. Kebijakan* 6. Pengorganisasian 7. Kegiatan 8. Metode9. Pencatatan dan Pelaporan 10.Monitoring dan Evaluasi
2. Latar Belakang
• Agar diuraikan data-data capaian indikator mutu
dan insiden keselamatan pasien baik di tingkat
dunia, nasional maupun di tingkat RS sendiri. Data-data tersebut dapat merupakan dasar mengapa upaya PMKP perlu dilaksanakan di RS.
• Selain data, bisa juga diuraikan
peraturan-perundangan yang mewajibkan RS melaksanakan upaya PMKP
• Yang dimaksud tujuan disini adalah tujuan dari upaya PMKP, bukan tujuan dari buku pedoman
• Tujuan agar dapat menggambarkan apa yg ingin
dicapai RS
• Tujuan lihat juga tujuan program PMKP
meningkatkan mutu dng mengurangi risiko insiden keselamatan pasien
4. PENGERTIAN
• Peningkatan mutu &keselamatan pasien
• upaya peningkatan mutu • Keselamatan Pasien • Clinical pathway • Indikator klinis • Indikator manajemen • Indikator sasaran keselamatan pasien • Sentinel • Kejadian Tidak Diharapkan,
• Kejadian Nyaris Cedera, • Kejadian Tidak Cedera, • Kondisi Potensial Cedera • RCA
• Risk Manajemen
• FMEA
5. KEBIJAKAN PMKP
Lihat kebijakan di SK kebijakan
Catatan : Kebijakan bisa berbentuk
SK sendiri
6. PENGORGANISASIAN
• Agar dijelaskan organisasi/unit yg menangani program PMKP
(Tim/Komite) Uraian tugas, tata hubungan kerja dengan unit
kerja lainnya dan dengan komite medis, komite ppi
• Jelaskan juga bila ada staf pendukung program (mis PIC
pengumpul data, champion-2) uraian tugas dan tata
hubungan kerjanya dengan Komite/Tim PMKP
• Bila ada tim peningkatan mutu spesifik di
Departemen/Instalasi/Unit uraikan fungsi, peran dan dan
tanggung jawabnya serta tata hubungan kerja dengan Komite/Tim PMKP
6. PENGORGANISASIAN
•
Tata hubungan kerja dng Komite PPI
•
Bentuk Struktur organisasi diserahkan
ke RS
yang penting di RS ada 1 – 2
orang yang full time mengelola
program PMKP (tidak double job)
38 KETUA KOMITE/PANITIA PMKP TIM/PJ PENINGKATAN MUTU TIM/PJ KPRS Sekretaris
39 KOORDINATOR PMKP TIM/PJ PENINGKATAN MUTU TIM/PJ KPRS Sekretaris
40 KETUA KOMITE/PANITIA PMKP ANGGOTA Sekretaris
41 KETUA RISK MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU KPRS K-3 RS Sekretaris
42 KETUA
PMKP & PENILAIAN KINERJA
PENINGKATAN
MUTU KPRS PENILAIAN KINERJA
• PPK & Clinical Pathway
• Indikator Mutu (klinis, Manajemen, Sasaran
keselamatan Pasien, unit kerja, surveilance PPI)
• Keselamatan Pasien (IKP, Risk Manajemen, FMEA) • Penilaian kinerja (RS, Unit kerja, Para Pimpinan RS,
Tenaga profesi, Staf)
• Evaluasi kontrak & perjanjian lainnya • Diklat PMKP
• Program PMKP di unit kerja
• Program-2 spesifik, bila ada. PMI/PME di lab, MPKP
di bidang keperawatan, dll
KEGIATAN INI AGAR DIURAIKAN SECARA RINCI &
JELAS, TERMASUK BAGAIMANA DESIGN MUTU NYA.
Model/Metode yang digunakan untuk
melaksanakan PMKP buat diagram siklus mutu
dan dijelaskan untuk setiap komponen, bisa
menggunakan siklus mutu dari JCI atau yg lainnya (PDSA) quality improvement tool yang
dipergunakan
PLAN (P) Rencana perubahan atau uji bagaimana
sesuatu bekerja.
DO (D) Melaksanakan rencana.
STUDI (S) Lihatlah hasilnya. Apa yang kau ketahui?
ACT (A) Tentukan tindakan apa yang harus
diambil untuk meningkatkan.
Ulangi seperlunya sampai tujuan yang diinginkan
tercapai
Belum ada prosedur untuk
membandingkan daftar obat pasien
yang diminum sebelum masuk rawat
inap terhadap order pertama obat
47P SPO rekonsiliasi obat
D Dilaksanakan rekonsiliasi obat
S Analisa hasil kepatuhan pelaksanaan rekonsiliasi obat kepatuhan masih 60 %
A Rencana tindak lanjut upaya perbaikan untuk meningkatkan kepatuhan misalnya : edukasi staf
SIKLUS I
P Edukasi staf
D Pelaksanaan edukasi staf
S Analisa hasil kepatuhan pelaksanaan rekonsiliasi obat kepatuhan masih 90 %
A Rencana tindak lanjut upaya perbaikan untuk meningkatkan kepatuhan
SIKLUS I I
49 Function or Process Objective Improvement/ Innovation Internal Database Comparative Information
Design
Redesign
Design
Improve
Assess
Measure
Improvement Priorities SIKLUS MUTU JCRFunction or Process Pelayanan dispensing
Measure • Waktu tunggu pelayanan obat jadi
• Tidak adanya kesalahan pemberian obat
Internal Database Data base
Waktu tunggu pelayanan obat jadi = 35 mt
Tidak adanya kesalahan pemberian obat = 95 %
Assess Lakukan analisa dng melihat trend, dengan standard dan faktor-faktor penyebab
Comparative Information Nilai SPM
Waktu tunggu 30 mt
Tidak ada kesalahan = 100 %
Improvement Priorities Prioritas peningkatan : Penurunan kejadian kesalahan pemberian obat
Improve Meningkatkan Tidak adanya kesalahan pemberian obat
Improvement/
Innovation Review SPO dispensing dispensing perbaikan SPO
Redesign Telaah resep (MPO 5.1)
Sistem penyaluran obat dng dosis yg tepat kepada pasien yg tepat, di saat yg tepat
(MPO 5.2)
9. PENCATATAN & PELAPORAN
• Pencatatan bagaimana proses pencatatan kegiatan
PMKP, misalnya sensus harian indikator mutu, dll
• Pelaporan
• Alur laporan data indikator mutu : unit kerja Komite PMKP Direktur RS Pemilik
• Feed back data hasil analisa indikator mutu : Komite PMKP
Direktur RS unit kerja
• Alur laporan IKP : unit kerja Komite PMKP Direktur RS - Pemilik
• Feedback insiden report : Direktur unit kerja
• Alur laporan evaluasi kontrak & feedback nya.
CATATAN : Perlu dibuat panduan :
1. Panduan pencatatan & pelaporan IKP
10. MONITORING & EVALUASI
Uraikan dengan jelas bagaimana RS
melakukan monev program, mis :
-
Melalui rapat
koordinasi/manajemen meeting
-
Audit internal dan & eksternal, dll
10. PENUTUP
Program PMKP merupakan kegiatan
Peningkatan Mutu yang berjalan
secara berkesinambungan &
berkelanjutan
Buku Pedoman PMKP akan di review
secara berkala, paling lambat 3 tahun
1. Pendahuluan 2. Latar belakang
3. Tujuan umum & khusus
4. Kegiatan pokok & rincian kegiatan 5. Cara melaksanakan kegiatan
6. Sasaran
7. Skedul (jadwal) pelaksanaan kegiatan
8. Evaluasi pelaksanaan kegiatan & pelaporannya 9. Pencatatan, pelaporan & evaluasi kegiatan
1. PENDAHULUAN
Yang ditulis dalam pendahuluan adalah
hal-hal yang bersifat umum yang masih
terkait dengan program peningkatan
mutu pelayanan rumah sakit.
2. LATAR BELAKANG
Latar belakang adalah merupakan justifikasi
atau alasan mengapa program peningkatan
mutu pelayanan tersebut disusun. Sebaiknya
dilengkapi dengan data-data sehingga alasan
diperlukan program peningkatan mutu
pelayanan tsb dapat lebih kuat.
3. TUJUAN UMUM & KHUSUS
• UMUM
Terlaksananya peningkatan mutu pelayanan RS secara
berkelanjutan dan berkesinambungan melalui pengurangan risiko keselamatan pasien
• KHUSUS
1. Agar asuhan klinis terstandarisasi secara konsisten dan sesuai dengan pengetahun profesional saat ini
2. Agar dapat dilakukan monitoring upaya peningkatan mutu pelayanan melalui penggunaan indikator prioritas dan unit kerja
3. Agar dapat dilakukan monitoring kinerja individu dan kinerja unit kerja
4. KEGIATAN POKOK & RINCIAN
KEGIATAN
• KEGIATAN POKOK
1. Standarisasi asuhan klinis secara bertahap
2. Monitoring mutu area klinis, area manajerial & sasaran keselamatan pasien
3. Monitoring mutu unit kerja
4. Monitoring kinerja Direksi, para pimpinan, profesi dan staf non klinis
5. Diklat mutu pelayanan
6. Rapat Mutu dengan Pimpinan RS
7. Rapat Mutu untuk koordinasi kegiatan 60
RINCIAN KEGIATAN
1. STANDARISASI ASUHAN KLINIS
a. Pembentukan tim clinical pathway
b. Penyusunan pedoman/panduan pelaksanaan standarisasi asuhan klinis
c. Penetapan 5 area prioritas untuk di standarisasi penyakit
atau prosedur tindakan
d. Penyusunan panduan praktik klinis untuk 5 area prioritas e. Penyusunan 5 clinical pathway
f. Edukasi ke staf klinis g. Uji coba implementasi
h. Penyempurnaan PPK & CP serta sistem implementasi i. Implementasi 5 PPK & 5 CP
j. Monitoring implementasi PPK & CP audit klinis
k. Pelaporan hasil audit l. Rencana Tindak Lanjut.
RTL/ ACTION PLAN PENYU SUNAN PPK & CP IMPLE MENTASI PPK & CP CEK/ AUDIT 63
2. Monitoring mutu area klinis, area manajerial & sasaran keselamatan pasien
• Identifikasi indikator yang sudah dimonitor di RS • Pemilihan indikator area klinis, manajerial & SKP • Penetapan indikator area klinis, manajerial & SKP
• Penyusunan SPO pencatatan, pengumpulan, analisa,
validasi, lap. ke Dir RS, feed back ke unit kerja. • Edukasi staf PJ/PIC pengumpul data (PMKP 1.5)
• Pelaksanaan pengumpulan data
• Validasi data indikator mutu area klinis (PMKP 5) • Analisa data indikator (PMKP 4)
• Penyusunan laporan mutu ke Direktur (PMKP 3) • Feed back hasil mutu ke unit kerja (PMKP 1.4)
• Pertemuan berkala dng Komite PPI utk membahas
hasil surveilance/indikator area klinis no 10
4.
Monitoring mutu unit kerja
• Identifikasi indikator yg sudah dipergunakan di unit kerja
• Pilih dan tetapkan indikator unit kerja
• Penyusunan prosedur pencatatan, pelaporan,
analisa & feedback data indikator mutu unit kerja • Edukasi PJ/PIC pengumpul indikator
• Menyusun kuesioner evaluasi keluhan pasien
• Melakukan cost analysis biaya di unit pelayanan
• Pengumpulan data
• Analisa data • Pelaporan
• Feedback
• Rencana Tindak Lanjut (RTL)
5. Diklat mutu pelayanan
1. Pelatihan mutu untuk Direksi RS
2. Pelatihan mutu untuk para pimpinan RS
3. Pelatihan mutu untuk anggota komite/Tim PMKP 4. Pelatihan mutu untuk PJ/PIC data
7. RAPAT /PERTEMUAN-2
• Rapat mutu dengan Direksi bulanan
• Rapat koordinasi mutu dng unit terkait bulanan/
triwulan
5. CARA MELAKSANAKAN
KEGIATAN
•
Pertemuan-2
•
Site visit ke unit kerja untuk melakukan
monev
•
Edukasi dan pelatihan-pelatihan
6. SASARAN
Petunjuk pengisian untuk sasaran program Sasaran
program peningkatan mutu adalah target per tahun yang spesifik dan terukur untuk mencapai
tujuan-tujuan program.
Contoh :
- Penilaian kinerja dokter setahun sekali = 100 %
- Audit clinical pathway di 5 area prioritas = 100 %
- Analisa indikator area klinis = 100 %
- Dll.
7. SKEDUL (JADWAL)
PELAKSANAAN KEGIATAN
Skedul atau jadwal adalah merupakan
perencanaan waktu melaksanakan
langkah-langkah kegiatan program
dalam kurun waktu tertentu
no Keg J F M A M JN JL A S O N D Pembentuk tim X
Identifikasi indikator lama X Penyusunan SPO X
Pemilihan indikator X Penetapan X dst
8. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN &
PELAPORANNYA
• Evaluasi pelaksanaan kegiatan adalah evaluasi dari skedul (jadwal )
kegiatan. Skedul (jadwal) tersebut akan dievaluasi setiap berapa bulan sekali (kurun waktu tertentu), sehingga bila dari evaluasi diketahui ada pergeseran jadwal atau penyimpangan jadwal maka dapat segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu program secara keseluruhan. Karena itu, yang ditulis adalah kapan (setiap kurun waktu berapa lama) evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dan siapa yang melakukan.
• Contoh penulisan : Setiap bulan Tim melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan;
•
8. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN &
PELAPORANNYA
•
Pelaporan
adalah bagaimana membuat
laporan
evaluasi
pelaksanaan
kegiatan
tersebut. Dan kapan laporan tersebut harus
dibuat. Jadi yang harus ditulis di dalam
program adalah cara atau bagaimana
membuat laporan evaluasi dan kapan laporan
tersebut harus dibuat dan ditujukan kepada
siapa.
•
9. PENCATATAN, PELAPORAN &
EVALUASI KEGIATAN
• Pencatatan adalah catatan kegiatan, karena itu yang ditulis
di dalam program adalah bagaimana melakukan
pencatatan kegiatan atau membuat dokumentasi kegiatan
• Pelaporan adalah bagaimana membuat laporan program
dan kurun waktu (kapan) laporan harus diserahkan serta kepada siapa saja laporan tersebut harus ditujukan..
• Evaluasi kegiatan adalah evaluasi pelaksanaan program
secara menyeluruh. Jadi yang ditulis di dalam krangka
acuan bagaimana melakukan evaluasi dan kapan evaluasi harus dilakukan.
1. Pendahuluan 2. Latar Belakang 3. Tujuan
Umum
Meningkatkan mutu dan keselamatan pasien di unit kerja
Khusus
- meningkatkan mutu ... - meningkatkan mutu ...
- meningkatkan pemenuhan sasaran KP
4. Kegiatan pokok & Rincian kegiatan : • Pencatatan & pelaporan
o indikator mutu unit kerja, o indikator mutu area klinis
o sasaran keselamatan pasien o Insiden keselamatan pasien
o Insiden lainnya (kecelakaan kerja)
• Penilaian kinerja staf
5. Cara melaksanakan kegiatan : Misalnya : pertemuan, audit, dll
6. Sasaran :
- Area klinis,
- Area manajerial dan
- Sasaran Keselamatan Pasien
7. Skedul (jadwal) pelaksanaan
kegiatan Jan – Des 2014 buat
7. Skedul (jadwal) pelaksanaan
kegiatan program PMKP unit kerja
No Keg J F M A M J J A S O N D
8. Evaluasi pelaksanaan kegiatan & pelaporannya
- dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan secara berkala
9. Pencatatan, pelaporan & evaluasi kegiatan
- Dilakukan sensus harian indikator mutu & pelaporan setiap bulan
- Pencatatan pelaporan IKP unit kerja
(PMK 1438/2010 ttg standar pelayanan kedokteran)
STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN
PEDOMAN NASIONAL PRAKTIK KEDOKTERAN
(PNPK)
SPO disusun dalam bentuk panduan
praktik klinis (clinical practice
guidelines), yg dpt dilengkapi
alur
klinis (clinical pathway),
algoritma,
protokol, prosedur, standing order
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DI RS
1 .
PANDUAN PRAKTIK KLINIS & CLINICAL PATHWAY
PEMILIHAN :
• 5 AREA PRIORITAS, bisa berdasarkan high volume, high risk,
high cost
• Predictible
PENYUSUNAN Tim
PELAKSANAAN
IMPLEMENTASI DI RM
AUDIT KLINIS/MONITORING KEPATUHAN
AUDIT
CP
POST IMPLEMEN TASI VARIANCE >>> VARIANCE BERKU RANG PRA IMPLEMEN TASIPANDUAN PRAKTIK KLINIS
• Pengertian • Anamesis • Pemeriksaan Fisik • Kriteria Diagnosis • Diagnosis Banding • Pemeriksaan penunjang • Terapi • Edukasi • Prognosis • Kepustakaan 88IND 1 2 3 4 N
D
SISTEM PENCATATAN & PELAPORAN
INSIDEN KESELAMATAN PASIEN
INSIDEN (KNC/KTC/KTD/Kejadian Sentinel)
Tindak lanjut (dicegah/ditangani)
Buat laporan insiden ( isi formulir pada akir kerja dan diserahkan ke
Ka unit)
Ka unit memeriksa laporan ( melakukan grading risiko)
Dilihat hasil investigasi dan dilaporkan ke tim KP di RS
Tim KP RS menganalisis lagi hasil investigasi dan laporan insiden
Untuk grade kuning/merah, Tim KP di RS akan melakukan Root Cause Analysis (RCA)
Tim KP di RS akan membuat laporan dan rekomendasi untuk perbaikan serta
“pembelajaran” berupa: petunjuk/safety alert
Hasil Root Cause Analysis (RCA), rekomendasi dan rencana kerja dilaporkan kepada direksi
Rekomendasi untuk “Perbaikan dan Pembelajaran” diberikan umpan balik
kepada unit
APA akan membuat analisis dan tren kejadian di satuan kerjanya, monitoring dan evaluasi perbaikan oleh Tim KP di RS
LAPORAN IKP
•
dilakukan untuk menentukan seberapa besar
risiko suatu insiden berdasarkan dampak dan
probabilitasnya.
•
Penilaian dampak dapat diartikan sebagai
seberapa berat akibat yang dialami pasien
mulai dari tidak ada cedera sampai meninggal.
•
Penilaian tingkat probabilitas dapat diartikan
sebagai seberapa seringnya insiden tersebut.
96
TK RIKS Deskripsi Dampak
1 Tdk significant Tidak ada cedera
2 Minor • Cedera ringan , mis luka lecet • Dapat diatasi dng P3K
3 Moderat • Cedera sedang, mis : luka robek • Berkurangnya fungsi
motorik/sensorik/psikologis atau intelektual (reversibel. Tdk berhubungan dng penyakit
• Setiap kasus yg meperpanjang perawatan
4 Mayor • Cedera luas/berat, mis : cacat, lumpuh • Kehilangan fungsi motorik/sensorik/
psikologis atau intelektual (ireversibel), tdk berhubungan dng penyakit
5 Katatropik Kematian yg tdk berhubungan dng perjalanan penyakit
• Setelah nilai dampak dan probabilitas diketahui, masukkan ke dalam tabel matriks grading risiko untuk menghitung skor risiko dan mencari warna
bands risiko.
• Skor risiko ini ditentukan dengan menggunakan tabel matriks grading risiko, yaitu:
- Pada kolom kiri: frekuensi.
- Pada baris kearah kanan: dampak.
- Pertemuan antara frekuensi dan dampak: ditetapkan untuk mendapatkan warna bands.
98
TK RIKS Deskripsi Dampak
1 Tdk significant Tidak ada cedera
2 Minor • Cedera ringan , mis luka lecet • Dapat diatasi dng P3K
3 Moderat • Cedera sedang, mis : luka robek • Berkurangnya fungsi
motorik/sensorik/psikologis atau intelektual (reversibel. Tdk berhubungan dng penyakit
• Setiap kasus yg meperpanjang perawatan
4 Mayor • Cedera luas/berat, mis : cacat, lumpuh • Kehilangan fungsi motorik/sensorik/
psikologis atau intelektual (ireversibel), tdk berhubungan dng penyakit
5 Katatropik Kematian yg tdk berhubungan dng perjalanan penyakit
99 TINGKAT
RISIKO DESKRIPSI
1
Sangat jarang/ rare (> 5 tahun/kali)2
Jarang/unlikey (> 2 – 5 tahun/kali)3
Mungkin/ Posible (1 -2 tahun/kali)4
Sering/Likely (beberapa kali/tahun)5
Sangat sering/ almost certain (tiap minggu/ bulan)100
Probabilitas Tak Significant 1 MINOR 2 Moderat 3 Mayor 4 Katatrospik 5
Sangat sering terjadi (Tiap minggu/bulan)
5
Moderat Moderat Tinggi Ekstrim Ekstrim
Sering terjadi (bbrp kali/tahun)
4
Moderat Moderat Tinggi Ekstrim Ekstrim
Mungkin terjadi (1 - < 2 tahun/kali)
3
Rendah Moderat Tinggi Ekstrim Ekstrim
Jarang terjadi (> 2 - < 5 th/kali)
2
Rendah Rendah Moderat Tinggi Ekstrim
Sangat jarang terjadi ( > 5 thn/Kali)
1
•Di RS X pasien salah obat dan meninggal, kejadian seperti ini pernah terjadi kurang dari 2 tahun yang lalu •Nilai dampak : 5 (katastropik), karena pasien
• meninggal
•Nilai probabilitas : 3 (mungkin terjadi) karena pernah • terjadi kurang 2 tahun yang lalu
•Skoring risiko : 5 X 3 = 15
•Warna Bands : Merah (ekstrim)
• Catatan : Form laporan Sentinel. KTD & KNC lihat
PMK 1691 tahun 2011 tentang Keselamatan Pasien
102
LEVEL/BANDS TINDAKAN
EKSTREM
(SANGAT TINGGI) Risiko ekstrem, dilakukan RCA paling lama 45 hari, membutuhkan tindakan segera, perhatian sampai ke Direktur RS
HIGH
(TINGGI) Risiko tinggi, dilakukan RCA paling lama 45 hari, kaji dng detail & perlu tindakan segera, serta membutuhkan tindakan top manajemen
MODERATE
(SEDANG) Risiko sedang dilakukan investigasi sederhana paling lama 2 minggu. Manajer/pimpinan klinis sebaiknnya menilai dampak terhadap bahaya & kelola risiko
LOW
(RENDAH) Risiko rendah dilakukan investigasi sederhana paling lama 1 minggu diselesaikan dng prosedur rutin
•
Skor risiko akan menentukan prioritas risiko.
•
Jika pada penilaian risiko ditemukan dua insiden
dengan hasil skor risiko yang nilainya sama, maka
untuk memilih prioritasnya dapat menggunakan
warna
bands
risiko.
•
Bands
risiko adalah derajat risiko yang
digambarkan dalam 4 warna yaitu biru, hijau,
kuning, merah.
•
Skala prioritas
bands
risiko adalah :
Bands biru : rendah investigasi sederhana
Bands hijau : sedang inv. sederhana
Bands kuning : tinggi inv. komprehensif/RCA
Bands merah : sngt tinggi inv. komprehensif/RCA
ANALISIS INSIDEN KESELAMATAN PASIEN
104SENTINEL
KNC
KTD
RCA
INVESTIGASI SEDERHANA MERAH & KUNING RISKGRADING
BIRU &
HIJAU
PMKP
6, 7, 8
JUDUL INDIKATOR asesmen awal medis harus lengkap dalam waktu 24 jam setelah pasien masuk RI
NUMERATOR Jml asesmen awal medis lengkap dlm waktu 24 jam di RI
DENOMINATOR Jumlah pasien masuk di RI
SUMBER DATA Rekam Medis
CAPAIAN INDIKATOR Bulan November 80 %
JML PASIEN RI
BULAN NOV 2013
800 pasien
JUSTIFIKASI PERLU VALIDASI
Validasi ulang karena hasil bulan Okt belum valid
METODE VALIDASI 1. Menggunakan metode sampling 800 RM dilakuku kan sampling menjadi 80 RM
2. Melakukan telaah RM di data yg disampling tsb
3. Analisa kelengkapan pengisian asesmen medis awal
HASIL VALIDASI Kelengkapan asesmen awal medis harus lengkap dalam waktu 24 jam setelah pasien masuk RI = 75 %
HASIL ANALISA 75/80 X 100 % = 93,75 % > 90 %
KESIMPULAN Data kelengkapan asesmen medis bulan November : sudah akurat
RENCANA TINDAK LANJUT
Validasi akan dilakukan kembali bila ada perubahan PIC pengumpul data, sumber data, numerator, denomerator, sistem RM menjadi E-RM
Melakukan edukasi ke staf medis untuk meningkatkan kelengkapan pengisian asesmen awal
POKJA 9
PPI
NASIONAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
• Pedoman PPI di RS dan fasilitas
yan kes lainnya (Pelayanan
kesiapan menghadapi Emerging
Infectious d) 2011
• Pedoman surveilans infeksi
• Pedoman manajerial PPI
• Pedoman Instalasi Pusat
Sterilisasi di RS
• Pedoman PPI di ICU
• Manajemen linen RS
• Pedoman Sanitasi RS
• Pedoman hand hygiene WHO
• Pedoman PPI utk Tb
RUMAH SAKIT REGULASI
a. Kebijakan kewaspadaan isolasi
• Kebersihan tangan
• Penggunaan APD
• Peralatan perawatan pasien
• Pengendalian lingkungan
• Pemrosesan peralatan pasien dan
penatalaksanaan linen
• Kesehatan karyawan/perlindungan petugas
kesehatan
• Penempatan pasien.
• Hygiene respirasi/etika batuk
• Praktik menyuntik yang aman
• Isolasi dengan dugaan emerging disease
b. Kebijakan tentang pengembagan SDM PPI
c. Kebijakan tentang pengadaan bahan dan alat yg melibatkan
Tim PPI kadaluwarsa, single use -- reuse
RUMAH SAKIT REGULASI
d. Kebijakan tentang penggunaan antibiotik yg rasional
e. Kebijakan pelaksanaan surveilans
f. Kebijakan tentang pemeliharaan fisik dan sarana yg
melibatkan Tim PPI termasuk Kebijakan renovasi
bagunan
g. Kebijakan tentang kesehatan karyawan
h. Kebijakan penanganan KLB
i. Kebijakan penempatan pasien
j. Kebijakan upaya pencegahan infeksi ILO, IADP, ISK,
Pneumoni
k. Kebijakan tentang penerapan buku pedoman
manajerial dan buku pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi RS
RUMAH SAKIT REGULASI
1. SPO kebersihan tangan
2. SPO penggunaan APD
3. SPO penggunaan peralatan perawatan pasien
4. SPO Pengendalian kesehatan lingkungan Penangan
limbah infeksius dan non infeksius ; benda tajam & jarum, darah dan komponen darah
5. SPO pemrosesan peralatan pasien & penatalaksanaan
linen dan laundry
6. SPO kesehatan karyawan/perlindungan petugas
kesehatan
7. SPO penempatan pasien
8. SPO hygiene respirasi/etika batuk
9. SPO praktik menyuntik yg aman
10. SPO praktik untuk lumbal punksi
RUMAH SAKIT REGULASI
11. SPO tentang pencegahan dan pengendalian IAD, ISK, HAP, VAP, IDO, flebitis dan dekubitus
12. SPO tentang isolasi (airborne, contact dan droplet)
13. SPO Kebersihan Tangan, Tertusuk Jarum
14. SPO tentang skrining dan penanganan MRSA 15. SPO Surveillance dan KLB
16. SPO single use reuse
17. SPO penanganan makanan 18. SPO pengambilan spesimen
• Kebijakan-kebijakan bisa dijadikan satu kemudian
ditetapkan dengan SK Direktur
• Tetapi bisa juga masing-masing kegiatan dibuatkan SK
Direkturnya
• Contoh kebijakan cuci tangan :
- Cuci tangan dilakukan dng hand rub dan hand wash - Cuci tangan dilakukan pada five movement
- IPCN memantau kepatuhan cuci tangan
1. Semua unit kerja di rumah sakit harus melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI).
2. Pelaksanaan PPI yang dimaksud sesuai regulasi yg dikeluarkan oleh RS
3. Komite PPI dalam menyusun regulasi, wajib mengacu Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya dan pedoman PPI
lainnya yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
4. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (KPPI) langsung dibawah Diirektur Rumah Sakit
5. Komite PPI membawahi 5 Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (TPPI) 6. Komite dan Tim PPI mempunyai tugas, fungsi dan kewenangan yang jelas
sesuai dengan Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya.
7. Untuk lancarnya kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, maka rumah sakit wajib memiliki IPCN (Infection Prevention and Control Nurse) purna
waktu.
RUMAH SAKIT
JUDUL
No Dokumen No. revisi Halaman SPO Tanggal terbit Ditetapkan
Direktur Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit terkait
RUMAH SAKIT
JUDUL
Prosedur pelayanan sterilisasi sentral
No Dokumen No. revisi Halaman SPO Tanggal terbit Ditetapkan
Direktur
Pengertian Tujuan
JUDUL
DIMENSI MUTU TUJUAN
DEFINISI OPERASIONAL
FREKUENSI PENGUMPULAN DATA
PERIODE ANALISA NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA (inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL DATA/PIC
Kejadian infeksi pasca operasi
Judul Kejadian infeksi pasca operasi
Dimensi Mutu Keselamatan, kenyamanan
• Tujuan Tergambarnya pelaksanaan operasi dan perawatan pasca operasi yang bersih sesuai standar
• Definisi Operasional : Infeksi pasca operasi adalah adanya infeksi nosokomial pada semua kategori luka sayatan operasi bersih yang dilaksanakan di rumah sakit yang ditandai oleh rasa
• panas (kalor), kemerahan (color), pengerasan (tumor) dan keluarnya nanah (pus)
• dalam waktu lebih dari 3 x 24 jam
• Frekuensi
• Pengumpulan
• Data :tiap bulan
• Periode Analisa tiap bulan
• Numerator Jumlah pasien yang mengalami infeksi pasca operasi dalam satu bulan
• Denominator Jumlah seluruh pasien yang dalam satu bulan
• Sumber Data Rekam medis
• Standar ≤ 1,5 %
• Penanggung jawab
• Pengumpulan data
1. Pendahuluan 2. Latar belakang
3. Tujuan umum & khusus
4. Kegiatan pokok & rincian kegiatan 5. Cara melaksanakan kegiatan
6. Sasaran
7. Skedul (jadwal) pelaksanaan kegiatan
8. Evaluasi pelaksanaan kegiatan & pelaporannya 9. Pencatatan, pelaporan & evaluasi kegiatan
1. Pendahuluan 2. Latar belakang
3. Tujuan umum & khusus
• Melaksanakan Surveilans PPI 6
• Melakukan Investigasi outbreak PPI 6
• Membuat Infection Control Risk Assessment (ICRA) PPI 6 EP 4, PPI 7, PPI 7.1 sd PPI 7.5
• Monitoring Sterilisasi di RS PPI 7.1
• Monitoring Manajemen laundry dan linen PPI 7.1
• Monitoring Peralatan kadaluwarsa, single-use menjadi re-use
• Monitoring Pembuangan sampah infectious & cairan tubuh
• Monitoring Penanganan pembuangan darah dan komponen darah
• Monitoring Area kamar mayat dan post mortem
• Monitoring Pembuangan benda tajam dan jarum
• Pencatatan dan pelaporan tertusuk jarum
• Monitoring penggunaan ruang Isolasi
• Monitoring kepatuhan Hand hygiene
• Diklat
5. Cara melaksanakan kegiatan 6. Sasaran
7. Skedul (jadwal) pelaksanaan kegiatan 8. Evaluasi pelaksanaan kegiatan &
pelaporannya
9. Pencatatan, pelaporan & evaluasi
5. Cara melaksanakan kegiatan
6. Sasaran
7. Skedul (jadwal) pelaksanaan kegiatan
8. Evaluasi pelaksanaan kegiatan &
pelaporannya
9. Pencatatan, pelaporan & evaluasi
kegiatan
Kejadian infeksi pasca operasi
Judul : Kejadian infeksi pasca operasi
Dimensi Mutu :Keselamatan, kenyamanan
Tujuan : Tergambarnya pelaksanaan operasi dan perawatan pasca operasi yang bersih sesuai standar
Definisi Operasional : Infeksi pasca operasi adalah adanya infeksi nosokomial pada semua kategori luka sayatan operasi bersih yang dilaksanakan di rumah sakit yang ditandai oleh rasa panas (kalor), kemerahan (color), pengerasan (tumor) dan keluarnya nanah (pus) dalam waktu lebih dari 3 x 24 jam
Frekuensi Pengumpulan Data tiap bulan Periode Analisa : tiap bulan
Numerator : Jumlah pasien yang mengalami infeksi pasca operasi dalam satu bulan
Denominator : Jumlah seluruh pasien yang dalam satu bulan Sumber Data : Rekam medis
Standar : ≤ 1,5 %
Penanggung jawab Pengumpulan data : Ketua komite medik/komite mutu/tim mutu kejadian
STD EP DOKUMEN
PPI 1 1. SK Penetapan IPCN/ICN 2. CV IPCN/ICN
3. Uraian tugas IPCN/ICN PPI 2. 1. Komite PPI dan Tim PPI
Uraian tugas Komite PPI dan Tim PPI
Bukti kegiatan koordinasi Komite PPI notulen rapat dng anggota 2. Ada dokter sbg anggota Komite PPI
3. Ada perawat sbg anggota Komite PPI
4. Ada profesional PPI sbg anggota Komite PPI 5. Ada house keeping sbg anggota Komite PPI 6. Ada tenaga lainnya sbg anggota Komite PPI PPI 3 1. Buku-buku acuan PPI yang dipunyai RS :
• Pedoman PPI di RS dan fasilitas yan kes lainnya (Pelayanan kesiapan menghadapi Emerging Infectious Disiesae) 2011
• Pedoman surveilans infeksi
• Pedoman manajerial PPI
• Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi di RS
• Manajemen linen RS
• Pedoman Sanitasi RS
• Pedoman hand hygiene WHO
• Pedoman PPI utk Tb
Program PPI sesuai Iptek terkini
2. Program PPI sesuai pedoman praktik yg diakui
3. Program PPI sesuai peraturan perundangan yg berlaku 4. Program PPI sesuai standar sanitasi RS
PPI 4 1. IPCN & IPCLN cukup
2. Anggaran untuk PPI diklat, APD, desinfektan 3. Sistem manajemen Data (on-line atau manual) PPI 5 1. Program PPI untuk pasien
2. Program PPI untuk tenaga kesehatan 3. Program PPI, ada kegiatan surveilance 4. Program PPI, ada investigasi outbreak 5. Program PPI sesuai pedoman Kemkes
6. Sasaran di program terukur (indikator nya jelas) 7. Program sesuai dng kondisi RS
PPI 5.1 1. Program PPI, lihat sasaran program area pelayanan merupakan sasaran program
2. Program PPI, lihat sasaran program area staf merupakan sasaran program
3. Program PPI, lihat sasaran program area pengunjung merupakan sasaran program
PPI 6 1. Kebijakan surveilance di RS
Kebijakan penanganan KLB
Kebijakan tentang penggunaan antibiotik yg rasional
Kebijakan upaya pencegahan infeksi ILO, IADP, ISK, Pneumoni
SPO tentang pencegahan dan pengendalian IAD, ISK, HAP, VAP, IDO, flebitis dan dekubitus
SPO tentang skrining dan penanganan MRSA SPO Surveillance dan KLB
2. Hasil surveilance, evaluasi/analisis 3. RTL hasil analisis data surveilance 4. ICRA setahun sekali
PPI 7 1. Risk Asesmen pemberian terapi cairan & obat IV
2. Strategi penurunan risiko (risk manajemen) pemberian terapi cairan & obat IV
SPO praktik menyuntik yg aman
3. Risk Asesmen untuk sterilisasi, laundry & linen, penggunaan peralatan re- use, pembuangan sampah, pembuangan benda tajam dan jarum, pelayanan makanan dan permesinan, pada waktu ada renovasi
PPI 7.1 1. Panduan Sterilisasi RS 2. Panduan Sterilisasi RS
3. Panduan manajemen laundry dan linen
4. Hasil monitoring/audit pelayanan sterilisasi dan laundry dan linen oleh IPCN PPI 7.1.1 1. Kebijakan dan prosedur peralatan kadaluwarsa
2. Kebijakan peralatan single use yang di reuse
SPO pencucian, decontaminasi, sterlisasi alat yang di re-use 3. Bukti kegiatan/laporan
4. Hasil monitoring/audit oleh IPCN
PPI 7.2 1. Kebijakan dan prosedur pembuangan sampah infeksius dan cairan tubuh 2. Kebijakan dan prosedur penanganan dan pembuangan darah dan
komponen darah
3. Kebijakan dan prosedur di kamar jenazah untuk PPI
2. MOU dengan pihak ke III/Ijin incenerator 3. Hasil audit/monitoring dari IPCN/ICN
PPI 7.4 1. Kebijakan dan prosedur di unit gizi mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, persiapan memasak, pemasakan, penataan, distribusi,
penanganan peralatan makan pasien, penyimpanan makanan untuk test bila terjadi outbreak
2. Kebijakan dan prosedur pengontrolan permesian Hasil kegiatan pengintrolan permesinan
PPI 7.5 1. ICRA untuk renovasi/demolisi 2. Pelaksanaan ICRA
PPI 8. 1. Kebijakan kewaspadaan isolasi
• Kebersihan tangan
• Penggunaan APD
• Peralatan perawatan pasien
• Pengendalian lingkungan
• Pemrosesan peralatan pasien dan penatalaksanaan linen
• Kesehatan karyawan/perlindungan petugas kesehatan
• Penempatan pasien.
• Hygiene respirasi/etika batuk
• Isolasi dengan dugaan emerging disease Kebijakan isolasi untuk pasien airborne desease
2. Kebijakan penempatan pasien yang immunosuppressed
3. Kebijakan pasien penyakit airborne bila ruang tekanan negatif tidak ada, misalnya di IGD
4. SPO tranfer pasien di RS dng airborne desease
5. -
6. Diklat staf tentang pengelolaan pasien infeksius. PPI 9 1. Kebijakan APD di setiap unit kerja
2. Hasil audit kepatuhan penggunaan audit oleh IPCN 3. Kebijakan dan prosedur cuci tangan
4. Hasil audit kepatuhan cuci tangan oleh IPCN 5. Buku hand hygiene WHO
PPI 10 1. Program PMKP
Notulen rapat koordinasi komite PMKP dan Komite PPI 2. Tata hubungan kerja komite PMKP dng Komite PPI PPI 10.1 1. Hasil analisis data surveilance PPI 6
2. Hasil analisis data surveilance PPI 6 3. Hasil analisis data surveilance PPI 6 PPI 10.2 1. Kegiatan surveilance dan profil indikator
2. Hasil analisis data surveilance PPI 6
PPI 10.3 1. RTL dari hasil analisis data surveilance PPI 6 2. RTL dari hasil analisis data surveilance PPI 6
PPI 10.4 1. Hasil analisis membandingkan data surveilance dng RS lain. lihat PMKP 4.2
2. Hasil analisis dengan membandingkan standar lihat PMKP 4.2 PPI 10.5 1. Publikasi data PPI Lihat PMKP 1.4
2. Publikasi data PPI Lihat PMKP 1.4 3. Publikasi data PPI Lihat PMKP 1.4 PPI 10.6 1. Laporan PPI ke kemkes
2. Feed back laporan dari Kemkes PPI 11 1. Program PPI lihat PPI 5
Laporan kegiatan
2. Program diklat PPI untuk staf dan profesional lain Laporan pelaksanaan kegiatan
3. Program diklat PPI utk pasien dan keluarga Laporan pelaksanaan kegiatan
4. Program diklat untuk semua staf (orientasi dan penyegaran) tentang kebijakan, prosedur dan praktik PPI
5. Program edukasi staf
POKJA 8
MANAJEMEN DAN
PENGGUNAAN OBAT (MPO)
ORGANISASI DAN MANAJEMEN : Standar MPO.1
Penggunaan obat di RS sesuai dengan UU, dan peraturan yg berlaku dan diorganisir secara efisien untuk memenuhi kebutuhan pasien
Regulasi RS :
1. Kebijakan pelayanan farmasi lengkap
2. Kebijakan Pedoman pengorganisasian farmasi,
struktur organisaasi, uraian tugas masing-masing staf
3. Pedoman pelayanan farmasi
Dokumen Implementasi:
•
Formularium RS & Sumber info obat di unit pelayanan
•
Bukti review system manajemen obat
145
REVIEW TAHUNAN OBAT
• Review tahunan mengumpulkan semua informasi dan
pengalaman berhubungan dengan manajemen pengobatan Data untuk review :
• Masalah yang terkait dengan – Seleksi dan pengadaan obat
– Penyimpanan
– Pemesanan/peresepan dan pencatatan (transcribe)
– Persiapan (preparing) dan penyaluran (dispensing)
– Pemberian dan pemantauan
• Monitoring sebagai hasil perubahan di dalam formularium (formulary), seperti penambahan dan pengurangan obat • Monitoring kesalahan obat dan KNC (near misses)
• Pertimbangan untuk praktek berbasis bukti (EBM) yang baru
Standar MPO.1.1
Seorang ahli farmasi berizin, teknisi atau profesional lain yg terlatih mensupervisi yan farmasi
Regulasi RS :
•
Pedoman pengorganisasian farmasi (uraian
jabatan supervisor)
•
SK pengangkatan Ka instalasi Farmasi (STRA
dan SIPA lengkap)
Dokumen Implementasi
Standar MPO.2
Obat dengan cara seleksi yg benar, digunakan untuk peresepan atau pemesanan, sudah ada di stok atau sudah tersedia.
Regulasi :
•
Formularium RS
•
Prosedur penanganan bila terjadi
ketidaktersediaan stok obat di RS
Dokumen implementasi :
•
Formularium dan daftar stok obat RS
•
Bukti rapat PFT dalam menyusun dan
mengembangkan Formularium
•
MoU dengan pemasok obat
Regulasi :
• Kebijakan pengawasan penggunaan obat dan pengamanan
obat
• SK Panitia Farmasi dan Terapi (PFT)
Dokumen implementasi :
• Kriteria menambah dan mengurangi obat dalam
formularium
• Form usulan obat baru
• Form monitoring penggunaan obat baru dan KTD
• Proses revisi formularium (minimal setahun sekali) dan
Notulen rapat
149
Standar MPO.2.1.
Ada metode untuk mengawasi daftar obat yang tersedia dan penggunaan obat di rumah sakit
CONTOH KRITERIA PEMILIHAN OBAT UNTUK MASUK FORMULARIUM:
1. Mengutamakan penggunaan obat generik.
2. Perbandingan obat generik : original: me too= x:y:z
3. Memiliki rasio manfaat-risiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita.
4. Mutu terjamin, termasuk stabilitas dan bioavailabilitas. 5. Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan.
6. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan
7. Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh pasien
8. Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung.
9. Obat lain yang terbukti paling efektif secara ilmiah dan aman (evidence based medicines) yang paling dibutuhkan untuk pelayanan, dengan harga yang terjangkau
Contoh Kriteria Penghapusan Obat :
•
Obat-obat yang jarang digunakan (
slow
moving)
akan dievaluasi.
•
Obat-obat yang tidak digunakan (
death stock
)
setelah waktu 3 (tiga) bulan maka akan
diingatkan kepada dokter-dokter terkait yang
menggunakan obat tersebut. Apabila pada 3
(tiga) bulan berikutnya tetap tidak/kurang
digunakan, maka obat tersebut dikeluarkan
dari buku formularium.
•
Obat-obat yang dalam proses penarikan oleh
Pemerintah/BPOM atau dari pabrikan.
Standar MPO.2.2
RS Dapat Segera Memperoleh Obat Yg Tidak Ada Dlm Stok Atau Yg Normal Tersedia Atau Sewkt-wkt Bilamana Farmasi Tutup