• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Jadwal Penelitian"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Jadwal Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Adapun waktu pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut:

B. Jenis dan Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti kondisi objek yang bersifat alamiah dan peneliti sebagai instrument kunci.

Tabel 2.4 Jadwal Penelitian Tabel 3.1 Jadwal Penelitian Desember

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Pengajuan judul penelitian

2 Penyusunan proposal penelitian 3 Seminar proposal penelitian 4 revisi

5 Pengajuan surat izin penelitian 6 penyusunan instrumen 7 Validasi instrumen

Oktober November Januari Februari

No Kegiatan Bulan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 8 pengumpulan data 9 Analisis Data 10 Penyusunan Laporan 11 Revisi/konsultasi penelitian 12 Persiapan sidang akhir 13 sidang akhir

14 Revisi / Perbaikan Laporan 15 Yudisium

Bulan

Agustus

(2)

Sedangkan desain penelitian menggunakan studi kasus sebagai sebuah proses yang menyelidiki fenomena empiris dalam kehidupan nyata. Metode studi kasus bertujuan untuk menguji pertanyaan dan masalah dalam penelitian dimana antara fenomena dan konteks tidak dapat dipisahkan dari fenomena tersebut terjadi. Studi Kasus fokus pada satu unit tertentu, baik berupa individu, kelompok, organisasi, masyarakat. Dalam penelitian ini, pendekatan dengan metode studi kasus bermanfaat bagi penelitian khususnya untuk mengembangkan teori, mengevaluasi suatu program dan mengembangkan intervensi berdasarkan fleksibilitas dan ketelitiannya.

Alasan menggunakan metode ini yaitu karena dalam penelitian ini akan meneliti secara mendalam tentang fenomena yang terjadi di lapangan berupa

performance sistem untuk meningkatkan mekanisme dari SIAKAD. Dalam

penelitian ini akan dilakukan penelusuran dan pengukuran terhadap faktor-faktor dalam performance berdasarkan 4 perspektif metode IT Balanced

Scorecard (kontribusi organisasi, orientasi pengguna, penyempurnaan

operasional, orientasi masa depan) yang dapat mempengaruhi mekanisme kerja dimana mahasiswa, dosen dan staff SIAKAD merupakan pengguna yang dijadikan objek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode IT Balanced

Scorecard sebagai metode pengukuran performance.

C. Langkah-Langkah Penelitian

Langkah-langkah yang digunakan dalam melakukan penelitian ini untuk melakukan pengukuran performance SIAKAD menggunakan IT Balanced

(3)

1. Melakukan penyelarasan visi, misi, rencana strategis organisasi dengan perspektif IT Balanced Scorecard. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tujuan dalam melakukan perencanaan jangka Panjang terhadap proses bisnis teknologi informasi sehingga dapat menghasilkan indikator performance sistem.

2. Penyusunan indikator yang disebut Key Performance Indicator (KPI) kemudian deskripsikan Key Performance Indicator (KPI) dalam masing-masing perspektif IT Balanced Scorecard dengan merujuk pada tujuan dan strategi organisasi serta sistem informasi.

3. Penyusunan peta strategi yang berfungsi untuk menunjukkan hubungan sebab akibat dari satu Key Performance Indicator (KPI) satu ke Key

Performance Indicator (KPI) lain nya dimana keterkaitannya akan

mendukung keberhasilan tujuan sistem informasi dan rencana strategis organisasi.

4. Melakukan pembobotan untuk mendapatkan bobot prioritas dari masing- masing Key Performance Indicator (KPI). Pembobotan dilakukan menggunakan teknik Analysis Hierarchy Process (AHP) dengan melakukan perbandingan nilai berpasangan oleh ahli yang dianggap memiliki kompetensi dalam bidang sistem informasi.

5. Melakukan pengukuran performance dari SIAKAD dengan menggunakan metode IT Balanced Scorecard melalui pengisian kuisioner kepada mahasiswa, dosen, dan staff pengelola SIAKAD yang akan menghasilkan

(4)

data berupa skala likert, hasil perhitungan kemudian dipetakan kepada masing-masing indikator.

Langkah-langkah penelitian dapat diringkas secara lebih jelas melalui gambar diagram berikut ini:

Gambar 3.1 Diagram Langkah Penelitian Metode IT Balanced Scorecard D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, maka akan dilakukan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Observasi

Penelitian dilakukan berdasarkan data berupa fakta mengenai kondisi nyata yang diperoleh melalui observasi. Dengan dilakukannya observasi, peneliti dapat belajar tentang perilaku dan setiap makna yang terkandung dalam perilaku tersebut. Dalam hal ini observasi digunakan untuk mengetahui sejauh mana performance sistem yang sudah dicapai dan untuk mengetahui sejauh mana mekanisme kerja yang sudah berjalan serta mengetahui gambaran tingkat

Penyelarasan Visi, Misi & Rencana Strategis Organisasi dengan perspektif IT Balanced Scorecard

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI)

Penyusunan Peta Strategi

Menentukan Bobot Prioritas Key Performance

Indicator (KPI)

(5)

pencapaian performance yang sedang terjadi dengan mencatat semua informasi yang didapat. Observasi digunakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan metode IT Balanced Scorecard dalam melakukan pengukuran

performance untuk meningkatkan mekanisme kerja SIAKAD dari segi kualitas

informasi yang berorientasi kepada kepuasan pengguna. Observasi dilakukan dengan menggunakan 2 instrumen sebagai lembar observasi pendahuluan yaitu lembar keselarasan pemetaan Key Performance Indicator (KPI) dan lembar pembobotan Key Performance Indicator (KPI).

2. Angket (Kuisioner)

Penelitian ini memiliki 3 macam Instrumen yaitu instrumen pemetaan keselarasan pemetaan Key Performance Indicator (KPI), instrumen pembobotan dan angket pengukuran performance SIAKAD, dimana pada instrumen keselarasan pemetaan Key Performance Indicator (KPI) dan pembobotan digunakan diawal untuk menentukan keselarasan indikator dengan perspektif IT Balanced Scorecard dan menentukan nilai bobot dari setiap indikator dari key performance indicator (KPI) yang diisi oleh responden ahli sistem informasi dalam SIAKAD. Angket pengukuran ditujukan kepada mahasiswa sebagai alat untuk mengukur performance SIAKAD.

3. Dokumentasi

Dokumentasi diperlukan sebagai teknik pengumpulan data pendukung, karena dalam metode ini diperoleh data-data yang dibutuhkan untuk menunjang penelitian. Metode ini ditujukan untuk mengumpulkan data dari Universitas khususnya pengelola SIAKAD yaitu Biro Administrasi Akademik dan

(6)

kemahasiswaan (BAAK) UMTAS. Dalam penelitian ini peneliti mengambil data yang berhubungan dengan SIAKAD UMTAS berupa data Visi, misi, tujuan umum dan tujuan khusus BAAK serta target pencapaian SIAKAD dan foto yang pendukung penelitian.

E. Alat Pendukung Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ini tentunya tidak terlepas dari alat ataupun perangkat keras yang digunakan sebagai pendukung dalam pengumpulan data, analisis data dan keseluruhan proses penelitian. Berikut adalah alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Laptop 2. Handphone 3. Internet

4. Software SPSS 25.0 version for windows 10 64 bit 5. Software Microsoft Excel 2019 for Windows 10 64 bit 6. Software Microsoft Word 2019 for Windows 10 64 bit

F. Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu oleh instrumen pendukung yaitu angket dan dokumentasi yang akan diajukan terhadap subjek penelitian yaitu mahasiswa sebagai pengguna yang memanfaatkan SIAKAD selama masa studi.

(7)

Penelitian yang akan dilakukan adalah mengukur performance SIAKAD menggunkaan IT Balanced Scorecard. Perolehan indikator pengukuran merupakan turunan dari rencana strategis universitas yang diadopsi BAAK dalam keterangan visi dan misi nya sebagai unit yang membawahi langsung SIAKAD. Dari visi, misi, tujuan umum dan tujuan khusus dari BAAK tersebut didapatkan Key Performance Indicator (KPI) yang dipetakan sesuai dengan 4 perspektif metode IT Balanced Scorecard (Kontribusi oganisasi, orientasi pengguna, penyempurnaan operasional, orientasi masa depan). Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) diawali dengan mempelajari 4 perspektif IT Balanced Scorecard yang disesuaikan dengan tujuan dan strategi institusi serta SIAKAD.

Instrumen menjadi alat untuk melakukan penelitian khususnya dalam penelitian ini instrumen digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini terdapat 3 macam instrumen sebagai alat dalam pengambilan data berupa:

1. Keselarasan pemetaan Key Performance Indicator (KPI) 2. Pembobotan key performance indicator (KPI)

3. Pengukuran performance SIAKAD

Instrumen pemetaan dan pembobotan key performance indicator (KPI) diberikan lebih awal kepada ahli yang dianggap kompeten di bidang SIAKAD. Instrumen pembobotan menggunakan metode Analytic Hierarchy process

(AHP) dengan melakukan pengisian nilai perbandingan berpasangan.

(8)

Key Performance Indicator (KPI). Sedangkan angket pengukuran performance

SIAKAD akan diisi oleh mahasiswa dan nilai akhirnya akan diterjemahkan kedalam skala likert. Dalam hal ini sebelum angket digunakan akan dilakukan validasi terlebih dahulu untuk menentukan kelayakan instrumen yang akan digunakan dalam penelitian. Aktivitas pengukuran Performance memiliki kisi sebagai Batasan fokus indikator yang akan diukur, berikut adalah kisi-kisinya:

1. Aspek Key Performance Indicator (KPI) 1 yaitu peningkatan efektifitas dan manfaat administrasi akademik yang tepat, cepat dan akurat, sehingga yang akan diukur adalah kemanfaatan sistem, efektifitas dan efisiensi dari sistem. 2. Aspek Key Performance Indicator (KPI) 2 yaitu peningkatan kualitas informasi sehingga bagian yang diukur adalah akurat (accurate), tepat waktu (timeliness), relevan (relevancy), kelengkapan informasi

(completeness) dan kebenaran (correctness).

3. Aspek Key Performance Indicator (KPI) 3 yaitu peningkatan kepuasan pengguna sehingga hal yang diukur adalah kepuasan pengguna terhadap isi

(content) dan harapan dari pengguna terhadap SIAKAD dimasa yang akan

datang.

4. Aspek Key Performance Indicator (KPI) 4 yaitu peningkatan kualitas sistem dalam SIAKAD sehingga bagian yang diukur adalah menganai kemudahan sistem (easy of use), keandalan (reliability), fleksibilitas (flexibility), keamanan sistem (security) dan kecepatan akses (response time).

(9)

5. Aspek Key Performance Indicator (KPI) 5 adalah peningkatan keahlian

staff pengelola SIAKAD yang diukur dari segi pembinaan dan kreatifitas.

G. Uji Instrumen

Instrumen harus memenuhi kualifikasi sebelum digunakan dalam penelitian, diantaranya instrumen tersebut harus valid dan reliabel. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Sugiono (2017: 173) bahwa dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik.

1. Uji Validitas

Instrumen terbagi menjadi 2 jenis yaitu instrumen test dan nontest. Instrumen pemetaan Key Performance Indicator (KPI) dan instrumen pembobotan Key Performance Indicator (KPI) masuk dalam kategori nontest karena instrumen ini berkaitan dengan preferensi dari ahli. Instrumen nontest cukup memenuhi validitas konstruk (Sugiono, 2017: 176). Oleh karena itu cukup dilakukan uji validitas konstruk oleh validator ahli dalam bidang sistem informasi. Sedangkan instrumen ketiga berupa angket pengukuran performance SIAKAD masuk dalam kategori test. Oleh karena itu harus memenuhi uji validitas konstruk dan validitas isi terlebih dahulu yang di validasi oleh validator ahli dalam bidang sistem informasi. Instrumen test harus memenuhi uji validitas konstruk dan validitas isi (Sugiono, 2017: 176) Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek-aspek yang akan diukur dan kesesuaian nya dengan materi. Hasil uji validitas dari masing-masing instrumen adalah sebagai berikut:

(10)

a. Instrumen Pemetaan Key Performance Indicator (KPI)

Instrumen ini diisi oleh validator ahli dalam bidang sistem informasi dengan melihat preferensi dari ahli tersebut tentang keselarasan pemetaan Key

Performance Indicator (KPI) yang disusun sesuai metode IT Balanced Scorecard dengan visi, misi, tujuan khusus dan tujuan umum BAAK UMTAS

sebagai objek yang akan diteliti.

Hasil validasi ahli menyatakan bahwa perlu dilakukan rekonstruksi ulang terhadap susunan Key Performance Indicator (KPI) karena terdapat bagian yang kurang sesuai dengan orientasi penelitian pada butir bagian ke satu, dua dan tiga sehingga kisi-kisi pada bagian tersebut harus diubah dan disesuaikan dengan konstruksi Key Performance Indicator (KPI) yang direkomendasikan oeh validator ahli dimana ahli tersebut merekomendasikan

Key Performance Indicator (KPI) 1 mengarah pada efektifitas dan manfaat

administrasi akademik dimana sebelumnya pada bagian ini membahas tentang kualitas pelayanan administrasi dan profesionalitas lembaga dalam melayani administrasi akademik yang menurut validator terkesan sedikit keluar konteks dari tujuan penelitian dan kurang fokus pembahasan nya sehingga terlalu luas yang akan dibahas.

Sedangkan pada Key Performance Indicator (KPI) 2 berorientasi pada peningkatan kualitas informasi yang dapat diteruskan kepada Key Performance

Indicator (KPI) 3 yang mengarah pada kepuasan pengguna dimana sebelumnya

pada bagian ini membahas tentang kepuasan pengguna dari cara pandang pengguna itu sendiri dilihat dari sisi kualitas dan optimalisasi pelayanan.

(11)

Menurut validator ahli pada bagian ini dianggap kurang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga fokus pembahasan nya tidak terarah sehingga perlu di rekonstruksi ulang. Hasil akhir penilaian pemetaan Key Performance Indicator

(KPI) secara lengkap data dilihat di lampiran.

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) membutuhkan pendefinisian secara operasional melalui kisi-kisi yang bertujuan untuk memberikan fokus penelitian dalam melakukan pengukuran performance menggunakan metode IT Balanced Scorecard yang dipetakan kedalam masing-masing perspektif dan Key Performance Indicator (KPI). Kisi-kisi disusun berdasarkan pada kajian teori yang telah disampaikan pada pembahasan sebelumnya sehingga menjadi rujukan dalam penyusunan instrumen ini. b. Instrumen Pembobotan Key Performance Indicator (KPI)

Instrumen ini diisi oleh validator ahli dalam bidang sistem informasi dengan melihat preferensi dari ahli tersebut tentang tingkat kepentingan dari masing-masing Key Performance Indicator (KPI) yang saling berpasangan satu sama lain dengan menggunakan teknik perbandingan berpasangan Analytical

Hierarchy Process.

c. Uji Validitas Angket Pengukuran Performance

Instrumen pengukuran performance divalidasi terlebih dahulu oleh dua orang ahli dalam bidang sistem informasi kemudian selanjutnya dilakukan uji coba angket kepada 43 responden yang kemudian dilakukan uji validitas dari setiap item pernyataan.

(12)

Angket berisi 50 pernyataan dengan kalimat positif (favorable) yang penilaiannya menggunakan skala likert. Berikut adalah skala penialainnya: 1) Sangat Tidak Setuju (Skor 1)

2) Tidak Setuju (Skor 2) 3) Netral (Skor 3) 4) Setuju (Skor 4)

5) Sangat Setuju (Skor 5)

Pernyataan dalam angket disusun sesuai dengan kisi-kisi dari masing-masing Key Performance Indicator (KPI) yang dinilai berdasarkan 4 aspek yaitu:

1) Kalimat pernyataan mudah dipahami 2) Penggunaan bahasa yang baik dan benar

3) Keterkaitan pernyataan dengan tujuan pengukuran 4) Kesesuaian pernyataan dengan kisi-kisi

Keempat aspek tersebut mewakili dari setiap pernyataan. Berikut adalah hasil dari validasi ahli pada angket pengukuran performance:

Tabel 3.2 Hasil Penilaian Validasi Ahli Angket Pengukuran Perfomance

Validator Nilai Aspek 1 Nilai Aspek 2 Nilai Aspek 3 Nilai Aspek 4 Keterangan Validator 1 195 194 200 197 98,25 % “Layak” Validator 2 150 150 150 150 75% “Layak dengan perbaikan”

(13)

Tabel tersebut menampilkan hasil penilaian kelayakan instrumen dari validator ahli, dimana setiap aspek memiliki nilai maksimal 200 dan keseluruhan aspek memiliki nilai maksimal 800. Penilaian validator pertama menghasilkan nilai keakuratannya sebesar 95% yang diberi nilai bahwa instrumen tersebut layak digunakan tanpa perbaikan. Pada Validator kedua menghasilkan keakuratan pernyataan sebesar 75% yang diberi nilai oleh validator bahwa instrumen ini layak digunakan dengan catatan perbaikan pada pernyataan butir ke 18, 19, 38, 40, dan 41 merupakan pernyataan negatif

(unfavorable) dan harus diperhatikan susunannya karena pernyataan yang lain

merupakan pernyataan positif (favorable) sehingga sangat berpengaruh terhadap skala penilaian atau nilai skor yang tertera.

Setelah dilakukan validasi ahli pada angket pengukuran performance, selanjutnya dilakukan ujicoba kepada responden yang berjumlah 43 orang yaitu representatif dari masing-masing program studi di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Kemudian dilakukan uji validitas pada setiap item yaitu mengkorelasikan skor item dengan total item tersebut. Apabila korelasi setiap item dengan total item tersebut positif atau besarnya diatas 0,301 (rtabel N= 43) maka item tersebut dapat dikatakan valid, tetapi apabila nilai korelasinya dibawah 0,301 (rtabel N= 43) maka dinyatakan tidak valid.

Teknik yang digunakan untuk melakukan uji validitas item yaitu teknik korelasi pearson product moment (Irwansyah., Murniati., & Yusrizal, 16: 2019) yaitu sebagai berikut:

(14)

r𝑥𝑦 𝑁 (∑𝑋𝑌) − (∑𝑋)(∑𝑌)

√{(𝑁∑𝑋2− (∑𝑋)2) (𝑁 ∑ 𝑦2− (∑𝑌)2}

Keterangan:

r xy = Korelasi pearson product moment X = Skor item

Y = Skor item total (seluruh item) N = Jumlah peserta / banyaknya data

Hasil dari rxy yang merupakan nilai rhitung dibandingkan dengan rtabel pada tabel r product moment yang menggunakan taraf signifikansi (α) 5% atau 0,05. Apabila rhitung > rtabel maka item tersebut dikatakan valid. Sebaliknya jika rhitung < rtabel maka item dikatakan tidak valid, dimana rtabel dengan banyaknya data 43 adalah 0,301. Berikut adalah keterangan hasil uji validitas item:

(15)

Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Item Pearson Product Moment

No Item Rr Hitung Rr Tabel Validitas KPI-1 Efektifitas dan Manfaat Administrasi Akademik

1 0,684 0,301 Valid 2 0,838 0,301 Valid 3 0,871 0,301 Valid 4 0,881 0,301 Valid 5 0,796 0,301 Valid 6 0,784 0,301 Valid 7 0,858 0,301 Valid

KPI-2 Kualitas Informasi

8 0,847 0,301 Valid 9 0,866 0,301 Valid 10 0,840 0,301 Valid 11 0,780 0,301 Valid 12 0,671 0,301 Valid 13 0,395 0,301 Valid 14 0,817 0,301 Valid 15 0,761 0,301 Valid 16 0,899 0,301 Valid 17 0,832 0,301 Valid 18 0,823 0,301 Valid

(16)

No Item Rr Hitung Rr Tabel Validitas

19 0,784 0,301 Valid

20 0,692 0,301 Valid

KPI-3 Kepuasan Pengguna

21 0,825 0,301 Valid 22 0,830 0,301 Valid 23 0,766 0,301 Valid 24 0,833 0,301 Valid 25 0,855 0,301 Valid 26 0,848 0,301 Valid 27 0,815 0,301 Valid 28 0,446 0,301 Valid

KPI-4 Kualitas Sistem dalam SIAKAD

29 0,720 0,301 Valid 30 0,857 0,301 Valid 31 0,733 0,301 Valid 32 0,808 0,301 Valid 33 0,821 0,301 Valid 34 0,749 0,301 Valid 35 0,711 0,301 Valid 36 0,782 0,301 Valid 37 0,730 0,301 Valid

(17)

No Item Rr Hitung Rr Tabel Validitas 38 0,410 0,301 Valid 39 0,647 0,301 Valid 40 0,484 0,301 Valid 41 0,092 0,301 Tidak Valid 42 0,754 0,301 Valid 43 0,846 0,301 Valid 44 0,710 0,301 Valid

KPI-5 Keahlian Staff Pengelola SIAKAD

45 0,477 0,301 Valid 46 0,546 0,301 Valid 47 0,615 0,301 Valid 48 0,782 0,301 Valid 49 0,729 0,301 Valid 50 0,602 0,301 Valid

Hasil uji validitas pada setiap item menggunakan teknik korelasi

pearson product moment menunjukan 49 item pernyataan dinyatakan

valid dan 1 item dinyatakan tidak valid yaitu pada item pernyataan nomor 41 yang memiliki 0,092 (rhitung) < 0,301 (rtabel). Berdasarkan hasil ini dilakukan analisis ulang terhadap beberapa faktor yang membuat pernyataan ini tidak valid dan rentang nilainya cukup jauh dengan rtabel.

(18)

Setelah dilakukan analisis, ternyata pada pernyataan ini masih mengandung kalimat negatif dari pernyataan “Membuka akun SIAKAD milik orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan adalah hal yang dibenarkan”. Faktor lain adalah susunan kalimat yang membingungkan dan membuat multitafsir pada bagian kata “dibenarkan”, sehingga membingungkan bagi responden untuk menjawab. Pada dasarnya kalimat ini bersifat negatif (unfavorable) dan bertentangan dengan pernyataan lainnya yang disusun menggunakan kalimat positif (favorable) sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi penilaian yang diberikan oleh responden dan mengakibatkan uji validitas item menghasilkan nilai dibawah rtabel.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas bertujuan untuk menguji kelayakan instrumen apakah dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data. Uji reliabilitas dilakukan kepada instrumen angket pengukuran performance menggunakan formula

Cronbach Alpha (Nafi’ah, Jumino, 2019: 254) yaitu sebagai berikut:

𝑟11= [ 𝑘 (𝑘 − 1)] [1 − ∑𝜎2𝑏 𝜎2𝑡 ] Keterangan:

r11 = Koefisien reliabilitas alpha k = Jumlah butir pertanyaan ∑σ2 b = Jumlah varian butir σ2 t = Jumlah varian total

(19)

Nilai r11 atau yang biasa disebut sebagai rhitung yaitu nilai hitung dari

Chronbach’s Alpha yang diibandingkan dengan rtabel untuk taraf signifikansi sebesar 5% atau 0,05. Instrumen dapat dikatakan reliabel apbila rhitung > rtabel. Terdapat kriteria interpretasi Cronbach’s Alpha dalam tabel berikut:

Tabel 3.4 Interpretasi Cronbach’s Alpha

No Nilai Cronbach’s Alpha Tingkat keandalan 1. 0,0 – 0,20 Sangat Rendah 2. > 0,20 – 0,40 Rendah 3. > 0,40 – 0,60 Cukup 4. > 0,60 – 0,80 Tinggi 5. > 0,80 – 1,00 Sangat Tinggi

Sumber: Hair et al. (Arif & Santoso, 2016: 109)

Hasil uji reliabilitas menunjukan bahwa keseluruhan angket berstatus reliabel yang dapat dilihat dari skor uji reliabilitasnya dimana kelima aspek memiliki nilai Cronbach’s Alpha > rtabel. Meskipun semua aspek berstatus reliabel tapi memiliki perbedaan predikat reliabilitasnya. Aspek Key Performance Indicator (KPI) satu sampai empat berstatus reliabel dengan predikat sangat tinggi tetapi pada Key Performance

Indicator (KPI) ke lima bersifat reliabel dengan predikat tinggi. Pada uji

reliabilitas ini hanya dilakukan pada 49 yang disesuaikan berdasarkan aspek

Key Performance Indicator (KPI), sementara pernyataan yang tidak valid

(20)

uji reliabilitas pada angket pengukuran performance SIAKAD menghasilkan data sebagai berikut:

Tabel 3.5 Reliabilitas Angket Pengukuran Performance SIAKAD

Key Performance Indicator (KPI)

Chronbach Alpha

r Tabel Keterangan

KPI-1: Efektifitas dan manfaat administrasi akademik.

0,916 0,301 Reliabel dengan predikat “Sangat Tinggi”

KPI-2: Kualitas Informasi 0,940 0,301 Reliabel dengan predikat “Sangat Tinggi” KPI-3: Kepuasan Pengguna 0,903 0,301 Reliabel dengan predikat “Sangat Tinggi”

KPI-4: Kualitas sistem dalam SIAKAD

0,936 0,301 Reliabel dengan predikat “Sangat Tinggi”

KPI-5: Keahlian staff pengelola SIAKAD

0,685 0,301 Reliabel dengan predikat “Tinggi”

(21)

H. Sampel Penelitian

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya yang dipilih menggunakan Teknik

disproportionate stratified random sampling yaitu sebuah teknik dalam

menentukan sampel dengan menggunakan pertimbangan representative dari masing -masing program studi yang berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya angkatan 2016. Sampel sebesar 112 mahasiswa berdasarkan perwakilan sampel pada program studi Pendidikan Teknologi Informasi sebesar 21 mahasiswa, Bimbingan Konseling sebesar 60 Mahasiswa, PGSD sebesar 50 mahasiswa, PGPAUD sebesar 9 mahasiswa dan Sendratasik sebesar 20 mahasiswa. sebagaimana yang ada dalam teori Sugiono (2017: 121) teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional.

Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mahasiswa angkatan 2016 sebagai penerima treatment pertama dalam ujicoba SIAKAD pada tahun 2016, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mahasiswa yang tidak memiliki kepentingan apapun yang bersifat pribadi terhadap kampus, mahasiswa yang berstatus aktif dalam status akademik dan aktif dalam menggunakan SIAKAD sebagai sarana untuk proses administrasi akademik selama studi. Dalam penelitian ini akan diambil sampel dari masing-masing program studi untuk menjadi representative.

(22)

I. Sumber Data

Sumber data berguna untuk mengumpulkan informasi yang dapat menunjang penelitian tentang performance dan control SIAKAD UMTAS. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari lokasi penelitian

yaitu Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya melalui angket pemetaan dan pembobotan Key Performance Indicator (KPI) yang ditujukan kepada responden ahli yang memiliki kompetensi dalam bidang SIAKAD. Data ke 2 diperoleh melalui angket penilaian yang ditujukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya serta menggunakan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data pendukung untuk melengkapi data-data yang dibutuhkan dalam penelitian.

2. Data Sekunder, yaitu data yang telah dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instansi di luar dari peneliti. Data sekunder berasal dari sumber internal maupun eksternal. Dalam penelitian ini, data sekunder yang bersifat internal didapatkan melalui data-data UMTAS dan yang bersifat eksternal didapat melalui jurnal, artikel, internet diluar yang dipublikasikan oleh UMTAS.

J. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan statistik deskriptif melalui penyajian data dengan tabel, gambar dan grafik. Perlakuan yang dilakukan untuk menilai ataupun mengukur suatu pemecahan dari masalah yang diangkat dalam penelitian ini berupa performance dalam SIAKAD yang

(23)

bertujuan untuk membantu memberikan referensi dalam rangka meningkatkan kecepatan mekanisme kerja sistem. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis yang diukur dengan metode IT Balance Scorecard yang memiliki fokus pembahasan pada 4 perspektif yaitu kontribusi organisasi, orientasi pengguna, penyempurnaan operasional dan orientasi masa depan dimana setiap perspektif memiliki indicator yang disebut Key performance indicator (KPI). Berikut adalah rincian dalam melakukan analisis data dalam penelitian:

1. Analisis Data Penerapan Metode IT Balanced Scorecard

Analisis data penerapan metode IT Balanced Scorecard dilakukan pada instrumen keselarasan pemetaan Key Performance Indicator (KPI), instrumen pembobotan Key Performance Indicator (KPI) dan instrumen pengukuran

performance SIAKAD.

a. Analisis Data Instrumen keselarasan pemetaan Key Performance

Indicator (KPI)

Instrumen ini dilakukan analisis terhadap keselarasan visi, misi dan tujuan BAAK sebagai unit yang membawahi langsung SIAKAD dengan perspektif pada metode IT Balanced Scorecard untuk menentukan Key

Performance Indicator (KPI) serta menganalisis keselarasan Key Performance Indicator (KPI) dengan visi, misi, tujuan khusus, tujuan umum BAAK dan

menganalisis keselarasan dengan masing-masing perspektif IT Balanced

Scorecard.

Kemudian menetapkan nilai target yang diperoleh dari target peningkatan SIAKAD Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya yang

(24)

kemudian nilai target dipetakan kepada setiap Key Performance Indicator (KPI) yang sudah disusun berdasarkan 4 perspektif IT Balanced Scorecard. Analisis

Key Performance Indicator (KPI) yang telah disusun sebagai dasar penyusunan

peta strategi untuk mengetahui apakah antar satu Key Performance Indicator

(KPI) yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan, hal ini menunjukkan

bahwa antar Key Performance Indicator (KPI) harus memiliki hubungan dan saling mendukung untuk meningkatkan mekanisme kerja SIAKAD.

b. Analisis Data Instrumen Pembobotan Key Performance Indicator (KPI) Instrumen ini digunakan dalam menganalisis pembobotan pada setiap

Key Performance Indicator (KPI) yang berguna untuk mengetahui tingkat

relatifitas kepentingan dari masing-masing Key Performance Indicator (KPI). Pembobotan dilakukan menggunakan metode Analysis Hierarchy Process

(AHP) yaitu melakukan pengisian nilai perbandingan berpasangan berbentuk

angket yang ditujukan kepada responden ahli sistem informasi yang dianggap kompeten dalam bidang SIAKAD ini.

Setelah melakukan pembobotan nilai tingkat kepentingan dengan diketahui nilai preferensi yang dinilai oleh ahli, kemudian hasil tersebut dilakukan perhitungan indeks konsistensi dari nilai perbandingan Key

Performance Indicator (KPI) untuk mendapatkan nilai konsistensinya.

Pembobotan nilai Key Performance Indicator (KPI) yang sebenarnya dilakukan setelah mengetahui bahwa jawaban dari nilai perbandingan berpasangan konsisten dan dapat diterima. Berikut adalah langkah untuk mendapatkan nilai

(25)

konsistensi berdasarkan teori Tominanto (Saefudin & Wahyuningsih, 2014: 34):

1) λ max = KPI A (ΣA x Eigen Vector 1) + KPI B (ΣA x Eigen Vector 2) 2) CI = (λ max-n) / (n-1)

Diketahui:

CI = Consistency Index 3) CR = CI/RI

Diketahui:

CR = Consistency Ratio, RI = Ratio Index

c. Analisis Data Instrumen Pengukuran Performance SIAKAD

Pengukuran dilakukan menggunakan angket pengukuran yang ditujukan kepada mahasiswa. Data yang didapatkan dari angket tersebut diolah dengan menentukan skor dari jawaban responden yang diklasifikasikan sesuai dengan pilihan responden, Perhitungan scoring ini dipetakan kedalam skala Likert yaitu sangat tidak setuju (skor 1), tidak setuju (skor 2), setuju (skor 3), sangat setuju (skor 4). Kuisioner ini penting untuk mengetahui kondisi aktual dari

performance SIAKAD dan kemudian akan menjadi dasar dalam menentukan

nilai pencapaian dari masing-masing Key Performance Indicator (KPI). Hasil pengukuran performance SIAKAD diperoleh melalui langkah sebagai berikut: 1) Menghitung Nilai Aktual

Penentuan nilai aktual diperoleh dari perbandingan nilai skor aktual dengan skor maksimal yang diperoleh dari angket, dengan menghitung pada setiap Key Performance Indicator (KPI) sehingga diperoleh nilai aktual secara

(26)

menyeluruh (Muhammad., Munadi., & Subianto, 2018: 102) yang dapat dihitung dengan formula berikut ini:

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑌𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ (𝐴𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙)

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100 2) Membuat Distribusi Frekuensi Jawaban

Data yang telah diolah kemudian di interpretasikan kedalam distribusi frekuensi jawaban dari responden dengan merujuk pada kaidah sturges (Panaha., Manginsela., & Salaki, 2018: 64) dengan langkah sebagai berikut: (a) Menentukan nilai rentang (range)

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 – 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑀𝑖𝑛𝑖𝑚𝑎𝑙 (b) Menentukan Banyaknya Kelas

𝐾 = 1 + 3,3 𝐿𝑜𝑔 𝑁 Keterangan:

K = Banyaknya Kelas N = Jumlah Responden (c) Menentukan Nilai Interval

𝐼 = 𝑅𝑎𝑛𝑔𝑒 Banyaknya Kelas Keterangan:

I = Interval

Range = Rentang

Berdasarkan distribusi frekuensi yang telah dibuat untuk mengetahui frekuensi jawaban responden, kemudian dilakukan analisis kategori pada penilaian real yang diberikan responden melalui angket

(27)

pengukuran performance dengan menggunakan nilai interval seperti yang tertuang pada halaman sebelumnya. Kategori frekuensi jawaban responden diperoleh dari perolehan nilai tertinggi yaitu sebesar 238 dikurangi dengan perolehan nilai terkecil yaitu 66, hasilnya sebesar 172 kemudian dibagi dengan kategori yang akan disematkan yang berjumlah 5 sehingga menghasilkan nilai rentang sebesar 34,4. Berikut ini adalah kategori frekuensi jawaban responden:

66 – 100,3 Sangat Kurang 100,4 – 134,7 Kurang

134,8 – 169,1 Cukup 169,2 – 203, 5 Baik

203,6 – 238 Sangat Baik

2. Analisis Data Gambaran Tingkat Pencapaian Performance SIAKAD Analisis data untuk mengetahui gambaran tingkat pencapaian

performance, terlebih dahulu harus diketahui pencapaian dari segi target

peningkatan SIAKAD kemudian dilakukan perhitungan terhadap pencapaian bobot dari masing-masing perspektif IT Balanced Scorecard yang akan dijelaskan sebagai berikut:

a. Pencapaian target Peningkatan Performance SIAKAD

Hasil diperoleh melalui perbandingan nilai kondisi aktual dengan target yang telah ditetapkan pada masing-masing Key Performance Indicator (KPI) (Muhammad., Munadi., & Subianto, 2018: 102) dengan menggunakan formula sebagai berikut:

(28)

𝑃𝑒𝑛𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 = 𝐾𝑜𝑛𝑑𝑖𝑠𝑖 𝐴𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙

𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝑥 100 b. Tingkat Pencapaian Bobot IT Balanced Scorecard

Hasil diperoleh melalui perbandingan nilai bobot kepentingan dengan pencapaian nilai target yang diperoleh.

𝑃𝑒𝑛𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 = 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡

100 𝑥 𝑃𝑒𝑛𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡

Hasil akhir dari analisis data keseluruhan akan dipetakan kedalam skala Likert yang menjadi jawaban dari pengukuran performance SIAKAD dan akan ditentukan sesuai dengan pembagian kedalam 5 kriteria yaitu, sangat kurang, kurang, cukup, baik, sangat baik dengan menggunakan skala interval untuk menginterpretasikan nilai performance dengan menggunakan formula yang dikemukakan oleh Sudjana (Nafiah, Siti., & Jumino, 2019: 253) dengan rumus sebagai berikut:

𝑃 = 𝑅𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔

𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙 Keterangan:

P = Panjang Kelas Interval

Rentang = Nilai tertinggi – Nilai Terendah

Berdasarkan rumus tersebut diketahui bahwa presentase perolehan maksimal dalam penilaian akhir yaitu 100% sedangkan presentase nilai minimalnya adalah 1% oleh karena itu diperoleh rentang sebesar 19.8 dan kelas interval yang akan dicantumkan untuk penilaian berjumlah 5 yaitu mulai dari yang terkecil Sangat Kurang, Kurang, Cukup Baik, Baik, dan Sangat Baik, sehingga menghasilkan panjang interval sebagai berikut:

(29)

1% – 20,7% Sangat Kurang 20,8% – 40,5% Kurang 40,6% - 60,3% Cukup Baik 60,4% - 80,1% Baik 80,2% - 100% Sangat Baik K. Alur Penelitian

Penelitian dilakukan sesuai dengan alur yang disusun secara sistematis sehingga dapat dijadikan pedoman dalam menentukan langkah untuk melakukan penelitian yang disusun sebagai berikut:

(30)

Gambar 3.2 Diagram Alur Penelitian Visi, Misi dan Tujuan Universitas

Muhammadiyah Tasikmalaya

Visi, Misi dan Tujuan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Visi, Misi dan Tujuan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Visi, Misi dan Tujuan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Visi, Misi dan Tujuan Biro Administrasi Akademik dan

Kemahasiswaan (BAAK)

Visi, Misi dan Tujuan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK)

Visi, Misi dan Tujuan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK)

Visi, Misi dan Tujuan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK)

SIAKAD

SIAKAD

SIAKAD

SIAKAD Perspektif IT Balanced Scorecard 1. Kontribusi Organisasi

2. Orientasi Pengguna

3. Penyempurnaan Operasional 4. Orientasi Masa Depan

Perspektif IT Balanced Scorecard 5. Kontribusi Organisasi

6. Orientasi Pengguna

7. Penyempurnaan Operasional 8. Orientasi Masa Depan

Perspektif IT Balanced Scorecard 9. Kontribusi Organisasi

10. Orientasi Pengguna

11. Penyempurnaan Operasional 12. Orientasi Masa Depan

Perspektif IT Balanced Scorecard 13. Kontribusi Organisasi

14. Orientasi Pengguna

15. Penyempurnaan Operasional 16. Orientasi Masa Depan

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) dan Target

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) dan Target

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) dan Target

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) dan Target Pembobotan KPI menggunakan metode AHP

Pembobotan KPI menggunakan metode AHP

Pembobotan KPI menggunakan metode AHP

Pembobotan KPI menggunakan metode AHP Pengukuran performance SIAKAD

Pengukuran Pengukuran Pengukuran Studi Pustaka Studi Pustaka Studi Pustaka Studi Pustaka

Analisis hasil penerapan metode IT Balanced Scorecard

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) dan Target

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) dan Target

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) dan Target Analisis hasil gambaran tingkat pencapaian performance

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) dan Target

Penyusunan Key Performance Indicator (KPI) dan Target

Gambar

Tabel 2.4 Jadwal Penelitian  Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
Gambar 3.1 Diagram Langkah Penelitian Metode IT Balanced Scorecard  D.  Teknik Pengumpulan Data
Tabel 3.2 Hasil Penilaian Validasi Ahli Angket Pengukuran Perfomance
Tabel  tersebut  menampilkan  hasil  penilaian  kelayakan  instrumen  dari  validator  ahli,  dimana  setiap  aspek  memiliki  nilai  maksimal  200  dan  keseluruhan  aspek  memiliki  nilai  maksimal  800
+5

Referensi

Dokumen terkait

kebutuhan stakeholder perusahaan dalam penentuan KPI ( key performance indicator ) pada pengukuran kinerja sebelumnya sehingga aspek lain yaitu kebutuhan para stakeholder

Instrumen praktikalitas pada penelitian pengembangan ini berupa angket respon siswa, angket respon guru dan angket keterlaksanaan pembelajaran, yang mana digunakan

Instrumen motivasi belajar siswa diukur dengan menggunakan lembaran kuesioner/angket motivasi belajar. Angket motivasi belajar siswa mencerminkan motivasi belajar yang

Adapun pada penelitian ini memerlukan dua buah jenis instrumen, yaitu instrumen berupa angket peran orang tua, angket pola asuh orang tua, dan berupa tes untuk mengukur

Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti (Sugiyono, 2017). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket

Semua data yang didapatkan dari instrumen penelitian (lembar argumentasi (LA), wawancara argumentatif (WA), angket pola asuh dari sudut pandang siswa (PAs), angket

Penelitian ini telah menghasilkan sistem informasi manajemen pengukuran kinerja guru menggunakan Key Performance Indicator KPI yang dilakukan bebasis website dengan memiliki dua bagian:

Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu sistem informasi manajemen pengukuran kinerja guru dengan menerapkan metode Key Performance Indicator KPI dan memiliki beberapa fitur berupa,