• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN 3. 1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Sedangkan desain penelitian yang dipilih adalah dengan menggunakan desain-sectional, dimana dengan desain ini observasi terhadap variabel bebas maupun terikat dilakukan dalam satu waktu yang sama.

3. 2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Pengambilan data bertempat di SMAN 1 Singosari, JL. Ki Hajar Dewantoro 1, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan waktu penelitiaan dimulai dari Oktober 2021 hingga Desember 2021.

3. 3 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling 3. 3. 1. Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Singosari, Jl. Ki Hajar Dewantoro 1, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

3. 3. 2. Sampel

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Singosari.

3. 3. 3. Sample Size

Sampel size diperoleh pada saat peneliti telah melakukan beberapa cluster yang akan digunakan sebagai populasi dan setelah dipilih diketahui bahwa jumlah sampel adalah sebanyak 93 siswa.

(2)

16 3. 3. 4. Teknik Sampling

Teknik pengambilan sampel pada peneltian ini adalah dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Jenis klaster atau kelompok yang digunakan adalah pada kelas yang ada. Jumlah kelas di SMAN 1 Singosari adalah sejumlah 3 kelas, yaitu XII, XI, dan X. Kemudian dari masing masing cluster dipilih secara acak untuk jumlah sampelnya dan didapatkan sebanyak 93 siswa dengan rincian pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Klaster Penelitian

No. Asal klaster subjek Jumlah sampel

1. X X IPA B 29

2. XI XI IPA C 31

3. XII XII IPA A 33

Total 93

3. 4 Variabel Penelitian 3. 4. 1. Jenis Variabel

1. Variabel Independen (Variabel Bebas)

Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab terjadinya atau terpengaruhnya dari variabel terikat (Christalisana, 2018). Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai dari literasi sains.

2. Variabel Dependen (Variabel Terikat)

Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi karena adanya variabel bebas (Christalisana, 2018). Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai literasi genetika.

3. 4. 2. Definisi Operasional Variabel

1. Nilai literasi sains adalah angka yang didapat dari hasil pengukuran tingkat literasi sains dengan instrumen berupa angket oleh responden siswa SMAN 1 Singosari. Nilai dari literasi sains diperoleh dan dihitung dari lembar instrumen pertanyaan sebanyak 17 item pertanyaan pilihan ganda dan tepat/tidak tepat/ serta isian pendek dengan skor maksimum 1 jika benar dan

(3)

17

0 jika salah. Sehingga, skor maksimum yang akan diperoleh jika semua benar adalah 17.

2. Nilai literasi genetika adalah angka yang didapat dari hasil pengukuran tingkat genetika sains dengan instrumen berupa angket oleh responden siswa SMAN 1 Singosari. Nilai dari literasi gentika diperoleh dan dihitung dari lembar instrumen pertanyaan sebanyak 17 pertanyaan pilihan ganda dengan skor maksimum 1 jika benar dan 0 jika salah. Sehingga, skor maksimum yang akan diperoleh jika semua benar adalah 17.

3. 5 Prosedur Penelitian

Skema dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.1.

Gambar 3.1 Skema Penelitian

3. 5. 1. Tahap Persiapan Penelitian

Tahap persiapan penelitian dugunakan untuk memperisapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penelitian. Tahapan pesiapan tersebut adalah penyiapan alat- alat penelitian. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar informed consent, lembar persetujuan responden, dan instrumen angket

(demografi responden, literasi sains, dan literasi genetika) yang langsung terintegrasi dengan Google form. Selain itu, juga digunakan lembar validasi untuk validator berupa file Microsoft Word yang akan dikomentari.

Persiapan alat dan

bahan Uji validasi instrumen Revisi instrumen

Memberikan arahan dan pengisian instrumen

Menyebarkan instrumen penelitian

Meminta persetujuan siswa menjadi responden

Penarikan instrumen Analisis data Penarikan kesimpulan

(4)

18 3. 5. 2. Tahap Pelaksanaan

1. Melakukan uji validasi kepada validator.

Instrumen yang telah disusun akan dilakukan divalidasi oleh para ahli (validator). Validator yang dimaksud adalah ahli dalam bidang tertentu (praktisi). Validator terdiri atas ahli instrumen, dosen genetika, dan guru biologi SMA.

2. Melakukan revisi instrumen yang telah diuji oleh validator dan menentukan instrumen yang sesuai untuk diujikan. Revisi instrumen ini dilakukan untuk menjamin instrumen tersebut benar-benar dapat digunakan.

3. Meminta persetujuan siswa

Pada tahap ini peneliti akan menyebarkan lembar persetujuan berupa informed consent dan kesediaan siswa untuk mengisi instrumen penelitian.

Didalamnya terdapat tujuan penelitian, hak dan kewajiban siswa sebagai responden, serta luaran hasil penelitian yang harus dipahami dan ditandatangani siswa. Selain itu, juga dijelaskan mengenai jumlah pertanyaan dan ruang lingkup pertanyaan. Lembar informed consent dan kesediaan siswa untuk mengisi instrumen penelitian dilampirkan pada Lampiran 1 dan 2.

4. Menyebarkan instrumen

Pada tahap ini, peneliti menyebarkan instrumen berupa link google form kepada siswa.

5. Memberi pengarahan kepada siswa dalam pengisian

Sebelum siswa diberikan waktu untuk mengisi instrumen, siswa diberikan pengarahan terlebih dahulu mengenai tata cara pengisian instrumen penelitian dan waktu pengerjaan instrumen.

6. Tahap pengisian instrumen

Setelah siswa menerima instrumen penelitian dan mendapatkan pengarahan, siswa diminta untuk mengisi instrumen tersebut. Selama tahap ini berlangsung, siswa tetap didampingi oleh peneliti dalam pengisian instrumen.

(5)

19 7. Penarikan instrumen

Setelah siswa mengisi seluruh instrumen penelitian, siswa diminta untuk melakukan pengiriman hasil instrumen yang telah diisi.

3. 5. 3. Tahap Pengumpulan Data

Tahap pengumpulan data merupakan tahapan tentang cara perolehan skor.

Tahapan ini adalah tahapan pengunduhan data hasil pengisian instrumen oleh siswa Pada tahapan ini, data hasil pengisian siswa diunduh dari google form berupa file excel. Didalam file tersebut otomatis telah tercatat skor siswa karena jawaban yang benar dari setiap soal telah dilabeli.

3. 6 Metode Pengumpulan Data 3. 6. 1. Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian ini, data diambil menggunakan metode kuisioner (angket).

Intrumen berupa pertanyaan-pertanyaan didalam Google form. Angket yang terdapat dalam Google form tersebut berfungsi sebagai media untuk mendapatkan informasi dari responden berkenaan dengan nilai literasi sains dan literasi genetika. Kuisioner yang digunakan berupa kuisioner tertutup untuk literasi sains serta literasi genetika. Kuisioner tertutup adalah kuisioner yang tersedia jawaban dari pertanyaan. Sehingga, siswa hanya diperkenankan memilih jawaban yang tersedia pada opsi. Penggunaan angket berupa pertanyaan tertutup akan memudahkan siswa untuk memberikan jawaban dan hanya memerlukan waktu yang singkat karena alternatif jawaban telah tersedia.

3. 6. 2. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang berfungsi sebagai pengumpul dan juga pengukur nilai variabel yang terkandung pada suatu data. Dalam penelitian ini digunakan kuisioner berupa pertanyaan tertutup karena semua item pertanyaan telah terdapat alternatif jawaban untuk dipilih. Variabel penelitian yang digunakan adalah literasi sains dan literasi genetika. Instrumen literasi sains diadaptasi dari Impey, Buxner, Antonellis, Johnson, & King (2011). Sehingga, tidak memerlukan

(6)

20

uji validitas dan reliabilitas kembali karena instrumen tersebut telah diuji kevalidannya dan kereliabelitasannya. Dalam instrumen tersebut, telah ditetapkan kriteria literasi sains menjadi tiga, yaitu (1) kosakata konstruksi ilmiah dasar, (2) pemahaman tentang proses atau sifat penyelidikan sains, dan (3) tingkat pemahaman dampak sains dan teknologi pada individu dan masyarakat. Instrumen literasi sains dilampirkan pada Lampiran 4.

Mengenai instrumen literasi genetika, dikembangkan berdasarkan Bowling et al. (2008) yang merujuk pada Hott et al., (2002). Hott et al., (2002) menetapkan 6 konsep utama yang didalamnya terdapat total 43 subkonsep materi genetika. 43 subkonsep tersebut, kemudian ditinjau oleh empat penulis untuk penyelarasan dengan literasi genetika, karena banyak yang tidak relevan dengan tujuan yang lebih ketat mengukur literasi genetika, (fokus penelitian ini).

Sejumlah subkonsep tampaknya berulang atau cukup terkait dengan kalimat sebelumnya dan mengakibatkan pengurangan subkonsep menjadi 17 yang digunakan untuk dikembangkan. Intrumen genetika dibuat berdasarkan 17 subkonsep tersebut yang terdiri atas pertanyaan tertutup. Instrumen literasi genetika dilampirkan pada Lampiran 5.

Apabila seluruh data hasil pengisian isntrumen telah diperoleh, data tersebut ditabulasikan sesuai dengan Lampiran 6.

3. 7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dilakukan setelah data diperoleh dari seluruh responden. Kegiatan dalam analisis data berupa pengelompokkan data berdasarkan variabel, metabulasi data dari seluruh responden, menyajikan data, Melakukan perhitungan hasil seluruh variabel dalam rangka menjawab permasalahan telah dirumuskan dalam rumusan masalah dengan menguji hipotesis yang telah diajukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan regresi linier sederhana. sebelum melakukan uji regresi linear sederhana, dilakukan terlebih dahulu uji asumsi prasyarat berupa uji linearitas, uji homoskedastisitas, dan uji normalitas data.

(7)

21 3. 7. 1. Uji Linearitas

Uji linearitas digunakan untuk mengetahui kelinearitasan antara variabel terikat dan variabel bebas dengan keputusan uji:

1. Apablia scatter plot membentuk sebuah garis gradien semu, maka linearitas terpenuhi. Maksudnya, semakin tinggi nilai variabel bebas akan disebut linear apabila variabel terikat juga menunjukkan peningkatan atau penurunan nilai dan begitu pula sebaliknya.

2. Apablia scatter plot tidak membentuk sebuah garis gradien semu, maka linearitas tidak terpenuhi. Maksudnya, semakin tinggi nilai variabel bebas akan disebut tidak linear apabila variabel terikat menunjukkan peningkatan dan penurunan nilai secara acak.

3. 7. 2. Uji Homoskedastisitas

Uji homoskedastisitas digunakan dalam menguji error atau galat dalam model statistik untuk melihat apakah varians atau keragaman dari error terpengaruh oleh faktor lain atau tidak dengan keputusan uji:

1. Apablia scatter plot membentuk sebuah pola khusus, indikasi homoskedastisitas tidak terjadi atau dapa disebut munculnya gejala heterokeadtisitas.

2. Apabila scatter plot tidak membentuk sebuah pola khusus, indikasi homoskedastisitas terjadi.

3. 7. 3. Uji Normalitas Data

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui distribusi data tersebar dengan normal atau tidak. Data yang diuji normalitasnya pada uji statistik regresi linear sederhana meliputi variabel dependen dan variabel independen. Uji normalitas ini harus diidasarkan pada data residual yang telah cari sebelumnya, dengan keputusan uji apabila:

1. Nilai signifikansi > 0,05, berarti data berdistribusi normal.

2. Nilai signifikansi < 0,05, berarti data berdistribusi tidak normal.

(8)

22 3. 7. 4. Uji Analisis Regresi Linear Sederhana

Uji regresi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Dasar keputusan pangambilan keputusan uji apabila:

1. Nilai signifikansi > 0,05, berarti hasil analisis regresi linear sederhana tidak signifikan.

2. Nilai signifikansi < 0,05, berarti hasil analisis regresi linear sederhana signifikan.

Gambar

Tabel 3.1 Klaster Penelitian
Gambar 3.1 Skema Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data-data penderita Glau- koma Sekunder akibat katarak senilis di RSUP Prof.DR.R.D.Kandou Manado periode Januari 2011 sampai Desember 2011 adalah: Glaukoma

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh citra toko secara simultan dan parsial yang terdiri dari product, pricing, atmosphere, personel, dan

Whistle blowing merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan baik yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya

Short Term Memory (STM) atau memori jangka pendek memiliki kapasitas yang kecil sekali, namun sangat besar peranannya dalam proses memori, yang merupakan tempat

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Baregbeg. Sumber data penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPS yang mengikuti proses

Keragaman acak pada H1 menurun sangat besar dibandingkan dengan H0, menunjukkan tidak adanya perubahan peluang sepanjang urutan bertelur ketika pengaruh dari jenis

Berupa analisis jalannya program dan pemilihan model yang sesuai untuk diimplementasikan pada data masing-masing kriteria. Subsistem ini berperan dalam

Adakah persepsi responden (pelancong Singapura) terhadap kepentingan serta keberkesanan langkah- langkah pencegahan jenayah di bawah Program Bandar Selamat berbeza berdasarkan