• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TERHADAP DURABIUTAS HIGH-FLOWABLE CONCRETE PADA PENGECORAN BETON DI RAW AH AIR. Slamet Widodo dan Sri Haryono.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TERHADAP DURABIUTAS HIGH-FLOWABLE CONCRETE PADA PENGECORAN BETON DI RAW AH AIR. Slamet Widodo dan Sri Haryono."

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

19

PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TERHADAP DURABIUTAS

HIGH-FLOWABLE CONCRETE PADA PENGECORAN BETON DI RAW AH AIR

Slamet Widodo dan Sri Haryono Abstract

l. PENDAHULUAN

Beton segar yang digunakan untuk melak-sanakan konstruksi dari perbaikan struktur beton di bawah air, memerlukan metode perancangan campuran adukan yang seimbang antara sifat beton segar (rheological properties) dan sifat mekanis (mechanical properties) yang berhu-bungan dengan kualitas beton yang dihasilkan. Kondisi yang ada di lingkungan perairan memerlukan beton yang memiliki daya alir yang tinggi

(high-flowable) sehingga dapat mengalir untuk

mengisi ruang yang tersedia, melewati hambatan (tulangan) yang terpasang dari mencapai tinggi permukaan yang diinginkan dengan rata (self-leveling) sehingga dihasilkan beton insitu yang memiliki kekuatan

(strength), lekatan (bond) dan kekedapan (impermeability) yang baik. Untuk memenuhi

kebutuhan dalam proses konstruksi beton di bawah air, dapat digunakan beton segar jenis

high-flowable concrete.(MFC).

Beton segar yang memiliki sifat

high-flowable dapat tercapai jika digunakan nilai

fak-tor air semen yang besar atau memanfaatkan ba-han tambah yang berfungsi sebagai High Range

Water Reducer. Penelitian ini ditujukan

untuk mengetahui pengaruh nilai faktor air semen dan takaran High Range Water Reducer terhadap durabilitas beton di bawah air yang diukur de-ngan parameter serapan air.

Japan Society of Civil Engineers (JSCE)

memberikan batasan beton yang dituang di dalam air minimum memiliki kekuatan sebesar 80% kekuatan beton yang dituang di daratan, dengan nilai faktor air semen (f.a.s.) maksimum 0.55 untuk pekerjaan di air tawar dan 0.50 untuk pe-keijaan di air laut, dan nilai

slump flow berkisar antara 450 sampai 500

mm untuk struktur beton bertulang dan 550 sampai 600 mm umuk tulang-an yang lebih rapat. Nilai faktor air semen yang lebih rendah di perlukan pada pelaksanaan konstruksi dengan kebutuhan durabilitas yang baik, misalnya untuk perbaikan pondasi struktur

(2)

bangunan lepas pantai disyaratkan nilai faktor air semen berkisar antara 0,38 sampai 0,45 (Sonebi dan Khayat, 2001).

Pelaksanaan konstruksi beton di bawah air yang menggunakan tremie method disyaratkan nilai slump berkisar antara 15(J sampai 225 mm, sedangkan ukuran agregat maksihium diberikan batasan sebesar 19 mm untuk beton bertulang dan 36 mm untuk beton tidak bertulang, dengan proporsi agregat halus berkisar antara 45% sam-pai 55% dan jumlah total agregat yang digunakan (Malisch, 1986). 2. CARA PENELITIAN

2.1. Bahan dan Alat

Campuran adukan beton dalarri penelitian ini menggunakan portland semen tipe I merk Semen Gresik, silica fume yang telah ditambah

antiwashout admixture (AWA) dengan merk

Sikacrete-W, air bersih dan High Range Water

Reducer dengan merk Site Viscocrete-5.

Agre-gat kasar yang digunakan .berupa batu pecah

wellgraded asal Purworejo dengan ukuran

maksi-mum 20 mm dan nilai modulus halus butiran 6,56, sedangkan pasir Kali Pr.ogo bergradasi agak kasar dengan modulus halus butiran 2,70 digunakan sebagai Agregat halus.

Peralatan .yang diperlukan dalam penelitian ini berupa stump test dan flowtable

test yang

digunakan' untiik menguji sifat beton segar, compression testing machine digunakan untuk uji kuat tekan beton, serta timbangan dan oven untuk menguji nilai serapan air beton.

2.2. Komposisi Campuran Beton

Penelitian dilakukan pada beton dengan nilai faktbr air semen (f.a.s.) 0,40 dan 0,45, fraksi agregat halus ditetapkan sebesar 50% dan total berat agregat yang digunakan untuk mengurangi kecenderungan segregasi dan meningkatkan flowability beton segar. Silica

fume digunakan sebagai bahan substitusi

semen dengan takaran 10% berat semen untuk meningkatkan viskositas beton segar, sedangkan antiwashout admixture (AW A) ditambahkan untuk memmimalkan larutnya jnassa beton di dalam air. Takaran High Range

Water Reducer berbasis polycarboxylate

ditambahkan dengan variasi 0,3%, 0,6%, 0,8%, 1,0% dan 1,3% dihitung berdasarkan berat binder, Rancangan campuran adukan beton selengkapnya disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Rancangan Campuran Adukan Beton

(3)

21

Pencampuran beton dilakukan di dalam

concrete mixer agar diperoleh campuran yang homogen. Agregat kasar dan pasir dalam kon-disi SSD, semen dan silica fume ditimbang lalu dimasukkan ke dalam mixer, selanjutnya air dan HRWR ditakar sesuai dengan kebutuhan, kemu-dian mixer mulai diputar sambil menambahkan air. HRWR yang telah disiapkan dicampur dalam air dan ditambahkan ke dalam campuran setelah mixer diputar selama kurang lebih dua menit, pencampuran di dalam mixer dilakukan selama tiga menit.

2.3. Pengujian Beton Segar

Pengujian terhadap sifat beton segar yang dilakukan dalam penelitian. ini meliputi slump test mengacu standar ASTM C 143-78 untuk mengetahui tingkat kelecakari beton. Flowtable test untuk menguji flowablity (daya alir) yang dilaksanakan mengacu pada standar BS-1881 dengan peralatan yang meliputi dua papan kayu masing-masing berukuran 70 cm x 70 cm dengan lapisan logam di bagian atasnya dan salah satu tepi pada papan yang berada di atas hams dapat diangkat dengan ketinggian 4 cm. Kerucut terpancung yang berukuran tinggi 200 mm, diameter bagian dasar 20.0 mm serta diameter bagian atas 130 mm diletakkan di atas papan kayu tersebut. Beton segar diisikan ke dalam kerucut sampai penuh dan dibiarkan sampai 30 detik kemudian cetakan diambil dan papan kayu bagian atas diangkat setinggi 4 cm lalu dijatuhkan lagi. Hal ini dilakukan setiap 4 detik sebanyak 15 kali. Setelah itu diukur dia-roeter sebaran beton dalam dua arah sumbu utama di atas wood sheet kemudian dihitung nilai rata-ratanya.

Beton segar tergolong berdaya alir rendah jika diameter sebaran kurang dari 40 cm dan tergolong sedang (medium) jika berada pada kisaran 40 cm sampai 50 cm. Beton segar dapat dika-tegohkan berdaya alir tinggi (high-flowable concrete) jika diameternya melebihi 50 cm. Gambar 1 menunjukkan pelaksanaan fiowtable test.

Gambar 1. Sketsa Flow Table Test Berdasarkan BS 1881 (Gani, 1997)

2.4. Penuangan Beton Segar

Beton segar dituangkan ke da I am cetakan yang telah terendam di dalam air dengan ban-tuan sebuah pipa dan handscope, pada bagian dasar pipa diberikan pen utup plastik untuk mencegah masuknya air ke dalam pipa selama penuangan. Setelah semua alat dan beton segar yang akan dituang siap, penuangan tahap perta-ma dilakukan dengan mengisi beton segar ke dalam pipa yang ujungnya telah ditutup dengan plastik sampai penuh, tahap selanjutnya meru-sak atau membuka penutup plastik dengan cara menusukkan baja tulangan (dua atau tiga kali) sehingga beton segar mulai mengalir ke bawah, jika beton sudah mulai mengalir pipa diangkat perlahan-lahan sambil menambahkan beton segar ke dalam pipa dengan handscope agar air tidak bercampur dengan beton, tahapan ini dilakukan sampai cetakan silinder terisi penuh dengan beton segar. Pelaksanaan penuangan beton segar ke dalam cetakan silinder dapat dilihat pada Gambar 2.

(4)

Gambar 2. Penuangan Beton Segar dengan Pemodelan Sistem Tremie

Pengujian serapan air dilakukan dengan benda uji kubus berukuran 15 x 15 x 15 cm3, setelah beton diangkat dari dalam air kemudian ditiriskan dan permukaan beton dibersihkan sampai mencapai keadaan jenuh kering muka lalu benda uji tersebut ditimbang, selanjutnya beton dimasukkan ke dalam oven dengan temperatur 105° celcius selama minimal 36 jam kemudian dikeluarkan, diangin-anginkan dan ditimbang lagi. Pengujian yang dilaksanakan mengacu pada standar ASTM C- 1 27-68, selanjutnya serapan air beton dihitung dengan Persamaan 1 .

3. HASIL DAN ANALISIS

Hasil pengujian dalam penelitian ini dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu beton segar dan beton keras. Pengujian beton segar dila-kukan dengan slump test dan flowtable test, sedangkan pada beton yang mengeras dilaku-kan pengujian serapan air dan kuat tedilaku-kan beton di bawah air.

3.1. Pengaruh Faktor Air Semen dan High Range Water Reducer Terhadap Sifat Beton Segar

Hasil pengujian sifat beton segar menun-j ukkan penambahan HR WR pada cam-puran adukan beton dapat meningkatkan kelecakan dan daya alir beton segar. Hasil ini sesuai de-ngan penelitian yang dilakukan oleh Yamada dkk (2000), bahwa penggunaan

polycarboxylate mampu mendispersikan partikel semen sehingga dapat meningkatkan daya alir pasta semen.

High Range Water Reducer da-pat

membuat beton segar menjadi bersifat

high-flowable (flowability lebih dari 50 cm), pada

penggunaan HRWR dengan takaran 0,8% berat

binder yang digunakan. Faktor lain yang dapat

mempengaruhi sifat beton segar adalah nilai faktor air semen, terbukti dengan semakin tingginya workability dan flowability pada beton dengan faktor air semen 0,45 dibandingkan beton yang memiliki faktor air semen 0,40. Hal ini terjadi karena semakin tinggi nilai faktor air semen, maka akan semakin banyak pula proporsi air yang digunakan sebagai pelumas, mengingat proses hidrasi semen hanya membutuhkan air sebanyak 25% dari berat semen yang digunakan. Hasil pengujian juga menunjukkan penggunaan slumptest sudah tidak efektif karena hasilnya lebih dari 12,5 cm (Gani, 1997). Hasil pengujian sifat beton segar seleng-kapnya dapat dilihat pada Tabel 2 dari Gambar 3 dan 4.

(5)

23

Tabel 2. Pengaruh Nilai f.a.s. dan Takaran HRWR Terhadap Sifat Beton Segar

(6)

Gambar 4.. Pengaruh Nilai f.a.s. dan HRWR Terhadap Daya Alir Beton Segar

3.2 Pengaruh Faktor Air Semen dan HRWR Pada Durabilitas Beton.

Gambar 5 menunjukkan penambahan

HRWR dapat mengurangi nilai serapan air

pada beton di bawah air, hal ini dimungkmkan karena penambahan HRWR dapat meningkatkan sifat workability dan flowability pada beton segar sehingga beton menjadi lebih padat dan volume pori lebih kecil sehingga kekedapan air meningkat. Semakin besar nilai faktor air semen menyebabkan nilai serapan' air juga semakin besar, hal ini disebabkan karena pasta semen lebih banyak mengandung air bebas sehingga setelah proses hidrasi berlangsung secara sempuma dan terbentuk massa beton padat (hardened concrete) sisa air yang ada akan menguap dan membentuk rongga-rongga didalam be ton. Semakin

banyak rongga yang ada di dalam massa beton padat mengakibatkan nilai serapan air semakin besar dan tingkat durabilitas beton menjadi

lebih kecil, mengingat zat-zat yang bersifat agresif dapat meresap dan menyebabkan terjadinya degradasi kualitas beton.

Gambar 6 menunjukkan semakin besar nilai kuat tekan beton di bawah air akan memberikan nilai serapan air yang lebih kecil, hal ini terjadi karena kuat tekan beton juga dipengaruhi tingkat kepadatan hardened concrete, sedangkan semakin padat massa

beton maka akan semakin kedap terhadap kemungkinan terjadinya serapan air. Hasil ini juga menunjukkan bahwa kualitas beton keras berbanding lurus dengan durabilitas beton.

(7)

25

Gambar 5. Hubungan HRWR dengan Serapan Air pada f.as. 0,40 dan 0,45

(8)

4. KESIMPULAN

a.) Penambahan High Range Water Reducer dapat rnemngkatkan workability (nilai

slump) sebesar 45,71% untuk nilai faktor

air semen 0,40 dan 32,5% untuk nilai fak-tor air semen 0,45 sedangkan daya alir beton segar (flowabiiity) meningkat 36,25% pada nilai faktor air semen 0,40 dan 23,9% pada nilai laktor air semen 0,45. HRWR memberikan pengaruh yang lebih besar jika ditambahkan pada cam-puran adukan beton dengan nilai faktor air semen yang lebih kecil

b.) Penambahan HRWR dapat menurunkan nilai serapan air. Penggunaan HRWR sebesar 1,3% pada beton dengan nilai faktor air semen 0.40 dapat mengurangi nilai serapan air sampai 11,11% sedangkan pada beton dengan nilai faktor air semen 0.45 ber-kurang sampai 18,28%.

c.) Nilai seiapan air pada beton yang dituang di bawah air berbanding .lurus dengan nilai' faktor air semen. Penggunaan nilai faktor air semen yang lebih kecil akan mengha-silkan beton keras dengan serapan air yang lebih kecil, hal im mengmdikasikan beton memihki durabilitas (keawetan) yang lebih baik. d.) Nilai serapan air pada beton yang telah

rnengeras berbanding terbalik dengan nilai kuat tekan beton, atau dapat dikatakan bahwa durabilitas beton berbanding lurus dengan kualitas beton.

e). Kekedapan beton di bawah air akan me-riingkat sesuai dengan penmgkatan sifat beton segar (workability dan flowabiiity). Penggunaan beton segar yang memiliki sifat high-flowable concrete memberikan penmgkatan durabilitas beton yang signi-fikan.

5. DAFTAR PUSTAKA

Ferrans, C.F., 1999, Measurement of the

Rheolo-gical Properties of High Performance Concrete : Stale of the Art, Journal of Research of National of Standard and Technology, Vol. 104, No.4, 1999, Gaithersburg.

Gam, M.S.J., 1997, Cement and Concrete. Chapman & Hall, London.

Malisch, 1986, Tremie Concrete Methods for

Placing High Quality Concrete Under-water, The Aberdeen Group, Aberdeen.

Mather, B., 1994, High-Performance concrete

in the U.S. Army Corps of Engineers, SP-159 : International Workshop on High Performance Concrete, Michigan.

Neville, A.M. and Brooks, 1987, Concrete

Technology, Longman Scientific &

Technical, Essex.

Sonebi, M. and Khayat, K.H., 2001, Effect of

Free Fall Height in Water on the Performance of Highly Flowable Concrete, ACI Material Journal, Vol. 28, No. /, Michigan.

Sonebi, M. and Khayat, K.H., 2001, Effect of

Mixture Composition on Relative Strength of Highly Flowable Underwater Concrete, ACI Material Journal, Vol. 28, No. 3, Michigan.

Wulodo, S., 2002, Pengaruh Sika Viscocrete-5

Terhadap Kuat Tekan, Serapan Air dan Kuat Lekat Tulangan Self-Compacting Concrete di Bawah Air, Thesis Program Pascasarjana, Yogyakarta : Universitas

Gadjah Mada.

Yarnada, K., Takahashi, T., Hanehara, S. and Matsuhisa, M., 2000, Effects of Chemical Structures on the Properties of Polycarbo-xylate-Type Superplasticizer, Cement and Concrete Research. Vol. 30, Pergamon.

Biodata Penulis:

Slamet Widodo, lahir di Boyolali pada tanggal 3 November 1976. Lulus Sarjana Teknik Si-pi] UNS tahun 1999, Pendidikan Magister Teknik Sipil dengan Bidang Keahlian Teknik Struktur diselesaikan di UGM pada tahun 2002. Mengajar di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik UNY mulai tahun 2000. Bidang Penelitian yang diminati dan pernah dilakukan meliputi : analisis struktur dengan metode elemen hingga, teknologi ba-han yang berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi beton di bawah air, beton mutu tinggi,

selfcompacting concrete, beton ri-ngan, dan

(9)

27

Sri Haryono, lahir di Solo, 13 Januari 1958.

Lulus Sarjana Teknik (SI) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Institut Teknologi Bandung (1983). Dosen Jurusan , Sipil Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Saat ini sedang menyusun tesis Program S2 Pasca Sarjana UGM Teknik Yogyakarta.

Gambar

Tabel 1. Rancangan Campuran Adukan Beton
Gambar 2. Penuangan Beton Segar dengan                     Pemodelan Sistem Tremie
Tabel 2. Pengaruh Nilai f.a.s. dan Takaran HRWR Terhadap Sifat Beton Segar
Gambar 4.. Pengaruh Nilai f.a.s. dan HRWR Terhadap Daya Alir Beton Segar
+2

Referensi

Dokumen terkait

Faktor ekspetasi harga pada masa yang akan datang membolehkan supplier dapat menyimpan barang produksinya beberapa waktu pada waktu harga rendah dan mengeluarkannya

[r]

This research aims to describe whether: (1) Paired writing method is more effective than Guided writing method to teach writing to the Eighth grade of SMP Muhammadiyah Boarding

Menindaklanjuti hasil evaluasi kualifikasi pengadaan barang/jasa Pekerjaan REHABILITASI RUANG GURU SMPN 1 PANGGARANGAN dengan ini kami mengundang saudara untuk hadir pada :. Nomor

Ungkapan cinta melalui tindakan Bercanda, bermesraan Mulai enggan Perubahan fisik ketika berhubungan seksual Terkadang sakit Kemaluan kering dan lama basahnya Mudah lelah

Sesuai dengan pernyataan informan utama dan triangulasi mengenai pertanyaan apakah setuju apabila kegiatan penemuan melibatkan masyarakat semua informan baik yang berasal

Setelah itu dilakukan perhitungan jumlah pemesanan optimal dan reorder point serta biaya total persediaan komponen untuk mesin gerinda dengan selang perencanaan yang

ﺪﲪﻷ ﺩﺍﺆﻓ ﺪﻨﻓﺃ ،ﻱ ﺎﻫﲑﻏﻭ. ﺓﺭﺆﺑ ﺚﺤﺒﻟﺍ ﰲ ﺚﺤﺒﻟﺍ ،ﻲﻋﻮﻨﻟﺍ ﺩﺪﳛ ﺚﺣﺎﺒﻟﺍ ﺚﺤﺒﻟﺍ. ﻰﻤﺴﻳﻭ ﺪﻳﺪﲢ ﺔﻟﺄﺴﳌﺍ ،ﺓﺭﺆﺒﻟﺍ ﻞﻤﺘﺸﺗ ﻩﺬﻫ ﺓﺭﺆﺒﻟﺍ ﻰﻠﻋ ﻞﺋﺎﺴﳌﺍ ﺔﻣﺎﻌﻟﺍ. ﰲﻭ ﺍﺬﻫ ،ﺚﺤﺒﻟﺍ