• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH KOTA MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH KOTA MAKASSAR"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

III - 1 LAPORAN AKHIR

BAB III

GAMBARAN UMUM WILAYAH

KOTA MAKASSAR

A. KARAKTERISTIK WILAYAH KOTA MAKASSAR

1. Keadaan Topografi

Keadaan tofografi wilayah Kota Makassar berdasarkan sumber data yang diperoleh berada pada ketinggian 0 sampai 15 M dari permukaan air laut, dan berada pada kisaran lereng 2–18%. Selanjutnya berdasarkan kondisi tersebut, keadaan iklim Kota Makassar termasuk kategori iklim tropis, temperatur rata-rata harian berkisar antara 24,50C – 31,80C.

2. Keadaan Geologi

Keadaan geologi Kota Makassar berdasarkan data yang diperoleh terdiri atas; relief kasar yang merupakan morfologi daratan, sungai, dan pantai. Morfologi yang menonjol di Kota Makassar adalah kerucut gunung api Lompobattang, gunung Batu Rape dan gunung Cindako. Morfologi tersebut tersusun oleh batuan gunung api berumur pliosen atau kurang lebih 5 juta tahun lalu (gunung Baturape/Cindako), dan berumur plistosen atau kurang lebih 1,8 juta tahun (formasi Lompobattang).

3. Hidrologi

Keadaan hidrologi Kota Makassar, berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan ditemukan daerah-daerah kawasan kota yang mengalami genangan periodik. Sumber air permukaan berasal dari sungai Jeneberang dan sungai Tallo. Pada kondisi tertentu terutama pada saat musim hujan sungai tersebut mempengaruhi sebahagian wilayah Kota Makassar. Sungai Jeneberang dan Sungai Tallo di identifikasi merupakan ancaman banjir perkotaan.

(2)

III - 2 LAPORAN AKHIR

4. Jenis Tanah

Jenis tanah yang terdapat di Kota Makassar antara lain jenis tanah Aluvial, penyebarannya disepanjang pantai, membujur dari Kecamatan Tamalate, Mariso, Ujung Pandang, Wajo, Ujung Tanah, Tallo dan Biringkanaya dengan tingkat kedalaman efektif tanah antara 20-40 cm memiliki tekstur tanah sedang sampai halus, secara umum lokasi di daerah pinggiran Kota Makassar saat ini dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan pertanian dan perkebunan.

5. Tata Guna Lahan

Kondisi tata guna lahan Kota Makassar secara umum terdiri atas; permukiman dan bangunan lainnya (perkantoran, perumahan dan permukiman, pendidikan, jasa, fasilitas sosial), sawah tadah hujan, dan lahan yang tidak diusahakan atau lahan kosong. Pergesaran pemanfaatan lahan kawasan Kota Makassar secara umum telah mengalami perubahan yang cukup drastis, akibat terjadinya peningkatan pembangunan aktivitas sosial ekonomi.

Tabel 1. Penggunaan Lahan di Kota Makassar No Kecamatan

Penggunaan Lahan (Ha) Sawah Pekarangan Tegalan Sementara Tidak

Diusahakan Tambak Rawa-Rawa Lainnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Mariso - 125 - - - - 57 2 Mamajang - 135 - - - - 90 3 Tamalate 547 916 115 109 - - 334 4 Rappocini 20 267 - - - - 636 5 Makassar - 210 - - - - 42 6 Ujung Pandang - 145 - - - - 118 7 Wajo - 118 - - - - 81 8 Bontoala - 110 - - - - 100 9 Ujung Tanah - 427 - - - - 167 10 Tallo 15 202 10 - 293 - 63 11 Panakkukang 2 382 - - - 14 1.307 12 Manggala 827 366 411 - - 73 737 13 Biringkanaya 657 2.789 284 35 479 - 578 14 Tamalanrea 632 1.151 196 50 588 9 558 Jumlah 2.700 7.343 1.016 194 1.360 96 4.868

(3)

III - 3 LAPORAN AKHIR

B. KARAKTERISTIK EKONOMI KOTA MAKASSAR

1. Perkembangan Sektor-Sektor Kegiatan Ekonomi

Pembangunan dibidang ekonomi diarahkan untuk terciptanya sistem kegiatan pembangunan baru, khususnya perdagangan sebagai media sirkulasi aliran barang dan jasa sesuai fungsi dan visi pengelolaan pembangunan Kota Makassar, dengan memperluas sistem jaringan aliran barang dan jasa. Sistem perkotaan akan berjalan dengan baik apabila didukung dengan sistem komunikasi dan transportasi dan mengatur tata niaga untuk menjaga persaingan tidak sehat yang dapat merugikan masyarakat.

Dengan mengingat fungsi dan kedudukan Kota Makassar sebagai pusat pelayanan jasa dan perdagangan, pola penyebaran sarana ekonomi kota dimasa yang akan datang dilakukan melalui relokasi/pemindahan ke lokasi yang lebih strategis serta ditunjang penyediaan sarana dan prasarana pelengkap dengan membenahi sistem pengelolaan kawasan yang telah berkembang saat ini. Fasilitas perdagangan utama Kota Makassar yang telah berfungsi saat ini antara lain; pasar sentral Kota Makassar dan pusat-pusat perbelanjaan di kawasan perkotaan dan yang berlokasi di pusat kota serta pusat BWK. Dengan demikian untuk masa yang akan datang masih memerlukan peningkatan dan pembangunan pusat-pusat aktivitas baru terutama di daerah pinggiran kota untuk mendukung fungsi Kota Makassar sebagai pusat pengembangan wilayah utama di Sulawesi Selatan.

2. Pertumbuhan Ekonomi

Kegiatan ekonomi di Kota Makassar telah memperlihatkan angka pertumbuhan yang cukup menggembirakan, indikator tersebut dapat dilihat dengan meningkatnya incam pendapatan per kapita masyarakat. Peningkatan pendapatan per kapita tersebut berimplikasi pada peningkatan pembangunan sarana dan prasarana serta infrastruktur lainnya.

Berdasarkan data yang diperoleh secara umum pertumbuhan ekonomi Kota Makassar di dominasi oleh perkembangan sektor pertanian,

(4)

III - 4 LAPORAN AKHIR

industri, listrik gas dan air bersih, angkutan dan komunikasi serta bank dan lembaga keuangan.

Tabel 2. Struktur Ekonomi Kota Makassar Berdasarkan Lapangan Usaha

Menurut Harga Harga Berlaku dan Harga Konstan Tahun 2007-2008 (Billion Rupiah)

No Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan

2007 2008 2007 2008

1 2 3 4 5 6

1 Pertanian 203,445 234,674 96,870 98,743 2 Pertambangan dan Penggalian 2,502 2,778 1,363 1,411 3 Industri Pengolahan 4.809,345 5.797,307 2.756,584 2.949,019 4 Listrik, Gas dan Air 416,831 502,547 236,384 269,478 5 Bangunan 1.600,612 2.108,900 962,053 1.130,758 6 Perdagangan, Restoran dan

Hotel 5.913,698 7.572,823 3.522,317 3.969,356 7 Angkutan dan Komunikasi 3.281,034 3.858,587 1.986,023 2.186,990 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa

Persahaan 2.516,464 2.631,122 1.284,197 1.429,348 9 Jasa – Jasa 2.410,765 3.359,481 1.413,745 1.516,720

PDRB/PDB 20.794,721 26.068,221 12.261,539 13.551,720

Pertumbuhan PDRB/PDB 25,36 % 10,52 %

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka, 2009

Dari Tabel di atas nampak bahwa data PDRB Kota Makassar dari tahun 2007 sampai tahun 2008 mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2008, nilai PDRB Kota Makassar sebesar 26.068,221 (juta rupiah), atas dasar harga berlaku, dan 13.551,720 (juta rupiah), atas dasar harga konstan. Perkembangan PDRB mengalami trend meningkat, artinya kemampuan wilayah ini dalam menghasilkan barang dan jasa mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Struktur ekonomi Kota Makassar sangat ditentukan oleh besarnya peranan masing-masing sektor ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa diwilayah ini secara riil, struktur ekonomi suatu wilayah dibentuk oleh nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing sektor ekonomi dalam wilayah tersebut. Sebagai gambaran struktur ekonomi kota ini pada tahun 2008, dapat dilihat dari kontribusi/peran masing-masing sektor ekonomi terhadap pembentukan PDRB atas dasar harga berlaku.

(5)

III - 5 LAPORAN AKHIR

C. DEMOGRAFI DAN KEPENDUDUKAN

Hingga akhir tahun 2009 jumlah penduduk di Kota Makassar menunjukkan kenaikan angka yang cukup signifikan. Hasil catatan registrasi pada Biro Pusat Statistik menunjukkan Kota Makassar saat ini dihuni penduduk kurang lebih 1.253.656 jiwa. Angka tersebut memberikan indikator pesatnya kegiatan pembangunan yang perlu disiapkan dimasa yang akan datang. Secara umum kondisi demografi dan kependudukan Kota Makassar dijelaskan pada kajian berikut.

1. Pertumbuhan, Kepadatan dan Penyebaran Penduduk

Hasil pendataan yang dilakukan menunjukkan rata-rata laju tingkat pertumbuhan penduduk Kota Makassar selama dua tahun terakhir dirinci berdasarkan kecamatan mengalami kenaikan sebesar 1,49% per tahun. Hasil catatan registrasi yang diperoleh, tingkat kepadatan penduduk di Kota Makassar berdasarkan klasifikasinya dibedakan atas 3 (tiga) bahagian yaitu; kepadatan tinggi, sedang dan rendah. Kepadatan tertinggi berada di wilayah Kecamatan Makassar dengan kepadatan penduduk sebesar 32.899 jiwa/km2, kepadatan penduduk terendah berada di Kecamatan Biringkanaya dengan jumlah sebesar 2.670 jiwa/km2. Demikian pula halnya dengan pola penyebaran penduduk terjadi secara tidak merata. Data yang diperoleh menunjukkan pola penyebaran penduduk di Kota Makassar secara umum terakumulasi di pusat kota dan pusat-pusat pertumbuhan kota. Perkembangan jumlah penduduk, dan kepadatan dirinci menurut kecamatan di Kota Makassar pada Tabel berikut :

(6)

III - 6 LAPORAN AKHIR

Tabel 3. Distribusi dan Kepadatan Penduduk di Kota Makassar

No Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa) Luas Wilayah (Km2) Kepadatan Penduduk (Km2)

1 2 3 4 5 1 Mariso 54.616 1,82 30.009 2 Mamajang 60.394 2,25 26.842 3 Tamalate 152.197 20,21 7.531 4 Rappocini 142.958 9,23 15.488 5 Makassar 82.907 2,52 32.899 6 Ujung Pandang 28.637 2,63 10.685 7 Wajo 35.011 1,99 17.593 8 Bontoala 61.809 2,10 29.433 9 Ujung Tanah 48.382 5,94 8.145 10 Tallo 135.315 5,83 23.210 11 Panakukang 134.548 17,05 7.891 12 Manggala 99.008 24,14 4.101 13 Biringkanaya 128.731 48,22 2.670 14 Tamalanrea 89.143 31,84 2.800 Jumlah 1.253.656 175,77 7.132

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka, 2008/2009

2. Struktur Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin

Struktur penduduk menurut umur dan jenis kelamin di Kota Makassar berdasarkan hasil catatan registrasi yang diperoleh didominasi oleh kelompok umur 5-9 tahun dengan jumlah penduduk sebanyak 115.396 jiwa dan penduduk terkecil berusia antara 60-64 tahun dengan jumlah penduduk sebanyak 27.662 jiwa.

Tabel 4. Struktur Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kota Makassar

No Kelompok Umur Laki-Laki Jenis Kelamin Perempuan Jumlah (Jiwa)

1 2 3 4 5 1 0 – 4 66.076 55.733 121.809 2 5 – 9 67.321 63.769 131.090 3 10 – 14 52.437 62.959 115.396 4 15 – 19 51.661 60.558 112.219 5 20 – 24 67.292 70.667 137.959 6 25 – 29 51.697 66.637 118.334 7 30 – 34 48.900 57.362 106.262 8 35 – 39 48.496 47.364 95.860 9 40 – 44 37.272 44.140 81.412 10 45 – 49 29.275 26.867 56.142 11 50 – 54 26.767 28.494 55.262 12 55 – 59 20.034 20.493 40.526 13 60 – 64 12.836 14.826 27.662 14 65 ke atas 21.240 32.483 53.723 Jumlah 601.304 652.352 1.253.656

(7)

III - 7 LAPORAN AKHIR

3. Struktur Penduduk Menurut Usia Sekolah

Berdasarkan klasifikasinya, struktur penduduk menurut usia sekolah di Kota Makassar didasarkan pada jenis dan tingkatan pendidikan. Hasil pendataan yang diperoleh menunjukkan jumlah usia sekolah di Kota Makassar didominasi oleh kelompok sekolah dasar (SD) dan sekolah lanjutan tingkat pertama (SMP), dengan jumlah masing-masing sebesar 148.179 murid SD dan 59.878 siswa SLTP.

4. Struktur Penduduk Menurut Usia Kerja a. Usia Produktif

Berdasarkan ketetapan pemerintah, kelompok usia kerja berada pada kelompok usia antara usia 15 - 64 tahun untuk kategori usia produktif. Hasil catatan pada Biro Pusat Statistik menunjukkan jumlah usia yang tergolong usia produktif di Kota Makassar tahun 2008 sebesar 831.638 jiwa dari total jumlah penduduk yang ada saat ini.

b. Usia Tidak Produktif

Kategori penduduk tidak Produktif terdiri dari penduduk usia anak-anak atau usia sekolah (usia 0-14 tahun) dan penduduk lanjut usia (65 tahun keatas). Berdasarkan hasil catatan registrasi pada Biro Pusat Statistik diperoleh gambaran jumlah penduduk usia anak-anak sebanyak kurang lebih 368.295 jiwa sedangkan usia lanjut sebesar 53.723 jiwa. Dengan demikian penduduk usia tidak produktif di Kota Makassar pada tahun 2008 kurang lebih 422.018 jiwa atau 33,66% dari total penduduk Kota Makassar.

5. Penduduk Menurut Rasio dan Jenis Kelamin

Tingkat perkembangan jumlah penduduk yang ada di 14 wilayah kecamatan di Kota Makassar turut mempengaruhi struktur kehidupan masyarakat secara umum. Jika pertumbuhan jumlah penduduk dalam keadaan konstan akan mengakibatkan berlakunya hukum ekonomi (supply

and demand) terutama yang tergolong dalam usia kerja. Rasio jenis kelamin

(8)

III - 8 LAPORAN AKHIR

Tabel 5. Banyaknya Penduduk Menurut Jenis Kelamin Dirinci Berdasarkan Kecamatan di Kota Makassar

No Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa) Laki-Laki Perempuan Jumlah Sex Rasio

1 2 3 4 5 6 1 Mariso 26.326 28.290 54.616 104 2 Mamajang 29.269 31.125 60.394 94 3 Tamalate 73.648 78.549 152.197 94 4 Rappocini 68.121 74.837 142.958 91 5 Makassar 39.247 43.660 82.907 90 6 Ujung Pandang 13.592 15.045 28.637 90 7 Wajo 16.895 18.116 35.011 93 8 Bontoala 29.027 32.782 61.809 89 9 Ujung Tanah 23.830 24.552 48.382 97 10 Tallo 66.115 69.200 135.315 96 11 Panakukang 63.419 71.129 134.548 89 12 Manggala 47.511 51.497 99.008 92 13 Biringkanaya 61.739 66.992 128.731 92 14 Tamalanrea 42.565 46.578 89.143 91 Jumlah 601.304 652.352 1.253.656 92

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka, 2009

6. Struktur Penduduk Berdasarkan Agama

Sikap dan prilaku manusia dalam melaksanakan kehidupannya pada dasarnya dilandasi dengan keyakinan dan agama yang dianut dan menjadi pedoman yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Struktur penduduk menurut pemeluk agama di Kota Makassar didominasi oleh penduduk yang menganut agama islam.

7. Adat Istiadat dan Kebiasaan Penduduk

Adat istiadat merupakan karakteristik masyarakat suatu daerah yang dijunjung tinggi secara turun temurun dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Adat istiadat atau kebiasaan masyarakat merupakan salah satu aspek yang turut menentukan dalam pelaksanaan pembangunan, pemeliharaan dan pengembangan. Kebiasaan yang masih mengakar sampai saat ini di Kota Makassar antara lain :

 Kultur individualisme cukup tinggi dengan kategori masyarakat heterogen.

 Upacara adat, antara lain; perkawinan, khinatan, kematian, syukuran kelahiran bayi dan pesta adat lainnya.

(9)

III - 9 LAPORAN AKHIR

D. FASILITAS SOSIAL EKONOMI

1. Fasilitas Sosial

Fasilitas sosial diartikan sebagai wadah aktivitas yang melayani kebutuhan penduduk bersifat memberi kepuasan sosial, mental, dan spiritual dalam bentuk: peribadatan, pendidikan, kesehatan, olah raga dan rekreasi.

a. Fasilitas Pendidikan

Fasilitas Pendidikan yang terdapat di Kota Makassar untuk kegiatan proses belajar dan mengajar terdiri atas; TK, SD, SLTP, SLTA dan PT. Jumlah fasilitas pendidikan di Kota Makassar dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 6. Jumlah dan Jenis Fasilitas Pendidikan di Kota Makassar No Kecamatan TK Fasilitas Pendidikan SD SLTP SLTA Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 1 Mariso 6 19 6 6 37 2 Mamajang 12 24 11 9 56 3 Tamalate 29 41 13 10 93 4 Rappocini 31 46 16 11 104 5 Makassar 18 38 17 8 81 6 Ujung Pandang 18 30 19 10 77 7 Wajo 9 15 8 6 38 8 Bontoala 16 21 11 5 53 9 Ujung Tanah 6 22 8 3 39 10 Tallo 14 44 11 8 77 11 Panakukang 38 43 14 12 107 12 Manggala 33 33 13 10 89 13 Biringkanaya 53 42 16 8 119 14 Tamalanrea 24 30 8 4 66 Jumlah 307 448 171 110 1.036

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka, 2009

b. Fasilitas Peribadatan

Penduduk di Kota Makassar umumnya beragama islam. Jumlah fasilitas peribadatan yang ada saat ini sebanyak 848 buah mesjid, tersebar di masing-masing kecamatan. Jumlah dan jenis sarana ibadah di Kota Makassar dapat dilihat pada Tabel berikut :

(10)

III - 10 LAPORAN AKHIR

Tabel 7. Jumlah Fasilitas Peribadatan di Kota Makassar

No Kecamatan Fasilitas Peribadatan Jumlah (Unit)

Mesjid Mushallah Gereja Wihara Pura Klenteng

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Mariso 38 - 5 1 - 4 53 2 Mamajang 36 5 17 - - 1 53 3 Tamalate 75 - 8 - - 1 83 4 Rappocini 81 9 14 - - - 104 5 Makassar 34 - 41 2 - - 69 6 Ujung Pandang 21 11 28 1 - - 52 7 Wajo 24 3 5 6 - - 50 8 Bontoala 22 4 3 - - 1 42 9 Ujung Tanah 32 4 - - - - 51 10 Tallo 62 4 8 - - 9 79 11 Panakukang 95 6 43 - - 4 99 12 Manggala 83 5 7 - - - 88 13 Biringkanaya 144 11 15 - - 1 122 14 Tamalanrea 101 9 8 - 1 - 100 Jumlah 848 71 202 10 1 21 901

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka,2009

c. Fasilitas Kesehatan

Peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat tidak terlepas dari ketersediaan fasilitas kesehatan. Jenis fasilitas kesehatan di Kota Makassar terdiri atas; rumah sakit umum, puskesmas, puskesmas pembantu, apotek dan toko obat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

Tabel 8. Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kota Makassar

No Sarana Kesehatan Jumlah (Unit) Persentase (%)

1 2 3 4

1 Rumah Sakit Umum 16 3,23

2 Rumah Sakit Jiwa 1 0,20

3 Rumah Sakit Bersalin 13 2,63

4 Rumah Sakit Khusus Lainnya 3 0,61

5 Puskesmas 37 7,47 6 Puskesmas Pembantu 41 8,28 7 Puskesmas Keliling 37 7,47 8 Apotek 262 52,93 9 Toko Obat 85 17,17 Jumlah 495 100,00

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka, 2009

2. Fasilitas Ekonomi

Fasilitas ekonomi diartikan wadah untuk melakukan aktifitas ekonomi dalam bentuk fasilitas industri, perdagangan dan aktivitas ekonomi

(11)

III - 11 LAPORAN AKHIR

lainnya sedangkan fasilitas sosial yang dimaksud adalah fasilitas perumahan dan permukiman.

a. Fasilitas Industri

Jenis industri di Kota Makassar yang dikembangkan masyarakat saat ini menurut klasifikasinya terdiri atas, jenis industri rumah tangga dan aneka industri. Jumlah dan jenis industri yang diusahakan masyarakat dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 9. Jenis Industri di Kota Makassar

No Jenis Industri Industri Jumlah

Rata-Rata Tenaga Kerja (Jiwa) Nilai Input (Rp.000,-) Nilai Output (Rp.000,-) 1 2 3 4 5 6

1 Makanan dan Minuman 60 125 33.028.649 39.081.921 2 Tekstil, Pakaian Jadi 6 43 1.246.122 2.354.399 3 Kayu, Barang Dari Kayu 29 145 7.172.587 11.142.788 4 Kertas dan Barang Dari Kertas 10 50 2.391.337 3.141.304 5 Kimia dan Barang Dari Kimia 10 52 2.515.405 3.256.675 6 Barang Galian Bukan Minyak Bumi dan Batubara 6 40 3.006.036 8.061.935 7 Logam Dasar 9 97 13.189.926 14.417.502 8 Barang-Barang Dari Logam, Mesin dan Peralatannya 3 204 8.188.514 27.022.240 9 Pengolahan lainnya 10 308 4.646.605 8.557.644

Jumlah 143 124 17.161.156 21.614.927

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka, 2009

b. Fasilitas Perdagangan

Fasilitas perdagangan yang terdapat di Kota Makassar antara lain; pasar umum, mall, koperasi, pertokoaan dan perbankan. Keberadaan fasilitas tersebut, digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sekaligus berfungsi untuk perputaran roda ekonomi. Jumlah dan jenis fasilitas perdagangan di Kota Makassar tidak diperoleh data mengenai banyaknya fasilitas perdagangan yang ada saat ini.

c. Fasilitas Perumahan dan Permukiman

Klasifikasi perumahan di Kota Makassar pada dasarnya dilihat dari segi: luas kavling, tipe perumahan, kondisi perumahan, dan pola pembentukan permukiman. Kondisi perumahan di Kota Makassar dibedakan atas tiga jenis, antara lain; rumah permanen, semi permanen, dan darurat/temporer. Hasil survey dilapangan secara umum kondisi

(12)

III - 12 LAPORAN AKHIR

bangunan/rumah yang ada mayoritas termasuk dalam klasifikasi permanen, semi permanen dan sebagian kecil temporer.

Pembangunan perumahan yang dilakukan oleh masyarakat/ perorangan, masih bersifat alami. Pola perumahan yang terbentuk cenderung mengelompok (concentrik) pada suatu kawasan, dan berkembang secara linear mengikuti jaringan jalan dan garis pantai. Usaha Perumahan dan Permukiman yang dilakukan masyarakat, termasuk yang dibangun oleh pengembang di Kota Makassar terdiri atas usaha perumahan dan permukiman kecil, menengah dan besar.

Tabel 10. Jumlah Fasilitas Perumahan di Kota Makassar Dirinci Menurut Kecamatan

No Kecamatan Rumah Tangga (KK) Jumlah Rumah (Unit) Persentase (%)

1 2 3 5 6 1 Mariso 13.210 13.038 4,52 2 Mamajang 16.103 15.912 5,51 3 Tamalate 32.713 32.536 11,27 4 Rappocini 28.253 25.770 8,93 5 Makassar 15.758 15.528 5,38 6 Ujung Pandang 6.986 6.793 2,35 7 Wajo 11.156 10.969 3,79 8 Bontoala 13.949 13.766 4,77 9 Ujung Tanah 11.140 10.957 3,79 10 Tallo 35.427 35.204 12,19 11 Panakukang 26.738 26.524 9,19 12 Manggala 24.467 24.285 8,41 13 Biringkanaya 35.493 35.345 12,24 14 Tamalanrea 22.307 22.107 7,66 Jumlah 293.700 288.734 100,00

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka, 2009

3. Sarana dan Prasarana a. Prasarana Jalan

Sistem transportasi sangat penting untuk mendukung angkutan barang dan penumpang. Sistem transportasi yang digunakan masyarakat saat ini dalam pengangkutan sangat ditentukan dengan ketersediaan prasarana jalan terutama dukungan prasarana ke kawasan perkotaan. Berdasarkan kondisi prasarana jalan yang dimanfaatkan masyarakat terdiri atas, jalan aspal, pengerasan dan jalan tanah. Jenis dan klasifikasi jalan di Kota Makassar dapat dilihat pada Tabel berikut.

(13)

III - 13 LAPORAN AKHIR

Tabel 11. Fungsi Jalan Menurut Kondisi di Kota Makassar

No Fungsi Jalan Panjang Jalan (Km) Kondisi Jalan Panjang Jalan (Km)

1 2 3 4 5

1 Arteri 76,52 Baik 1.213,34

2 Kolektor 380,93 Sedang 215,24

3 Lokal 1.120,88 Rusak Ringan 149,69

4 Inspeksi Kanal 15,13 Rusak Berat 15,19

Jumlah 1.593,46 1.593,46

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka, 2009

b. Jaringan Telepon

Jaringan telepon di Kota Makassar, sebahagian besar menggunakan sistem sambungan STO disamping itu tersedia fasilitas telepon berupa telepon seluler. Distribusi sistem sambungan terpasang ke unit sambungan antara lain; perumahan, pemerintahan dan fasilitas sosial ekonomi. Jumlah sambungan telepon kandatel dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

Tabel 12. Jumlah Sambungan Telepon Kandatel di Kota Makassar No Tahun Pelanggan Line In Service Connected Line

1 2 3 4 5 1 2003 101.706 106.206 107.414 2 2004 120.076 124.997 126.270 3 2005 123.376 128.302 129.679 4 2006 122.756 127.707 129.033 5 2007 * * * 6 2008 196.787 198.353 286.100 Jumlah

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka, 2009 * Data Not Avaliable

c. Jaringan Listrik

Jaringan listrik di Kota Makassar yang telah terpasang saat ini mengikuti jalur jalan, dengan menggunakan travo pembatas. Distribusi jaringan listrik di Kota Makassar termasuk dalam kategori jaringan tegangan tinggi, menengah dan jaringan tegangan rendah. Pelayanan distribusi jaringan listrik antara lain sambungan ke unit perumahan penduduk, fasilitas sosial, perdagangan dan pemerintahan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

(14)

III - 14 LAPORAN AKHIR

Tabel 13. Jumlah Pelanggan, Daya Tersambung, Energi Terjual Tiap Unit PLN di Kota Makassar

No Unit/Cabang Pelanggan Daya Tersambung (VA) Energi Terjual (KWH)

1 2 3 4 5

1 Kantor Cabang 1.658 232.617.175 644.163.631

2 Rayon Makassar Utara 59.965 111.398.350 189.235.603

3 Rayon Makassar Selatan 78.627 99.011.500 175.110.657

4 Rayon Makassar Timur 50.346 56.668.300 84.749.334

5 Rayon Makassar Barat 29.505 46.028.900 83.390.873

6 Sub Ranting Barang Lompo 678 398.400 476.417

7 Sub Ranting Kodinggareng 666 330.800 368.248

8 Lindes Lae-Lae 204 185.700 58.356

Jumlah 221.649 546.639.125 1.177.553.119

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka, 2009

d. Air Bersih/Minum

Sarana air bersih/minum yang dimanfaatkan masyarakat kawasan pesisir untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada umumnya bersumber dari air permukaan (sungai) dan air tanah (sumur) dangkal/sumur dalam. Potensi air bersih yang bersumber dari PDAM, secara umum masih dominan dimanfaatkan oleh masyarakat perkotaan. Berdasarkan data yang di peroleh tingkat pelayanan air bersih yang bersumber dari PDAM baru mencapai 22,11% dari jumlah rumah tangga sebesar 1.223.391 unit. Tidak diperoleh data mengenai syarat higienis air bersih/minum yang dikonsumsi masyarakat. Tingkat pelayanan air bersih/minum di Kota Makassar dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 14. Jumlah Pelanggan dan Kapasitas Air Bersih di Kota Makassar No Jenis Pelanggan Pelanggan Jumlah Persentase (%) Volume Air Yg Dialirkan (M3) Persentase (%)

1 2 3 4 5 6 1 Sosial 1.650 1,29 1.272.614 0,38 2 Rumah Tangga 117.098 91,25 27.373.458 82,20 3 Bisnis 16 0,01 262.675 0,78 4 Industri 8.626 6,74 2.436.669 7,31 5 Pemerintahan 492 0,38 1.954.269 5,86 Jumlah 127. 882 99,67 33.299.685 96,53

(15)

III - 15 LAPORAN AKHIR

Tabel 15.Kondisi Sarana dan Prasarana Air Minum Kota Makassar No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah (Unit Tahun 2008-2009) 2008 2009 Kondisi

1 2 3 4 5

1 Produksi Air Minum (M3) 66.548.751,80 70.446.071,22 Baik

2 Cakupan Pelayanan (%) 72,80 73,75 Baik

3 Pelanggan Aktif (Sambungan) 135.013 140.457 Baik

4 Pelanggan Non Aktif (Sambungan) 14.569 14.120 Baik

5 Karyawan (Orang) 722 707 Baik

6 Efisiensi Penagihan (%) 86,35 87,02 Baik

7 Kapasitas Produksi

 Terpasang (Lt/Dt) 2.340 2.340 Baik

 Terpakai (Lt/Dt) 2.240 2.240 Baik

8 Penduduk Terlayani (Jiwa) 885.772 921.488 Baik

9 Intake dan Sistem Transmisi (Unit) 5 5 Baik

10 Reservoir (Unit) 6 6 Baik

11 Pipa Distribusi (M) 3.018.937,24 3.033.189,24 Baik

12 Pipa Transmisi (M) 15.390 15.390 Baik

Sumber : PDAM Kota Makassar, 2009

e. Drainase

Kondisi permukaan lahan di Kota Makassar relatif datar hingga bergelombang, serta dilalui oleh sungai Tallo dan sungai Jenneberang yang berfungsi sebagai jaringan drainase primer. Kondisi jaringan drainase yang ada saat ini sepenuhnya belum berfungsi optimal dan hanya terdapat pada jalur jalan utama kota. Di beberapa kawasan jaringan drainase yang ada masih alami terutama di daerah pinggiran kota. Kondisi tersebut akan berpengaruh pada luapan air permukaan yang belum tersalurkan dengan baik, mengingat tidak semua jalur jalan yang ada memiliki saluran drainase. Genangan air hujan tidak dapat dihindari pada tempat dan kawasan tertentu. Terjadinya luapan air sungai pada musim hujan mengakibatkan genangan air sehingga pengadaan jaringan drainase sangat penting peranannya untuk mengalirkan air hujan dan air permukaan.

Drainase berfungsi untuk menyalurkan air hasil buangan rumah tangga dan air hujan, disamping itu drainase juga berfungsi untuk penanggulangan banjir perkotaan. Kondisi sistem drainase Kota Makassar terdiri dari drainase primer (sungai dan laut), drainase sekunder dan

(16)

III - 16 LAPORAN AKHIR

drainase tersier (drainase pada unit-unit permukiman). Kondisi sistem drainase Kota Makassar dapat dilihat pada penjelasan Tabel di bawah ini.

Tabel 16. Kondisi dan Sistem Jaringan Drainase Kota Makassar No Jenis Sarana Dan Prasarana

Panjang Saluran Yang

Telah Dibangun (Tahun) Kondisi

2007 2008

1 2 6 7 8

1 Drainase Sekunder Panampu 492 492 Baik

2 Drainase Sekunder Jongaya 782 782 Baik

3 Drainase Sekunder Sinrijala 236 236 Baik

4 Drainase Sekunder Pampang 13.104 13.104 Baik

5 Drainase Sekunder Perumnas 186 186 Baik

6 Drainase Sekunder Gowa 489 489 Baik

7 Drainase Sekunder Antang 1.387 1.387 Baik

Sumber : Dinas PU Cipta Karya Kota Makassar, 2009

f. Air Limbah/MCK

Salah satu sumber pencemaran lingkungan adalah air limbah. Air limbah di Kota Makassar secara umum bersumber dari; limbah rumah tangga, limbah industri, limbah kapal, dan hasil buangan dari aktivitas sosial ekonomi. Berdasarkan karakteristiknya limbah hasil buangan di Kota Makassar terdiri atas limbah padat dan limbah cair. Hasil observasi lapangan yang dilakukan menunjukkan penangangan limbah di Kota Makassar sepenuhnya belum dikelola secara optimal (tanpa melalui treatment). Jika tidak diantisipasi sejak awal akan berdampak pada pencemaran lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada pencemaran lingkungan. Kondisi ini secara umum terjadi di daerah kawasan kumuh Kota Makassar.

g. Persampahan

Sampah merupakan sumber bibit penyakit yang harus memerlukan penanganan. Sumber sampah yang ada di Kota Makassar bersumber dari; sampah rumah tangga dan sampah yang berasal dari berbagai fasilitas. Sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar saat ini ditunjang dengan ketersediaan sarana dan prasarana sampah antara lain; bak sampah, kontainer, motor sampah dan mobil sampah. Untuk lebih jelasnya kondisi

(17)

III - 17 LAPORAN AKHIR

sarana dan prasarana persampahan Kota Makassar dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

Tabel 17. Kondisi Sarana dan Prasarana Persampahan Kota Makassar

No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah (Unit ) Kondisi

2007 2008

1 2 3 4 5

1 Toyota Kijang Diesel 11 11 6 Unit Kondisi Baik 2 Mitsubishi L 300 2 2 Kondisi Baik 3 Mitsubishi Kuda 1 1 Kondisi Baik 4 Suzuki Futura 1 1 Kondisi Baik 5 Suzuki Carry 1 1 Kondisi Baik 6 Suzuki Maven 1 1 Kondisi Baik 7 Pick-UP Mitsubishi 1 1 Kondisi Baik 8 Dump Truck Dyna Rino 8 8 5 Unit Kondisi Baik 9 Plat Truck Dyna Rino 5 5 3 Unit Kondisi Baik 10 Dump Truck Dyna Rino Bak Type Container 4 4 2 Unit Kondisi Baik 11 Dump Truck Toyota Dyna Rino 8 8 Kondisi Baik 12 Dump Truck Izusu ELF 6 6 5 Unit Kondisi Baik 13 Dump Truck Toyota Dyna Rino Untuk Wilayah

Kecamatan 14 14 Kondisi Baik 14 Dump Truck Dynasaurus 3 3 Kondisi Baik 15 Dump Truck Izusu ELF 7 7 Kondisi Baik 16 Dump Truck Toyota Dyna Rino 6 M3 26 26 Kondisi Baik

17 Arm Roll Truck Dyna Rino 2 2 Kondisi Baik 18 Arm Roll Truck Izusu Bison 2 2 1 Unit Kondisi Baik 19 Arm Roll Truck Izusu TLD58 6 6 4 Unit Kondisi Baik 20 Arm Roll Truck Izusu ELF 16 16 3 Unit Kondisi Baik 21 Arm Roll Truck Toyota By 43 6 6 5 Unit Kondisi Baik 22 Arm Roll Dyna Rino 14 14 8 Unit Kondisi Baik 23 Arm Roll Truck Mitsubishi 1 1 Kondisi Baik 24 Arm Roll Truck Dynasaurus 4 4 Kondisi Baik 25 Arm Roll Truck Nissan 10 M 1 1 Kondisi Baik 26 Arm Roll Truck Mitsubishi 10 M3 3 3 Kondisi Baik

27 Arm Roll Dyna Rino 6 M3 7 7 Kondisi Baik

28 Compactor Truck Izusu 6 M3 1 1 Kondisi Baik

29 Compactor Truck Dynasaurus 8 M3 2 2 Kondisi Baik

30 Mobil Tangki 4 4 Kondisi Baik 31 Dyna Rino 1 1 Kondisi Baik 32 Mobil Lift 2 2 1 Unit Kondisi Baik 33 Dump Truck Dyna Rina 3 3 2 Unit Kondisi Baik 34 Mower (Kubota) 1 1 Kondisi Baik 35 Izusu (Pick Up) 2 2 Kondisi Baik 36 Motor Ruda Dua Yamaha FIZ 1 1 Kondisi Baik 37 Motor Ruda Dua Yamaha Alfa 1 1 Kondisi Rusak 38 Jinceng 1 1 Kondisi Baik 39 Yamaha Vega 5 5 Kondisi Baik 40 Suzuki Smash 5 5 Kondisi Baik 41 Suzuki Sogun 125 11 11 Kondisi Baik 42 Suzuki sogun 125 SD 19 19 Kondisi Baik 43 Motor Roda Tiga Fukuda 15 15 Kondisi Baik 44 Motor Roda Tiga Kaisar/Triseda 13 13 Kondisi Baik 45 Motor Roda Tiga Viar 10 10 Kondisi Baik 46 Sekop dan Garpu 14 14 Kondisi Baik 47 Kontainer 6 M3 106 106 Kondisi Baik

48 Kontainer 10 M3 22 22 Kondisi Baik

49 Gerobak Sampah 243 243 Kondisi Baik 50 Tong Sampah 200 200 Kondisi Baik 51 Alat Pencacah Sampah 1 1 Kondisi Baik

Sumber :Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Keindahan Kota Makassar, 2009

(18)

III - 18 LAPORAN AKHIR

E. TINJAUAN WILAYAH KECAMATAN MANGGALA

Wilayah studi untuk Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Kota Makassar berlokasi di Kecamatan Manggala. Tinjauan lokasi studi tersebut diuraikan sebagai berikut :

1. Karakteristik Wilayah

a. Geografi dan Administrasi Wilayah

Secara umum luas wilayah Kecamatan Manggala kurang lebih 24,14 km2 yang terdiri dari 6 kelurahan. Kecamatan Manggala merupakan daerah kota. Secara Administrasi batas wilayah Kecamatan Manggala sebagai berikut :

 Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Ujung Pandang

 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Tamalate

 Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Mamajang

 Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar

b. Topografi dan Kelerengan

Topografi dan kelerengan Kecamatan Manggala berada pada ketinggian ±600 meter dari permukaan air laut. Bentuk permukaan datar, hal tersebut dapat terlihat dari kemiringan lereng dengan kisaran 0 – 2 % dan 2 - 15 %. Kemiringan lereng tersebut menjadi dasar dalam menetapkan dan mengalokasikan berbagai fasilitas, pengembangan kawasan dan pengendalian pertumbuhan kawasan.

c. Geologi dan Struktur Tanah

Jenis tanah di Kecamatan Manggala umumnya sama dengan jenis tanah yang ada di beberapa kecamatan lainnya, yang meliputi; Aluvial Hidromoft, Aluvial Kelabu, Aluvial Cokelat, Gleihumus Rendah dan Regosol Coklat Kekuningan. Kondisi jenis tanah tersebut merupakan lahan yang dapat ditanami jenis komoditas tertentu dan memerlukan perlakuan khusus.

(19)

III - 19 LAPORAN AKHIR

d. Hidrologi dan Sumberdaya Air

Sumberdaya air yang digunakan penduduk Kecamatan Manggala bersumber dari PDAM, air tanah dalam dengan memanfaatkan sumur gali dan sumur pompa (artesis).

e. Aspek Tata Guna Lahan

Penggunaan lahan di Kecamatan Manggala mengalami perubahan setiap tahun, hal ini dipengaruhi oleh kegiatan dan pertumbuhan penduduk yang mendiami kawasan. Pemanfaatan lahan di Kecamatan Manggala terdiri dari; sawah, perumahan dan permukiman, bangunan Industri, fasilitas sosial ekonomi, TPA serta bangunan lainnya.

2. Kependudukan

Keadaan demografi dan kependudukan hingga akhir tahun 2009 di Kecamatan Manggala menunjukkan kenaikan angka yang cukup signifikan. Hasil catatan registrasi pada Biro Pusat Statistik menunjukkan Kecamatan Manggala saat ini dihuni penduduk kurang lebih 99.008 jiwa. Angka tersebut memberikan indikator pesatnya kegiatan pembangunan yang perlu disiapkan dimasa yang akan datang. Secara umum kondisi demografi dan kependudukan Kecamatan Manggala dijelaskan pada kajian berikut.

a. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

Hasil pendataan yang dilakukan menunjukkan rata-rata jumlah penduduk Kecamatan Manggala selama dua tahun terakhir dirinci berdasarkan kelurahan memperlihatkan pertumbuhan sebesar 1,49%. Demikian pula halnya dengan pola penyebaran penduduk terjadi secara tidak merata. Pertumbuhan penduduk dirinci menurut kelurahan di Kecamatan Manggala pada Tabel berikut :

(20)

III - 20 LAPORAN AKHIR

Tabel 18. Pertumbuhan Penduduk di Kecamatan Manggala No Desa/Kelurahan 2007 Jumlah Penduduk (Jiwa) 2008

1 2 3 4 1 Borong 97.556 16.948 2 Bangkala 19.664 3 Tamangapa 7.573 4 Manggala 18.282 5 Antang 17.084 6 Batua 19.456 Jumlah 97.556 99.008 Pertumbuhan (%) 1,49

Sumber : Kecamatan Manggala Dalam Angka, 2009

b. Kepadatan Penduduk

Hasil catatan registrasi yang diperoleh, tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Manggala berdasarkan klasifikasinya dibedakan atas 3 (tiga) bahagian yaitu; kepadatan tinggi, sedang dan rendah. Kepadatan tinggi berada di Kelurahan Batua dengan kepadatan penduduk sebesar 10.133 jiwa/km2, kepadatan penduduk terendah berada di Kelurahan Tamangapa

dengan kepadatan penduduk sebesar 994 jiwa/km2.

Tabel 19. Distribusi dan Kepadatan Penduduk di Kecamatan Manggala No Desa/Kelurahan Jumlah Penduduk (Jiwa) Luas Wilayah (Km2)

Kepadatan Penduduk (jiwa/Km2) 1 2 3 4 5 1 Borong 16.948 1,92 8.827 2 Bangkala 19.664 4,30 4.573 3 Tamangapa 7.573 7,62 994 4 Manggala 18.282 4,44 4.118 5 Antang 17.084 3,94 4.336 6 Batua 19.456 1,92 10.133 Jumlah 99.008 24,14 4.101

Sumber : Kecamatan Manggala Dalam Angka, 2009

c. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin

Struktur penduduk menurut umur dan jenis kelamin di Kecamatan Manggala yang terbanyak pada usia 20-24 tahun dengan jumlah penduduk sebesar 11.846 jiwa dan penduduk dengan jumlah terkecil usia 60-64 tahun dengan jumlah penduduk sebanyak 1.649 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 20 di bawah ini.

(21)

III - 21 LAPORAN AKHIR

Tabel 20. Struktur Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kecamatan Manggala

No Kelompok Umur Laki-Laki Jenis Kelamin Perempuan Jumlah (Jiwa)

1 2 3 4 5 1 0 – 4 5.545 5.548 11.093 2 5 – 9 5.354 5.362 10.715 3 10 – 14 4.854 4.931 9.785 4 15 – 19 5.257 5.721 10.978 5 20 – 24 5.643 6.202 11.846 6 25 – 29 3.962 4.953 8.915 7 30 – 34 3.874 4.674 8.548 8 35 – 39 3.531 4.032 7.563 9 40 – 44 3.013 3.246 6.259 10 45 – 49 2.301 2.100 4.402 11 50 – 54 1.496 1.520 3.017 12 55 – 59 1.018 1.008 2.026 13 60 – 64 766 883 1.649 14 65 + 895 1.318 2.213 Jumlah 47.511 51.497 99.008

Sumber : Kecamatan Manggala Dalam Angka, 2009

d. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Berdasarkan klasifikasinya, struktur penduduk menurut tingkat pendidikan di Kecamatan Manggala terdiri dari kelompok penduduk yang berpendidikan taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) dan perguruan tinggi (PT) dengan jumlah masing-masing sebesar 1.372 jiwa murid TK atau 4,63%, murid SD/sederajat 11.209 jiwa atau 37,84%, 4.694 jiwa siswa SLTP/sederajat atau 15,85%, 3.664 jiwa siswa SLTA/sederajat atau 12,37%, dan PT sebanyak 8.681 mahasiswa atau 29,31%.

Tabel 21. Jumlah Penduduk Yang Lulus Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Manggala

No Jenjang Pendidikan Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1 2 3 4

1 Taman Kanak (TK) 1.372 4,63

2 Sekolah Dasar (SD) 11.209 37,84

3 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) 4.694 15,85

4 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) 3.664 12,37

5 Perguruan Tinggi 8.681 29,31

Jumlah 29.620 100,00

(22)

III - 22 LAPORAN AKHIR

e. Komposisi Penduduk Menurut Lapangan Pekerjaan

Struktur penduduk menurut lapangan pekerjaan dimaksudkan untuk melihat struktur lapangan kerja sebagai mata pencaharian utama masyarakat di Kecamatan Manggala. Adapun lapangan kerja masyarakat di Kecamatan Manggala meliputi; perdagangan, PNS/TNI/POLRI, industri dan petani.

f. Komposisi Penduduk Menurut Agama

Sikap dan prilaku manusia dalam melaksanakan kehidupannya pada dasarnya dilandasi dengan keyakinan dan agama yang dianut serta menjadi pedoman yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Data tahun 2009 tercatat jumlah penduduk yang menganut agama islam di Kecamatan Manggala sebanyak 69.696 jiwa atau 91,56%. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 22. Struktur Penduduk Menurut Agama di Kecamatan Manggala

No Agama Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1 2 3 4 1 Islam 69.696 91,56 2 Kristen Katolik 1.487 1,95 3 Kristen Protestan 4.557 5,99 4 Hindu 174 0,23 5 Budha 205 0,27 6 Konghucu - - 7 Lainnya - - Jumlah 76.119 100,00

Sumber : Kecamatan Manggala Dalam Angka, 2009

3. Ketersediaan Fasilitas Pelayanan a. Fasilitas Umum

Fasilitas pemerintahan dan pelayanan umum merupakan sarana untuk melakukan kegiatan perkantoran dan pelayanan pemerintahan terhadap masyarakat. Fasilitas pelayanan umum yang terdapat di Kecamatan Manggala antara lain; Kantor Camat, Kantor Kelurahan, Kantor Polisi, Kantor Koramil dan Kantor Pos/Giro. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

(23)

III - 23 LAPORAN AKHIR

Tabel 23. Jumlah dan Jenis Fasilitas Pelayanan Umum di Kecamatan Manggala

No Jenis Fasilitas Jumlah (Unit) Persentase (%)

1 2 3 4

1 Kantor Camat 1 10,00

2 Kantor Kelurahan 6 60,00

3 Kantor Polisi 1 10,00

4 Kantor Koramil 1 10,00

5 Kantor Pos Giro 1 10,00

Jumlah 10 100,00

Sumber : Hasil Survey Tim, 2010

b. Fasilitas Sosial

Jumlah dan Jenis Fasilitas Perumahan

Karakteristik perumahan di Kecamatan Manggala meliputi; rumah permanen dan semi permanen. Fasilitas perumahan merupakan sarana pokok dalam membina keluarga, tempat hidup dan aktivitas keseharian penduduk. Jumlah dan banyaknya rumah berdasarkan kelurahan di sajikan dalam Tabel 24.

Tabel 24. Jumlah Fasilitas Perumahan di Kecamatan Manggala Dirinci Menurut Kelurahan

No Kelurahan Rumah Tangga Jumlah Rumah (Unit) Persentase (%)

1 2 3 5 6 1 Borong 3.640 722 14,87 2 Bangkala 4.817 956 19,69 3 Tamangapa 1.926 382 7,87 4 Manggala 4.122 818 16,85 5 Antang 5.189 1.030 21,22 6 Batua 4.771 947 19,50 Total 24.467 4.855 100,00

Sumber : Kecamatan Manggala Dalam Angka, 2009

Dari Tabel 24, menunjukkan bahwa jumlah dan jenis fasilitas perumahan terbanyak terdapat di Kelurahan Antang dengan jumlah 1.030 unit atau 21,22 %. Sedangkan jumlah fasilitas perumahan paling sedikit berada di Kelurahan Tamangapa yaitu 382 unit atau 7,87%.

Jumlah dan Jenis Fasilitas Pendidikan

Pelayanan fasilitas pendidikan sangat menentukan mutu dan tingkat pendidikan masyarakat, oleh sebab itu memerlukan ketersediaan pelayanan yang tidak hanya dari segi kuantitas tetapi juga memperhatikan

(24)

III - 24 LAPORAN AKHIR

ketersediaan prasarana pendidikan, tenaga pengajar serta kurikulum pendidikan yang disajikan. Fasilitas pendidikan yang ada di Kecamatan Manggala dapat dilihat pada Tabel berikut ini.

Tabel 25. Jumlah dan Jenis Fasilitas Pendidikan di Kecamatan Manggala No Jenis Fasilitas Pendidikan Jumlah (Unit) Persentase (%)

1 2 3 4 1 TK Negeri/Swasta 8 13,79 2 SDN/Swasta 32 55,17 3 SLTP/Swasta 8 13,79 4 SLTA/Swasta 8 13,79 5 PT 2 3,46 Jumlah 58 100,00

Sumber : Kecamatan Manggala Dalam Angka, 2009

Jumlah dan Jenis Fasilitas Kesehatan

Upaya untuk memenuhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat ditentukan oleh jumlah dan kualitas pelayanan fasilitas kesehatan. Jumlah dan kualitas yang dimaksud berkaitan dengan jumlah fasilitas, jangkauan, pelayanan, tenaga dan peralatan medis.

Tabel 26. Jumlah dan Jenis Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Manggala No Jenis Fasilitas Kesehatan Jumlah (Unit) Persentase (%)

1 2 3 4

1 Rumah Sakit Umum/Khusus 1 3,45

2 Puskesmas 3 10,34

3 Apotek 6 20,69

4 Bidan Praktek Swasta 12 41,38

5 Toko Obat 7 24,14

Jumlah 29 100,00

Sumber : Kecamatan Manggala Dalam Angka, 2009

4. Fasilitas Ekonomi

Sektor-sektor ekonomi yang terdapat di Kecamatan Manggala merupakan orientasi kegiatan masyarakat yang memanfaatkan potensi wilayah, antara lain sub sektor perdagangan dan jasa serta kegiatan industri.

a. Sub Sektor Perdagangan dan Jasa

Sub sektor perdagangan dan jasa mempunyai peranan penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Kecamatan Manggala. Keberadaan sektor perdagangan dan jasa memegang peranan penting dalam perputaran

(25)

III - 25 LAPORAN AKHIR

ekonomi di dalam suatu wilayah, oleh karena itu peningkatan kegiatan ekonomi perlu ditingkatkan. Keberadaan fasilitas perdagangan dan jasa di Kecamatan Manggala saat ini meliputi; pasar umum, super market/swalayan, toko/warung/kios, restoran/rumah makan, kelompok pertokoan, dan kantor pegadaian. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 27.

Tabel 27. Banyaknya Fasilitas Perdagangan dan Jasa di Kecamatan Manggala

No Jenis Fasilitas (unit) Jumlah Fasilitas (Unit) Persentase (%)

1 2 3 4 1 Pasar Umum 3 0,60 2 Mini Market 3 0,60 3 Restoran/Rumah Makan 9 1,80 4 Toko/Warung/Kios 478 95,60 5 Kelompok Pertokoan 6 1,20 6 Kantor Pegadaian 1 0,20 Jumlah 500 100,00

Sumber : Kecamatan Manggala Dalam Angka, 2009

Tabel 27 diatas, menjelaskan bahwa keberadaan sub sektor perdagangan yang dominan adalah ketersediaan toko/warung/kios, jumlah fasilitas terbesar diantara beberapa jenis fasilitas yang ada, yaitu; 478 unit atau 95,60%. Hal ini menandakan bahwa kegiatan sebahagian masyarakat Kecamatan Manggala dalam arti luas lebih berorientasi ekonomi yakni membuka usaha pertokoan, warung dan kios.

b. Sub Sektor Industri

Kegiatan industri yang ada di Kecamatan Manggala merupakan kategori industri sedang dan kecil atau industri rumah tangga. Kegiatan pada sub sektor industri tidak terpusat pada kawasan melainkan menyebar di perumahan penduduk. Hasil pengamatan yang dilakukan, jenis kegiatan yang dilakukan masyarakat adalah : jenis industri kerajinan, logam/logam mulia dan industri makanan. Hasil dari industri tersebut tidak diperoleh besaran dan jumlah produksi yang dihasilkan.

5. Ketersediaan Prasarana Kawasan

Aspek prasarana merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu kawasan. Prasarana yang dimaksud meliputi; prasarana jalan,

(26)

III - 26 LAPORAN AKHIR

jaringan irigasi, jaringan listrik dan jaringan telepon dipergunakan untuk mendukung kelancaran aktivitas atau kegiatan dalam rangka peningkatan pertumbuhan suatu wilayah.

a. Karakteristik dan Fungsi Jaringan Jalan

Jaringan jalan merupakan sarana penghubung antar wilayah atau kawasan yang berfungsi sebagai prasarana trasnportasi, disamping fungsi tersebut jaringan jalan dapat digunakan sebagai transformasi aliran barang dan penumpang yang mempunyai komposisi sebagai pembuka keterhubungan antar kawasan. Dengan demikian kondisi tersebut memerlukan pemikiran dengan penataan jaringan agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi setiap jalan.

Hubungan utama antar kawasan internal dan eksternal Kecamatan Manggala dilakukan dengan menggunakan transportasi darat dengan dukungan ketersediaan jaringan jalan. Sediaan sistem jaringan jalan menurut jenis permukaan di Kecamatan Manggala dikategorikan sebagai berikut; aspal/beton, pengerasan dan jalan tanah. Kondisi jaringan jalan menurut jenis permukaan di Kecamatan Manggala untuk masing-masing kelurahan umumnya dalam kondisi aspal/hotmix dan sebahagian lokasi menggunakan jalan beton dan paving blok.

b. Kondisi Jaringan Drainase

Fungsi jaringan drainase digunakan sebagai sarana untuk mengalirkan air buangan baik yang bersumber dari air hujan, air buangan rumah tangga dan air yang bersumber dari jalan. Jaringan drainase di Kecamatan Manggala terdiri dari drainase sekunder dan tersier dengan kondisi permanen dan temporer (tanah). Untuk panjang panjang dan lebar keseluruhan drainase tidak diperoleh data.

c. Kondisi Jaringan Air Bersih

Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, oleh karena itu air bersih yang dijadikan sebagai sumber kebutuhan utama harus bebas dari rasa, bau dan tidak berwarna. Sumber air bersih yang digunakan masyarakat Kecamatan Manggala bersumber dari PDAM dan air tanah dalam

(27)

III - 27 LAPORAN AKHIR

(artesis). Dari hasil survey lapangan, kondisi air bersih yang ada sampai saat ini masih aman untuk dikomsumsi dan belum mengalami pencemaran, baik yang disebabkan oleh kegiatan industri rumah tangga maupun kegiatan-kegiatan yang sifatnya menggunakan air.

d. Kondisi Jaringan Listrik

Jaringan listrik merupakan salah satu prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang penerangan rumah tangga, kegitan industri dan kegiatan lainnya, oleh karena itu listrik memegang peranan sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan penerangan. Pemenuhan kebutuhan akan jaringan listrik untuk Kecamatan Manggala dewasa ini sudah terlayani untuk keseluruhan wilayah/kawasan.

e. Kondisi Jaringan Telepon

Salah satu prasarana yang efisien dan cepat untuk mendapatkan akses pelayanan informasi dan komunikasi adalah penyediaan prasarana jaringan telepon. Penggunaan jaringan telepon sangat penting dalam penerimaan informasi baik untuk kegiatan bisnis dan proses yang dilakukan masyarakat untuk berinteraksi. Ketersediaan prasarana telepon yang ada saat ini berupa telepon rumah tangga, warung telekomunikasi (wartel) dan penggunaan telepon seluler.

f. Kondisi Sistem Pelayanan Persampahan

Sampah merupakan sumber bibit penyakit yang memerlukan penanganan. Kondisi sistem pelayanan persampahan di Kecamatan Manggala ditunjang dengan penyediaan tempat pembuangan sementara maupun pembuangan akhir, sehingga umumnya pola pengolahan sampah saat ini menggunakan sistem pewadahan dengan tersedianya countainer dan armada pengangkutan serta sebahagian kecil masyarakat mengolah sampah yang dihasilkan dengan jalan ditanam dan dibakar (sistem konvensional).

g. Kondisi Pengelolaan Air Limbah

Air limbah merupakan air hasil buangan yang memerlukan pewadahan dan tempat, baik yang bersumber dari limbah domestik (rumah

(28)

III - 28 LAPORAN AKHIR

tangga) maupun dari industri. Kondisi pengolahan air limbah di Kecamatan Manggala untuk jangka pendek tidak membahayakan lingkungan oleh karena produksi limbah umumnya berasal dari aktivitas limbah hasil rumah tangga, namun untuk jangka panjang diperlukan suatu pewadahan untuk mengalirkan dan membuang hasil limbah tersebut. Sedangkan limbah yang berasal dari industri besar umumnya sudah tersedia tempat penampungan atau pengelolaan limbah yang dikelola oleh unit-unit industri.

6. Kelembagaan a. Pemerintah

Kelembagaan pemerintahan yang terdapat di Kecamatan Manggala terdiri dari; kelembagaan tingkat RT sebanyak 351 dan tingkat RW sebanyak 65. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

Tabel 28. Banyaknya Kelembagaan RT dan RW di Kecamatan Manggala Dirinci Menurut Kelurahan

No Kelurahan RT RW 1 2 3 4 1 Borong 62 11 2 Bangkala 79 14 3 Tamangapa 31 7 4 Manggala 60 11 5 Antang 62 11 6 Batua 57 11 Jumlah 351 65

Sumber : Kecamatan Manggala Dalam Angka, 2009

b. Masyarakat

Kelembagaan masyarakat yang terdapat d Kecamatan Manggala terdiri dari; LPM dan Pemuda. Kelembagaan masyarakat pada dasarnya merupakan lembaga yang terbentuk dalam masyarakat untuk terlaksananya berbagai kegiatan kemasyarakatan dan membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan. Jumlah kelembagaan masyarakat yang terdapat di Kecamatan Manggala untuk lembaga LPM sebanyak 6 lembaga dan lembaga yang bergerak dalam bidang kepemudaan sebanyak 6 lembaga. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

(29)

III - 29 LAPORAN AKHIR

Tabel 29. Jumlah Kelembagaan Tiap Kelurahan di Kecamatan Manggala Dirinci Menurut Kelurahan

No Kelurahan LPM Pemuda 1 2 3 4 1 Borong 1 1 2 Bangkala 1 1 3 Tamangapa 1 1 4 Manggala 1 1 5 Antang 1 1 6 Batua 1 1 Jumlah 6 6

Sumber : Kecamatan Manggala Dalam Angka, 2009

F. TINJAUAN WILAYAH KELURAHAN MANGGALA

1. Karakteristik Wilayah

a. Administrasi dan Geografi Wilayah

Secara umum luas wilayah Kelurahan Manggala kurang lebih 4,44 km2

yang terdiri dari 60 RT dan 11 RW. Kelurahan Manggala merupakan ibukota Kecamatan Manggala. Secara Administrasi batas wilayah Kelurahan Manggala sebagai berikut :

 Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Maros

 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Tamangapa dan Bangkala

 Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Maros

 Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Antang

b. Topopgrafi dan Kelerengan

Topografi dan kelerengan Kelurahan Manggala berada pada ketinggian ±700 meter dari permukaan air laut. Bentuk permukaan datar, hal tersebut dapat terlihat dari kemiringan lereng dengan kisaran 0 – 2 % dan 2 - 15 %. Kemiringan lereng tersebut menjadi dasar dalam menetapkan dan mengalokasikan berbagai fasilitas, pengembangan kawasan dan pengendalian pertumbuhan kawasan.

c. Geologi dan Struktur Tanah

Jenis tanah di Kelurahan Manggala umumnya sama dengan jenis tanah yang ada di beberapa kecamatan lainnya, yang meliputi; Aluvial Hidromoft, Aluvial Kelabu, Aluvial Cokelat, Gleihumus Rendah dan Regosol

(30)

III - 30 LAPORAN AKHIR

Coklat Kekuningan. Kondisi jenis tanah tersebut merupakan lahan yang dapat ditanami jenis komoditas tertentu dan memerlukan perlakuan khusus.

d. Hidrologi dan Sumberdaya Air

Sumberdaya air yang digunakan penduduk Kelurahan Manggala bersumber dari PDAM, air tanah dalam dengan memanfaatkan sumur gali dan sumur pompa (artesis).

e. Aspek Tata Guna Lahan

Penggunaan lahan di Kelurahan Manggala mengalami perubahan setiap tahun, hal ini dipengaruhi oleh kegiatan dan pertumbuhan penduduk yang mendiami kawasan. Pemanfaatan lahan di Kelurahan Manggala terdiri dari; sawah, perumahan dan permukiman, fasilitas sosial ekonomi, serta bangunan lainnya.

2. Kependudukan

Keadaan demografi dan kependudukan hingga akhir tahun 2009 di Kelurahan Manggala menunjukkan kenaikan angka yang cukup signifikan. Hasil catatan registrasi pada Biro Pusat Statistik menunjukkan Kelurahan Manggala saat ini dihuni penduduk kurang lebih 18.282 jiwa. Angka tersebut memberikan indikator pesatnya kegiatan pembangunan yang perlu disiapkan dimasa yang akan datang. Secara umum kondisi demografi dan kependudukan Kelurahan Manggala dijelaskan pada kajian berikut.

a. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

Hasil pendataan yang dilakukan menunjukkan rata-rata jumlah penduduk Kelurahan Manggala selama dua tahun terakhir dirinci berdasarkan kelurahan memperlihatkan pertumbuhan sebesar 1,52%. Demikian pula halnya dengan pola penyebaran penduduk terjadi secara tidak merata. Pertumbuhan penduduk dirinci menurut kelurahan di Kelurahan Manggala pada Tabel berikut :

(31)

III - 31 LAPORAN AKHIR

Tabel 30. Pertumbuhan Penduduk di Kelurahan Manggala

No 2007 Jumlah Penduduk (Jiwa) 2008

1 2 3

1 18.008 18.282

Jumlah 18.008 18.282

Pertumbuhan (%) 1,52

Sumber : Monografi Kelurahan Manggala, 2009

b. Kepadatan Penduduk

Hasil catatan registrasi yang diperoleh, tingkat kepadatan penduduk di Kelurahan Manggala sebesar 4.118 jiwa/km2.

Tabel 31. Distribusi dan Kepadatan Penduduk di Kelurahan Manggala No Jumlah Penduduk (Jiwa) Luas Wilayah (Km2) Kepadatan Penduduk (jiwa/Km2)

1 2 3 4

1 18.282 4,44 4118

Jumlah 18.282 4,44 4.118

Sumber : Monografi Kelurahan Manggala, 2009

c. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin

Struktur penduduk menurut umur dan jenis kelamin di Kelurahan Manggala yang terbanyak pada usia 20-24 tahun dan penduduk dengan jumlah terkecil usia 60-64 tahun dengan jumlah keseluruhan penduduk sebanyak 18.282 jiwa.

d. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Berdasarkan klasifikasinya, struktur penduduk menurut tingkat pendidikan di Kelurahan Manggala terdiri dari kelompok penduduk yang berpendidikan taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) dan perguruan tinggi (PT) dengan jumlah masing-masing sebesar 281 jiwa murid TK atau 6,73%, murid SD/sederajat 2.597 jiwa atau 62,28%, 956 jiwa siswa SLTP/sederajat atau 22,93%, dan 336 jiwa siswa SLTA/sederajat atau 8,06%.

(32)

III - 32 LAPORAN AKHIR

Tabel 32. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kelurahan Manggala

No Jenjang Pendidikan Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1 2 3 4

1 Taman Kanak (TK) 281 6,73

2 Sekolah Dasar (SD) 2.597 62,28

3 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) 956 22,93

4 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) 336 8,06

Jumlah 4.170 100,00

Sumber : Monografi Kelurahan Manggala, 2009

e. Komposisi Penduduk Menurut Lapangan Pekerjaan

Struktur penduduk menurut lapangan pekerjaan dimaksudkan untuk melihat struktur lapangan kerja sebagai mata pencaharian utama masyarakat di Kelurahan Manggala. Adapun lapangan kerja masyarakat di Kecamatan Manggala meliputi; perdagangan, PNS/TNI/POLRI, dan wiraswasta.

f. Komposisi Penduduk Menurut Agama

Sikap dan prilaku manusia dalam melaksanakan kehidupannya pada dasarnya dilandasi dengan keyakinan dan agama yang dianut serta menjadi pedoman yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Data tahun 2009 tercatat jumlah penduduk yang menganut agama islam di Kelurahan Manggala sebanyak 16.610 jiwa atau 90,85%. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 33. Struktur Penduduk Menurut Agama di Kelurahan Manggala

No Agama Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1 2 3 4 1 Islam 16.610 90,85 2 Kristen Katolik 263 1,44 3 Kristen Protestan 1.375 7,52 4 Hindu 12 0,07 5 Budha 22 0,12 Jumlah 18.282 100,00

Sumber : Monografi Kelurahan Manggala, 2009

3. Ketersediaan Fasilitas Pelayanan c. Fasilitas Umum

Fasilitas pemerintahan dan pelayanan umum merupakan sarana untuk melakukan kegiatan perkantoran dan pelayanan pemerintahan

(33)

III - 33 LAPORAN AKHIR

terhadap masyarakat. Fasilitas pelayanan umum yang terdapat di Kelurahan Manggala antara lain; Kantor Camat dan Kantor Kelurahan.

d. Fasilitas Sosial

Jumlah dan Jenis Fasilitas Perumahan

Karakteristik perumahan di Kelurahan Manggala meliputi; rumah permanen dan semi permanen. Fasilitas perumahan merupakan sarana pokok dalam membina keluarga, tempat hidup dan aktivitas keseharian penduduk. Jumlah dan banyaknya rumah berdasarkan di Kelurahan Manggala sebanyak 818 unit.

Jumlah dan Jenis Fasilitas Pendidikan

Pelayanan fasilitas pendidikan sangat menentukan mutu dan tingkat pendidikan masyarakat, oleh sebab itu memerlukan ketersediaan pelayanan yang tidak hanya dari segi kuantitas tetapi juga memperhatikan ketersediaan prasarana pendidikan, tenaga pengajar serta kurikulum pendidikan yang disajikan. Fasilitas pendidikan yang ada di Kelurahan Manggala dapat dilihat pada Tabel berikut ini.

Tabel 34. Jumlah dan Jenis Fasilitas Pendidikan di Kelurahan Manggala No Jenis Fasilitas Pendidikan Jumlah (Unit) Persentase (%)

1 2 3 4 1 TK Negeri/Swasta 9 50,00 2 SDN/Swasta 7 38,90 3 SLTP/Swasta 1 5,55 4 SLTA/Swasta 1 5,55 Jumlah 18 100,00

Sumber : Monografi Kelurahan Manggala, 2009

Jumlah dan Jenis Fasilitas Kesehatan

Upaya untuk memenuhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat ditentukan oleh jumlah dan kualitas pelayanan fasilitas kesehatan. Jumlah dan kualitas yang dimaksud berkaitan dengan jumlah fasilitas, jangkauan, pelayanan, tenaga dan peralatan medis.

(34)

III - 34 LAPORAN AKHIR

Tabel 35. Jumlah dan Jenis Fasilitas Kesehatan di Kelurahan Manggala No Jenis Fasilitas Kesehatan Jumlah (Unit) Persentase (%)

1 2 3 4

1 Rumah Sakit Umum/Khusus - -

2 Puskesmas 1 7,69

3 Pustu 1 7,69

4 Posyandu 10 76,93

5 Balai Pengobatan 1 7,69

Jumlah 13 100,00

Sumber : Monografi Kelurahan Manggala, 2009

4. Fasilitas Ekonomi

Sektor-sektor ekonomi yang terdapat di Kelurahan Manggala merupakan orientasi kegiatan masyarakat yang memanfaatkan potensi wilayah, antara lain sub sektor perdagangan dan jasa serta kegiatan industri.

a. Sub Sektor Perdagangan dan Jasa

Sub sektor perdagangan dan jasa mempunyai peranan penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Kelurahan Manggala. Keberadaan sektor perdagangan dan jasa memegang peranan penting dalam perputaran ekonomi di dalam suatu wilayah, oleh karena itu peningkatan kegiatan ekonomi perlu ditingkatkan. Keberadaan fasilitas perdagangan dan jasa di Kelurahan Manggala saat ini meliputi; pasar umum, super market/swalayan, toko/warung/kios, restoran/rumah makan, kelompok pertokoan, dan kantor pegadaian. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 36. Jumlah Fasilitas Perdagangan dan Jasa di Kelurahan Manggala No Jenis Fasilitas (unit) Jumlah Fasilitas (Unit) Persentase (%)

1 2 3 4

1 Pasar Umum 1 50,00

2 Mini Market - -

3 Kelompok Pertokoan 1 50,00

Jumlah 2 100,00

Sumber : Monografi Kelurahan Manggala, 2009

b. Sub Sektor Industri

Kegiatan industri yang ada di Kelurahan Manggala merupakan kategori industri sedang dan kecil atau industri rumah tangga. Kegiatan pada sub sektor industri tidak terpusat pada kawasan melainkan menyebar

(35)

III - 35 LAPORAN AKHIR

di perumahan penduduk. Hasil pengamatan yang dilakukan, jenis kegiatan yang dilakukan masyarakat adalah : jenis industri makanan.

5. Ketersediaan Prasarana Kawasan

Aspek prasarana merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu kawasan. Prasarana yang dimaksud meliputi; prasarana jalan, jaringan irigasi, jaringan listrik dan jaringan telepon dipergunakan untuk mendukung kelancaran aktivitas atau kegiatan dalam rangka peningkatan pertumbuhan suatu wilayah.

a. Karakteristik dan Fungsi Jaringan Jalan

Jaringan jalan merupakan sarana penghubung antar wilayah atau kawasan yang berfungsi sebagai prasarana trasnportasi, disamping fungsi tersebut jaringan jalan dapat digunakan sebagai transformasi aliran barang dan penumpang yang mempunyai komposisi sebagai pembuka keterhubungan antar kawasan. Dengan demikian kondisi tersebut memerlukan pemikiran dengan penataan jaringan agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi setiap jalan.

Hubungan utama antar kawasan internal dan eksternal Kelurahan Manggala dilakukan dengan menggunakan transportasi darat dengan dukungan ketersediaan jaringan jalan. Sediaan sistem jaringan jalan menurut jenis permukaan di Kelurahan Manggala dikategorikan sebagai berikut; aspal/beton, pengerasan dan jalan tanah.

b. Kondisi Jaringan Drainase

Fungsi jaringan drainase digunakan sebagai sarana untuk mengalirkan air buangan baik yang bersumber dari air hujan, air buangan rumah tangga dan air yang bersumber dari jalan. Jaringan drainase di Kelurahan Manggala terdiri dari drainase sekunder dan tersier dengan kondisi permanen dan temporer (tanah). Untuk panjang panjang dan lebar keseluruhan drainase tidak diperoleh data.

c. Kondisi Jaringan Air Bersih/Minum

Air bersih/minum merupakan kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, oleh karena itu air bersih yang dijadikan sebagai sumber kebutuhan utama

Gambar

Tabel 1. Penggunaan Lahan di Kota Makassar
Tabel  2.  Struktur  Ekonomi  Kota  Makassar  Berdasarkan  Lapangan  Usaha
Tabel 3. Distribusi dan Kepadatan Penduduk di Kota Makassar
Tabel 5.  Banyaknya  Penduduk  Menurut  Jenis  Kelamin  Dirinci  Berdasarkan Kecamatan di Kota Makassar
+7

Referensi

Dokumen terkait

Judul : Gambaran Penatalaksanaan Program KB Melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar Tahun 2017c. MKJP (Metode

PERATURAN DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PENYERTAAN  MODAL  PEMERINTAH  DAERAH  

Tempat makan merupakan salah satu akomodasi yang harus tersedia dalam pariwisata, begitu juga di Pantai Merak Belantung terdapat beberapa warung makan yang menyediakan berbagai

 sebagian besar menggunakan air tanah dengan kondisi baik, sebagian kecil masih buruk terutama penduduk yang tinggal di bantaran Setu Rawa Besar.  sebagian besar

Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo)

a) Tanah hidromorfik kelabu, dengan daerah penyebaran terbatas di sepanjang pantai, meliputi kurang lebih 15% luas areal Kota Pasuruan. Tanah jenis ini terbentuk

Berdasarkan hasil penelitian tentang higiene perorangan dengan kejadian kecacingan pada anak jalanan di Kecamatan Mariso Kota Makassar diperoleh kesimpulan bahwa

Peran Pemerintah dalam Penyelesaian Kasus Tanah di Bulogading Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar berdasarkan hasil penelitian penulis Masyarakat Bulogading yang berada di RT 001 RW