• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT DAFAM PROPERTY INDONESIA Tbk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT DAFAM PROPERTY INDONESIA Tbk"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENILAIAN PROPERTI

(2 UNIT RUKO)

DI

JL. PIERRE TENDEAN NO. 176/E DAN NO. 177 KELURAHAN SEKAYU

KECAMATAN SEMARANG TENGAH KOTA SEMARANG

PROPINSI JAWA TENGAH MILIK/ATAS NAMA

PT DAFAM PROPERTY

INDONESIA Tbk

TANGGAL PENILAIAN

19 NOVEMBER 2020

Kantor Cabang Jakarta Komplek Kalibata Indah Blok K16-17 Jl. Rawajati Timur, Pancoran Jakarta Selatan 12750 T (021) 7970913 / 799-4521 E [email protected] Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)

SUWENDHO RINALDY & REKAN KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059 Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017 Penilai Properti dan Bisnis

(2)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk i

Kantor Cabang Jakarta Komplek Kalibata Indah Blok K16-17 Jl. Rawajati Timur, Pancoran Jakarta Selatan 12750 T (021) 7970913 / 799-4521 E [email protected] Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)

SUWENDHO RINALDY DAN REKAN KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059 Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017 Penilai Properti dan Bisnis

23 November 2020

No. : 00429/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2020

KepadaYth.

PTDAFAMPROPERTYINDONESIATbk

MenaraSuaraMerdekaLt. 11

Jl. PandanaranNo. 30

Semarang 50134

U.p.: Direksi

Hal : PenilaianPropertiMilik/AtasNama

PTDafamProperty IndonesiaTbk

Dengan hormat,

Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Suwendho Rinaldy dan Rekan (“SRR” atau “kami”), oleh manajemen PT Dafam Property Indonesia Tbk (“Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar properti yang berupa 2 unit rumah toko (ruko) yang terletak di Jl. Pierre Tendean No. 176/E dan No. 177, Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Propinsi Jawa Tengah (“Obyek Penilaian”), sesuai dengan surat penawaran kami No. 201102.002/SRR-JK/SPN-A/DFAM/OR tanggal 2 November 2020 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini kami sebagai KJPP resmi dengan Izin Usaha No. 2.09.0059 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1056/KM.1/2009 tanggal 20 Agustus 2009 yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-05/PM.2/2018 tanggal 4 Juni 2018 (Penilaian Properti dan Bisnis) (pengganti dari STTD No. 02/BL/STTD-P/AB/2006 tanggal 31 Mei 2006 [Penilai Properti dan Penilai Usaha]) menyatakan bahwa kami telah melakukan penilaian atas Obyek Penilaian dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 19 November 2020.

(3)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk ii

RUANGLINGKUPPENILAIAN

1. Tujuan dan Maksud Penugasan

Tujuan penilaian Obyek Penilaian adalah untuk memberikan pendapat tentang nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 19 November 2020 yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Sebagai informasi tambahan, kurs tengah Bank Indonesia (BI) untuk mata uang Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah pada tanggal penilaian adalah 1 US$ = Rp 14.167,00.

Penugasan penilaian atas Obyek Penilaian dilaksanakan untuk memberikan informasi kepada manajemen Perseroan yang akan digunakan untuk kepentingan transaksi penjualan Obyek Penilaian.

2. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebagai berikut:

a. Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.

b. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan telah melakukan penelaahan atas

dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.

c. Data dan informasi yang digunakan dalam penilaian ini bersumber dari dan atau divalidasi oleh MAPPI.

d. Laporan penilaian ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

e. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan bertanggung jawab atas laporan penilaian

ini dan kesimpulan nilai akhir.

f. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan telah melakukan penelaahan atas status

hukum Obyek Penilaian.

g. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak memperkenankan penggunaan

seluruh, ataupun sebagian dari laporan penilaian ini sebagai rujukan dalam bentuk dokumen, edaran, pernyataan, referensi ataupun dipublikasikan dalam bentuk apapun juga tanpa izin tertulis dari KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan.

h. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan seperti yang telah disebutkan dalam laporan penilaian ini dianggap layak dan dapat dipercaya, tetapi KJPP Suwendho Rinaldy dan

Rekan tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu

(4)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk iii

tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data yang ada, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak pemberi tugas.

i. Nilai yang disebutkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan penilaian ini yang merupakan bagian dari Obyek Penilaian hanya berlaku sesuai dengan tujuan dan maksud penilaian. Nilai yang disebutkan dalam laporan penilaian ini tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.

j. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan telah mempertimbangkan kondisi Obyek

Penilaian, namun tidak berkewajiban untuk memeriksa bagian-bagian dari Obyek Penilaian yang tertutup, tidak terlihat, dan tidak dapat dijangkau. KJPP

Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak memberikan jaminan bila ada kerusakan

yang tidak terlihat. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak berkewajiban untuk melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas lainnya. Kecuali diinformasikan lain, pada penilaian ini kami berasumsi bahwa seluruh aspek tersebut dipenuhi dengan baik.

k. Kami tidak melakukan penyelidikan atas kondisi tanah dan fasilitas lingkungan lainnya untuk suatu pengembangan baru. Apabila tidak diinformasikan lain, penilaian ini didasarkan pada kewajaran, dan untuk suatu rencana pengembangan tidak ada pengeluaran yang tidak wajar atau keterlambatan dalam masa pembangunan.

l. Nilai pasar yang dimaksud mencerminkan nilai yang sesungguhnya tanpa memperhitungkan adanya kewajiban atas pajak atau biaya-biaya yang terkait dengan transaksi penjualan. Obyek Penilaian yang dinilai diasumsikan bebas dari segala hipotik, persengketaan dan premi serta biaya lain yang belum terselesaikan.

m. Gambar, denah, ataupun peta yang terdapat dalam laporan ini disajikan hanya untuk kemudahan visualisasi saja. Kami tidak melaksanakan survey/pemetaan dan tidak bertanggung jawab mengenai hal ini.

n. Keterangan mengenai rencana tata kota diperoleh secara tertulis dan atau secara lisan yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Kecuali diinstruksikan lain, kami beranggapan bahwa Obyek Penilaian yang dinilai tidak terpengaruh oleh berbagai hal yang bersifat pembatasan-pembatasan dan Obyek Penilaian maupun kondisi penggunaan baik saat ini ataupun yang akan datang tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

o. Obyek Penilaian dilengkapi dengan dokumen kepemilikan/penguasaan yang sah secara hukum dan bebas dari hak atas jalan dan pelanggaran apapun juga, termasuk pula bebas dari batasan yang memberatkan, halangan-halangan ataupun pengeluaran tidak wajar lainnya. Untuk tujuan pengungkapan luasan Obyek

(5)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk iv

Penilaian dalam laporan ini, KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak melakukan pengukuran ulang terhadap luasan Obyek Penilaian secara detail, namun menggunakan data dari sertifikat dan gambar bangunan yang diterima dari Perseroan.

p. Penilaian ini didasarkan pada asumsi bahwa Obyek Penilaian dibangun sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta telah memiliki atau dalam proses memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Penggunaan Bangunan (IPB) yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

q. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai Obyek Penilaian yang diperoleh atau yang tercantum dalam laporan penilaian ini.

r. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan Penilai dari

KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan.

3. Asumsi-Asumsi Pokok

Kami tegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya dan pajak yang terjadi karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam Standar Penilaian Indonesia Edisi VII 2018 (“SPI 2018”).

Dalam penilaian ini kami berasumsi bahwa:

a. Nilai yang tercantum dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan ini yang merupakan bagian dari Obyek Penilaian hanya berlaku sesuai dengan tujuan dan maksud penilaian. Nilai yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini tidak dapat digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.

b. Obyek Penilaian dilengkapi dengan dokumen kepemilikan/penguasaan Obyek Penilaian yang sah secara hukum, dapat dialihkan/dipindahtangankan, dan bebas dari ikatan, tuntutan atau batasan apapun selain yang disebutkan dalam laporan ini.

c. Batasan lainnya, kondisi, komentar, dan detail telah tercantum di dalam laporan ini.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.C.4 tentang “Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal” yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-478/BL/2009 tanggal 31 Desember 2009 (“Peraturan VIII.C.4”) dan SPI 2018.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas Obyek Penilaian.

(6)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk v

Kami tegaskan pula bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun dari Obyek Penilaian yang kami nilai serta nilai yang kami laporkan, baik pada saat ini maupun di masa yang akan datang.

4. Dasar Nilai yang Digunakan

Untuk keperluan penilaian atas Obyek Penilaian, dasar nilai yang kami pergunakan dalam laporan penilaian ini adalah nilai pasar (market value), yang berdasarkan Peraturan VIII.C.4 didefinisikan sebagai “perkiraan jumlah uang pada tanggal penilaian (cut off date), yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu obyek penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan”.

5. Obyek Penilaian

Obyek yang dinilai dalam penilaian ini adalah Obyek Penilaian, yaitu properti milik/atas nama Perseroan yang berupa:

a. Ruko (tanah [152,00 m²] dan bangunan [393,00 m²]) yang terletak di Jl. Pierre Tendean No. 176/E, Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Propinsi Jawa Tengah (“Ruko No. 176/E”), dan

b. Ruko (tanah [101,00 m²] dan bangunan [287,00 m²]) yang terletak di Jl. Pierre Tendean No. 177, Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Propinsi Jawa Tengah (“Ruko No. 177”).

Obyek Penilaian merupakan aset operasional. Berdasarkan Peraturan VIII.C.4, aset operasional didefinisikan sebagai “aset yang digunakan dalam operasional perusahaan yang digunakan secara berkelanjutan” (Peraturan VIII.C.4–1.a.9), sedangkan aset non operasional didefinisikan sebagai “aset yang terpisahkan dari operasional perusahaan dan terdiri atas aset yang akan dipakai pada masa yang akan datang (reserve asset), Aset Surplus, atau Aset Investasi” (Peraturan VIII.C.4– 1.a.10).

6. Inspeksi Obyek Penilaian

Peninjauan fisik atas Obyek Penilaian dilakukan pada tanggal 19 November 2020 sampai dengan tanggal 20 November 2020.

(7)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk vi

7. Data yang Perlu Diteliti

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar dari Obyek Penilaian, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

a. Salinan bukti kepemilikan tanah yang berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 00303 dan SHGB No. 00304,

b. Salinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) No. WAS/270/1L/II/2019,

c. Salinan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tahun 2020,

d. Data hasil inspeksi lapangan, dan

e. Dokumen lainnya yang berhubungan dengan penilaian.

TANGGALPENILAIAN

Tanggal penilaian ditetapkan pada tanggal 19 November 2020. Tanggal ini dipilih mengingat bahwa awal inspeksi Obyek Penilaian dilakukan pada tanggal tersebut. Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan VIII.C.4, laporan penilaian ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian, yaitu tanggal 19 November 2020, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima persen).

KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 19 November 2020, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan.

IDENTITAS PEMBERI TUGAS

Pemberi tugas adalah Perseroan atau PT Dafam Property Indonesia Tbk. Perseroan adalah sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public company) yang bergerak dalam bidang properti dan perhotelan. Perseroan berkantor pusat di Jl. Menara Suara Merdeka Lt. 11, Jl. Pandanaran No. 30, Semarang 50134, dengan nomor telepon (024) 356 9595, nomor faksimili (024) 356 9222, dan alamat email

(8)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk vii

PENDEKATAN PENILAIAN

Pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebagai berikut: - Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Dalam melakukan penilaian Obyek Penilaian yang berupa properti yang memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan namun relatif sederhana, metode penilaian yang digunakan adalah metode Gross Income Multiplier (GIM).

Dalam penilaian menggunakan metode GIM, indikasi nilai pasar obyek penilaian dihasilkan dari konversi pendapatan kotor tahunan (potential gross income) yang mencerminkan dan mewakili pendapatan tahunan obyek penilaian di masa yang akan datang dengan konstanta tertentu yang biasa disebut dengan GIM.

Untuk melaksanakan penilaian dengan metode GIM, kami memperhatikan penjualan dan sewa properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik baik dalam hal fisik, lokasi, dan karakteristik investasi, bila ada, pencatatan-pencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau pejabat-pejabat dan pemilik-pemilik properti lainnya yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai properti dan harga sewa di daerah itu serta penawaran yang sebanding. Data tersebut kemudian dianalisa untuk memperoleh GIM dari obyek penilaian. Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar obyek penilaian, GIM yang telah diperoleh tersebut dikalikan dengan potential gross income (PGI) atau pendapatan kotor tahunan obyek penilaian.

Pendekatan pendapatan dengan menggunakan metode GIM digunakan dalam penilaian Obyek Penilaian yang berupa ruko dengan mempertimbangkan bahwa Obyek Penilaian merupakan properti yang memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan namun relatif sederhana.

- Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach)

Pendekatan data pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan data transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan obyek penilaian yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan penyesuaian.

Pendekatan data pasar dilakukan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan data penjualan dan atau data penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik baik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, dan mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), serta lain-lain bila ada, antara obyek penilaian dengan data pembanding properti yang berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan indikasi nilai pasar obyek penilaian.

(9)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk viii

Penilaian atas Obyek Penilaian yang berupa ruko dilakukan dengan menggunakan pendekatan data pasar. Pendekatan data pasar digunakan dalam penilaian Obyek Penilaian yang berupa ruko dengan mempertimbangkan bahwa pada saat inspeksi lapangan dilakukan ditemukan data pembanding properti yang sebanding dan sejenis dengan Obyek Penilaian yang dapat digunakan dalam proses penilaian.

Mengingat bahwa Obyek Penilaian dinilai dengan menggunakan 2 (dua) pendekatan, selanjutnya indikasi nilai pasar yang diperoleh dari tiap-tiap pendekatan tersebut direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan tertimbang untuk memperoleh kesimpulan nilai pasar Obyek Penilaian.

Kami telah memeriksa sendiri Obyek Penilaian dan menyelidiki kondisi pasar setempat.

SISTEMATIKA LAPORAN PENILAIAN

Laporan penilaian ini terdiri atas:

Surat ini, yang mengidentifikasi Obyek Penilaian dan merinci hasil dari pemeriksaan kami;

Pernyataan; Daftar isi; Daftar istilah;

Resume yang menunjukkan perincian nilai pasar dari Obyek Penilaian; Laporan penilaian Obyek Penilaian;

Foto-foto dari Obyek Penilaian; Lokasi data pembanding; dan

(10)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk ix

KESIMPULANPENILAIAN

Berdasarkan hal-hal di atas dan faktor-faktor yang erat hubungannya dengan penilaian, kami berkesimpulan bahwa:

Rp 6.199.000.000,00

( ENAM MILIAR SERATUS SEMBILAN PULUH SEMBILAN JUTA RUPIAH )

merupakan nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 19 November 2020.

Hormat kami,

KJPP SUWENDHO RINALDY DAN REKAN

Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert) Rekan

Izin Penilai Publik : PB-1.09.00242

No. S T T D : 02/BL/STTD-P/AB/2006

No. M A P P I : 95-S-00654

(11)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk x

Kantor Cabang Jakarta Komplek Kalibata Indah Blok K16-17 Jl. Rawajati Timur, Pancoran Jakarta Selatan 12750 T (021) 7970913 / 799-4521 E [email protected] Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)

SUWENDHO RINALDY DAN REKAN KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059 Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017 Penilai Properti dan Bisnis

P E R N Y A T A A N

1. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan ini adalah benar adanya dan sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik dari Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan.

2. Penilai telah melakukan suatu inspeksi atau penelitian fisik secara langsung atas Obyek Penilaian.

3. Dalam melakukan penilaian, Penilai telah berlaku independen dan tidak memiliki/terkait kepentingan-kepentingan sebagai berikut:

• Tidak mempunyai kepentingan keuangan langsung atau tidak langsung yang material pada Perseroan;

• Tidak mempunyai hubungan pekerjaan dengan Perseroan;

• Tidak mempunyai hubungan usaha yang material secara langsung atau tidak langsung dengan Perseroan, atau dengan karyawan kunci yang bekerja pada Perseroan, atau dengan pemegang saham utama atau pengendali Perseroan. Hubungan usaha dalam ketentuan ini tidak termasuk hubungan usaha dalam hal penilai, KJPP, atau orang dalam kantor jasa penilai publik memberikan jasa penilaian kepada Perseroan, atau merupakan konsumen dari produk barang atau jasa Perseroan dalam rangka menunjang kegiatan rutin;

• Tidak memberikan jasa-jasa lain kepada Perseroan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan; atau

• Tidak memberikan jasa atau produk kepada Perseroan dengan dasar fee

kontinjen atau komisi, atau menerima fee kontinjen atau komisi dari Perseroan.

4. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalennya atas permintaan pemberi tugas.

5. Dalam melakukan penilaian, penilai telah memenuhi lingkup pekerjaan sebagai berikut:

• Proses identifikasi (identifikasi batasan, tujuan dan obyek penilaian, definisi penilaian, dan tanggal penilaian);

• Pengumpulan data dan wawancara; • Analisis data;

• Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian; • Pembuatan laporan penilaian.

(12)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk xi

6. Tidak ada penilai lainnya selain yang tertera dan bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, dan pembuatan kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini. 7. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang

dilaksanakan/diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

8. Penilai memiliki pengetahuan yang cukup dan memadai tentang sifat dan/atau jenis Obyek Penilaian.

9. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan penilaian telah dibuat dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan VIII.C.4 dan SPI 2018.

10. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian pada tanggal penilaian (cut off date).

11. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan nilai.

12. Kesimpulan nilai telah disesuaikan dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas. 13. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian, laporan penilaian, serta

kesimpulan nilai akhir.

14. Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan penilaian yang diungkapkan dalam laporan penilaian ini.

15. Penilai telah mengungkapkan lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa dalam laporan penilaian ini.

16. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dan SRR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penawaran SRR No. 201102.002/SRR-JK/SPN-A/DFAM/OR tanggal 2 November 2020 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

(13)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk xii

Signing Partner:

Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert) ...

Izin Penilai Publik : PB-1.09.00242

No. M A P P I : 95-S-00654

Reviewer:

Hendro Warsito, SE ...

No. M A P P I : 12-T-03795

No. Register : RMK-2017.01701

Tim Penilai/Surveyor:

Naufal Zulfahmi, S.ST ...

No. M A P P I : 18-P-08622

No. Register : RMK-2020.03185

(14)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk xiii

DAFTAR ISI

NO. U R A I A N HALAMAN

- Daftar Istilah xiv

- Resume Penilaian xv

- Penilaian 2 Unit Ruko di

Jl. Pierre Tendean No. 176/E dan No. 177 Kelurahan Sekayu

Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang

Propinsi Jawa Tengah

A. Ringkasan Eksekutif A.1

B. Uraian Umum B.1

C. Pendekatan dan Prosedur Penilaian C.1

D. Uraian Penilaian D.1

E. Uraian Obyek Penilaian E.1

(15)

Penilaian Properti untuk PT Dafam Property Indonesia xiv

DAFTAR ISTILAH

- BI : Bank Indonesia

- GIM : Gross Income Multiplier

- IMB : Ijin Mendirikan Bangunan

- KJPP : Kantor Jasa Penilai Publik

- MAPPI : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia

- Obyek Penilaian : 2 unit ruko yang terletak di yang terletak di Jl. Pierre Tendean No. 176/E dan No. 177, Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Propinsi Jawa Tengah

- OJK : Otoritas Jasa Keuangan

- Peraturan VIII.C.4 : Peraturan No. VIII.C.4 tentang “Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal”

- Perseroan : PT Dafam Property Indonesia Tbk

- RDG : Rapat Dewan Gubernur

- Ruko No. 176/E : Ruko (tanah [152,00 m²] dan bangunan [393,00 m²]) yang terletak di Jl. Pierre Tendean No. 176/E, Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Propinsi Jawa Tengah

- Ruko No. 177 : Ruko (tanah [101,00 m²] dan bangunan [287,00 m²]) yang terletak di Jl. Pierre Tendean No. 177, Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Propinsi Jawa Tengah

- SHGB : Sertifikat Hak Guna Bangunan

- SHM : Sertifikat Hak Milik

- SPI 2018 : Standar Penilaian Indonesia 2018

- SPPT PBB : Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan

(16)

Penilaian Properti untuk PT Dafam Property Indonesia xv

RESUME PENILAIAN

No. U r a i a n Nilai Pasar

(Rp .000,00)

- 2 Unit Ruko di

Jl. Pierre Tendean No. 176/E dan No. 177 Kelurahan Sekayu

Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang

Propinsi Jawa Tengah

1. Ruko No. 176/E 3.583.000

2. Ruko No. 177 2.616.000

───────

Total 1-2 6.199.000

═══════

(17)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk A.1

A. RINGKASAN EKSEKUTIF

Pemberi Tugas : Perseroan, atau PT Dafam Property Indonesia

Properti yang Dinilai : Ruko No. 176/E dan Ruko No. 177

Lokasi : Jl. Pierre Tendean No. 176/E dan

No. 177, Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Propinsi Jawa Tengah

Luas Tanah : 152,00 m² dan 101,00 m²

Luas Bangunan : 393,00 m² dan 287,00 m²

Bukti Kepemilikan Tanah : SHGB No. 00303 dan SHGB No. 00304

Peruntukan Tata Kota : Kawasan perdagangan dan jasa

Penggunaan Tertinggi dan Terbaik : Penggunaan saat ini sebagai ruko sudah memenuhi prinsip penggunaan tertinggi dan terbaik

Tanggal Inspeksi : 19 November 2020 sampai dengan tanggal 20 November 2020

Tanggal Penilaian : 19 November 2020

Tujuan Penilaian : Untuk kepentingan transaksi penjualan Obyek Penilaian

Definisi Nilai : Nilai Pasar

Pendekatan Penilaian : Pendekatan data pasar dan pendekatan pendapatan

Opini Nilai (Nilai Pasar) : Rp 6.199.000.000,00

(Enam Miliar Seratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Rupiah)

(18)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.1

B. URAIAN UMUM

- OBYEK PENILAIAN

a. Ruko No. 176/E, dan b. Ruko No. 177

Obyek Penilaian merupakan aset operasional. Berdasarkan Peraturan VIII.C.4, aset operasional didefinisikan sebagai “aset yang digunakan dalam operasional perusahaan yang digunakan secara berkelanjutan” (Peraturan VIII.C.4–1.a.9), sedangkan aset non operasional didefinisikan sebagai “aset yang terpisahkan dari operasional perusahaan dan terdiri atas aset yang akan dipakai pada masa yang akan datang (reserve asset), Aset Surplus, atau Aset Investasi” (Peraturan VIII.C.4–1.a.10).

- TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian Obyek Penilaian adalah untuk memberikan pendapat tentang nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 19 November 2020 yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Sebagai informasi tambahan, kurs tengah BI untuk mata uang Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah pada tanggal penilaian adalah 1 US$ = Rp 14.167,00.

Penugasan penilaian atas Obyek Penilaian dilaksanakan untuk memberikan informasi kepada manajemen Perseroan yang akan digunakan untuk kepentingan transaksi penjualan Obyek Penilaian.

Kami tegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya dan pajak yang terjadi karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam SPI 2018.

Dalam penilaian ini kami berasumsi bahwa:

1. Nilai yang tercantum dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan ini yang merupakan bagian dari Obyek Penilaian hanya berlaku sesuai dengan tujuan dan maksud penilaian. Nilai yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini tidak dapat digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.

2. Obyek Penilaian dilengkapi dengan dokumen kepemilikan/penguasaan Obyek Penilaian yang sah secara hukum, dapat dialihkan/dipindahtangankan, dan bebas dari ikatan, tuntutan atau batasan apapun selain yang disebutkan dalam laporan ini.

(19)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.2

3. Batasan lainnya, kondisi, komentar, dan detail telah tercantum di dalam laporan ini.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan VIII.C.4 dan SPI 2018.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas Obyek Penilaian.

Kami tegaskan pula bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun dari Obyek Penilaian yang kami nilai serta nilai yang kami laporkan, baik pada saat ini maupun di masa yang akan datang.

- DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Untuk keperluan penilaian atas Obyek Penilaian, dasar nilai yang kami pergunakan dalam laporan penilaian ini adalah nilai pasar (market value), yang berdasarkan Peraturan VIII.C.4 didefinisikan sebagai “perkiraan jumlah uang pada tanggal penilaian (cut off date), yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu obyek penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan”.

- TANGGALPENILAIANDANTANGGALINSPEKSILAPANGAN

Tanggal penilaian ditetapkan pada tanggal 19 November 2020. Tanggal ini dipilih mengingat bahwa awal inspeksi Obyek Penilaian dilakukan pada tanggal tersebut. Peninjauan fisik atas Obyek Penilaian dilakukan pada tanggal 19 November 2020 sampai dengan tanggal 20 November 2020.

Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan VIII.C.4, laporan penilaian ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian, yaitu tanggal 19 November 2020, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima persen).

- KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 19 November 2020, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan.

(20)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.3

- IDENTITAS PEMBERI TUGAS

Pemberi tugas adalah Perseroan atau PT Dafam Property Indonesia Tbk. Perseroan adalah sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public company) yang bergerak dalam bidang properti dan perhotelan. Perseroan berkantor pusat di Jl. Menara Suara Merdeka Lt. 11, Jl. Pandanaran No. 30, Semarang 50134, dengan nomor telepon (024) 356 9595, nomor faksimili (024) 356 9222, dan alamat email [email protected].

- DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN DALAM PENILAIAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar dari Obyek Penilaian, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

1. Salinan bukti kepemilikan tanah yang berupa SHGB No. 00303 dan SHGB No. 00304,

2. Salinan IMB No. WAS/270/1L/II/2019, 3. Salinan SPPT PBB tahun 2020,

4. Data hasil inspeksi lapangan, dan

5. Dokumen lainnya yang berhubungan dengan penilaian.

- PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENILAIAN

Pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebagai berikut:

- Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Dalam melakukan penilaian Obyek Penilaian yang berupa properti yang memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan namun relatif sederhana, metode penilaian yang digunakan adalah metode Gross Income Multiplier

(GIM).

Dalam penilaian menggunakan metode GIM, indikasi nilai pasar obyek penilaian dihasilkan dari konversi pendapatan kotor tahunan (potential gross income) yang mencerminkan dan mewakili pendapatan tahunan obyek penilaian di masa yang akan datang dengan konstanta tertentu yang biasa disebut dengan GIM.

(21)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.4

Untuk melaksanakan penilaian dengan metode GIM, kami memperhatikan penjualan dan sewa properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik baik dalam hal fisik, lokasi, dan karakteristik investasi, bila ada, pencatatan-pencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau pejabat-pejabat dan pemilik-pemilik properti lainnya yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai properti dan harga sewa di daerah itu serta penawaran yang sebanding. Data tersebut kemudian dianalisa untuk memperoleh GIM dari obyek penilaian. Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar obyek penilaian, GIM yang telah diperoleh tersebut dikalikan dengan

potential gross income (PGI) atau pendapatan kotor tahunan obyek penilaian. Pendekatan pendapatan dengan menggunakan metode GIM digunakan dalam penilaian Obyek Penilaian yang berupa ruko dengan mempertimbangkan bahwa Obyek Penilaian merupakan properti yang memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan namun relatif sederhana.

- Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach)

Pendekatan data pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan data transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan obyek penilaian yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan penyesuaian.

Pendekatan data pasar dilakukan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan data penjualan dan atau data penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik baik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, dan mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), serta lain-lain bila ada, antara obyek penilaian dengan data pembanding properti yang berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan indikasi nilai pasar obyek penilaian.

Penilaian atas Obyek Penilaian yang berupa ruko dilakukan dengan menggunakan pendekatan data pasar. Pendekatan data pasar digunakan dalam penilaian Obyek Penilaian yang berupa ruko dengan mempertimbangkan bahwa pada saat inspeksi lapangan dilakukan ditemukan data pembanding properti yang sebanding dan sejenis dengan Obyek Penilaian yang dapat digunakan dalam proses penilaian.

Mengingat bahwa Obyek Penilaian dinilai dengan menggunakan 2 (dua) pendekatan, selanjutnya indikasi nilai pasar yang diperoleh dari tiap-tiap pendekatan tersebut direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan tertimbang untuk memperoleh kesimpulan nilai pasar Obyek Penilaian.

(22)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.5

- TINJAUAN EKONOMI INDONESIA

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 12-13 Oktober 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25%, dan suku bunga

Lending Facility sebesar 4,75%. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah. Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020, guna mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19. Di samping keputusan tersebut, Bank Indonesia menempuh pula langkah-langkah sebagai berikut:

1. Melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar;

2. Memperkuat strategi operasi moneter guna memperkuat stance kebijakan moneter akomodatif;

3. Mempercepat langkah-langkah pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing melalui pengembangan infrastruktur sarana penyelenggara transaksi berbasis sistem elektronik (Electronic Trading Platform/ETP) dan lembaga sentral kliring, novasi, dan transaksi (Central Counterparty/CCP);

4. Memperkuat implementasi kebijakan untuk mendorong UMKM melalui korporatisasi, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, dan digitalisasi sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI); 5. Memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital melalui penggunaan

instrumen pembayaran digital, kolaborasi bank, fintech, dan e-commerce

untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN);

Bank Indonesia akan terus menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mempercepat program PEN dengan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. Koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Perbaikan perekonomian global berlanjut sesuai prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi dunia terus membaik dipengaruhi besarnya stimulus fiskal di beberapa negara maju, terutama Amerika Serikat (AS). Perbaikan juga didukung oleh pemulihan ekonomi Tiongkok sebagai dampak dari besarnya stimulus fiskal dan berkurangnya penyebaran COVID-19, yang meningkatkan investasi di sektor manufaktur, di tengah terbatasnya perbaikan ekonomi negara berkembang lainnya. Pemulihan ekonomi global mendorong peningkatan beberapa indikator dini bulan September 2020, seperti mobilitas masyarakat global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur dan Jasa di beberapa negara, serta keyakinan konsumen di AS dan kawasan Eropa. Ke depan, berlanjutnya perbaikan ekonomi global didorong oleh berkurangnya penyebaran

(23)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.6

COVID-19, meningkatnya mobilitas masyarakat, dan berlanjutnya stimulus kebijakan. Perbaikan ekonomi global tersebut mendorong kenaikan volume perdagangan dan harga komoditas dunia sesuai prakiraan sebelumnya. Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi, dipicu isu geopolitik seperti ketidakpastian pemilu AS dan perundingan Brexit, serta ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok. Perkembangan ini berdampak pada terbatasnya aliran modal ke negara berkembang dan menahan penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi domestik secara perlahan juga membaik, terutama didorong stimulus fiskal dan perbaikan ekspor. Perkembangan Agustus-September 2020 menunjukkan belanja Pemerintah meningkat didorong stimulus fiskal terkait perlindungan sosial dan dukungan UMKM. Ekspor lebih baik dari prakiraan ditopang berlanjutnya permintaan global, terutama dari AS dan Tiongkok, untuk beberapa komoditas seperti besi dan baja, pulp dan waste paper, serta tekstil dan produk tekstil (TPT). Secara spasial, perbaikan ekspor juga didorong oleh beberapa daerah luar Jawa, seperti Sumatera, Bali-Nusa Tenggara, dan Sulawesi-Maluku-Papua. Peran positif stimulus fiskal dan kenaikan ekspor serta investasi bangunan yang tetap baik sejalan berlanjutnya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), menyangga pemulihan ekonomi, di tengah konsumsi rumah tangga yang masih terbatas. Perbaikan ekonomi Indonesia tercermin pada kenaikan sejumlah indikator dini seperti penjualan eceran dan online, job vacancy, serta pendapatan masyarakat. Ke depan, pemulihan ekonomi domestik diprakirakan berlanjut dipengaruhi oleh membaiknya perekonomian global serta meningkatnya realisasi anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, kemajuan dalam program restrukturisasi kredit, dan berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial Bank Indonesia. Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi.

Ketahanan sektor eksternal Indonesia pada triwulan III 2020 tetap terjaga, di tengah dinamika penyesuaian aliran modal global. Transaksi berjalan triwulan III 2020 diprakirakan mencatat surplus dipengaruhi perbaikan ekspor dan penyesuaian impor sejalan permintaan domestik yang belum kuat. Prakiraan ini didorong potensi kenaikan surplus neraca perdagangan triwulan III 2020 yang relatif besar dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya. Pada Juli-Agustus 2020, neraca perdagangan mencatat surplus 5,57 miliar dolar AS. Dengan prospek surplus neraca transaksi berjalan tersebut dan surplus neraca finansial, secara keseluruhan neraca pembayaran pada triwulan III 2020 diprakirakan mengalami surplus, meskipun terdapat aliran keluar investasi portofolio asing (net outflows) sebesar 1,24 miliar dolar AS. Pada awal Oktober 2020, aliran masuk modal asing secara berangsur membaik sehingga per 9 Oktober 2020 tercatat net inflows sebesar 0,33 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir September 2020 tetap tinggi, yakni 135,2 miliar dolar AS, setara pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional

(24)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.7

sekitar 3 bulan impor. Ke depan, defisit transaksi berjalan keseluruhan tahun 2020 diprakirakan tetap rendah, di bawah 1,5% dari PDB, sehingga terus mendukung ketahanan sektor eksternal.

Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia. Pada September 2020, Rupiah tercatat melemah 2,13% (ptp) dipengaruhi tingginya ketidakpastian pasar keuangan, baik karena faktor global maupun faktor domestik. Pada awal Oktober 2020, nilai tukar Rupiah per 12 Oktober kembali menguat 1,22% (ptp) atau 0,34% secara rerata dibandingkan dengan level September 2020. Penguatan Rupiah pada Oktober 2020 didorong kembali masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik dipengaruhi meningkatnya likuiditas global dan tetap terjaganya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik. Dengan perkembangan ini, Rupiah sampai dengan 12 Oktober 2020 mencatat depresiasi sekitar 5,56% dibandingkan dengan level akhir 2019. Ke depan, Bank Indonesia memandang penguatan nilai tukar Rupiah berpotensi berlanjut seiring levelnya yang secara fundamental masih undervalued. Hal ini didukung defisit transaksi berjalan yang rendah, inflasi yang rendah dan terkendali, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi, dan premi risiko Indonesia yang menurun, serta likuiditas global yang besar. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.

Inflasi tetap rendah sejalan permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2020 tercatat deflasi 0,05% (mtm) sehingga inflasi IHK sampai September 2020 tercatat 0,89% (ytd). Secara tahunan, inflasi IHK tercatat rendah yakni sebesar 1,42% (yoy), meskipun lebih tinggi dari inflasi Agustus 2020 sebesar 1,32% (yoy). Inflasi yang rendah dipengaruhi turunnya inflasi inti sejalan permintaan domestik yang belum kuat serta konsistensi Bank Indonesia mengarahkan ekspektasi inflasi dalam kisaran target dan menjaga stabilitas nilai tukar. Inflasi kelompok volatile food tetap rendah dipengaruhi berlanjutnya penurunan harga bahan pangan seiring permintaan domestik yang belum kuat, pasokan yang memadai sejalan panen di beberapa sentra produksi, distribusi yang terjaga, dan harga komoditas pangan global yang rendah. Selain itu, inflasi kelompok administered prices melambat terutama didorong berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara. Bank Indonesia memprakirakan inflasi 2020 lebih rendah dari batas bawah target inflasi dan kembali ke dalam sasarannya 3,0% ± 1% pada 2021. Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi tetap dalam kisaran targetnya.

Sejalan dengan kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif yang ditempuh Bank Indonesia, kondisi likuiditas tetap longgar sehingga mendorong suku bunga terus menurun dan mendukung pembiayaan perekonomian. Hingga 9 Oktober 2020, Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp667,6 triliun, terutama bersumber dari penurunan Giro

(25)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.8

Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp496,8 triliun. Longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 31,23% pada September 2020 dan rendahnya rata-rata suku bunga PUAB overnight, sekitar 3,29% pada September 2020. Kebijakan pelonggaran likuiditas dan penurunan suku bunga kebijakan (BI7DRR) mendorong penurunan suku bunga deposito dan kredit pada September 2020 dari 5,49% dan 9,92% pada Agustus 2020 menjadi 5,18% dan 9,88%. Imbal hasil SBN 10 tahun turun dari 6,93% pada akhir September 2020 menjadi 6,87% per 12 Oktober 2020. Dari besaran moneter, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada September 2020 tetap tinggi, yaitu sebesar 17,6% (yoy) dan 12,3% (yoy). Ke depan, ekspansi moneter Bank Indonesia serta percepatan realisasi anggaran dan program restrukturisasi kredit perbankan diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pemulihan ekonomi nasional.

Sinergi ekspansi moneter Bank Indonesia dengan akselerasi stimulus fiskal Pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional terus diperkuat. Bank Indonesia melanjutkan komitmen untuk pendanaan APBN Tahun 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana dalam rangka pelaksanaan UU No.2 Tahun 2020, baik berdasarkan mekanisme pasar maupun secara langsung, sebagai bagian upaya mendukung percepatan implementasi program PEN, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi. Sampai dengan 8 Oktober 2020, Bank Indonesia telah membeli SBN di pasar perdana melalui mekanisme pasar sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 16 April 2020, sebesar Rp60,18 triliun, termasuk dengan skema lelang utama, Greenshoe Option (GSO) dan Private Placement. Sementara itu, realisasi pendanaan dan pembagian beban untuk pendanaan

Public Goods dalam APBN oleh Bank Indonesia melalui mekanisme pembelian SBN secara langsung sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 7 Juli 2020, berjumlah Rp229,68 triliun. Selain itu, Bank Indonesia juga telah merealisasikan pembagian beban dengan Pemerintah untuk pendanaan Non Public Goods-UMKM sebesar Rp90,88 triliun sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 7 Juli 2020. Dengan sinergi ini, Pemerintah dapat lebih memfokuskan pada upaya akselerasi realisasi APBN untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional.

Ketahanan sistem keuangan tetap kuat, meskipun risiko dari meluasnya dampak COVID-19 terhadap stabilitas sistem keuangan terus dicermati. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Agustus 2020 tetap tinggi yakni 23,39%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah yakni 3,22% (bruto) dan 1,14% (neto). Namun demikian, fungsi intermediasi dari sektor keuangan masih lemah akibat pertumbuhan kredit yang terbatas sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat dan kehati-hatian perbankan akibat berlanjutnya pandemi COVID-19. Pertumbuhan kredit pada September 2020 kembali menurun dari 1,04% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi 0,12% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik dari

(26)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.9

11,64% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi 12,88% (yoy) didorong ekspansi keuangan Pemerintah. Ke depan, intermediasi perbankan diperkirakan akan membaik sejalan dengan prospek perbaikan kinerja korporasi dan pemulihan ekonomi domestik serta konsistensi sinergi kebijakan yang ditempuh. Kinerja korporasi triwulan III 2020 terindikasi secara perlahan membaik, tercermin dari peningkatan penjualan, kemampuan bayar, serta penerimaan perpajakan terutama pada sektor Industri dan Perdagangan. Selain itu, restrukturisasi kredit perbankan masih berlanjut, termasuk untuk UMKM yang mencapai 36% dari total kredit, ditopang likuiditas yang meningkat. Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan makroprudensialnya dengan kebijakan fiskal oleh Pemerintah, pengawasan mikroprudensial oleh OJK, dan penjaminan simpanan oleh LPS untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan serta mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pemulihan ekonomi nasional.

Transaksi Sistem Pembayaran baik tunai maupun nontunai menunjukkan peningkatan sejalan dengan perbaikan ekonomi, disertai dengan percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan. Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh meningkat dari 5,82% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi 7,20% (yoy) sehingga pada September 2020 tercatat Rp762,1 triliun. Transaksi pembayaran menggunakan ATM, Kartu Debet, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik (UE) menunjukkan perbaikan dengan lebih rendahnya kontraksi pertumbuhan dari 13,94% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 6,86% (yoy) pada Agustus 2020. Di lain pihak, transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat pesat sejalan dengan penggunaan platform dan instrumen digital di masa pandemi, serta semakin kuatnya preferensi dan akseptasi masyarakat akan transaksi digital. Pertumbuhan nilai transaksi UE pada Agustus 2020 tercatat 33,80% (yoy), meningkat tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 24,42% (yoy). Volume transaksi digital banking juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 52,69% (yoy) pada Agustus 2020, meningkat dari capaian bulan sebelumnya sebesar 38,81% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia terus mempercepat digitalisasi pembayaran dan perluasan ekosistem digital melalui kolaborasi dengan Pemerintah, bank, fintech, dan e-commerce untuk pemulihan ekonomi nasional, khususnya program bansos Pemerintah, penyaluran kredit dan digitalisasi UMKM, sejalan dengan Gernas BBI. Sejumlah langkah terus dilakukan, termasuk perluasan ekosistem QRIS, penggunaan big data, aplikasi API (Application Programming Interface), serta penguatan pengawasan fraud dan siber pada pembayaran digital.

- PERKEMBANGAN INDUSTRI PROPERTI INDONESIA 2020

Pada triwulan II-2020, Indeks Harga Properti Komersial secara tahunan tumbuh melambat. Secara tahunan, Indeks Harga Properti Komersial tumbuh 0,29% (yoy), lebih rendah dibandingkan 0,31% (yoy) pada triwulan sebelumnya dan 1,50% (yoy) pada triwulan II-2019 (Grafik 1). Kinerja properti komersial yang semakin melambat tersebut dipengaruhi oleh kategori sewa yang tercatat mengalami kontraksi yang cukup dalam sebesar -5,38% (yoy), terutama akibat

(27)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.10

penurunan indeks harga pada segmen hotel sebesar -25,43% (yoy) dan apartemen sewa sebesar -5,39% (yoy). Penurunan pertumbuhan indeks harga hotel tersebut sejalan dengan menurunnya permintaan akibat pandemi COVID-19 yang mendorong diterapkannya berbagai pembatasan aktivitas baik bisnis maupun yang bersifat leisure. Selama triwulan II-2020, banyak hotel menerapkan promosi potongan harga. Sementara itu, properti komersial untuk kategori jual tercatat tumbuh stabil sebesar 0,33% (yoy), sama dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara triwulanan, Indeks Harga Properti Komersial tumbuh relatif sama dengan triwulan sebelumnya. Pada triwulan II-2020, Indeks Harga Properti Komersial tercatat tumbuh sebesar 0,12% (qtq), relatif sama dibandingkan 0,11% (qtq) pada triwulan sebelumnya (Grafik 2). Hal tersebut dipengaruhi oleh peningkatan terbatas pada kategori jual, khususnya pada segmen warehouse complex sejalan dengan peningkatan kebutuhan pergudangan di Jakarta dari perusahaan e-commerce. Bisnis e-commerce merupakan salah satu lini usaha yang lebih sedikit terdampak kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan sejak April 2020 di wilayah Jakarta, sehingga landlord melakukan penyesuaian harga pada kawasan pergudangan. Peningkatan harga secara terbatas juga terjadi pada segmen lahan industri khususnya di wilayah Bodebek yang dipengaruhi oleh stagnasi pasokan dan depresiasi Rupiah yang sempat terjadi di awal triwulan II-2020.

(28)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.11 Pertumbuhan Tahunan Indeks Harga Properti Komersial

Pada triwulan II-2020, Indeks Pasokan Properti Komersial periode triwulan menunjukan perlambatan. Pertumbuhan Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat sebesar 0,01% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan 0,04% (yoy) pada triwulan sebelumnya dan 3,26% (yoy) pada triwulan yang sama tahun lalu (Grafik 3). Perlambatan pasokan terjadi baik pada kategori sewa maupun jual. Pada kategori sewa, penurunan terjadi utamanya pada segmen hotel dan ritel sewa yang disebabkan penerapan beragam pembatasan aktivitas akibat pandemi COVID-19, sehingga berdampak pada penutupan sementara beberapa hotel karena tingginya biaya operasional. Selain itu, penurunan pasokan juga terjadi pada ritel, akibat penutupan sementara sejumlah pusat ritel di beberapa daerah cakupan survei, seiring penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penutupan tersebut menyebabkan tenant tidak memperpanjang atau memutus kontrak sewanya. Sementara pada kategori jual, perlambatan pasokan terjadi pada segmen perkantoran jual/strata dan lahan industri.

Secara triwulanan, Indeks Pasokan Properti Komersial terindikasi stagnan dengan pertumbuhan 0% (qtq) selama 3 triwulan terakhir dan turun dibandingkan 0,03% (qtq) pada triwulan II-2019 (Grafik 4). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh stagnasi pasokan di berbagai segmen dalam kategori jual seperti ritel, lahan industri maupun warehouse complex .Pasokan berbagai segmen seperti lahan industri, ritel, warehouse complex yang stagnan dipengaruhi oleh land lord yang masih menunda rencana ekspansi karena belum berakhirnya pandemi COVID-19.

(29)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.12

Pertumbuhan Tahunan Indeks Supply Properti Komersial

Pertumbuhan Trilwulanan Indeks Supply Properti Komersial

Secara tahunan, pertumbuhan Indeks Permintaan Properti Komersial mengalami perlambatan. Melanjutkan tren sejak setahun terakhir, Indeks Permintaan Properti Komersial triwulan II-2020 tumbuh 0,20% (yoy), melambat dari 0,41% (yoy) pada triwulan I-2020 dan 1,19% (yoy) pada triwulan II-2019 (Grafik 5). Berdasarkan segmennya, penurunan terjadi pada kagetori sewa khususnya segmen convention hall dan hotel. Penurunan pada segmen convention hall disebabkan turunnya permintaan sejalan dengan penerapan pembatasan sosial di

(30)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.13

banyak daerah akibat pandemi COVID-19, yang mengakibatkan ditundanya berbagai MICE pada triwulan II-2020. Pada segmen hotel, permintaan juga menunjukkan penurunan sejalan dengan kegiatan leisure yang minim dilakukan karena anjuran pemerintah terkait dengan pembatasan untuk berpergian, maupun kegiatan bisnis oleh swasta dan pemerintah. Turunnya permintaan hotel kemudian mempengaruhi keputusan pengusaha hotel untuk menurunkan tarifnya melalui berbagai program diskon.

Secara triwulanan, permintaan properti komersial kembali menurun pada triwulan II-2020. Indeks Permintaan Properti Komersial triwulan II-2020 tumbuh -0,07% (qtq), menurun dibandingkan 0,02% (qtq) pada triwulan I-2020 dan 0,13% (qtq) pada triwulan II-2019 (Grafik 6). Penurunan permintaan terutama disebabkan pada kategori sewa pada seluruh segmen, dengan penurunan terdalam terjadi segmen convention hall, hotel dan apartemen. Penurunan pertumbuhan convention hall, hotel dan apartemen masingmasing mencapai -100,0% (qtq), -72,49% (qtq) dan -24,83% (qtq) pada triwulan laporan dipengaruhi oleh terbatasnya kegiatan sesuai dengan aturan pemerintah akibat wabah Covid-19, sehingga berpengaruh pada pembatalan kegiatan MICE, akomodasi untuk keperluan bisnis maupun leisure. Adapun tingkat hunian apartemen sewa juga menunjukkan penurunan pada triwulan II-2020 yang disebabkan oleh kebijakan pengembang apartemen di beberapa daerah yang meningkatkan keamanan hunian dengan tidak menerima penghuni baru selama beberapa periode terkait dengan pandemi COVID-19.

(31)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk B.14 Pertumbuhan Triwulanan Indeks Demand/Hunian Properti Komersial

(32)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk C.1

C. PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENILAIAN

Pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebagai berikut:

- Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Dalam melakukan penilaian Obyek Penilaian yang berupa properti yang memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan namun relatif sederhana, metode penilaian yang digunakan adalah metode Gross Income Multiplier

(GIM).

Dalam penilaian menggunakan metode GIM, indikasi nilai pasar obyek penilaian dihasilkan dari konversi pendapatan kotor tahunan (potential gross income) yang mencerminkan dan mewakili pendapatan tahunan obyek penilaian di masa yang akan datang dengan konstanta tertentu yang biasa disebut dengan GIM.

Untuk melaksanakan penilaian dengan metode GIM, kami memperhatikan penjualan dan sewa properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik baik dalam hal fisik, lokasi, dan karakteristik investasi, bila ada, pencatatan-pencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau pejabat-pejabat dan pemilik-pemilik properti lainnya yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai properti dan harga sewa di daerah itu serta penawaran yang sebanding. Data tersebut kemudian dianalisa untuk memperoleh GIM dari obyek penilaian. Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar obyek penilaian, GIM yang telah diperoleh tersebut dikalikan dengan

potential gross income (PGI) atau pendapatan kotor tahunan obyek penilaian. Pendekatan pendapatan dengan menggunakan metode GIM digunakan dalam penilaian Obyek Penilaian yang berupa ruko dengan mempertimbangkan bahwa Obyek Penilaian merupakan properti yang memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan namun relatif sederhana.

- Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach)

Pendekatan data pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan data transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan obyek penilaian yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan penyesuaian.

Pendekatan data pasar dilakukan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan data penjualan dan atau data penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik baik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan

(33)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk C.2

permukaan tanah, dan mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), serta lain-lain bila ada, antara obyek penilaian dengan data pembanding properti yang berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan indikasi nilai pasar obyek penilaian.

Penilaian atas Obyek Penilaian yang berupa ruko dilakukan dengan menggunakan pendekatan data pasar. Pendekatan data pasar digunakan dalam penilaian Obyek Penilaian yang berupa ruko dengan mempertimbangkan bahwa pada saat inspeksi lapangan dilakukan ditemukan data pembanding properti yang sebanding dan sejenis dengan Obyek Penilaian yang dapat digunakan dalam proses penilaian.

Mengingat bahwa Obyek Penilaian dinilai dengan menggunakan 2 (dua) pendekatan, selanjutnya indikasi nilai pasar yang diperoleh dari tiap-tiap pendekatan tersebut direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan tertimbang untuk memperoleh kesimpulan nilai pasar Obyek Penilaian.

(34)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk D.1

D. URAIAN PROSES PENILAIAN

D.1. PENILAIAN OBYEK PENILAIAN DENGAN MENGGUNAKAN

PENDEKATAN DATA PASAR

Dalam melakukan penilaian Obyek Penilaian digunakan pendekatan data pasar. Pendekatan data pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan data transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan Obyek Penilaian yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan penyesuaian. Pendekatan data pasar dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan dan atau data penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada, pencatatan-pencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau pejabat-pejabat dan pemilik-pemilik properti lainnya yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai properti, harga transaksi serta harga penawaran yang sebanding.

Data tersebut kemudian dianalisa dengan memberikan penyesuaian-penyesuaian (adjustment) terhadap perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada, antara Obyek Penilaian dengan data pembanding properti yang berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan nilai pasar Obyek Penilaian.

PROSEDUR PENILAIAN

Sesuai dengan pendekatan dan metode penilaian yang telah diuraikan di atas, untuk menentukan indikasi nilai pasar Obyek Penilaian berdasarkan pendekatan data pasar, kami melakukan perhitungan berdasarkan kondisi pasar dengan prosedur yang dijelaskan dalam uraian berikut ini.

1. Mengumpulkan Data Penawaran/Transaksi Properti Pembanding

Data penawaran atau transaksi atas properti pembanding yang sejenis dan sebanding yang tersedia di pasar dan memiliki kesamaan karakteristik dengan Obyek Penilaian harus dikumpulkan terlebih dahulu untuk dapat melakukan proses penilaian selanjutnya.

2. Penyesuaian(Adjustment)

Penyesuaian dilakukan dengan langsung membandingkan secara keseluruhan perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan

(35)

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT Dafam Property Indonesia Tbk D.2

bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada antara Obyek Penilaian dengan data pembanding properti yang berhasil dikumpulkan.

Prosedur penyesuaian yang dilakukan dalam proses penilaian dengan menggunakan pendekatan data pasar adalah sebagai berikut:

a. Data pembanding yang berupa data penawaran properti yang sebanding dan sejenis dengan Obyek Penilaian diberi diskon untuk merefleksikan estimasi harga transaksi.

b. Setelah estimasi harga transaksi untuk masing-masing data pembanding diperoleh, dilakukan penyesuaian untuk perbedaan-perbedaan dalam hal karakteristik antara Obyek Penilaian dan tiap-tiap data pembanding, antara lain lokasi, ukuran, aksesibilitas, dan tanda bukti kepemilikan dengan tujuan untuk sedapat mungkin menyamakan masing-masing data pembanding dengan Obyek Penilaian. Apabila data pembanding memiliki karakteristik yang lebih baik daripada Obyek Penilaian, maka dilakukan penyesuaian negatif, sedangkan apabila data pembanding memiliki karakteristik yang lebih jelek daripada Obyek Penilaian, maka dilakukan penyesuaian positif.

c. Setelah penyesuaian untuk masing-masing data pembanding dilakukan, kesimpulan indikasi nilai pasar Obyek Penilaian diperoleh dengan melakukan rata-rata tertimbang dari indikasi nilai masing-masing data pembanding yang telah disesuaikan. Bobot dari tiap-tiap data pembanding ditentukan berdasarkan besar kecilnya penyesuaian yang dilakukan. Data pembanding dengan penyesuaian yang lebih besar (secara absolut) diberi bobot yang lebih kecil, sedangkan data pembanding dengan penyesuaian yang lebih kecil (secara absolut) diberi bobot yang lebih besar.

3. Indikasi Nilai Pasar Obyek Penilaian

Indikasi nilai pasar Obyek Penilaian diperoleh dengan membandingkan data transaksi atau penawaran yang tersedia di pasar atas properti yang sebanding dan sejenis kemudian dilakukan penyesuaian atas Obyek Penilaian dengan memberikan pembobotan untuk masing-masing perbedaan karakteristik antara Obyek Penilaian dengan properti pembanding.

Referensi

Dokumen terkait

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komputer pada Program Studi

Dari analisis data penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas layanan (X1), kualitas produk (X2), dan harga

Jika saham yang ditawarkan dalam PUT I tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang Sertifikat Bukti HMETD porsi publik, maka sisa saham akan

Dalam tulisan ini saya mencoba untuk berbagi dengan rekan-rekan yang hendak menghadapi psikotes, sehingga anda akan mengenali tipe-tipe tes sebagai persiapan agar

merupakan tungau parasit memiliki bentuk tubuhnya panjang membulat dengan ukuran 580 μm x 150 μm. Ukuran kepala lebih kecil dari tubuhnya, bagian mulut terdapat

Dari hasil rata rata tes di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tes yang dilakukan oleh atlet renang PUSLATDA Jatim (lapis kedua) PNN tahun 2021 dan dihitung dengan rumus T-score

Pada penelitian ini membahas tentang perbandingan nilai ukur sensor load cell pada alat penyortir buah otomatis terhadap timbangan manual atau konvensional,

Pada pasien ini penyebab terjadinya endoftalmitis adalah faktor eksogen, karena dari anamnesis yang dilakukan pasien mengaku ada riwayat trauma pada mata.. Pada pasien ini juga