• Tidak ada hasil yang ditemukan

index.php option=com docman&task=doc &gid=294&Itemid=115.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "index.php option=com docman&task=doc &gid=294&Itemid=115."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1 |P a g e

Angka Putus Sekolah

Meskipun angka partisipasi sekolah terus meningkat, namun masih terdapat

sejumlah siswa yang tidak mampu melanjutkan pendidikannya atau putus sekolah.

Susenas 2008 memperkirakan bahwa angka putus sekolah di tingkat pendidikan

menengah dan atas masih relatif tinggi, yaitu masing-masing sekitar 3 persen dan 8

persen, di mana kelompok siswa laki-laki memiliki kecenderung yang lebih tinggi

untuk meninggalkan sekolah dibandingkan siswa perempuan.

Angka Putus Sekolah mencerminkan anak-anak usia sekolah yang sudah tidak bersekolah lagi atau yang tidak menamatkan suatu jenjang pendidikan tertentu, hal ini sering digunakan sebagai salah satu indikator berhasil/tidaknya pembangunan di bidang pendidikan. Penyebab utama putus sekolah antara lain karena kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan anak sebagai investasi masa depannya; kondisi ekonomi orang tua yang miskin; dan keadaan geografis yang kurang menguntungkan.

Tabel 2.5

Angka Putus Sekolah menurut Kelompok Umur, Jenis Kelamin dan Daerah Tempat Tinggal, Tahun 2006-2008

Kelompok Umur dan

Jenis Kelamin

Perkotaan Perdesaan Perkotaan + Perdesaan

L+P 5.41 2.36 5.82 9.42 6.39 11.05 8.02 4.58 8.44

(2)

Gambar

Tabel 2.5Angka Putus Sekolah menurut Kelompok Umur, Jenis Kelamin dan Daerah

Referensi

Dokumen terkait

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG LAYANAN TERPADU BAGI PEREMPUAN DAN ANAK

perlindungan anak dapat memperoleh gambaran tentang hasil pembangunan. yang telah dilakukan oleh KPP dan PA selama

* Mendorong dan membantu pengembalian korban ESKA kebangku pendidikan formal * Memfasilitasi keterlibatan anak-anak, dalam upaya pemulihan dan re-integrasi sosial korban

Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan bg Perempuan, Anak dan Remaja/ women Crisis Cent

Menurut Indra Sugiarno Kekerasan pada anak atau perlakuan salah pada anak adalah suatu tindakan semena-mena yang dilakukan oleh seseorang seharusnya menjaga dan melindungi anak

Jumlah anak yang berhadapan dengan hukum banyak terjadi pada wilayah dengan jumlah penduduk padat seperti Jawa dan Sumatera, berdasarkan data tersebut tertinggi terjadi 5

Tabel tersebut juga menunjukkan bahwa mayoritas korban perdagangan orang baik anak- anak maupun dewasa korbanya didominasi perempuan sepertiu ditunjukkan pada tabel 7.2 anak

Apabila dilihat dari proyeksi angka pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan nampak bahwa ada pelencengan dari tahun 2004 dimana angka pertolongan persalinan oleh tenaga