RESPON HIJAU TERHADAP PERUBAHAN IKILM Oleh : redaksi butaru
Lebih lanjut lagi, perubahan iklim di Indonesia berdampak pada terjadinya kekeringan, peningkatan jumlah hari panas, badai tropis, tingginya frekuensi curah hujan, dan kenaikan muka air laut. Salah satu contoh nyata adalah amblasnya Jalan R.E. Martadinata, Jakarta Utara, akibat intrusi air laut dan ROB. Tantangan pembangunan perkotaan yang semakin berat dengan hadirnya parameter perubahan iklim, menuntut kita untuk berpikir lebih seksama juga mengembangkan gagasan yang dituangkan ke dalam kebijakan dan program yang lebih komprehensif dan realistis, sekaligus melakukan aksi konkrit sebagai solusi perubahan iklim. Kota hijau dapat dipahami sebagai kota yang ramah lingkungan berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip keberlanjutan. Kota hijau sendiri dapat diidentifikasi dari delapan atribut meliputi: perencanaan dan perancangan kota ramah lingkungan, ruang terbuka hijau, konsumsi energi yang efisien, pengelolaan air, pengelolaan limbah dengan prinsip 3R, bangunan hemat energi, penerapan sistem transportasi yang berkelanjutan, dan peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau.
dan kelangkaan air, pencemaran udara serta peningkatan iklim mikro. Dalam rangka green cities, indeks rata-rata RTH untuk negaranegara Asia sudah melampaui 15 m2/orang. Hal ini sudah diterapkan di Kota Hongkong, Nanjing, Beijing, Singapura, Taipei, Kuala Lumpur, Seoul, Delhi, Karachi, dan Shanghai.
kesadaran dan perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih ramah lingkungan, dimana pendidikan lingkungan mesti dilaksanakan sejak usia dini. (mem)
Referensi:
1. Paparan Menteri PU pada acara Lokakarya “Perubahan Iklim Dan Kota Hijau :
Dari KonsepMenuju Rencana Aksi”, 26 September 2011.
2. “Perubahan Iklim dalam Pembangunan Nasional dan Perkotaan”, Prof.(Hon.) Ir.
RachmatWitoelar, September 2011. berkisar pada 11-134 m2/orang, sedangkan indeks RTH kota seperti Jakarta, pada saat ini masih berkisar 6 m2/orang. Maka jelaslah bahwa tantangan ke depan untuk meningkatkankualitas, kuantitas, dan aksesibilitas terhadap RTH tidakringan.