• Tidak ada hasil yang ditemukan

105338 AKJ 18 Februari 2005 PRT Dianggap Bukan Pekerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "105338 AKJ 18 Februari 2005 PRT Dianggap Bukan Pekerja"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

NASKAH APA KABAR JOGJA

No Kaset : Judul :

Lokasi : Pembantu Rumah Tangga dianggap bukan Pekerja Reporter & Camerawan : Helmi dan Darma

Tanggal Liputan : 16 Februari 2005

ACC

Ikky Redaktur Narator Editor

Naskah Apa kabar Jogja Page 1 11/12/2010

Masalah ketenagakerjaan selamanya tidak akan ada habisnya untuk dibahas// Apalagi bila

menyangkut tenaga kerja indonesia yang bekerja di luar negeri// Dari berbagai macam pekerjaan/

yang paling banyak menjadi tumpuan adalah menjadi pembantu rumah tangga// Meski hanya

sekedar bertugas pada sektor domestik saja/ namun pekerjaan ini/ ternyata menggiurkan banyak

orang// Selain karena beban pekerjaannya/ juga karena gaji yang lumayan besar// Kaum

perempuanlah yang kemudian banyak mengambil peluang kerja sebagai pembantu rumah tangga

di luar negeri ini// Dengan harapan yang cukup besar untuk bisa meringankan beban keluarga

ditanah air/ mereka pergi ke luar negeri berbekal kemampuan seadanya//

Namun sayangnya/ harapan tidak selalu sesuai dengan kenyataan// Bukan gaji yang besar/ bukan

pekerjaan yang layak/ tapi justru seringnya kekerasan/ penganiayaan/ bahkan tindak

pemerkosaan// Tak jarang pula banyak tenaga kerja wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah

tangga/ tidak mendapatkan gaji/ selama bertahun-tahun//

Kenyataan ini/ menurut yos soetiyoso/ berawal dari status kerja para TKI kita// Selama ini/

tenaga kerja indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga/ tidak dianggap sebagai

pekerja//

---statement---

Yos Soetiyoso (Direktur LSPS Jogjakarta) Note: 04:15-05:52an

Selanjutnya upaya untuk mengangkat status para pembantur rumah tangga menjadi pekerja/

menurut yos/ yang juga koordinator KOPBUMI Region DIY ini/ adalah dengan bilateral

agreement dengan negara-negara penerima TKI//

---statement---

Yos Soetiyoso (Direktur LSPS Jogjakarta) Note: 06:38-07:22an

Bila memang kesepakatan antar negara ini sudah tercapai/ selanjutnya diperlukan pengawasan

yang dilakukan oleh kedutaan besar indonesia di negara setempat//

---statement---

Yos Soetiyoso (Direktur LSPS Jogjakarta) Note: 08:17-09:07an

(2)

NASKAH APA KABAR JOGJA

No Kaset : Judul :

Lokasi : Pembantu Rumah Tangga dianggap bukan Pekerja Reporter & Camerawan : Helmi dan Darma

Tanggal Liputan : 16 Februari 2005

ACC

Ikky Redaktur Narator Editor

Naskah Apa kabar Jogja Page 2 11/12/2010

NEWS READER: PRT SERING DIANGGAP BUKAN PEKERJA

BANYAK TENAGA KERJA INDONESIA/ UTAMANYA PEREMPUAN/ YANG MENJADI

PEMBANTU RUMAH TANGGA/ DINEGERI ORANG// TAK SEDIKIT KITA DENGAR/

KISAH DUKA YANG MEREKA ALAMI// BUKAN GAJI YANG BESAR/ PEKERJAAN

YANG LAYAK/ TAPI/ JUSTRU PEMUKULAN/ PENGANIAYAAN/ DAN TINDAK

KEKERASAN LAINNYA// MENURUT YOS SOETIYOSO/ KONDISI INI/ DISEBABKAN

Referensi

Dokumen terkait

Adapun bentuk tindak kekerasan yang dialami oleh para mantan Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia selain dari kekerasan

Tidak adanya sosialisasi dari pihak pemerintah kepada masyarakat, ketua RT/RW maupun pejabat pemerintah terkait sehingga Pekerja Rumah Tangga yang bekerja di Kota

pekerja rumah tangga yang hak-haknya tidak dipenuhi oleh pemberi kerja. khususnya diwilayah provinsi daerah istimewa yogyakarta

Faktor yang menjadi sumber terjadinya stres kerja pada pekerja rumah tangga usia dewasa awal adalah melakukan lebih dari satu jenis pekerjaan, tidak memiliki jam

DIPLOMASI YANG KUAT DENGAN NEGARA TETANGGA/ DAN MASIH BERADA PADA POSISI TAWAR YANG SANGAT LEMAH// PADA AKHIRNYA BANYAK TENAGA KERJA INDONESIA/ YANG TIDAK TERJAMIN

Melihat adanya kasus kekerasan yang dialami oleh mantan Tenaga Kerja Wanita asal kota Medan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan tingginya minat dan jumlah pengiriman

Di lain sisi, tenaga kerja atau sumber daya manusia dari Indonesia apabila bekerja di luar negeri hanyalah mendapat pekerjaan seperti, pembantu rumah tangga, pekerja

Tidak adanya sosialisasi dari pihak pemerintah kepada masyarakat, ketua RT/RW maupun pejabat pemerintah terkait sehingga Pekerja Rumah Tangga yang bekerja di Kota