• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2011"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

MENGENAL DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW DAN SAHABATNYA MELALUI METODE INDEX CARD MATCH PADA PESERTA DIDIK

KELAS IV MI HIDAYATUL MUJAHIDIN JEMBAYAT MARGASARI TEGAL TAHUN 2010

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

A

Oleh EVY ERFIYANI

NIM: 073111513

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

(2)

ii ABSTRAK

Evy Erfiyani (NIM : 073111513). Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar SKI Materi Pokok Mengenal Dakwah Nabi Muhammad Saw dan Sahabatnya Melalui Metode Index Card Match pada Peserta Didik Kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal tahun 2010. Skripsi. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2011.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan prestasi belajar SKI materi pokok mengenal dakwah nabi Muhammad SAW dan sahabatnya melalui metode index card match pada peserta didik kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal yang berjumlah 19 orang yang terdiri dari 10 laki-laki dan 9 perempuan.

Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus mencakup empat tahapan kegiatan yaitu (1) Perencanaan (planning) (2) Pelaksanaan tindakan (acting) (3) Pengamatan (observing) dan (4) Refleksi (reflecting). Dengan teknik analisis statistik deskriptif. Penelitian Tindakan Kelas dipilih sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar SKI di kelas dengan fokus menerapkan metode index card match. Metode pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi dan dokumentasi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal mengalami peningkatan yang cukup signifikan setelah diberikan tindakan berupa penerapan metode index cart match pada pembelajaran SKI materi pokok mengenal dakwah Nabi Muhammad saw dan sahabatnya. Peningkatan hasil belajar tersebut dapat dilihat dari perbandingan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebelum dilakukan tindakan dan setelah pelaksanaan tindakan. Para pra siklus nilai rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 62 dengan ketuntasan klasikal sebesar 52,63%. Sedangkan pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat menjadi 73 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 84,21%. Kemudian pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat lagi menjadi 78 dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 100%. Disamping itu keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dengan metode index cart match ini juga meningkat pesat setelah diberikan tindakan. Peningkatan ini dapat diidentifikasi dari aktifitas peserta didik yang diamati seperti tingkat kerja sama peserta didik dengan teman sekelas, keaktifan mencari pasangan kartu, menjawab atau mengemukakan pendapat, memperhatikan penjelasan dari guru dan mengajukan pertanyaan. Beberapa aspek tersebut mengalami peningkatan tiap siklusa. Hal ini membuktikan bahwa penerapan metode index card match dalam pembelajaran SKI benar terbukti dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi informasi dan masukan bagi mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti, dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

(3)

iii

Semarang, Maret 2011 NOTA DINAS

Kepada

Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo

di Semarang

Assalamu’alaikum wr. wb.

Dengan ini diberitahukan bahwa saya telah melakukan bimbingan, arahan dan koreksi naskah skripsi dengan:

Judul : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar SKI Materi Pokok Mengenal Dakwah Nabi Muhammad SAW dan Sahabatnya Melalui Metode Index Card Match pada Peserta Didik Kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal tahun 2010 Nama : Evy Erfiyani

NIM : 073111513

Jurusan : Pendidikan Agama Islam Program Studi : Pendidikan Agama Islam

Saya memandang bahwa naskah skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo untuk diujikan dalam Sidang Munaqosah. Wassalamu’alaikum wr. wb.

Pembimbing,

(4)

iv

Alamat: Jl. Prof. Dr. Hamka (Kampus II) Ngaliyan Semarang Telp. 024-7601295 Fax. 7615387

PENGESAHAN

Naskah Skripsi dengan:

Judul : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar SKI Materi Pokok Mengenal Dakwah Nabi Muhammad Saw dan Sahabatnya Melalui Metode Index Card Match pada Peserta Didik Kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal tahun 2010 Nama : Evy Erfiyani

NIM : 073111513

Jurusan : Pendidikan Agama Islam Program Studi : Pendidikan Agama Islam

telah diujikan dalam sidang munaqasyah oleh Dewa Penguji Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo dan dapat diterima sebagai salash satu syarat memperoleh gelar sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam.

Semarang, Maret 2011

Ketua, Sekretaris,

_________________ _________________

NIP: NIP:

Penguji I, Penguji II,

_________________ _________________

NIP: NIP:

(5)

v

PERNYATAAN

Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab penulis, menyatakan bahwa skripsi ini tidak berisi materi yang telah pernah ditulis oleh orang lain atau diterbitkan. Demikian juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang lain, kecuali informasi yang terdapat dalam referensi yang dijadikan bahan rujukan.

Semarang, Maret 2011 Deklarator,

Evy Erfiyani NIM. 073111513

(6)

vi

MOTTO

ΎóÇyèø9$#uρ

∩⊇∪

¨βÎ)

z≈|¡ΣM}$#

’Å∀s9

AŽô£äz

∩⊄∪

āωÎ)

tÏ%©!$#

(#θãΖtΒ#u

(#θè=Ïϑtãuρ

ÏM≈ysÎ=≈¢Á9$#

(#öθ|¹#uθs?uρ

Èd,ysø9$$Î/

(#öθ|¹#uθs?uρ

Ύö9¢Á9$$Î/

∩⊂∪

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati

supaya menetapi kesabaran. (Q.S. al-‘AsDr: 1-3)*

*

(7)

vii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini penulis persembahkan kepada:

1.

Kedua orang tua yang sangat saya hormati yang senantiasa memberikan doa restu dan dukungan baik secara moral maupun material terhadap keberhasilan studi penulis.

2.

Saudara-saudara saya yang selalu memberikan dukungan sepenuhnya hingga skripsi ini dapat terselesaikan.

3.

Keluarga besar saya yang selalu memberikan harapan dan semangat baru bagi penulis dalam menapaki dunia ini.

(8)

viii

KATA PENGANTAR

ÉΟó¡Î0

«!$#

Ç≈uΗ÷q§9$#

ÉΟŠÏm§9$#

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala puji hanya kepada Allah Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam dan mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayahnya kepada kita, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini untuk memenuhi tugas dan syarat guna mendapatkan gelar Sarjana Strata I pada Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di IAIN Walisongo Semarang.

Shalawat serta salam semoga terlimpah pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang diutus dengan membawa rahmat bagi seluruh umat manusia. Yang menuntun manusia keluar dari zaman kebodohan dan kegelapan menuju zaman yang terang benderang, juga semoga terlimpah kepada para keluarga dan para sahabat, serta kepada para pengikut beliau yang sholeh-sholeh.

Dalam proses penyusunan skripsi ini, penyusun banyak mendapatkan bantuan, bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak untuk itu, tidak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat:

1. Dr. Suja’i, M.Ag., Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang beserta stafnya.

2. Dra. Ani Hidayati, M.Pd. Selaku pembimbing yang dengan ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam pembuatan skripsi.

3. Bapak dan Ibu Dosen yang telah mendidik, membimbing, mengarahkan serta menumbuhkan sifat untuk selalu berfikir kritis, kreatif, edukatif, inovatif dan progresif dalam membangun dan mengembangkan cakrawala keilmuan selama

(9)

ix

penulis menempuh studi di kampus IAIN Walisongo Semarang Fakultas Tarbiyah.

4. Kepala Bagian Perpustakaan IAIN Walisongo Semarang dan Kepala Bagian Perpustakaan Fakultas Tarbiyah beserta stafnya, yang telah berkenan meminjamkan buku-buku yang penulis perlukan untuk pembuatan skripsi ini. 5. Kepala MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal beserta guru-guru

dan stafnya yang telah mengizinkan penulis dalam menyelesaikan penelitian ini.

6. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang membantu penulis dan memberikan dukungan, inspirasi, dan motivasi dalam pembuatan skripsi ini.

Semoga Allah SWT membalas jasa-jasanya dengan balasan yang setimpal. Penulis berharap, semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis, guru, dan semua pihak yang aktif dalam bidang pendidikan. Semoga ridho Allah SWT. menyertai kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Semarang, Maret 2011 Penulis,

Evy Erfiyani NIM. 073111513

(10)

x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN ABSTRAK ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

HALAMAN DEKLARASI ... v

HALAMAN MOTTO ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 6

C. Rumusan Masalah ... 6

D. Tujuan Penelitian ... 6

E. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II : LANDASAN TEORI A. Landasan Teori ... 8

1. Kajian Prestasi Belajar ... 8

a. Pengertian Prestasi Belajar ... 8

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ... 9

c. Indikator Prestasi Belajar ... 12

d. Batas Minimal Prestasi Belajar ... 15

2. Pembelajaran SKI ... 16

a. Pengertian ... 16

b. Tujuan dan Fungsi ... 16

c. Ruang Lingkup ... 17

(11)

xi

e. Materi SKI Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah ... 21

f. Indikator Prestasi Belajar Materi tentang Dakwah Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabatnya ... 23

3. Metode Index Card Macth ... 23

B. Kerangka Pemikiran ... 26

C. Hipotesis Tindakan ... 27

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 28

B. Setting dan Subyek Penelitian ... 28

C. Desain Penelitian ... 29

D. Metode Pengumpulan Data ... 32

E. Teknik Analisis Data ... 33

F. Indikator Keberhasilan ... 34

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Awal ... 35

B. Hasil Penelitian ... 37 C. Pembahasan ... 46 BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan ... 87 B. Saran ... 88 C. Penutup ... 89 DAFTAR KEPUSTAKAAN LAMPIRAN-LAMPIRAN

(12)

1 A. Latar Belakang Masalah

Penetapan standar proses pendidikan merupakan kebijakan yang sangat penting dan strategis untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Melalui standar proses pendidikan setiap guru dapat menentukan bagaimana seharusnya proses pembelajaran berlangsung. Proses pembelajaran itu merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai komponen. Maka untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dapat dimulai dari menganalisis setiap komponen yang dapat membentuk dan mempengaruhi proses pembelajaran. Komponen yang selama ini dianggap sangat mempengaruhi proses pendidikan adalah komponen guru. Karena bagaimanapun bagus dan idealnya kurikulum pendidikan, bagaimanapun lengkapnya sarana dan prasarana pendidikan, tanpa diimbangi dengan kemampuan guru dalam mengimplementasikannya, maka semuanya akan sia-sia.1

Seorang guru harus memiliki ketrampilan dan kemampuan memilih strategi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum. Hal ini didasari oleh anggapan bahwa ketepatan dalam memilih metode dan menggunakan berbagai macam model strategi pembelajaran akan berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Guru dalam proses belajar mengajar juga harus dapat memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Sebagaimana yang diutarakan oleh Sudjana bahwa kehadiran guru dalam proses belajar mengajar memegang peranan yang sangat penting yaitu sebagai sutradara sekaligus aktor, artinya pada gurulah tugas dan tanggung jawab merencanakan dan melaksanakan pengajaran di sekolah.2 Dengan

1

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2006), hlm. 13

2

Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algesindo 1995), hlm. 12)

(13)

demikian, tugas guru tidak hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik (transfer of knowledge), namun juga melaksanakan pembelajaran. Karena belajar merupakan proses perubahan tingkah laku (perbuatan) dengan serangkaian kegiatan yang memiliki beberapa tujuan yaitu mengetahui suatu kepandaian, kecakapan yang sebelumnya tidak pernah diketahui, dapat mengerjakan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dikerjakan dan dapat memahami atau menerapkan pengetahuan yang diperoleh.

Dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Pemilihan, penetapan dan pengembangan metode didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Kegiatan-kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran.3

Dalam menentukan suatu metode pembelajaran guru terlebih dahulu memahami tujuan, jenis dan sifat materi pelajaran yang akan disampaikan. Karena dengan kemampuan guru dalam memahami tujuan dan jenis materi pembelajaran dapat menetapkan metode pembelajaran yang sesuai. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru untuk materi pelajaran yang berupa fakta/konsep akan berbeda dengan metode pembelajaran yang berisi tentang suatu prosedur begitu pula sebaliknya.

Selain itu, dalam proses pembelajaran juga perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik, karena akan berpengaruh pula pada hasil yang dicapai peserta didik. Secara global faktor-faktor tersebut dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.4 Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam individu peserta didik yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya meliputi kondisi fisiologis dan psikologis, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu yaitu kondisi lingkungan sosial (sekolah, masyarakat, dan keluarga) dan kondisi non sosial (lingkungan alamiah, faktor instrumental/perangkat pembelajaran dan materi pelajaran).

3

Hamzah B. Uno, Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar yang Kreatif dan

Efektif, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hlm. 83

4

(14)

Adapun mata pelajaran yang penulis maksud adalah mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. SKI merupakan salah satu bagian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati Sejarah Kebudayaan Islam, yang kemudian menjadi dasar pandangan hidup (way of life) peserta didik.

Berdasarkan pengamatan awal terhadap pelaksanaan dan hasil pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal, ditemukan beberapa permasalahan: pertama, Proses belajar mengajar selama ini masih cenderung menggunakan metode ceramah belum divariasikan dengan metode lain misalnya dengan suatu permainan. Kedua, hasil belajar peserta didik masih rendah, hal ini dibuktikan dari hasil Ulangan Tengah Semester, hanya 52,63% peserta didik yang berhasil mendapatkan nilai 65 sebagai batas ketuntasan belajar minimal.

Peneliti juga melakukan wawancara tahap awal dengan beberapa peserta didik mengenai kondisi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Mayoritas peserta didik merasa bosan dan tidak bersemangat belajar karena kondisi pembelajaran yang monoton dan searah berpusat pada guru.

Sumber permasalahan yang utama berdasarkan kondisi di atas adalah cara pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam masih konvensional, sehingga hasil belajar peserta didik cenderung rendah. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan metode pembelajaran yang lebih menarik, salah satunya dengan menggunakan alat bantu yang bisa digunakan sebagai permainan.

Disamping itu, ada beberapa kelemahan lain dalam pembelajaran SKI antara lain; waktu yang terbatas tetapi materi pembelajaran begitu padat, lemahnya sumber daya guru dalam pengembangan pendekatan dan metode yang lebih variatif, serta kurangnya sarana pelatihan dan pengembangan.

Pembelajaran sejarah jika hanya disampaikan melalui ceramah tanpa divariasikan dengan metode lain akan membuat peserta didik merasa jenuh,

(15)

kurang bersemangat dalam belajar. Keadaan ini berakibat pada hasil belajar yang dicapai peserta didik cenderung rendah.

Kondisi tersebut disebabkan oleh guru yang berperan sebagai pengajar yang tidak dapat menggunakan strategi mengajar yang sesuai, memilih metode yang kurang tepat serta menjelaskan materi dengan kaku tanpa berusaha untuk membangkitkan suasana belajar mengajar yang kondusif demi terciptanya penguasaan kompetensi yang diharapkan. Begitu halnya dengan kondisi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal yang sementara ini telah penulis amati.

Karena pembelajaran masih berpusat pada guru, maka guru Sejarah Kebudayaan Islam perlu melaksanakan usaha untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam ini. Di antara usaha tersebut meliputi proses pemilihan pendekatan, metode, teknik pembelajaran dan prosedur pembelajaran yang akan menghasilkan hasil yang berkualitas tinggi.

Pendekatan pembelajaran yang menunjang penciptaan belajar secara aktif dan peserta didik dapat bersemangat belajar adalah pembelajaran bermakna.5 Karena pembelajaran yang mengutamakan aktivitas peserta didik dapat memberikan hasil yang optimal. Dengan belajar aktif terjadi proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, peserta didik tidak hanya diibaratkan sebagai kertas putih yang siap diisi begitu saja, tetapi peserta didik sebagai subjek belajar harus melakukan berbagai aktivitas yang mendukung pembelajaran dan keberhasilan peserta didik.

Menurut Silberman, belajar bukan merupakan penyampaian informasi kepada peserta didik tetapi membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus.6 Karena belajar aktif sangat diperlukan oleh peserta didik untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimum. Dengan cara ini peserta didik akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar

5

Abdul Majid, dan Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, (Bandung: Rosda Karya, 2004), hlm. 94

6

Melvin L. Silberman, Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Penerjemah: Raisul Muttaqien, (Bandung: Nusamedia, 1996), hlm. 1

(16)

dapat dimaksimalkan. Ketika peserta didik pasif, atau hanya menerima dari guru ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. Karena salah satu faktor yang menyebabkan informasi cepat dilupakan adalah faktor kelemahan otak manusia itu sendiri. Agar otak dapat memproses informasi dengan baik, maka akan sangat membantu kalau terjadi proses refleksi secara internal. Jika peserta didik diajak berdiskusi, menjawab pertanyaan, membuat pertanyaan, maka otak mereka akan bekerja lebih baik sehingga proses belajarpun dapat terjadi dengan baik pula.7

Model pembelajaran aktif ini bisa bermacam-macam diantaranya adalah metode index card match. Strategi ini untuk menyiasati agar pembelajaran menjadi lebih menarik, peserta didik dapat aktif dan tidak merasa jemu dalam mengikuti proses belajar mengajar. Strategi ini dikembangkan dengan menggunakan permainan kartu. Setiap kartu berisi pertanyaan atau jawaban tentang materi yang telah diberikan sebelumnya. Setiap kertas satu pertanyaan. Pada potongan kertas yang lain, ditulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat.

Kegiatan pembelajaran melalui permainan dapat menciptakan suasana yang kondusif. Dengan bermain anak memperoleh pelajaran yang mengandung aspek kognitif, sosial, emosi dan perkembangan fisik. Melalui permainan anak dirangsang untuk berkembang secara umum, baik perkembangan berpikir, emosi maupun sosial.8

Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SKI MATERI POKOK MENGENAL DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW DAN SAHABATNYA MELALUI METODE INDEX CARD MATCH PADA PESERTA DIDIK KELAS IV MI HIDAYATUL MUJAHIDIN JEMBAYAT MARGASARI TEGAL TAHUN 2010”.

7

Hisyam Zaini, dkk., Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: CTSD (Center for

Teaching Staff Development) IAIN Sunan Kalijaga, 2007), hlm. xvi

8

Andang Ismail, Education Games: Menjadi Cerdas dan Ceria dengan Permainan

(17)

B. Identifikasi Masalah

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah berkenaan dengan rendahnya hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam sebagai akibat dari rendahnya aktivitas peserta didik, pembelajaran yang masih didominasi oleh guru. Dengan menerapkan metode index card match pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, dengan asumsi hasil belajar dapat meningkat dapat mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian tindakan kelas.

C. Rumusan Masalah

1. Bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar SKI materi pokok mengenal dakwah nabi Muhammad SAW dan sahabatnya melalui metode index card match pada peserta didik kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal tahun 2010?

2. Bagaimana keaktifan peserta didik dalam pembelajaran SKI materi pokok materi mengenal dakwah Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya melalui metode Index card match?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut untuk mengetahui upaya meningkatkan prestasi belajar SKI materi pokok mengenal dakwah nabi Muhammad SAW dan sahabatnya melalui metode index card match pada peserta didik kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal tahun 2010.

E. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. Bagi Peserta didik

Dari hasil penelitian ini peserta didik akan semangat dan aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, disamping itu peserta didik akan mendapatkan pembelajaran yang kondusif, sehingga dimungkinkan dapat meningkatkan hasil belajarnya.

(18)

2. Bagi Guru

Dari hasil penelitian ini dapat memberikan pengalaman langsung kepada guru-guru yang terlibat dapat memperoleh pengalaman baru untuk menerapkan metode yang lebih variatif. Hal ini dapat dijadikan masukan bagi guru, sehingga guru selanjutnya akan selalu berusaha untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

3. Bagi Sekolah

Dengan mengetahui hasil penelitian ini, hendaknya pihak sekolah memiliki sikap proaktif terhadap setiap usaha guru, mendukung dan memberi kesempatan kepada guru untuk senantiasa meningkatkan kualitas pembelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

(19)

8

LANDASAN TEORI

A. Landasan Teori

1. Kajian Prestasi Belajar

a. Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah dua suku kata yang tergabung menjadi satu yaitu prestasi dan belajar. Prestasi adalah “hasil yang telah dicapai dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya.”1

Menurut Clifford T. Morgan belajar adalah: “any relatively permanent change in behavior which occurs as a result of experience or practice”.2 Yang dimaksud adalah perubahan tingkah laku yang relatif permanen sebagai hasil dari pengalaman atau latihan.

Sedangkan menurut Sholeh Abdul Aziz belajar adalah:

ﺫ ﰲ ﲑﻴﻐﺗ ﻮﻫ ﻢﻠﻌﺘﻟﺍ ﻥﺍ

ﻄﻳ ﻢﻠﻌﺘﳌﺍ ﻥ

ﺍﲑﻴﻐﺗ ﺎﻬﻴﻓ ﺙ ﺪﺤﻴﻓ ﺔﻘﺑ ﺎﺳ ﺓﱪﺧ ﻰﻠﻋ ﺃﺮ

ﺍﺪﻳﺪﺟ

.

٣

Belajar adalah suatu perubahan di dalam pemikiran peserta didik yang dihasilkan dari pengalaman terdahulu kemudian menumbuhkan perubahan yang baru dalam pemikiran peserta didik.

Senada dengan pendapat di atas, W.S Winkel berpendapat bahwa “belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pengetahuan, ketrampilan dan nilai sikap. Dan perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas.” 4

1

Suharso dan Ana Retnoningsih, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Semarang: Widya Karya, 2009), hlm. 390

2

Clifford T Morgan, Introduction to Psychology, (Tokyo: Mg Graw-Hill, Kogakusha Ltd, 1971), hlm. 63

3

Sholeh Abdul Azis dan Abdul Azis Madjid, Tarbiyah Wa Turuqu At-Tadris, Jus. 1., (Makkah : Darul Ma'rif, tth.), hlm. 169.

4

(20)

Dari beberapa definisi di atas, dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah ukuran atau hasil yang dicapai seseorang setelah mengikuti proses belajar berupa perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Untuk mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: 5 1) Faktor Intern.

Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri. Adapun yang dapat tergolong ke dalam faktor intern yaitu: a) Kecerdasan/intelegensi.

Menurut L. M. Lerman seperti dikutip Mustaqim, inteligensi adalah ”kemampuan berfikir dalam arti memikirkan hal-hal abstrak.”6 Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi, yang normal selalu menunujukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. Adakalanya perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antar satu anak dengan anak yang lainnya, sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tnggi dibandingkan dengan kawan sebayanya. Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar.

b) Bakat

Bakat adalah ”dasar (kepandaian, sifat dan pembawaan) yang dibawa dari lahir.”7 Dengan perkataan lain, hakekat merupakan kemampuan untuk belajar, secara umum bakat

5

Ibid.

6

Mustaqim, Ilmu Jiwa Pendidikan, (t.kp: Andalan Kita, 2007), hlm. 109

7

(21)

merupakan kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Kemampuan potensial itu baru akan terealisir menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih.

Tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang sangat ditentukan oleh bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. Dalam proses belajar terutama dalam belajar keterampilan, bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil prestasi yang baik.

c) Minat

Minat adalah ”kecenderungan jiwa yang tetap ke jurusan sesuatu hal yang berharga bagi orang. Sesuatu yang berharga bagi seseorang adalah yang sesuai dengan kebutuhannya.”8 Dengan demikian minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

Minat sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Pelajaran yang menarik minat peserta didik akan lebih mudah dipelajari karena peserta didik akan bersemangat untuk mempelajari pelajaran tersebut dan akhirnya prestasi belajarnya pun akan lebih baik.

d) Motivasi

Motivasi adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai sesuatu tujuan.9 Motivasi merupakan faktor yang penting dalam prestasi belajar. Prestasi belajar akan lebih baik jika peserta didik mempunyai motivasi untuk belajar.

8

Zakiyah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), cet. 1, hlm. 133

9

(22)

2) Faktor Ekstern

Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri peserta didik, antara lain: a) Keadaan Keluarga

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama kali mendapatkan pendidikan dan bimbingan. Oleh karena itu hendaknya orang tua menyadari bahwa keluarga sebagai peletak dasar pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Sehingga keluarga harus dapat mendidik dan membimbing anak dengan sebaik-baiknya. b) Keadaan Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua setelah keluarga. Keadaan sekolah sangat penting dalam menetukan keberhasilan belajar peserta didik, karena lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong peserta didik untuk belajar lebih baik. Keadaan sekolah meliputi: cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan peserta didik, alat-alat pelajaran dan kurikulum.

Kondisi-kondisi sekolah yang dapat menimbulkan masalah pada peserta didik antara lain kurikulum. Kurikulum adalah ”semua pengalaman belajar yang diberikan sekolah kepada peserta didik selama mereka mengikuti pendidikan di sekolah.”10 Oleh karena faktor kurikulum ini sangat menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Selain itu, kondisi sekolah yang dapat menimbulkan masalah pada peserta didik antara lain guru kurang menguasai bahan pelajaran, metode mengajar kurang sesuai, alat-alat dan media pengajaran kurang memadai.

c) Lingkungan Masyarakat

Masyarakat merupakan faktor eksternal yang juga mempengaruhi prestasi belajar peserta didik. pengaruh itu terjadi karna keberadaan peserta didik dalam masyarakat. Yang termasuk

10

(23)

dalam faktor masyarakat adalah kegiatan peserta didik dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan sebagainya. Untuk itu diperlukan usaha untuk menciptakan lingkungan baik aga dapat memberi pengaruh positif terhadap anak (peserta didik) sehingga dapat belajar dengan sebaik-baiknya.11

c. Indikator Prestasi Belajar

Carl Withenington seperti dikutip Anas Sudijono mengatakan bahwa indikator yang dapat dijadikan kriteria atau tolok ukur untuk menyatakan bahwa seorang peserta didik termasuk kategori “pandai” adalah bila peserta didik itu memiliki berbagai kemampuan seperti ketrampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan, pemahaman dan apresiasi.”12

Hasil belajar bisa dipahami sebagai kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Bloom seperti dikutip Sudjana mengklasifikasi hasil belajar menjadi tiga ranah yaitu:

a. Ranah kognitif berkaitan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintetis dan evaluasi.

b. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi.

c. Ranah psikomotoris berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak.13

Pada dasarnya prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam juga meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Ukuran prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam peserta didik dapat diketahui dari indikator-indikator sebagai beirkut :

11

Slameto, Belajar dan Faktor yang Mempengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta, 1995), hlm. 64.

12

Nana Sudjana, CBSA: Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru, 1989), hlm. 5-6.

13

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Pembelajaran, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995), hlm. 22.

(24)

a. Prestasi berkenaan dengan ranah cipta (kognitif), berupa pengembangan pengetahuan agama termasuk di alamnya fungsi ingatan dan kecerdasan.

b. Prestasi berkenaan dengan ranah rasa (afektif), berupa pembentukan sikap terhadap agama, termasuk di dalamnya fungsi perasaan dan sikap.

c. Prestasi berkenaan dengan ranah karsa (psikomotorik) berupa menumbuhkan ketrampilan beragama termasuk di dalamnya fungsi kehendak, kemauan dan tingkah laku.14

Pada kenyataannya yang menjadi tolok ukur adalah prestasi yang berkenaan dengan ranah cipta atau kognitif. Prestasi belajar jenis ini masih menjadi obsesi bagi kebanyakan orangtua dalam memacu belajar anak-anaknya. Banyak orang tua berusaha keras agar anak-anaknya memiliki pengetahuan yang luas yang dapat diukur dari kognitif ini. Orangtua akan bangga manakala anak-anak mereka memiliki ingatan yang tajam, pemahaman yang mendalam, mampu melakukan analisis dan sintesis atas berbagai masalah yang diamati. Tindakan tersebut akan mengakibatkan ketimpangan dalam kecerdasan anak terutama dalam ranah rasa (afektif). Anak akan miskin apresiasi dan internalisasi nilai-nilai luhur yang belaku di masyarakat. Dalam bahasa yang lebih modern, anak memiliki kecerdasan emosi yang rendah. Adapun ranah psikomotorik biasanya hanya ditonjolkan pada mata pelajaran olah raga, meskipun sebenarnya bukan semata-mata olahraga. Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut prestasi belajar adalah nilai yang diperoleh dari ulangan harian, tes formatif dan tes sumatif.

Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar adalah dengan mengetahui garis-garis besar indikator (petunjuk adanya prestasi tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan/diukur. Kunci pokok dengan alat dan kiat evaluasi yang dipandang tepat, reliabel dan valid.15

14

Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 1990), hlm. 266

15

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), hlm. 213 - 215

(25)

Jenis, indokator dan cara evaluasi prestasi adalah sebagai berikut:16

Ranah/Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi A. Ranah Cipta

(kognitif)

1. Pengamatan 1. Dapat menunjukkan 1. Tes lisan 2. Dapat membandingkan 2. Tes tertulis 3. Dapat menghubungkan 3. Observasi 2. Ingatan 1. Dapat menyebutkan 1. Tes lisan

2. Dapat menunjukkan kembali 2. Tes tertulis 3. Observasi 3. Pemahaman 1. Dapat menjelaskan 1. Tes lisan

2. Dapat mendefinisikan dengan lisan sendiri

2. Tes tertulis 4. Aplikasi /

Penerapan

1. Dapat memberikan contoh 1. Tes tertulis 2. Dapat menggunakan secara

tepat

2. Pemberian tugas 3. Observasi 5. Analisis

(peme-riksaan dan pemi-lihan secara teliti)

1. Dapat menguraikan 1. Tes tertulis 2. Dapat mengklasifikasikan /

memilah-milah

2. Pemberian tugas 6. Sintesis

(membuat

panduan baru dan utuh)

1. Dapat menghubungkan 1. Tes tertulis 2. Dapat menyimpulkan 2. Pemberian tugas 3. Dapat menggenerali-sasikan

(membuat prinsip umum) B. Ranah Rasa

(Afektif)

1. Penerimaan 1. Menunjukkan sikap menerima

1. Tes tertulis 2. Menunjukkan sikap

menolak

2. Tes skala sikap 3. Observasi 2. Sambutan 1. Kesediaan berpartisipasi /

terlibat

1. Tes skala sikap 2. Kesediaan memanfaatkan 2. Pemberitan tugas

3. Observasi 3. Apresiasi (Sikap

Menghargai)

1. Menganggap penting dan bermanfaat

1. Tes skala penilaian / sikap

2. Menganggap indah dan harmonis

2. Pemberian tugas 3. Mengagumi 3. Observasi 4. Internalisasi

(Pendalaman)

1. Mengakui dan meyakini 1. Tes skala sikap 2. Mengingkari 2. Pemberian tugas

yang ekspresif (yang menyatakan sikap) dan tugas proyektif (yang

16

(26)

Ranah/Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi nyatakan perkiraan atau ramalan) 5. Karakteristik (Penghayatan) 1. Melembagakan atau meniadakan 1. Pemberian tugas ekspresif dan proyektif 2. Menjelmakan dalam pribadi

dan perilaku sehari-hari

2. Observasi C. Ranah Karsa (Psikomotor) 1. Keterampilan dan bertindak 1. Kecakapan mengkoordinasi-kan gerak mata, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya

1. Observasi 2. Tes tindakan 2. Kecakapan ekspresi verbal dan nonverbal 1. Kefasihan melafalkan / mengucapkan 1. Tes lisan 2. Kecakapan membuat mimik

dan gerakan jasmani

2. Observasi 3. Tes tindakan

d. Batas Minimal Prestasi Belajar

Setelah mengetahui indikator prestasi belajar, guru perlu pula mengetahui batasan minimum keberhasilan yang selalu berkaitan dengan upaya pengungkapan hasil belajar. Ada beberapa alternatif norma pengukuran tingkat keberhasilan setelah mengikuti PBM, di antaranya : 1) Norma skala 0 sampai 10

2) Norma skala 0 sampai 100.17

Selain norma-norma tersebut, ada pula norma lain di negara Indonesia, yaitu norma prestasi belajar dengan menggunakan simbol huruf-huruf A, B, C, D dan E. Simbol huruf-huruf ini dapat dipandang sebagai terjemahan dari simbol angka-angka sebagaimana berikut ini. 18

Simbol-simbol Nilai Predikat Angka Huruf 80 – 100 A Sangat Baik 66 – 79 B Baik 17 Ibid., hlm. 219 18

Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), hlm. 245

(27)

56 – 65 C Cukup

40 – 55 D Kurang

30 – 39 E Gagal/Sangat Kurang

2. Pembelajaran SKI a. Pengertian

Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah merupakan salah satu mata pelajaran PAI yang menelaah tentang asal-usul, perkembangan, peranan kebudayaan/peradaban Islam dan para tokoh yang berprestasi dalam sejarah Islam pada masa lampau, mulai dari sejarah masyarakat Arab pra-Islam, sejarah kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW, sampai dengan masa Khulafaurrasyidin.19

Hal yang sangat mendasar adalah kemampuan menggali nilai, makna, aksioma, pelajaran/hikmah, dalil dan teori dari fakta sejarah yang ada. Oleh karena itu dalam tema-tema tertentu indikator keberhasilan belajar akan sampai pada pencapaian ranah afektif. Dengan demikian SKI tidak saja merupakan transfer of knowledge, tetapi juga merupakan pendidikan nilai (value education).20

b. Tujuan dan Fungsi

Mata pelajaran Sejarah

Kebudayaan

Islam di Madrasah

Ibtidaiyah bertujuan agar peserta didik memiliki

kemampuan-kemampuan sebagai berikut:

1) Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya

mempelajari landasan ajaran, nilai-nilai dan norma-norma

Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah SAW dalam

rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.

2) Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya

waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari

masa lampau, masa kini, dan masa depan

19

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah bab VI, hlm. 21

20

Departemen Agama RI, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Khusus untuk

(28)

3) Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta

sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan

ilmiah.

4) Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik

terhadap peninggalan sejarah Islam sebagai bukti

peradaban umat Islam di masa lampau.

5)

Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam

mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah

(Islam),

meneladani

tokoh-tokoh

berprestasi,

dan

mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik,

ekonomi,

iptek

dan

seni,

dan

lain-lain

untuk

mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.

21

c. Ruang Lingkup

Selama ini seringkali SKI hanya dipahami sebagai sejarah tentang kebudayaan Islam saja (history of Islamic culture). Dalam kurikulum ini SKI dipahami sebagai sejarah tentang agama Islam dan kebudayaan (history of Islam and Islamic culture). Oleh karena itu kurikulum ini tidak saja menampilkan sejarah kekuasaan atau sejarah raja-raja, tetapi juga dibahas sejarah perkembangan ilmu agama, sains dan teknologi dalam Islam. Aktor sejarah yang diangkat tidak saja nabi, sahabat dan raja, tetapi dilengkapi ulama, intelektual dan filosof. Faktor-faktor sosial dimunculkan untuk menyempurnakan pengetahuan peserta didik tentang SKI.

Ruang lingkup Sejarah Kebudayan Islam di Madrasah

Ibtidaiyah meliputi :

1) Sejarah masyarakat Arab pra-Islam, sejarah kelahiran dan

kerasulan Nabi Muhammad SAW.

2) Dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang

meliputi kegigihan dan ketabahannya dalam berdakwah,

kepribadian Nabi Muhammad SAW, hijrah Nabi

Muhammad SAW ke Thaif, peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi

Muhammad SAW.

3) Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib,

keperwiraan Nabi Muhammad SAW, peristiwa Fathu

Makkah, dan peristiwa akhir hayat Rasulullah SAW.

4) Peristiwa-peristiwa pada masa khulafaurrasyidin.

21

(29)

5) Sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah

masing-masing.

22

d. Rambu-Rambu

Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan khusus MI rambu-rambu pembelajaran SKI meliputi pendekatan pembelajaran, penilaian, pengorganisasian materi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, nilai-nilai, aspek sikap, ekstrakurikuler, serta keterpaduan. Rambu-rambu itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Pendekatan

Isi materi pada setiap aspek dikembangkan dalam suasana pembelajaran yang terpadu, meliputi:

a) Keimanan, yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan pemahaman dan keyakinan tentang adanya Allah SWT. sebagai sumber kehidupan.

b) Pengamalan, mengkondisikan peserta didik untuk mempraktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dilakukan sahabat, khalifah dan para ulama.

c) Pembiasaan, melaksanakan pembelajaran dengan membiasakan sikap dan perilaku yang baik yang sesuai dengan ajaran Islam yang dicontohkan oleh sahabat, khalifah dan para ulama.

d) Rasional, usaha meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran SKI dengan pendekatan yang memfungsikan rasio peserta didik, sehingga isi dan nilai-nilai yang ditanamkan mudah dipahami dengan penalaran.

e) Emosional, upaya menggugah perasaan (emosi) peserta didik untuk menghayati berbagai peristiwa dalam sejarah Islam sehingga lebih terkesan dalam jiwa peserta didik.

f) Fungsional, menyajikan materi SKI yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam arti

22

(30)

luas.

g) Keteladanan, yaitu pendidikan yang menempatkan guru dan semua tenaga kependidikan madrasah lainnya menjadi teladan; sebagai cerminan dari individu yang meneladani sahabat, khalifah dan para ulama.23

2) Penilaian

Penilaian dilakukan terhadap proses dan hasil belajar peserta didik berupa kompetensi yang mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan.

Penilaian berbasis kelas terhadap ketiga ranah tersebut dilakukan secara proporsional sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan peserta didik serta bobot setiap aspek dari setiap materi.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian SKI adalah prinsip kontinuitas, yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan peserta didik. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal, melainkan juga:

a) Penilaian terhadap peserta didik ketika duduk, berbicara, dan bersikap.

b) Pengamatan ketika peserta didik berada di ruang kelas, di tempat ibadah, dan ketika mereka bermain.24

Dari berbagai pengamatan itu perlu didokumentasikan terutama mengenai perilaku yang menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. Alat penilaian yang dapat digunakan antara lain: observasi, wawancara, angket, kuesioner, skala sikap, dan catatan harian.

3) Pengorganisasian Materi

Pengorganisasian materi pada hakikatnya adalah kegiatan menyiasati proses pembelajaran dengan perancangan/rekayasa

23

Departemen Agama RI, op.cit., hlm. 330

24

(31)

terhadap unsur-unsur instrumental melalui upaya pengorganisasian yang rasional dan menyeluruh. Kronologi pengorganisasian materi itu mencakup tiga tahap kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Perencanaan terdiri dari perencanaan per satuan waktu dan perencanaan per satuan bahan ajar. Perencanaan per satuan waktu terdiri dari program tahunan dan program semester. Perencanaan per satuan bahan ajar dibuat berdasarkan satu kebulatan bahan ajar yang dapat disampaikan dalam satu atau beberapa kali pertemuan. Pelaksanaan terdiri dari langkah-langkah pembelajaran di dalam atau di luar kelas, mulai dari pendahuluan, penyajian, dan penutup. Penilaian merupakan proses yang dilakukan terus-menerus sejak perencanaan, pelaksanaan, dan setelah pelaksanaan pembelajaran per pertemuan, satuan bahan ajar, maupun satuan waktu.

Dalam proses perancangan dan pelaksanaan pembelajaran hendaknya diikuti langkah-langkah strategis sesuai dengan prinsip didaktik, antara lain: dari mudah ke sulit; dari sederhana ke komplek; dan dari kongkrit ke abstrak.25

4) Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi informasi dan komunikasi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar mata pelajaran SKI. Dengan teknologi ini dimungkinkan memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang berbagai aspek materi SKI. Oleh karena itu guru dapat memanfaatkan TV, film, VCD / DVD / VCR, bahkan internet untuk menjadi media dan sumber belajar mata pelajaran SKI.

5) Nilai-nilai

Setiap materi yang diajarkan kepada peserta didik mengandung nilai-nilai yang terkait dengan perilaku kehidupan sehari-hari, misalnya mengajarkan materi sejarah keteguhan dan perjuangan para khalifah dalam menegakkan syariat Islam, di dalamnya juga

25

(32)

terkandung nilai-nilai keteladanan.26 Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan kepada peserta didik dalam pembelajaran SKI.

6) Aspek Sikap

Mata pelajaran SKI selain mengkaji masalah sejarah yang bersangkutan dengan aspek pengetahuan, juga mengajarkan aspek sikap, misalnya tentang berbagai usaha yang dilakukan para khalifah dalam bidang ilmu pengetahuan dan seni, sehingga peserta didik mampu mencontoh tentang kegigihan dalam menuntut ilmu dan mengembangkannya untuk kemaslahatan umat.27

7) Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler SKI dapat mendukung kegiatan intrakurikuler,28 misalnya mengunjungi tempat-tempat bersejarah, pengumpulan data-data sejarah dan lain-lain.

8) Keterpaduan

Pola pembinaan mata pelajaran SKI dikembangkan dengan menekankan keterpaduan antara tiga lingkungan pendidikan, yaitu: lingkungan keluarga, madrasah, dan masyarakat. Untuk itu guru perlu mendorong dan memantau kegiatan mata pelajaran SKI yang dialami oleh peserta didiknya di dua lingkungan lainnya (keluarga dan masyarakat), sehingga terwujud keselarasan dan kesesuaian sikap serta perilaku dalam pembinaannya.29

e. Materi SKI Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah

Materi SKI untuk kelas IV Madrasah Ibtidaiyah adalah tentang Dakwah Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabatnya, yang meliputi kegigihan dan ketabahannya dalam berdakwah, kepribadian Nabi

26 Ibid., hlm. 332 27 Ibid. 28 Ibid., hlm. 333. 29 Ibid.

(33)

Muhammad SAW, hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif, peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.30

Secara lebih detail dapat dilihat pada tabel berikut:31 Kelas IV, Semester 1

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1. Mengenal dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya

1.1 Menjelaskan dakwah Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya

1.2 Menunjukkan contoh ketabahan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya dalam berdakwah

1.3 Meneladani ketabahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dalam

berdakwah 2. Mengenal

kepribadian Nabi Muhammad SAW

2.1 Mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam

2.2 Menunjukkan contoh perilaku yang meneladani kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam 2.3 Meneladani kepribadian Nabi Muhammad

SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam Kelas IV, Semester 2

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

3. Memahami hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif dan Habsyah

3.1 Mengidentifikasi sebab-sebab Nabi Muhammad SAW hijrah ke Thaif dan Habsyah

3.2 Menceritakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif dan Habsyah 3.3 Meneladani kesabaran Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa hijrah ke Thaif dan Habsyah

4. Memahami peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi

Muhammad SAW

4.1 Mendeskripsikan peristiwa Isra’-Mi’raj Nabi Muhammad SAW

4.1 Mengambil hikmah dari peristiwa Isra’-Mi’raj Nabi Muhammad SAW

30

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah Bab VI.

31

(34)

f. Indikator Prestasi Belajar Materi tentang Dakwah Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabatnya

Indikator prestasi belajar SKI meliputi tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Indikator dari tiap aspek tersebut adalah:

a. Aspek kognitif

1) Peserta didik mampu menjelaskan dakwah Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya

2) Peserta didik mampu mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam

b. Aspek afektif

1) Peserta didik mampu menunjukkan contoh ketabahan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya dalam berdakwah 2) Peserta didik mampu menghayati ketabahan Nabi Muhammad

SAW dan para sahabatnya dalam berdakwah c. Aspek psikomotorik

1) Peserta didik memiliki kecakapan mengkoordinasikan gerak mata, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya saat menceritakan dakwah Rasulullah SAW.

2) Peserta didik mampu meneladani ketabahan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya dalam berdakwah.

3. Metode Index Card Macth

a. Pengertian Metode Index Card Macth

Istilah metode berasal dari bahasa Yunani yaitu ”metha” dan ”hodos”. Metha adalah melaui, hodos adalah jalan atau cara, jadi metode adalah jalan atau cara yang dilalui untuk mencapai tujuan.32

Sedangkan metode pembelajaran ialah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada pelajar. Karena penyampaian itu berlangsung dalam interaksi edukatif, metode mengajar dapat diartikan

32

Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM (Pembelajaran

Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan), (Semarang: Rasail Media Group, 2008),

(35)

sebagai cara yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.33 Dengan demikian, metode pembelajaran merupakan alat untuk menciptakan proses belajar mengajar.

Berkaitan dengan masalah pemilihan metode dalam pendidikan, hampir tidak dapat diabaikan beberapa faktor yang boleh dikatakan menjadi rambu-rambu penting dalam memilih metode agar metode itu dapat bekerja secara efektif dan maksimal dalam mencapai tujuan pendidikan.

Pertama, kondisi anak didik. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah apakah mereka memiliki tingkat kemampuan dalam respons terhadap metode yang diberlakukan kepada mereka, misalnya menggunakan metode card sort dan lainnya. Kedua, materi pelajaran yang menghendaki beraneka macam metode yang berbeda-beda. Ketiga, kapabilitas guru dalam menggunakan metode merupakan faktor yang menentukan efektifitas pemakaian metode yang dipilih. Keempat, tujuan, sebagaimana telah disinggung di depan. Metode apapun yang dipilih dalam pendidikan harus disinkronkan dengan tujuan yang hendak dicapai, bukan sebaliknya tujuan yang menyesuaikan metode.34

Oleh karena itu, metode yang dipilih oleh pendidik seharusnya merupakan metode yang tepat, metode yang tidak bertentangan dengan tujuan pembelajaran atau standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam RPP.

Ada banyak metode yang digunakan dalam pembelajaran, di antaranya dan salah satunya adalah metode index card macth (mencari jodoh kartu tanya jawab) yang merupakan salah satu strategi pembelajaran aktif (actieve learning). Metode ini digunakan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Tujuan penerapan strategi ini adalah untuk melatih

33

Hamzah B. Uno, Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang

Kreatif dan Efektif, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), hlm. 2

34

Untung Slamet, Muhammad Sang Pendidik, (Semarang: PT Pustaka Rizki Putra), 2005, hlm. 171-172.

(36)

peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi pokok.35

Ciri-ciri metode index card match, di antaranya: 1) Metode ini menggunakan kartu

2) Kartu dibagi menjadi dua berisi satu pertanyaan dan satu untuk jawaban

3) Metode ini di lakukan dengan cara berpasangan 4) Setiap pasangan membacakan pertanyaan dan jawaban

Langkah-langkah penerapan index card match itu sendiri sebagai berikut:

1) Guru membuat potongan-potongan kertas sejumlah peserta dalam kelas dan kertas tersebut dibagi menjadi dua kelompok.

2) Guru menulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada potongan kertas yang telah dipersiapkan. Setiap kertas satu pertanyaan.

3) Pada potongan kertas yang lain, ditulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat. Contoh dari kartu indeks tersebut adalah sebagai berikut:

4) Semua kertas dijadikan satu sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.

5) Kartu dibagikan kepada peserta didik. Setiap peserta didik mendapat satu kertas. Guru menlaskan bahwa aktivitas ini dilakukan berpasangan. Sebagian peserta akan mendapatkan soal dan sebagian yang lain akan mendapatkan jawaban.

35

Ismail SM, op.cit., hlm. 82. Paman Nabi Muhammad SAW yang menolak ajaran

Islam tetapi tetap membelanya adalah?

(37)

6) Guru meminta peserta didik untuk mencari pasangannya. Jika sudah ada yang menemukan pasangannya, mintalah mereka untuk duduk berdekatan. Jelaskan juga agar mereka tidak memberikan materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.

7) Setelah semua peserta menemukan pasangan dan duduk berdekatan, setiap pasangan secara bergantian membacakan soal yang diperoleh dengan suara keras kepada teman-teman lainnya. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangannya. Demikian seterusnya.

8) Pada akhir pembelajaran dilakukan klarifikasi dan kesimpulan serta tindak lanjut.

B. Kerangka Pemikiran

Mata pelajaran SKI dalam kurikulum madrasah Ibtidaiyah adalah salah satu bagian mata pelajaran pendidikan agama Islam yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik mengenal, memahami, menghayati kebudayaan Islam, yang kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya (way of life) melalui kegiatan bimbingan, guruan, latihan, penggunaan pengalaman dan pembiasaan.

Dalam penerapan pembelajaran SKI di MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal ternyata menghadapi beberapa kendala, antara lain: waktu yang terbatas, materi yang cukup padat, keberadaan perpustakaan yang terbatas baik lokasi maupun koleksi bukunya, tidak tersedianya buku pelajaran yang sesuai dengan KTSP, tidak tersedianya media pembelajaran seperti LCD/OHP, lemahnya sumber daya guru dalam pengembangan pendekatan dan metode yang lebih variatif. Hal ini mengakibatkan peserta didik merasa bosan dengan strategi pembelajaran SKI yang selama ini diterapkan, keterlibatan peserta didik terutama dalam mengajukan pertanyaan pada saat kegiatan belajar mengajar pada umumnya bersikap pasif, serta nilai ulangan mata pelajaran SKI pada umumnya masih kurang dari standar nilai kelulusan, yaitu 6,00.

Dalam KTSP 2007, pelaksanaan pembelajaran SKI diharapkan melibatkan keaktifan peserta didik baik fisik, mental, maupun sosialnya. Oleh karena itu guru seharusnya dapat memilih strategi pembelajaran yang dapat merangsang peserta

(38)

didik untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajarannya. Dengan demikian diharapkan prestasi belajar peserta didik pun menjadi meningkat. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode index card match.

Dalam strategi pembelajaran ini guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber belajar yang mendominasi jalannya pembelajaran, tetapi mengubah perannya menjadi fasilitator, motivator, dan membantu peserta didik untuk aktif dalam pembelajarannya. Penerapan strategi pembelajaran ini diharapkan memberi peluang kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajarannya.

Dalam proses pembelajaran guru harus bisa meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada pelajaran tersebut. Dalam penyampaian belajar guru dituntut agar menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan metode yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Dalam hal ini metode index card macth dapat digunakan untuk meningkatkan minat peserta didik untuk belajar, karena strategi ini cukup mnyenangkan dan dapat digunakan untuk mengulang materi yang telah di berikan sebelumya. Namun demikian materi barupun tetap bisa diajarkan dengan metode ini dengan catatan, peserta didik di beri tugas untuk mempelajari materi yang akan diajarkan dahulu sehingga ketika masuk kelas sudah memiliki bekal pengetahuan. Melalui metode index card macth ini prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran SKI akan meningkat.

C. Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah bahwa ada peningkatan prestasi belajar SKI materi pokok mengenal dakwah Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya melalui metode index card match pada peserta didik kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal tahun 2010.

(39)

28

METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Ebbut seperti dikutip Rochiati Wiraatmadja menyebutkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah Sarwiji Suwandi mengemukakan bahwa penelitian tindakan merupakan suatu penelitian yang bersifat reflektif yang didasarkan pada kondisi riil yang kemudian dicari permasalahannya dan ditindaklanjuti dengan melakukan tindakan-tindakan nyata yang terencana dan terukur.1 Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk memperbaiki berbagai persoalan nyata dan praktis dalam peningkatan mutu pembelajaran di kelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan peserta didik yang sedang belajar.2 Jadi Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan dalam proses pembelajaran guna memperbaiki kualitas pembelajaran itu sendiri.

B. Setting dan Subyek Penelitian 1. Waktu dan Tempat Penelitian

Lokasi yang penulis teliti adalah MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal. Penelitian tindakan kelas ini terfokus pada Kelas IV. Sedangkan waktu penelitian mulai pada tanggal 9 Agustus 2010 s/d 9 September 2010. Sedangkan jadwal pelaksanaan penelitian tindakan adalah sebagai berikut.

No Rencana Kegiatan Minggu Ke-

1 2 3 4 5 1 Persiapan

Menyusun konsep pelaksanaan Menyepakati jadwal

Menyusun instrumen

1

Sarwiji Suwandi, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Ilmiah, (Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 FKIP UNS Surakarta, 2009), hlm. 10-11

2

Suharsimi Arikunto, dkk., Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hlm. 2

(40)

Diskusi konsep 2 Pelaksanaan Pra siklus Pelaksanaan siklus I Pelaksanaan siklus II 3 Pembuatan Laporan

Menyusun Konsep Laporan 2. Subyek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal yang berjumlah 19 peserta didik yang terdiri dari 10 putra dan 9 putri. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru SKI yang sekaligus sebagai mitra (kolaborator peneliti). Oleh karena itu, selain peserta didik peneliti juga melakukan penelitian terhadap aktifitas guru, karena salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran adalah guru.

C. Desain Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ini ada empat tahapan yang dilalui yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Pelaksanaan setiap siklus didasarkan atas masukan dari siklus sebelumnya.3 Prosedur penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi kegiatan.

Desain Penelitian Tindakan

3 Ibid., hlm. 17 Perencanaan Pelaksanaan SIKLUS I Pengamatan Perencanaan Pelaksanaan Refleksi Pengamatan SIKLUS II Refleksi Hasil

(41)

Langkah-langkah dalam penelitian tindakan ini sebagai berikut : 1. Pra Siklus

Pada tahap pra siklus ini peneliti mengadakan kegiatan pembelajaran tanpa metode index card match dan setelah itu peneliti mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan tanpa metode index card match.

Dalam pelaksanaan pembelajaran pada pra siklus ini akan diketahui bagaimana prestasi belajar SKI peserta didik. Hal ini dilakukan untuk membandingkan hasil belajar yang diperoleh setelah menggunakan metode index card match pada siklus I dan II.

2. Siklus I

a. Perencanaan

1) Mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran SKI 2) Mencarikan Alternatif pemecahan

3) Membuat satuan tindakan (pemberian bantuan) 4) Membuat kartu pertanyaan dan jawaban

5) Menyusun lembar observasi peserta didik 6) Menyiapkan format evaluasi.

7) Mengembangkan format evaluasi model pembelajaran. b. Pelaksanaan tindakan

Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan tindakan upaya meningkatkan prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran SKI yang telah direncanakan. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1) Menyiapkan sarana pembelajaran

2) Memberikan informasi awal tentang jalannya pembelajaran dan tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik secara singkat. 3) Guru menyiapkan kartu berisi pertanyaan atau jawaban tentang

(42)

4) Kocoklah semua kertas tersebut sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.

5) Bagikan setiap peserta satu kertas. Aktivitas ini dilakukan berpasangan. Sebagian peserta akan mendapatkan soal dan sebagian yang lain akan mendapatkan jawaban.

6) Mintalah peserta untuk mencari pasangannya. Jika sudah ada yang menemukan pasangannya, mintalah mereka untuk duduk berdekatan. Jelaskan juga agar mereka tidak memberikan materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.

7) Setelah semua peserta menemukan pasangan dan duduk berdekatan, mintalah setiap pasangan secara bergantian membacakan soal yang diperoleh dengan suara keras kepada teman-teman lainnya. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangannya. Demikian seterusnya.

8) Guru melakukan klarifikasi dan kesimpulan serta tindak lanjut. 9) Guru melakukan evaluasi

c. Observasi

Dalam tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan observasi yang telah dipersiapkan. Peneliti mempersiapkan lembar observasi yang telah disiapkan untuk mengetahui kondisi kelas terutama semangat belajar peserta didik dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini hasil pengamatan kemudian didiskusikan dengan kolaborator yaitu guru bidang studi SKI untuk didiskusikan dan dicari solusi dari permasalahan yang ada pada waktu pembelajaran berlangsung.

d. Refleksi

Data-data yang diperoleh melalui observasi dikumpulkan dan dianalisis dalam tahap ini. Berdasarkan hasil observasi guru dapat merefleksi peningkatan prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran SKI. Dalam kegiatan refleksi ini akan dianalisis apakah kegiatan yang telah dilakukan dapat meningkatkan prestasi belajar

(43)

peserta didik dalam belajar SKI. Berdasarkan hasil refleksi ini juga akan dapat diketahui kelemahan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan kelas pada siklus berikutnya.

3. Siklus II

Pada prinsipnya, semua kegiatan siklus II sama dengan kegiatan siklus I. Siklus II merupakan perbaikan dari siklus I, terutama didasarkan atas hasil refleksi pada siklus I.

a. Tahapannya tetap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi b. Materi pelajaran berkelanjutan

c. Diharapkan, efektivitas kerja peserta didik semakin tinggi

D. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data, antara lain:

1. Metode Tes

Tes merupakan “alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan”4

Metode ini digunakan untuk mendapatkan informasi tentang hasil belajar peserta didik pada siklus I dan II. Tes ini untuk mengukur hasil belajar peserta didik kelas IV MI Hidayatul Mujahidin Jembayat Margasari Tegal Semester I pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan materi pokok mengenal dakwah Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya. Tes ini dilakukan pada akhir siklus I dan II.

2. Metode Observasi

Teknik pengumpulan data dengan observasi dilakukan dengan cara ”pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena atau

4

Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara., 2006), hlm. 53

Gambar

Diagram Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik   Dari Pra Siklus I, dan II

Referensi

Dokumen terkait

ROYKHATUL MUFIDAH NIM.. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar siswa pada mata

Aktivitas Belajar Dan Hasil Belajar Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) Dalam Menyelesaikan Soal

Data yang dimaksud adalah fakta lapangan tentang tinjauan Hukum Islam, kaitannya dengan pelaksanaan pembayaran Nishab Zakat Tanaman Padi yang ada di Desa

Latar belakang dari penelitian ini adalah kurang maksimalnya hasil belajar siswa disebabkan kurangnya pemahaman terhadap suatu materi yang dihasilkan dari pembelajaran yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture terhadap hasil belajar peserta didik kelas III Madrasah

Strategi Think Talk Write (TTW) adalah strategi pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk aktif dalam berpikir (Think), aktif mengemukakan hasil pemikirannya

Puji dan syukur dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih, tercurahkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, hidayah, dan taufik serta inayah-Nya

Secara tidak langsung pembacaan penulis dalam teks lagu “Kau Aku dan Obsesiku” dipengaruhi oleh Noe, vokalis sekaligus pengarang lagu itu, yang merupakan anak