• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK SISWA MI AL FADLIL WARUKARANGANAYAR

PURWODADI TAHUN PELAJARAN 2010/2011

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat Memperoleh Gelar Sarjana dalam

Ilmu Pendidikan Islam

Oleh:

FITRI DARMIYATI NIM: 093111394

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

2011

(2)

ii

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Fitri Darmiyati

NIM : 093111394

Jurusan/Program Studi : Pendidikan Agama Islam

menyatakan bahwa skripsi ini secara keseluruhan adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali bagian tertentu yang dirujuk sumbernya.

Semarang, 6 Juni 2011 Saya yang menyatakan,

Fitri Darmiyati NIM: 093111394

(3)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

Alamat: Jl. Prof. Dr.

Naskah skripsi dengan:

Judul : Pengaruh

Visu Akhlak

Tahun Pelajaran Nama : Fitri Darmiyati

NIM : 093111

Jurusan : Pendidikan Agama Islam Program Studi : Pendidikan Agama Islam Telah diujikan dalam sidang munaqasyah oleh

Tarbiyah IAIN Walisongo dan dapat diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam.

Ketua

Drs. Jasuri, M. Si.

NIP. 19671014 199403 1 005 Penguji I

Dr. Suja’i, M. Ag NIP. 19700503 199603 1 003

iii

KEMENTERIAN AGAMA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO FAKULTAS TARBIYAH

Alamat: Jl. Prof. Dr. Hamka (Kampus II) Ngaliyan Semarang Telp.(024) 7601295

PENGESAHAN Naskah skripsi dengan:

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Visual Terhadap Prestasi Belajar Mata Pela

Akhlak Siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar Purwodadi Tahun Pelajaran 2010/2011.

Fitri Darmiyati 093111394

Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam

Telah diujikan dalam sidang munaqasyah oleh Dewan Penguji Fakultas IAIN Walisongo dan dapat diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam.

Semarang, 14

DEWAN PENGUJI Ketua

Drs. Jasuri, M. Si.

NIP. 19671014 199403 1 005

Sekretaris

Siti Tarwiyah, S.S. M. Hum NIP. 19721108 199903 2 001 Penguji I

Dr. Suja’i, M. Ag NIP. 19700503 199603 1 003

Penguji II

Dr. Muslih, M.A.

NIP. 15027692 600000 1 000 Pembimbing

Nadhifah, M.S.I.

NIP. 19750827 200312 2 003

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

Hamka (Kampus II) Ngaliyan Semarang Telp.(024) 7601295

Pembelajaran Berbasis Mata Pelajaran Aqidah Al Fadlil Warukaranganyar Purwodadi

Dewan Penguji Fakultas IAIN Walisongo dan dapat diterima sebagai salah satu syarat

Semarang, 14 Juni 2011

Siti Tarwiyah, S.S. M. Hum NIP. 19721108 199903 2 001

Dr. Muslih, M.A.

00000 1 000

(4)

iv

NOTA PEMBIMBING Semarang, 6 Juni 2011

Kepada

Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo

di Semarang

Assalamu’alaikum wr.wb.

Dengan ini diberitahukan bahwa saya telah melakukan bimbingan, arahan dan koreksi naskah skripsi dengan :

Judul : Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Visual Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar Purwodadi Tahun Pelajaran 2010/2011.

Nama : Fitri Darmiyati

NIM : 093111394

Jurusan : Pendidikan Agama Islam Program Studi : Pendidikan Agama Islam

Saya memandang bahwa naskah skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo untuk diujikan dalam Sidang Munaqasyah.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Pembimbing I

Nadhifah ,M. S.I.

(5)

v ABSTRAK

Judul : Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Visual Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar Purwodadi Tahun Pelajaran 2010/2011.

Nama : Fitri Darmiyati

NIM : 093111394

Dalam penelitian ini penulis memiliki rumusan masalah; apakah ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar Purwodadi Tahun Pelajaran 2010 / 2011.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar Purwodadi tahun pelajaran 2010/2011.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis varian regresi dan analisis uji t.

Subyek penelitian sebanyak 60 responden, menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode interview, metode kuesioner, dan metode dokumentasi untuk mencari informasi mengenai responden.

Data tentang penggunaan media pembelajaran berbasis visual, diperoleh melalui angket. Berdasarkan data angket yang diperoleh penggunaan media pembelajaran berbasis visual termasuk kategori sedang dengan nilai mean 38,81666667. Prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak dilihat dari nilai rapot semester 1 tahun pelajaran 2010/2011. Berdasarkan data yang diperoleh, prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak termasuk kategori sedang dengan nilai mean 77,08333333.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil Freg yaitu 12,65983685, maka Freg ini lebih besar dari Ftabel (0,01: 7,08 dan Ftabel (0,05): 4,00. Kesimpulan yang dapat diambil adalah ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar.

Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji t-test diperoleh thitung = 3,37, maka thitung ini lebih besar darittabel(0,05: 2,00) dan (0,01 : 2,66). Jadi dapat disimpulkan hipotesis null ditolak dan Ha diterima. Ini berarti ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar.

(6)

vi MOTTO

ù&tø%$#

ÉΟó™$$Î/

y7În/u‘

“Ï%©!$#

t,n=y{

∩⊇∪

t,n=y{

z≈|¡ΣM}$#

ôÏΒ

@,n=tã

∩⊄∪

ù&tø%$#

y7š/u‘uρ ãΠtø.F{$#

∩⊂∪

“Ï%©!$#

zΟ‾=tæ ÉΟn=s)ø9$$Î/

∩⊆∪

zΟ‾=tæ

z≈|¡ΣM}$#

$ tΒ óΟs9

÷Λs>÷ètƒ

∩∈∪

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

(Q. S. al ‘Alaq/96: 1-5)1

1Departemen Agama RI, Al Qur’an Al Karim dan Terjemah, (Semarang: PT. Karya Toha Putra, 1996), hlm. 479.

(7)

vii

PERSEMBAHAN

Karya penelitian ini saya persembahkan kepada:

Suamiku tercinta Ary Hermawan yang telah mencurahkan kasih sayang dan dukungannnya serta doa sehingga penulis dapat

menyelesaikan studi ini.

Ayahanda dan Ibunda tersayang yang telah mendoakan dan memberi

motivasi sehingga penulis menyelesaikan studi ini.

(8)

viii

TRANSLITERASI

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 158/1987 dan No.0543 b/u/1987 tertanggal 10 September 1987 yang ditanda tangani pada tanggal 22 Januari 1988.

I. Konsonan Tunggal

Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan

ا

Alif a

ب

ba’ b Be

ت

ta’ t Te

ث

sa’ s s (dengan titik di atas)

ج

jim j Je

ح

h}ã’ h} ha (dengan titik di bawah)

خ

Khã kh ka dan ha

د

Dal d De

ذ

z\al z zet (dengan titik di atas)

ر

ra’ r Er

ز

z\ z Zet

س

Sin s Es

ش

Syin sy es dan ye

ص

s}ãd s es (dengan titik di bawah)

ض

d}ad d de (dengan titik di bawah)

ط

t}a t te (dengan titik di bawah)

ظ

z}a z zet (dengan titik di bawah)

ع

‘ain koma terbalik (di atas)

غ

Gain g Ge

(9)

ix

ف

Fa f Ef

ق

Qaf q Qi

ك

Kaf k Ka

ل

Lãm l El

م

Min m Em

ن

Nun n En

و

Wau w We

a

ha’ h Ha

ء

Hamzah Apostrop

ي

ya y Ye

II. Konsonan Rangkap

Konsonan rangkap yang disebabkan oleh syaddah ditulis rangkap.

Contoh:

لّef

= nazzala

ّghi

= bihinna III. Vokal Pendek

Fathah ( ) ditulis a, kasrah ( ) ditulis i, dan dammah ( ‘) ditulis u.

IV. Vokal Panjang

Bunyi a panjang ditulis ã, bunyi i panjang ditulis î, dan bunyi u panjang ditulis ũ, masing-masing dengan tanda penghubung ( - ) di atasnya.

Contoh:

1. Fathah + alif ditulis ã.

kl

ditulis falã.

2. Kasrah + ya’ mati ditulis î.

mnopq

ditulis tafs}îl.

3. Dammah + wawu mati ditulis ũ.

لrsا

ditulis us}ũl.

V. Fokal Rangkap

VI. Fathah + ya’ mati ditulis ai.

tunهewا

ditulis az-Zuhayli.

1. Fathah + wawu ditulis au.

xwوywا

ditulis ad-daulah.

(10)

x VII. Ta’ marbutah di akhir kata

1. Bila dimatikan ditulis ha. Kata ini tidak diperlakukan terhadap kata Arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia seperti salat, zakat dan sebagainya kecuali bila dikehendaki kata aslinya.

2. Bila disambung dengan kata lain (frase), ditulis t. Contoh:

yhz{|wا x}اyi

ditulis Bidayah al-Mujtahid.

VIII. Hamzah

1. Bila terletak di awal kata, maka ditulis berdasarkan bunyi vokal yang mengiringinya . Seperti

نا

ditulis inna.

2. Bila terletak di akhir kata, maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‘ ).

Seperti

ءt~

ditulis syai’un.

3. Bila terletak di tengah kata setelah vokal hidup, maka ditulis sesuai dengan bunyi vokalnya. Seperti

€iر

ditulis rabã’ib.

4. Bila terletak di tengah kata dan dimatikan, maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‘ ). Seperti

نو‚ƒ„q

ditulis ta’khuz\ũna.

IX. Kata Sandang alif + lam

1. Bila diikuti huruf qamariyyah ditulis al. ة†‡ˆwا ditulis al-Baqarah.

2. Bila diikuti huruf syamsiyyah, huruf l diganti dengan huruf syamsiyyah yang bersangkutan.

ء‰Šwا

ditulis an-Nisã’.

X. Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat

Dapat ditulis menurut bunyi atau pengucapannya dan menurut penulisannya.

ضو†pwا ىوذ

ditulis z\awil furũd} atau z\awi al-furũd}.

xЉwا mها

ditulis ahlussunnah atau ahlu as-sunnah.

Dalam skripsi ini dipergunakan cara pertama.

(11)

xi

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tetap terlimpahkan kepangkuan beliau Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, sahabat-sahabatnya serta orang-orang mukmin yang senantiasa mengikutinya.

Dengan kerendahan hati dan kesadaran penuh, peneliti sampaikan bahwa skripsi ini tidak akan mungkin terselesaikan tanpa adanya dukungan dan bantuan dari semua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah membantu. Adapun ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada:

1. Bapak Dr. Suja’i, M,Ag. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, beserta staf yang telah memberikan pengarahan dan pelayanan dengan baik selama masa penelitian.

2. Ibu Nadhifah,M.S.I., selaku pembimbing yang telah berkenan memberikan waktu, bimbingan dan pengarahan dalam penulisan skripsi ini

3. Segenap Pegawai Akademik IAIN Walisongo Semarang yang telah memberikan layanan dan bimbingan kepada penulis untuk meningkatkan dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan.

4. Suamiku tercinta yang selalu mendukung penulis dalam penyusunan skripsi ini.

5. Orang tuaku yang selalu mengasihi dan mendo’akanku.

6. Keluarga Madrasah Ibtidaiyah Al Fadlil Warukaranganyar yang selalu mendukung penulis.

7. Sahabat-sahabatku yang selalu memberi motivasi dan tempat bertukar pikiran dalam proses penulisan skripsi ini.

(12)

xii

8. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak membantu penulis hingga dapat diselesaikan penyusunan skripsi ini.

Kepada semua, penulis mengucapkan terima kasih, turut serta do’a semoga budi baik semuanya diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT. Amiin.

Akhirnya, semoga apa yang telah penulis rencanakan dan penulis kerjakan mendapat ridla Allah SWT dan dapat bermanfaat bagi seluruh ummat pada umumnya dan diri penulis khususnya.

Semarang, 14 Juni 2011

Penulis.

(13)

xiii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

PERNYATAAN KEASLIAN ... ii

PENGESAHAN ... iii

NOTA PEMBIMBING ... iv

HALAMAN ABSTRAK ... v

HALAMAN MOTO ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii

HALAMAN TRANSLITERASI ... viii

KATA PENGANTAR ... xi

DAFTAR ISI ... xiii

BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5

BAB II: LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka ... 6

B. Pengertian Media Pembelajaran Berbasis Visual ... 8

1. Pengertian Media Pembelajaran ... 8

2. Macam-macam Media Pembelajaran ... 10

3. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran ... 10

4. Ciri-ciri Media Pembelajaran ... 11

5. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran ... 12

6. Media Pembelajaran Berbasis Visual...13

C. Pengertian Prestasi Belajar ... 18

1. Pengertian Hasil Belajar ... 18

2. Faktor yang Mempengaruhi Belajar ... 24

D. Mata Pelajaran Aqidah Akhlak ... 27

E. Rumusan Hipotesis ... 35

(14)

xiv BAB III : METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian ... 36

B. Waktu dan Tempat Penelitian ... 36

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 36

D. Variabel dan Indikator Penelitian ... 37

E. Pengumpulan Data Penelitian ... 38

F. Analisis Data Penelitian ... 40

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian ... 44

1. Data Hasil Peneltian...44

2. Analisis Data Hasil Peneltian...50

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 61

C. Keterbatasan Penelitian ... 61

BAB V : PENUTUP A. Simpulan ... 63

B. Saran ... 64

DAFTAR KEPUSTAKAAN DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP

(15)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi.

Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri di mana guru atau dosen dan siswa / mahasiswanya bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Dalam komunikasi sering timbul dan terjadi penyimpangan – penyimpangan sehingga komunikasi tersebut tidak efektif dan efisien, antara lain disebabkan oleh adanya kecenderungan verbalisme, ketidaksiapan siswa / mahasiswa, kurangnya minat dan kegairahan, dan sebagainya.1

“Salah satu usaha untuk mengatasi keadaan demikian ialah dengan penggunaan media pembelajaran secara terintegrasi dalam proses belajar mengajar,karena fungsi media dalam kegiatan tersebut di samping sebagai penyaji stimulus informasi, sikap, dan lain – lain, juga untuk meningkatkan keserasian dalam penerimaan informasi.”2

Proses belajar pada hakekatnya adalah proses komunikasi yaitu penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran / media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran / media dan penerima pesan adalah komponen – komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum.

Sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain ataupun penulis buku dan produser media. Salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesannya adalah siswa atau juga guru.3

1 Basyiruddin M. Usman dan Asnawir, Media Pembelajaran , ( Jakarta : Ciputat pers, 2002 ), Cet .1. hlm. 13.

2. Basyiruddin M. Usman dan Asnawir, Media Pembelajaran, hlm. 13.

3 Arief S. Sadiman, et. al., Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan pemanfaatannya, ( Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2009 ), hlm. 11.

(16)

2 “Ada beberapa faktor yang menjadi pemghambat atau penghalang proses komunikasi yaitu hambatan psikologis, seperti minat, sikap, pendapat, kepercayaan, intelegensi, pengetahuan dan hambatan fisik seperti kelelahan, sakit, keterbatan daya indera dan cacat tubuh .”4 “Dua jenis hambatan yang lain adalah hambatan kultural seperti perbedaan adat istiadat, norma – norma sosial, kepercayaan dan nilai – nilai panutan; dan hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan situasi dan kondisi keadaan sekitar.”5

Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu visual dalam kegiatan pembelajaran, yaitu sebagai sarana untuk mendorong motivasi belajar siswa, memperjelas, dan mempermudah konsep yang abstrak dan mempertinggi daya serap. Kemudian dengan adanya pengaruh tehnologi, lahirlah berbagai alat peraga audiovisual yang menekankan pada penggunaan pengalaman yang konkret untuk menghindari verbalisme.6

Banyak media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran, salah satunya adalah media pembelajaran visual, dimana dengan media pembelajaran visual ini dapat membantu memudahkan siswa dalam memahami pelajaran. Media pembelajaran visual bisa dibuat guru dengan biaya murah, lain halnya media audio visual yang memerlukan peralatan dengan biaya mahal.

“Levie & Lentz ( 1982 ) mengemukakan fungsi media pengajaran, khususnya media visual, yaitu (a) fungsi atensi, (b) fungsi afektif, (c) fungsi kognitif, dan (d) fungsi kompensatoris.”7

“Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi

4 Arief S. Sadiman, et. al., Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan pemanfaatannya., hlm. 13.

5 . Arief S. Sadiman, et. al., Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan pemanfaatannya, hlm. 13.

6 Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, ( Jakarta : CV. Misaka Galiza, 2003 ), Cet. I, hlm. 117.

7 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, ( Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2003 ), Cet.

V, hlm. 16.

(17)

3 pelajaran.”8 “Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar ( atau membaca ) teks yang bergambar.

Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.”9

“Fungsi kognitif visual terlihat dari temuan – temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.”10 “Fungsi kompensatoris bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.”11

Aqidah akhlak di Madrasah Ibtidaiyah merupakan salah satu mata pelajaran PAI yang mempelajari tentang rukun iman yang dikaitkan dengan pengenalan dan penghayatan terhadap al – asma’ al – husna, serta penciptaan suasana keteladanan dan pembiasaan dalam mengamalkan akhlak terpuji dan adab islami melalui pemberian contoh – contoh perilaku dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari – hari. Secara substansial mata pelajaran aqidah akhlak memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktikkan al – akhlakul karimah dan adab Islami dalam kehidupan sehari – hari sebagai manifestasi dari keimanannya kepada Allah, Malaikat – malaikat - Nya, kitab – kitab - Nya, rasul – rasul – Nya, hari akhir, serta Qada dan Qodar.12

“Mata pelajaran aqidah akhlak bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan peserta didik yang diwujudkan dalam akhlaknya

8Azhar Arsyad, Media Pembelajaran , hlm. 16.

9 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran , hlm. 17.

10Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, hlm. 17.

11Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, hlm. 17.

12 Abdul Kholiq, Analisis Kurikulum Madrasah ( Mata Pelajaran Akidah Akhlak ), ( Semarang : Kementerian Agama RI Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 2010 ), Cet. I, hlm. 38.

(18)

4 yang terpuji, melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang aqidah akhlak islam.”13 “Pada umumnya peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah berusia 7 – 11 tahun. Pada rentang usia ini perkembangan kognitif pada tahap konkret operasional.Anak – anak dalam rentang usia 7 – 11 tahun baru mampu berpikir sistematis mengenai benda – benda dan peristiwa - peristiwa konkret.”14 Untuk itu diperlukan media pembelajaran khususnya media berbasis visual. Dengan media ini materi yang abstrak bisa dikonkretkan, juga dapat menarik perhatian peserta didik.

Media pembelajaran berbasis visual digunakan dalam proses belajar mengajar di MI Al Fadlil Warukaranganyar dengan tujuan menarik perhatian siswa dan mengkongkretkan materi pelajaran yang bersifat abstrak. Demikian pula materi mata pelajaran aqidah akhlak yang bersifat abstrak, maka dibutuhkan media berbasis visual. Maka penulis ingin meneliti pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis visual tersebut terhadap prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak.

Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, maka penulis mengadakan penelitian berjudul : “Pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar Purwodadi tahun pelajaran 2010 / 2011”

B. Rumusan Masalah

Setiap masalah penelitian sering dijumpai adanya permasalahan, di mana masalah yang perlu dihadapi. Rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut :

“ Apakah ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar Purwodadi Tahun Pelajaran 2010 / 2011. “

13 Khaeruddin, et. al., Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) Konsep dan Implementasinya di Madrasah, ( Jogjakarta : Nuansa Aksara, 2007 ), Cet. I, hlm. 179.

14 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, ( Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2008 ), Cet. XIV, hlm. 73.

(19)

5 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

“Untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar Purwodadi tahun pelajaran 2010 / 2011”.

2. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan agar memberi manfaat baik secara praktis, teoritis, maupun kebijaksanaan.

a. Secara Praktis

1) Bagi peneliti dapat menambah pengetahuan praktis di bidang penelitian dan pengalaman langsung penggunaan media berbasis visual serta pengaruhnya terhadap prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak.

2) Bagi peserta didik dapat memberikan sikap positif dan meningkatkan pemahaman materi mata pelajaran aqidah akhlak.

3) Bagi guru sebagai bahan masukan untuk menggunakan media pembelajaranyang efektif dan efisien sehingga prestasi belajar khususnya mata pelajaran aqidah akhlak dapat meningkat.

4) Dapat memberikan motivasi kepada para pendidik, dan pembaca yang concern dalam dunia pendidikan supaya lebih dapat kreatif dan inovatif.

b. Secara Teoritis

1) Pengembangan terhadap teori tentang fungsi media pembelajaran.

2) Bagi pemerhati pendidikan sebagai sumbangan pemikiran dan bahan masukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

c. Secara Kebijaksanaan

Bagi sekolah / madrasah khususnya MI Al Fadlil Warukaranganyar Purwodadi, dapat memberikan masukan supaya mempergunakan media pembelajaran dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

(20)

6

BAB II

KAJIAN UMUM TENTANG

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK

A. Kajian Penelitian yang Relevan

Dalam kajian pustaka ini terdiri atas penelitian terdahulu yang relevan dengan penulisan skripsi sebagai bahan perbandingan, penulis akan mengkaji beberapa penelitian terdahulu untuk menghindari kesamaan obyek dalam penelitian.

1. Penelitian yang dilakukan oleh Atik Yuli Suryani NIM : 02-4385 mahasiswa STAIMUS, Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas V SD Negeri 02 Warukaranganyar Purwodadi Tahun Pelajaran 2007/2008, Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar pendidikan agama islam siswa kelas V SD Negeri 2 Warukaranganyar Purwodadi. Hasil penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa Pendidikan Agama Islam kelas V SD Negeri 02 Warukaranganyar. Ini dibuktikan dengan hasil perhitungan rxy diperoleh koefisien korelasi (r hitung ) = 0,469 dan setelah dikonsultasikan dengan tabel signifikan 5 % untuk N: 30, nilai rxy product moment (rtabel) = 0,361.

Jadi r hitung lebih besar dari r tabel.

2. Penelitian yang dilakukan Ali Nurwakit NIM:10710469 SETIA-WS Semarang, Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Perilaku Keagamaan di MI Al Fadlil Warukaranganyar, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh antara Pendidikan Agama Islam dalam membentuk perilaku keagamaan siswa MI Al Fadlil Warukaranganyar Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan. Hasil penelitiaan ini adalah adanya pengaruh yang signifikan pendidikan agama islam terhadap perilaku

(21)

7 keagamaan di MI Al Fadlil Warukaranganyar. Ini dibuktikan dengan hasil perhitungan rxy diperoleh koefisien korelasi (r hitung ) = 0,355 dan setelah dikonsultasikan dengan tabel signifikan 5 % untuk N= 57 nilai rxy product moment (rtabel) = 0,260. Jadi r hitung lebih besar dari r tabel.

3. Penelitian yang dilakukan Muhammad Habaib NIM : 3104102, Efektifitas penggunaan media pembelajaran visual dalam meningkatkan hasil belajar fisika materi pokok gerak lurus ( studi pada siswa kelas X MA YPPA Cipulus Wanayasa Purwakarta ). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui sejauhmana efektifitas penggunaan media pembelajaran visual terhadap hasil belajar mata pelajaran fisika materi gerak lurus pada siswa kelas X MA YPPA Cipulus Wanayasa Purwakarta. Hasil penelitian ini adalah hasil tes yang telah dilakukan diperoleh rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen pre test adalah 61,43 dan post test adalah 89,30 sedangkan kelompok kontrol pre test adalah 62.48 dan post test adalah 85,38. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji perbedaan rata-rata pihak (uji t-test) yaitu pihak kanan diperoleh thitung = 1,781 dan ttabel=1,67 karena thitung > ttabel berarti Ho ditolak, terlihat bahwa hasil belajar kedua kelompok tersebut berbeda secara signifikan/nyata. Maka dapat dikatakan bahwa penggunaan media pembelajaran visual lebih efektif daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar fisika materi gerak lurus di MA YPPA Cipulus Wanayasa. Selain meningkatkan hasil belajar siswa, pembelajaran menggunakan media visual juga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam bertanya, menjelaskan, dan berdiskusi untuk menyelesaikan suatu masalah.

4. Penelitian yang dilakukan Lathifatus Sa’idah NIM :3104009, Efektivitas Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik pada Materi Perbandingan Semester Ganjil Kelas VII MTs. NU Salafiyah Demak Tahun Pelajaran 2008/200.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pembelajaran matematika dengan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD terhadap hasil belajar matematika peserta didik MTs NU Salafiyah Demak. Hasil penelitan ini adalah bahwa pembelajaran cooperative learning tipe STAD dapat

(22)

8 meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan sehingga hasil belajar siswa yang diajar dengan cooperative learning tipe STAD lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa yaitu rata-rata siswa kelas eksperimen

= 67,25 sedangkan rata-rata siswa kelas kontrol = 57,75.

B. Pengertian Media Pembelajaran Berbasis Visual

1. Pengertian Media Pembelajaran

“Media berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara (NOPQو) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.”1 “Media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan audien ( siswa ) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar.”2 “Salah satu pengertian media adalah yang diungkapkan oleh Gerbich dan Ely (1971), media secara garis besar adalah materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Secara khusus media dalam proses belajar mengajar dapat diartikan sebagai alat grafis, photography atau elektronik untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.”3

“Gagne dan Briggs (1975) mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape-recorder, kaset, video kamera, film, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Media pembelajaran adalah sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau bahan pembelajaran.”4 “Media pembelajaran

1Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003), Cet. 4, hlm. 3

2Asnawir dan Usman, M. Basyirudin, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm.11

3 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, hlm. 3

4 Bambang Warsita, Tehnologi Pembelajaran Landasan dan aplikasinya, ( Jakarta : Rineka Cipta, 2008 ), Cet. 1, hlm. 121.

(23)

9 adalah media yang dirancang secara khusus untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik sehingga terjadinya proses pembelajaran.”5

“Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi.”6 Kegiatan belajar mengajar dikelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Dalam komunikasi sering terjadi penyimpangan- penyimpangan sehingga komunikasi tersebut tidak efektif dan efisien. Hal ini antara lain disebabkan karena ketidaksiapan ataupun kurangnya minat siswa.

Salah satu usaha untuk mengatasi keadaan demikian ialah penggunaan media secara terintegrasi dalam proses belajar mengajar. Fungsi media dalam kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan keserasian dalam penerimaan informasi.

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat- alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan ketrampilan membuat media pengajaran yang akan digunakan apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa media belajar adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada umumnya.

5 Bambang Warsita, Tehnologi Pembelajaran Landasan dan aplikasinya, hlm. 121

6 Asnawir dan Usman, M. Basyirudin, Media Pembelajaran, hlm 13.

(24)

10 2. Macam-macam media

“Media pembelajaran dilihat dari jenisnya, dapat diklasifikasikan menjadi media audio, media cetak, dan media elektronik."7 “Bretz mengindentifikasi ciri utama dari media menjadi tiga unsur pokok, yaitu suara, visual dan gerak.”8 Bretz juga membedakan antara media siar ( telecommunication ) dan media rekam ( recording ) sehingga terdapat 8n klasifikasi media : 1) media audio visual gerak, 2) media audio visual diam, 3) media audio semi – gerak, 4) media visual gerak, 5) media visual diam, 6) media semi – gerak, 7) media audio dan 8) media cetak.9

Ada beberapa jenis media pendididkan yang biasa digunakan dalam proses pengajaran :10

a. Media Grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik,dan lain – lain. Media grafis sering juga disebut media dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar.

b. Media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti model padat ( solid model ), model penampang, model susun, model kerja. mock up, diorama dan lain – lain.

c. Media proyeksi seperti slide, filmstrip, film, penggunaan OHP dan lain – lain.

d. Penggunaan lingkungan sebagai media pendidikan.

3. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

Media merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Karena beraneka ragamnya media tersebut, maka masing- masing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Untuk itu, perlu melakukan pemilihan dengan cermat dan tepat agar dapat digunakan secara

7 Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, ( Jakarta : CV. Misaka Galiza, 2003 ), Cet. II., hlm. .110.

8 Arief S. Sadiman, et. al., Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, ( Jakarta : Rajawali Pers, 2009 ), Cet. 13, hlm. .20.

9 Arief S. Sadiman, et. al., Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, hlm 20.

10 Harjanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta : Rineka Cipta, 2003), cet. 3, hlm.237-238

(25)

11 tepat guna. Pemilihan serta pemanfaatan media perlu memperbaiki kriteria:11

a. Tujuan

Media hendaknya menunjang tujuan pengajaran yang telah dirumuskan b. Ketepatgunaan

Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari c. Keadaan peserta didik

Kemampuan daya pikir dan daya tangkap peserta didik serta besar kecilnya kelemahan peserta didik perlu dipertimbangkan.

d. Ketersediaan

Pemilihan perlu memperhatikan ada atau tidak media di perpus atau sekolah serta mudah sulitnya diperoleh.

e. Mutu teknis

Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik.

f. Biaya

Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau tidak.

4. Ciri - ciri Media Pembelajaran

Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Azhar Arsyad mengemukakan 3 ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu atau kurang efisien melakukannya. Ciri-ciri media pembelajaran antara lain: 12

a. Ciri fiksatif (fixative property)

Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Dengan ciri fiksatif ini, media memungkinkan suatu rekaman

11 Harjanto, Perencanaan Pengajaran , hlm.238-239.

12 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, hlm.12-14.

(26)

12 kejadian atau objek yang terjadi pada satu waktu tertentu ditransportasikan tanpa mengenal waktu.

b. Ciri manipulatif (manipulative property)

Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar. Misalnya bagaimana proses perubahan larva menjadi kupu-kupu dapat dipercepat dengan teknik rekaman fotografi.

c. Ciri distributif (distributive property)

Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama dengan kejadian itu.

5. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran

Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan sebagai berikut: 13

a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis.

b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, seperti misalnya:

1) Obyek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film, atau model.

2) Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar.

3) Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photograpy.

4) Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.

5) Obyek yang komplek (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain.

13 Harjanto, , Perencanaan Pengajaran, hlm 245.

(27)

13 6) Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar,dan lain-lain.

c. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap positif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:

1) Menimbulkan kegairahan belajar.

2) Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara peserta didik dengan lingkungan dan kenyataan.

3) Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

Sedangkan Fungsi media pembelajaran yaitu: 14

a. Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru

b. Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi konkrit)

c. Menarik perhatian siswa lebih besar (jalannya pelajaran tidak membosankan)

d. Lebih menarik perhatian dan minat siswa dalam belajar.

6. Media Pembelajaran Berbasis Visual

Media pembelajaran visual (image atau perumpamaan) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.

Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin disampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto,

14Usman, M. Basyirudin, Media Pembelajaran, hlm.24.

(28)

14 gambar/ilustrasi, sketsa/gambar garis, grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Foto menghadirkan ilustrasi melalui gambar yang hampir menyamai kenyataan dari sesuatu obyek atau situasi. Sementara itu, grafik merupakan representasi simbolis dan artistik sesuatu obyek atau situasi.

Keberhasilan penggunaan media berbasis visual ditentukan oleh kualitas dan efektivitas bahan-bahan visual dan grafik itu. Hal ini hanya dapat dicapai dengan mengatur dan mengorganisasikan gagasan-gagasan yang timbul, merencanakannya dengan seksama, dan menggunakan teknik-teknik dasar visualisasi obyek, konsep, informasi, atau situasi.

Bentuk visual bisa berupa : 15 (a) gambar representasi seperti gambar, lukisan atau foto yang menunjukkan bagaimana tampaknya suatu benda; (b) diagram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep, organisasi, dan sruktur isi materi; (c) peta yang menunjukkan hubungan-hubungan ruang antara unsur-unsur dalam isi materi; (d) grafik seperti tabel dan chart (bagan) yang menyajikan gambaran/kecenderungan data atau antara hubungan seperangkat gambar atau angka-angka.

Berikut ragam media pembelajaran berbasis visual:

a. Gambar

Gambar-gambar dapat dikumpulkan dari berbagai sumber seperti kalender, majalah, surat kabar, pamflet dari biro perjalanan, dan sebagainya.

b. Model

Model-model dapat merupakan tiruan dari benda yang sebenarnya seperti model mobil, kereta api, rumah, binatang, dan lain-lain.

c. Koleksi

Bermacam-macam koleksi dapat diadakan seperti macam-macam tekstil, batu-batuan, daun kering mata uang, perangko, dan sebagainya.

d. Peta dan globe

15Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, hlm. 89.

(29)

15 Geografi dan pelajaran sejarah akan pincang tanpa peta. Macam- macam peta harus disediakan tentang tiap bagian dunia, juga peta ekonomi, penduduk, dan sebagainya.

e. Buku pelajaran

Buku pelajaran merupakan alat pengajaran yang paling banyak digunakan di antara semua alat pengajaran lainnya.

Keuntungan buku pelajaran antara lain:16

1) Buku pelajaran membantu guru melaksanakan kurikulum karena disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku.

2) Buku pelajaran juga merupakan pegangan dalam menentukan metode pengajaran.

3) Buku pelajaran memberi kesempatan bagi siswa untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru.

4) Buku pelajaran dapat digunakan untuk tahun-tahun berikutnya dan bila direvisi dapat bertahan dalam waktu yang lama.

5) Buku pelajaran yang uniform memberi kesamaan mengenai bahan dan standar pengajaran.

6) Buku pelajaran memberikan kontinuitas pelajaran di kelas yang berurutan, sekalipun guru berganti.

7) Buku pelajaran memberi pengetahuan dan metode mengajar yang lebih mantapbila guru menggunannya dari tahun ke tahun.

f. Film

Film harus dipilih agar sesuai dengan pelajaran yang sedang diberikan. Beberapa keuntungan film adalah:17

1) Film sangat baik menjelaskan suatu proses, bila perlu dengan menggunakan “slow motion”.

2) Tiap murid dapat belajar sesuatu dari film, yang pandai maupun yang kurang pandai.

16S.Nasution, TehnologiPendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1999), Cet. 2, hlm. 103.

17 S.Nasution, TehnologiPendidikan, hlm. 104.

(30)

16 3) Film sejarah dapat menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu

secara realistis dalam waktu yang singkat.

4) Film dapat membawa anak dari negara yang satu ke negara yang lain dan dari masa yang satu ke masa yang lain.

5) Film dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan.

g. Filmstrip dan slide

Filmstrip dan slide diperlihatkan kepada murid-murid dengan menggunakan proyektor. Yang dilihat gambar “mati” jadi bukan gambar hidup seperti film. Gambar itu dapat merupakn foto, tabel, diagram karton, reproduksi lukisan, dan sebagainya.

h. Overhead projector

Overhead projector dapat memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada lembaran plastik transparan. Guru dapat membuat tulisan, catatan atau gambar pada lembaran transparan itu seperti yang dapat dilakukannya pada papan tulis. Overhead projector dapat digunakan tanpa menggelapkan ruangan.

Ada beberapa prinsip umum yang perlu diketahui untuk penggunaan efektif media berbasis visual sebagai berikut: 18

a) Usahakan visual itu sederhana mungkin dengan menggunakan gambar garis, karton, bagan, dan diagram. Gambar realistis harus digunakan secara hati-hati karena gambar yang amat rinci dengan realisme sulit diproses dan dipelajari bahkan seringkali mengganggu perhatian siswa untuk mengamati apa yang harusnya diamati.

b) Visual digunakan untuk menekankan informasi sasaran (yang terdapat teks) sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.

c) Gunakan grafik untuk menggambarkan ikhtisar keseluruhan materi sebelum menyajikan unit demi unit pelajaran untuk digukan oleh siswa mengorganisasikan informasi.

d) Ulangi sajian visual dan libatkan siswa untuk meningkatkan daya ingat.

Meskipun sebagian visual dapat dengan mudah diperoleh informasinya,

18Azhar Arsyad, , Media Pembelajaran . hlm 89-91.

(31)

17 sebagian lagi memerlukan pengamatan dengan hati-hati. Untuk visual yang kompleks siswa perlu diminta untuk mengamatinya, kemudian mengungkapkan sesuatu mengenai visual tersebut setelah menganalisis dan memikirkan informasi yang terkandung dalam visual itu. Jika perlu, siswa diarahkan kepada informasi penting secara rinci.

e) Gunakan gambar untuk melukiskan perbedaan konsep-konsep, misalnya dengan menampilkan konsep-konsep yang divisualkan itu secara berdampingan.

f) Hindari visual yang tak-berimbang

g) Tekankan kejelasan dan ketepatan dalam semua visual

h) Visual yang diproyeksikan harus dapat terbaca dan mudah dibaca

i) Visual, khususnya diagram, amat membantu untuk mempelajari materi yang agak kompleks

j) Visual yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan gagasan khusus akan efektif apabila (1) jumlah objek dalam visual yang akan ditafsirkan dengan benar dijaga agar terbatas, (2) jumlah aksi terpisah yang penting yang pesan-pesannya harus ditafsirkan dengan benar sebaiknya terbatas, dan (3) semua objek dan aksi yang dimaksudkan dilukiskan secara realistik sehingga tidak terjadi penafsiran ganda.

k) Unsur-unsur pesan dalam visual itu harus ditonjolkan dan dengan mudah dibedakan dari unsur-unsur latar belakang untuk mempermudah pengolahan informasi.

l) Caption (keterangan gambar) harus disiapkan terutama untuk (1) menambah informasi yang sulit dilukiskan secara visual, (2) memberi nama orang, tempat, atau objek, (3) menghubugkan kejadian atau aksi dalam lukisan dengan visual sebelum atau sesudahnya, dan (4) menyatakan apa yang orang dalam gambar itu sedang kerjakan, pikirkan atau katan.

m) Warna harus digunakan secara realistik.

n) Warna dan pemberian bayangan digunakan untuk menarahkan perhatian dan membedakan komponen-komponen.

(32)

18 C. Pengertian Prestasi Belajar

1. Pengertian Prestasi Belajar

“Prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya.”19 Sebelum menguraikan pengertian hasil belajar terlebih dahulu

penulis akan memaparkan pengertian belajar.

“Belajar (learning) adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup,sejak ia masih bayi sampai ke liang lahat nanti.”20

“Menurut M. Ngalim Purwanto belajar adalah suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman, dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar, seperti perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seorang bayi” .21

“Belajar menurut Morris L. Bigge seperti yang dikutip Max Darsono dkk,adalah perubahan yang menetap dalam diri seseorang yang tidak dapat diwariskan secara genetis.”22

“Gagne (1985) juga menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan dalam kemampuan yang bertahan lama dan bukan berasal dari proses pertumbuhan.”23

“Menurut Ilmu jiwa Gestalt, belajar ialah mengalami, berbuat, bereaksi dan berpikir secara kritis.”24

“Belajar adalah proses yang terus menerus, yang tidak pernah berhenti dan tidak terbatas pada dinding kelas.”25

19 Suharso dan Ana Retnoningsih,Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Semarang : Widya Karya, 2006 ) Cet. 1, hlm. .390.

20 Bambang Warsita, Tehnologi Pembelajaran Landasan dan aplikasinya, hlm. .62.

21M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990), Cet. 5, hlm. 84

22Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM :Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif,Efektif dan Menyenangkan,( Semarang : RaSail Group, 2008 ), Cet. 1, hlm. .9

23 Udin. S. Winataputra, dkk, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008), Cet. 4, hlm. 1.8.

24Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, ( Jakarta:Ciputat Pers, 2002), Cet. 1, hlm. 22.

(33)

19 Berdasarkan beberapa pengertian belajar di atas, secara umum dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses pengalaman dan latihan akibat interaksi individu dengan lingkungan sehingga menghasilkan perubahan perilaku yang mencakup pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap dan kemampuannya di bidang tertentu.

Belajar bagi manusia merupakan keharusan yang mesti dijalankan karena dengan belajar ilmu pengetahuan dan jendela wawasan dunia dapat terlihat. Hal ini sebagaimana telah difirmankan Allah dalam surat al ‘Alaq ayat 1-3 yang berbunyi:

ù&tø%$#

ÉΟó™$$Î/

y7În/u‘

“Ï%©!$#

t,n=y{

∩⊇∪

t,n=y{

z≈|¡ΣM}$#

ôÏΒ

@,n=tã

∩⊄∪

ù&tø%$#

y7š/u‘uρ ãΠtø.F{$#

∩⊂∪

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah,Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. (Q.S. al-‘Alaq/96: 1-3).26

“Hasil belajar berupa perubahan perilaku atau tingkah laku.”27

“Perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar ialah perubahan yang dihasilkan dari pengalaman ( interaksi dengan lingkungan ), di mana proses mental dan emosional terjadi.”28

Ciri-ciri tingkah laku yang diperoleh dari hasil belajar adalah:29

a. Terbentuknya tingkah laku baru berupa kemampuan aktual dan potensial.

b. Kemampuan baru tersebut berlaku dalam waktu relatif lama.

c. Kemampuan baru tersebut diperoleh melalui usaha.

Berdasarkan pengertian di atas hasil belajar diartikan sebagai hasil yang telah dicapai oleh peserta didik dalam proses belajar mengajar.

25Hamruni, Strategi dan Model-model Pembelajaran Aktif Menyenangkan, (Yogyakarta:

Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, 2009), hlm. 49.

26 Departemen Agama RI, Al Qur’an Al Karim dan Terjemah, (Semarang: PT. Karya Toha Putra, 1996), hlm. 479.

27 Udin. S. Winataputra, dkk., Strategi Belajar Mengajar , ( Jakarta : Universitas Terbuka, 2004), Cet, 13, hlm. . 2.6.

28 Udin. S. Winataputra, et.al., Strategi Belajar Mengajar, hlm. 2.6.

29 Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM :Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif,Efektif dan Menyenangkan, hlm. 17.

(34)

20 Menurut Benjamin S. Bloom ada tiga ranah hasil belajar yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.30

1) Ranah Kognitif

Dalam ranah kognitif dibedakan alat enam jenjang yaitu:

1) Pengetahuan

“Pengetahuan ( knowledge ) adalah kemampuan seseorang untuk mengingat – ingat kembali ( recall ) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, gejala, rumus – rumus dan sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakannya. Pengetahuan atau ingatan ini adalah merupakan proses berfikir paling rendah.”31

2) Pemahaman (comprehension)

“Pemahaman adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat.Dengan kata lain , memahami adalah adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi.”32

3) Penerapan (application)

“Mencakup kemampuan untuk menerapkan suatu kaidah atau metode bekerja pada suatu kasus/problem yang konkret dan baru. Adanya kemampuan dinyatakan dalam aplikasi suatu rumus pada persoalan yang belum dihadapi atau aplikasi suatu metode kerja pada pemecahan problem baru.”33

4) Analisis (analysis)

“Analisis adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian – bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan di antara bagian – bagian atau faktor – faktor yang satu dengan faktor – faktor lainnya.”34

30Anas Sugiyono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), hlm. .49.

31Anas Sugiyono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, hlm. 50.

32Anas Sugiyono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, hlm. 50.

33Winkel, Psikologi Pengajaran, (Jakarta: Gramedia, 1996), hlm. 24

34 Anas Sugiyono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, hlm. 50.

(35)

21 5) Sintesis

“Sintesis merupakan suatu proses memadukan bagian – bagian atau unsur – unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yangberstruktur atau berbentuk pola baru.”35

6) Evaluasi

“Evaluasi menyangkut penilaian bahan dan metode untuk mencapai tujuan tertentu. Penilaian kuantitatif dan kualitatif diadakan untuk melihat sejauh mana bahan dan metode memenuhi kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan itu boleh kriteria yang ditentukan oleh siswa sendiri, boleh juga ditentukan orang lain.”36

2) Ranah Afektif.

a) Menerima (receiving)

“Mencakup kepekaan akan adanya suatu perangsang dan kesediaan untuk memperhatikan rangsangan itu, seperti buku pelajaran atau penjelasan yang diberikan oleh guru. Kesediaan itu dinyatakan dalam memperhatikan sesuatu, seperti memandangi gambar yang dibuat di papan tulis atau mendengarkan jawaban teman sekelas atas pertanyaan guru.”37 Dipandang dari segi pengajaran jenjang ini berhubung dengan menimbulkan, mempertahankan dan mengarahkan perhatian siswa. Hasil belajarnya bahwa sesuatu itu ada sampai kepada minat khusus dari pihak siswa.

b) Menjawab (responding)

“Kemampuan ini bertalian dengan partisipasi siswa. Pada tingkat ini, siswa tidak hanya menghadiri suatu fenomena tertentu tetapi juga mereaksi terhadapnya dengan salah satu cara. Hasil belajar jenjang ini dapat menekankan kemauan untuk menjawab/kepuasan dalam menjawab.”38

35 Anas Sugiyono, Pengantar Evaluasi Pendidikan,hlm. 50.

36Anas Sugiyono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, hlm. 31

37Winkel, Psikologi Pengajaran, hlm. 247.

38H. Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 117

(36)

22 c) Menilai (Valuing)

Mencakup kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu untuk membawa diri sesuai dengan penilaian itu. Mulai dibentuk suatu sikap: menerima, menolak, atau mengabaikan,sikap itu dinyatakan dalam tingkah laku yang sesuai dan konsisten dengan sikap batin. Kemampuan itu dinyatakan dalam suatu perkataan atau tindakan.

perkataan atau tindakan itu tidak hanya sekali saja tetapi diulang kembali bila kesempatannya timbul, dengan demikian nampaklah adanya suatu sikap tertentu.39

d) Organisasi (organization)

Tingkat ini berhubungan dengan menyatukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan/memecahkan konflik di antara nilai-nilai itu,dan mulai membentuk suatu sistem nilai yang konsisten secara internal. Jadi, memberikan penekanan pada membandingkan, menghubungkan dan mensintesiskan nilai-nilai. Hasil belajar bertalian dengan konseptualisasi suatu nilai (mengakui tanggung jawab tiap individu untuk memperbaiki hubungan-hubungan manusia) atau dengan organisasi suatu sistem nilai (merencanakan suatu pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya baik dalam hal keamanan ekonomi maupun pelayanan sosial).40

3) Ranah Psikomotorik

“Ranah Psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan ketrampilan ( skill ) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar.”41

W.S. Winkel membagi ranah psikomotor menjadi 7 tingkatan, yaitu:42 a) Persepsi: mencakup kemampuan untuk mengadakan diskriminasi yang

tepat antara duaperangsang atau lebih, berdasarkan perbedaan antara ciri- ciri fisik yang khas pada masing-masing rangsangan.

39Winkel, Psikologi Pengajaran, hlm. 247-248

40H. Daryanto, Evaluasi Pendidikan, hlm. 117 – 118

41 Anas Sugiyono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, . hlm. .57

42 Winkel, Psikologi Pengajaran, hlm. 249-250

(37)

23 b) Kesiapan: mencakup kemampuan untuk menempatkan dirinya dalam

keadaan akan memulai suatu gerakan atau rangkaian gerakan.

c) Gerakan terbimbing: mencakup kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian gerak-gerik, sesuai dengan contoh yang diberikan (imitasi).

d) Gerakan yang terbiasa: mencakup kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian gerak-gerik dengan lancar, karena dilatih secukupnya, tanpa memperhatikan lagi contoh yang diberikan.

e) Gerakan kompleks: mencakup kemampuan untuk melaksanakan suatu ketrampilan, yang terdiri atas beberapa komponen dengan lancar, tepat dan efisien.

f) Penyesuaian pola gerakan: mencakup kemampuan untuk mengadakan perubahan dan menyesuaikan pola gerak-gerik dengan kondisi setempat atau dengan menunjukkan suatu taraf ketrampilanyang telah mencapai kemahiran, misalnya seorang pemain tenis yang menyesuaikan pola permainannya dengan gaya bermain dari lawannya atau dengan kondisi lapangan.

g) Kreativitas: mencakup kemampuan untuk melahirkan pola-pola gerak-gerik yang baru, seluruhnya atas dasar prakarsa dan inisiatif sendiri.

“Ranah psikomotor dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok utama, yakni ketrampilan motorik, manipulasi benda-benda, dan koordinasi neuromuscular.”43 Kata-kata kerja operasional yang dapat dipakai adalah:

a) Ketrampilan motorik (muscular or motor skillls): memperlihatkan gerak, menunjukkan hasil (pekerjaan tangan), menggerakkan, menampilkan, melompat, dan sebagainya.

b) Manipulasi benda-benda (manipulation of materials or object): menyusun, membentuk, memindahkan, menggeser, mereparasi, dan sebagainya.

c) Koordinasi neuromuscular, menghubungkan, mengamati, memotong, dan sebagainya.

43 H. Daryanto, Evaluasi Pendidikan, hlm. 124.

(38)

24 2. Faktor yang Mempengaruhi Belajar

Secara global faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat kita bedakan menjadi 3 macam yaitu: faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar.

a. Faktor Internal Siswa

Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek yakni : 1) aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah), 2) aspek psikologis (yang bersifat rohaniah).

1) Aspek Fisiologis

Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran.

Kondisi organ tubuh yang lemah dapat menurunkan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang/tidak berbekas.44

2) Aspek Psikologis

Menurut Ngalim Purwanto faktor psikologis yang mempengaruhi belajar antara lain :

a) Minat

Secara sederhana, minat ( interest ) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.45 Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu. Umpamanya siswa yang menaruh minat besar pada matematika karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah memungkinkan siswa belajar lebih giat dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan.

44Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Rosdakarya Offset, 2002), hlm. 132

45 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, hlm. 136.

(39)

25 b) Bakat

Secara umum, bakat (aptitude) adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang.

Dengan demikian sebetulnya setiap orang pasti memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ketingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing. Bakat akan dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. Oleh karenanya adalah hal yang tidak bijaksana apabila orang tua memaksakan kehendaknya tanpa mengetahui bakat anaknya.46 c) Motivasi

“Motivasi adalah “pendorongan” suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar dia bergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.”47

d) Kecerdasan (IQ)

“Intelijensi ialah kemampuan yang dibawa sejak lahir, yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara yang tertentu.”48 Untuk mengukur tingkat intelijensi menggunakan tes yang disebut tes intelegensi.

e) Sikap

Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi / merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap obyek orang, barang, dan sebagainya baik secara positif maupun negatif. Sikap siswa yang positif, terutama kepada mata pelajaran merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa tersebut. Sebaliknya sikap negatif siswa dapat menimbulkan kesulitan belajar siswa tersebut.49

46Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, hlm. 136.

47M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, , hlm. 71

48M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, hlm. 52

49Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, hlm. 135

Gambar

Gambar a: Pembiasaan akhlak karimah (dermawan)
Gambar d: Pembiasaan akhlak karimah (kebersihan pakaian)
Gambar f: Adab terhadap Allah (ibadah salat)
Gambar  h: Adab terhadap diri sendiri (keluar masuk kamar mandi)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat upacara berlangsung, pargonsi akan dilayani dengan hormat, seperti ketika suatu kelompok orang yang terlibat dalam Dalihan Na Tolu ingin menari, maka mereka akan

Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Teknologi dapat mempermudah pekerjaan. Contohnya, pekerjaan cepat selesai dan hasil yang meningkat. Teknologi adalah

Sehubungan dengan penelitian yang saya lakukan tentang “Analisis Pengaruh Komponen Manajemen Konstruksi Terhadap Capaian Mutu Pada Perkerasan Kaku Dengan Standar

Metoda prediksi beban listrik yang selama ini digunakan PLN menggunakan metode konvensional melalui pendekatan statistik berbasis deret waktu (times series) yang diberi nama

Dengan demikian aparat desa dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, terutama yang berhubungan dengan penyajian data dan informasi yang dibutuhkan, semakin dituntut

Analisis ragam terhadap tepung rumput laut Glacilaria sp menunjukkan hasil bahwa kadar serat pangan tidak larut berbeda nyata terhadap 2 suhu pengeringan, tetapi tidak berbeda

Karena probabilitas jauh lebih besar dari 0,05, maka model regresi tidak dapat digunakan untuk memprediksi ROE atau dapat dikatakan bahwa Tema Lingkungan dan

Vihara mempunyai fungsi sebagai tempat melakukan puja bhakti, tempat pembabaran, penghayatan dan pengamalan Dhamma (ajaran Agama Buddha), sebagai tempat meditasi, sebagai