Universitas Kristen Maranatha vi ABSTRAK
PERANCANGAN REBRANDING WARUNG KOPI PURNAMA
Oleh
Edrick Septianus
NRP 1264055
Bandung merupakan salah satu kota kuliner yang masih menyimpan tempat-tempat kuliner tempo dulu, salah satunya adalah Warung Kopi Purnama yang berada di Jalan Alkateri. Berdiri dari tahun 1930 sampai sekarang dengan menu andalan yaitu kopi susu dan roti srikaya, begitu juga nuansa tempo dulu yang tetap terjaga. Namun belum terciptanya sistem brand yang konsisten, karena menggunakan image lama yang muncul dari masyarakat.
Tujuan perancangan ini adalah melakukan rebranding Warung Kopi Purnama, dengan membuat sistem brand yang tepat dan sesuai agar brand Warung Kopi Purnama dapat diingat masyarakat khususnya anak muda, dan juga adanya estafet regenerasi dari kalangan orang tua ke anak muda. Agar memperluas generasi baru yaitu anak muda dan diharapkan kalangan anak muda dapat melestarikan salah satu warisan kuliner yang ada di Bandung.
Metode yang digunakan ialah dengan membentuk image baru lewat rebranding, dengan membuat Warung Kopi Purnama sebagai tempat berkumpulnya anak muda, dilengkapi dengan gimmick yaitu tote bag, desain art deco sebagai ciri utama dari Warung Kopi Purnama, didukung dengan media promosi berupa media sosial yaitu Instagram, Facebook dan website, serta even-even yang menarik agar memunculkan minat anak muda datang ke Warung Kopi Purnama.
Universitas Kristen Maranatha vii
ABSTRACT
REBRANDING DESIGN OF WARUNG KOPI PURNAMA
Submited by: Edrick Septianus/1264055
Bandung is one of the cities with past culinary places, one of which is Warung Kopi Purnama, located in Alkateri Street. Starting in 1930 up to now, the special menu has been milk coffee and srikaya bread. It also maintains the past atmosphere. However, it does not have a consistent brand system as it uses the old image that exists in the society.
The rebranding of Warung Kopi Purnama is done by making the right and suitable brand system which can be remembered by people, particularly young people, and can also be passed down from the old to young generation who are expected to be able to maintain one of the the culinary heritages in Bandung.
The method used is creating a new image through rebranding, by making Warung Kopi Purnama a place where young people can hang out, complemented by such gimmicks as tote bags and art deco design as the main characteristic of Warung Kopi Purnama. There will also be promotional media, namely social media like Instagram, Facebook and website, as well as interesting events to increase young people’s interest in visiting Warung Kopi Purnama.
Universitas Kristen Maranatha viii
DAFTAR ISI
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI WARUNG KOPI PURNAMA ... .... i
LEMBAR PENGESAHAN ... .... ii
PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA DAN LAPORAN ... .... iii
Universitas Kristen Maranatha ix
3.1.2 Data Wawancara dan Observasi ... .... 14
3.1.3 Tinjauan Terhadap Proyek / Persoalan Sejenis ... .... 22
3.2 Analisis Terhadap Permasalahan Berdasarkan Data dan Fakta ... .... 27
Universitas Kristen Maranatha x
4.4.20 Papan Menu……… . 52
4.5 Biaya Produksi……….. 53
BAB V PENUTUP………. . 54
5.1 Simpulan………... 54
Universitas Kristen Maranatha xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1.1.1 Tampak Depan Warung Kopi Purnama……….. 11
Gambar 3.1.1.2 Logo Warung Kopi Purnama………. 11
Gambar 3.1.1.3 Roti Srikaya dan Kopi Susu Panas……… 12
Gambar 3.1.1.4 Meja dan Kursi Warung Kopi Purnama……… 12
Gambar 3.1.1.5 Daftar Menu Warung Kopi Purnama……… 13
Gambar 3.1.1.6 Ruangan Belakang Warung Kopi Purnama………. 13
Gambar 3.1.1.7 Suasana Pagi Warung Kopi Purnama………. 16
Gambar 3.1.1.8 Suasana Siang Warung Kopi Purnama……… 16
Gambar 3.1.1.9 Suasana Malam Warung Kopi Purnama………. 16
Gambar 3.1.3.1 Logo Kopi Oey……… 23
Gambar 3.1.3.2 Promosi Tempat Kopitiam Oey 1……….. 23
Gambar 3.1.3.3 Promosi Tempat Kopitiam Oey 2……….. 24
Gambar 3.1.3.4 Bangunan Dalam Kopi Oey………. 25
Gambar 3.1.3.5 Ornamen Dalam Ruangan Kopi Oey……….. 25
Gambar 3.1.3.6 Daftar Menu Kopi Oey……….. 26
Gambar 3.1.3.7 Ornamen Dalam Ruangan Kopi Oey……… 26
Gambar 3.1.3.8 Sego Ireng ……….. 27
Gambar 3.1.3.9 Kopi Susu Indocina………... 27
Gambar 4.1 Warna Elemen Desain………. 32
Gambar 4.2 Logo Warung Kopi Purnama……… 35
Gambar 4.3 Bussiness Card………. 36
Gambar 4.4 Amplop………. 37
Gambar 4.5 Letter Head……….. 38
Gambar 4.4.5 Facebook……….. 39
Gambar 4.6 Instagram……… 41
Gambar 4.7 Website Purnama………. 42
Gambar 4.8 Web Banner………. 43
Universitas Kristen Maranatha xii
Gambar 4.10 Nomor Meja……… 44
Gambar 4.11 Alas Makan……… 45
Gambar 4.12 Coaster………. 46
Gambar 4.13 Sign Sistem……… 47
Gambar 4.14 Sign Sistem Beserta Penerapannya……….. 48
Gambar 4.15 Selfie Background………. 48
Gambar 4.16 Packaging Kopi Warung Kopi Purnama……… 49
Gambar 4.17 Seragam Pegawai……… 50
Gambar 4.18 Tote bag……….. 51
Gambar 4.19 Sticker………. 51
Gambar 4.20 Neon Box Warung Kopi Purnama……….. 51
Universitas Kristen Maranatha xiii
DAFTAR TABEL
Gambar 1.5.1 Skema Perancangan……….. 4
Gambar 3.3 Diagram Jenis Kelamin……… 17
Gambar 3.4 Diagram Umur………. 17
Gambar 3.5 Diagram Pendapatan……….. 18
Gambar 3.6 Diagram Kota Asal……….. 18
Gambar 3.7 Diagram Apakah anada penggemar minuman kopi?... 19
Gambar 3.8 Diagram Jika Ya, dimana tempat ngopi yang sering anda kunjungi? 19
Gambar 3.9 Diagram Kegiatan apa yang anda lakukan saat menikmati kopi ditempattersebut?... 20
Gambar 3.10 Diagram Apa yang anda cari dari tempat ngopi tersebut?... 20
Gambar 3.11 Digram Apakah anda mengetahui Warung Kopi Purnama?... 21
Gambar 3.12 Diagram Jika Ya, dari mana anda mengetahui Warung Kopi Purnama? ………... 21
Universitas Kristen Maranatha xiv
DAFTAR LAMPIRAN
DATA PENULIS ………..………. 60
LAMPIRAN A ……….……… 61
LAMPIRAN B………. 62
Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I
LATAR BELAKANG
1.1 Latar Belakang
Kopi masuk ke Indonesia dan diperkenalkan oleh Belanda pada masa penjajahannya
di Indonesia. Seiring berkembangnya waktu, kopi mulai dikenal diseluruh Indonesia.
Seperti contohnya di Bandung, sejak dahulu hingga sekarang masyarakat di kota
Bandung menyukai kopi. Bandung merupakan salah satu kota dengan wisata kuliner
yang terkenal, salah satunya adalah tempat minum kopi. Semakin maraknya tempat
minum kopi, akhirnya menjadikan budaya minum kopi merupakan sebuah kewajiban
atau lifestyle masyarakat yang identik dengan minum kopi.
Merek kopi seperti Starbucks masih menjadi primadona dikalangan masyarakat
jaman sekarang. Memiliki karakter yang kuat, rasa kopi yang nikmat, dan suasana
tempat membuat orang untuk menghabiskan waktu lebih lama untuk menikmati kopi
di tempat tersebut. Ditambah dengan beberapa fasilitas yang membuat pelanggan
semakin nyaman dengan adanya fisilitas free wifi, pelanggan merasa dibuat seperti
rumah ketiga setelah rumah dan kantor. Tidak hanya Starbucks, namun coffee shop
mulai hadir sebagai tempat singgah untuk orang-orang bersantai dan mengobrol
bersama teman, juga mengerjakan tugas ataupun hal lainnya. Kebiasaan ini menjadi
sebuah fenomena baru dikalangan anak muda dan menjadi sebuah lifestyle yang terus
menerus berulang.
Kopi dan bersantai tidak hanya dilakukan oleh kalangan anak muda saja. Namun
kalangan orang tua juga dapat menikmati hal tersebut. Seperti sebuah warung kopi
yang sudah ada sejak tahun 1930, yaitu Warung Kopi Purnama yang didirikan oleh
seorang perantau berasal dari Medan bernama Yong A Thong. Sejak pertama
Universitas Kristen Maranatha 2 Namun karena kebijakan pemerintah ditahun 1960-an berubah nama menjadi
Warung Kopi Purnama.
Warung kopi ini masih berdiri hingga sekarang, namun keberadaanya sekarang tidak
sepenuhnya diketahui oleh kalangan anak muda di kota Bandung. Berkembangnya
coffee shop di Bandung menjadikan popularitas Warung Kopi Purnama semakin
menurun dan hanya diketahui oleh kalangan orang tua yang sejak dahulu sudah
mengenal warung kopi ini. Di era modern, coffee shop sangat berkembang dan
hampir berada diseluruh Bandung. Tidak hanya menjual kopi saja namun terdapat
makanan-makanan yang disajikan untuk menemani minum kopi. Sama seperti
Warung Kopi Purnama, tidak hanya kopi, namun terdapat juga makanan yang
mendampingi saat minum kopi namun yang berbeda disini makanan dan kopinya
masih menggunakan tradisi lama namun kualitasnya juga tidak diragukan. Tidak
hanya kopi yang masih menggunakan tradisi lama, namun nuansa tempo dulu masih
tetap dipertahankan.
1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, berikut adalah pemaparan
identifikasi masalah dalam penelitian ini:
1 .Bagaimana merancang rebranding yang tepat agar meningkatkan
ketertarikan anak muda untuk datang ke Warung Kopi Purnama?
1.3 Tujuan Perancangan
Adapun tujuan yang dicapai penulis melalui perancangan ini adalah
1. Melakukan rebranding untuk Warung Kopi Purnama secara tepat untuk
Universitas Kristen Maranatha 3 1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
Yang akan dilakukan penulis untuk pengumpulan data:
1. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengetahui gaya hidup dari pelanggan Warung Kopi
Purnama saat sedang menikmati kopi dan untuk mengetahui kalangan mana saja
yang datang untuk menyantap makanan atau menikmati kopi.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan kepada pemilik Warung Kopi Purnama untuk mendapatkan
data yang dibutuhkan seperti sejarah berdirinya Warung Kopi Purnama dan hal
lainnya hingga bertahan sampai saat ini.
3. Studi Pustaka
Studi Pustaka dilakukan melalui buku untuk mendapatkan teori-teori yang
dibutuhkan dan internet untuk mencari data pendukung.
4. Kuisioner
Kuisioner dilakukan kepada 100 responden untuk mengetahui gaya hidup mereka
dalam hal menikmati kopi dan untuk mengetahui seberapa banyak responden
Universitas Kristen Maranatha 57
BAB V
SIMPULAN
5.1 Simpulan
Warung Kopi Purnama merupakan salah satu tempat kuliner kopi yang termasuk ke
dalam warisan kuliner di Kota Bandung. Namun keberadaanya kini belum diketahui
sepenuhnya oleh anak muda dan hanya diketahui oleh kalangan orang tua yang
menjadi pelanggan tetap Warung Kopi Purnama.
Dengan adanya rebranding ini diharapakan, anak muda khususnya dapat ikut
melestarikan salah satu warisan kuliner yang ada di Kota Bandung. Selain itu,
diharapkan image baru Warung Kopi Purnama dengan membuat sistem-sistem brand
yang lebih jelas dan menarik diharapkan untuk memperluas pasar yaitu anak muda
namun tetap menjaga pelanggan setia yaitu kalangan orang tua.
5.2 Saran
Masyarakat di Kota Bandung, khususnya anak muda yang gemar minum kopi dan
kuliner dapat lebih menyadari tempat-tempat yang merupakan warisan untuk lebih
mengenal dan melestarikan dengan cara berkunjung, menikmati salah satu hidangan
yang tersedia disana. Untuk lebih menarik minat anak muda datang ke Warung Kopi
Purnama, diperlukan juga promosi. Penulis menggunakan promosi melalui
even-even menarik yang diselenggarakan melalui media-media sosial yang selalu
REBRANDING WARUNG KOPI PURNAMA
KG 402 | RANCANG GRAFIS IV | SEMESTER GENAP 2016/2017
PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR
Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan mancapai gelar
Sarjana Strata Satu pada Jurusan Desain Komunikasi Visual
Disusun oleh:
Edrick Septianus
1264055
Dosen Pembimbing:
Drs. Rene Arthur Palit ,M. Psi
Benediktus Dicky Wahyu ,S.Si
PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
Universitas Kristen Maranatha i
REBRANDING WARUNG KOPI PURNAMA
KG 402 | RANCANG GRAFIS IV | SEMESTER GENAP 2016/2017
PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR
Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan mancapai gelar
Sarjana Strata Satu pada Jurusan Desain Komunikasi Visual
Disusun oleh:
Edrick Septianus
1264055
Dosen Pembimbing:
Drs. Rene Arthur Palit ,M. Psi
Benediktus Dicky Wahyu ,S.Si
PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
Universitas Kristen Maranatha i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala berkat
dan rahmat-Nya sehingga laporan Tugas Akhir yang berjudul “Rebranding Warung
Kopi Purnama dapat disusun dengan sebaik-baiknya dan diselesaikan tepat pada
waktunya. Adapun laporan hasil Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi
persyaratan mencapai gelar Sarjana Strata Satu pada Jurusan Desain Komunikasi
Visual di Universitas Kristen Maranatha. Penulis mengucapkan terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan, terutama kepada:
1. Ibu Irena Vanessa Gunawan ST., M.Com., selaku Dekan Fakultas Seni Rupa
dan Desain Universitas Kristen Maranatha.
2. Ibu R.A. Dita Saraswati S.Sn., M.Ds., selaku Ketua Jurusan Desain
Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain.
3. Bapak Sandy Rismantojo, S.Sn., M.Sc. selaku Koordinator tugas Akhir.
4. Bapak Drs. Rene Arthur Palit, M.Si., selaku Dosen Pembimbing I Tugas
Akhir.
5. Bapak Benediktus Dicky Wahyu, S.Sn., selaku Dosen Pembimbing II Tugas
Akhir.
6. Bapak Aldi selaku narasumber dan pemilik dari Warung Kopi Purnama.
7. Kedua orang tua dan saudara-saudari yang selalu memberi dukungan dalam
bentuk apapun.
Dengan adanya laporan ini penulis mengucapkan maaf sebesar-besarnya jika ada
salah kata yang kurang berkenan dalam penulisan laporan ini. Dengan senamg hati
penulis menerima kritik dan saran agar laporan ini dapat disempurnakan dan dapat
membantu memberikan informasi yang dibutuhkan bagi pembaca
Bandung, 10 Desember 2016,
Edrick Septianus
Universitas Kristen Maranatha 58
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku
Koetler, Philip dan Waldemar Pfoertsch. 2006. B2B Brand Management.
Terjemahan oleh Natalia Ruth Sihandrini. Jakarta, Indonesia: PT. Bhuana
Ilmu Populer
Morissan, M.A. 2012. Periklanan: Komunikasi Pemasaran. Jakarta. KENCANA
Morissan, M.A. 2014. Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Indonesia. Prednada Media Group
Neumeier, Marty. 2003. The Brand Gap. USA : AIGA
Rustan, Surianto. 2009. Mendesain LOGO, Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utara
Saladin, Djaslim. 2002. Intisari Pemasaran dan Unsur-Unsur Pemasaran. Bandung
Indonesia : CV. Linda Karya
Saladin, Djaslim. 2003. Manajemen Pemasaran Analisis. Perencanaan dan Pengendalian. Bandung : CV. Linda Karya
Tjiptono, Fandy. 1995. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: ANDI
Universitas Kristen Maranatha 59 Sumber Online
Circk, A. P. 2011. New Third Places: Opportunities and Challenges, Tourism
Sensemaking: Strategies to Give Meaning to Experience (Advances in
Culture. Tourism and Hospitaly Research, Volume 5), (online),
(http://www.emerlandinsight.com/books, diakses pada 25 Agustus 2016
pukul 19:23 WIB )
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2009. Kedai, Warung, Pasar, Toko, Dan
Plaza, (Online), (http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk
_praktis/551, diakses pada 26 Agustus 2016 pukul 15:14 WIB )
Carter, Lorraine. 2007. What is Rebranding, Brand Refreshing amd Relaunching,
(Online), ( http://www.personadesign.ie/rebranding-brand-relaunch/ ,diakses