PENGARUH FAKTOR INTERNAL BANK TERHADAP VOLUME KREDIT PADA BANK YANG GO PUBLIC DI INDONESIA
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menempuh ujian sidang
Sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi
Disusun oleh:
MARTIN RESDO SINAGA
NIM. 044596
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
PENGARUH FAKTOR INTERNAL BANK TERHADAP VOLUME KREDIT PADA BANK YANG GO PUBLIC DI INDONESIA
Oleh
MARTIN RESDO SINAGA
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
©Martin Resdo Sinaga 2011 Universitas Pendidikan Indonesia
Oktober 2011
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
KATA PENGANTAR
Segala puji, hormat, syukur, dan pengagungan penulis panjatkan ke
hadirat Tuhan Yesus Kristus, yang telah melimpahkan hikmat, pengertian,
pengetahuan, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul “Pengaruh Faktor Internal Bank Terhadap Volume Kredit Pada Bank
Yang Go Public Di Indonesia”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu
syarat dalam menempuh ujian sidang sarjana ekonomi pada Program Studi
Akuntansi Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Universitas Pendidikan Indonesia.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat
banyak kekurangan. Hal ini karena kemampuan penulis yang sangat terbatas,
tetapi setidaknya penulis telah berupaya memberikan yang terbaik sesuai dengan
kemampuan yang penulis miliki. Untuk memperbaiki kekurangan yang ada,
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.
Selama penyusunan skripsi ini tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang
penulis hadapi, namun berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak akhirnya
skripsi ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini dengan
segala ketulusan dan kerendahan hati, penulis sampaikan rasa terima kasih dan
pengahargaan kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd., Rektor Universitas Pendidikan
Indonesia.
2. Bapak Dr. H. Edi Suryadi, M.Si., Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan
3. Bapak Dr. Arim.,S.E.,M.Si.,Ak. Ketua Program Studi Akuntansi Jurusan
Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengatahuan Sosial
Universitas Pendidikan Indonesia.
4. Bapak Budi S Purnomo, SE, MM, M.Si., Dosen Pembimbing I yang telah
meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, bantuan dan pikirannya
kepada penulis selama penyusunan skripsi ini.
5. Ibu Hj. Alfira Sofia, ST, MM., Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan
waktu untuk memberikan bimbingan, bantuan dan pikirannya kepada penulis
selama penyusunan skripsi ini.
6. Bapak Rizki, Staf Tata Usaha Program Studi Akuntansi yang telah
memberikan semangat, dukungan, dan informasi selama penyusunan skripsi
ini.
7. Pak Ucok Pandiangan yang sudah banyak membantu selama perkuliahan.
8. Pdt. M.P. Sinaga M.Th dan Melinda Lumbangaol, kedua orangtuaku yang
selalu memberi dukungan, doa, cinta kasih dan semangat dalam segala hal.
Abang dan adik (David Desvend, Badia Pfingston dan Mikhael Judema). Aku
sangat bersyukur memiliki dan dimiliki kalian.
9. Keluarga di Bandung, Amangboru dan Namboru Tambunan serta adik-adikku
Jonatan, Joshua dan Stefany. Namboru Simbolon serta adik-adikku Parulian,
Butet Rosmala dan Grace. Terimakasih buat segala yang sudah kalian berikan
padaku. Aku selalu berdoa agar Tuhan memberikan kebahagian, kesehatan
10. Sahabatku David, Norin dan Yahya. Leo tulang, joy, oki dan Teman-teman
Akuntansi 04, 05 dan 06, teman-teman PMK dan KMK UPI yang tidak dapat
disebutkan satu-persatu. Aku berharap agar persahabatan kita terus berlanjut.
11. Hartati Sinurat S.S. Terimakasih sudah menjalani ini bersama.
12. Team Musik GKII Bandung, Team Musik GPDI Pelangi Kasih. Terimakasih
buat dukungan dan doa-doanya.
13. Semua pihak yang sudah memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis
yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa yang akan mencurahkan berkat kasih karunia
Nya kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan sumbangsihnya
ABSTRAK
Bank merupakan bagian dari lembaga keuangan yang memiliki fungsi intermediasi yaitu menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana dan menyalurkan dana yang dihimpunnya kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Bank dalam menyalurkan kredit dipengaruhi baik oleh faktor eksternal seperti peraturan moneter yang berlaku, persaingan, situasi sosial politik, karakteristik usaha nasabah dan sebagainya , maupun dipengaruhi oleh faktor internal bank seperti sumber dana pihak ketiga, permodalan, dan jumlah kredit bermasalah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor internal bank (dana pihak ketiga, capital adequacy ratio, return on asset, dan non performing loan) terhadap volume kredit pada bank yang go public di Indonesia. Yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor internal bank, sedangkan volume kredit merupakan variabel terikat. Sedangkan sampel yang diambil adalah 26 bank yang go public selama periode 2003 sampai 2008.
Untuk mengetahui derajat hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat, digunakan koefisien korelasi parsial. Kemudian untuk mengetahui derajat hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan menggunakan koefisien korelasi berganda. Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor internal terhadap volume kredit menggunakan koefisien determinasi. Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data dan analisis statistik. Dalam analisis data, digunakan analisis rasio DPK, ROA, CAR, NPL dan analisis rasio kredit.
ABSTRACT
Bank is the part of financial institute which function is to gather funds from people who have excess money and channelized it to people who need it in credit. Bank in channelizing credit are influenced both external factors like monetary rules, rivalry, political situation, customer work characteristic etc and internal factors like third party fund, financial capital, and unsettled credit.
This research is purposed to find the influenced of bank internal factors (third party fund, capital adequacy ratio, return on asset, and non performing loan) toward the volume of credit from go public banks in Indonesia. The independent variable in this research is bank internal factors, and credit volume is the dependent variable. Whereas the sample of the research are 26 go public bank during 2003 until 2008.
In order to find the relationship between independent variable and dependent variable, this research used a partial correlation. Then to calculate the simultan influence of independent variable toward the dependent use multiple correlation. Then to calculate the percentage of the influence of internal factors toward credit volume use determination coefficient. The hypothesis test in this research are data analysis and statistical analysis. DPK, ROA, CAR, NPL and credit analysis are used in data analysis.
This research result showed that happen a very strong positif connection between bank internal factors and credit volume which value is 0.938. Internal
factors toward credit volume’s value is 87,9% where the rest 12,1% are influenced by another factors. From that test result thw writer stated the hypothesis accepted.
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
UCAPAN TERIMA KASIH ... ii
ABSTRAK ... iv
ABSTRACT ... v
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1
1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah ... 6
1.2.1 Identifikasi Masalah ... 6
1.3.2 Rumusan Masalah ... 8
1.3 Maksud dan TujuanPenelitian ... 8
1.3.1Maksud Penelitian... 8
1.3.2 Tujuan Penelitian... 8
1.4 Kegunaan Penelitian ... 9
ii
2.1.1 Pengertian Bank ... 10
2.1.2 Jenis Bank ... 11
2.1.3 Faktor Internal Bank ... 15
1 Dana Pihak Ketiga ... 16
2 Permodalan Bank ... 19
3 Profitabilitas Bank ... 23
4 Kredit Bermasalah ... 25
5 Kredit ... 29
2.2 Kerangka Pemikiran ... 39
2.3 Hipotesis ... 45
BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN ... 46
3.1 Obyek Penelitian ... 46
3.1.1 Lokasi dan waktu Penelitian ... 46
3.2 Metode Penelitian ... 47
3.2.1 Desain Penelitian ... 47
3.2.2 Defenisi dan Operasionalisasi Variabel ... 47
3.2.2.1 Defenisi Variabel ...47
3.2.2.2 Operasionalisasi Variabel ...47
3.2.3 Populasi dan teknik Sampling ... 49
3.2.3.1 Populasi ... 49
3.2.3.2 Teknik Sampling ... 49
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data ... 50
iii
Hipotesis ...
3.2.5.1 Teknik Analisis Data... 50
3.2.5.2 Rancangan Pengujian Hipotesis ... 51
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 54 4.1 Hasil Penelitian ... 54
4.1.1 Tinjauan Umum Perbankan Indonesia ... 54
4.1.2 Deskripsi Data Penelitian ... 57
4.1.2.1 Dana Pihak Ketiga ...59
4.1.2.2 Permodalan ...64
4.1.2.3 Profitabilitas ...68
4.1.2.4 Kredit Bermasalah ...74
4.1.2.5 Kredit ...79
4.1.3 Pengujian Hipotesis ... 84
4.1.3.1 Koefisien Korelasi Parsial ...84
4.1.3.2 Koefisien Korelasi Simultan ...88
4.1.3.2 Koefisien Determinasi ... 89
4.2 Pembahasan ... 90
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 94
5.1 Simpulan... 94
5.2 Saran ... 96
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Kinerja Perbankan Indonesia ... 4
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel ... 48
Tabel 4.1 Sampel Emiten ... 58
Tabel 4.2 Dana Pihak Ketiga ... 60
Tabel 4.3 Deskriptif Dana Pihak Ketiga ... 62
Tabel 4.4 Capital Adequacy Ratio ... 65
Tabel 4.5 Deskriptif Capital Adequacy Ratio... 66
Tabel 4.6 Return On Asset ... 69
Tabel 4.7 Deskriptif Return On Asset ... 71
Tabel 4.8 Standar Pengukuran ROA ... 71
Tabel 4.9 Predikat Bank Berdasarkan ROA ... 72
Tabel 4.10 Non Performing Loan ... 75
Tabel 4.11 Deskriptif Non Performing Loan ... 77
Tabel 4.12 Predikat Bank Berdasarkan NPL ... 77
Tabel 4.13 Kredit ... 80
Tabel 4.14 Deskriptif Kredit ... 82
Tabel 4.15 Korelasi Parsial antara ROA dengan Kredit ... 84
Tabel 4.16 Korelasi Parsial antara CAR dengan Kredit ... 85
Tabel 4.17 Korelasi Parsial antara DPK dengan Kredit ... 86
Tabel 4.18 Korelasi Parsial antara NPL dengan Kredit ... 87
Tabel 4.19 Korelasi Berganda antara Faktor Internal dengan
v
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 LAPORAN KEUANGAN PUBLIKASI 2003 - 2008
LAMPIRAN 2 TABEL PERHITUNGAN KORELASI FAKTOR
INTERNAL TERHADAP VOLUME KREDIT
LAMPIRAN 3 SURAT KEPUTUSAN PENGANGAKATAN
PEMBIMBING SKRIPSI
LAMPIRAN 4 FORMULIR FREKUENSI BIMBINGAN
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit
dan atau bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup
masyarakat banyak. Dengan demikian, bank merupakan bagian dari lembaga
keuangan yang memiliki fungsi intermediasi yaitu menghimpun dana dari
masyarakat yang kelebihan dana dan menyalurkan dana yang dihimpunnya
kepada masyarakat yang kekurangan dana (Abdullah, 2005:17).
Bank juga melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan
pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak
sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai
perusahaan-perusahaan, dan lain-lain.
Masyarakat yang kelebihan dana dapat menyimpan dananya di bank dalam
bentuk giro, deposito dan tabungan, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan
itu sesuai kebutuhan dan disebut sebagai dana pihak ketiga. Sementara masyarakat
yang kekurangan dan membutuhkan dana dapat mengajukan kredit atau pinjaman
pada bank. Penyaluran kredit merupakan kegiatan yang mendominasi usaha bank
2
masyarakat, kredit yang dilaksanakan oleh bank juga bertujuan untuk memperoleh
laba, yang berasal dari selisih bunga tabungan yang diberikan pada nasabah
penabung dengan bunga yang diperoleh dari nasabah debitor dan merupakan
sumber utama pendapatan bank.
Sumber pendapatan bank berasal dari selisih bunga kredit dan simpanan
sehingga resiko kredit menjadi perhatian utama bank. Resiko kredit adalah
eksposur yang timbul sebagai kegagalan pihak lawan (counter party) dalam
memenuhi kewajibannya, baik pinjaman pokok maupun bunganya tidak dapat
dibayar atau dilunasi.
Dalam usaha memperoleh keuntungan, para pengelola bank selalu dihadapkan
pada dua pilihan yaitu memenuhi kebutuhan debitur melalui penyaluran kredit
dengan konsekuensi resiko yang cukup tinggi atau menyimpan dananya melalui
investasi dengan resiko kecil tetapi menimbulkan konsekuensi melemahnya sektor
riil. Penyaluran kredit tergolong aktiva produktif dengan penerimaan tinggi, tetapi
konsekuensinmya penyaluran kredit juga mengandung resiko yang cukup tinggi
terhadap perolehan laba bank.
Lukman Dendawijaya (2005:49) mengemukakan bahwa “dana-dana yang
dihimpun dari masyarakat dapat mencapai 80%-90% dari seluruh dana yang
dikelola bank dan kegiatan perkreditan mencapai 70%-80% dari kegiatan usaha
bank”. Menurut Dahlan Siamat (2005:349) “salah satu alasan terkonsentrasinya
usaha bank dalam penyaluran kredit adalah sifat usaha bank sebagai lembaga
intermediasi antara unit surplus dengan unit defisit dan sumber utama dana bank
3
kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit”. Sebagaimana umumnya Negara
berkembang, sumber pembiayaan dunia usaha di Indonesia masih didominasi oleh
penyaluran kredit perbankan yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan
ekonomi.
Menurut Suyatno (2005:50), pinjaman yang diberikan (kredit) adalah
penyediaan uang atau tagihan-tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu
berdasarkan persetujuan pinjam-meminjam antara bank dan lain pihak dalam hal,
pihak peminjam berkewajiban melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu
dengan jumlah bunga yang telah ditetapkan”.
Bank dalam menyalurkan kreditnya dipengaruhi baik oleh faktor eksternal
bank seperti peraturan moneter yang berlaku, persaingan, situasi social politik,
karakteristik usaha nasabah, suku bunga dan sebagainya, maupun dipengaruhi
faktor internal bank seperti kemampuan bank dalam menghimpun dana, financial
position (capital adequacy ratio, aktiva tertimbang menurut resiko, batas
maksimum pemberian kredit), kualitas aktiva produktifnya dan faktor produksi
yang tersedia di bank (Teguh Pudjo Muljono, 1996:210). Menurut Warjiyo
(2005:435) :perilaku penawaran atau penyaluran kredit perbankan dipengaruhi
oleh suku bunga, persepsi bank terhadap prospek usaha debitur dan faktor lain
seperti karakteristik internal bank yang meliputi sumber dana pihak ketiga,
permodalan yang dapat diukur dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy
ratio) dan jumlah kredit bermasalah (non performing loan)”. Muliaman Hadad
4
tingkat keuntungan yang tercermin dalam rasio return on assets juga berpengaruh
terhadap keputusan bank untuk menyalurkan kredit.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, bank Indonesia telah memperketat
pemantauan terhadap perbankan di Indonesia. Namun, secara umum kinerja
perbankan nasional belum mengalami perbaikan yang berarti. Hal ini ditunjukkan
oleh penerimaan bunga dari kegiatan pemberian kredit masih rendah akibat
tersendatnya pemberian kredit baru. Adapun beberapa hal yang menyebabkan
pihak bank enggan untuk menyalurkan kreditnya antara lain, sektor usaha yang
bangkrut dan pihak bank yang sangat konservatif dalam menyalurkan kredit.
Dengan kata lain, pihak bank lebih menekankan kemungkinan return yang dapat
diperoleh melalui jaminan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar rasio
kecukupan modal bank (capital Adequacy Ratio/CAR) tidak kurang dari ketentuan
yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu sebesar minimal 8%.
Tabel 1.1 Kinerja Perbankan Indonesia
1.Indikator Kinerja Perbankan
Indikator Utama Des-2002 Des-2003 Mar-04 Jun-04 Des-2004 Jan-05 Mar-05
Total Aset (Trilyun Rp.) 1112.2 1196.2 1150 1185.7 1272.3 1258.4 1280.6
DPK (Trilyun Rp.) 835.8 888.6 875.1 912.8 963.1 950.1 959.3
Kredit (Trilyun Rp.) 371.06 440.51 449.38 491.39 559.47 555.6 582.51
Aktiva Produktif (Trilyun Rp.) 1055.15 1084.95 1085.23 1129.06 1182.9 1178.75 1193.38
LDR (%) 38.2 43.2 43.7 46.4 50 49.5 51.22
ROA (%) 1.9 2.5 2.7 2.7 3.5 3.4 3.4
Rasio NPL (%) 7.5 6.78 6.25 6.19 4.5 4.67 4.37
CAR (%) 22.5 19.4 23.5 20.9 19.4 22.3 21.75
Kredit/AP (%) 35.17 40.60 41.41 43.52 47.30 47.13 48.81
5
Menurut Statistik Perbankan Indonesia kinerja perbankan sudah
mengalami perbaikan. Hal ini dapat kita lihat dari tabel di atas yang menunjukkan
Angka Dana Pihak Ketiga terus mengalami peningkatan. Hal ini berarti
meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Namun demikian,
membaiknya kinerja perbankan tersebut belum dapat memberikan dukungan
secara penuh untuk mempercepat pertumbuhan sektor riil.
Tabel 1.1 di atas menunjukkan pertumbuhan kredit pada sektor riil yang
diindikasikan oleh besaran angka Loan to Deposit Ratio (LDR) yang bergerak
naik namun dengan laju yang sangat lambat. Sampai dengan bulan bulan Januari
2005, LDR masih berada pada kisaran 49,5 persen, yang bahkan mengalami
penurunan dibanding tahun lalu sebesar 50 persen. Angka ini masih lebih rendah
relatif kondisi sebelum krisis yang mencapai 70-80 persen.
Dari grafik terlihat bahwa meskipun penyaluran total kredit mengalami
pertumbuhan, namun kredit usaha kecil mengalami stagnasi. Jika dihitung, sejak
Januari 2003 hingga Maret 2005, rata-rata pangsa kredit yang tersalur bagi usaha
kecil hanya sebesar 16,44 persen dari total kredit perbankan nasional. Hal tersebut
bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satunya ialah rendahnya akses
usaha kecil terhadap sumber-sumber pembiayaan baik dari bank maupun lembaga
jasa keuangan non-bank. Rendahnya akses ini sendiri antara lain disebabkan oleh
tingginya biaya transaksi dan resiko pembiayaan yang dengan sendirinya
menciptakan barrier bagi sektor usaha kecil terhadap perbankan. Sebab lainnya
6
menjangkau seluruh pelosok tanah air, serta terbatasnya penyediaan jaminan
kredit dan agunan yang dipersyaratkan.
Tingginya akselerasi pertumbuhan dana masyarakat di bank (DPK/Dana Pihak
Ketiga) yang tidak dibarengi oleh pertumbuhan kredit seperti yang terjadi pada
perbankan di Indonesia ternyata menyebabkan perbankan mengalami penguatan
likuiditas, yang terindikasi dari semakin banyaknya dana bank yang disimpan
dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
1.2. Identifikasi Dan Rumusan Masalah 1.2.1. Identifikasi
Bank adalah badan yang usaha utamanya menciptakan kredit. Dari
pengertian tersebut dapat dikemukakan bahwa usaha bank selalu berkaitan dengan
masalah keuangan, yaitu: menghimpun dana, menyalurkan dana, dan memberikan
jasa bank lainnya. Dengan demikian bank sebagai suatu badan berfungsi sebagai
perantara keuangan (financial intermediary) dari dua pihak, yaitu pihak yang
kelebihan dana (surplus unit) dan pihak yang kekurangan dana (defisit unit).
Tetapi pada kenyataannya bank lebih memilih menanamkan dana pada
instrumen SBI daripada meyalurkan kredit. Hal ini dikarenakan di satu sisi,
sebagai lembaga penyimpan dana masyarakat, bank harus membayar beban bunga
yang menjadi hak para deposan. Di sisi lain, jika fungsi intermediasi tidak dapat
berjalan, maka hal tersebut akan menggangu profitabilitasnya, atau bahkan
7
menanamkan dananya pada instrumen SBI. Pendapatan dari instrument tersebut
kemudian akan digunakan untuk membayar beban bunga kepada deposannya.
Manfaat lain yang diperoleh dari menanamkan dana pada SBI ialah bahwa
instrumen tersebut dipandang sebagi instrumen yang paling aman (zero risk)
sehingga tidak mempengaruhi besaran CAR sebagai indikator utama kesehatan
bank tersebut. Sedangkan penyaluran kredit apalagi bila kredit tersebut disalurkan
ke sektor atau perusahaan yang memiliki high risk profile dan berpotensi menjadi
kredit macet (non-performing loan) akan berpengaruh secara langsung dengan
CAR bank tersebut, dimana angkanya akan mengalami penurunan. Hal ini
sesungguhnya tidak lazim dilakukan oleh pihak bank jika dilihat dari usaha pokok
bank yaitu menyalurkan kredit kepada masyarakat.
Tantangan intern bank yang harus segera dibenahi oleh perbankan Indonesia
saat ini adalah perbaikan kinerja perbankan dengan kinerja yang baik, maka bank
tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi. Tetapi terlepas dari itu bank
tersebut juga harus melaksanakan fungsinya yaitu sebagai lembaga intermediasi.
Menurut Nawa Thalo (2005) ekonomi kita adalah bank-based economy, sebuah
perekonomian yang masih bergantung pada keberadaan perbankan sebagai
sumber pembiayaan. Disinilah bank tersebut harus melaksanakan fungsinya yaitu
menyalurkan kredit kepada masyarakat yang nantinya akan menjadi pemicu
8
1.2.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan pada bagian sebelumnya,
maka peneliti merumuskan masalahnya sebagai berikut:
Apakah Faktor Internal Bank (dana pihak ketiga, capital adequacy
ratio, return on asset dan non performing loan) berpengaruh terhadap volume
kredit pada bank yang go public di Indonesia?
1.3. Maksud Dan Tujuan Penelitian 1.3.1. Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Faktor Internal
Bank (dana pihak ketiga, permodalan, jumlah kredit bermasalah dan
profitabilitas) terhadap volume penyaluran kredit pada bank yang Go public di
Indonesia.
1.3.2. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui apakah Faktor Internal Bank (dana pihak ketiga, capital
adequacy ratio, return on asset dan non performing loan) berpengaruh terhadap
9
1.4. Kegunaan Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi setiap pihak yang
terkait dengan penelitian ini, diantaranya:
a. Secara Praktis
Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dan
informasi dalam menentukan kebijakan pengelolaan dana pihak ketiga,
capital adequacy ratio, non performing loan, return on asset dan
volume kredit bank.
b. Secara Akademis
Diharapkan melalui hasil penelitian ini dapat memperkaya
keilmuan akuntansi terutama dalam bidang yang terkait dengan faktor
internal bank.
BAB III
OBYEK DAN METODE PENELITIAN
3.1. Obyek Penelitian
Obyek penelitian merupakan variabel-variabel yang menjadi
perhatian peneliti. Menurut Sugiyono (2008: 59) variabel penelitian
didefinisikan sebagai berikut: “Variabel penelitian adalah suatu atribut atau
sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik
kesimpulannya”. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah
Faktor Internal Bank dan variabel terikat adalah penyaluran kredit.
3.1.1. Lokasi Dan waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada bank yang go public di Indonesia dan
terdaftar di Bursa efek Jakarta (Indonesia).
Waktu penelitian ini adalah selama enam bulan, yaitu dari bulan
3.2. Metode Penelitian
3.2.1 Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan kausal, berguna untuk
menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel
lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dana pihak ketiga,
capital adequacy ratio, return on asset dan non performing loan sebagai
variabel bebas dan volume kredit sebagai variabel terikat. (Umar, 2003:30).
3.2.2 Definisi dan Operasionalisasi Variabel 3.2.2.1 Definisi Variabel
Menurut Sugiyono (2008: 59) variabel penelitian didefinisikan
sebagai berikut: “Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai
dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya”.
3.2.2.1 Operasionalisasi Variabel
Operasionalisasi variabel ini diperlukan untuk menjabarkan
variabel-variabel penelitian ke dalam indikator tertentu untuk memudahkan
pengukurannya sehingga dapat dijadikan pedoman dalam pengumpulan data
untuk menjawab masalah-masalah yang dikaji dalam penelitian ini. Selain
maka dalam peneitian ini penulis membatasi variabel yang akan diukur,
sehingga variabel-variabel yang akan diteliti diberi batasan-batasan secara
operasional.
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel
Variabel SubVariabel Konsep Variabel Indikator Skala
X Faktor
Internal Bank
Dana pihak ketiga
(Variabel X1)
merupakan sumber dana bank yang dihimpun dari masyarakat sebagai nasabah dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito (Abdullah, 2005:33).
- Nilai dana pihak ketiga Rasio
Permodalan
(Variabel X2)
dana dari modal sendiri yang berasal dari para pemegang saham baik para pemegang saham pendiri maupun pemegang saham yang ikut dalam usaha bank tersebut pada waktu kemudian (Lukman Dendawijaya, 2005:46)
profitabilitas adalah kemampuan suatu bank untuk memperoleh laba yang dinyatakan dalam persentase, profitabilitas pada dasarnya adalah laba yang dinyatakan dalam prosentase profit. Malayu Hasibuan (2002:100)
merupakan kredit yang digolongkan ke dalam kolektibilitas Kurang Lancar (KL), Diraguan (D), dan Macet (M). Lukman Dendawijaya (2005: 82)
- Rasio NPL
- NPL=
Rasio
3.2.3 Populasi dan Teknik Sampling 3.2.3.1Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau
subjek yang mempunyai kualitas dan karaktersitik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,
2004:72). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bank-bank yang go
public di Indonesia dan terdaftar di Bursa efek Indonesia tahun 2003 sampai
dengan tahun 2008.
3.2.3.2Teknik Sampling
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimilki
oleh populasi tersebut (Sugiono, 2004:73). Dalam penelitian ini sampel
adalah pooled data yaitu 26 bank yang listing di bursa efek selama 6 tahun
mulai dari 2003 sampai 2008.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampling purposive.
Beberapa pertimbangan yang digunakan dalam menentukan sampel adalah:
Bank tersebut terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun
2003 sampai dengan 2008.
Menerbitkan dan mempublikasikan laporan keuangan pada
Tidak melakukan atau mengalami merger, akuisisi dan
delisting selama periode penelitian.
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dilakukan untuk
mengumpulkan data dan keterangan-keterangan lainnya dalam penelitian
yang akan dilakukan. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder yaitu
data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi dan tidak memerlukan
pengolahan lebih lanjut seperti laporan keuangan tahunan. Jadi teknik yang
digunakan adalah teknik Dokumentasi yaitu Dokumentasi laporan keuangan
bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
3.2.5 Teknik Analisis Data dan Rancangan Pengujian Hipotesis 3.2.5.1Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan dalam pengolahan data pada penelitian ini adalah:
1. Analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk
memaparkan data laporan keuangan dari 26 Bank periode 2004-2008
berdasarkan faktor internal bank seperti dana pihak ketiga, permodalan
(CAR), profitabilitas (ROA), kredit bermasalah (NPL) dan kredit.
2. Analisis statistik inferensial digunakan untuk mencari koefisiensi korelasi
faktor internal bank seperti dana pihak ketiga, permodalan (CAR),
diajukan diterima atau ditolak. Skala yang digunakan adalah skala ratio
adapun untuk menguji hipotesis dipergunakan tes uji korelasional
berganda dan product moment (Siegel, 1992:263)
3. 2. 5. 2 Rancangan Pengujian Hipotesis
Langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian hipotesis.
Pengujian hipotesis dilakukan terhadap hipotesis yang telah dirumuskan
untuk mengetahui hubungan antara dana pihak ketiga, CAR, ROA,dan
NPL terhadap nilai kredit.
Adapun hipotesis yang pertama adalah, sebagai berikut: “terdapat hubungan antara dana pihak ketiga, CAR, ROA,dan NPL terhadap nilai kredit secara parsial dimana variabel lain dianggap konstan.”
Untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis pertama di atas, maka
korelasi yang digunakan adalah korelasi parsial.
Tujuan dilakukannya korelasi parsial atau pengontrolan terhadap
variabel-variabel adalah untuk memperoleh korelasi yang sebenarnya,
yang murni, yang tidak dikotori oleh variabel lain yang mungkin saja
berpengaruh terhadap kedua variabel yang sedang dikorelasikan itu. Istilah
dikotori menunjuk pada pengertian ditiadakan pengaruhnya terhadap
Jadi hasil perhitungan korelasi parsial akan menunjukkan koefisien
korelasi yang lebih murni dan lebih bersih, dari kedua variabel yang
dikorelasikan itu, dan karenanya juga lebih dapat dipertanggungjawabkan
dari pada koefisien korelasi pada jenjang nihil. ”Hal ini juga menunjukkan
bahwa semakin tinggi jenjang-jenjang korelasi yang dilakukan, akan
semakin bersih dan murni koefisien korelasi yang dihasilkan
(Nurgiyantoro, 2004:153). Adapun langkah-langkah untuk melakukan
korelasi parsial, agar memperoleh hubungan yang lebih murni antara dua
variabel adalah sebagai berikut:
1. Korelasi parsial jenjang nihil:
2. Korelasi parsial jenjang pertama
)
ry1-2 : korelasi antar variabel Y (kriterium) dengan variabel X1 (prediktor), dengan dikontrol oleh variabel X2
r12 : korelasi antar variabel X dengan variabel X2
3 Korelasi parsial jenjang kedua
)
ry1-12 : korelasi antar variabel Y (kriterium) dengan variabel X1 (prediktor), dengan dikontrol oleh variabel X2 (prediktor) dan X3
ry2-13 : korelasi antar variabel Y (kriterium) dengan variabel X2 (prediktor), dengan dikontrol oleh variabel X1 (prediktor) dan X3
ry3-12 : korelasi antar variabel Y (kriterium) dengan variabel X3 (prediktor), dengan dikontrol oleh variabel X1 (prediktor) dan X2.
Adapun hipotesis yang kedua adalah sebagai berikut: “terdapat hubungan antara dana pihak ketiga, CAR, ROA,dan NPL secara simultan terhadap nilai kredit”
untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis kedua tersebut, maka
korelasi yang digunakan adalah korelasi berganda. Korelasi ini digunakan
untuk mengetahui adanya hubungan antara semua variabel independen
secara bersama-sama dengan variabel dependen. Adapun formula dari
korelasi berganda adalah sebagai berikut:
Ket:
Ry(123) : koefisien parsial korelasi berganda
ry1 : koefisien korelasi variabel y dengan x1
ry2-1 : koefisien korelasi variabel y dengan x2
ry3-12 : koefisien korelasi variabel y dengan x3
Setelah didapatkan nilai koefisien korelasi berganda antara semua
variabel independen secara bersama-sama dengan variabel dependen,
maka langkah selanjutnya adalah mencari seberapa besar pengaruh
variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan
analisis koefisien determinasi ( r2).
Koefisien determinasi (KD) menunjukkan ragam naik turunnya
variabel terikat y yang diterangkan oleh pengaruh variabel x (beberapa
bagian dari total keragaman dari variabel terikat y yang dapat dijelaskan
oleh beragamnya nilai-nilai yang diberikan setiap variabel bebas x).
Koefisien determinasi dihitung untuk memperoleh kontribusi variabel
bebas (Faktor Internal Bank) terhadap variabel terikat (Volume kredit),
dimana dalam penggunaanya, koefisien determinasi dinyatakan dalam
persentasi dengan rumus:
KD = r2 x 100%
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil pengolahan data, pengujian hipotesis, dan pembahasan
maka hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
dana pihak ketiga mempunyai hubungan yang linear positif dengan kredit dan
tingkat hubungan yang terjadi antara kedua variabel tersebut sangat kuat.
Dengan kata lain apabila DPK pada suatu bank tinggi maka akan tinggi pula
volume kredit yang terdapat dalam bank itu. Hal ini dapat dilihat dari
koefisien korelasi parsialnya yaitu 0.927. Hal ini sesuai teori yang
dikemukakan bahwa dana pihak ketiga akan mendukung penyaluran kredit
oleh perbankan.
2. CAR memiliki hubungan yang linear positif dengan volume kredit dan tingkat
hubungan yang terjadi antara kedua variabel tersebut sangat lemah. Hal ini
dapat dilihat dari koefisien korelasi parsialnya yaitu 0,095. Dalam hal ini bank
akan tetap meningkatkan kredit selama peningkatan kredit tersebut tidak
3. ROA memiliki hubungan yang linear positif dengan volume kredit dan tingkat
hubungan yang terjadi antara kedua variabel tersebut lemah. Dengan kata lain
apabila ROA tinggi maka volume kredit akan tinggi pula. Hal ini dapat dilihat
dari koefisien korelasi parsialnya yaitu 0.277. Hasil ini mendukung teori yang
dikemukakan oleh Muliaman Hadad (2004:22) yang mengatakan return on
asset yang tinggi menunjukkan bank telah menyalurkan kredit dan
memperoleh pendapatan.
4. NPL memiliki hubungan yang linear negatif dengan volume kredit dan
tingkat hubungan yang terjadi antara kedua variabel tersebut sangat lemah.
Dengan kata lain apabila NPL tinggi maka variabel volume kredit akan
rendah tetapi dengan tingkat hubungan yang sangat lemah. Hal ini dapat
dilihat dari koefisien korelasi parsialnya yaitu -0,129. Hal ini dikarenakan ada
faktor kepribadian nasabah yang sangat berpengaruh dalam NPL ini.
5. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien determinasi adalah 87,9% (R
square 0.879). Hal ini menunjukkan bahwa 87,9% variasi perubahan dalam
volume kredit dapat dijelaskan oleh variabel dana pihak ketiga, capital
adequacy ratio, return on asset dan non performing loan. Sedangkan sisanya
sebesar 12,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan
5.2 Saran
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dalam hal
ini disampaikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Agar pihak Bank tetap memperhatikan dana pihak ketiga, capital adequacy
ratio, return on asset dan non performing loan dalam melaksanakan kegiatan
operasionalnya karena variabel ini akan mempengaruhi besarnya volume
kredit yang disalurkan bank dan mengikutsertakan faktor internal lain seperti
batas maksimum pemberian kredit dan faktor eksternal seperti peraturan
moneter yang berlaku, suku bunga dan lain sebagainya.
2. Bagi peneliti lain agar menggunakan populasi yang lebih luas yaitu termasuk
bank yang tidak go public serta periode pengamatan yang lebih lama sehingga
dapat memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
3. Bagi peneliti lain yang tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut,
sebaiknya menambahkan variabel lain seperti faktor eksternal sehingga bisa
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M. Faisal, 2005. Manajemen Perbankan, Edisi Kelima. Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.
Bastian, Indra dan Suhardjono, 2006. Akuntansi Perbankan, Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta.
Dendawijaya, Lukman, 2005. Manajemen Perbankan, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Erlina, Sri Mulyani, 2007. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama, USU Press, Medan.
Hasibuan, Malayu. (2002). Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta : Bumi Aksara
H. M. Harlasgunawan.,et.al. (2005). Pedoman Penulisan Skripsi Program Studi Akuntansi. Bandung: Prodi Akuntansi UPI.
Kashmir. (2004). Manajemen Perbankan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Manurung, Mandala dan Prathama Raharja, 2004. Uang, Perbankan dan Ekonomi Moneter, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Mulyono, Teguh Pudjo. (2007). Bank Budgetting, Edisi I, Badan Pendidikan Fakultas Ekonomi, Yogyakarta: BPFE.
Santoso, Totok Budi, 2004. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya, Salemba Empat, Jakarta.
Suyatno. (2005). Melacak Kredit Bermasalah. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Siamat, Dahlan, 2005. Manajemen Lembaga Keuangan, Edisi Kelima, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Sugiyono. (2004). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: CV. Alfabeta.
---.(2005). Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV Alfabeta.
UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan.
Surat Edaran No.6/ 23 /DPNP tanggal 31 Mei 2004 perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
Hadad, Muliaman, 2004 “Fungsi Intermediasi Dalam Mendorong Sektor Riil”,
Buletin Ekonomi Moneter Dan Perbankan, Desember 2004.
Harmanta dan Ekananda, 2005.”Disintermediasi Fungsi Perbankan di Indonesia Pasca Krisis 1997: Faktor Permintaan atau Penawaran Kredit”, Buletin Ekonomi Moneter Dan Perbankan, Juni 2005.
Mahrinasari, 2003.”Pengelolaan Kredit pada Bank Perkreditan Rakyat di Kota
Bandarlampung”, Jurnal Ekonomi dan bisnis, Nomor 3 Jilid 8, Universitas Lampung, Lampung.
Warjiyo, Perry, 2004. “Stabilitas Sistem Perbankan dan Kebijakan Moneter”, Buletin Ekonomi Moneter Dan Perbankan, Maret 2004.
Thalo, Nawa, 2005. “Intermediasi Perbankan”, Jurnal Ekonomi dan bisnis, Universitas Indonesia.
Indonesia Stock Exchange, 2008, laporan keuangan/detail/softcopy laporan keuangan:
www.idx.co.id, download tgl 21 Mei 2009.
Kajian Stabilitas Keuangan, 2003-2008:
www.bi.go.id, download tgl 30 Januari 2010
Statistik Perbankan Indonesia, 2008: