• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Paparan Debu Kapur Dengan Penurunan Fungsi Paru Pada Tenaga Kerja Pt. Putri Indah Pertiwi, Desa Pule,Gedong, Pracimantoro, Wonogiri.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA Hubungan Paparan Debu Kapur Dengan Penurunan Fungsi Paru Pada Tenaga Kerja Pt. Putri Indah Pertiwi, Desa Pule,Gedong, Pracimantoro, Wonogiri."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier S. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Amin M. 2000. Penyakit Paru Obstruksif Kronik. Laboratorium-SMF Penyakit Paru. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSUD DR. Sutomo.

Anderson SWLM. 1989. Phatophysiologi Clinical Conceps of Disease Proceesses, (terjemahan Adji Dharma), Bagian 1 edisi 2 Cetakan VII. Jakarta: ECG.

Aryuni S., Russeng SS., Awaluddin. 2014. Hubungan Kadar Debu Dengan Kapasitas Paru Pada Tenaga Kerja di Bagian Cement Mill PT. Semen Basowa Maros. Jurnal UNHAS. 17-22 Maret 2014.

Breck WG. 1986. Chemistry for Science and Enginering. Mc. Graw Hill International Book Company

Budiman. 2011. Penelitian Kesehatan Buku Pertama. Bandung: PT. Rafika Aditama.

Cahyana A. 2012. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Tambang Batu Bara PT. Indomico Mandiri Kalimantan Timur 2012. Jurnal UNHAS. 16 Januari-9 Febuari 2012.

Campbell., Neil A., Reece., Jane B., Mitchell LG. 1999. Biologi, 5th ed. New York: Addison Wisley Longman, Inc.

Data ILO. 2012. “Penyebab Kematian Yang Berhubungan Dengan Pekerjaan”. Dalam Fahmi T. 2012. Hubungan Masa Kerja Dan Penggunaan Apd Dengan Kapasitas Fungsi Paru Pada Pekerja Tekstil Bagian Ring Frame Spinning I Di PT.X Kabupaten Pekalongan. Semarang: UNDIP

Deviandhoko., Endah N., Nurjazuli. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Pengelasan di Kota Pontianak. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. Vol. 11. No.2. Oktober 2012.

Dhaise., Abu BA., Rabi AZ., Zwary. 1997. Pulmonary Manifestation in Cement Workers in Jordan, Ibrid, Int Jour Occup Med Environ Health.

(2)

Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah. 2004. Data Penyakit Akibat Kerja. Semarang: Pemerintah Propinsi Jawa Tengah

Dinas Pertambangan dan Energi. 2005. Laporan Akhir Bimbingan Teknik Pembuatan Tungku Pembakaran Batu Kapur Dengan Batu Bara di Kabupaten Grobogan, Wonogiri dan Tegal. : Semarang. Pemerintah Propinsi Jawa Tengah.

Guyton CA. 1995. Fisiologi Manusia dan Mekanisme penyakit, Alih Bahasa: Petrus Adrianto. Jakarta: EGC.

Guyton CA dan Hall JE. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC

Habsari ND. 2003. Penggunaan Alat Pelindung Diri Bagi Tenaga Kerja. Bunga Rampai Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Semarang: Universitas Diponegoro.

Horrington H. 2003. Buku Saku Kesehatan Kerja. Jakarta: EGC.

Joko S. 2001. Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja. Jakarta: ECG

Kristanto P. 2001. Ekologi Industri. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Lestari A. 2010. Pengaruh Paparan Debu Kayu Terhadap Gangguan Fungsi Paru Tenaga Kerja di CV. Gion dan Rahayu, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. [Skripsi Ilmiah]. Surakarta: Fakultas Kedokteran UNS.

Malaka T. 1996. Evaluasi Bahan Pencemar Lingkungan di Udara. Jurnal Respirologi Indonesia. Volume 16,1996:32-127.

Mukono J. 1997. Pencemaran Udara dan Pengaruhnya Terhadap Gangguan Saluran Pernapasan. Jakarta: Airlangga University Press.

Mulyono S. 1990. Biologi. Surakarta: Seti Aji.

Nugroho A. 2010. Hubungan Konsentrasi Debu Total Dengan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Di PT. KS Tahun 2010 [Tesis Ilmiah].Jakarta: Universitas Indonesia

Nurjanah., Kresnowati L., Mufid A. 2014. Gangguan Fungsi Paru dan Kadar Continine Pada Urin Karyawan yang Terpapar Asap Rokok Orang Lain. Jurnal Kesehatan Masyarakat UNNES. ISSN 1858-1196. September 2012.

(3)

Permenakertrans RI No 13. 2011. Nilai Ambang Batas. Jakarta: Permenakertrans RI.Pujiastuti W. Pusat Kesehatan Kerja, Depkes RI. 2002. Debu sebagai bahan pencemar yang membahayakan kesehatan kerja. Diakses 02 Juni 2014. http://www.depkes.go.id.

Rae F. 2013. Pengaruh Pemaparan Debu Kapas Terhadap Kapasitas Fungsi Paru Karyawan Bagian Proses Tenun dan winding di PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. [Skripsi Ilmiah]. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan UMS.

Raharjo RAH. 2010. Hubungan Antara Paparan Debu Padi Dengan Kapasitas Fungsi Paru Tenaga Kerja di Penggilingan Padi Anggraini Sragen Jawa Tengah. [Skripsi Ilmiah]. Surakarta: Fakultas Kedokteran UNS

Saryono. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Mitra Cendekia.

Simanjuntak NSR., Suwondo A., Wahyuni I. 2013. Hubungan Antara Kadar Debu Batubara Total dan Terhirup Serta Karakteristik Individu dengan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja di Lokasi Coal Year PLTU X Jepara. Jurnal Kesehatan Masyarakat UNDIP. Vol. 2. No.2. November-Desember 2012.

Sucipto E. 2007. Hubungan Pemaparan Partikel Debu Pada Pengolahan Batu Kapur Terhadap Penurunan Kapasitas Fungsi Paru (Studi Kasus Di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal). [Tesis Ilmiah]. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Sudadi M. 1990. Biologi. Surakarta: Seti Aji.

Sugeng AM, RMS. Jusuf,. Adriana P. 2003. Bunga Rampai Hiperkes dan Kesehatan Kerja. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Suma’mur PK. 1986. Keselamatan Kerja Dan Pencegahan Kebakaran. Jakarta: Gunung Agung.

___________. 1998. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: CV. Haji Masagung.

___________. 2009. Higene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: CV. Agung Seto.

Syaifuddin. 1997. Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat. Jakarta: Kedokteran EGC.

(4)

Tarwaka. 2008. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.

_______. 2012. Dasar – Dasar Keselamatan Kerja Serta Pencegahan Kecelakaan di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.

Undang-Undang RI No 01. 1970. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Undang-Undang RI.

Wahyu A. 2004. Higiene Perusahaan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanundin. Makassar.

Wardhana AW. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: ANDI.

Wibowo AE. 2012. Aplikasi Praktis SPSS dalam Penelitian. Yogyakarta: Gava Media.

Wilmore JH. 1994. Physiology of Sports and Exercise Human Kinetics. USA: Human Kinetics Publishers.

World Health Organization. 1997. Health and Environment in Sustainable Development Five Years after the Earth Summit. Geneva: WHO

Wulandari DR., Hadisaputro S., Suhartono. 2014. Berbagai Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gangguan Fungsi Paru dalam Ruang Kerja (Studi Kasus Pekerja Industri Rumahan Electroplating di Kecamatan Talang Kabupaten Tegal). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. Vol. 12. No.1. Oktober 2012-18 Maret 2013.

Yulaekah S. 2007. Paparan Debu Terhirup Dan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Industri Batu Kapur (Studi Di Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan). [Tesis Ilmiah]. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponogoro.

Yunus F. 1997. Dampak Debu Industri pada Paru Pekerja dan Pengendaliannya. Cermin Dunia Kedokteran No. 115.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan debu dengan kapasitas vital paru pada pekerja bagian produksi kawasan industri peleburan logam Pesarean.. Jenis

Pada survei pendahuluan peneliti berkomunikasi langsung dengan pekerja, dari hasil wawancara pada 10 pekerja, terdapat 8 pekerja mengalami gangguan saat berkomunikasi

Laporan Bantuan Pelaksanaan Penelitian Pengaruh Faktor – Faktor Eksternal terhadap Gangguan Pendengaran pada Frekuensi 500, 1000, dan 2000 Hz pada Tenaga Kerja yang Terpapar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama paparan kadar debu batu bara dengan penurunan kapasitas fungsi paru pada tenaga kerja di unit Boiler Batu

Paparan debu di lingkungan kerja merupakan faktor potensial dalam menyebabkan gangguan faal paru. Gangguan faal paru dapat berupa restriksi, obstruksi dan kombinasi yang

Mengetahui perbedaan pemaparan partikel debu pada pengolahan batu kapur terhadap penurunan kapasitas fungsi paru pada pekerja, pemilik dan penduduk di Desa Karangdawa

Hasil analisis hubungan paparan debu dengan gangguan faal paru yang tersaji pada Tabel 5 menunjukkan bahwa pekerja overhaul power plant yang terpapar kadar debu 1,34

Hasil penelitian menemukan bahwa paparan debu terhirup mempunyai hubungan yang bermakna dengan terjadinya gangguan fungsi paru (nilai p = 0,02 dan OR = 5,833 CI 95 % (1,865 –