• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ekonomika dan Bisnis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Ekonomika dan Bisnis"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Ekonomika dan Bisnis

Journal homepage: https://journal.feb-uniss.ac.id/home ISSN Paper : 2356-2439, ISSN Online : 2685-2446

Sertifikasi, Komitmen Dan Kompetensi Profesional Sebagai Predictor Variable Kinerja Guru Sd Kecamatan Kaliwungu Selatan Gugus Ki Hajar Dewantara

Kabupaten Kendal

Muhammad Fauzi(1), Ageng Prasetyo(2), Mizani(3)

(1)Universitas Selamat Sri, (2)Universitas Selamat Sri, (3)Universitas Selamat Sri

(1) [email protected], (2) ageng_prasetyo61@ yahoo.com, (3)[email protected]

I N F O A R T I K E L Riwayat Artikel:

Diterima pada 15 November 2021 Disetujui pada 22 November 2021 Dipublikasikan 30 November 2021

Kata Kunci:

Kinerja Guru, Kompetensi Profesional, Komitmen, Sertifikasi..

A B S T R A K

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh sertifikasi, komitmen dan kompetensi pofesional terhadap kinerja guru SD Kecamatan Kaliwungu Selatan Gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Kendal, secara parsial maupun secara simultan dan sumbangsinya terhadap objek penelitian.

Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi adalah guru Sekolah Dasar (SD) yang berjumlah 84 orang. sampel penelitian berjumlah 32 orang dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling.

Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian ini secara parsial (1) Sertifikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja guru berdasrkan nilai t hitung > t tabel 13,619 >

2,048 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, (2) Komitmen tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja guru berdasarkan nilai t hitung > t tabel 0,809 < 2,048 dengan signifikansi 0,426 > 0,05 (3) Kompetensi Profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja guru berdasarkan nilai t hitung > t tabel 2,167 > 2,048 dengan signifikansi 0,039 < 0,05 (4) secara simultan variabel sertifikasi, komitmen dan kompetensi pofesional berpengaruh posistif dan signifikan terhadap kinerja guru berdasarkan nilai F hitung > F tabel 191,279 > 2,92 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 (5) berdasarkan nilai adjusted R square didapatkan nilai 0,948 artinya variabel independen memiliki kontribusi sebesar 94,8

% didalam menjelaskan variabel dependen.

(2)

PENDAHULUAN

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset penting untuk menunjang keberhasilan suatu organisasi. Pentingnya sumber daya manusia ini perlu disadari oleh semua tingkatan manajemen di organisasi baik itu perusahaan maupun instansi pemerintah. Dalam organisasi Pendidikan upaya untuk membangun dan meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas output dan kinerja yang di hasilkan oleh pendidik.

Dunia pendidikan harus memiliki pendidik yang profesional untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut (Firdhahis 2010) menyatakan bahwa hampir separuh dari sekitar 2,6 juta guru di Indonesia belum layak mengajar. Hal tersebut dikarenakan kualifikasi dan kompetensi guru yang tidak sesuai. Dari data tersebut tentunya akan berdampak pada kinerja guru di Indonesia. Kinerja guru merupaka kunci dari terciptanaya iklim organisasi sekolah yang baik, potret profesionalitas akan pekerjaan dan tanggung jawab moral dalam bekerja. Berbagai cara yang bisa dilakukan oleh para guru agar dapat meningkatkan profesionalismenya adalah dengan menempuh program sertifikasi guru.

(Suyatno 2008)mendefinisikan bahwa “sertifikasi guru merupakan proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru”. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar profesi guru. Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menegaskan bahwa guru sebagai agen pembelajaran harus memiliki kompetensi.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 tentang guru menyatakan bahwa empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang guru untuk menjamin produktifitas dan efektifitas pembelajaran adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional (UU RI No. 29 Tahun 2003).

Dalam hal tersebut penelitian ini mengambil objek penelitian yaituSekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal.

Objek penelitian ini terdiri dari 6 SD Negeri dan 1 SD Swasta yang tergabung dalam gugus kerja Ki Hajar Dewantara. Gugus Ki Hajar Dewantara dipilih karenaSekolah Dasar (SD) yang termasuk dalam gugus tersebut memiliki catatan prestasi dansistem manajemen sekolah dan organisasi yang sangat baik.

Selain hal tersebut yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan hasil penelitian tentang kinerja guru pada penelitian penelitian sebelunya. Seperti pada penelitian yang di alkukan oleh (Kurnia Wido Wati, 2012)Sertifikasi tidak memberikan pengaruh yang dominan terhadap kinerja guru di Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan.(Alifa Nurul Kridayanti, 2015)Sertifikasi berpengaruh terhadap kinerja guruSD Negeri Se-gugus Jendral Soedirman Kecamatan Batang.

Darihasilmasalah yang sudah diuraikan memilikihasiltidakkonsisten,makapeneliti tertarikuntuk mengambil judulSertifikasi, Komitmen dan Kompetensi Profesional

(3)

Sebagai Predictor Variable Kinerja Guru SD di Kecamatan Kaliwungu Selatan Gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Kendal.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan dari latar belakang maka peneliti mengajukan rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh sertifikasi kepada kinerja guru?

2. Bagaimana pengaruh komitmen kepada kinerja guru?

3. Bagaimana pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru?

4. Bagaimana peningkatan kinerja guru melalui sertifikasi, komitmen, dan kompetensi professional?

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengkaji secara empiris apakah Sertifikasi, Komitmen dan Kompetensi Profesional Sebagai Predictor Variable Kinerja Guru SD Kecamatan Kaliwungu Selatan Gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Kendal.

MANFAAT PENELITIAN

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak, antara lain:

1. Bagi guru, hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan acuan untuk lebih meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi guru yang professional di Sekolah.

2. Bagi pihak sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya pengembangan dan peningkatan kinerja guru di Sekolah.

3. Bagi Penulis, Penelitian ini merupakan kesempatan baik dalam menerapkan teori, khususnya teori di bidang sumber daya manusia ke dalam dunia praktek yang sebenarnya dan untuk mengembangkan kemampuan peneliti dalam melakukan penelitian.

4. Untuk Peneliti Berikutnya, Hasil penelitian ini di harapkan dapat di jadikan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut, serta referensi terhadap penelitian yang sejenis dalam membuat konsep baru di bidang penelitian sumber daya manusia.

5.

LANDASAN TEORI Kinerja Guru

Kinerja diartikan sebagai hasil dari usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu (Yuwaliantin 2006).

Sedangkan menurut (Veitzal Rivai 2005) kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang di hasilkan oleh karyawan sesuai denhgan peranya dalam perusahaan atau organisasi.

Kinerja atau prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam mengimplementasikan tugasnya sesuai dengan

(4)

tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara 2007). Bila dikaitkan dengan guru maka kinerja guru tidak lain adalah kemampuan guru untuk menampilkan atau mengerjakantugas guru. Kinerja guru dapat tercermin dalam perilaku guru dalam proses pembelajaran. Menurut (Mulyasa 2004) kinerja atau performance dapat diartikan sebagai prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja, hasil kerja atau unjuk kerja.

Sedangkan menurut (Uno 2021) kinerja merupakan penjumlahan antara kemampuan dan motivasi kerja yang dimiliki seseorang. Dalam kaitan dengan kinerja guru dapat di artikan kinerja guru adalah kemampuan melaksanakan kegiatan guru yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses belajar mengajar yang intensitasnya dilandasi etos kerja dan disiplin professional guru.

Menurut Bernardin dan Russell (2002) ada empat indikator untuk mengukur kinerja karyawan:

1). Kualitas kerja 2). Kuantitas kerja 3). Pengetahuan 4). Kerja sama

Sertifikasi

Menurut (Baruningsih 2011) Sertifikasi Guru merupakan pemenuhan kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi profesional. Proses sertifikasi dipandang sebagai bagian esensial dalam upaya memperoleh sertifikat kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

(Saniyah 2008) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sertifikasi guru adalah proses uji kompetensi yang dirancang untuk mengungkapkan penguasaan kompetensi seseorang sebagai landasan pemberian sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga profesional (Haryanto dan Aziz 2009). Sertifikasi guru adalah proses pemberian penghargaan kepada guru yang telah memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi sebagai upaya peningkatan mutu guru (Syarafuddin 2008).

Menurut (Mulyasa 2004) sertifikasi guru bertujuan untuk:

1. Melindungi profesi pendidik dan tenaga kependidikan,

2. Melindungi masyarakat dari praktik–praktik yang tidak kompeten, 3. Membantu dan melindungi lembaga penyelenggara pendidikan,

4. Membangun citra masyarakat terhadap profesi pendidik dan tenaga kependidikan.

5. Memberikan solusi dalam rangka meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Komitmen

Komitmen adalah tingkat di mana seseorang pekerja mendefinisikan sebuah organisasi, tujuan dan harapannya untuk tetap menjadi anggota. (Mardiana dan Syarif 2017) Komitmen organisasi Menurut (Robbins 2003) adalah semua perasaan dan sikap karyawan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan organisasi dimana mereka bekerja termasuk pada pekerjaan mereka. Sedangkan menurut

(5)

Griffin, komitmen organisasi adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seseorang individu mengenal dan terikat pada organisasinya. Seseorang individu yang memiliki komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi.

Kompetensi Profesional

Menurut (Julianty 2016)kompetensi guru dalam pembelajaran adalah suatu performansi (kemampuan) yang dimiliki seorang guru meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, proses berpikir, penyesuaian diri, sikap dan nilai-nilai yang dianut dalam melaksanakan profesi sebagai guru sebagai tenaga pendidik.

Kompetensi profesional merupakan suatu kemampuan sesuai dengan keahliannya. Seseorang guru harus menyampaikan sesuatu (sesuai keahliannya) kepada peserta didik dalam rangka menjalankan tugas dan profesinya. Menurut Kanfel dan Philip, (2005) Seorang guru harus memiliki kompetensi profesional dalam bidang keahliannya,

Kompetensi guru profesional menurut pakar pendidikan (Soediarto 2017) menyatakan bahwa seorang guru harus mampu menganalisis, mendiaknosis, dan memprognosis situasi pendidikan. Guru yang memiliki kompetensi profesional perlu menguasai antara lain disiplin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan pelajaran, bahan ajar yang diajarkan, pengetahuan tentang karakteristik peserta didik, pengetahuan tentang filsafat dan tujuan pendidikan, pengetahuan serta penguasaan metode dan model mengajar.

Guru yang profesional harus memiliki pengetahuan yang luas dan mampu menguasai metode yang tepat, hal ini seperti yang dikemukakan oleh (Mulyasa 2015)yaitu: Kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan, serta penguasan metodologi yaitu menguasai konsep teoritik mampu memiliki metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar.

Kerangka Pikir Teoritis

Gambar: 1 Kerangka Pikir teoritis

H1

H2

H3 Sertifikasi

Komitmen

Kompetensi Profesional

Kinerja Guru

(6)

H4 Sumber: Data diolah peneliti 2021.

METODE

Pelaksanaan penelitian ini menggunakan jenis atau bentuk penelitian explonatory reseach melalui penelitian asosiatif. Metode survei yaitu pengumpulan data yang dilakukan terhadap obyek dilapangan dengan mengambil sampel dari suatu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Arikunto, 2013). Dalam penelitian ini, populasi yang dimaksud adalah para guru SD Kecamatan Kaliwungu Selatan Gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Kendal yang berjumlah 84 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 32 responden.

Untuk menguji apakah instrumen dapat di pertanggung jawabkan atau tidak, maka terlebih dahulu harus diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk melihat sejauh mana alat ukur dapat dipercaya dan dapat diandalkan untuk digunakan sebagai alat pengumpul data. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan pengujian uji t, ujiF, uji determinasi (R2) dan uji asumsi klasik.

HASIL

Analisis karakteristik responden

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dimana paling banyak perempuan 26 responden (81,25%) dan laki-laki 6 responden (18,75%). Karakteristik responden berdasarkan status kepgawaianPNS berjumlah 26 responden (81,25%), Honorer 2 responden (6,25%), Honorer yayasan 4 responden (12,5%). Responden dengan pendidikan SMA berjumlah 2 responden (6,25%), pendidikan S1 berjumlah 27 responden (84,38%) dan Pendidikan S2 3 responden (9,37%).

Uji Reliabilitas

Berdasarkan hasil pengujian Cronbach’s alpha untuk variabel Kinerja Guru sebesar 0,735; Sertifikasi (X1) sebesar 0,692; Komitmen (X2) sebesar 0,601;

Kompetensi Profesional (X3) sebesar 0,625. Hasil pengujian keseluruhan instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini secara umum dapat dinyatakan reliabel, terlihat dari nilai cronbach’s alpha ≥ 0,6

Uji Normalitas

Berdasarkan hasil uji normalitas melalui One-Sample Kolmogrov- Sminorv Testdapat diketahui nilai signifikansi 0.073> 0.05, maka dapat disimpulkan nilai residual berdistribusi normal.

Uji Mulitikolinearitas

(7)

Kedua model regresi menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen (sertifikasi, komitmen ,dankompetensi profesional) tidak saling berkolerasi linear ditunjukkan dengan nilai tolerance (0,430; 0,562; 0,432) > 0,10 dan nilai VIF (2.323; 1.781; 2.316) < 10 berarti tidak terjadi multikolinearitas.

Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan hasil padauji glejser, diperoleh hasil sertifikasi 0,729; komitmen 0,811; dan kompetensi professional 0,068;. Nilai signifikansi masing-masing variabel bernilai diatas 0,05, maka dapat diartikan data tersebut tidak terjadi heterokedastisitas.

Analisis Data

Uji regresi dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan besar pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen, variabel independen terhadap variabel dependen. (Ghozali, 2013). Berdasarkan hasil perhitungan SPSS sebagai berikut:

Persamaan regresi pada penelitian ini sebagai berikut.

Y = -1,713+1,017 X1 + 0,067X2 + 0,200X3

Hasil persamaan regresi Persamaan dapat dijelaskan bahwa pengaruh sertifikasi (X1), komitmen (X2) dan kompetensi professional (X3) terhadap kinerja guru (Y) dengan penejelasan sebagai berikut:

1. Hasil nilai koefisien regresi model sertifikasi terhadap kinerja guru bernilai positif sebesar 1,017, dapat diartikan bahwa semakin baik sertifikasi dan menganggap variabel lain konstan, maka akan membuat kinerja guru naik sebesar 1,017 satuan.

2. Hasil nilai koefisien regresi komitmen terhadap kinerja guru bernilai positif sebesar 0,067, dapat diartikan bahwa semakin baik komitmen dan menganggap variabel lain konstan, maka akan membuat kinerja guru naik sebesar 0,067 satuan.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -1.713 1.385 -1.236 .227

Sertifikasi 1.017 .075 .846 13.619 .000 .430 2.323

Komitmen .067 .083 .044 .809 .426 .562 1.781

Kompetensi Profesional

.200 .092 .134 2.167 .039 .432 2.316

a. Dependent Variable: Kinerja Guru

(8)

3. Hasil nilai koefisien regresi kompetensi professional terhadap kinerja guru bernilai positif sebesar 0,200, dapat diartikan bahwa semakin baik kompetensi profesional dan menganggap variabel lain konstan, maka akan membuat kinerja guru naik sebesar 0,200 satuan.

Pengujian Hipotesis Uji T (Parsial)

1. Adapun hasil korelasi antar variabel menunjukan bahwa hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung untuk X1 adalah 13,619 dengan menggunakan level significance (taraf signifikan) sebesar 5 % diperoleh t tabel sebesar 2,048 yang berarti bahwa nilai t hitung X1 lebih besar dari pada nilai t tabel yaitu 13,619>2,048, dengan Signifikasi X1 0,000<0,05, menandakan bahwa sertifikasi (X1) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru(Y).

2. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung untuk X2 adalah 0,809 dan dengan menggunakan level significance (taraf signifikan) sebesar 5 % diperoleh t tabel sebesar 2,048 yang berarti bahwa nilai t hitung lebih kecil daripada nilai t tabel yaitu 0,809 <2,048. Signifikasi t = 0,426 > 0,05, menandakan bahwa komitmen (X2) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja guru (Y).

3. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung untuk X3 adalah 2,167 dengan menggunakan level significance (taraf signifikan) sebesar 5 % diperoleh t tabel sebesar 2,048yang berarti bahwa nilai t hitung X3 2,167 > 2,048, denganSignifikasi X3=0,039 < 0,05 menandakan bahwa Kompetensi professional (X3) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru(Y).

Uji F (Simultan)

Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara sertifikasi, komitmen, dan kompetensi professional terhadap kinerja guru SD Kecamatan Kaliwungu Selatan gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Kendal, Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program SPSS diperoleh F hitung sebesar 191,279 pada level significance (taraf signifikan) sebesar 5 % diperoleh F tabel sebesar 2,92 sehingga nilai F hitung = 191,279> dari F tabel = 2,92 atau signifikan 0,000 kurang dari 5%,

Analisis Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (adjusted R square) adalah 0,948 artinya ada sebanyak 94,8 % variabel-variabel independen yang terdiri dari sertifikasi, komitmen, dan kompetensi professional mempengaruhi variabel dependen yaitu kinerja guru

(9)

sedangkan sebanyak 5,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.

PEMBAHASAN

1. Pengaruh sertifikasi terhadap kinerja guru

Sertifikasi berpengaruh terhadap kinerja guru, hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung lebih besar daripada nilai t tabel yaitu 13,619 >2,048 Signifikasi t

=0,000 < 0,05, menandakan bahwa sertifikasi (X1) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru (Y). Koefisien regresi yang bernilai positif dapat diartikan bahwa apabila sertifikasi semakin tinggi, maka kinerja guru akan semakin meningkat.

Hasil penelitian ini mendukung Penelitian yang dilakukan oleh (Kridayanti 2015) menyatakan bahwa Sertifikasi berpengaruh terhadap kinerja guru SD Negeri Se-gugus Jendral Soedirman Kecamatan Batang Penelitian lain yang dilakukan oleh (Zulkifli, Darmawan, and Sutrisno 2014)sertifikasi berpengaruh terhadap kinerja guru.

2. Pengaruh komitmen terhadap kinerja guru

Komitmentidak berpengaruh terhadap kinerja guru, hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung lebih kecil daripada nilai t tabel yaitu 0,809 <2,048.

Signifikasi t =0,426 > 0,05, menandakan bahwa komitmen (X2) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja guru (Y). Hasil penelitian ini mendukung Penelitian yang dilakukan oleh (Sumarsih 2014) menyatakan bahwa komitmen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Penelitian lain yang dilakukan (Azizah Nur, 2019) komitmen tidak berpengaruh terhadap kinerja guru.

3. Pengaruh kompetensi professional terhadap kinerja guru

Kompetensi professional berpengaruh terhadap Kinerja guru, hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung lebih besar dari pada nilai t tabel, yaitu 2,167

>2,048. Signifikasi t =0,039 < 0,05, menandakan bahwa kompetensi profesional (X3) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja(Y).

Koefisien regresi yang bernilai positif dapat diartikan bahwa apabila kompetensi profesionalsemakin tinggi, maka kinerja guru akan semakin meningkat.

Hasil penelitian ini mendukung Penelitian yang dilakukan oleh (Julianty 2016) menyatakan bahwa kompetensi professional berpengaruh terhadap kinerja guru. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Idawati 2019) kompetensi professional berpengaruh terhadap kinerja guru.

Dalam penelitian ini nilai F hitung sebesar 191,279 pada level significance (taraf signifikan) sebesar 5 % diperoleh F tabel sebesar 2,92 sehingga nilai F hitung = 191,279> dari F tabel = 2,70 atau signifikan 0,000 kurang dari 5%, artinya ada pengaruh bersama-sama antara sertifikasi,

(10)

komitmen dan kompetensi profesional, secara simultan terhadap kinerja guru.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Zulkifli, Darmawan, and Sutrisno 2014) mengatakn Motivasi, Sertifikasi, dan Kesejahteraan berpengaruh terhadap kinerja guru. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Faridah 2018) Sertifikasi, Komitmen, Moivasi Kerja berpengaruh terhadap kinerja guru

KESIMPULAN

1. Sertifikasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SD Kecamatan Kaliwungu Selatan Gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Kendal.

2. Komitmen secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SD Kecamatan Kaliwungu Selatan Gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Kendal

3. Kompetensi profesional secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SD Kecamatan Kaliwungu Selatan Gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Kendal

4. Sertifikasi, komitmen, dan kompetensi profesional secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja guru SD Kecamatan Kaliwungu Selatan Gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Kendal.

SARAN

1. Menjadi seorang guru merupkan pekerjaan yang mulia selain mendidik guru juga harus menanamkan rasa tangung jawab yang tinggi (profesionalisme) terhadap pekerjaannya untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik lagi.Secara umum sertifikasi mampu meningkatkan kinerja guru Sekolah Dasar di Kecamatan Kaliwungu Selatan. Harapannya dengan adanya sertifikasi guru- guru lebih mampu untuk mengembangkan skill dan kompetensi profesional, serta meningkatkan komitmen untuk memberikan yang terbaik demi mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

2. Kompetensi professional memang suatu kemmpuan yang harus di miliki dan di kembangkan guru/pendidik, maka dari itu guru yang sudah lulus sertifikasi hendaknya memanfaatkan program tersebut untuk mengembangkan kreatifitas dan mutu guru.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. “Metode Peneltian”.Jakarta: Rineka Cipta.

Baruningsih, Palupi. 2011. “Pengaruh Sertifikasi Profesi Guru Terhadap Kinerja Guru Akuntansi Di SMK Se-Kabupaten Sragen”.

Faridah, Faridah. 2018. “Pengaruh sertifikasi dan komitmen terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja pada SD N Gugus I Balikpapan Selatan”.MAP (Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik) 1(01): 31–45.

(11)

Ferdinand, A. 2006. “Metodologi Penelitian Kuantitatif”.Jakarta: Kencana

Julianty, Julianty. 2016. “Kompetensi Pedagogik dan Profesional Sebagai Predictor Variable Bagi Kinerja Mengajar (Studi Pada Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Gugus Bireuen)”.Jemensri (Jurnal Ekonomi Manajemen dan Sekretari) 1(2):

87–95.

Kridayanti, Alifa Nurul. 2015. “Pengaruh sertifikasi terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri se-gugus jenderal soedirman kecamatan batang kabupaten batang”.

Lestari, Sri. 2010. “Pengaruh Sertifikasi Guru Terhadap Kinerja Guru MTs N Mlinjon Filial Trucuk Klaten”.Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Mulyasa, Enco. 2004. “Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi dan Implementasi”.

Sopiah. 2008. “Perilaku Organisasional”.Yogyakarta: PT Andi Yogya.

Sudijono, Anas. 2010. “Pengantar Statistika Pendidikan.(Cetakan Ke-22)”.Jakarta:

PT Raja Grafindo Persada.

Sugiono. 2016. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan r & D”.Bandung:

Alfabeta.

Sugiono. 2009. “Statistik Untuk Penelitian (SPSS 20)”.Bandung: Alfabeta.

Uno, Hamzah B. 2021. “Teori Motivasi Dan Pengukurannya: Analisis Di Bidang Pendidikan”. Jakarta: Bumi Aksara.

Robbins, Stephen P. 2003. “Perilaku Organisasi, Jilid 2”.Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Robbins, Stephen P, and Timothy A Judge. 2008. “Perilaku Organisasi Buku 1”.Jakarta: Salemba Empat.

Referensi

Dokumen terkait

Digunakan pelat dua arah.Tebal plat untuk lantai gedung, tebal 130 mm dengan tulangan pokok P10-200 untuk daerah tumpuan dan lapangan arah x maupun arah y serta P8-200 untuk

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum mengenai pembangunan transportasi kereta api di wilayah Jawa bagian Barat tepatnya di Keresidenan Batavia

Uji perbedaan pada penelitian ini menggunakan uji anova IPK mahasiswa fisika FKIP Unsyiah jalur seleksi SNMPTN, SBMPTN dan UMB mulai angkatan tahun 2013 sampai dengan

Adalah sebuah keniscayaan bahwa masyarakat Indonesia yang berkarakter baik dan terpuji menurut ukuran yang berlaku secara universal didik dan dibangun dengan

Kita tidak perlu takut terhadap kematian, karena kita tahu bahwa Allah mengasihi kita dan telah menyelamatkan kita dari dosa melalui iman kita dalam Kristus, yang telah mati untuk

dibandingkan dengan cetakan bagian kiri karena pada cetakan bagian kanan adanya pin yang permanent, agar dalam proses pencetakan produk parting line yang dihasilkan tidak terlalu

Seluruh materi penelitian dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perlakuan model pakan, perlakuan pertama (A) merupakan pakan sapi potong yang menggunakan hasil