• Tidak ada hasil yang ditemukan

DISUSUN OLEH : SRI SURYANI,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DISUSUN OLEH : SRI SURYANI,"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DALAM MENGIDENTIFIKASI GAGASAN UTAMA SUATU PARAGRAF MELALUI KARTU KALIMAT

PADA SISWA KELAS VI SDN 01 BOLON TAHUN PELAJARAN 2016/2017

DISUSUN OLEH : SRI SURYANI, S.Pd NIP. 19701007 200801 2 012

SD NEGERI 01 BOLON

KEC. COLOMADU KAB. KARANGANYAR

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN

Nama Mahasiswa : Sri Suryani, S.Pd

NIP : 19701007 200801 2 012

Unit Kerja : SD Negeri 01 Bolon

Mengajar Kelas .. : VI Jumlah Siklus Pembelajaran : 2

Hari dan Tanggal Pelaksanaan : Siklus 1, Hari Rabu, tanggal 26 Oktober 2016 Siklus 2, Hari Rabu, tanggal 2 November 2016

Masalah yang Merupakan Fokus Perbaikan :

1. ... Kemampuan memahami materi Bahasa Indonesia tentang mengidentifikasi Gagasan Utama suatu paragraf masih rendah.

2. ... Penggunaan media pembelajaran yang kurang tepat

Mengetahui Kepala Seolah,

Daryono, S.Pd

NIP. 19590525 198806 1 001

Bolon, 2 November 2016 Guru Kelas VI

Sri Suryani, S.Pd

NIP. 19701007 200801 2 012

(3)

PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa laporan PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) yang saya susun sebagai syarat untuk memenuhi persyaratan lomba guru berprestasi seluruhnya merupakan hasil karya saya sendiri.

Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan laporan PTK yang saya kutip dari karya orang lain telah dituliskan dalam sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan karya ilmiah.

Apabila di kemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan PTK ini bukan hasil karya sendiri atau adanya plagiasi dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia menerima sanksi, termasuk pencabutan gelar akademik yang saya sandang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Bolon, 2 November 2016 Yang membuat pernyataan

Sri Suryani, S.Pd

NIP.19701007 200801 2 012

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya sehingga penelitian ini dapat diselesaikan. Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dalam Mengidentifikasi Gagasan Utama Suatu Paragraf Melalui Kartu Kalimat Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 0I Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Tahun Ajaran 2016/2017 sebagai persyaratan lomba guru berprestasi.

Banyak hambatan dalam penelitian ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak maka hambatan ini dapat diatasi. Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada yang terhormat:

.

1. Daryono, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Negeri 0I Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar.

2. Nina Widiyati, S.Pd selaku teman sejawat.

3. Bapak Ibu guru SD Negeri 0I Bolon.

4. Siswa-siswi SD Negeri 0I Bolon khususnya kelas V.I

Penulis menyadari penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan dapat menjadi bahan bacaan yang menarik dan mudah dipahami. Amin

Bolon, 2 November 2016

Sri Suryani,S.Pd

Nip : 197010072008012012

(5)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

ABSTRAK ... ii

BAB I PENDAHULUAN A. ... Latar Belakang Masalah ... 3

B. ... Perumusan Masalah ... 6

C. ... Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. ... Hakekat Pembelajaran ... 7

B. ... Hakekat Bahasa Indonesia ... 8

C. ... Hakekat Hasil Belajar ... 8

D. ... Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil Bahasa Indonesia ... 9

E. ... Pengertian Media Pembelajaran ... 11

F. ... Fungsi dan Jenis Media ... 11

G. ... Jenis Media Pembelajaran... 12

H. ... Langkah-langkah Pembelajaran Penerapan Media ... 12

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. ... Subjek,Tempat dan Waktu Penelitian ... 14

B. ... Desain Prosedur Perbaikan Pembelajarana ... 14

C. ... Analisis Data ... 17

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PERBAIKAN PENELITIAN A. ... Hasil Perbaikan Penelitian ... 19

B. ... Pembahasan Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran ... 23

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT A. ... Kesimpulan ... 26

B. ... Saran Tindak Lanjut ... 26

DAFTAR PUSTAKA ... 27 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Evaluasi Sebelum Perbaikan (Pra Siklus) ... 19 Tabel 2. Daftar nilai (rentang nilai) hasil evaluasi siklus I ... 20 Tabel 3. Daftar Hasil Evaluasi Siklus II ... 22

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Prosedur perbaikan pembelajaran ... 17

Gambar 2. Grafik Hasil Evaluasi Pra Siklus ... 20

Gambar 3. Hasil Evaluasi Siklus I ... 21

Gambar 4. Hasil Evaluasi Siklus II ... 22

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Kesediaan KS sebagai pengamat 2. Perencanaan PTK

3. RPP Pra Siklus 4. RPP Siklus I 5. RPP Siklus II 6. Lembar Observasi

7. Jurnal Pembimbingan KS

8. Hasil pekerjaan siswa terbaik per siklus 9. Hasil pekerjaan siswa terburuk per siklus

(9)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DALAM MENGIDENTIFIKASI GAGASAN UTAMA SUATU PARAGRAF MELALUI KARTU KALIMAT

( Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VI Semester I SD Negeri 0I Bolon Colomadu Karanganyar Tahun Pelajaran 2016/2017 )

DISUSUN OLEH : SRI SURYANI, S.Pd NIP : 10701007 200801 2 012

SD NEGERI 01 BOLON

KEC. COLOMADU KAB. KARANGANYAR

(10)

ABSTRAK

Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan siswa Kelas VI SDN 0I Bolon untuk mengidentifikasi kalimat utama pada suatu paragraf. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian siswa kelas VI SDN 01 Bolon, Colomadu, Karanganyar tahun ajaran 2016/2017 berjumlah 29 siswa. Sumber data adalah informasi data siswa dan guru kelas VI serta hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif meliputi tiga buah komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Proses penelitian dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus terdiri empat tahap : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi.

Berdasarkan hasil penelitian penggunaan media Kartu Kalimat dapat meningkatkan kemampuan mengidentifikasi kalimat utama suatu paragraf pada siswa kelas VI SDN 0I Bolon, Colomadu, Karanganyar tahun ajaran 2016/2017. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata tes awal yaitu 63,79 ketuntasan 31 %. Pada siklus I nilai rata-rata kelas meningkat mencapai 72,59 dengan ketuntasan 69 %. Tindakan siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 78,97 dengan ketuntasan 93 %. Dapat disimpulkan penggunaan media Kartu Kalimat dapat meningkatkan hasil belajar dalam mengidentifikasi gagasan utama suatu paragraf.pada siswa kelas VI SDN 0I Bolon tahun ajaran 2016/2017.

Kata kunci : Media Kartu Kalimat untuk mengidentifikasi gagasan utama pada suatu paragraf

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pelajaran Bahasa Indonesia diberikan dengan maksud untuk meningkatkan dan mempertinggi kualitas atau mutu pengajaran dalam proses belajar mengajar. Selain itu Bahasa Indonesia agar dapat berkembang pesat seiring perjalanan waktu di era globalisasi sekarang ini .

Dalam kurikulum 2013 posisi guru tidak hanya sebagai pengajar dan pendidik seperti yang telah kita kenal bersama, namun di kurikulum ini posisi guru juga sebagai fasilitator, leader, motivator, dan sebagai „pelayan dan diver-nya‟ peserta didik. Fakta betapa pentingnya pelajaran Bahasa Indonesia ini dapat ditunjukkan dengan banyaknya jam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dalam pelaksanaan pendidikan, Pelajaran Bahasa Indonesia diberikan pada semua jenjang, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat perguruan tinggi. Implementasi Kurikulum 2013 untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045 pembelajaran Bahasa Indonesia harus diperbanyak kemampuan literasinya. Dengan kemampuan literasi yang banyak siswa tidak akan kesulitan dalam memahami berbagai mata pelajaran terutama Bahasa Indonesia.Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia meliputi (1) Kemampuan literasi yang banyak dan pemahaman yang mendalam terhadap suatu materi (2) Ketrampilan berpikir logis dan kritis, membaca, belajar (learning skills, inquiry), memecahkan masalah, berkomunikasi dan bekerjasama dalam kehidupan bermasyarakat-berbangsa, (3) Nilai-nilai kejujuran, kerja keras. Sosial, budaya, kebangsaan, cinta damai dan kemanusiaan serta kepribadian yang didasarkan pada nilai- nilai tersebut, (4) Sikap: Rasa ingin tahu, mandiri, menghargai prestasi, kompetitif, kreatif dan inovatif serta bertanggung jawab.

Materi Bahasa Indonesia sering disepelekan siswa dan mereka menganggap bahwa pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang paling mudah , padahal kenyataannya tidak seperti itu. Banyak siswa yang mendapat nilai 100 dalam pelajaran matematika, tetapi jarang sekali siswa mendapat nilai 100 dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Ini membuktikan bahwa Pelajaran Bahasa Indonesia tidak bisa diangggap enteng. Dalam pengerjaannya Bahasa Indonesia itu dibutuhkan kemampuan pikiran dan hati harus menyatu. Bahkan ada yang beranggapan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia sebagai bidang pelajaran yang menjemukan. Meskipun demikian, semua orang harus mempelajarinya karena merupakan sarana untuk berkomunikasi dalam dunia pendidikan

(12)

dan kehidupan sehari-hari. Seperti halnya berhitung. Kejemuan belajar Bahasa Indonesia harus diatasi sedini mungkin. Maka kewajiban bagi guru untuk menanamkan rasa senang terhadap materi Bahasa Indonesia.

Rendahnya keberhasilan siswa SD dalam bidang mata pelajaran Bahasa Indonesia disebabkan antara lain materi yang padat, rendahnya minat siswa, sumber belajar yang sangat terbatas, kurangnya penggunaan alat peraga. Hal ini dapat diamati dari perolehan nilai Bahasa Indonesia yang didapat siswa rata-ratanya dibawah Kriteri Ketuntasan Minimal (KKM). Dari 29 siswa ternyata hanya 9 siswa yang nilainay diatas KKM.

Dengan perolehan rata-rata kelas hanya 63,79 sehingga sangat jauh dari KKM 70.

Benyamin S. Bloom (1976:95) menyatakan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh kemampuan efektif dan kognitif dan kualitas pengajaran. Janet Lerner (1985:221) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar dapat didekati secara ekologis. Pendekatan secara ekologis merupakan pendekatan yang menekankan interaksi siswa dan lingkungannya. Secara ekologis yang mempengaruhi proses belajar mengajar adalah rumah, sekolah, sosial, dan budaya.

Pembelajaran di sekolah akan menjadi lebih bermakna bila guru mengaitkan dengan apa yang telah diketahui anak (Zainuri : 2007). Jika siswa secara aktif mengaitkan dengan pengetahuan mereka. Hanna dan Yackel (NCTM, 2000) dalam Zainuri mengatakan bahwa belajar dengan pengertian dapat ditingkatkan melalui interaksi kelas.

Percakapan kelas dan interaksi sosial dapat digunakan untuk memperkenalkan keterkaitan diantara ide-ide dan mengorganisasikan pengetahuan kembali.

Gejala yang nampak terjadi di SDN 01 Bolon kelas VI adalah menurunnya prestasi belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di semester I Tahun Pelajaran 2016/2017.tentang mengidentifikasi gagasan utama pada suatu paragraf. Media yang digunakan guru dalam materi itu kurang tepat, anak pasif dan suasana pembelajaran tidak kondusif.. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia untuk Mengidentifikasi Gagasan Utama pada suatu paragraf bagi siswa kelas VI semester I SD Negeri 0I Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar.

(13)

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian diatas dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :

a. Siswa belum dapat mengidentifikasi kalimat utama suatu paragraf sehingga dari 29 siswa hanya 9 orang siswa yang memenuhi KKM sedangkan 20 siswa belum tuntas

b. Sebagian siswa malas membaca paragraf yang panjang , mereka hanya membaca secara sekilas ( membaca srampangan ) sehingga nilainya kurang, karena tidak memahami maksud dalam paragraf tersebut .

c. Pembelajaran tidak menarik, media yang digunakan guru kurang sesuai.

2. Analisis Masalah

Setelah mengetahui kenyataan dari hasil pembelajaran dan peneliti merefleksi bahwa analisis faktor penyebab rendahnya penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan guru adalah sebagai berikut :

a. Motivasi belajar siswa masih rendah dan siswa kurang tertarik terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia.

b. Penggunaan media pembelajaran kurang sesuai dengan materi Bahasa Indonesia tentang mengidentifikasi gagasan utama

3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah

Setelah melalui refleksi diri, diskusi dengan teman sejawat dan mengkaji buku rujukan pembelajaran Bahasa Indonesia SD terutama dari berbagai teori pembelajaran, bahwa untuk meningkatkan hasil pembelajaran Bahasa Indonesia tentang mengidentifikasi gagasan utama suatu paragraf pada kelas VI semester 1, alternatif pemecahan menggunakan MEDIA KARTU KALIMAT dalam pembelajaran.

B. Perumusan Masalah

Sebagaimana telah dikemukakan di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah MEDIA KARTU KALIMAT dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia dalam mengidentifikasi gagasan utama suatu paragraf di kelas VI semester I SD Negeri 0I Bolon Tahun 2016/2017

(14)

C. Manfaat Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat mempunyai beberapa manfaat, yaitu : 1. Manfaat Praktis

a. Dapat digunakan sebagai motivasi belajar agar hasil belajar siswa dapat meningkat dan masukan bagi guru sekolah dasar untuk memperoleh media pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI.

c. Dapat dipakai sebagai acuan warga sekolah dalam peningkatan hasil dan kualitas belajar Bahasa Indonesia di kelas VI SD Negeri 0I Bolon Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar

2. Manfaat Teoritis

a. Dapat dijadikan bahan referensi bagi peneliti selanjutnya dengan pokok permasalahan yang hampir sama dengan penelitian ini.

b. Menambah jumlah referensi yang berkaitan dengan media pembelajaran agar pembelajaran lebih tertantang dan menarik.

(15)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Hakekat Pembelajaran

Secara etimologis kata pembelajaran adalah terjemahan dari bahasa Inggris Intruction. Kata pembelajaran itu sendiri merupakan perkembangan dari istilah belajar mengajar atau proses belajar-mengajar yang telah cukup lama digunakan dalam dunia pendidikan formal. Pembelajaran adalah kegiatam guru secara terprogram dalam desain intruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Pola interaksi guru dengan siswa pada hakekatnya adalah hubungan antara dua pihak yang setara, yaitu antara dua manusia yang saling mendewasakan dirinya, meskipun yang satu telah ada pada tahap yang seharusnya lebih maju dalam aspek akal, moral, maupun emosional. Dengan kata lain guru dan siswa merupakan subjek, karena masing-masing memiliki kebebasan secara aktif. Dengan menyadari pola interaksi tersebut memungkinkan keterlibatan mental siswa secara aktif.

Dengan menyadari pola interaksi tersebut memungkinkan keterlibatan mental siswa secara optimal dalam merealisasikan pengalaman belajar.

Saylor (Sutardi,2007:2) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan aktualisasi kurikulum yang menuntut keaktifan seorang guru dalam mewujudkannya. Guru aktif dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan siswa sesuai dengan program yang dibuatnya.

Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan interaksi antara guru dan siswa.

Kualitas hubungan antara guru dan siswa menentukan keberhasilan proses pembelajaran yang efektif. Mengingat begitu pentingnya peranan hubungan antara guru dan siswa dalam menentukan keberhasilan pembelajaran, maka guru dituntut untuk mampu menciptakan hubungan yang positif. Guru dituntut untuk mnciptakan suasana yang kondusif agar siswa bersedia terlibat sepenuhnya pada kegiatan pembelajaran.

B. Hakekat Bahasa Indonesia

Hakekat Bahasa Indonesia adalah Bahasa sebagai sarana interaksi sosial. Bahasa adalah ujaran. Bahasa meliputi dua bidang yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap yaitu getaran yang bersifat fisik yang merangsang alat pendengaran kita. Arti atau makna adalah isi yang terkandung didalam arus bunyi yang menyebabkan adanya reaksi itu.

Seetiap setruktur bunyi ujaran tertentu akan mempunyai arti tertentu pula. Bahasa

(16)

sebagai alat komunikasi menandung bberapa sifat : 1) Sistematik yaitu bahasa memiliki pola dan kaidah yang harus ditaati agar dapat dipahami oleh pemakainya. 2) Mana suka karena unsur – unsur bahasa dipilih secara acak tanpa dasar. 3) Ujar , bentuk dasar bahasa adalah ujaran karena media bahasa tepenting adalah bunyi. 3) Manusiawi, karena bahasa menjadi berfungsi selama manusia yang memanfaatkannya, makhluk lainnya. 4) Komunikatif, karena fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikatif atau alat penghubung antara anggota – anggota masyarakat.

C. Hakekat Hasil Belajar

Hasil belajar adalah umpan balik apa yang telah dilakukan dalam pembelajaran (Rohani, 2004: 178). Hasil belajar merupakan alat untuk melihat kemajuan belajar siswa dalam penguasaan materi pelajaran yang telah dipelajarinya sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut Suharsini Arikunto (2000: 19) mengartikan

“belajar adalah suatu proses yang terjadi karena adanya usaha untuk mengadakan perubahan diri, baik berupa pengetahuan, sikap maupun ketrampilan.

Gagne dalam Slameto (1995:14-15) mengatakan bahwa segala sesuatu yang dipelajari oleh manusia dapat dibagi menjadi 5 kategori, yang disebut “The Domains of learning” yaitu :

1) Ketrampilan motaris (motar skill) 2) Informasi verbal

3) Kemampuan intelektual 4) Strategi kognitif

5) Sikap

(17)

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Bahasa Indonesia

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, yang dikemukakan oleh beberapa ahli mengisyaratkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dalam belajar. Makna dari belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam/keseluruhan tingkah laku organisme sebagai hasil pengalaman.

Syamsudin Makmum (2003: 159) berpendapat bahwa “yang dimaksud dengan perubahan dengan konteks belajar itu dapat bersifat fungsional atau struktural dan behavioral, serta keseluruhan pribadi.

Pendapat Tuti Sukamto (1997: 8) bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai setiap perubahan tingkah laku yang relatif dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman. Belajar merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku karena adanya reaksi terhadap suatu tertentu atau karena proses kedewasaan atau keadaan organisme yang bersifat temporer seperti karena kelelahan, pengaruh obat-obatan, rasa takut, dapat pula merupakan perubahan dalam pemahaman, tingkah laku, persepsi dan minat.

Menurut Winkel (1998: 134-136) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar : (1) pribadi siswa, (2) pribadi guru, (3) struktur jaringan hubungan sosial dan, (4) faktor- faktor situasional.

Menurut Slameto (1995: 54-71) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar antara lain :

1. Faktor-faktor intern ada tiga, yaitu :

a. Faktor jasmaniah meliputi faktor kesehatan, dan cacat tubuh.

b. Faktor psikologis, ada tujuh faktor sekurang-kurangnya yaitu : (1) intelegensi, (2) perhatian, (3) minat, (4) bakat, (5) motif, (6) kematangan, (7) kesiapan.

c. Faktor kelelahan, dibedakan menjadi dua yaitu : kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (bersifat psikis).

2. Faktor-faktor ekstern, dikelompokkan menjadi 3 faktor, yaitu faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat.

a. Faktor keluarga, adalah pengaruh dari : (1) cara orang tua mendidik, (2) relasi antar anggota keluarga, (3) suasana rumah, (4) keadaan ekonomi keluarga, (5) pengertian orang tua, dan (6) latar belakang kebudayaan.

b. Faktor sekolah mencakup : (1) metode mengajar, (2) kurikulum, (3) relasi antar anggota keluarga, (4) relasi siswa dengan siswa, (5) pelajaran dan waktu sekolah, (6) standar pelajaran, (7) keadaan gedung, (8) metode belajar dan tugas rumah.

(18)

c. Faktor masyarakat, mencakup tentang : (1) kegiatan siswa dalam masyarakat, (2) mass media, (3) teman bergaul, (4) dan bentuk kehidupan masyarakat.

Dari beberapa uraian di atas penulis simpulkan bahwa hasil belajar banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : (1) faktor dari diri si pelajar, (2) faktor dari luar tubuh, (3) faktor situasi sekolah, (4) faktor pendekatan belajar, (5) kepribadian guru dan si pelajar, (6) dan faktor pendukung pembelajaran.

Menurut Oemar Hamalik (1992: 67-71), pengertian hasil belajar yang telah diceritakan bahwa kandungan materi Bahasa Indonesia yang perlu diberikan kepada siswa, yaitu segala sesuatu yang berkenaan dengan manusia, termasuk didalamnya cara- cara memanfaatkan alam untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia adalah hasil belajar yang telah dicapai dalam jangka waktu tertentu untuk dapat mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial.

E. Pengertian Media Pembelajaran

Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar.

Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.

Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.

Dalam proses belajar mengajar di kelas berfungsi menyalurkan pengetahuan dari guru kepada peserta didik.Kelancaran aplikasi model pembelajaran sedikit banyak ditentukan pula oleh Media Pembelajaran yang di gunakan.

Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif juga menjadi ukuran penting dalam proses pembuktian hipotesa. Schramm ( 1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran .Sementara itu menurut Briggs ( 1977 ) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film,video dan sebagainya.Sedangkan National Educatian Asociation (

(19)

1969 ) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar.

Brown ( 1973 ) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan dapat mempengaruhi terhadap efektifitas pembelajaran. Sajalan perkembangan IPTEK khususnya dalam bidang pendidikan saat ini penggunaan media pembelajaran menjadi luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.

F. Fungsi dan Jenis Media

Media memiliki beberapa fungsi diantaranya : 1) Dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. 2) Dapat melampaui batasan ruang kelas.3) Memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.4) Media menghasilkan keseragaman pengamatan. 5) Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar , konkrit, dan realistis.6) Media membangkitkan keinginan dan minat baru. 7) Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. 8) Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.

G. Jenis Media Pembelajaran

Terdapat berbagai jenis media pembelajaran diantara sebagai berikut : a. Media Visual grafik, diagram, chart,bagan, poster,kartun, komik.

b. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya.

c. Projected stil media : slide, over head proyektor ( OHP ), LCD Proyektor dan sejenisnya.

d. Projected motion media : film, televisi, vidio, komputer dan sejenisnya.

e. Study Tour Media : pembelajaran langsung ke objek atau tempat study seperti Museum, Candi dll.

Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media harus disesuaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh bila bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat yang digunakan. Jika tujuan atau kompetensi bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat untuk digunakan. Kalau tujuan pembelajaran berdifat motorik ( gerak dan aktifitas ), maka media film dan video yang bisa digunakan.

(20)

Disamping terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi ( komplementer ) seperti : biaya, ketepatgunaan, keadaan peserta didik , kecerdasan, dan mutu teknis

H. Langkah-Langkah Pembelajaran Penerapan Media Kartu Kalimat a. Siswa mengamati dan membaca paragraf yang disajikan guru

b. Siswa mendiskripsikan jenis – jenis paragraf yang disajikan guru pada kertas pos id lalu ditempel pada kertas plano.

c. Siswa mengambil 2 kertas pos id yang ditempel untuk dibahas.

d. Guru memasang media kartu kalimat di papan tulis secara acak

e. Secara klasikal guru menunjuk salah satu siswa maju menyusun kalimat tersebut menjadi paragraf

f. Kelas dibagi menjadi 5 kelompok

g. Tiap kelompok diberi 3 amplop yang berisi kartu kalimat yang diacak.

h. Tiap kelompok berdiskusi menyusun kartu kalimat tersebut menjadi paragraf pada kertas plano yang disediakan guru.

i. Setelah diskusi selesai tiap kelompok mempresentasikan hasilnya.

j. Tiap kelompok berkunjung pada kelompok lain untuk mengamati dan mencari informasi.

k. Pemantapan dari guru tentang hasil diskusi

l. Siswa membuat laporan secara individu dengan mengembangkan kalimat utama yang ditulis guru dipapan tulis dengan memberi tambahan kalimat penjelas sehingga menjadi sebuah paragraf.

m. Hasilnya dikumpulkan dan dikoreksi guru.

Diharapkan dengan penerapan media kartu kalimat ini siswa lebih berperan dan aktif bekerja sama dengan kelompoknya untuk dapat memecahkan suatu masalah., sehingga pelajaran Bahasa Indonesia tidak membosanan tetapi justru menyenangkan.Dengan begitu prestasi belajar siswa akan meningkat.

:

(21)

BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Subjek, Tempat danWaktu Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas VI Semester I tahun pelajaran 2016/2017 SDN 0I Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar. Siswa laki-laki berjumlah 11 siswa dan siswa perempuan 18 siswa, sehingga jumlah objek penelititian kelas VI ini berjumlah 29 siswa.

2. Tempat Penelitian

Penelitian perbaikan pembelajaran dilaksanakan di SDN 0I Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VI.

3. Waktu Penelitian

Pelaksanaan pembelajaran terdiri dua siklus dengan deskripsi waktu pelaksanaan sebagai berikut :

a) Perbaikan pembelajaran siklus I : Perbaikan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Oktober 2016

b) Perbaikan pembelajaran siklus II : Perbaikan pembelajaran siklus II dilaksanakan pada hari Rabu, 2 November 2016

B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang terlaksanakan dua siklus ini masing- masing dengan urutan proses analisis data, refleksi, penyusunan rencana perbaikan pembelajaran, analisis data. Deskripsi dari penelitian perbaikan pembelajaran sebagai berikut :

1. Siklus I

a) Perancangan

Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah sebagai berikut :

Dalam penelitian ini menggunakan strategi model siklus. Adapun rancangan menggunakan jenis penelitian.

1) Menyusun rencana pembelajaran dengan indikator

 Mendiskripsikan jenis – jenis paragraf.

(22)

 Menyusun kartu kalimat menjadi paragraf

 Membuat laporan dengan mengembangkan kalimat utama menjadi sebuah paragraf.

2) Memilih model pembelajaran yang inovatif yaitu Pembelajaran Koperatif 3) Mempersiapkan media pembelajaran yang tepat yaitu Media Kartu Kalimat.

4) Membuat dan merancang lembar observasi aktivitas guru dan siswa b) Pelaksanaan Tindakan

Rangkaian tahap pelaksanaan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Siswa mengamati dan membaca paragraf yang disajikan guru

2. Siswa mendiskripsikan jenis – jenis paragraf yang disajikan guru 3. Guru memasang media kartu kalimat di papan tulis secara acak 4. Kelas dibagi menjadi 5 kelompok

5. Tiap kelompok diberi 3 amplop yang berisi kartu kalimat, tiap kalimat terdiri dari 3-6 kata.

6. Tiap kelompok berdiskusi menyusun kartu kalimat tersebut menjadi paragraf pada kertas plano yang disediakan guru.

7. Setelah diskusi selesai tiap kelompok mempresentasikan hasilnya.

8. Masing –masing kelompok menunjuk wakilnya untuk melaporkan hasil kerjanya, kelompok yang lain menanggapi.

9. Pemantapan dari guru tentang hasil diskusi

10. Siswa membuat laporan, guru menulis 3 kalimat utama.di papan tulis, Secara individu siswa mengembangkan kalimat utama dengan memberi tambahan kalimat penjelas sehingga menjadi sebuah paragraf.

11. Hasilnya dikumpulkan dan dikoreksi guru .

c) Pengamatan

Pada tahap pengamatan/obseravsi terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi kegiatan yang dilaksanakan guru dan siswa. Kemudian dalam kegiatan tersebut diperoleh data-data untuk dilakukan analisis.

(23)

2. Siklus II

a) Perencanaan

Kegiatan tahap perencanaan adalah sebagai berikut : 1) Menyusun rencana pembelajaran

2) Memilih model pembelajaran yang inovatif yaitu pembelajaran kooperatif 3) Mempersiapkan media pembelajaran yang tepat,yang sesuai dengan materi

yaitu Kartu Kalimat.

4) Membuat dan mempersiapkan lembar observasi aktivitas siswa

5) Mendesain alat evaluasi untuk mengetahui daya serap siswa dalam memahami dan menguasai konsep materi

b) Pelaksanaan Tindakan

Tahap pelaksanaan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a) Siswa mengamati dan membaca paragraf yang disajikan guru , tanya jawab tentang paragraf tersebut.

b) Siswa mendiskripsikan jenis – jenis paragraf yang disajikan guru pada kertas pos id c) Guru menjelaskan gagasan utama suatu paragraf menggunakan media Kartu Kalimat d) Kelas dibagi menjadi 5 kelompok

e) Tiap kelompok diberi 3 amplop yang berisi kartu kalimat, tiap kalimat terdiri dari 4-8 kata.

f) Tiap kelompok berdiskusi menyusun kartu kalimat tersebut menjadi paragraf pada kertas yang disediakan guru./ kertas plano .

g) Setelah diskusi selesai tiap kelompok mempresentasikan hasilnya.

h) Tiap kelompok berkunjung pada kelompok lain untuk mengamati dan mencari informasi.

i) Tiap kelompok memberi masukan, saran, atau kritikan yang membangun terhadaphasil kelompok lain.

j) Pemantapan dari guru tentang hasil diskusi

k) Membuat laporan, guru memberikan 3 kalimat utama. Secara individu siswa mengembangkan kalimat utama tersebut dengan cara memberi tambahan kalimat penjelas sehingga menjadi sebuah paragraf.

l) Hasilnya dikumpulkan dan dikoreksi guru

(24)

c) Pengamatan

Pada tahap pengamatan/obseravsi terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi kegiatan yang dilaksanakan guru dan siswa pada siklus II. Kemudian dalam kegiatan tersebut diperoleh data- data untuk dilakukan analisis.

Prosedur dari penelitian perbaikan pembelajaran yang dilakukan penulis gambarkan sebagai berikut :

Gambar 1. prosedur perbaikan pembelajaran

C. Analisis Data

Hasil observasi pada siklus I dikumpulkan dan dianalisis. Dari hasil observasi, guru mengadakan refleksi untuk mengetahui kekurangannya pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Data yang diperoleh digunakan sebagai acuan guru untuk mengevaluasi kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran. Hasil analisis digunakan untuk merencanakan perbaikan siklus berikutnya apabila tujuan perbaikan pembelajarn dirasa belum mencapai hasil yang diharapkan.

Pada siklus II ditemukan hasil observasi dan dilakukan analisis data. Dari hasil analisis tersebut siswa kelas VI SDN 0I Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar sudah tuntas dalam menguasai materi yang diajarkan tentang mengidentifikasi gagasan utama pada suatu paragraf.. Hal ini terbukti dengan perolehan nilai 93 % anak tuntas setiap anak sudah 70 ke atas sesuai KKM yang dibuat. Dengan begitu berarti siswa sudah menguasai atau memahami materi mengidentifikasi gagasan utama pada suatu paragraf..

TINDAKAN

RENCANA

REFLEKSI REFLEKSI REFLEKSI

ANALISIS

DATA

RENCANA

REVISI

TINDAKAN

ANALISIS

DATA

(25)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN PERBAIKAN PENELITIAN

A. Hasil Perbaikan Penelitian 1) Pra Siklus

Pra siklus merupakan suatu kegiatan pembeljaran yang melatar belakanginya pelaksanaan PTK. Pelaksaan pra siklus ini diperoleh rata-rata nilai 63,79 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 40, dari rata-rata tersebut diketahui bahwa nilai yang diperoleh siswa kelas VI tersebut masih belum memenuhi KKM, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada siklus I. Berikut tabel rentangan nilai hasil evaluasi pra siklus :

Tabel 1. Hasil Evaluasi Sebelum Perbaikan (Pra Siklus) No. Rentang Nilai Jumlah Siswa Prosentase

1 100 0 0%

2 90 – 99 1 3 %

3 80 – 89 3 10 %

4 70 – 79 5 17 %

5 60 – 69 12 42 %

6 50 – 59 5 21 %

7 40 – 49 2 7 %

8 30 – 39 0 0 %

9 < 30 0 0 %

Jumlah 29 100 %

Dari tabel rentang nilai diatas dapat diketahui bahwa anak yang mendapat nila 40- 49 sebanyak 2 anak dengan prosentase 7 %, anak yang mendapat nilai 50-59 sebanyak 5 anak dengan prosentase 21 %, anak yang mendapat nilai 60-69 sebanyak 12 anak dengan prosentase 42 %, anak yang mendapat nilai 70 – 79 sebanyak 5 anak dengan prosentase 23 %, dan siswa yang mendapat nilai 80 – 89 sebanyak 1 anak dengan prosentase 4 %.

Pada pembelajaran sebelum perbaikan ini tidak ada anak yang mendapat nilai diatas 100.

Berikut grafik hasil pembelajarn sebelum perbaikan (pra siklus) :

(26)

Gambar 1. Grafik Hasil Evaluasi Pra Siklus

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa jumlah anak yang belum lulus KKM sebanyak 20 anak dan hanya 9 anak yang memenuhi KKM, sehingga pembelajaran ini perlu dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I. Dalam hal ini peneliti menggunakan media Kartu Kalimat.

2) Siklus I

Pada pembelajaran siklus I ini peneliti sudah menerapkan model pembelajaran Kooperatif dengan Media Kartu Kalimat. Adapun hasil penilaian setelah perbaikan pembelajaran I (Siklus I) diperoleh rata-rata nilai evaluasi siklus I adalah 72,59 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 50. Dari tabel 2 tersebut tampak adanya kenaikan nilai dari pra siklus 63,79 menjadi 72,59 dengan prosentase kenaikan 10,16 %. Dari tabel diatas dapat dikelompokkan nilai dengan rentangan sebagai berikut :

Tabel 2. Daftar nilai (rentang nilai) hasil evaluasi siklus 1 No RentangNilai Jumlah Anak Prosentase

1 100 0 0 %

2 90 – 99 3 10 %

3 80 – 89 6 21 %

4 70 – 79 11 38 %

5 60 – 69 6 22 %

6 50 – 59 3 10 %

(27)

7 40 – 49 0 0 %

8 30 – 30 0 0 %

9 <30 0 0 %

Jumlah 29 100 %

Dari tabel 2 diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat nilai 50 sampai 59 sebanyak 3 anak dengan prosentase 10 %, siswa yang mendapat nilai 60 – 69 sebanyak 6 anak dengan prosentase 22 % , siswa yang mendapat nilai 70 – 79 sebanyak 11 anak dengan prosentase 38 % , siswa yang mendapat nilai 80 – 89 sebanyak 6 anak dengan prosentase 21 %, siswa yang mendapat nilai 90 – 99 sebaanyak 3 anak dengan prosentase 10 % ditampilkan dalam grafik sebagai berikut :

Grafik 2. Hasil Evaluasi Siklus I

Dari grafik diatas tampak hasil evaluasi siklus I ternyata belum semua memenuhi KKM, dengan prosentase ketuntasan KKM 69 % hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan siklus I ini belum memenuhi 80 % indikator kinerja, berarti tindakan pada siklus I ini perlu dilakukan perbaiki lagi pada siklus II.

Dari hasil pengamatan supervisor ini kegagalan pada siklus I ini disebabkan karena :

1) Penjelasan guru dalam penggunaan media Kartu Kalimat terlalu cepat.

2) Paragraf yang di sajikan guru kurang bervariatif.

(28)

3) Guru belum dapat mengkondisikan siswa dengan baik saat pembelajaran dilakukan terutama pada diskusi kelompok.

4) Pada saat presentasi hasil berlangsung ada beberapa siswa yang kurang fokus terhadap materi presentasi kelompok lain dan rasa ingin tahu siswa masih kurang

3) Siklus II

Pada siklus II ini peneliti masih menerapkan media Kartu Kalimat dengan memperbaiki kekurangan pada siklus I. Hasil evaluasi siklus II diperoleh rata-rata nilai siswa sebesar 78,97, dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 60. Dari perolehan nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas VI sudah memenuhi KKM 70.

Berikut tabel daftar nilai evaluasi siklus II :

Tabel 3. Daftar Hasil Evaluasi Berdasarkan Rentangan Nilai No RentangNilai Jumlah Anak Prosentase

1 100 2 7 %

2 90 – 99 5 17 %

3 80 – 89 8 40 %

4 70 – 79 12 40 %

5 60 – 69 2 8 %

6 50 – 59 0 0 %

7 40 – 49 0 0 %

8 30 – 30 0 0 %

9 <30 0 0 %

Jumlah 29 100 %

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa anak yang mendapat nilai 60 - 69 sebanyak 2 anak dengan prosentase 7 %, yang mendapat nilai 70 sampai 79 sebanyak 12 anak dengan prosentase 41 %, yang mendapat nilai 80 sampai 89 sebanyak 8 anak dengan prosentase 28 %, dan yang mendapat nilai 90 sampai 99 sebanyak 5 anak dengan prosentase 17%. ,anak yang mendapat nilai 100 sebanyak 2 anak dengan prosentase 7 %.

Dari tabel diatas diatas dapat disajikan grafik sebagai berikut :

Gambar 3. Hasil Evaluasi Siklus II

(29)

B. Pembahasan Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran

1. Pra Siklus

Sebelum tindakan pelaksanaan, dilakukan observasi dokumentasi hasil belajar siswa dan proses pembelajaran. Data yang diperoleh melalui dokumen penilaian merupakan informasi awal hasil belajar siswa dan kondisi proses pembelajaran. Dari dokumen hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 0I Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, diperoleh rata-rata perolehan nilai 63,79 ketuntasan nilai diatas KKM sebanyak 9 anak dengan prosentase 69 %. Dari hasil tersebut perlu adanya upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa diperoleh informasi, bahwa selama ini pembelajaran Bahasa Indonesia sering dilakukan secara konvensional. Guru lebih banyak menerangkan sedangkan siswa hanya menjadi pendengar tanpa banyak latihan untuk mengerjakan soal-soal. Lingkungan pembelajaran cenderung tetap sepanjang tahun. Akibatnya siswa merasa jenuh dan kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Kurang terlibatnya siswa dalam proses belajar mengajar menyebabkan kurang terkaitnya siswa pada pelajaran. Media yang digunakan gurupun kurang sesuai.

Anggapan siswa bahwa Bahasa Indonsia itu pelajaran yang mudah maka sebagian siswa menyepelekannya.

2. Siklus I

Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilaksanakan di kelas VI untuk mengetahui perubahan pembelajaran yang dipilih oleh guru. Dari kesemua itu dipakai sebagai data awal bahwa

(30)

siswa kelas VI sebanyak 20 anak sebagian besar mendapat nilai rendah. Umumnya siswa belum dapat memahami konsep yang diajarkan. Bertolak dari kenyataan itu peneliti memilih menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan media Kartu Kalimat. Dengan menggunakan media Kartu Kalimat diharapkan nantinya siswa dapat mengidentifikasi gagasan utama suatu paragraf. Kegiatan belajar mengajarnya ditekankan pada proses pembelajaran, jadi segala kegiatan ditujukan untuk memantapkan dan membandingkan hasil belajarnya.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama proses pelaksanaan tindakan, materi Bahasa Indonesia yang telah diajarkan menunjukkan perubahan baik pada aktivitas siswa maupun pada pencapaian hasil belajar yaitu pada materi mengidentifikasi gagasan utama pada suatu paragraf..

Berdasar hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung siswa cukup aktif dan antusias untuk menyusun kartu kalimat menjadi paragraf yang telah disediakan guru, tapi karena bahan yang disediakan guru terbatas ,maka ada anak yang hanya berdiam diri tidak ikut terlibat dalam kelompoknya. Selain itu pada saat setiap kelompok mempresentasikan pekerjaannya perhatian siswa kurang fokus pada presentasi sehingga proses transfer ilmu tidak berjalan kurang efektif. Akibatnya hasil belajar yang dicapai siswa pada siklus pertama belum dapat menunjukkan penambahan hasil yang berarti.

Pembelajaran dikatakan berhasil apabila hasil belajar siswa yang mencapai nilai rata-rata kelas lebih dari 80 %, dalam tindakan siklus I ini prosentase kelulusan KKM 69 % hal ini menunjukkan belum berhasil.

3. Siklus II

Tindakan siklus II dilaksanakan 1 minggu setelah siklus I, metode yang digunakan masih menggunakan model kooperatif, tetapi dengan melakukan perbaikan pada siklus I yaitu dengan mempersiapkan media yang diperlukan anak dan guru menjelaskan lagi langkah-langkah model pembelajaran ini secara jelas.

Hasil analisis dan diskusi terhadap pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran kooperatif dengan media Kartu Kalimat secara umum telah menunjukkan perubahan yang signifikan dimana guru dalam melaksanakan pembelajaran semakin mantap dan luas. Hanya kekurangan-kekurangan kecil masih ada namun kurang berarti diantaranya agak kurang kontrol waktu, karena bahan ajar sangat luas. Presentasi pembelajaran meningkat lebih banyak perhatian dalam menjawab pertanyaan. Kreatifitas dan inisiatif meningkat terbukti tugas individu (kuis) dan tugas kelompok dapat

(31)

diselesaikan dengan baik dan tepat. Kemampuan berdiskusi tiap kelompok sangat lancar dan hasilnya sangat baik,kelas menjadi hidup. sehingga berpengaruh pada kemampuan menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Partisipasi siswa meningkat suasana kelas menjadi hidup dan terarah.

Dari analisi tes pada siklus II ini diketahui bahwa pencapaian nilai rata-rata kelas 78,97 dengan prosentase ketuntasan 93 %. Dalam penelitian ini pembelajaran dikatakan berhasil apabila partisipasi siswa dalam pembelajaran meningkat. Jika dibandingkan dengan siklus I terjadi kenaikan sebesar 14,29% dan kenaikan sebesar 23,51 % dari pra siklus. Atas dasar ketuntasan tersebut dan melihat hasil yang diperoleh pada masing- masing pertemuan maka pembelajaran kooperatif dengan media Kartu Kalimat pada siklus II dikatakan berhasil dan meningkat sehingga tidak perlu dilanjutkan pada siklus selanjutnya. Namun guru harus tetap melaksanakan bimbingan belajar untuk perbaikan prestasi belajar siswa yang mendapat nilai dibawah rata-rata kelas dan melaksanakan pengayaan untuk siswa yang memperoleh nilai diatas rata-rata kelas sebagai tindak lanjut.

(32)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT

A. SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai penggunaan media Kartu Kalimat terhadap peningkatan pemahaman materi mengidentifikasi gagasan utama suatu paragraf, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Proses pembelajaran kooperatif dengan media Kartu Kalimat dapat berjalan lancar, tepat sasaran, tepat rencana sehingga menumbuhkan dan meningkatkan motivasi, partisipatif dan kerjasama.

2. Penerapan Media Kartu Kalimat dapat meningkatkan pemahaman materi mengidentifikasi gagasan utama suatu paragraf.

3. Penerapan Media Kartu Kalimat dapat meningkatkan hasil pembelajaran dan ketuntasan KKM dapat terpenuhi.

B. SARAN TINDAK LANJUT

Sesuai dengan simpulan hasil penelitian tersebut, maka dapat disampaikan saran tindak lanjut sebagai berikut:

1. Guru hendaknya memilih menggunakan media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi dan kondisi siswa sehingga pembelajaran dapat berjalan efektif.

2. Guru harus memiliki sumber referensi yang banyak tentang macam-macam media pembelajaran sehingga siswa tidak merasa bosan dan pembelajaran akan menyenangkan.

3. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan penelitian ini perlu diupayakan adanya penelitian lain dengan mengkaji teori-teori yang berkaitan dengan media pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar yang belum tercakup dalam penelitian ini guna memperoleh hasil penelitian yang lebih baik.

(33)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsini. (2000). Manajemen Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

Arsito Rohadi. (2003). Media Pembelajaran. Jakarta : Depdiknas.

Benyamin S., Bloom. (1979). Taxonomy of Education Objectives A Classification of Education Goals. London : Longman Group Limited.

_________. (1995). Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Sinar Baru.

Mohamad Nur. (2005). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : UNESA.

Nurhadi, dkk. (2002). Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual. Jakarta : Depdiknas.

Nurhadi. (2004). Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/ CTL) dan Penerapannya dalam KBK. Malang : Universitas Negeri Malang.

Puji Santosa. (2006). Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta : Universitas Terbuka.

Slameto. (1990). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Winkel, W., S. (1991). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia.

____________. (1994). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia.

Nirbaya Rita, Darmadi Kaswan.(2008).Bahasa Indonesia SD.Jakarta : CV ARYA DUTA

(34)

LAMPIRAN

1. RPP PRA SIKLUS 2. RPP SIKLUS I

3. RPP SIKLUS II

(35)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( Pra Siklus )

Satuan Pendidikan : SDN 0I Bolon

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/ Semester : VI / I

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi

3. Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual.

B. Kompetensi Dasar

3.1 Merumuskan gagasan pokok dalam teks/paragraf C. Indikator

3.1.1 Mendiskripsikan paragraf

3.1.2 Menyusun kartu kalimat menjadi Paragraf

3.1.3 Membuat laporan dengan mengembangkan kalimat utama.

D. Pendidikan Karakter - Religius

- Kerjasama - Keberanian - Demokratis - Tanggungjawab - Ketelitian - Rasa Ingin Tahu

(36)

E. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui pengamatan paragraf siswa dapat mendiskripsikan suatu paragraf dengan benar.

2. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menyusun kalimat acak menjadi suatu paragraf dengan benar.

3. Melalui penjelasan guru siswa dapat megembangkan kalimat utama menjadi paragraf dengan benar.

F. Materi pokok

1. Mendiskripsikan jenis-jenis paragraf 2. Contoh-contoh paragraf

- Paragraf deduktif - Paragraf induktif

- Paragraf deduktif-induktif

3. Membuat laporan dengan mengembangkan kartu kalimat dari guru.

G. Metode dan Model Pembelajaran

- Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, tugas - Model Pembelajaran : Pembelajaran Aktif

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

No Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Karakter

1. Kegiatan Awal:

 Guru mengkondisikan siswa

 Berdoa dan absensi

 Apersepsi melakukan tanya jawab tentang paragraf

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran .

Relegius

Kekompakan

Ketelitian

2. Kegiatan Inti:

Siswa mengamati dan membaca paragraf yang disajikan guru .

Tanya jawab tentang jenis –jenis paragraf .

Guru memberi contoh jenis – jenis paragraf.

Kelas dibagi menjadi 5 kelompok

Ketelitian

Keberanian

(37)

Tiap kelompok disuruh mencari kalimat utama suatu paragraf pada buku siswa.

Tiap kelompok berdiskusi mengidentifikasi kalimat utama suatu paragraf, kemudian hasil diskusi dibahas secara klasikal. Hasil diskusi dipajangkan

Pemantapan dari guru tentang hasil diskusi

Guru mengulas kembali pembelajaran dari awal sampai akhir.

Demokratis

Rasa ingin tahu

3. Kegiatan Akhir:

 Siswa secara individu mengerjakan soal tes

 Penilaian hasil tes

 Guru melakukan tindak lanjut: Remedial/

Pengayaan

 Guru memberikan pesan moral sebelum pelajaran di tutup

 Menyampaikan materi pelajaran berikutnya

 Salam peutup

I. Sumber dan Media Pembelajaran

- Sumber Belajar :Buku Bahasa Indonesia kelas VI , kelas IV BSE dan internet - Media Pembelajaran : Kartu Kalimat

J. Penilaian

- Jenis tes : Individu dan kelompok (terlampir) - Teknik tes : tertulis

- Bentuk tes : uraian dan pengamatan sikap

- Instrumen :soal, kunci jawaban dan skor penilaian.

Mengetahui, Kepala Sekolah

Daryono,S.Pd NIP. 19590525 198806 1 001

Karanganyar, 26 Oktober 2016 Guru Kelas VI

Sri Suryani,S.Pd NIP. 19701007 200801 2 012

(38)

Perencanaan Perbaikan Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI

SDN 01 Bolon Kec. Colomadu Tahun 2016/2017 Fakta/Data pembelajaran

yang terjadi di kelas

Berdasarkan hasil pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI tentang mengidentifikasi gagasan utama suatu paragraf hasilnya jauh dari harapan. Hal ini menunjukkan kegagalan peneliti yang disebabkan karena:

1. Sebagian besar siswa belum dapat mengidentikasi gagasan utama suatu paragraf.

2. Motivasi belajar siswa masih rendah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia

3. Siswa pasif

Identifikasi masalah 1. Siswa belum dapat mengidentifikasi gagasan utama suatu paragraph.

2. Sebagian besar siswa malas membaca paragraf yang panjang, mereka hanya membaca paragraf secara sekilas.

3. Dari 29 orang siswa hanya 9 orang siswa yang memenuhi KKM, sedangkan 20 orang siswa belum tuntas.

Analisis masalah 1. Motivasi siswa masih rendah dan siswa kurang tertarik terhadap pelajaran Bahasa Indonesia.

2. Penggunaan media pembelajaran kurang sesuai dengan materi pembelajaran Bahasa Indonesia Alternatif dan Prioritas

Pemecahan masalah

Alternatif pemecahan masalah: menggunakan media pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan yaitu‟Media pembelajaran Kartu Kalimat‟.

Rumusan masalah 1. Apakah Media Kartu Kalimat dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia dalam

mengidentifikasi gagasan utama suatu paragraf di kelas VI SDN 01 Bolon ?

(39)

Lembar Observasi siklus I No. Aspek yang Dinnilai

Hasil

Keterangan

B C K

I Rencana Perbaikan Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar

2. Hasil belajar 3. Indikator

4. Tujuan pembelajaran 5. Langkah pembelajaran 6. Sarana, sumber, media, dan

metode.

7. Evaluasi II Kegiatan Guru

1. Kesiapan 2. Apersepsi

3. Penggunaan bahasa 4. Penguasaan materi 5. Pengelolaan kelas 6. Penerapan metode 7. Penggunaan metode 8. Alokasi waktu

9. Strategi pembelajaran 10. Penggunaan media III Kegiatan Siswa

1. Kesiapan 2. Keaktifan

3. Keberanian bertanya 4. Keberanian menjawab

pertanyaan

5. Mengungkapkan ide 6. Hasil pekerjaan akhir 7. Hasil kesimpulan

Bolon, 26 Oktober 2016 Pengamat,

Daryono,S.Pd NIP. 19590525 198806 1 001

(40)

Lembar Observasi siklus II No. Aspek yang Dinnilai

Hasil

Keterangan

B C K

I

Rencana Perbaikan Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar

2. Hasil belajar 3. Indikator

4. Tujuan pembelajaran 5. Langkah pembelajaran 6. Sarana, sumber, media, dan

metode.

7. Evaluasi II Kegiatan Guru

1. Kesiapan 2. Apersepsi

3. Penggunaan bahasa 4. Penguasaan materi 5. Pengelolaan kelas 6. Penerapan metode 7. Penggunaan metode 8. Alokasi waktu

9. Strategi pembelajaran 10. Penggunaan media III Kegiatan Siswa

1. Kesiapan 2. Keaktifan

3. Keberanian bertanya 4. Keberanian menjawab

pertanyaan

5. Mengungkapkan ide 6. Hasil pekerjaan akhir 7. Hasil kesimpulan

Bolon, 16 November 2016 Pengamat,

Daryono, S.Pd

NIP. 19590525 198806 1001

(41)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Siklus I)

Satuan Pendidikan : SDN 0I Bolon

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/ Semester : VI / I

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi

3. Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual.

B. Kompetensi Dasar

3.1 Merumuskan gagasan pokok dalam teks/paragraf C. Indikator

3.1.1 Mendiskrpsikan paragraf

3.1.2 Menyusun kartu kalimat menjadi Paragraf

3.1.3 Membuat laporan dengan mengembangkan kalimat utama.

D. Pendidikan Karakter - Religius

- Kerjasama - Keberanian - Demokratis

- Tanggungjawab - Ketelitian - Rasa Ingin Tahu

E. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui pengamatan paragraf siswa dapat mendiskripsikan suatu paragraf dengan benar.

2. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menyusun kalimat acak menjadi suatu paragraf dengan benar.

3. Melalui penjelasan guru siswa dapat megembangkan kalimat utama menjadi paragraf dengan benar.

F. Materi pokok

1. Mendiskripsikan jenis-jenis paragraf 2. Contoh-contoh paragraf

- Paragraf deduktif - Paragraf induktif

- Paragraf deduktif-induktif

3. Membuat laporan dengan mengembangkan kartu kalimat dari guru.

(42)

G. Metode dan Model Pembelajaran

- Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, tugas - Model Pembelajaran : Pembelajaran Aktif

-

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

No Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Karakter

1. Kegiatan Awal:

 Guru mengkondisikan siswa

 Berdoa dan absensi

 Memotivasi siswa tepuk berantai

 Apersepsi melakukan tanya jawab tentang paragraf

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan

Relegius

Kekompakan

Ketelitian

2. Kegiatan Inti:

Siswa mengamati dan membaca paragraf yang disajikan guru , tanya jawab tentang paragraf tersebut.

Siswa mendiskripsikan jenis – jenis paragraf yang disajikan guru

Kelas dibagi menjadi 5 kelompok

Tiap kelompok diberi 3 amplop yang berisi kartu kalimat, tiap kalimat terdiri dari 4-6 kata.

Tiap kelompok berdiskusi menyusun kartu kalimat tersebut menjadi paragraf pada kertas plano.

Setelah diskusi selesai tiap kelompok mempresentasikan hasilnya., kelompok lain menanggapi.

Pemantapan dari guru tentang hasil diskusi

Membuat laporan, guru memberikan 3 kalimat utama. Secara individu siswa mengembangkan kalimat utama tersebut dengan cara memberi tambahan kalimat penjelas sehingga menjadi

Ketelitian

Keberanian

Demokratis

Rasa ingin tahu

(43)

sebuah paragraf.

 Hasilnya dikumpulkan dan dikoreksi guru

Mandiri

3. Kegiatan Akhir:

 Siswa secara individu mengerjakan soal tes

 Penilaian hasil tes

 Guru melakukan tindak lanjut: Remedial/

Pengayaan

 Guru memberikan pesan moral sebelum pelajaran di tutup

 Menyampaikan materi pelajaran berikutnya

 Salam peutup

I. Sumber dan Media Pembelajaran

- Sumber Belajar :Buku Bahasa Indonesia kelas VI , kelas IV BSE dan internet - Media Pembelajaran : Kartu Kalimat

J. Penilaian

- Jenis tes : Individu dan kelompok (terlampir) - Teknik tes : tertulis

- Bentuk tes : uraian dan pengamatan sikap

- Instrumen :soal, kunci jawaban dan skor penilaian.

Mengetahui, Kepala Sekolah

Daryono,S.Pd

NIP. 19590525 198806 1 001

Bolon, 26 Oktober 2016 Guru Kelas VI

Sri Suryani,S.Pd NIP. 19701007 200801 2 012

(44)

Lampiran 1 Penilaian Sikap (Afektif)

Format penilaian pengamatan sikap selama proses pembelajaran

No. Nama Siswa Keaktifan bertanya

Keaktifan menjawab

Keaktifan berdiskusi

Jumlah Rata - rata

Keterangan Nilai Sikap:

Nilai 1 : Kurang Nilai 2 : Cukup Nilai 3 : Baik Nilai 4 : Baik Sekali Rubrik Penilaian Sikap

No Nilai Keterangan Nilai

1. 4 Jika siswa selalu aktif bertanya, menjawab dan berdiskusi dalam proses pembelajaran.

2. 3 Jika siswa kadang-kadang bertanya dan menjawab tetapi aktif dalam berdiskusi dengan kelompoknya.

3. 2 Jika siswa tidak pernah bertanya dan maenjawab tetapi aktif dalam berdiskusi dengan kelompoknya.

4. 1 Jika siswa tidak aktif bertanya menjawab dan mendiskusikan selama prose

(45)

Lampiran 2

Penilaian ketrampilan (Psikomotor) Lembar Kerja Kelompok

Susulah kartu kalimat acak dalam amplop dibawah ini sehingga membentuk paragraf AMPLOP I

KARTU KALIMAT

1. Komponen komputer terdiri atas hardware dan software.

2. Sedangkan software berisi bagian yang tidak terlihat.

3. Bila ingin memanfaatkan komputer, pengguna harus mengetahui komponen dan fungsinya.

4. Hardware adalah kegiatan yang dapat dilihat wujudnya.

5. Kedua komponen itu saling mendukung kerja komputer.

6. Software berisi perintah untuk melakukan kegiatan.

AMPLOP 2 KARTU KALIMAT

1. Sehari setelah dipupuk tanaman menjadi layu, daunnya berguguran, dan akhirnya mati.

2. Namun tanaman ini menunjukkan gejala yang berbeda.

3. Jadi tanaman ini mati karena pemberian pupuk yang berlebihan.

4. Seminggu yang lalu tanaman ini dipupuk.

5. Seharusnya setelah dipupuk tanaman menjadi subur.

AMPLOP 3 KARTU KALIMAT

1. Kilau airnya berwarna – warni terkena cahaya lampu.

2. Memang Taman Air Mancur di kota Karanganyar itu sangat memesona.

3. Banyak pengujung yang sengaja datang untuk melihat keindahannya.

4. Mereka datang dari pelosok-pelosok desa di wilayah Karanganyar.

5. Pepohonan yang ditanam sekitar lokasi taman menambah daya tariknya.

(46)

Lampiran 3

Penilaian Kognitif ( Pengetahuan )

Kembangkan kalimat utama dibawah ini dengan idemu sendiri sehingga membentuk sebuah paragraf !

1. Anak – anak asyik bermain lompat tali. ( letakkan kalimat utama ini diakhir paragraf ) 2. Ujian akhir sekolah tinggal sebulan lagi. ( letakkan kalimat utama ini diawal paragraf) 3. Bu Erlin seorang penjahit. ( letakkan kalimat utama ini di awal paragraf )

KUNCI JAWABAN ( Kebijaksanaan guru )

NA:

No Nilai Kriteria Penilaian

1. 4 Hasil laporan lengkap, terstruktur, informasi berdasarkan fakta, tidak plagiat 2. 3 Hasil laporan lengkap, informasi berdasarkan fakta, kurang runtut

3. 2 Hasil laporan kurang lengkap, informasi berdasarkan opini. Kurang runtut 4. 1 Hasil laporn kurang runtut, tidak berdasarkan fakta

(47)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Siklus II)

Satuan Pendidikan : SDN 0I Bolon

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/ Semester : VI / I

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi

3. Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual.

B. Kompetensi Dasar

3.1 Merumuskan gagasan pokok dalam teks/paragraf C. Indikator

3.1.1 Mendiskripsikan paragraf

3.1.2 Menyusun kartu kalimat menjadi Paragraf

3.1.3 Membuat laporan dengan mengembangkan kalimat utama.

D. Pendidikan Karakter - Religius

- Kerjasama - Keberanian - Demokratis - Tanggungjawab - Ketelitian - Rasa Ingin Tahu

(48)

1 E. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui pengamatan paragraf siswa dapat mendiskripsikan suatu paragraf dengan benar.

2. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menyusun kalimat acak menjadi suatu paragraf dengan benar.

3. Melalui penjelasan guru siswa dapat megembangkan kalimat utama menjadi paragraf dengan benar.

F. Materi pokok

1. Mendiskripsikan jenis-jenis paragraf 2. Contoh-contoh paragraf

- Paragraf deduktif - Paragraf induktif

- Paragraf deduktif-induktif

3. Membuat laporan dengan mengembangkan kartu kalimat dari guru.

G. Metode dan Model Pembelajaran

- Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, tugas - Model Pembelajaran : Pembelajaran Aktif

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

No Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Karakter

1. Kegiatan Awal:

 Guru mengkondisikan siswa

 Berdoa dan absensi

 Memotivasi siswa tepuk berantai

 Apersepsi melakukan tanya jawab tentang paragraf

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan

Relegius

Kekompakan

Ketelitian 2. Kegiatan Inti:

Siswa mengamati dan membaca paragraf yang disajikan guru melalaui

Siswa mendiskripsikan paragraf yang disajikan guru.pada kertas pos id lalu ditempel pada kertas plano.

Salah satu siawa disuruh mengambil 2 diskripsi paragraf tadi untuk dibahas.

Guru menjelaskan paragraf untuk mengidentifikasi kalimat utama menggunakan media kartu kalimat.

Guru memberi kesempatan pada siswa untuk

Ketelitian

Keberanian

Demokratis

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Hasil yang dicapai dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisis. Refleksi dilakukan dengan melihat kelemahan dan kelebihan pada proses pembelajaran setelah

Setelah melakukan observasi, data-data yang diperoleh melalui observasi dikumpulkan untuk dianalisis. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksananakan selama siklus IIsudah

Hasil yang didapat dalam tahap observasi dikumpulkan dan dianalisis, dari hasil observasi guru dapat merefleksi diri dengan melihat data observasi guru dan murid selama

Hasil yang didapatkan dalam proses observasi dikumpulkan serta dianalisis. Dari analisis tersebut, peneliti melakukan refleksi apakah srategi identitas korporat

Tahap yang terakhir adalah tahap refleksi ( reflecting ). Tahap refleksi dilakukan pada setiap siklus. Hasil yang diperoleh dari kegiatan observasi dikumpulkan dan

Pada tahap ini, data yang diperoleh dari tiap siklus dikumpulkan untuk4. dianalisis dan selanjutnya di adakan refleksi terhadap hasil yang

Hasil yang didapat dalam tahap observasi dikumpulkan dan dianalisis, dari hasil observasi guru dapat merefleksi diri dengan melihat data observasi guru dan murid selama

Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan observasi tindakan siklus II diketahui bahwa hal-hal yang direkomendasikan pada refleksi siklus I telah dilaksanakan pada siklus