iv
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur senantiasa kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan C dan menyelesaikan Laporan Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN dengan judul “Optimalisasi Pengarsipan Kelengkapan Berkas Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Melalui Aplikasi OneDrive Pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka Timur”.
Sebagai salah satu peserta pada Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2021 Angkatan C, penulis menyadari bahwa keberhasilan implementasi nilai dasar profesi ASN (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dalam pelaksanaan tahapan kegiatan aktualisasi dapat terwujud atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, karenanya pada kesempatan ini Penulis mengucapkan Terima Kasih kepada :
1. Allah SWT yang telah memberi karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan hasil aktualisasi ini.
2. Baginda Rasulullah SAW atas tuntunan jalan penerangnya hingga akhir zaman.
3. Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur atas segala dukungan yang telah menyetujui pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Tahun 2021.
4. Bapak Syahruddin Nurdin, SE selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara.
5. Bapak Maryono Abdullah, S.E. selaku coach Kelompok IX Angkatan C yang telah memberikan bimbingan, dukungan dan arahan kepada peserta sehingga Laporan Aktualisasi ini dapat terselesaikan;
6. Bapak Darmawan, S.Sos, selaku mentor yang telah memberikan bimbingan, dukungan dan arahan kepada peserta sehingga Laporan Aktualisasi ini dapat terselesaikan;
v 7. Bapak Nasruddin, SP.MP. selaku Penguji yang telah memberi masukan yang
baik.
8. Para Widyaiswara yang telah memberikan materi dan ilmu yang bermanfaat bagi penulis selama mengikuti Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Tahun 2021.
9. Panitia penyelenggara yang telah membantu selama proses kegiatan, terkhusus kepada Bapak Andi Sofyan selaku Koordinator Lapangan dan Bapak LD. Ali Ami, S.Sos. serta Bapak Saripuddin selaku wali kelas C yang telah membantu kami dalam pelaksanaan Pelatihan Dasar.
10. Para TNI yang bertugas sebagai Binsuh yaitu Bapak La Ode Sarawa dan Bapak Sertu Jauhari.
11. Keluarga tercinta terkhusus Orang Tua dan Kakak - Kakak yang senantiasa selalu memberikan Doa, dukungan dan motivasi dalam menyelesaikan segala rangkaian kegiatan selama Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Tahun 2021.
12. Teman-teman Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XCVIII, Angkatan XCIX, dan Angkatan C, Lingkup Pemerintahan Kabupaten Kolaka Timur, Bombana dan Konawe Selatan untuk kebersamaan yang terjalin selama masa kegiatan Pelatihan Dasar CPNS.
13. Ibu-Ibu yang sudah menyiapkan Makan dari Pagi hingga ke Pagi lagi.
14. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyusunan laporan kegiatan aktualisasi ini.
Laporan aktualisasi ini tidaklah luput dari kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun akan membantu dalam penyempurnaan isi dari Laporan Aktualisasi ini. Penulis berharap semoga Laporan Aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca.
Kendari, 05 Agustus 2021
PARMAN RIKI SAPUTRA, S.E.
Nip. 19920916 202012 1 008
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR TABEL ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Tujuan ... 4
1.2.1. Tujuan Umum ... 4
1.2.2. Tujuan Khusus ... 4
1.3. Manfaat ... 4
1.3.1. Manfaat Bagi Penulis ... 4
1.3.2. Manfaat Untuk Organisasi ... 4
1.3.3. Manfaat Untuk Stakeholder ... 4
1.4. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi ... 4
1.5. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Aktualisasi ... 4
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEPSI NILAI-NILAI DASAR KEDUDUKAN DAN PERAN ASN... 5
2.1. GAMBARAN UMUM ORGANISASI ... 5
2.1.1. Profil Organisasi ... 5
2.1.2. Struktur Organisasi ... 6
2.1.3. Visi, Misi Organisasi ... 7
a. Visi Organisasi ... 7
b. Misi Organisasi. ... 7
c. Nilai Organisasi ... 8
2.1.4. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi ... 8
2.2. Nilai-Nilai Dasar ASN ... 10
2.2.1. Akuntabilitas ... 10
2.2.2. Nasionalisme ... 11
2.2.3. Etika Publik ... 12
2.2.4. Komitmen Mutu ... 13
2.2.5. Anti Korupsi ... 15
2.3. Kedudukan dan Peran ASN ... 17
2.3.1. Manajemen ASN ... 17
2.3.2. Whole of Government ... 17
vii
2.3.3. Pelayanan Publik ... 18
2.4. Identifikasi dan Penetapan Isu ... 19
2.4.1. Identifikasi Isu ... 19
2.4.2. Penetapan Isu ... 20
BAB III RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI ... 21
3.1. Gagasan Kreatif Pemecahan Isu ... 21
3.2. Deskripsi/Penjelasan Kegiatan ... 22
3.3. Estimasi Biaya Kegiatan ... 32
3.4. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ... 33
BAB IV CAPAIAN HASIL AKTUALISASI ... 34
4.1. Kendala dan Antisipasi ... 34
4.2. Hasil Aktualisasi ... 36
4.2.1. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi ... 36
4.2.2. Hasil Aktualisasi ... 43
4.3. Penggunaan OneDrive ... 67
4.3.1. Penggunaan OneDrive melalui situs Web ... 67
4.3.2. Penggunaan OneDrive pada PC ... 70
4.3.3. Penggunaan OneDrive pada Ponsel ... 74
4.4. Analisis Ketercapaian Tujuan / Pemecahan Isu ... 77
4.5. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 79
BAB V PENUTUP ... 80
5.1. Kesimpulan ... 80
5.2. Saran.. ... 80
5.3. Rencana Tindak Lanjut.. ... 80
DAFTAR PUSTAKA ... 81
LAMPIRAN ... 82
viii
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 2.1 Struktur Organisasi Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah ... 6
GAMBAR 4.1 Konsultasi Kepada Mentor/Pimpinan ... 48
GAMBAR 4.2 Mencatat Arahan dan Masukan Mentor/Pimpinan ... 48
GAMBAR 4.3 Membuat Surat Persetujuan Mentor/Pimpinan ... 49
GAMBAR 4.4 Surat Persetujuan Dukungan Mentor/Pimpinan ... 49
GAMBAR 4.5 Memeriksa Kelengkapan Laporan Surat Pertanggungjawaban ... 54
GAMBAR 4.6 Mengumpulkan Laporan Surat Pertanggungjawaban ... 54
GAMBAR 4.7 Mengurutkan Laporan Pertanggungjawaban ... 55
GAMBAR 4.8 Menyiapkan Berkas Laporan SPJ yang akan discan ... 59
GAMBAR 4.9 Membuat Folder Penyimpanan Hasil Scan ... 59
GAMBAR 4.10 Melakukan Scanning Berkas Laporan SPJ ... 60
GAMBAR 4.11 Membuat Email Khusus Penyimpanan OneDrive ... 64
GAMBAR 4.12 Membuat Folder Penyimpanan di Akun OneDrive ... 66
GAMBAR 4.13 Mengunggah Berkas yang telah di scan ke akun OneDrive ... 66
GAMBAR 4.14 Tampilan Awal Situs OneDrive ... 67
GAMBAR 4.15 Login Microsoft ... 68
GAMBAR 4.16 Buat Akun Baru ... 68
GAMBAR 4.17 Buat Password Akun ... 68
GAMBAR 4.18 Email Verifikasi Akun ... 69
GAMBAR 4.19 Verifikasi Akun ... 69
GAMBAR 4.20 Tampilan Akun OneDrive melalui Situs Web ... 70
GAMBAR 4.21 Tampilan OneDrive pada Windows ... 71
GAMBAR 4.22 Login Email OneDrive pada Windows ... 71
GAMBAR 4.23 Sign In Email OneDrive pada Windows ... 72
GAMBAR 4.24 Pengaturan Lokasi Penyimpanan OneDrive pada Windows ... 72
GAMBAR 4.25 Rekomendasi Akses File OneDrive pada Windows ... 73
GAMBAR 4.26 Sinkronisasi Folder OneDrive pada Windows ... 73
GAMBAR 4.27 Folder OneDrive pada Windows siap digunakan ... 74
GAMBAR 4.28 Aplikasi OneDrive pada Ponsel ... 75
GAMBAR 4.29 Tampilan Awal Aplikasi OneDrive pada Ponsel ... 75
GAMBAR 4.30 Masukkan Akun dan Sandi OneDrive pada Ponsel ... 76
GAMBAR 4.31 Folder OneDrive pada Ponsel siap digunakan ... 76
GAMBAR 4.32 Grafik Perbandingan Pengarsipan Dokumen ... 78
ix
DAFTAR TABEL
TABEL 2.1 Identifikasi Isu ... 19
TABEL 2.2 Penetapan Isu Metode APKL ... 20
TABEL 3.1 Kegiatan 1 Melapor Kepada Mentor/Pimpinan ... 22
TABEL 3.2 Kegiatan 2Identifikasi berkas laporan Pertanggungjawaban ... 25
TABEL 3.3 Kegiatan 3 Pendigitalisasi berkas laporan pertanggungjawaban ... 28
TABEL 3.4 Kegiatan 4 Pengarsipan Melalui Aplikasi Onedrive ... 30
TABEL 3.5 Rencana Anggaran Biaya Kegiatan Aktualisasi ... 32
TABEL 3.6 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi ... 33
TABEL 4.1 Kendala dan Antisipasi ... 34
TABEL 4.2 Capaian Pelaksanaan Aktualisasi ... 37
TABEL 4.3 Hasil Aktualisasi ... 43
TABEL 4.4 Hasil Analisis Kuesioner Arsip Manual ... 77
TABEL 4.5 Hasil Analisis Kuesioner Arsip Digital ... 78
TABEL 4.6 Realisasi Pelaksanaan Aktualisasi ... 79
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil mengacu pada UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil serta berpedoman pada peraturan Lembaga Administrasi Negara No. 25 tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Instansi/Pemerintah wajib memberikan Pelatihan dan Pendidikan Terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembangunan karakter dalam mencetak PNS.
Berdasarkan Undang – Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Salah satu fungsi Aparatur Sipil Negara adalah sebagai pelayan publik, yakni melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut cekatan dan mumpuni menyelenggarakan pelayanan publik yang baik bagi masyarakat, berkarakter dalam melaksanakan tugas dan jabatannya sebagai pelaksana kebijakan publik, dan sanggup berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Tidak ada lagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berfikir dirinya adalah seorang penguasa yang harus dilayani.
Untuk menjadi ASN yang seutuhnya seseorang harus terlebih dahulu menjalani beberapa tahapan. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah salah satu tahapan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Untuk menjadi seorang PNS, CPNS harus memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana melaksanakan pelayanan publik dengan baik. Oleh karena itu, seorang CPNS harus mengikuti diklat pendidikan dan pembekalan.
Pembekalan pengetahuan dan keterampilan CPNS diatur dalam Peraturan LAN nomor 12 tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada pasal 1 butir 8 disebutkan bahwa Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam masa prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat, dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
2 Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai nilai-nilai dasar utama, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, komitmen mutu, anti korupsi yang biasa disingkat ANEKA.
Nilai nilai dasar tersebut harus di aktualisasikan dalam profesi masing-masing Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dijadikan pedoman dalam menjalani profesinya.
Pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS terdiri dari pelatihan dalam kelas dan luar kelas.
Pelatihan dalam kelas yakni pembekalan yang mencangkup materi dinamika kelompok, pengembangan sumber daya aparatur dan nilainilai ASN, muatan teknis substansi lembaga, wawasan kebangsaan, ANEKA, whole of government, manajemen ASN, pelayanan publik, dan aktualisasi. Adapun pelaksanaan pelatihan diluar kelas berupa habituasi yakni mengaktualisasikan rancangan aktualisasi pada lembaga atau instansi terkait.
Adapun Kurikulum latsar diatur berdasarkan Peraturan Kepala LAN – RI Nomor : 16 Tahun 2015 yang terdiri atas dua tahapan pembelajaran sebagai berikut:
1. Tahap Internalisasi Nilai-nilai Dasar PNS Tahapan pembelajaran ini membekali peserta dengan nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan profesi PNS secara profesional sebagai pelayan masyarakat yang meliputi : Akuntabilitas PNS, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.
Kelima nilai-nilai dasar ini untuk selanjutnya diakoronimkan menjadi ANEKA.
2. Tahap Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS Tahap aktualisasi nilai-nilai dasar PNS terdiri dari dua jenis yaitu :
a. Tahap Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS di tempat tugas sesuai dengan formasi jabatan.
b. Tahap Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS di tempat magang.
Saat ini kita menghadapi era digital yang biasa dikenal dengan industry 4.0.
Perubahan era ini menuntut manusia untuk melakukan perubahan-perubahan yang inovatif.
Perubahan ini hendaknya juga dilakukan oleh ASN sehingga terjadi perubahan pelayanan publik ke arah yang lebih baik. Perubahan tersebut diharapkan kedepannya seorang Aparatur sipil Negara harus memiliki integritas, profesional, netral, bebas dari intervensi politik dan bersih dari korupsi serta mampu menjalankan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Arsip adalah rekaman catatan kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai macam bentuk yang dibuat oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan dalam rangka
3 pelaksanaan kegiatan. Arsip dapat berupa surat, warkat, akta, piagam, buku, dan sebagainya yang dapat dijadikan bukti sahih untuk suatu tindakan dan keputusan. Dengan adanya perkembangan teknologi, arsip dapat berbentuk audio, video dan digital. Sedangkan kearsipan ialah suatu kegiatan mulai dari penciptaan, penerimaan, pengumpulan, pengaturan, pengendalian, pemeliharaan dan perawatan serta penyimpanan warkat sesuai system tertentu.
Sehingga saat dibutuhkan dapat ditemukan dengan cepat dan tepat.
Pengelolaan arsip saat ini tak lepas dari kecakapan pengelolaan, yang dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah kearsipan. Manfaat yang besar akan menghadirkan kemudahan bagi kehidupan organisasi, perusahaan sampai pemerintah. Sesuai dengan pendapat International Organization for Standardization (ISO) 15489 bahwa arsip sebagai informasi yang dibuat, diterima, dan dipelihara sebagai bukti dan informasi bagi organisasi atau individu untuk kepentingan hukum maupun bisnis. Ketersediaan arsip secara utuh, otentik dan terpercaya harus menjadi fokus utama. Bukan tanpa alasan, segala kebijakan, laporan, pertanggungjawaban kinerja, sampai pelayanan publik tersimpan dan akan disimpan dalam pengarsipan.
Penataan kearsipan tidak sekadar disimpan atau ditumpuk begitu saja, tetapi perlu diatur cara penyimpanannya dengan melalui beberapa tahapan dengan tujuan sistem pengarsipan yang rapi dan ketika arsip dibutuhkan mudah ditemukan kembali. Namun, banyak sekali perusahaan, Lembaga dan instansi pemerintahaan yang mengalami kesulitan dalam mengelola arsip, khususnya arsip yang bersifat fisik. Alasannya selain banyak dan menumpuk juga karena persoalan lain, seperti kertas yang sudah usang. Robek, lusuh dan tak jelas menjadi persoalan yang sebenarnya sudah tak harus lagi dirasakan.
Saat ini, muncul digitalisasi Arsip yang jauh lebih praktis. Tak perlu lagi merasakan gundah akibat arsip yang terlihat lusuh, kusam dan robek. Tak terbatas waktu dan tempat, pengelolaan arsip secara digital meminimalkan resiko buruk kepada perusahaan, instansi, dan arsip tiap invidu. Arsip yang sudah berbentuk digital lebih efisien, tak perlu mengeluarkan biaya pemeliharaan yang tak berjangka. Apalagi di era informasi ini, sangat mustahil sebuah data penting tidak disimpan dengan baik, bukan hanya faktor bencana yang tak pasti tapi juga dikarenakan human error. Dengan banyaknya problematika dari sistem pengarsipan konvensional atau berbentuk fisik maka, harus siap pula dengan resiko yang menanti.
4 Pelaksanaan Pengarsipan Dokumen-Dokumen Berkas Fisik saat ini ditemukan kendala yang butuh perhatian khusus. Sesuai pengamatan dan observasi penulis di Kantor Sekretariat Daerah Bagian Pemerintahan, kurang optimalnya pengarsipan laporan pertanggungjawaban yang menumpuk dan beresiko tercecer. Oleh karena itu, pada kegiatan aktualisasi ini penulis mengangkat judul “Optimalisasi Pengarsipan Kelengkapan Berkas Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Melalui Aplikasi OneDrive Pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka Timur”
1.2. Tujuan
a. Tujuan Umum:
Mampu menerapkan nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) dalam setiap kegiatan di lingkungan kerja dalam hal ini Sekretariat Daerah Bagian Pemerintahan Kab. Kolaka Timur;
b. Tujuan Khusus:
Pengoptimalan Pengarsipan berkas laporan berbasis digital dengan media penyimpanan berbasis Online pada Kantor Sekretariat Daerah Bagian Pemerintahan Kab. Kolaka Timur.
1.3. Manfaat
1.3.1. Bagi Penulis: Menjadi pengalaman belajar bagi Penulis untuk mengemban tanggung jawab sepenuhnya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.
1.3.2. Bagi Organisasi: Memudahkan organisasi jika data laporan diperlukan sewaktu- waktu.
1.3.3. Bagi Stakeholder: Dapat memperoleh data laporan yang dibutuhkan dengan lebih cepat
1.4. Ruang Lingkup Aktualisasi
Kegiatan Rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS dilaksanakan di Sekretariat Daerah Bagian Pemerintahan Kab. Kolaka Timur sejak tanggal 06 Juni sampai dengan 11 Juli 2021. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi ini berfokus pada pengarsipan kelengkapan berkas laporan pertanggungjawaban keuangan berupa Laporan GU (Ganti Uang Persediaan).
1.5. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Aktualisasi
Pelaksanaan aktualisasi dilaksanakan di Sekretariat Daerah Bagian Pemerintahan dimulai pada tanggal 06 Juni 2021 sampai dengan tanggal 11 Juli 2021.
5 BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI, KONSEP NILAI-NILAI DASAR DAN KEDUDUKAN PERAN ASN DAN PENETAPAN ISU
2.1. Gambaran Umum Organisasi 2.1.1. Profil Organisasi
Berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Kolaka Timur Nomor 49 tahun 2019 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka Timur, Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan Pemerintahan bidang Sekretariat Daerah diwadahi dalam bentuk Sekretariat Daerah yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.
Sekretariat Daerah mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam penyusunan kebijakan dan pengkoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas serta pelayanan administratif Perangkat Daerah.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Sekretariat Daerah menyelenggarakan fungsi :
a. Pengkoordinasian penyusunan kebijakan Daerah;
b. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas Organisasi Perangkat Daerah;
c. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah;
d. Pelayanan administratif dan pembinaan aparatur sipil negara; dan
e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya.
6 2.1.2. Struktur Organisasi
Susunan Organisasi Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah terdiri dari, sebagai berikut :
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kepala Bagian
Pemerintahan
Kasubbag Administrasi Kewilayahan Kasubbag Administrasi
Pemerintahan
Kasubbag Kerja Sama &
Otonomi Daerah
1. Pengadministrasian Umum
2. Pengelola Administrasi Pemerintahan 3. Analis Monitoring,
Evaluasi, dan Pelaporan
1. Pengelola Data 2. Analis Toponimi &
Data Wilayah
1. Pengelola LPPD 2. Analis
Pemerintahan Umum & Otonomi Daerah
7 2.1.3. Visi, Misi dan Nilai Organisasi
a. Visi
Adapun Visi Kabupaten Kolaka Timur yaitu, “MENJADIKAN KOLAKA TIMUR SEJAHTERA BERSAMA MASYARAKAT KOLAKA TIMUR YANG AGAMIS, MAJU, MANDIRI DAN BERKEADILAN”
b. Misi
Untuk mewujudkan Visi tersebut, maka ada 10 (Sepuluh) misi yang akan dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Timur Periode 2021-2026, yaitu : 1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Berbasis Ajaran Agama,
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta Budaya Lokal;
2. Peningkatan Aksebilitas, Pemerataan dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat;
3. Percepatan Kualitas Infrastruktur Publik yang Memadai dan Efektif;
4. Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Bersih dan Transparan Melayani Masyarakat;
5. Peningkatan Ekonomi Masyarakat dan Produktivitas Pertanian, Perkebunan, Penguatan UMKM, Koperasi dan Pelaku Usaha;
6. Penguatan Peran Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat;
7. Pembinaan dan Pemberdayaan Kepemudaan, Olahraga dan Seni Budaya;
8. Mengembangkan Potensi Wisata;
9. Terwujudnya Masyarakat yang Aman, Damai dan Tertib.
10. Pengelolaan Lingkungan Hidup Secara Profesional, Selaras, Serasi dan Seimbang untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.
8 c. Nilai Organisasi
Adapun Nilai Organisasi pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kab.
Kolaka Timur, yakni:
- Kerja Sama, Sikap Kekompakkan dan Saling Membantu.
- Kekeluargaan, Sikap kebersamaan yang membuat nyaman di kantor.
- Netralitas, Sikap saling menghargai kepada siapa pun.
- Peduli, Sikap saling mengingatkan dan memberi masukan.
- Toleransi. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, dan pendapat orang lain yang berbeda dari dirinya.
2.1.4. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi
Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Bagian Pemerintahan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, yang terdiri dari :
a. Sub Bagian Administrasi Pemerintahan;
b. Sub Bagian Administrasi Kewilayahan;
c. Sub Bagian Kerja Sama dan Otonomi Daerah.
Adapun Tugas Pokok Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah, sebagai Berikut :
a. Tugas Sub Bagian Administrasi Pemerintahan Sub bagian Administrasi Pemerintahan terdiri atas : 1. Pengadministrasian Umum
2. Pengelola Administrasi Pemerintahan 3. Analis Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Ikhtisar Jabatan Analis Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan, yaitu Mengumpulkan, mengklasifikasi dan menelaah serta menganalisa data untuk menyimpulkan dan Menyusun rekomendasi di bidang Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku agar semua pekerjaan dapat
9 diselesaikan secara berdaya guna dan berhasil guna di Sub Bagian Administrasi Pemerintahan.
Adapun tugas Pokok Analis Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan, terdiri atas :
- Mengumpulkan bahan-bahan terkait pelaksanaan analisis di bidang Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk keperluan penyelesaian tugas di Sub Bagian Administrasi Pemerintahan;
- Mempelajari dan menganalisa bahan dan data terkait yang telah dikumpulkan dengan seksama untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
- Melakukan penelitian berdasarkan permasalahan bidang Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku dalam rangka menyelesaikan pekerjaan;
- Membuat laporan berdasarkan hasil telaahan untuk disampaikan kepada atasan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hasil telaahan dapat bermanfaat sebagai bahan tindak lanjut;
- Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.
b. Tugas Sub Bagian Administrasi Kewilayahan Sub Bagian Administrasi Kewilayahan terdiri atas : 1. Pengelola Data
2. Analis Toponimi dan Data Wilayah
c. Tugas Sub Bagian Kerja Sama dan Otonomi Daerah Sub Bagian Kerja Sama dan Otonomi Daerah terdiri atas : 1. Pengelola LPPD
2. Analis Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah
10 2.2. Nilai-Nilai Dasar ASN
Nilai-nilai dasar ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Dan Antikorupsi yang biasa disingkat ANEKA ini merupakan modal awal PNS dalam menjalankan tugasnya. Sebelum mengimplementasikan nilai dasar PNS, ada satu tahap yang dilalui yaitu tahap internalisasi. Internalisasi merupakan proses pemahaman atas nilai yang terkandung dari masing- masing poin ANEKA yaitu :
2.2.1. Akuntabilitas
Akuntabilitas didefinisikan sebagai kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Hal ini merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Menurut LAN (2014) responsibilitas adalah kewajiban bertanggungjawab sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai, sebagai ASN kita dituntut tidak hanya memiliki sifat responsibilitas namun juga akuntabilitas. Untuk menciptakan lingkungan kerja yang akuntabilitas didukung oleh nilai nilai yaitu :
a. Kepemimpinan b. Transparansi c. Integritas d. Tanggungjawab e. Keadilan f. Kepercayaan g. Keseimbangan h. Kejelasan i. Konsisten
11 2.2.2. Nasionalisme
Nasionalisme yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah Nasionalisme Pancasila. Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai- nilai Pancasila.
Nilai-nilai Pancasila yang merupakan cerminan sila pertama sampai dengan sila kelima diantaranya percaya dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya, mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, saling tenggang rasa dan tepa selira, tidak semena-mena terhadap orang lain. Menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan. Mengakui setiap manusia mempunyai kedudukan, hak, kewajiban yang sama, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, menghormati hak orang lain serta memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri, tindakan menggunakan hak milik yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
Indikator-indikator yang terdapat dalam nilai nasionalisme yang harus dimiliki Aparatur Sipil Negara antara lain sebagai berikut :
a. Integritas
b. Hormat-Menghormati c. Kerjasama
d. Jujur e. Amanah
12 f. Peduli
g. Adil
h. Rela Berkorban i. Cinta Tanah Air j. Disiplin
k. Tanggung Jawab 2.2.3. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang baik/buruk, benar/salah prilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Berdasarkan Undang-Undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN yakni sebagai berikut :
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan.
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien.
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
13 j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain.
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN.
l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin pegawai ASN.
Pada prinsipnya ada 3 dimensi etika publik, yaitu : dimensi kualitas pelayanan publik, dimensi modalitas, dimensi tindakan integritas publik (LAN, 2014).
2.2.4. Komitemen Mutu
Komitmen dapat diartikan sebagai janji setia yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan sedangkan Mutu adalah nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan pelanggan sesuai kebutuhan dan keinginan, bahkan melampaui harapan.
Untuk mewujudkan mutu membutuhkan kreatifitas yang melahirkan inovasi dalam bentuk barang atau pelayanan yang tepat guna dan berdaya guna, sehingga komitmen mutu dapat juga diterjemahkan sebagai sikap menjaga efektivitas dan efisiensi mutu. Nilai-nilai dasar komitmen mutu diantaranya mengutamakan kepuasan pelanggan dengan memberikan layanan menyentuh hati, berkualitas tinggi, mampu berinovasi melalui pendekatan ilmiah dan rasional serta selalu melakukan upaya perbaikan berkelanjutan.
Komitmen mutu bertujuan untuk memberikan kepuasan masyarakat dalam pelayanan publik. Penilaian mutu berdasarkan pada subyektifitas seseorang. Untuk mengukur penilaian tersebut perlu adanya standar pelayanan sehingga sebuah mutu pelayanan dapat terkontrol dengan baik. Komitmen mutu menekankan pada penerapan nilai-nilai dasar sebagai berikut :
14 1. Efektivitas
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target.
Sedangkan efektivitas menunjukan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik yang menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas organisasi tidak hanya diukur dari mutu dan kualitas yang mencapai target, tetapi juga melalui terpenuhinya kebutuhan pelanggan dan kepuasan pelanggan, ketepatan waktu dan sumber daya, serta kinerja yang tanpa cacat (zero defect).
2. Efisiensi
Efisiensi adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilakukan sehingga dapat diketahui ada tidaknya penggunaan sumber daya yang berlebihan, penyalahgunaan alokasi, penyimpanagan prosedur dan mekanisme yang tidak sesuai dengan alur.
3. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik merupakan hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
4. Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen.
Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapan. Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan pelanggan dalam mengevaluasi kualitas pelayanan (Berry dan Pasuraman dalam Zulian Zamit, 2010:11) yaitu:
1) Tangibles, yaitu bukti langsung yang meliputi fasilitas fisik, perlengkapan pegawai dan sarana komunikasi.
2) Reliability, yaitu kemampuan dalam memberikan pelayanan dengan segera dan memuaskan serta sesuai dengan yang telah dijanjikan.
15 3) Responsiveness, yaitu keinginan untuk memberikan pelayanan
dengan tanggap.
4) Assurance, yaitu mencakup kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya.
5) Empaty, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik dan perhatian yang tulus terhadap kebutuhan pelanggan.
2.2.5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi dikatakan sebagai kejahatan yang luar biasa karena dampaknya yang luar biasa yaitu mampu merusak tatanan kehidupan dalam ranah pribadi, keluarga, masyarakat maupun ranah kehidupan yang lebih luas lagi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai dasar anti korupsi. Ada 9 (sembilan) nilai-nilai anti korupsi yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang bisa menjadi pribadi yang berintegritas. Seseorang dituntut untuk bisa berkata jujur dan transparan serta tidak berdusta baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, sehingga dapat membentengi diri terhadap godaan untuk berbuat curang.
b. Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih sayang. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan membutuhkan uluran tangan. Pribadi dengan jiwa sosial tidak akan tergoda untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar tetapi ia malah berupaya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu sesama.
c. Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas kemandirian yang dimiliki
16 seseorang memungkinkannya untuk mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja secara efektif. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak- pihak yang tidak bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat.
d. Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Seseorang yang mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara yang mudah.
e. Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini maka seseorang tidak akan tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.
f. Kerja Keras
Tidak memperoleh sesuatu tanpa mengeluarkan keringat.
g. Sederhana
Sadar bahwa mengejar harta tidak akan pernah ada habisnya karena hawa nafsu keserakahan akan selalu memacu untuk mencari harta sebanyak-banyaknya.
h. Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga berani berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun semua kolega dan teman-teman sejawatnya melakukan perbuatan yang menyimpang dari hal yang semestinya.
i. Adil
Tidak menuntut untuk mendapatkan lebih dari apa yang sudah diupayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya.
17 2.3. Kedudukan dan Peran ASN
2.3.1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN meliputi Manajemen PNS dan Manajemen PPPK. PNS diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki suatu jabatan pemerintahan dan memilili nomor induk pegawai nasional. Sementara itu, PPPK diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah untuk jangka waktu tertentu.
Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem Merit. Manajemen ASN meliputi penyusunan dan penetapan kebutuhan; pengadaan; pangkat dan jabatan;
pengembangan karier; pola karier; promosi; mutasi; penilaian kinerja; penggajian dan tunjangan; penghargaan; disiplin; pemberhentian; jaminan pensiun dan jaminan hari tua; dan perlindungan (LAN, Manajemen Aparatur Sipil Negara, 2014).
2.3.2. Whole of Government (WoG)
Whole of Government (WoG) merupakan suatu pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan publik. Oleh karena itu WoG dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan dengan melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait urusan-urusan yang relevan (Suwarno & Sejati, 2016).
WoG dipandang sebagai metode suatu instansi pelayanan publik bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai tujuan bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu tertentu (Shergold & lain-lain, 2004).
18 2.3.3. Pelayanan Publik
LAN (1998), mengartikan pelayanan publik sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan /atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dalam UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara Pelayanan Publik.
Barang/jasa publik adalah barang/jasa yang memiliki rivalry (rivalitas) dan excludability (ekskludabilitas) yang rendah. Barang/jasa publik yang murni yang memiliki ciri-ciri: tidak dapat diproduksi oleh sektor swasta karena adanya free rider problem, non- rivalry, dan non-excludable, serta cara mengkonsumsinya dapat dilakukan secara kolektif.
Perkembangan paradigma pelayanan meliputi: Old Public Administration (OPA), New Public Management (NPM) dan seterusnya menjadi New Public Service (NPS).
Sembilan prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah: partisipatif, transparan, responsif, non diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien, aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan.
19 2.4. Identifkasi, Penetapan dan Analisis Isu
2.4.1. Identifikasi Isu Tabel 2.1 Identifikasi Isu
No Uraian Tugas Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan
Rumusan Isu
1 Pelaksanaan Pengelolaan Laporan
Pertanggungjawaban
Penyampaian Laporan
Pertanggungjawaban belum optimal
Pelaksanaan Pengelolaan Laporan
Pertanggungjawaban bisa lebih optimal
Belum optimalnya penyampaian
Laporan
Pertanggungjawaban melalui Aplikasi Simda
2 Pengajuan Permintaan Pembayaran
Pembuatan SPP dan SPM menggunakan Aplikasi Simda
masih perlu
Pendampingan
SDM Mampu
Mandiri
menjalankan tugas
Kurangnya Kemampuan
pembuatan SPP dan SPM menggunakan Aplikasi Simda untuk pengajuan Permintaan Dana 3 Administratif
Pengarsipan Laporan
Pertanggungjawaban
Terjadinya Penumpukan Pengarsipan Laporan
Pertanggungjawaban
Pengarsipan Laporan
Pertanggungjawaban berbasis media digital
Belum Optimalnya Pengarsipan
Kelengkapan Bukti Fisik Laporan Pertanggungjawaban
20 2.4.2. Penetapan Isu Prioritas
Analisis isu bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan yang dilakukan. Analisi isu dilakukan dengan pendekatan APKL yaitu Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak.
Analisis APKL merupakan alat bantu untuk menganalisis ketepatan dan kualitas isu dengan memperhatikan tingkat aktual, problematik, khalayak dan layak dari isu-isu yang ditemukan di lingkungan unit kerja. Setelah diperoleh analisis APKL, maka dipilih isu yang menjadi prioritas utama yang selanjutnya akan diidentifikasi.
Tabel 2.2 Penetapan Isu Metode APKL
No Isu A P K L
Total
Nilai Ranking 1 Belum optimalnya penyampaian Laporan
Pertanggungjawaban melalui Aplikasi Simda
3 3 2 3 11 3
2 Kurangnya Kemampuan pembuatan SPP dan SPM menggunakan Aplikasi Simda untuk pengajuan Permintaan Dana
4 3 2 3 12 2
3 Belum Optimalnya Pengarsipan Kelengkapan Bukti Fisik Laporan Pertanggungjawaban
4 4 3 4 15 1
Keterangan: 1. Skala 1-5 2. A = Aktual 3. P = Problematik 4. K = Khalayak 5. L = Layak
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa yang menjadi isu prioritas adalah memiliki nilai aktual yang tinggi, nilai khalayak dan nilai problematik yang cukup dan nilai layak yang cukup tinggi, sehingga isu yang diangkat adalah belum optimalnya Pengarsipan Kelengkapan Bukti Fisik Laporan Pertanggungjawaban, yang mana kemudian Penulis menetapkan 1 (satu) Judul Pelaksanaan Aktualisasi sebagai gagasan pemecahan isu, yaitu : “Optimalisasi Pengarsipan Kelengkapan Berkas Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Melalui Aplikasi OneDrive Pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka Timur”
21 BAB III
RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI 3.1 Gagasan Kreatif Pemecahan Isu
Unit Kerja Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kab. Kolaka Timur Isu Yang
diangkat
Belum Optimalnya pengarsipan Kelengkapan Bukti Laporan Pertanggungjawaban
Judul Optimalisasi Pengarsipan Kelengkapan Berkas Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Melalui Aplikasi Onedrive Pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka Timur
Kegiatan 1. Melapor Kepada Mentor/Pimpinan untuk Meminta Dukungan
2. Identifikasi berkas laporan Pertanggungjawaban 3. Pendigitalisasi berkas laporan pertanggungjawaban 4. Pengarsipan Melalui Aplikasi Onedrive
a. Gagasan Pemecahan Isu
Melakukan penyimpanan berkas laporan pertanggungjawaban melalui aplikasi onedrive
b. Tujuan Pemecahan Isu
Adanya media penyimpanan arsip melalui aplikasi onedrive c. Kegiatan
1. Melaporkan kepada mentor/pimpinan untuk meminta dukungan 2. Identifikasi berkas laporan pertanggungjawaban
3. Pendigitalisasian berkas laporan pertanggungjawaban 4. Pengarsipan Melalui Aplikasi Onedrive
22 3.2 Deskripsi/Penjelasan Kegiatan
Matriks Kegiatan Aktualisasi Tabel 3.1. Kegiatan 1. : Melapor Kepada Mentor / Pimpinan Meminta Dukungan
No Kegiatan Tahapan kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan
Kontribusi terhadap visi & misi organisasi
Penguatan nilai organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melapor kepada Mentor / Pimpinan untuk Meminta dukungan
WoG:
Akan melaksanakan konsultasi dalam meminta dukungan pimpinan sebagai wujud koordinasi dan integrasi dalam menjalankan tugas.
Ketika mendapat dukungan dari Pimpinan, maka akan Berkontribusi pada tercapainya visi Organisasi yakni
‘Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia berbasis ajaran agama, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) serta Budaya Lokal”.
Ketika mendapatkan dukungan pimpinan dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi, maka akan
memberikan penguatan nilai Organisasi antara lain :
- Jujur - Disiplin a. Berkonsultasi
untuk mendapatkan dukungan pimpinan tentang Rencana
Pelaksanaan
Terlaksananya konsultasi kepada pimpinan guna mendapatkan persetujuan
• Akuntabilitas
Akan berkonsultasi untuk mendapatkan dukungan kepada pimpinan dengan penuh tanggungjawab
• Nasionalisme
23 kegiatan
aktualisasi
Ketika berkonsultasi untuk mendapat dukungan akan mengunakan bahasa Indonesia dengan benar
• Etika Publik
Dalam rangka mendapat dukungan kepada pimpinan saya akan berkonsultasi dengan kata-kata yang sopan dan santun
- Kerja keras - Peduli - Mandiri
- Sopan dan santun - Ramah
- Tanggungjawab
b. Mencatat arahan, masukan dan persetujuan pimpinan
Tercatatnya arahan, masukan dan
persetujuan pimpinan
• Akuntabilitas
Dalam mencatat arahan dan persetujuan pimpinan akan saya lakukan dengan penuh tanggungjawab
• Nasionalisme
Akan mencatat arahan dan persetujuan pimpinan dengan mengunakan bahasa indonesia yang tepat
24
• Komitmen
Dalam mencatat arahan dan persetujuan pimpinan akan berorintasi pada mutu
c. Membuat persetujuan pimpinan
Terbitnya surat persetujuan
• Anti Korupsi
Akan membuat persetujuan pimpinan dengan penuh tanggunjawab dan mandiri.
Analisis Dampak Perkiraan Hambatan
- Kurang lancarnya pelaksanaan koordinasi dan kegiatan aktualisasi.
Dampak Bila Kegiatan Tidak Terlaksana
- Pelaksanaan Kegiatan aktualisasi akan terhambat dan tidak maksimal;
Alternatif Solusi Melaksanakan konsutasi intensif kepada mentor / pimpinan agar mendapatkan dukungan baik secara kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan.
Penjelasan Keterkaitan Kegiatan dengan Mata Agenda III
Dengan melaksanakan konsultasi kepada mentor / pimpinan maka akan meningkatkan hubungan integratif dan konsultatif yang harmonis di dalam pelaksanaan kegiatan organisasi. Hal ini merupakan wujud dari implementasi Whole Of Government (WoG).
25 Tabel 3.2. Kegiatan 2. : Identifikasi berkas laporan Pertanggungjawaban
N
o Kegiatan Tahapan kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan
Kontribusi terhadap visi & misi organisasi
Penguatan nilai organisasi
1 2 3 4 5 6 7
2. Identifikasi berkas laporan
Pertanggungjawaban
Manajamen ASN;
Akan Mengidentifikasi laporan pertanggungjawaban sebagai salah satu wujud pelaksanaan ASN sebagai pelaksana Kebijakan.
Pelayanan Publik;
Akan Mengidentifikasi laporan pertanggungjawaban dengan mengedepankan prinsip partisipatif, transparansi dan responsif
Ketika Mengidentifikasi laporan
pertanggungjawaban, maka akan
Berkontribusi pada tercapainya visi Organisasi yakni
‘Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia berbasis ajaran agama, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) serta Budaya Lokal”.
Ketika
Mengidentifikasi laporan
pertanggungjawaban, maka akan
memberikan penguatan nilai Organisasi antara lain :
- Jujur - Disiplin - Kerja keras - Kreaatif dan
inovatif a. Memeriksa
Kelengkapan Laporan Surat Pertanggungjawa
Terperiksanya kelengkapan SPJ
• Akuntabilitas
Akan memeriksa kelengkapan SPJ dengan penuh
26
ban tanggungjawab
• Anti Korupsi
Akan memeriksa kelengkapan SPJ dengan jujur
- Mandiri - Rasa ingin tahu - Bersahabat atau
komunikatif
- Tanggungjawab
b. Mengumpulkan Laporan Surat Pertanggungjawa ban
Terkumpulnya SPJ • Komitmen Mutu
Akan mengumpulkan SPJ dengan efektif dan efisien
• Etika Publik
Ketika Melengkapi SPJ akan selalu bersikap profesional c. Mengurutkan
Laporan
Pertanggungjawa ban
Terlaksananya Pengurutan
Laporan SPJ sesuai urutannya
• Nasionalisme:
Akan melaksanakan pengurutan dengan penuh Tanggung Jawab
Analisis Dampak Perkiraan Hambatan Kurangnya kelengkapan lampiran dalam laporan pertanggungjawaban
Dampak Bila Kegiatan Tidak Terlaksana
- Pelaksanaan kegiatan identifikasi laporan pertanggungjawaban akan terhambat dan tidak maksimal;
27 Alternatif Solusi Memeriksa kelengkapan lampiran laporan pertanggungjawaban sembari diurutkan.
Penjelasan Keterkaitan Kegiatan dengan Mata Pelajaran Agenda III
(Manajemen ASN, WoG dan Pelayanan Publik)
Dengan melaksanakan identifikasi laporan SPJ, kita mengatur dan memeriksa kelengkapan awal lampiran laporan
pertanggungjawaban kemudian dikumpulkan sesuai urutannya. Hal ini merupakan wujud dari implementasi Manajemen ASN sebagai Pelaksana.
28 Tabel 3.3. Kegiatan 3. : Pendigitalisasi berkas laporan pertanggungjawaban
N
o Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi Terhadap Visi & Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Pendigitalisasi berkas laporan
pertanggungjawaban
Manajamen ASN;
Kegiatan Pendigitalisasi laporan SPJ dilakukan dengan Efektif dan Efisien
Kegiatan pendigitalisasi laporan SPJ
Berkontribusi pada tercapainya visi Organisasi yakni
‘Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia berbasis ajaran agama, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) serta Budaya Lokal”.
Kegiatan pendigitalisasi laporan SPJ memberikan penguatan nilai Organisasi antara lain :
- Jujur - Disiplin - Kerja keras - Kreatif dan
inovatif - Mandiri
- Tanggungjawab
a. Menyiapkan Berkas Laporan SPJ yang akan discan sesuai urutan
Terlaksananya Persiapan Berkas SPJ yang akan discan
• Anti Korupsi
Menyiapkan berkas SPJ dilakukan secara berurutan dengan disiplin
• Akuntabilitas
Penyiapan Berkas dilakukan dengan penuh tanggungjawab b. Membuat Folder
Penyimpanan
Tersedianya Folder Penyimpanan
• Etika Publik
Kegiatan Pembuatan Folder
29 Berkas yang akan
Discan
Penyimpanan dilakukan sesuai sikap taat pada peraturan
• Komitmen Mutu Pembuatan Folder penyimpanan dilakukan dengan efektif dan efisien c. Melakukan
Scanning sesuai urutan berkas Laporan SPJ
Tersedianya Hasil Scan Berkas Laporan SPJ
• Nasionalisme:
Pendigitalisasi (scanning) dapat dilakukan dengan Kerja Sama
Analisis Dampak Perkiraan Hambatan Dapat dilakukan secara bertahap
Dampak Bila Kegiatan Tidak Terlaksana
apabila kegiatan tidak dilaksanakan yaitu tidak adanya media penyimpanan berbasis digital
Alternatif Solusi Perlunya kegiatan ini yang dapat memudahkan organisasi jika sewaktu-waktu diperlukan Penjelasan Kaitan
Mata Agenda III
Dengan melaksanakan kegiatan ini, Keterkaitan dengan Manajemen ASN merupakan bagian dari pengelolaan agar tercipta berkas laporan yang efektif dan efisien
30 Tabel 3.4. Kegiatan 4. : Pengarsipan Melalui Aplikasi Onedrive
N
o Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi Terhadap Visi & Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4. Pengarsipan Melalui Aplikasi Onedrive
WoG:
Akan melaksanakan pengarsipan sebagai wujud integrasi dalam menjalankan tugas.
Ketika melakukan pengarsipan, maka akan Berkontribusi pada tercapainya visi Organisasi yakni
“Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Bersih dan Transparan Melayani Masyarakat”.
Ketika melakukan pengarsipan, maka akan memberikan penguatan nilai Organisasi antara lain :
- Jujur - Disiplin - Mandiri - Koordinasi - Kepemimpinan - Amanah
- Tanggungjawab
a. Membuat Email Khusus
Penyimpanan One Drive
Tersedianya Email Pembuatan Akun One Drive
• Komitmen Mutu Akan membuat email pembuatan Akun one drive dengan adaptif
b. Membuat Folder Penyimpanan di Akun One Drive
Tersedianya Folder
Penyimpanan di
• Etika Publik
Ketika membuat folder penyimpanan selalu bersikap
31 sesuai Urutannya Akun One Drive Cermat
• Nasionalisme:
Akan melaksanakan kegiatan Pembuatan Folder dengan Sikap Disiplin
c. Mengunggah Berkas yang telah di scan ke akun One Drive
Terunggahnya berkas laporan yang telah di scan ke akun
Penyimpanan One Drive
• Anti Korupsi
Akan melakukan unggah berkas dengan Mandiri
• Akuntabilitas
Akan Melakukan unggah berkas laporan dengan penuh tanggungjawab
Analisis Dampak Perkiraan Hambatan Kapasitas Penyimpanan akun one drive
Dampak Bila Kegiatan Tidak Terlaksana
Media penyimpanan berbasis digital mungkin terbatas
Alternatif Solusi Kapasitas Penyimpanan bisa upgrade
Penjelasan Kaitan Keterkaitan kegiatan ini dengan Pelayanan Publik adalah sebagai wujud dari transparansi atas laporan yang dimiliki
32 3.3 Estimasi Biaya Kegiatan
Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan pada rancangan aktualisasi ini dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut :
Tabel 3.5 Rencana Anggaran Biaya Kegiatan Aktualisasi
No Uraian Kebutuhan Volume Satuan Harga (Rp) Jumalah (Rp)
1 Kertas 2 Rim 50.000 100.000
2 Tinta Printer Warna 1 Botol 75.000 75.000
3 Tinta Printer Hitam 1 Botol 75.000 75.000
4 Biaya Jilid Laporan 3 Bundel 10.000 30.000
5 Biaya Tak Terduga 1 - 150.000 150.000
Total 430.000
Terbilang Empat Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah
33
3.4. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
Nama Peserta : Parman Riki Saputra, S.E.
Unit Kerja : Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kab. Kolaka Timur Waktu : 06 Juni 2021 – 11 Juli 2021
Tabel 3.6 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
No. Kegiatan Juni Juli
6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Melapor untuk meminta
dukungan Pimpinan
2 Identifikasi berkas laporan
Pertanggungjawaban
3
Pendigitalisasi berkas laporan
pertanggungjawaban
4 Pengarsipan Melalui
Aplikasi Onedrive
34 BAB IV
CAPAIAN HASIL AKTUALISASI
4.1. Kendala dan Antisipasi
Dalam proses pelaksanaan kegiatan aktualisasi, kendala mungkin saja terjadi, namun demikian sebagai ASN memiliki tanggungjawab dan komitmen yang tinggi untuk mengantisipasinya dengan cara sebagaimana tergambar dalam tabel di bawah ini:
Tabel 4.1 Kendala dan Antisipasi
KEGIATAN KENDALA ANTISIPASI
Kegiatan 1
Melapor kepada Mentor / Pimpinan untuk Meminta dukungan Tahap 1
Berkonsultasi untuk mendapatkan dukungan Mentor/ Pimpinan tentang Rencana Pelaksanaan kegiatan aktualisasi
Tidak ada kendala saat melaporkan rencana kegiatan aktualisasi kepada Mentor/
Pimpinan dan berjalan sesuai yang direncanakan
Kegiatan tetap disiapkan sesuai rencana kegiatan aktualisasi
Tahap 2
Mencatat arahan, masukan dan persetujuan Mentor/
Pimpinan
Tidak ada kendala saat menyampaikan konsep kegiatan yang akan dilakukan dan berjalan sesuai yang direncanakan
Kegiatan mencatat arahan dan masukan Mentor/
Pimpinan tetap dilakukan sesuai rencana kegiatan aktualisasi.
Tahap 3
Membuat Surat persetujuan Mentor/ Pimpinan
Tidak ada kendala saat membuat Surat Persetujuan Dukungan Mentor/Pimpinan dan berjalan sesuai yang direncanakan
Kegiatan Pembuatan Surat Dukungan Mentor tetap dilaksanakan sesuai rencana kegiatan aktualisasi.